Your browser does not support JavaScript!
 04 May 2020    11:00 WIB
Sakit Maag Tidak Boleh Puasa? Ikuti Tips Ini Agar Puasa Lancar
Selama bulan suci Ramadan, jutaan umat Muslim di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa. Secara umum, umat Muslim yang mengalami gastritis atau peradangan pada lambung atau biasa disebut maag akan mempertanyakan bagaimana cara mereka bisa menunaikan ibadah dengan baik dan tidak memperburuk gejala penyakit yang sudah mereka alami. Pada akhirnya kebanyakan dari mereka mengutamakan puasa tanpa mempertimbangkan efek terhadap kesehatannya. Padahal bukan ini tujuan dari puasa. Anda harus bisa menyeimbangkan antara puasa dan masalah kesehatan yang Anda derita. Sebagai awalnya, Anda harus memahami bagaimana riwayat dari penyakit ini. Gastritis adalah infeksi atau inflamasi yang terjadi pada dinding lambung, sementara maag adalah ketidakseimbangan asam lambung yang bisa mengganggu mekanisme perlindungan dari saluran cerna. Kedua penyakit diatas mempunyai penyebab yang sama yaitu infeksi bakteri yang dikenal dengan nama Helicobacter pylori (H. pylori) yang mempengaruhi dinding saluran cerna, terutama lambung. Penggunaan obat anti nyeri seperti ibuprofen, naproxen dan aspirin, steroid dosis tinggi, konsumsi alkohol dan merokok juga dapat menyebabkan gastritis dan maag. Penderita gastritis tetap dapat menjalankan ibadah tanpa harus meningkatkan resiko komplikasi terhadap penyakit gastritis yang dideritanya asal mengikuti beberapa tips dibawah ini: Jangan tidur setelah habis sahur. Tidur sehabis makan akan menghasilkan asam lambung yang naik keatas (refluks asam) Menunda sahur tapi mempercepat waktu buka puasa Jangan makan berlebihan saat berbuka puasa karena akan memicu refluks asam dan gejala gastritis lainnya. Penderita asam lambung dan gastritis harus berbuka dengan secukupnya. Makan dengan porsi yang kecil tetapi sering. Sebagai contoh, Anda bisa memulai berbuka puasa dengan kurma dan diikuti dengan makanan yang ringan sebelum mengambil jeda untuk sholat Mahgrib. Setelah itu Anda bisa menikmati menu utama sebelum melaksanakan doa teraweh. Berhenti makan 3-4 jam sebelum Anda pergi tidur. Oleh karena itu hindari konsumsi makanan kecil atau kudapan manis setelah selesai taraweh. Kurangi konsumsi makanan yang pedas, panas dan makanan yang mengandung asam sehingga mengurangi resiko iritasi saluran cerna. Hindari konsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi, karena minuman ini bersifat diuretik yang akan menstimulasi tubuh mengeluarkan cairan melalui air kemih. Hal ini bisa menyebabkan dehidrasi. Hal yang sama juga terjadi pada minuman manis Saat sahur dan  berbuka, lengkapi makanan Anda dengan makanan yang kaya nutrisi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serat dan lain sebagainya. Tetap cukupi kebutuhan cairan tubuh, yaitu 2,5 liter perhari. Siapkan obat-obat yang memang Anda butuhkan untuk mengatasi gejala gastritis yang Anda alami, misalnya saja antasida, proton pump inhibitor, H2 antagonis. Tetapi Anda  memerlukan pengawasan dokter dalam mengkonsumsi obat ini. Hindari makanan yang berlemak dan buah-buahan yang mengandung asam (misalnya buah citrus seperti lemon, jeruk nipis, anggur dan jeruk) dan juga tomat (karena tomat merupakan buah yang mengandung banyak asam). Makanan ekstra pedas, makanan kaleng terutama berbasis tomat juga harus Anda hindari. Jangan merokok. Rokok dapat menimbulkan gejala gastritis dan maag. Jenis makanan yang harus Anda makan: Konsumsi karbohidrat yang lambat cerna, sehingga makanan tersebut akan dicerna dalam waktu lebih lama, Anda akan lapar lebih lama sehingga Anda merasa lebih berenergi sepanjang hari. Kurma merupakan makanan yang sempurna karena mengandung gula, serat, karbohidrat, potasium dan magnesium. Almond merupakan jenis makanan yang kaya akan protein dan serat. Pisang merupakan buah yang mengandung karbohidrat, potasium dan magnesium. Pilihlah makanan yang di panggang dibanding makanan yang digoreng, terlebih jika makanan tersebut berlemak. Jangan lupa mengkonsumsi obat yang Anda butuhkan saat sahur atau berbuka. Baca juga: Puasa Aman Bagi Penderita Kencing ManisSumber: thestar
 13 Jun 2019    08:00 WIB
Sering Menderita Gangguan Lambung? Waspada Dispepsia
Apa itu dispepsia?Dispepsia adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada, yang sering dirasakan sebagai adanya gas, perasaan penuh atau rasa sakit atau rasa terbakar di perut. Apa penyebab dispepsia?Penyebab Dispepsia adalah :1.  Menelan udara (aerofagi) 2.  Regurgitasi (alir balik, refluks) asam dari lambung 3.  Iritasi lambung (gastritis) 4.  Ulkus gastrikum atau ulkus duodenalis5.  Kanker lambung 6.  Peradangan kandung empedu (kolesistitis) 7.  Intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna susu dan produknya) 8.  Kelainan gerakan usus 9.  Kecemasan atau depresi   Apa saja gejala dari dispepsia?Nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut atas atau dada mungkin disertai dengan sendawa dan suara usus yang keras (borborigmi). Pada beberapa penderita, makan dapat memperburuk nyeri; pada penderita yang lain, makan bisa mengurangi nyerinya. Gejala lain meliputi nafsu makan yang menurun, mual, sembelit, diare dan flatulensi (perut kembung). Apa pengobatan untuk dispepsia?Bila tidak ditemukan penyebabnya,dokter akan mengobati gejala-gejalanya. Antasid seperti Magnesium hidroksi , Sucralfate,  yang berfungsi untuk menetralkan asam lambung, atau penghambat H2 seperti Cimetidine , Famotidine , Nizatidine , dan Omeprazole , Lansoprazole , Rabeprazole , Esomeprazole , Pantoprazole. Untuk gejala mual dapat diberikan anti muntah seperti domperidone dan metoclopramide. Bila orang tersebut terinifeksi Helicobacter pylori di lapisan lambungnya, maka biasanya diberikan bismuth subsalisilate dan antibiotik seperti Clarithromycin , Amoxicillin , Tetracycline , Metronidazole Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai dispepsia? Silahkan baca di siniSumber: cek gejala penyakit
 15 Sep 2015    09:00 WIB
OMG! Kopi Ternyata Berbahaya Lho Bagi Wanita
Kopi memang terasa nikmat dan memiliki bau harum yang sangat menggoda bagi para pecinta kopi, akan tetapi tahukah Anda bahwa bagi seorang wanita, terlalu banyak mengkonsumsi kopi ternyata dapat berdampak negatif bagi kesehatannya? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa dampak negatif yang ditimbulkan oleh kopi pada tubuh seorang wanita.   Baca juga: 6 Tanda Bahwa Anda Terobsesi Oleh Kopi   KECANDUAN Percaya atau tidak, kopi memang dapat menyebabkan kecanduan! Kecanduan pada kopi bukan berarti Anda harus mengkonsumsi setidaknya 20 gelas kopi setiap hari. Kecanduan kopi berarti Anda harus mengkonsumsi setidaknya 1 gelas kopi setiap harinya. Penderita kecanduan kopi berat biasanya tampak gelisah, berkeringat dingin, mudah marah, dan mengalami gemetar pada tangannya hingga mereka mengkonsumsi kopi.   INSOMNIA Anda tentunya telah mengetahui bahwa mengkonsumsi terlalu banyak kopi dapat mengganggu tidur malam Anda, terutama bila Anda meminum kopi di sore atau malam hari. Anda tidak merasakan efek tersebut? Hal ini bukan dikarenakan tubuh Anda berbeda, tetapi justru karena tubuh Anda sudah kebal terhadap kopi karena Anda telah mengkonsumsi terlalu banyak kopi.   TEKANAN DARAH TINGGI Kafein dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Efek ini biasanya hanya bersifat sementara, akan tetapi bila Anda terus mengkonsumsi kopi dalam jumlah besar, maka efek ini pun akan menjadi permanen. Gejala awalnya dapat berupa telinga berdengung dan nyeri kepala. Segera ganti kopi Anda menjadi kopi dekaf bila Anda mulai merasakan kedua gejala tersebut.   DISLIPIDEMIA Sering mengkonsumsi kopi yang tidak disaring dapat meningkatkan kadar kolesterol total dan juga trigliserida Anda. Bila keadaan ini terus berlangsung, maka kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi ini akan meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung.   Jadi, secara umum, kopi dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan jantung. Oleh karena itu, bagi Anda yang memang telah memiliki gangguan jantung dianjurkan untuk menghindari atau setidaknya membatasi jumlah kopi yang Anda konsumsi.   DEHIDRASI Tahukah Anda bahwa untuk setiap 1 gelas kopi yang Anda minum, Anda pun membutuhkan 2 gelas air putih untuk mengkompensasi cairan yang dikeluarkan dari dalam tubuh Anda karena efek kafein di dalam kopi tersebut? Bila kebutuhan cairan tersebut tidak tercukupi, maka tubuh Anda pun akan mengalami dehidrasi, yang dapat memicu terjadinya nyeri kepala dan mual.   SELULIT Walaupun berbagai jenis obat anti selulit mengandung kopi, akan tetapi mengkonsumsi kopi justru dapat meningkatkan resiko terjadinya selulit. Hal ini dikarenakan kafein yang terdapat di dalam kopi dapat membuat Anda mengalami dehidrasi dan membuat tubuh menahan cairan yang dimilikinya sebagai kompensasi terhadap dehidrasi yang sedang terjadi. Dan menahan cairan merupakan salah satu hal yang paling sering menyebabkan terjadinya selulit   GASRITIS Gastritis atau yang lebih dikenal dengan sebutan sakit maag adalah suatu kondisi di mana dinding dalam lambung mengalami peradangan. Penyebabnya beragam, namun kondisinya dapat diperparah dengan asupan kafein yang berasal dari kopi hitam, teh hijau, minuman bersoda, cokelat, atau makanan yang memicu produksi asam lambung secara berlebihan seperti makanan pedas dan asam.   KEMANDULAN Konsumsi kafein secara berlebihan dapat mempengaruhi kondisi alat reproduksi seorang wanita, yaitu dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada saluran telur (tuba falopi) dan memicu terjadinya endometriosis (adanya jaringan rahim di luar rahim). Kedua hal ini dapat menyebabkan seorang wanita menjadi kurang subur atau bahkan mandul, yang tentu saja membuat wanita tersebut sulit atau bahkan tidak dapat hamil. Oleh karena itu, bagi Anda yang sedang berencana untuk memiliki momongan dianjurkan untuk menghindari atau mengurangi konsumsi kafein Anda.   OSTEOPOROSIS Osteoporosis atau pengeroposan tulang merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat penurunan kepadatan tulang, yang memang lebih sering terjadi pada seorang wanita, terutama pada mereka yang telah memasuki masa menopause.   Selain karena pengaruh hormon, berkurangnya kepadatan tulang ini ternyata juga dapat dipicu oleh konsumsi kopi yang berlebihan (lebih dari 3 gelas sehari). Hal ini dikarenakan kafein di dalam tubuh dapat membuat kalsium terlepas dari dalam tulang, sehingga kepadatan tulang pun akan menurun. Beberapa bagian tubuh yang paling sering mengalami pengeroposan tulang ini adalah tulang punggung, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan pinggang.   PMS Para ahli menemukan bahwa seorang wanita yang sering mengalami PMS akan mengalami gejala yang lebih berat lagi bila ia mengkonsumsi kopi. Hal ini juga berlaku bila wanita tersebut mengkonsumsi coklat. Jadi, bagi Anda yang ingin mengurangi gejala PMS yang Anda alami sebelum menstruasi, hindarilah kedua hal tersebut.   SERANGAN PANIK Karena kafein dapat menyebabkan terjadinya kecanduan, maka saat kadar kafein di dalam tubuh Anda tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda yang biasanya, Anda pun dapat mengalami serangan panik. Hal ini dikarenakan kafein dapat memicu dimulainya mekanisme “fight” atau “flight” di dalam tubuh Anda.   DEPRESI Menurut sebuah penelitian, mengkonsumsi kafein secara berlebihan ternyata dapat memicu terjadinya gangguan depresi dan membuat mood seorang wanita menjadi buruk. Hal ini dikarenakan kafein dapat mempengaruhi kadar dopamin di dalam tubuh. Dopamin merupakan suatu zat kimia yang diproduksi oleh otak yang berfungsi untuk memperbaiki mood seseorang.   Saat Anda mengkonsumsi kafein secara berlebihan, maka Anda pun akan mengalami suatu reaksi ketergantungan. Hal ini akan membuat Anda merasa tertekan, sedih, dan bahkan depresi bila Anda belum mengkonsumsi kopi karena rendahnya kadar dopamin di dalam tubuh.   Dosis harian kafein yang dianjurkan adalah sekitar 200-300 mg setiap harinya. Hal ini biasanya telah dapat dipenuhi dengan cara mengkonsumsi secangkir kopi atau minuman berkafein lainnya.   Kopi memang memiliki banyak manfaat yang dapat membantu Anda tetap beraktivitas di kala lelah, akan tetapi bukan berarti Anda boleh mengkonsumsinya secara berlebihan. Akan lebih baik bila Anda membatasi jumlah konsumsi kopi Anda menjadi hanya 1 gelas kopi di pagi hari.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: youqueen