Your browser does not support JavaScript!
 28 May 2020    16:00 WIB
Gambaran Umum Dari Gangguan Kecemasan Menyeluruh
Apakah gangguan cemas menyeluruh itu? Gangguan cemas menyeluruh terjadi ketika Anda merasa khawatir dan stress mengenai banyak hal setiap harinya, di setiap kegiatan dan aktivitas yang Anda lakukan. Seringnya hal yang Anda khawatirkan merupakan hal yang remeh dan tidak penting. Gangguan cemas  tipe ini dapat merusak kehidupan Anda sehari-hari. Anda bisa menjadi tiba-tiba cemas dan gugup  berlebihan setiap harinya dan bisa berkaitan dengan banyak hal.  Orang dengan gangguan cemas menyeluruh mempunyai gejala kecemasan yang berkaitan dengan gejala fisik seperti nyeri kepala atau kelelahan setiap waktu. Setiap orang dapat terkena gangguan kecemasan menyeluruh pada usia berapapun, tetapi biasanya gangguan ini dimulai saat usia anak-anak atau remaja. Kebanyakan penderita gangguan kecemasan menyeluruh ini selalu merasa khawatir dan gugup sepanjang yang mereka ingat. Wanita dua kali lebih banyak menderita gangguan ini dibandingkan pria. Banyak penderita gangguan cemas juga mengalami masalah lain seperti depresi, gangguan kecemasan lain (gangguan obsesif kompulsif, gangguan panik, gangguan stress paska trauma atau gangguan cemas sosial), penyalahgunaan alkohol atau gangguan kepribadian. Apa yang menyebabkan gangguan kecemasan menyeluruh? Penyebab dari gangguan ini masih belum diketahui secara pasti. Beberapa penelitian yang pernah dilakukan menduga ganguan diturunkan secara genetik Beberapa jenis obat dapat menyebabkan Anda merasa khawatir dan stress, atau menyebabkan perburukan pada stress Anda misalnya saja amphetamin atau terlalu banyak kafein. Jenis obat-obatan terlarang juga dapat menyebabkan gangguan ini misalnya saja kokain. Jadi pastika ANda berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat. Apakah gejala dari gangguan kecemasan menyeluruh? Orang-orang menggeneralisasikan penderita gangguan ini sebagai orang yang cepat merasa khawatir dan stress mengenai banyak hal setiap harinya. Penderita gangguan ini sulit mengontrol kekhawatiran mereka. Anak-anak yang mengalami gangguan ini sering merasa khawatir bagaimana mereka dapat melakukan aktivitas seperti bersekolah atau berolahraga. Selain itu penderita gangguan cemas mungkin akan mengalami gejala: Merasa kelelahan, mudah terganggu atau kesulitan untuk berkonsentrasi Mengalami nyeri kepala atau nyeri otot Sering mengalami kesulitan menelan Sering gemetar, berkeringan atau muka kemerahan Sering merasa kepala terasa ringan, melayang, nyeri sampai ke perut atau kesulitan bernafas Sering ke kamar mandi Tidak dapat tenang Memiliki kesulitan untuk tidur   Sumber: webmd
 24 May 2020    11:00 WIB
Obesitas dan Hubungannya Dengan Prestasi Sekolah Anak Anda
Seiring dengan kemajuan teknologi dan berbagai kemudahan yang dihasilkannya membuat manusia lebih jarang bergerak yang mengakibatkan peningkatan obesitas, baik pada orang dewasa maupun pada anak-anak. Sebuah penelitian di Amerika dan Inggris menemukan bahwa ternyata obesitas tidak hanya mempengaruhi kesehatan anak anda tetapi juga prestasinya di sekolah. Keadaan ini terutama tampak pada remaja perempuan. Hubungan antara obesitas dan prestasi sekolah anak tidak begitu jelas terlihat pada remaja laki-laki. Sebuah penelitian yang dilakukan pada hampir 6.000 pelajar di Inggris membandingkan antara indeks massa tubuh pada para pelajar ini dari saat mereka berusia 11-16 tahun dengan prestasi mereka di sekolah selama waktu tersebut. Sekitar 71% pelajar ini memiliki berat badan normal dan sekitar 15% pelajar mengalami obesitas pada awal penelitian dilakukan. Para peneliti kemudian memberikan ujian akademis berupa ujian bahasa inggris, matematika, dan ilmu pengetahuan alam sebanyak 3 kali, yaitu saat mereka berusia 11, 13, dan 16 tahun. Setelah menyingkirkan berbagai faktor resiko lain seperti status sosial ekonomi, IQ, dan siklus menstruasi, para peneliti menemukan bahwa remaja perempuan yang mengalami obesitas saat berusia 11 tahun memperoleh nilai yang lebih buruk saat berusia 11, 13, dan 16 tahun dibandingkan dengan remaja yang tidak mengalami obesitas. Para peneliti menemukan bahwa mengalami obesitas saat berusia 11 tahun dapat menurunkan kemampuan anak dari C menjadi D saat berusia 16 tahun. Alasan mengapa obesitas dapat mempengaruhi prestasi sekolah anak anda, terutama pada remaja perempuan belum dapat dipastikan. Akan tetapi, sebuah penelitian menduga bahwa obesitas dapat mempengaruhi kesehatan mental para remaja ini. Terutama karena remaja perempuan lebih terpengaruh oleh berat badannya daripada remaja laki-laki. Obesitas dapat menyebabkan anak menjadi tidak percaya diri, tidak menyukai penampilannya, dan bahkan merasa depresi yang membuatnya sering bolos sekolah yang pada akhirnya membuat prestasi belajarnya di sekolah pun menjadi lebih buruk. Obesitas dan prestasi sekolah anak anda juga mungkin memiliki hubungan timbal balik. Prestasi belajar yang buruk juga memiliki peranan dalam terjadinya obesitas, misalnya saat anak anda mendapat nilai ujian yang jelek, maka ia mungkin makan lebih banyak untuk membuatnya merasa lebih baik. Gangguan tidur yang terjadi pada remaja yang mengalami obesitas juga dapat mempengaruhi prestasi anak di sekolah dan juga mempengaruhi fungsi otaknya. Waktu tidur yang kurang dapat membuatnya merasa mengantuk di kelas dan sulit berkonsentrasi. Hal terbaik untuk mencegah gangguan prestasi di sekolah ini adalah dengan mengatasi berbagai penyebab obesitas.Sumber: npr
 27 Apr 2020    16:00 WIB
Susah Tidur Selama Hamil ?
Wanita hamil seringkali mengalami gangguan tidur di malam hari dan merasa sangat lelah di siang hari pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan, seringnya buang air kecil dan rasa mual muntah di pagi hari dapat mengganggu tidur anda. Pada saat kehamilan anda mulai membesar, mimpi buruk dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda dapat membuat anda sulit tidur dengan nyenyak. Setelah melahirkan, bayi anda yang baru lahir atau depresi paska melahirkan juga dapat mengganggu tidur anda.   Penyebab Gangguan Tidur Selama Kehamilan Gangguan tidur pada saat kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan hormonal dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda. Kedua hal ini dapat mempengaruhi kualitas tidur anda. Anda mungkin sulit menemukan posisi tidur yang nyaman atau di saat telah menemukan posisi tidur yang nyaman, anda ingin buang air kecil.   Gangguan Tidur Pada Trimester I Kehamilan (1-12 Minggu) Beberapa hal yang menyebabkan gangguan tidur pada saat awal kehamilan anda adalah: Sering terbangun karena ingin buang air kecil Rasa tidak nyaman pada tubuh atau stress secara emosional selama kehamilan Waktu tidur siang yang lebih lama   Gangguan Tidur Pada Trimester II Kehamilan (13-27 Minggu) Kualitas tidur anda akan membaik begitu anda memasuki trimester kedua kehamilan anda karena berkurangnya keinginan untuk buang air kecil di malam hari. Hal ini terjadi karena bayi anda telah semakin membesar dan bergerak ke atas sehingga tekanan pada kandung kemih anda menjadi berkurang. Akan tetapi, anda tetap dapat mengalami gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman pada tubuh anda atau akibat stress emosional.   Gangguan Tidur Pada Trimester III Kehamilan (28-40 Minggu)   Tidur anda akan sangat terganggu saat anda memasuki trimester ketiga kehamilan anda. Hal ini dapat disebabkan oleh: Rasa tidak nyaman karena perut anda yang besar Adanya rasa seperti terbakar di dada, kram pada kaki, dan tersumbatnya sinus Sering buang air kecil di malam hari karena posisi bayi anda kembali berubah dan kembali menekan kandung kemih anda   Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 15 Jan 2020    16:00 WIB
Berbagai Kelainan yang Terjadi Selama Tidur
Parasomnia merupakan gangguan yang terjadi selama seseorang tidur, baik saat anda tidur nyenyak atau saat setengah tertidur. Yang termasuk parasomnia adalah mimpi buruk, teror malam, berjalan saat tidur, bingung saat bangun, dan sebagainya.   Mimpi Buruk Mimpi buruk merupakan suatu kejadian menyeramkan di malam hari yang dapat menyebabkan anda merasa takut dan atau cemas. Biasanya saat seseorang mengalami mimpi buruk, maka ia dapat terbangung dari tidur nyenyaknya dan dapat mengingat setiap detail mimpinya. Anda biasanya akan sulit kembali tertidur setelah mengalami mimpi buruk. Mimpi buruk dapat disebabkan oleh banyak hal seperti penyakit, kecemasan, kehilangan seseorang yang dicintai, atau akibat efek samping pengobatan. Hubungi dokter anda bila anda mengalami mimpi buruk lebih dari sekali dalam 1 minggu atau bila mimpi buruk membuat anda mengalami kesulitan tidur dalam waktu yang cukup lama.   Teror Malam Seseorang yang mengalami teror malam biasanya tiba-tiba terbangun dari tidurnya dalam keadaan takut, bingung, dan tidak dapat berkomunikasi. Mereka biasanya tidak bereaksi terhadap suara dan sulit dibangunkan sepenuhnya. Teror malam biasanya berlangsung selama 15 menit, kemudian orang tersebut akan kembali tertidur. Orang yang mengalami teror malam ini biasanya tidak ingat apa yang terjadi semalam. Teror malam mirip dengan mimpi buruk, akan tetapi teror malam biasanya terjadi saat seseorang tertidur sangat nyenyak dan dalam. Orang yang mengalami teror malam ini dapat membahayakan dirinya sendiri dan orang lain akibat berbagai gerakan anggota geraknya (tangan dan kaki). Teror malam sering terjadi pada anak-anak, terutama pada anak yang berusia 3-5 tahun. Anak yang mengalami teror malam seringkali berbicara saat tidur atau berjalan saat tidur. Gangguan tidur ini dapat diturunkan dalam keluarga dan juga dapat terjadi pada orang dewasa. Tekanan emosional berat dan atau mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan resiko terjadinya teror malam pada orang dewasa.   Berjalan Saat Tidur Berjalan saat tidur merupakan suatu keadaan di mana seseorang terlihat seperti telah bangun dari tidurnya dan beraktivitas akan tetapi orang tersebut sebenarnya masih tidur. Penderita biasanya tidak mengingat apa yang terjadi. Berjalan saat tidur biasanya terjadi saat seseorang baru saja tertidur di malam hari dan saat subuh. Kelainan ini paling sering ditemukan pada anak-anak berusia 8-12 tahun, akan tetapi juga dapat terjadi pada anak yang berusia lebih muda, orang dewasa, dan lansia. Berjalan saat tidur tampaknya juga menurun dalam keluarga. Membangunkan seseorang yang berjalan saat tidurnya tidaklah berbahaya. Orang tersebut mungkin hanya akan merasa bingun atau mengalami disorientasi selama beberapa saat setelah dibangunkan. Bahaya dari berjalan saat tidur adalah karena penderita biasanya tidak menyadari keadaan sekitarnya sehingga dapat menyebabkannya terjatuh akibat tersandung suatu benda. Bila hal ini terjadi pada anak-anak, maka kelainan ini biasanya menghilang saat anak memasuki usia remaja.   Bingung Saat Bangun Anda tentunya pernah mengalami saat-saat di mana anda tidak mengingat bahwa anda pernah terbangun semalam dan bahkan berbicara atau melakukan apapun. Hal ini biasanya terjadi bila seseorang dibangunkan saat tidur dalam pada malam hari. Penderita biasanya memiliki reaksi yang lamban dan seringkali kesulitan mengerti pertanyaan yang diajukan padanya. Penderita biasanya tidak mengingat kejadian ini saat terbangun esok harinya.   Gangguan Gerakan Ritmik Kelainan ini biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia kurang dari 1 tahun. Anak yang mengalami kelainan ini mungkin akan tertidur terlentang, mengangkat kepala atau bagian atas tubuhnya, dan kemudian memukul-mukulkan kepalanya pada bantal. Selain kepala, kelainan ini juga dapat mengenai tangan dan lutut. Kelainan ini biasanya terjadi tepat sesaat sebelum anak tertidur.   Berbicara Saat Tidur Berbicara saat tidur merupakan suatu gangguan transisi antara tidur dan bangun. Walaupun tidak menyebabkan bahaya apapun, berbicara saat tidur dapat mengganggu pasangan atau anggota keluarga anda. Perkataan yang terjadi selama tidur dapat berupa kata-kata singkat atau bunyi-bunyian atau dapat pula berupa suatu kalimat panjang. Penderita biasanya tidak ingat apa yang dibicarakannya selama tidur. Berbicara saat tidur dapat disebabkan oleh berbagai gangguan lainnya seperti demam, stress emosional, atau gangguan tidur lainnya.   Kram Nokturnal Kram nokturnal merupakan suatu keadaan yang terjadi secara mendadak, tidak disadari, dan paling sering mengenai otot betis di malam hari atau saat beristirahat. Kram dapat berlangsung selama beberapa detik hingga 10 menit, dan rasa nyeri akibat kram pun dapat bertahan cukup lama. Kram nokturnal lebih sering ditemukan pada orang paruh baya atau lansia, akan tetapi kelainan ini juga dapat mengenai semua usia. Penyebab kram nokturnal tidak diketahui. Beberapa kasus kram nokturnal dapat terjadi tanpa pemicu apapun, sementara yang lainnya dapat disebabkan oleh duduk terlalu lama, dehidrasi, penggunaan otot yang berlebihan, atau gangguan structural (misalnya pada orang dengan telapak kaki rata). Peregangan otot, olahraga, dan mengkonsumsi air putih dengan cukup dapat mencegah terjadinya kram ini.   Kelumpuhan Saat Tidur Penderita kelainan ini tidak dapat menggerakkan tubuh mereka atau anggota geraknya baik saat tertidur atau saat bangun tidur. Kelumpuhan total atau sebagian selama beberapa saat dapat terjadi selama kelainan ini. Kadangkala, kelainan ini dapat diturunkan dalam keluarga. Penyebab kelainan ini tidak diketahui. Kelainan ini tidak membahayakan, akan tetapi penderitanya biasanya merasa takut karena mereka tidak tahu kapan hal ini akan kembali terjadi. Kelumpuhan ini seringkali dapat dihentikan dengan suara atau sentuhan. dalam waktu beberapa menit, seseorang yang mengalami kelumpuhan dapat kembali bergerak. Kelainan ini dapat hanya terjadi satu kali atau berulang kali selama hidup anda.   Gangguan Ereksi Saat Tidur Kelainan ini merupakan suatu keadaan di mana seorang pria tidak dapat mempertahankan ereksinya selama tidur. Pria biasanya mengalami ereksi penis saat memasuki fase tidur REM (rapid eye movement). Kelainan ini dapat merupakan tanda terjadinya disfungsi ereksi.   Ereksi yang Nyeri Saat Tidur Ereksi normal terjadi saat pria memasuki fase REM dalam tidurnya. Pada beberapa kasus yang jarang, ereksi dapat menimbulkan nyeri dan membangunkan penderitanya. Pengobatannya adalah dengan menggunakan obat-obatan yang menghambat fase REM yaitu obat anti depresan.   Denyut Jantung Tidak Teratur Denyut jantung tidak teratur atau aritmia merupakan suatu kelainan denyut jantung atau gangguan dalam pengendalian kontraksi otot jantung. Penderita penyakit jantung koroner atau sindrom tidur apnea dapat mengalami aritmia pada fase REM saat tidur. Penggunaan selang oksigen dapat mengurangi resiko aritmia ini.   Gangguan Perilaku Pada Fase REM Penderita kelainan ini mengalami mimpi dramatis dan atau penuh dengan kekerasan selama berada pada fase REM dalam tidurnya. Penderita kelainan ini biasanya menggerakkan tubuh dan anggota geraknya selama bermimpi. Kelainan ini biasanya terjadi pada pria yang berusia 50 tahun atau lebih, akan tetapi kelainan ini juga dapat terjadi pada wanita dan pada orang berusia kurang dari 50 tahun. Penderita biasanya mudah dibangunkan dan dapat mengingat dengan jelas mimpi buruk yang dialaminya. Sebelum menentukan diagnosa kelainan ini, maka dokter harus menyingkirkan kemungkinan berbagai kelainan neurologis lainnya.   Bruxism Bruxism merupakan suatu gerakan menggeretakkan gigi selama tidur yang tidak disadari oleh penderitanya. Kelainan ini dapat terjadi bersamaan dengan gangguan tidur lainnya. Bruxism dapat menyebabkan berbagai gangguan pada gigi maupun rasa tidak nyaman pada otot rahang. Bruxism yang terjadi dapat bervariasi dari ringan hingga berat yang dapat menyebabkan cedera pada gigi anda. Pada beberapa kasus, gerakan menggeretakkan gigi ini dapat dicegah dengan menggunakan pelindung mulut.   Mengompol (Enuresis) Pada kelainan ini, penderita biasanya tidak dapat mengendalikan keinginan buang air kecilnya selama tidur. Terdapat dua macam enuresis yaitu primer dan sekunder. Pada enuresis primer, penderitanya tidak mampun mengendalikan keinginan buang air kecilnya sejak masa bayi. Kelainan ini diturunkan dalam keluarga. Pada enuresis sekunder, penderitanya  mengompol kembali setelah sebelumnya mampu mengendalikan keinginan buang air kecilnya. Enuresis dapat disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan lainnya seperti diabetes, infeksi saluran kemih, sindrom tidur apnea, dan berbagai gangguan jiwa.   Distonia Paroksismal Nokturnal Kelainan ini merupakan suatu keadaan di mana penderitanya mengalami kejang saat memasuki fase non REM selama tidur. Kelainan ini diduga merupakan salah satu jenis epilepsi dan biasanya dapat berulang selama beberapa kali setiap malamnya.   Sumber: webmd  
 01 Jan 2020    11:00 WIB
Tidur, Perjalanan dan Jet Lag
Jet lag sering terjadi pada mereka yang berpergian dengan cepat melewati beberapa zona waktu, yang dapat mempengaruhi irama biologis tubuh mereka sehingga menjadi tidak teratur karena perubahan waktu di tempat tujuan. Masalah tidur menjadi masalah yang paling sering dikeluhkan saat seseorang melakukan perjalanan dari barat menuju ke timur, karena akan sangat sulit untuk mereka menunda waktu tidur agar sesuai dengan zona waktu setempat. Mengatasi jet lag Untuk menghindari jet lag, sangat penting untuk Anda beradaptasi dengan rutinitas dari zona waktu di tempat tujuan Anda sesegera mungkin. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menghindari masalah gangguan tidur saat Anda bepergian: Sebelum Anda bepergian, cobalah secara bertahap menyesuaikan waktu tidur dengan zona waktu tempat tujuan Anda Sesaat setelah Anda sampai di tempat tujuan, atur jam Anda sesuai zona waktu setempat Selama dalam perjalanan, aturlah waktu tidur, begitu juga dengan waktu tidur siang Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi. Dehidrasi akan membuat tubuh lebih sulit untuk beradaptasi terhadap ritme waktu setempat Batasi waktu tidur Anda tidak lebih dari dua jam segera setelah Anda tiba di tempat tujuan Ingatlah, di siang hari akan menolong Anda menyesuaikan diri dengan lebih cepat. Cobalah berjalan-jalan selama satu jam segera setelah Anda bangun di pagi hari Hindari konsumsi kafein, alkohol dan tembakau Hindari isolasi sosial Melatih tidur yang berkualitas saat bepergian Tidur dan perjalanan Banyak orang yang mengalami kesulitan tidur di kamar hotel atau di lingkungan baru dibandingkan di lingkungan yang sudah dikenal. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda tidur lebih nyaman di lingkungan baru, yaitu: Bawalah bantal atau selimut Anda sendiri. Benda-benda ini akan membuat Anda tidur lebih nyaman Bawalah beberapa benda dari rumah Anda, misalnya saja foto atau cangkir kopi untuk membantu Anda mempercepat adaptasi dengan lingkungan baru Periksa kamar Anda jika ada benda atau sesuatu yang berpotensial membuat Anda kesulitan tidur, termasuk cahaya matahari yang masuk ke jendela. Anda bisa membawa penutup mata pribadi untuk mencegah sinar mengganggu tidur Anda Mintalah kamar hotel yang berada di daerah paling tenang dan pastikan kamar berada jauh dari area pintu masuk atau lift Periksa suhu ruangan di kamar Anda. Anda bisa terganggu jika suhu ruangan terlalu panas atau terlalu dingin   Sumber: webmd
 30 Dec 2019    18:00 WIB
Jangan Khawatir Insomnia Dengan Makanan Ini!
Anda tentunya telah mengetahui berbagai dampak buruk dari kurang tidur bagi kesehatan Anda bukan? Tidak hanya dapat menyebabkan terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah; kurang tidur ternyata juga dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi, meningkatkan resiko terjadinya diabetes, serta meningkatkan berat badan seseorang. Oleh karena itu, tidur yang cukup merupakan hal yang sangat penting bagi Anda yang sedang berusaha untuk menurunkan berat badan. Dengan mengkonsumsi makanan yang tepat, tidur Anda pun dapat menjadi lebih baik. Di bawah ini, terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu mengatasi masalah insomnia yang sedang Anda hadapi.   PISANG Selain dapat membantu mengatasi kekurangan kalium karena diare, kandungan kalium, karbohidrat, dan magnesium di dalam pisang ternyata juga dapat membantu membuat seseorang merasa mengantuk lho! Mengkonsumsi pisang sebelum tidur juga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan fungsi kognitif otak Anda.   UBI JALAR Seperti halnya pisang, ubi jalar juga mengandung banyak kalium yang dapat membantu membuat otot menjadi lebih rileks dan membuat tidur pun menjadi lebih nyenyak.   BUAH CERI Buah ceri merupakan salah satu jenis buah yang memiliki cukup banyak kandungan melatonin alami, yang dapat membantu mengatur pola tidur Anda sehingga menjadi lebih baik. Konsumsilah segelas jus ceri atau beberapa butir buah ceri sebelum Anda tidur agar tidur Anda menjadi lebih nyenyak.   MADU Kandungan gula alami di dalam madu dapat membantu proses penghantaran triptofan ke dalam otak, yang kemudian akan diubah menjadi serotonin di dalam otak. Serotonin merupakan sejenis neurotransmitter yang berfungsi untuk membantu proses relaksasi otot. Konsumsilah 2 sendok teh madu 1 jam sebelum tidur untuk membuat tidur Anda menjadi lebih nyenyak di malam hari.   Baca Juga: Tips Mencegah Insomnia   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: naturalnews
 11 Dec 2019    16:00 WIB
Tips Atasi Komplikasi Alzheimer
Penyakit Alzheimer biasanya diawali dengan hilangnya kemampuan untuk mengingat sesuatu, yang dimulai dari sering lupa hingga melupakan berbagai kejadian yang baru terjadi atau berbagai nama benda-benda di sekitar anda. Akan tetapi, seiring dengan semakin berkembangnya penyakit, anda pun dapat mengalami berbagai gangguan mental, emosional, dan fisik.   Gelisah dan Perilaku Agresif Penderita Alzheimer seringkali merasa cemas dan bingung. Saat perasaan ini muncul, maka penderita menjadi gelisah, tidak dapat duduk diam, berteriak, melempar barang, atau bahkan memukul orang di sekitarnya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membantu orang yang anda kasihi merasa lebih tenang, yaitu: Ciptakan suasana tenang, suara bising atau suara televisi dapat membuat penderita Alzheimer merasa terganggu dan bingung. Matikanlah televisi atau penyebab suara bising lainnya Perubahan pada lingkungan atau rutinitas, seperti berpergian ke suatu tempat atau datangnya orang tak dikenal di rumah  dapat membuat penderita merasa gelisah. Buatlah suatu rutinitas yang telah dikenal oleh penderita untuk menghindari komplikasi ini Rasa nyeri, lelah, atau bahkan keinginan untuk buang air kecil atau besar juga dapat membuat penderita mengamuk. Pastikan penderita merasa nyaman untuk menghindari terjadinya hal ini Hindarilah pertengkaran dengan penderita Alzheimer. Hal ini justru dapat membuat penderita semakin gelisah dan marah   Gangguan Pencernaan dan Saluran Kemih Penderita Alzheimer cenderung memiliki gangguan pengendalian buang air kecil dan besar. Hal ini terutama tampak saat penyakit telah berkembang menjadi semakin berat. Untuk mencegahnya, terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan, yaitu: Bawalah penderita ke toilet setiap beberapa jam Perhatikanlah adanya tanda-tanda ingin buang air kecil atau besar, seperti duduk dengan gelisah atau gerakan mencengkram baju Saat berpergian dengan penderita Alzheimer, pastikan agar anda mengetahui di mana letak toilet Hindari mengkonsumsi air terlalu banyak dekat dengan waktu tidur   Depresi Banyak penderita Alzheimer menjadi depresi, terutama setelah mereka mengetahui keadaan mereka. Pemberian obat anti depresi dapat membantu mengatasi depressi, akan tetapi terdapat beberapa hal yang dapat membantu mengurangi rasa depresi pada penderita, yaitu: Olahraga secara teratur Menghabiskan lebih banyak waktu bersama orang lain Tetap aktif dengan melakukan kegiatan yang mereka sukai   Jatuh Penderita Alzheimer seringkali kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Hal ini dapat berbahaya bagi penderita. Beberapa hal yang dapat mencegah cedera dan jatuhnya penderita adalah: Doronglah penderita untuk berolahraga secara teratur, terutama pada awal terdiagnosa. Olahraga dapat membantu penderita menjaga keseimbangannya dan menjaga kekuatan ototnya Pindahkanlah benda-benda yang menghalangi jalan penderita Pastikan penderita selalu berpegangan pada saat menaiki tangga Letakkanlah karet atau alas anti selip lainnya pada kamar mandi dan lantai yang licin Nyalakanlah lampu di malam hari Tempelkanlah suatu penanda, seperti sticker yang mudah dilihat oleh penderita pada jendela dan pintu untuk memudahkan penderita mengetahui adanya jendela atau pintu   Infeksi Banyak penderita Alzheimer meninggal akibat adanya gangguan atau penyakit lainnya, seperti infeksi kandung kemih, flu, dan pneumonia. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi di atas adalah: Tanyakan pada dokter anda mengenai pemberian vaksinasi flu dan pneumonia pada penderita Jus buah cranberri atau suplemen yang mengandung ekstrak cranberry dapat membantu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih Perhatikan adanya perubahan gejala atau perilaku penderita atau adanya demam. Hal ini dapat merupakan penanda adanya suatu infeksi   Gangguan Tidur Penderita Alzheimer biasanya merasa mengantuk pada siang hari, tetapi mengalami kesulitan tidur di malam hari. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu anda mengatasi gangguan tidur tersebut, yaitu: Pastikan penderita untuk tidur, bangun, dan makan pada waktu yang sama setiap harinya Hindari tidur siang karena hal ini dapat membuat penderita mengalami kesulitan tidur di malam hari Ajaklah penderita untuk beraktivitas di luar ruangan. Hal ini dapat membuat tidur penderita lebih baik di malam hari Hindari mengkonsumsi kafein, alkohol, dan rokok Tanyakan pada dokter anda mengenai obat-obatan yang mungkin dapat menyebabkan gangguan tidur pada penderita   Berpergian Tanpa Tujuan Penderita Alzheimer seringkali merasakan keinginan untuk berpergian ke suatu tempat. Untuk mencegah hal ini, anda dapat mencoba beberapa hal di bawah ini, yaitu: Buatlah pintu lebih sulit dibuka Pasanglah suatu alarm pada pintu rumah anda, sehingga alarm ini akan berbunyi setiap kali pintu terbuka Sembunyikanlah kunci kendaraan anda dari jangkauan penderita Pasanglah gelang yang bertuliskan nomor telepon dan alamat rumah anda untuk memudahkan penderita menemukan jalan pulang bila berpergian   Sumber: webmd
 12 Oct 2019    18:00 WIB
Gangguan Tidur Akibat Jadwal Kerja Malam
Gangguan tidur akibat jadwal kerja adalah suatu keadaan di mana anda mengalami gangguan tidur akibat jadwal kerja di malam hari atau jam kerja yang terus berubah-ubah. Anda juga dianggap mengalami gangguan tidur bila anda mengalami kesulitan tetap terbangun pada waktu kerja. Anda juga mungkin mengalami kesulitan tidur sepanjang hari dan merasa lelah akibat waktu tidur anda yang tidak teratur. Gangguan tidur akibat jadwal kerja anda ini berhubungan dengan irama sirkadian tubuh anda, yang mengatur waktu pada tubuh anda. Siang dan malam membantu tubuh anda mengetahui kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya beristirahat. Siang merupakan petanda bagi tubuh anda untuk bangun, sedangkan malam memberitahu tubuh anda saatnya beristirahat. Bila anda memiliki jam kerja di malam hari dan tidur di siang hari, maka hal ini membuat tubuh anda harus mengatur ulang irama sirkadiannya. Terkadang hal ini sulit dilakukan. Gangguan tidur ini dapat mengenai orang yang bekerja pada: Malam hari Subuh Jadwal kerja yang terus berubah-ubah, di mana anda harus bekerja di siang hari selama beberapa hari kemudian berganti harus bekerja di malam hari selama beberapa hari Banyak orang yang memiliki jadwal kerja pada malam hari tetap dapat mencukupi kebutuhan tidurnya di siang hari. Jadi memperoleh tidur yang cukup walaupun harus bekerja di malam hari bukanlah suatu hal yang tidak mungkin. Hubungi dokter anda bila anda mengalami kesulitan untuk tetap terjaga di saat anda harus bangun dan bekerja atau mengalami kesulitan untuk tidur.   Apakah Saya Mengalami Gangguan Tidur Akibat Jadwal Kerja ? Untuk mendiagnosa hal ini, dokter anda memerlukan beberapa informasi dari anda, seperti: Jadwal kerja anda Berapa lama waktu tidur anda Kapan anda dapat tidur Apa yang anda rasakan saat terbangun Apakah anda merasa lelah saat terbangun atau apakah anda pernah tertidur saat bekerja Selain itu, dokter anda mungkin akan meminta anda untuk mencatat mengenai pola tidur anda setiap harinya, seperti berapa lama anda tertidur, kapan waktu tidur anda, dan apa yang anda rasakan saat terbangun. Catatan anda ini akan sangat membantu anda dan dokter anda dalam menentukan diagnosa dan penanganan yang tepat bagi anda.   Sumber: webmd    
 05 Aug 2019    11:00 WIB
Hati-hati! Kurang Tidur Bisa Kacaukan Hormon di Dalam Tubuh
Kurang tidur sebenarnya merupakan hal yang biasa terjadi pada semua orang, apalagi pada zaman modern seperti sekarang ini. Akan tetapi, apapun alasannya, kurang tidur akan berdampak buruk pada kesehatan Anda secara keseluruhan, termasuk pada keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh. Hormon merupakan zat kmia yang berfungsi sebagai penyampai pesan bagi berbagai jenis fungsi tubuh, yang turut berperan dalam proses pertumbuhan, metabolisme, dan reproduksi. Kadar hormon di dalam tubuh manusia sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitar seperti perubahan siang (cahaya) dan malam (gelap) serta cukup tidaknya waktu tidur seseorang. Banyak penelitian telah menemukan adanya hubungan antara kurang tidur dan gangguan metabolisme tubuh. Penelitian yang dilakukan pada tahun 1999 menemukan bahwa peserta penelitian yang hanya tidur selama 4 jam setiap harinya selama 1 minggu mengalami perubahan metabolisme tubuh. Para ahli menemukan para peserta mengalami gangguan intoleransi glukosa, yang merupakan faktor resiko terjadinya diabetes, dan perubahan kadar hormonal yang berhubungan dengan terjadinya peningkatan berat badan dan tekanan darah tinggi. Untungnya, berbagai perubahan menakutkan ini bersifat reversible saat peserta kembali memiliki waktu tidur yang cukup. Sebuah penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2004 menemukan bahwa kurang tidur juga dapat mengubah keseimbangan kadar hormonal yang mengatur rasa lapar dan nafsu makan, terutama hormon leptin, yang berfungsi untuk menekan nafsu makan (kadar hormon leptin mengalami penurunan sebanyak 18%). Hormon lainnya yang juga ikut terpengaruh oleh sedikitnya waktu tidur manusia adalah hormon ghrelin, yang berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan. Kadar hormon ini akan meningkat sebanyak 28% saat seseorang kurang tidur. Selain itu, para peserta penelitian yang kurang tidur juga cenderung memilih makanan yang mengandung banyak kalori. Kombinasi dari ketiga hal ini tentu saja dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Kurang tidur, baik yang terjadi pada anak-anak dan orang dewasa, juga akan mempengaruhi kelenjar tiroid. Waktu tidur yang kurang tampaknya dapat meningkatkan pelepasan hormon tiroid, yang membuat tubuh membutuhkan lebih banyak energi.   Baca juga: 4 Cara Hormon Mempengaruhi Berat Badan Anda   Akan tetapi, ada beberapa jenis hormon lain yang tampaknya tidak dipengaruhi oleh berapa banyak waktu tidur Anda setiap harinya, termasuk hormon seks. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis hormon yang tidak dipengaruhi oleh lama waktu tidur Anda setiap hari: Kortisol (hormon stress) Adrenalin (fight or flight response hormone, yang juga dikenal dengan nama epinefrin) Katekolamin (epinefrin dan norepinefrin) LH (Luteinizing Hormone yang berfungsi untuk menstimulasi fungsi indung telur dan buah zakar) FSH (Follicle-Stimulating Hormone, yang berfungsi untuk menstimulasi fungsi indung telur dan buah zakar) Testosteron (menstimulasi produksi sperma pada pria) Progesteron (berfungsi untuk menjaga kehamilan pada wanita) Untuk mencegah terjadinya berbagai efek samping tidak menyenangkan dari kurang tidur, pastikan Anda tidur cukup setiap malamnya. Jika Anda menderita insomnia atau memiliki kualitas tidur yang buruk, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang.   Sumber: about
 05 Apr 2019    18:00 WIB
Kebiasaan Mendengkur Bisa Menggambarkan Kondisi Kesehatan Sebenarnya
Mendengkur mengacu pada suara ngorok yang terjadi pada saat tidur. Masalah ini umum terjadi pada siapa saja, pada kelompok usia manapun dan jenis kelamin apa saja. Mendengkur sesekali ketika tidur memang bukanlah masalah serius, walaupun cukup mengganggu bagi orang yang tidur di dekat anda. ternyata mendengkur sangat berhubungan dengan beberapa kondisi medis.   ObesitasMendengkur sering disebabkan karena adanya sumbatan di saluran nafas yang membuat aliran udara sulit lewat. Dalam kondisi obesitas, terutama dengan timbunan lemak di sekitar leher akan meningkatkan sumbatan di jalan nafas. Kondisi ini diperburuk lagi saat orang dengan obesitas berbaring terlentang, udara akan semakin terjepit dan suara ngorok akan semakin kencang.   Penyakit jantungPenelitian terbaru mengungkapkan bahwa mendengkur merupakan faktor resiko terbesar dari serangan jantung dan stroke. Penelitian tersebut melaporkan jika mengorok dapat merusak arteri karotis yang merupakan jalan darah terpenting untuk mengantar oksigen ke otak.   Asam lambungPenelitian melaporkan bahwa 75% kasus yang dilaporkan oleh mereka yang mengalami penyakit asam lambung kronis atau gastroesophageal reflux disease (GERD) juga memiliki gejala mendengkur. Hal ini terjadi karena GERD menyebabkan sumbatan jalan nafas yang menimbulkan suara ngorok.   SinusOrang-orang yang memiliki kcenderungan mengalami sinus ternyata juga cenderung mengorok saat tidur karena adanya hambatan pada sistem turbin di jalur nasal.   Sindrom tidur apneuSuara ngorok yang keras dan berkepanjangan merupakan salah satu gejala dari sindrom tidur apneu. Mereka yang menderita sindrom ini tidak akan mengetahui seberapa berat problem pernafasannya sampai seseorang mengenalinya melalui suara ngorok yang keras.   Anda ingin mengetahui tentang Sindrom tidur apneu? Silahkan baca di sini Sumber: healthmeup