Your browser does not support JavaScript!
 17 Jun 2020    18:00 WIB
Awas! Jangan Pencet Jerawat di Telinga!
Jerawat muncul di telinga??? Hal ini memang sangat mengganggu dan tentu saja sakit, akan tetapi, jangan coba-coba untuk memencetnya!!! Anda mungkin telah mencuci bersih tangan Anda, akan tetapi apakah Anda yakin kuku Anda bebas dari kuman? Adanya kuman di dalam kuku atau tangan Anda saat Anda memencet jerawat di telinga Anda tersebut akan membuat kuman masuk atau "berpindah" dari tangan ke dalam kulit Anda dan memperburuk infeksi yang telah terjadi di sana.   Baca juga: 10 Jenis Makanan Pemicu Jerawat   Daripada memencet jerawat Anda tersebut, gunakanlah cotton bud untuk mengoleskan benzoil peroksida 10% pada permukaan jerawat hingga jerawat menghilang. Benzoil peroksida memiliki zat anti radang dan anti kuman, yang berarti dapat mengurangi bengkak pada jerawat sekaligus membunuh kuman di dalamnya. Untuk mencegah timbulnya kembali jerawat di area telinga Anda, mulailah perhatikan kebersihan telinga Anda tersebut. Caranya adalah dengan membersihkan telinga Anda juga saat Anda sedang mencuci wajah Anda. Selain itu, setelah Anda mengeringkan area telinga dengan handuk bersih dan kering, oleskanlah astringen yang mengandung asam salisilat. Asam salisilat akan membuat pori-pori kulit yang tersumbat oleh kotoran dan minyak berlebih. Dan saat Anda membersihkan telinga, jangan lupa untuk membersihkan daun telinga Anda dengan kapas beralkohol setidaknya 1 minggu sekali atau saat Anda melihat daun telinga Anda tampak berminyak.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 23 Apr 2020    16:00 WIB
Alasan Untuk Mengunjungi Dokter THT
Dokter spesialis THT adalah dokter yang ahli menangani berbagai penyakit di telinga, hidung dan tenggorokan. Dokter THT akan lebih spesifik menegakkan diagnosa dibandingkan dokter umum untuk penyakit-penyakit seperti tonsilitis, keluar air dari telinga, masalah pendengaran, suara serak dan lain-lain. Berikut adalah beberapa alasan yang dapat menjadi pertimbangan apakah Anda perlu berkonsultasi dengan seorang dokter THT. Dibawah ini merupakan beberapa jenis penyakit yang paling sering ditangani oleh dokter THT•  Anak-anakNyeri di telinga, gangguan pendengaran, hidung tersumbat,mengorok, masalah bicara, nyeri tenggorokan yang berulang, mimisan•  Dewasa Tonsilitis, keluar cairan dari telinga, masalah pendengaran, suara serak, nyeri tenggorokan, masa di leher, masa di kepala, kanker leher Mengapa dokter THT?•  Seorang ahli THT memiliki pengetahuan lebih detil mengenai organ telinga, hidung dan tenggorokan•  Seorang ahli THT memiliki peralatan pemeriksaan yang cukup lengkap untuk menegakkan diagnosa dan mengobati penyakit•  Seorang ahli THT memiliki pengalaman lebih untuk mengambil benda asing yang ada di daerah telinga, hidung, tenggorokan. Terutama untuk anak-anak yang suka memasukkan benda asing ke hidung dan telinganya.•  Untuk masalah hidung, seorang ahli THT mengetahui bagaimana mengoperasikan kamera endoskopi untuk memeriksa masalah hidung dan menegakkan diagnosanya•  Untuk masalah tenggorkan, seperti suara serak yang kronis, seorang ahli ENT akan melakukan pemeriksaan menggunakan laringoskop atau teleskop rigid yang bisa ditekuk sampai 90° untuk memeriksa tenggorokan dan menegakkan diagnosa dengan akurat.•  Untuk masalah hilangnya pendengaran, terutama pada anak-anak, dokter THT bersama dengan audiologis akan dapat menegakkan diagnosis, mencari penyebabnya dan juga solusinya. Sumber: healthmeup
 12 Jun 2019    08:00 WIB
6 Cara Mengatasi Telinga Berdengung
Apakah Anda pernah merasakan telinga Anda seperti ada bunyi ngungg.... Keadaan ini biasanya sangat mengganggu. Keadaan ini biasanya terjadi setelah mendengar musik keras, Kondisi telinga yang berdengung atau disebut juga sebagai tinnitus keras sering kali diakibatkan oleh kerusakan pada ujung saraf mikroskopis di telinga bagian dalam. Tinnitus mungkin juga menandakan kerusakan saraf atau masalah pada sistem peredaran darah Anda. salah satu penyebab yang sering membuat telinga berdengung apalagi kalau bukan kebiasaan mendengarkan suara yang keras. Sekarang ini banyak orang yang menggunakan earphone terlalu lama, pergi ke acara konser dimana suara musik terlalu keras, sehingga membuat teling Anda tiba-tiba berdengung. Saat telinga berdengung setelah mendengar suara keras maka kemungkinan ada masalah kecil pada bagian di dalam telinga Anda yaitu koklea, yang menimbulkan peradangan dan stimulasi saraf. Hal tersebut akan diterjemahkan oleh otak Anda menjadi dengungan dalam telinga. Namun jangan khawatir ada cara yang dapat Anda ikuti, seperti dibawah ini Berikut adalah caranya: Tutuplah kedua telinga dengan telapak tangan Anda Usahakan jari-jari mengarah ke belakang dan menempel pada bagian belakang kepala. Kemudian arahkan jari tengah Anda mendekati satu sama lain di belakang kepala Anda. Setelahnya letakkan jari telunjuk di atas jari tengah Anda. Kemudian jentikkan jari telunjuk Anda ke bawah melalui jari tengah hingga menyentuh bagian belakang kepala. Gerakan ini akan menghasilkan suara seperti dentuman drum. Hal ini adalah hal yang normal Terus jentikkan jari ke belakang kepala sebanyak 40 hingga 50 kali. Setelah 40 atau 50 kali, perhatikan apakah dengungan pada telinga Anda telah berhenti. Kemudian tunggu sebentar sampai dengungannya hilang. Biasanya dengungan telinga akibat mendengarkan suara keras akan hilang dalam beberapa jam. istirahatlah dan hentikan mendengar suara keras. Apabila dengungan telinga tidak hilang dalam waktu  24 jam, ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis THT untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Baca juga: Apa Cara Terbaik Untuk Membersihkan Telinga? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: fitday
 11 May 2019    16:00 WIB
Pertolongan Pertama Mengalami Infeksi Telinga
Guys pernah rasakan yang namanya sakit telinga? Pasti tidak nyaman bukan. tapi mengapa ini bisa terjadi dan apakah yang menjadi pemicunya? Mari kita pelajari bersama! Infeksi telinga, atau otitis media, adalah penyebab paling umum dari sakit telinga. Meskipun kondisi ini sering menyerang bayi dan anak-anak, kondisi ini juga dapat mempengaruhi orang dewasa. Infeksi di telinga tengah (ruang di belakang gendang telinga di mana tulang-tulang kecil menangkap getaran dan meneruskannya ke telinga bagian dalam) sangat sering disertai dengan pilek biasa, flu, atau jenis infeksi pernapasan lainnya. Ini karena telinga tengah terhubung ke saluran pernapasan bagian atas oleh saluran kecil yang dikenal sebagai tabung Eustachius. Kuman yang tumbuh di rongga hidung atau sinus dapat menuju saluran Eustachius dan memasuki telinga tengah untuk mulai bertumbuh. Kebanyakan orang tua akrab dengan penyakit infeksi telinga. Infeksi telinga juga merupakan kasus paling umum untuk masalah pada dokter anak, terhitung sekitar 30 juta kunjungan per tahun di AS. Saat ini, hampir setengah dari semua resep antibiotik yang ditulis untuk anak-anak adalah untuk infeksi telinga, dan biaya untuk mengobati infeksi telinga tengah di AS telah diperkirakan lebih dari $ 2 miliar per tahun. Jika tidak diobati, infeksi telinga dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Berikut adalah gejala-gejala penyakit telinga: Gejala sakit telinga pada orang dewasa meliputi: sakit telinga. gangguan pendengaran. drainase cairan dari telinga. Anak-anak biasanya dapat menunjukkan gejala tambahan, seperti: sakit telinga. pendengaran teredam atau kesulitan merespons suara. demam. rasa penuh di telinga. sulit tidur. menarik-narik atau menarik telinga. menangis atau bertindak lebih mudah marah daripada biasanya. sakit kepala. kehilangan selera makan. kehilangan keseimbangan. Berikut adalah hal-hal yang menyebabkan penyakit telinga: Adanya penyumbatan karena kotoran telinga. Infeksi Telinga Luar (Telinga Perenang). Benda Asing di Tubuh. Infeksi Telinga Tengah (Otitis Media). Infeksi Sinus (Sinusitis). Sakit tenggorokan. Radang amandel. Mastoiditis. Gangguan TMJ (Temporomandibular Joint). Telinga Barotrauma. Infeksi telinga kronis. Otitis Externa Maligna. Ruptur gendang telinga. Menggemeretakkan, menekan, atau menggesekkan gigi (Bruxism). Penyakit Meniere. Trigeminal Neuralgia. Bell’s Palsy (kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi otot di wajah yang bersifat sementara). Tiroiditis subakut. Keracunan Klorin. Neuroma Akustik. Jika kita mengalami gangguan atau penyakit telinga, segera pergi ke dokter dan biasanya dokter akan mendiagnosanya dengan cara memeriksa telinga, hidung, dan tenggorokan kita, dengan menggunakan alat yang disebut otoscope (alat bercahaya) untuk melihat ke dalam telinga, memeriksa adanya kemerahan dan penumpukan cairan di belakang gendang telinga kita atau tidak. Dan biasanya Dokter juga mungkin meniup embusan udara melalui otoskop ke mata kita untuk melihat apakah gendang telinga bergerak normal. Dokter kita dapat menguji pendengaran kita, salah satu caranya adalah memeriksa seberapa baik kita bisa mendengar jari-jari bergesekan di dekat telinga kita. Kita bisa menggunakan cara alami atau medis jika kita mengalami sakit telinga. Berikut adalah 15 solusi untuk mengurangi sakit telinga: Gunakan es. Es batu dapat membantu mengurangi potensi peradangan. Memegang kompres es atau air dingin, dengan lap basah ke telinga selama 20 menit dapat membantu menghilangkan rasa sakit pada telinga dan mengurangi kemungkinan peradangan yang menyebabkannya. Bawang putih adalah obat alami untuk sakit telinga yang telah digunakan selama ribuan tahun. Allicin, senyawa dalam bawang putih, dikatakan membantu dalam memerangi infeksi bakteri yang mungkin menyebabkan sakit telinga. Bantalan pemanas atau kain panas yang menempel di telinga selama 20 menit mungkin berguna untuk menghilangkan rasa sakit sementara. Bantalan pemanas dapat mengendurkan otot dan membantu meningkatkan aliran darah. Obat tetes telinga. Obat bebas (OTC) dapat berhasil bagi sebagian orang, terutama yang telah mencoba metode alami. Banyak obat-obatan OTC tidak boleh digunakan oleh orang-orang yang gendang telinganya pecah atau yang memiliki tabung yang dimasukkan secara operasi di masa lalu. Penghilang rasa sakit seperti ibuprofen atau NSAID lainnya dapat membantu mengendalikan rasa sakit yang disebabkan oleh sakit telinga. Namun, obat-obatan ini tidak boleh digunakan untuk menutupi rasa sakit, terutama jika sakit telinga dikaitkan dengan kondisi yang mendasarinya. Tidur dalam posisi tegak sering disarankan untuk membantu mengurangi penumpukan tekanan di telinga. Mengunyah permen karet dapat membantu telinga untuk tetap dalam keadaan normal, terutama pada perjalanan pesawat karena tekanan(terhindar dari Barotrauma). Salah satu metode terbaik untuk mengurangi rasa sakit, terutama di kalangan anak-anak, adalah mengalihkan pikiran dari sakit telinga. Permainan, televisi, atau olahraga dapat membantu mengurangi perhatian pada sakit telinga. Salah satu obat sakit telinga adalah chiropractic, suatu pendekatan kesehatan alternatif. Chiropractic berupaya mengurangi rasa sakit dan kondisi kesehatan lainnya dengan bekerja dengan otot dan tulang. Dipercayai bahwa sakit telinga bisa disebabkan oleh ketidaksejajaran tulang leher bagian atas. Seorang chiropractor mungkin membantu untuk mengembalikan tulang-tulang ini "sejalan," membantu mengurangi sakit telinga. Minyak pohon teh digunakan dalam berbagai cara. Beberapa tetes hangat di telinga per hari dapat meringankan sakit telinga. Namun, sebelum digunakan di telinga, penting untuk melakukan tes kulit untuk memeriksa alergi. Pohon teh memiliki sifat antiseptik, antijamur, dan antiinflamasi Minyak zaitun. Metode ini sudah tua, tetapi tidak didukung oleh bukti ilmiah. Namun, American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa menambahkan beberapa tetes minyak zaitun hangat adalah aman dan bisa cukup efektif. Latihan leher. Kadang-kadang, sakit telinga bisa disebabkan oleh otot tegang di sekitar saluran telinga, memberikan tekanan pada daerah tersebut. Jika ini masalahnya, beberapa latihan leher sederhana mungkin meringankan ketidaknyamanan. Misalnya, perlahan-lahan putar leher dan kepala, dan angkat bahu ke arah telinga; ulangi sepanjang hari. Hidrogen peroksida telah digunakan sebagai obat alami untuk sakit telinga sejak lama. Jahe dianggap memiliki sifat anti-inflamasi alami. Mengoleskan jus jahe (parut jahe dalam minyak zaitun yang dihangatkan dan disaring), di sekitar saluran telinga bagian luar dapat menghilangkan rasa sakit. Jahe memiliki sifat anti-inflamasi. Jangan masukkan jahe langsung ke telinga. Pengering rambut. Setelah mandi, setel pengering rambut ke panas rendah dan pegang jarak dari telinga. Lanjutkan tidak lebih dari 5 menit. Berhati-hatilah agar tidak membakar telinga kita. So guys, moga alternatif di atas bisa membantu kita semua pulih dari sakit telinga, namun jika kita masih mengalami sakit, jangan tunggu parah, silahkan berkonsultasi ke dokter THT. Salam sehat!!!   Sumber : www.healthline.com, www.medicalnewstoday.com, www.webmd.com, www.healthline.com
 18 Feb 2019    11:00 WIB
Jika Telinga Berdenging Terus Menerus
Apa, sih, gejala trauma bising? Hampir 90 persen kasus menunjukkan gejala telinga berdenging (tinnitus). Denging yang dialami ini ada dua macam, yaitu denging nada tinggi seperti bunyi pesawat dan nada rendah seperti bunyi air conditioner (AC). Dua-duanya bisa terjadi dan ini biasanya disertai gangguan pendengaran. Seringkali, yang terjadi adalah cocktail party deafness atau tuli di keramaian. Pada saat berada di tempat yang ramai, orang sulit mendengar karena fungsi cochlea menurun. Kebisingan akan sangat mengganggu kualitas penerimaan bunyi oleh cochlea. Sebetulnya, kasus trauma bising ini dapat dicegah dengan upaya promotif preventif. Yaitu dengan waspada terhadap bising di sekitar kita. Misalnya dengan menggunakan perangkat pemutar musik tapi tak perlu disetel dengan volume (tingkat suara) penuh. Baca Juga: Hindari Stress! FYI Stress Membuat Kita Menjadi Pelupa Atau, ketika orang tua mengajak anak-anak ke mal, sebaiknya perhatikan seberapa bising tempat tersebut. Jika memang terlalu bising,  tak perlu berlama-lama. Kita harus menghindari atau mengurangi paparan bising secara aktif. Yang tak kalah penting adalah kesadaran para pemilik tempat usaha, seperti mal. Ada baiknya mereka mengukur kebisingan ruangan (sound level meter). Efek trauma bising sendiri ada dua, yaitu temporer dan permanen. Pada trauma bising temporer, dengan istirahat cukup, fungsi telinga bisa dipulihkan. Namun, trauma bising permanen sulit disembuhkan. Akan tetapi, lebih baik kita mencegah daripada mengobati, kan. Baca juga: Telinga Berdenging dan Pengobatannya Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: Proteksi Kesehatan
 27 Dec 2018    08:00 WIB
Kenali Gejala Barotrauma Telinga
Barotrauma telinga adalah istilah sakit di bagian telinga karena tekanan udara yang tinggi, misalkan jika kita sering bepergian keluar kota atau keluar negeri dengan menggunakan pesawat. Kita pasti pernah mengalami tekanan udara di dalam pesawat sehingga telinga kita terasa tersumbat, kadang-kadang menyakitkan telinga kita terutama ketika tekanan udara berubah dengan cepat. Ini merupakan masalah kesehatan terbesar bagi kita yang sering naik pesawat. Dan itu bisa sangat menyakitkan bagi bayi dan anak-anak kecil karena telinga mereka masih dalam tahap perkembangan  seiring pertumbuhan mereka, sehingga telinga mereka lebih sensitif. Barotrauma telinga juga bisa terjadi ketika kita naik lift atau berkendara di pegunungan. Dan itu bisa terjadi di air juga, khususnya bagi kita yang hobby menyelam (diving) ataupun hiking. Bagaimana hal ini bisa Terjadi. Telinga kita pada dasarnya sangat sensitif terhadap perubahan tekanan udara dan air. Karena di dalam telinga kita ada yang namanya saluran Eustachius atau tuba Eustachius, yang merupakan saluran sempit yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung (naso- faring). Saluran ini berfungsi menjaga keseimbangan tekanan udara di sebelah luar dan di sebelah dalam gendang telinga. Pada keadaan normal, saluran Eustachius tertutup dan akan terbuka pada waktu kita menelan. Pembukaan ini akan lebih lebar lagi bila udara pernapasan dihembuskan ke luar sementara mulut dan lubang hidung tertutup. Saluran Eustachius sering tersumbat bila terjadi perubahan tekanan udara yang mendadak, misalnya seperti bila kita sedang naik mobil ke pegunungan. Saluran dapat pula tersumbat sebagai akibat proses peradangan di sekitarnya, misalnya pada infeksi nasofaring dan influenza, atau tumor faring. Sumbatan ini menyebabkan tekanan udara di dalam telinga tengah meningkat, sehingga gendang telinga terdorong ke luar. Gejala-gejala yang dialami ketika kita mengalami telinga barotrauma, berbeda menurut seberapa parah dan panjangnya itu. Awalnya, kita mungkin hanya merasakan tekanan yang tidak nyaman di dalam telinga, tetapi kadang-kadang kondisi itu bisa berkembang dan memburuk. Ketika terjadi perubahan pada tekanan udara atau air secara signifikan, hingga menyebabkan telinga barotrauma, itu akan segera hilang, setelah tekanan udara di luar telah dinormalisasi, dan tidak  menyebabkan gejala lebih lanjut. Namun, kita mungkin mengalami gejala tambahan ketika barotrauma telinga disebabkan oleh penyakit atau sumbatan pada telinga bagian tengah. Biasanya dokter mengklasifikasikan telinga barotrauma sebagai dua hal, yaitu akut atau kronis. Kasus akut cukup umum dan umumnya tidak berbahaya. Kasus kronis terjadi untuk jangka waktu yang lama dan berpotensi menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Dalam kasus ringan, atau ketika kita mengalami telinga barotrauma, seseorang mungkin mengalami: Kesulitan mendengar atau gangguan pendengaran ringan. Pusing. Rasa seperti ada tekanan di dalam telinga. Ketidaknyamanan diseluruh telinga. Dalam kasus sedang hingga berat, atau jika barotrauma telinga menetap tanpa pengobatan, seseorang mungkin mengalami gejala tambahan atau memburuk. Ini mungkin termasuk: Cedera pada gendang telinga. Kebocoran cairan atau pendarahan dari telinga. Rasa sakit yang meningkat di telinga. Sensasi tekanan di telinga, mirip dengan bagaimana rasanya berada di bawah air, gangguan pendengaran sedang hingga berat. Jika kita mengalami gejala-gejala ini mungkin perlu mencari pengobatan untuk mendapatkan bantuan segera. Sebagian besar kasus telinga barotrauma akan sembuh setelah beberapa waktu tanpa perlu intervensi medis. Namun, ada beberapa tehnik yang dapat membantu mengatasi Barotrauma telinga, yaitu: Mengunyah permen karet, mengisap permen, menelan, atau menguap. Mengonsumsi dekongestan hidung, antihistamin hidung, atau keduanya secara over-the-counter (OTC). Bagi yang mengalami Barotrauma telinga kronis, sangat penting untuk menjaga telinga bersih dan jauh dari kontaminasi untuk mencegah infeksi saat penyembuhan. Jika ada infeksi, dokter mungkin akan meresepkan terapi antibiotik. Dalam kasus barotrauma telinga kronis atau berat, dokter dapat memutuskan bahwa operasi diperlukan. Dengan menggunakan prosedur operasi tertentu, adalah mungkin untuk menanamkan silinder kecil yang disebut tabung telinga ke telinga. Ini dapat meringankan masalah di telinga tengah. Penggunaan operasi penempatan tabung telinga adalah umum pada anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran karena infeksi berulang atau pengumpulan cairan yang sedang berlangsung di telinga tengah. Namun, ahli bedah jarang menggunakan prosedur ini untuk mengobati telinga barotrauma. Pencegahan dan menghindari resiko mengalami telinga barotrauma adalah dengan mengambil dekongestan, antihistamin, atau keduanya sebelum kita melakukan kegiatan di mana perubahan tekanan umum terjadi. Ini termasuk scuba diving, hiking, dan terbang di pesawat terbang. Jika barotrauma disebabkan oleh alergi atau infeksi saluran pernafasan, barotrauma akan sering teratasi ketika penyebab yang mendasari telah teratasi. Kasus ringan hingga sedang membutuhkan rata-rata hingga dua minggu untuk pulih total. Kasus yang parah bisa memakan waktu enam hingga 12 bulan untuk pulih total setelah operasi. Ketika barotrauma mengarah ke infeksi atau jika rasa sakitnya hebat dan gejala tidak membaik atau memburuk, ingat jangan menunda untuk segera menemui dokter.   Sumber : www.webmd.com, www.medicalnewstoday.com, www.healthline.com.
 02 Oct 2018    16:00 WIB
Kenali Jenis dan Gejala Gangguan Pendengaran
Hilangnya pendengaran (tuli) dapat membuat dunia yang begitu ramai menjadi sunyi senyap. Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang dapat berakhir pada hilangnya pendengaran, mulai dari polusi suara sampai pada penyakit tertentu. Diagnosis dini dan pengobatan sedini mungkin dapat mencegah terjadinya hal ini. Rentang pendengaran normal adalah 0-20 dB. Rentang gangguan pendengaran ringan adalah 26-40 dB. Rentang gangguan pendengaran sedang adalah 41-55 dB. Rentang gangguan pendengaran berat adalah 71-90 dB. Untuk menentukan derajat gangguan pendengaran yang anda alami, dokter anda akan melakukan pemeriksaan audiogram. Orang dengan pendengaran yang normal dapat mendengar suara pada semua desibel (suatu ukuran intensitas suara). Sedangkan orang dengan gangguan pendengaran berat hanya dapat mendengar suara yang sangat keras. Orang dengan gangguan pendengaran berat dapat mengalami kesulitan dalam mendengar pembicaraan orang lain, tetapi mereka masih dapat mendengar berbagai suara keras lainnya.   Jenis Gangguan Pendengaran 1.      Tuli Konduktif Tuli konduktif terjadi akibat adanya gangguan pada liang telinga, membrane timpani, atau pada telinga tengah. Gangguan ini menghambat impuls suara untuk sampai ke telinga dalam. Hal ini disebabkan oleh infeksi telinga, tumor, cairan, atau adanya benda asing di dalam telinga. 2.      Tuli Sensorineural Tuli sensorineural seringkali disebabkan oleh kerusakan sel-sel rambut di telinga dalam. Penyebab lainnya adalah kerusakan saraf ke 8 (vestibulokoklear) atau otak. Hal ini biasanya terjadi akibat proses penuaan. 3.      Tuli Kombinasi Tuli kombinasi merupakan gabungan antara tuli konduktif dan tuli sensorineural. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya gangguan pada telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam (koklea atau saraf pendengaran). Gangguan ini dapat disebabkan oleh cedera kepala, infeksi kronik pada telinga, atau gangguan yang diturunkan (herediter).   Hilangnya pendengaran dapat mengenai satu atau kedua telinga. Hal ini dapat terjadi secara mendadak (akut) atau memburuk secara perlahan. Segera hubungi dokter bila anda mengalami gangguan pendengaran.   Gejala Gangguan Pendengaran Hilangnya pendengaran dapat terjadi secara mendadak atau perlahan, tergantung pada penyebabnya. Gejala lain yang sering terjadi bersamaan dengan hilangnya pendengaran tersebut adalah: Nyeri pada salah satu atau kedua telinga Pusing Pusing berputar atau vertigo Telinga berdengung Rasa tertekan atau penuh di satu atau kedua telinga