Your browser does not support JavaScript!
 03 Apr 2018    12:30 WIB
Tanpa Sadar, Makanan Ini Bisa Merusak Tubuh Anda loh!
Peradangan adalah kondisi yang merusak jaringan sehat, meningkatkan tekanan darah, dan berpotensi mendorong sel kanker tumbuh. Mengonsumsi terlalu banyak asam lemak omega-6 ternyata dapat meningkatkan risiko peradangan, jadi cobalah menukar produk makanan yang banyak mengandung asam lemak omega-6-dengan produk makanan yang mengandung asam lemak omega-3. Agar Anda menjadi lebih tahu makanan apa saja yang berisiko menyebabkan terjadinya peradangan kemudian merusak tubuh Anda, di bawah ini akan dijelaskan mengenai makanan tersebut.   Berikut Makanan Yang Menyebabkan Peradangan dan Kerusakan Tubuh: Minyak Sayur Minyak sayur mengandung asam lemak omega-6 , untuk itu Anda bisa menggantinya dengan minyak zaitun extra virgin, yang kaya akan asam lemak omega-3. Untuk memasak dengan panas lebih tinggi atau rasa yang lebih netral, gunakan yang organik (yang dijual dalam botol kaca) Margarin Kandungan asam lemak trans (sebagian terhidrogenasi) dalam margarin pasti meningkatkan biomarker inflamasi di dalam tubuh. Daging berlemak Makanan lain yang dapat meningkatkan risiko peradangan adalah daging berlemak seperti burger, hot dog, bacon, bologna, atau tulang rusuk, sebaiknya Anda mulai mengganti dengan konsumsi makanan yang kaya asam lemak omega-3 seperti salmon, sarden, mackerel, tuna, serta kacang-kacangan dan makanan dari kedelai utuh. Whole Milk Untuk menurunkan asupan lemak jenuh Anda, batasi konsumsi susu whole milk. Sebagai gantinya, pilihlah susu (organik) skim atau yang mengandung susu 1%. Keju Krim Alih-alih keju krim, masukkan sejumlah kecil keju alami dan mudah disebarkan seperti keju kambing atau ricotta keju-skim saat memanggang roti panggang untuk menurunkan asaupan lemak jenuh Anda. Makanan Yang Mengandung Gula Tinggi Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi gula tinggi memicu peradangan, Kurangi konsumsi makanan yang mengandung gula tinggi seperti donut atau kue manis lainnya. Yogurt Yang Mengandung Gula Yogurt adalah makanan yang sehat namun bila mengandung gula tinggi maka tentu bisa menjadi pilihan yang buruk bagi tubuh Anda. Roti putih Seperti halnya dengan gula, terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat olahan bisa menyebabkan peradangan. Batasi roti dan pasta dari tepung putih, makan lebih banyak serat tinggi, yang 100% mengandung gandum utuh. Makanan Yang Mengandung Garam Tinggi Makanan yang menggunakan garam tinggi juga bisa memicu terjadinya peradangan dalam tubuh Anda. Semua makanan diatas adalah makanan yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan dalam tubuh Anda jadi tunggu apalagi. Cobalah untuk berhati-hati dalam memilih makanan.   Baca juga: Manfaat Kacang Walnut Bagi Kesehatan   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: shape
 14 Mar 2018    12:30 WIB
8 Jenis Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Mentah
Pada zaman dahulu kala, manusia dapat mengkonsumsi berbagai jenis makanan mentah. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan, tidak semua makanan dapat dimakan mentah lagi. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang tidak boleh dimakan mentah-mentah karena dapat berbahaya bagi kesehatan.   Ayam Ayam mentah dapat mengandung banyak sekali kuman, yang dapat membuat Anda mengalami keracunan makanan bila dikonsumsi mentah. Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda selalu memasak ayam Anda hingga matang. Anda juga tidak perlu mencuci ayam sebelum memasaknya karena kuman yang terdapat di dalamnya akan mati saat proses memasak. Selain itu, cipratan air bekas mencuci ayam justru dapat membuat seluruh dapur Anda tercemar kuman.   Yucca Yucca atau akar singkong mengandung sianida atau sianogenik glikosida, yang merupakan racun berbahaya. Kandungan tertinggi dari racun ini terdapat pada daunnya, yang membuat daun singkong jarang dimakan oleh serangga atau hewan lainnya. Untuk membuat akar singkong bisa dimakan, akar singkong harus dikeringkan, direndam di dalam air, dicuci, dan dimasak segera setelah dipanen.   Telur Walaupun telur mengandung banyak protein, akan tetapi telur mentah mungkin mengandung bakteri Salmonella. Bakteri ini menginfeksi sekitar 1 di antara 30.000 butir telur. Dan karena bakteri ini biasanya terdapat di dalam kuning telur, maka sebaiknya tidak pernah mengkonsumsi kuning telur setengah matang untuk terhindar dari infeksi Salmonella.   Biji Apel, Mangga, Peach, Pir, dan Aprikot Jangan pernah mengkonsumsi biji buah-buahan karena biasanya biji buah mengandung amygdalin, yang akan berubah menjadi sianida di dalam tubuh Anda.   Baca juga: Ini Dia Bahaya Tersembunyi dari Daging Mentah…   Kentang Hijau Saat matahari terpapar oleh banyak sinar matahari, maka suatu zat kimia yang disebut dengan solanin dapat terbentuk cukup banyak di dalam kentang. Zat kimia ini beracun dan menimbulkan warna hijau pada kentang. Jika dikonsumsi, Anda dapat mengalami sakit kepala, merasa amat sangat lelah, mual, dan gangguan pencernaan. Oleh karena itu, simpanlah kentang di tempat yang dingin dan kering untuk mencegah terbentuknya zat ini.   Daging Babi Daging babi memang tidak perlu dimasak hingga benar-benar matang, namun Anda harus memasaknya hingga setengah matang. Hal ini dikarenakan daging babi mengandung cacing pita yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan bila termakan oleh manusia.   Kacang Merah Mengkonsumsi kacang merah mentah dapat membuat Anda mengalami mual, muntah, dan mengganggu pencernaan Anda. Hal ini dikarenakan kacang merah mengandung lectin, sebuah racun alamiah. Untuk menghilangkan racun ini, rendamlah kacang merah mentah di dalam air selama setidaknya 5 jam sebelum memasaknya.   Daun Rhubarb Anda mungkin sudah pernah mendengar bahwa rhubarb bersifat racun bila dikonsumsi dalam keadaan mentah, namun sebenarnya daunnyalah yang berbahaya. Daun rhubarb mengandung sangat banyak racun, yaitu asam oksalat, yang bila dikonsumsi dapat menyebabkan kerusakan ginjal berat dan bahkan kematian.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: thedailymeal
 11 Jan 2018    08:00 WIB
Apa Sajakah Gejala Busung Lapar?
Tahukah Anda bahwa tubuh Anda hanya dapat bertahan selama 5-10 menit tanpa oksigen dan dapat bertahan selama 2-8 hari tanpa air? Akan tetapi, ternyata tubuh manusia dapat bertahan hidup cukup lama, bahkan beberapa minggu, tanpa makanan. Bagaimana hal ini dapat terjadi dan apakah gejala seseorang telah mengalami kelaparan? Tubuh manusia sebenarnya memiliki pertahanan fisiologis dan metabolisme, yang dapat membuat tubuh Anda bertahan hidup selama memungkinkan bila Anda tidak memiliki akses terhadap makanan. Intinya adalah Anda tidak akan langsung mati bila tidak makan selama beberapa hari.   Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh Saat Anda Kelaparan? Berbeda dengan mobil yang langsung mati bila tidak memiliki bensin, tubuh Anda dapat bertahan hidup cukup lama tanpa makan, terutama bila Anda masih dapat minum. Proses ini sebenarnya merupakan cara tubuh mengenali bahwa sekarang ini sudah tidak ada makanan atau makanan sangat sedikit. Tubuh akan mulai menggunakan sumber dayanya dengan lebih bijak, untuk mempersiapkan diri tidak makan selama beberapa lama. Dengan kata lain, tubuh Anda memberikan Anda kesempatan untuk mencari makanan. Busung lapar atau kelaparan disebabkan oleh kurangnya nutrisi, misalnya saat Anda tidak mengkonsumsi makanan sehat atau saat Anda hanya mengkonsumsi kalori kosong. Gejala biasanya berlangsung secara perlahan, selama beberapa hari, minggu, atau bulan. Anda bahkan dapat mengalami kelaparan tanpa merasa lapar. Bahkan bila Anda makan secara teratur, Anda dapat mengalami kelaparan bila Anda tidak mengkonsumsi makanan yang tepat. Tubuh Anda memerlukan nutrisi yang sesuai untuk pertumbuhannya dan menjaganya tetap sehat. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala kelaparan.   Perubahan Status Mental Atau Perilaku Tahap awal dari kelaparan biasanya akan mempengaruhi perilaku dan status mental Anda. Anda mungkin akan menjadi mudah marah, kesulitan berkonsentrasi, fatigue, dan memikirkan mengenai makanan. Anda mungkin merasa lemas dan perhatian mudah teralihkan.   Menurunnya Daya Tahan Tubuh Kelaparan juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda. Luka akan menjadi lebih lama sembuh dan tubuh Anda menjadi lebih sulit melawan infeksi. Pada kulit juga dapat timbul bercak kemerahan. Hal ini terjadi karena tubuh Anda sedang "sibuk" mengarahkan nutrisi untuk menjaga agar organ-organ tubuh Anda tetap berfungsi.   Gejala Fisik Saat kelaparan terus berlangsung, maka Anda akan mulai mengalami gejala fisik. Kapan gejala fisik dimulai tergantung pada keadaan kesehatan Anda sebelum kelaparan terjadi, berat badan, dan usia Anda. Gejala fisik biasanya mulai timbul beberapa hari atau beberapa minggu setelah kelaparan dimulai. Gejala fisik yang mungkin ditemukan adalah: Merasa haus Badan terasa lemah Sembelit Napas dangkal dan lambat Denyut jantung meningkat Diare, kadang-kadang Selain itu, mata Anda juga akan tampak berkaca-kaca dan cekung. Otot-otot tubuh Anda akan tampak lebih kecil dan proses pengecilan otot sudah dimulai. Gejala kelaparan yang paling jelas pada anak-anak adalah mulai membengkaknya perut. Kulit akan menjadi pucat dan kendur. Anda juga dapat mengalami pembengkakan pada kaki dan pergelangan. Gejala lain dari kelaparan yang mungkin ditemukan adalah berhentinya menstruasi atau menstruasi menjadi tidak teratur pada wanita dan ditemukannya batu empedu.   Baca juga: Berbagai Gangguan Kesehatan Akibat Buruknya Nutrisi Pada Remaja   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 30 Sep 2017    18:00 WIB
Dapatkah Intoleransi Gluten Membuat Anda Kekurangan Berbagai Nutrisi Penting?
Mengkonsumsi makanan bergizi merupakan salah satu hal yang penting untuk menjaga kesehatan anda, akan tetapi bila anda menderita intoleransi gluten, maka tubuh anda mungkin tidak dapat menyerap semua nutrisi yang telah anda konsumsi. Intoleransi gluten tidak selalu menyebabkan gangguan penyerapan berbagai nutrisi penting. Hal ini hanya terjadi pada beberapa keadaan tertentu.Apa Itu Intoleransi Gluten?Gluten merupakan suatu protein yang dapat ditemukan pada barley (jelai), gandum hitam, gandum, dan oat. Intoleransi gluten berarti tubuh anda tidak dapat mencerna protein ini dan membuatnya melewati usus halus anda tanpa dicerna. Usus halus merupakan bagian usus yang berfungsi untuk menyerap berbagai nutrisi penting dari makanan yang anda makan. Bila anda menderita intoleransi gluten, maka menghindari berbagai jenis makanan yang mengandung gluten dapat membuat anda terbebas dari gangguan penyerapan berbagai nutrisi dari makanan yang anda konsumsi. Akan tetapi, bila anda tetap mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung gluten, maka gluten yang tidak dapat dicerna ini akan mengiritasi usus halus anda dan membuatnya meradang, yang menyebabkan gangguan penyerapan berbagai nutrisi penting dari makanan yang anda konsumsi dan membuat anda mengalami defisiensi (kekurangan) nutrisi.Vitamin B12Kekurangan vitamin B12 merupakan salah satu kekurangna nutrisi yang sering terjadi akibat intoleransi gluten. Untuk mencapai usus halus,  vitamin B12 membutuhkan suatu protein khusus untuk membawanya ke dalam usus halus. Intoleransi gluten dapat memperlambat produksi protein khusus ini sehingga semakin sedikit vitamin B12 yang dapat mencapai usus halus. Selain itu, sedikit vitamin B12 yang berhasil mencapai usus pun tidak dapat diserap sepenuhnya karena iritasi dan peradangan di dalam usus anda.Vitamin D dan KalsiumGangguan penyerapan nutrisi di dalam usus juga berarti lebih sedikit lemak yang dapat diserap. Hal ini dapat mengganggu penyerapan berbagai vitamin larut lemak (Vitamin A, D, E, K), karena mereka membutuhkan lemak untuk proses penyerapannya. Vitamin D merupakan salah satu vitamin larut lemak yang memiliki peranan penting untuk menjaga kesehatan tulang dan diperlukan untuk berbagai fungsi tubuh lainnya. Vitamin D diperlukan untuk proses penyerapan kalsium. Akibatnya, bila anda tidak memiliki cukup vitamin D, maka anda pun akan mengalami kekurangan kalsium, yang dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis.Tergantung pada berapa lama anda telah menderita intoleransi gluten, maka usus anda mungkin membutuhkan beberapa minggu hingga tahun untuk sembuh. Dianjurkan agar anda menghindari berbagai jenis makanan yang mengandung gluten, kemudian periksalah kadar kalsium, vitamin B12, dan vitamin K setelah anda berhenti mengkonsumsi gluten. Diare, merasa lelah, dan penurunan berat badan dapat menjadi penanda bahwa usus anda tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik atau dapat pula diakibatkan oleh berbagai gangguan kesehatan lain. Berkonsultasilah dengan dokter anda untuk mengetahui apakah anda telah memperoleh cukup nutrisi dan apakah anda memerlukan suplemen tambahan.Sumber: healthyeating.sfgate