Your browser does not support JavaScript!
 29 Aug 2018    16:00 WIB
Jangan Sampai Katarak Merenggut Penglihatan! Kenali Gejala Awal Sejak Dini
Apa itu Katarak? Katarak adalah kekeruhan dari lensa mata yang tidak menyakitkan. Karena mereka menghalangi cahaya dari melewati lensa, katarak menyebabkan sulit untuk melihat dengan jelas dan bahkan dapat menyebabkan kebutaan bila tidak segera di tangani. Katarak bersifat progresif yang berarti akan semakin memburuk dari waktu ke waktu, kebanyakan kasus terjadi pada orang yang lebih tua, tetapi dapat juga bisa terjadi pada orang yang lebih muda. Bagaimana Anda bisa mengalami katarak? Cahaya memasuki mata dan melewati lensa. Lensa mata yang memfokuskan cahaya ke retina, yang mengirimkan sinyal penglihatan melalui saraf optik ke otak. Lensa yang kabur karena katarak akan mengaburkan gambar yang Anda lihat. Masalah lain pada mata juga dapat menyebabkan penglihatan kabur, namun katarak memberikan beberapa gejala yang khas. Berikut gejala katarak: Pandangan kabur Gejala yang paling umum dari katarak adalah melihat gambar buram pada jarak berapapun. Orang mungkin menggambarkan bahwa penglihatan mereka seperti berkabut, berawan. Katarak akan semakin memburuk dan kurangnya cahaya mencapai retina. Maka sangat sulit untuk orang yang mengalami katarak untuk melihat dan mengemudi di malam hari. Mudah silau Silau, atau sensitivitas terhadap cahaya, adalah gejala lain dari katarak. Hal ini bisa terasa menyulitkan untuk melihat saat terang sinar matahari, lampu dalam ruangan tampak terlalu terang, atau mereka sering melihat i lingkaran cahaya. Silau dari lampu lintas dapat menyebabkan masalah saat mengemudi di malam hari. Penglihatan ganda Diplopia, atau penglihatan ganda, ketika melihat dengan satu mata dapat menjadi gejala lain dari katarak. Hal ini tidak sama dengan diplopia yang timbul dari keselarasan yang tidak tepat dari mata. Penglihatan ganda katarak terjadi bahkan ketika Anda melihat melalui hanya satu mata. Perubahan warna Katarak juga mempengaruhi penglihatan pada warna. Beberapa warna dapat muncul pudar, dan bisa terlihat kekuningan atau kecoklatan. Biasanya sering tidak diperhatikan pada awalnya, tetapi seiring bertambahnya waktu, mulai sulit membedakan antara biru dan ungu. Penglihatan seolah membaik Fenomena yang dikenal sebagai "second sight" adalah karakteristik lain dari katarak. Dalam situasi ini, katarak secara sementara meningkatkan kemampuan untuk melihat pada jarak dekat. Orang-orang yang sebelumnya membutuhkan kacamata baca tidak lagi membutuhkannya. Namun, seperti katarak memburuk dari waktu ke waktu, perbaikan sementara ini tetap akan menghilang. Sering ganti kacamata Orang dengan katarak sering mengganti kacamata, karena terjadi perubahan visus yang semakin memburuk dari waktu ke waktu. Siapa yang bisa mengalami Katarak? Kebanyakan katarak terjadi pada orang tua dan terkait dengan proses penuaan. Lebih dari setengah orang Amerika berusia lebih dari 65 tahun mengalami katarak. Kadang-kadang, bayi dapat lahir dengan katarak, yang dikenal sebagai katarak kongenital. Jarang, anak-anak bisa mengalami katarak akibat penyakit atau trauma pada mata. Apakah penyebab dari Katarak? Belum diketahui dengan pasti. Tetapi diduga karena proses penuaan. Faktor lain yang juga mungkin memainkan peran dalam perkembangan katarak meliputi: Merokok Konsumsi alkohol berlebihan Kencing manis Trauma pada mata Penggunaan kortikosteroid jangka panjang Radiasi yang lama atau paparan sinar matahari Bagaimana mendiagnosa Katarak? Katarak dapat didiagnosis dengan pemeriksaan mata. Tes mata dilakukan memeriksa visus dan pemeriksaan mata menggunakan lampu mikroskop. Operasi katarak Operasi untuk menghilangkan katarak mungkin diperlukan jika penglihatan sudah terganggu dimana tidak dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Operasi katarak melibatkan mengangkat lensa alami yang berawan dan menggantinya dengan lensa buatan. Operasi ini biasanya dilakukan tanpa rawat inap, sangat aman dan efektif. Bagi mereka yang membutuhkan operasi pada kedua mata, operasi biasanya dilakukan pada satu mata dahulu baru kemudian mata yang berikut. Jenis Operasi Katarak Jenis yang paling umum dari operasi katarak dikenal sebagai fakoemulsifikasi (phaco). Dalam prosedur ini, dokter membuat sayatan kecil di mata dan memecah lensa menggunakan wave ultrasound. Lensa ini kemudian diambil dan diganti dengan lensa intraokular (IOL). Tipe lain dari operasi katarak disebut operasi katarak ekstrakapsular. Prosedur ini melibatkan sayatan yang lebih besar dan pengangkatan lensa berawan dalam satu potong. Dalam kebanyakan kasus, penempatan sebuah IOL akan menghilangkan kebutuhan dalam menggunakan kacamata tebal atau lensa kontak. Inovasi Dalam Operasi Katarak Perkembangan baru dalam operasi katarak memungkinkan untuk prosedur untuk memperbaiki visus sehingga menghilangkan kebutuhan penggunaan kacamata setelah operasi. "Monofocal" lensa konvensional hanya memperbaiki jarak penglihatan, sehingga orang masih perlu kacamata baca setelah operasi. Yang terbaru disebut "toric" implan yang dapat membantu memperbaiki astigmatisme. Selain itu menawarkan penglihatan warna yang lebih baik. Apa yang Diharapkan Setelah Operasi Katarak Setelah operasi, mata Anda mungkin terasa gatal dan merasa sensitif terhadap cahaya selama beberapa hari. Anda mungkin perlu memakai perisai atau kacamata untuk perlindungan, dan akan diresepkan obat tetes mata untuk mempercepat proses penyembuhan. Ini membutuhkan waktu sekitar 8 minggu untuk benar-benar sembuh meskipun perubahan penglihatan yang jelas tak lama setelah operasi. Anda mungkin masih memerlukan kacamata untuk penglihatan jarak jauh atau membaca, setelah operasi, dan ada kemungkinan bahwa Anda akan memerlukan kacamata yang baru. Risiko Operasi Katarak Operasi katarak biasanya tidak mengakibatkan komplikasi. Ketika terjadi komplikasi, biasanya terkait dengan infeksi, perdarahan, atau perubahan tekanan bola mata. Semua ini dapat disembuhkan bila diketahui sejak awal. Risiko ablasi retina sedikit meningkat, dan komplikasi ini membutuhkan perawatan darurat. Dalam beberapa kasus, jaringan lensa yang tertinggal untuk mendukung IOL, jaringan ini dapat menjadi berawan dari waktu ke waktu. Hal ini dapat secara permanen diperbaiki dengan perawatan laser. Harus Anda Melakukan Operasi Katarak? Operasi Katarak bukanlah operasi yang emergensi, sehingga Anda dapat memikirkan dahulu apakah mau dioperasi atau tidak. Tetapi karena katarak menyebabkan penurunan penglihatan secara perlahan maka Anda harus memutuskan untuk segera operasi. Tips Pencegahan katarak Ingat, ada langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk menurunkan risiko mengalami katarak: Tidak merokok. Selalu memakai topi atau kacamata hitam di bawah sinar matahari. Menjaga kadar gula darah untuk penderita kencing manis terkontrol dengan baik. Batasi konsumsi alkohol Penglihatan adalah hal yang penting, maka dari itu Anda harus menjaganya dengan baik sejak dini. Segera temui dokter spesialis mata Anda apabila Anda menemukan keluhan pada penglihatan. Baca juga: Ragam Jenis Operasi Katarak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: medicinenet
 03 Dec 2017    13:00 WIB
Kelainan Ekstrem Bola Mata Petero Byakatonda Keluar Rongga
Petero Byakatonda adalah seorang anak dari kota kecil, sebuah daerah pedesaan di Uganda yang menderita sindrom crouzon. Penyakit ini menjangkiti sekitar satu dari 25.000 kelahiran di dunia, tetapi kasus Petero adalah salah satu yang ekstrem.   Sindrom Crouzon menyebabkan malformasi tengkorak, yang pada gilirannya mendorong bola mata petero keluar dari rongga, kemudian telinganya mengalami penurunan, sehingga menyebabkan masalah serius pada penglihatan dan pendengaran. Di negara maju, sindrom crouzon biasanya langsung ditangani segera setelah lahir namun Petero tidak menerima perawatan ini karena ia tinggal ratusan mil jauhnya dari rumah sakit.     Para tetangganya sangat takut melihat Petero, sehingga ia selalu mengunci diri di kamar dan hampir tidak pernah meninggalkan rumah. Seorang dokter yang tak sengaja melihat kondisinya saat mengemudi kemudian mengumpulkan cukup uang untuk melakukan perjalanan ke Austin, dan melakukan operasi. Petero menghabiskan enam bulan di sana sementara dokter membentuk kembali tengkoraknya. Hal tersebut menempatkan banyak tekanan dari saraf optik dan otak.   Sebuah operasi kedua diperlukan untuk merekonstruksi tulang di sekitar mata Petero. Komplikasi terjadi selama operasi kedua, dia pun kehilangan 80% dari total volume darah dan kondisinya berubah kritis. Untungnya, dengan semangat hidup yang tinggi petero berhasil selamat dan kini telah menjalani hidup sebagai orang normal di desanya.   Baca juga: Turunkan Risiko Mata Minus Dengan Bahan Alami!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: BBC
 10 Sep 2017    15:00 WIB
Pemeriksaan Mata Menggunakan Smartphone
Saat ini memang sudah tersedia mesin yang digunakan para dokter ahli mata untuk memeriksa bagian luar dan dalam mata. Permasalahannya adalah alat tersebut sangat besar, berat dan mahal sehingga sulit untuk negara-negara ketiga untuk membelinya. Para peneliti di Stanford University telah menciptakan alat menggunakan tehnologi iphone, sehingga semua orang dan dimana saja dapat menggunakannya. Alat ini dinamakan EyeGo. Diciptakan oleh seorang asisten rofesor Dr. Robert Chang dan seorang residen Dr. David Myung, prototipe dari EyeGo sebenarnya berasal dari barang-barang yang bisa dengan mudah diperoleh dari internet, sehingga terciptalah alat dengan harga yang murah. Tetapi saat EyeGo sudah sempurna, EyeGo dapat melakukan scan pada mata dan dapat dicetak denga print 3D dengan mudah. EyeGo didesain agar bisa ditempelkan pada bagian belakan smartphone , menggunakan 2 jenis adaptor yang memungkinkan camera menangkap foto close-up dari bagian luar mata, juga menangkap bagian dalam retina mata melalui sinar yang terpantul dari bola mata. Diharapkan alat ini dapat dijual dengan harga kurang dari $90, dan karena ukurannya yang kecil sehingga mudah untuk masuk ke tas dokter, diletakkan di ambulans atau ruang IGD. Yang diperlukan hanya sebuah smartphone dan orang yang berpengalaman dalam menganalisis gambar yang diambil. Tetapi dengan adanya koneksi selular yang sudah sangat baik saat ini, foto yang dihasilkan dapat dikirim ke dokter di seluruh dunia jika tidak ada dokter yang mampu mendiagnosa si pasien pada posisi tersebut. Kesimpulannya, alat ini tetap bergantung pada kecanggihan smartphone dan juga lebih penting lagi pada kemampuan sang dokter untuk melakukan interpretasi. Baca juga: 7 Cara Menjaga Mata Tetap Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: gizmodo
 01 Oct 2016    15:00 WIB
Penyebab dan Cara Mengatasi Mata Bengkak
Kulit di sekitar mata sangat sensitif dan tipis. Oleh karena itu, setiap pembengkakan kecil pasti akan terlihat. Yang menjadi permasalahan pada kantung mata biasanya hanyalah kosmetika semata dan jarang disebabkan kondisi medis yang serius. Namun biasanya dokter akan mendeteksi dan menyingkirkan kemungkinan penyebab lain yang dapat berkontibusi terhadap pembengkakan, seperti masalah ginjal atau tiroid atau alergi Dalam banyak kasus, bengkak akan hilang dengan sendirinya dengan pengobatan tertentu atau hanya dengan cukup istirahat. Namun, jika bengkak disertai dengan iritasi, gatal, nyeri, demam, atau gangguan penghilatan, hal tersebut bisa menjadi tanda terjadinya masalah lain pada mata. Berikut adalah beberapa penyebab pembengkakan di bawah mata:•  MenangisMenangis dalam waktu lama membuat seluruh mata membengkak karena retensi cairan pada kelenjar mata di sekitar kelopak mata•  Demam, flu, infeksi sinusSama seperti menangis, saat demam juga dapat terjadi retensi cairan pada kelenjar mata sehingga menyebabkan kelopak mata membengkak•  Kurang tidur atau kurang istirahatKurang tidur atau bekerja dengan komputer dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kelelahan mata, ketegangan mata yang dapat menyebabkan mata membengkak•  GenetikMata bengkak dan lingkaran hitam pada mata juga ditentukan oleh faktor genetik•  DietDiet kaya yodium yang banyak memasukkan garam akan menyebabkan tubuh menahan banyak cairan, dan membuat mata bengkak•  UsiaSaat usia semakin menua, kulit tipis di sekitar mata mulai kehilangan elastisitasnya dan akan menggantung sehingga terlihat seperti membengkak.Bayangkan Anda terbangun dengan mata bengkak pada hari yang sangat penting untuk Anda. ternyata ada beberapa perawatan alami yang bisa menghilangkan bengkak pada mata.Berikut adalah cara menghilangkan bengkak pada mata dan mencegahnya timbul kembali:•  Percikkan air dingin ke sekitar mata Anda•  Minum banyak air putih•  Kompres mata Anda menggunakan es yang dibungkus kain•  Tidur yang cukup•  Lakukan pijatan didaerah sekitar mata•  Batasai asupan sodiumTerkadang bengkak pada mata diikuti gejala-gejala lain yang dapat menjadi tanda kondisi serius. Jika hal ini terjadi segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan menyeluruh. Gejala-gejalanya adalah:•  Pembengkakan terjadi hanya pada satu mata•  Pembengkakan mata yang diikuti nyeri, gatal atau kemerahan•  Pembengkakan mata dalam waktu yang lama Baca juga: Pemeriksaan Mata Menggunakan Smartphone Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthmeup