Your browser does not support JavaScript!
 04 Jul 2019    08:00 WIB
5 Manfaat Dari Selada Untuk Kesehatan
Selada merupakan jenis sayuran yang paling sering dihidangkan sebagai salad dan sayuran dalam sandwich. Selada merupakan sayuran yang sangat renyah da juga kaya akan nutrisi yang baik untuk tubuh Anda. Selada berwarna hijau terang dan mempunyai tekstur garing yang sangat enak untuk dimakan. Selada merupakan bagian dari keluarga Astaraceae dan biasanya dikonsumsi mentah-mentah. Berikut adalah 5 keuntungan selada untuk kesehatan. 1.  Sumber Vitamin ASelada kaya akan kandungan vitamin. Selada yang segar dan mentah mengandung banyak vitamin A dan beta karoten. Vitamin A sangat baik untuk kesehatan kulit dan juga memperkuat membran mukosa kulit. Selain untuk kulit, vitamin A juga sangat baik untuk kesehatan mata. 2.  Membantu Melawan Degenerasi Makula karena Proses PenuaanSelada mengandung zeaxantin yang dapat meningkatkan kemampuan penglihatan denagn mengabsorpsi makula lutea pada retina. Zeaxantin mempunyai kandungan antioksidan yang membantu melawan penyakit degenerasi makula karena proses penuaan. Selada juga dapat melawan terbentuknya katarak. Selain itu kandungan flavonoid pada selada dapat mencegah terjadinya kanker di paru-paru dan mulut. 3.  Memperkuat Tulang Selada juga mengandung vitamin K yang dapat membantu memperkuat tulang dengan meningkatkan masa tulang dan meningkatkan aktivitas osteotrophic didalam tulang yang dapat mencegah osteoporosis. Vitamin K juga dapat mengurangi kerusakan syaraf otak untuk mencegah penyakit alzheimer. 4.  Meningkatkan Fertilitas Selada segar mengandung asam folat dan vitamin C yang sangat banyak. Asam folat dapat meningkatkan kesehatan dari janin yang dikandung selama masa kehamilan dengan menekan kemungkinan terjadinya komplikasi. Selain itu selada dapat meningkatkan kesehatan reproduksi baik pada pria maupun wanita dan juga meningkatkan kesuburan. Kandungan vitamin C didalam selada dapat meningkatkan sistem imunitas sehingga mampu mencegah terjadinya infeksi. 5.  Sumber MineralSelada mengandung berbagai mineral penting seperti zat besi, mangaan, tembaga dan potasium yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Potasium penting untuk menjaga tekanan darah meningkatkan kesehatan jantung. Kalsium didalam selada juga dapat memperkuat  gigi dan tulang. Tembaga dan zat besi dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah. Saat Anda ingin mengkonsumsi selada, Anda harus berhati-hati karena selada merupakan jenis sayuran yang paling banyak terekspose pestisida. Untuk itu, pastikan Anda membersihkan selada dengan air dingin yang mengalir sebelum dimasak atau dikonsumsi.Sumber: magforwomen
 30 Jun 2019    16:00 WIB
Meletakkan Telepon Genggam Di Kantong Celana Bisa Mempengaruhi Sperma?
Menurut penelitian di University of Exeter pria yang sering menyimpan telepon genggamnya di kantong celana bisa menurunkan tingkat kesuburan dari sperma mereka. Kebanyakan pria usia produktif yang tinggal di negara maju maupun berkembang saat ini mempunyai telepon genggam dan sebanyak 14% pasangan di negara industri memiliki kesulitan untuk memiliki anak. Dan ternyata infertilitas pada pria mempunyai peranan hampir 40% dari kasus ketidaksuburan tersebut. Penelitian ini menghasilkan pendapat bahwa terekspos radiasi elektromagnetik yang berasal dari telepon genggam yang disimpan di saku celanan bisa memperburuk kualitas dari sperma dan penelitian lebih lanjut akan segera dilakukan untuk implikasi klinis pada masyarakat umum. Penelitian sebelumnya sudah mengatakan bahwa radiasi elektromagnetik yang berasal dari telepon genggam dapat mempengaruhi kesuburan pria. Paparan dari telepon genggan terkait dengan beberapa percobaan menggunakan hewan percobaan ternyata terbukti mengurangi jumlah dan motilitas (kemampuan sperma untuk bergerak menuju sel telur) dari sperma walaupun hasil yang didapat belumlah konsisten. Pada manusia, penggunaan telepon genggam yang berkepanjangan sangat terkait dengan penurunan motilitas sperma, konsentrasi dari sperma (jumlah sperma per unit semen) dan viabilitas (proporsi sperma saat hidup). Tetapi bukti-bukti yang didapat masih belum memuaskan. Untuk mencoba menglarifikasi peranan paparan telepon genggam terhadap sperma, Dr Mathews dari Biosciences di the University of Exeter mengadakan analisa sistematik dari 10 penelitian yang mencakup 1.492 sampel. Partisipan yang ikut pada studi ini mengikuti klinik fertilitas dan juga penelitian fertilitas, kemudian kualitas dari sperma diukur berdasarkan 3 cara yaitu: motilitas, viabilitas dan konsentrasi. Pada grup kontrol, sebanyak 50%-85% memiliki pergerakan yang normal. Para peneliti menemukan sebanyak 8% partisipan memiliki gangguan sperma karena radiasi elektromagnetik dari telepon genggam.  Dr Mathews mengatakan diperlukan penelitian dengan skala lebih besar untuk mengetahui dengan pasti apa dampak radiasi telepon genggan terhadapa kualitas dari sperma, karena jumlah penelitian yang ada saat ini masih sangat terbatas. Lebih jauh diperlukan juga implikasi klinis penuh baik untuk pria yang tidak subur dengan pria yang tidak mengalami masalah kesuburan secara umum.   Sumber: webmd
 13 Sep 2015    18:00 WIB
Pengobatan Kanker Serviks
Apa Itu Kanker Serviks? Kanker serviks terjadi apabila sel-sel abnormal berkembang dan menyebar di dalam leher rahim (serviks), bagian bawah rahim. Terjadinya kanker serviks seringkali dipicu oleh adanya infeksi oleh suatu virus tertentu, yaitu Human Papilloma Virus (HPV). Bila ditemukan pada stadium dini, maka kanker serviks memiliki tingkat kesembuhan yang cukup tinggi.   Penyebab Penyebab utama terjadinya kanker serviks adalah adanya infeksi (90%). Infeksi HPV pada kemaluan biasanya akan menyembuh dengan sendirinya. Bila infeksi ini menjadi kronik, maka dapat terjadi perubahan pada sel-sel serviks. Perubahan ini dapat menyebabkan terjadinya kanker. Infeksi HPV biasanya tidak menimbulkan gejala apapun dan dapat sembuh dengan sendirinya. Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan timbulnya kutil pada kemaluan, akan tetapi jenis ini tidak berhubungan dengan kejadian kanker serviks. Kutil kemaluan tidak akan berubah menjadi kanker, bahkan bila keadaan ini tidak diobati. Jenis HPV yang berbahaya (dapat menyebabkan kanker) dapat tinggal di dalam tubuh anda selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala apapun. Infeksi HPV sangat sering terjadi, sehingga sebagian besar orang yang pernah berhubungan seksual pasti pernah mengalami infeksi HPV. Karena infeksi HPV tidak menimbulkan gejala apapun, anda dapat tetap membawa virus ini bahkan sampai bertahun-tahun setelah anda berhubungan seksual. Jika anda terinfeksi oleh HPV yang berpotensi menyebabkan kanker, maka dapat terjadi pertumbuhan sel-sel abnormal pada serviks anda. Sel pra kanker ini tidak berarti bahwa anda telah menderita kanker saat itu, akan tetapi seiring dengan berlalunya waktu, maka sel-sel abnormal ini akan berubah menjadi sel kanker. Sel-sel kanker ini cenderung untuk menyebar ke dalam serviks dan berbagai organ serta jaringan di sekitarnya. Penggunaan kondom dapat menurunkan resiko infeksi HPV, akan tetapi kondom tidak dapat melindungi anda sepenuhnya dari infeksi virus ini. Selain kanker serviks, infeksi HPV juga telah dihubungkan dengan kejadian kanker vulva, kanker vagina, kanker penis, kanker anus, dan kanker mulut baik pada pria maupun wanita.   Faktor Resiko Lainnya Wanita Hispanik dan Afrika-Amerika memiliki resiko terkena kanker serviks yang lebih tinggi daripada wanita kulit putih. Kejadian kanker serviks juga lebih tinggi pada wanita yang terinfeksi HPV bila disertai dengan: Memiliki kebiasaan merokok Memiliki banyak anak Menggunakan pil KB dalam waktu lama Menderita HIV atau sistem kekebalan tubuhnya lemah   Gejala Pada stadium awal kanker serviks, yaitu saat sel-sel mulai berkembang secara abnormal, biasanya jarang ditemukan adanya gejala apapun. Gejala baru tampak saat kanker telah berkembang. Berbagai gejala kanker serviks yang dapat ditemukan adalah: Keluarnya darah dari vagina di luar masa menstruasi Keluarnya bercak dari yang berbeda dengan biasanya Perdarahan setelah menopause Perdarahan atau nyeri saat berhubungan seksual   Deteksi Dini Kanker Serviks Pemeriksaan Pap Smear Pemeriksaan pap smear merupakan salah satu cara deteksi dini kanker serviks yang terbaik. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan adanya sel-sel abnormal sebelum sel tersebut berubah menjadi sel kanker. Pada usia 21 tahun, wanita sebaiknya mulai melalukan pemeriksaan pap smear setiap 3 tahun sekali. Wanita yang berusia 30-65 tahun yang telah rutin melakukan pemeriksaan pap smear sebelumnya dapat memundurkan waktu pemeriksaan pap smear dan HPV menjadi 5 tahun sekali. Wanita yang beresiko tinggi perlu melakukan pemeriksaan pap smear lebih sering daripada wanita lainnya (1 tahun sekali). Jika hasil pemeriksaan pap smear menunjukkan abnormalitas kecil maka anda mungkin harus melakukan pemeriksaan pap smear ulangan. Pemeriksaan DNA HPV Pada kasus tertentu, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan DNA HPV selain pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi adanya HPV yang berpotensi menyebabkan terjadinya kanker. Pemeriksaan ini biasanya dianjurkan pada wanita yang berusia lebih dari 30 tahun atau pada wanita usia berapapun dengan hasil pemeriksaan pap smear yang abnormal.   Diagnosa Diagnosa pasti kanker serviks dapat ditegakkan melalui pemeriksaan biopsi, di mana dokter akan mengambil sedikit jaringan serviks untuk melakukan pemeriksaan di bawah mikroskop.   Pembagian Stadium Kanker Serviks Disebut kanker serviks stadium 0, bila sel kanker hanya ditemukan pada permukaan serviks. Disebut stadium I, bila sel kanker telah menyebar ke seluruh serviks, tetapi belum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Disebut stadium II, bila sel kanker telah menyebar ke bagian atas vagina. Disebut stadium III, bila sel kanker telah menyebar ke bagian bawah vagian dan mungkin telah menghambat aliran air kemih. Disebut stadium IV, bila sel kanker telah menyebar ke kandung kemih atau rektum atau bila sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya dan membentuk kanker lainnya.   Pilihan Pengobatan Kanker Serviks Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan masih dapat dilakukan bila kanker baru mencapai stadium II. Tindakan pembedahan biasanya dilakukan untuk mengangkat seluruh jaringan yang mengandung sel kanker di dalamnya. Tindakan pembedahan yang dilakukan berupa pengangkatan seluruh rahim dan serviks serta seluruh jaringan di sekitarnya (histerektomi). Dokter mungkin juga mengangkat saluran telur, indung telur, dan kelenjar limfe di sekitar tumor. Radiasi Radiasi eksternal menggunakan sinar X energy tinggi untuk membunuh sel kanker di area target. Terapi ini dapat membantu menghancurkan seluruh sel kanker yang tersisa setelah tindakan pembedahan. Radiasi internal menggunakan suatu zat radioaktif yang disuntikkan langsung ke dalam tumor. Penderita kanker serviks seringkali diobati dengan menggunakan kombinasi radiasi dan kemoterapi. Efek samping radiasi yang dapat terjadi adalah hitung jenis sel darah rendah, merasa lelah, gangguan pencernaan, mual, muntah, dan tinja lembek. Kemoterapi Kemoterapi merupakan suatu pengobatan dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh kanker di bagian tubuh manapun. Bila sel kanker telah menyebar ke berbagai organ tubuh yang jauh, maka kemoterapi merupakan pilihan pengobatan utama. Efek samping yang dapat timbul tergantung pada jenis dan dosis obat yang digunakan. Efek samping yang dapat terjadi adalah merasa lelah, mudah memar, rambut rontok, mual, muntah, dan hilangnya nafsu makan. Terapi Lainnya Pengobatan kanker dapat membuat anda merasa lelah dan kehilangan nafsu makan, akan tetapi menjaga berat badan dengan memenuhi kebutuhan nutrisi anda juga penting bagi penyembuhan anda. Selain itu, tetap aktif dan berolahraga ringan juga dapat meningkatkan stamina dan tenaga anda serta dapat mengurani rasa mual dan stress yang anda alami. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai jenis olahraga apa yang boleh anda lakukan dan berapa lama.   Kanker Serviks dan Fertilitas Pengobatan kanker serviks seringkali berupa pengangkatan rahim dan indung telur dan dengan demikian memudarkan kemungkinan anda untuk hamil. Akan tetapi, bila kanker ditemukan pada stadium dini, anda masih mungkin hamil bahkan setelah tindakan pembedahan dilakukan. Suatu tindakan pembedahan yang disebut dengan trakelektomi dapat mengangkat serviks dan bagian vagina dengan tetap meninggalkan sebagian besar rahim.   Ketahanan Hidup Penderita Angka ketahanan hidup penderita kanker serviks sangat tergantung pada seberapa dini kanker ditemukan.   Vaksin HPV dan Kegunaannya Sekarang ini telah tersedia vaksin yang berguna untuk melindungi anda dari 2 jenis HPV yang berpotensi menyebabkan terjadinya kanker. Setiap vaksin memerlukan pemberian sebanyak 3 kali dalam waktu 6 bulan. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi kronik HPV yang berpotensi menyebabkan terjadinya kanker serviks. Vaksin ini digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi HPV dan bukan untuk mengobati infeksi HPV. Vaksin ini paling efektif diberikan sebelum seseorang aktif berhubungan seksual. CDC menganjurkan agar vaksin HPV diberikan pada anak perempuan yang berumur 11 atau 12 tahun. Tetapi juga dapat diberikan pada usia 13-26 tahun. Baca juga: Say No to Cancer! Sumber: webmd