Your browser does not support JavaScript!
 14 Aug 2020    17:00 WIB
Penghambat Kehamilan Bernama Endometriosis
Keluhan nyeri panggul yang timbul menjelang haid, mencapai puncaknya saat haid dan berhenti setelah haid dan tidak sembuh dengan beragam pengobatan harus diwaspadai sebagai kemungkinan terjadinya endometriosis.  Endometriosis merupakan gangguan system reproduksi wanita. Dimana jaringan endometrium yang seharusnya terdapat pada rahim, tumbuh ditempat lain. Pertumbuhan ini sering terjadi di saluran telur (tuba fallopii), indung telur (ovarium) atau jaringan yang terdapat di panggul maupun dalam rongga perut. Meskipun tidak terdapat di dalam rahim, namun jaringan endometrium ini memiliki karakteristik yang sama dengan jaringan endometrium yang terdapat di dalam rahim yakni mengalami perubahan siklik (mengikuti siklus haid).  Pada saat menstruasi, jaringan ini menebal, meluruh, dan mengalami perdarahan setiap bulan. Karena tidak memiliki saluran pembuangan, darah yang meluruh ini akan terperangkap, dan jaringan yang berada di sekitarnya akan mengalami radang menimbulkan bercak endometriosis. Proses selanjutnya dapat terjadi kista dan membentuk jaringan ikat karena adanya perlengketan dan bekas bercak endometriosis. Permasalahan ini cukup serius, karena endometriosis dapat mengakibatkan terjadinya kemandulan.   Gejala Tidak semua wanita yang mengalami endometriosis akan mengalami gejala. Pada beberapa kasus, kelainan endometriosis ditemukan pada saat melakukan terapi lain, misalnya saat melakukan operasi penutupan saluran telur (untuk keluarga berencana). Gejala yang dapat terjadi diantaranya : Gejala utama adalah nyeri yang timbul saat menjelang dan selama haid. Keluhan ini kadang disertai dengan nyeri punggung dan nyeri abdomen. Rasa nyeri yang muncul tidak berhubungan langsung dengan luasnya bercak endometriosis. Kadang wanita dengan bercak endometriosis luas keluhan nyerinya tidak sehebat penderita endometriosis yang sedang. Tempat dirasakan nyeri biasanya berhubungan dengan lokasi bercak endometriosis. Misalnya nyeri pada saat berhubungan seksual berhubngan dengan bercak endometriosis di vagina, atau nyeri saat buang air besar berhubungan dengan bercak endometriosis di usus, dsb sehingga terkadang menyerupai gejala penyakit lain, seperti gangguan pada saluran cerna, irritable bowel syndrome (IBS). Perdarahan berlebihan, mungkin saja terjadi perdarahan berlebihan pada saat menstruasi (menorrhagia), atau di luar menstruasi (menometorragia). Pada pasien infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya, harus ditegakkan apakah menderita endometriosis atau tidak. Gejala endometriosis biasanya hilang setelah menopause, atau pada saat hamil. Setelah hamil, biasanya gejala ini muncul kembali sesuai dengan waktu menstruasi.   Penyebab Penyebab pasti kelainan ini masih belum diketahui jelas, disebutkan bahwa darah menstruasi yang mengandung sel endometrium, mengalami aliran melalui saluran telur (tuba fallopii), masuk ke rongga abdomen mengalami implantasi dan tumbuh di tempat tersebut. Teori lainnya mengatakan disebabkan karena faktor hormon dan system pertahanan tubuh (imunitas) serta peranan faktor lingkungan terutama zat yang ada dalam polusi seperti dioksin.   Faktor risiko Tidak semua wanita memiliki risiko mengalami penyakit ini. Bagi mereka yang termasuk berisiko sebaiknya waspada dan senantiasa rutin memeriksakan diri ke dokter, terutama jika mengalami keluhan. Faktor risiko yang dialami antara lain adalah : Tidak pernah melahirkan anak Memiliki ibu yang menderita endometriosis Memiliki siklus menstruasi yang kurang dari 28 hari dan perdarahan yang dialami lebih dari tujuh hari. Adanya kelainan bawaan pada rahim, leher rahim, maupun vagina yang dapat memperlambat bahkan menghambat aliran darah menstruasi. Adanya infeksi pada organ yang terdapat dalam rongga panggul Komplikasi kelainan ini terutama adalah terjadinya infertilitas (mandul). Diperkirakan sekitar sepertiga hingga separuh penderita endometriosis kesulitan hamil. Hal ini disebabkan gangguan transportasi telur dari indung telur ke rahim. Serta adanya perlengketan dan proses peradangan mengganggu proses pembuahan oleh sperma. Semakin lama penyakit ini diderita, semakin sulit untuk hamil. Meskipun demikian, kehamilan masih mungkin terjadi, hanya saja mungkin memerlukan waktu dan pengobatan yang memadai. Dokter biasanya menganjurkan agar penderita endometrosis  yang baru menikah untuk tidak menunda kehamilan. Berbagai keluhan yang terjadi sebaiknya dicatat, tidak hanya nyeri pinggang, namun juga nyeri yang terjadi di tempat lain (karena berhubungan dengan lokasi bercak endometriosis). Pencatatan ini perlu bagi dokter untuk menentukan diagnosis dan kemungkinan komplikasi yang terjadi Diagnosis Pemeriksaan yang dilakukan untuk menemukan ada tidaknya endometriosis adalah : pemeriksaan pelvis dan pemeriksaan ultrasonografi. Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada panggul termasuk kista ataunya adanya perlengketan pada rahim (uterus). Namun pemeriksaan utama untuk memastikan endometriosis dengan tindakan laparaskopi diagnostik. Dimana laparaskopi merupakan tindakan bedah minimal invasif dengan pembiusan untuk melihat lokasi, luas serta menentukan stadium endometriosis dan juga dapat untuk terapi.   Pengobatan Pengobatan endometriosis banyak pilihannya namun belum ada yang dapat secara pasti menyembuhkan. Biasanya  dilakukan pengobatan untuk mengatasi nyeri, dengan pemberian anti nyeri oral. Dan bila rasa nyeri sudah tidak dapat diatasi sebaiknya penderita berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan terapi yang lebih adekuat.  Selain itu dapat dilakukan pemberian pengobatan hormonal untuk menghentikan ovulasi (pengeluaran sel telur) sehingga mengurangi gejala nyeri yang terjadi dan dapat meminimalkan bercak endometriosis yang ada. Jenis hormon yang diberikan diantaranya adalah analog gonadotropin releasing hormone (Gn-RH), danazol, dan obat hormon lainnya.  Untuk mengatasi masalah kesuburan pada endometriosis ringan sedang dapat dilakukan pengobatan pemicu (merangsang) ovulasi,  misalnya dengan pemberian clomiphene atau gonadotropins dan melakukan hubungan pada saat subur dalam siklus menstruasi. Jika dengan pengobatan tersebut tidak di dapatkan hal yang memuaskan, maka tindakan pembedahan dapat menjadi satu pilihan.    Tindakan pembedahan Tindakan ini pembedahan untuk pengobatan endometriosis dapat berupa tindakan pembedahan konvensional dan laparoskopi. Terapi ini bertujuan untuk menghilangkan pertumbuhan sel endometrium dengan membakar bercak endometriosis serta membebaskan perlengketan pada rongga rahim serta melakukan patensi tuba. Untuk penderita endometriosis berat agar didapatkan angka kehamilan yang tinggi dianjurkan untuk melakukan laparaskopi serta pemberian Gn-RH analog selama 3 sampai 6 bulan baru dilakukan pemicu ovulasi. Jika semua metode pengobatan tidak mendapatkan hasil, cara lain yang masih tersedia adalah bayi tabung atau pembuahan di luar rahim.  Pada kasus endometriosis berat dengan keluhan nyeri yang amat sangat, mungkin saja diperlukan tindakan pengangkatan rahim (histerektomi) dan kedua indung telur. Tindakan ini memang cukup efektif dalam mengatasi endometrosis, namun merupakan pilihan terakhir jika terapi lain tidak dapat mengatasi gejala, dan dilakukan pada wanita yang sudah punya anak dan tidak lagi berencana memiliki keturunan.  Masalah psikologis juga perlu mendapatkan perhatian. Nyeri yang muncul akan sangat mengganggu, membuat penderita tidak bisa bekerja atau melakukan aktivitas lainnya dengan optimal. Nyeri yang berulang dapat membuat penderita depresi, sehingga diperlukan kesiapan mental bagi penderita untuk menghadapi masalah ini. Dan pada kasus-kasus yang berat dapat dilakukan hipnoterapi maupun konsultasi dengan psikiater. (dr. Ichnandy A. Rachman, SpOG.)
 31 Jan 2019    11:00 WIB
Endometriosis, Si Penyebab Nyeri Haid!
Endometriosis merupakan penyakit kornik. Endometriosis merupakan pertumbuhan jaringan dinding rahim di luar rahim. Endometriosis dapat tumbuh pada indung telur, saluran telur, dinding luar rahim, usus, atau berbagai organ lain di dalam perut. Pada kasus yang jarang, endometriosis juga dapat menyebar hingga ke luar perut. Saat seorang wanita yang menderita endometriosis mengalami menstruasi, maka endometriosis juga akan mengalami pertumbuhan, kehancuran, dan perdarahan seperti halnya dinding rahim saat menstruasi. Keadaan inilah yang membuat penderita merasakan nyeri perut beberapa hari sebelum waktu menstruasi dan nyeri ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya saat menstruasi selesai. Akan tetapi, bila endometriosis tumbuh di area tubuh yang sensitif, maka hal ini dapat menyebabkan nyeri konstan atau nyeri saat melakukan beberapa aktivitas seperti saat berhubungan intim, berolahraga, atau pergerakan usus. Beberapa orang wanita yang menderita endometriosis dapat tidak mengalami gejala apapun. Sementara sejumlah wanita lainnya mungkin akan mengalami gejala ringan hingga berat atau bahkan mengalami kemandulan. Sayangnya, tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk memprediksi apakah endometriosis akan semakin memburuk, membaik, atau tetap sama hingga seorang wanita memasuki masa menopause.   Gejala Endometriosis Sejumlah wanita yang menderita endometriosis dapat tidak menunjukkan gejala apapun. Tetapi, sejumlah wanita lainnya mungkin dapat mengalami gejala ringan hingga berat. Gejala endometriosis yang biasa ditemukan adalah: Nyeri yang dapat berupa nyeri panggul, kram perut hebat saat menstruasi, nyeri pinggang 1-2 hari sebelum menstruasi dimulai (atau lebih cepat), nyeri saat berhubungan intim, nyeri di daerah anus, dan nyeri perut saat ada pergerakan usus Gangguan kesuburan Perdarahan abnormal, seperti adanya darah di dalam air kemih atau tinja, perdarahan per vaginam di sebelum masa menstruasi dimulai, dan perdarahan per vaginam paska hubungan intim Berbagai gejala ini paling sering memburuk tepat sebelum dan selama masa menstruasi berlangsung. Gejala biasanya akan membaik saat masa menstruasi selesai. Akan tetapi, sejumlah wanita, khususnya para remaja, dapat mengalami nyeri di sepanjang waktu. Ada beberapa gangguan kesehatan lain yang dapat menimbulkan gejala yang sama dengan endometriosis. Gangguan kesehatan lain tersebut adalah menstruasi yang memang nyeri, adenomiosis, dan mioma uteri.   Gangguan Kesuburan Sekitar 20-40% wanita yang mengalami gangguan kesuburan atau kemandulan menderita endometriosis. Hingga kini para ahli masih tidak mengetahui secara pasti mengapa endometriosis dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Para ahli menduga hal ini mungkin disebabkan oleh 2 hal, yaitu: Dapat terbentuk jaringan parut pada daerah tempat endometriosis tumbuh dan perubahan bentuk atau fungsi indung telur, saluran telur, atau rahim Endometriosis dapat mengubah susunan zat kimia dan hormon di dalam cairan yang mengelilingi organ di dalam rongga perut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan siklus menstruasi atau mencegah terjadinya kehamilan   Gangguan Indung Telur Komplikasi yang paling sering ditemukan pada endometriosis adalah terbentuknya kista pada indung telur. Kista berisi darah ini biasanya disebut dengan kista endometrial. Ukuran kista ini dapat bervariasi mulai dari 1 mm hingga lebih dari 8 cm. gejala kista indung telur ini biasanya sama dengan gejala endometriosis. Selain itu, resiko terjadinya kanker indung telur sedikit lebih tinggi pada wanita yang menderita endometriosis. Kanker indung telur jenid ini paling sering ditemukan pada wanita yang berusia lebih dari 60 tahun.   Baca juga: 5 Penyebab Paling Umum Nyeri Panggul Pada Wanita Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 14 Oct 2015    09:00 WIB
Pengobatan Nyeri Panggul Kronik
Nyeri panggul kronik dapat disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan, yang bahkan tidak berhubungan dengan daerah panggul. Berbagai gangguan kesehatan tersebut adalah: Endometriosis yaitu adanya jaringan dinding rahim di luar rahim Sistitis interstitial yaitu suatu jenis infeksi pada kandung kemih Vulvodynia yaitu rasa nyeri pada daerah vulva yang penyebabnya tidak diketahui Penyakit inflamasi pelvis Irritable bowel syndrome Jaringan parut paska pembedahan abdomen (perut) Fibromialgia Sindrom kelelahan kronik Beberapa penelitian juga menduga bahwa wanita yang mengalami kekerasan fisik atau seksual juga memiliki resiko mengalami nyeri panggul kronik. Wanita yang mengalami nyeri panggul kronik mungkin tidak menunjukkan adanya kelainan apapun pada pemeriksaan fisik. Berdasarkan International Pelvic Pain Society, seseorang diduga menderita nyeri panggul kronik bila: Nyeri panggul kronik telah berlangsung selama setidaknya 6 bulan Pengobatan hanya sedikit mengurangi gejala Nyeri yang terjadi melebihi kerusakan jaringan yang terjadi Adanya gangguan kesehatan lain yang berhubungan dengan depresi, seperti gangguan tidur, penurunan nafsu makan, konstipasi, dan lambatnya pergerakan Aktivitas fisik sangat terbatas Perubahan fungsi atau peran penderita dalam keluarga Seorang ahli menduga bahwa nyeri panggul kronik ini diduga akibat adanya peningkatan sensitivtas sel-sel yang menghantarkan impuls nyeri. Seorang ahli lainnya mengatakan bahwa nyeri panggul kronik disebabkan oleh suatu proses inflamasi atau peradangan. Pengobatan terhadap peradangan ini dapat membuat gejala berkurang. Ia juga mengatakan bahwa nyeri panggul kronik juga berhubungan dengan konsumsi gula dan alergi terhadap jamur kulit.   Pengobatan Nyeri Panggul Kronik Pengobatan nyeri panggul kronik dapat dilakukan melalui pemberian obat anti epilepsi. Selain itu, penanganan depresi dengan pemberian obat anti depresi juga berperan dalam mengurangi rasa nyeri dan toleransi penderita terhadap nyeri. Jika rasa nyeri masih dapat diatasi dengan obat anti nyeri lainnya, maka sebaiknya anda tidak menggunakan obat golongan opioid karena bahaya efek sampingnya berupa ketergantungan dan juga dapat menyebabkan timbulnya nyeri panggul kronik. Olahraga teratur dapat membantu mengurangi rasa nyeri yang anda alami. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai jenis olahraga apa yang boleh anda lakukan dan berapa lama. Bila nyeri panggul kronik ini berhubungan dengan reaksi alergi, maka menghindari berbagai jenis makanan yang menyebabkan timbulnya alergi dapat membantu. Beberapa jenis makanan yang dapat menimbulkan reaksi alergi adalah gandum, kedelai, jagung, beras, dan ragi. Selain itu, beberapa kasus vulvodynia seringkali disebabkan oleh adanya alergi terhadap jamur pada kulit. Selain pengobatan untuk mengurangi nyeri, juga diperlukan terpai perilaku kognitif, terapi stress, dan relaksasi untuk membantu mengatasi depresi dan trauma yang mungkin pernah dialami oleh penderita dan menimbulkan nyeri panggul kronik. Baca juga: Mengatasi Bibir Pecah-pecah  Sumber: webmd