Your browser does not support JavaScript!
 16 Apr 2021    20:00 WIB
Menaklukkan Ejakulasi Dini
Ejakulasi dini merupakan masalah yang banyak dialami dan sangat mempengaruhi pria. Tetapi kebanyakan pria menolak untuk membicarakannya dan memilih untuk menyimpannya sendiri. Hal ini bisa mengakibatkan stress, emosional dan masalah psikologis, juga gangguan kepercayaan diri. Terdapat beberapa penyebab ,masalah ejakulasi dini, mungkin menyangkut masalah psikologis maupun fisik. Artikel ini akan membahas bagaimana Anda dapat mengalahkan masalah ejakulasi dini ini. Beberapa studi menunjukkan bahwa 1 dari  pria memiliki masalah ejakulasi dini. Jika Anda salah satunya, coba untuk mengikuti tips berikut: Masturbasi Jika Anda ingin bertahan lebih lama di tempat tidur, lakukan masturbasi 1 jam sebelumnya, hal ini akan memperlambat ejakulasi Anda.   Menunda penetrasi Saat Anda memulai berhubungan, konsentrasinya pada foreplay dan hindari penetrasi paling tidak untuk 15 menit. Hal ini akan memperlambat ejakulasi dan pasangan Anda juga dapat memperoleh orgasme melalui stimulasi oral.   Latihan kegel Berlatih kegel tidak hanya bermanfaat untuk wanita untuk memperkuat otot-otot pelvisnya, tetapi juga dapat membantu pria menunda ejakulasi karena latihan kegel memperkuat otot pubococcygeus yang berkontraksi saat pria orgasme. Jadi jika Anda rajin berlatih kegel, Anda dapat memperlambat ejakulasi.   Berlatih tehnik meremas Saat Anda merasa akan ejakulasi, mundurlah dan minta pasangan Anda untuk meremas bagian kepala dari penis sekitar 30 menit. Kemudian Anda bisa mulai berhubungan kembali. Hal ini juga dapat menunda proses ejakulasi Anda.   Baca Juga: Sering Mengalami Ejakulasi Dini? Coba Tips Ini Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthmeup
 08 Mar 2021    20:00 WIB
Ingin Mencapai Orgasme? Coba Kiat Berikut
Ingat memperpanjang waktu ejakulasi Anda dan mendapatkan orgasme membutuhkan beberapa imajinasi dan usaha dari masing-masing pasangan. Jika Anda mampu menahan sedikit maka ada peluang untuk mencapai orgasme yang sempurna. Berikut adalah kiat yang dapat Anda ikuti untuk mendapatkan orgasme yang sempurna: Jangan lupakan satu hal yang paling penting yaitu foreplay. Apabila Anda menghabiskan waktu yang cukup untuk melakukan foreplay maka Anda akan mendapatkan orgasme yang menakjubkan Untuk Anda yang melakukan hubungan intim jangan terlalu terburu-buru dalam melakukannya, Anda dapat beristirahat dan berbaring selama satu atau dua menit. Foreplay berarti berciuman, memijat dan membelai bagian tubuh yang berbeda. Kedua pasangan harus berpartisipasi dan untuk pertama salah satu pasangan melakukannnya terlebih dahulu dan kemudian melakukannya secara bersamaan. Masukkan ke dalam vagina bila vagina pasangan Anda sudah sepenuhnya "basah" dan siap untuk dilakukan penetrasi. Bermain dengan puting payudara dan mengisap lembut puting dan payudara dapat membuat wanita lebih mudah terangsang, sehingga membuat vagina cepat terlubrikasi dan siap untuk melakukan hubungan seks Seks oral dapat merangsang alat kelamin wanita dan membuatnya siap untuk beraksi Lakukan hubungan intim dengan berbagai posisi yang berbeda Setelah Anda melakukan penetrasi kedalam vagina. Gesekkan kepala penis kepada klitoris wanita beberapa kali untuk terus merangsang pasangan Anda Apabila Anda merasa sudah siap untuk ejakulasi usahakan memperlambat beberapa detik. Berdiam sebentar, ubah posisi Anda apabila perlu Posisikan pasangan (wanita) diatas, kemudian belai tubuhnya untuk membuatnya kembali bersemangat Saran kami untuk Anda dan pasangan bereksperimenlah dan mencari tahu apa yang terbaik bagi Anda dan pasangan. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan seksual terbaik berlangsung antara 7 dan 13 menit. Semakin banyak waktu yang Anda habiskan untuk foreplay semakin tinggi kemungkinan mendapatkan orgasme yang sempurna.   Sumber: medindia
 01 Mar 2021    10:00 WIB
Sulit Orgasme? Coba Tips Ini!
Selain dapat memberikan kepuasan, orgasme ternyata juga dapat membantu menguatkan dan menjaga hubungan yang sehat di antara suami dan istri. Akan tetapi, apa jadinya bila Anda dan pasangan justru tidak dapat mencapai orgasme pada saat yang bersamaan? Di bawah ini terdapat beberapa tips yang mungkin dapat membantu Anda dan pasangan mencapai orgasme secara bersamaan dan membuat hubungan Anda dan pasangan menjadi lebih intim. ALIHKAN SENTUHAN KE ARAH LAIN Jangan terlalu buru-buru ingin menjalankan "tugas" Anda sebagai pasangan atau terlalu memanjakan pasangan. Sebab, cara ini justru bisa membuatnya lebih cepat mencapai klimaks. Lebih baik alihkanlah sentuhan Anda ke titik sensitif lainnya pada tubuh pasangan Anda seperti daerah dada, punggung, lengan, atau area sensitif lainnya. Lakukanlah foreplay yang lebih lama sehingga Anda maupun pasangan dapat sama-sama menikmati sentuhan yang diberikan satu sama lain. Selain itu, foreplay juga dapat membantu Anda dan pasangan menjadi lebih bergairah sehingga kepuasan yang diperoleh saat orgasme pun lebih maksimal. MULAI LEBIH DULU Karena seorang wanita membutuhkan waktu yang lebih lama dari seorang pria untuk dapat mencapai orgasme, maka mintalah pada pasangan Anda untuk melakukan foreplay terlebih dahulu sehingga Anda pun merasa bergairah. Setelah itu, Anda dapat mencoba posisi bercinta wanita di atas (woman on top) sehingga Anda pun dapat mengendalikan kecepatan gerakan dan kedalaman penetrasi penis. STIMULASI ORAL Singkirkan pikiran bahwa orgasme yang sempurna hanya bisa dicapai melalui penetrasi seksual. Bagi seorang wanita, orgasme dapat dicapai dengan berbagai cara, termasuk melalui sentuhan dan seks oral. SESUAIKAN RITME Kadangkala, penyebab mengapa sepasang suami istri tidak dapat mencapai orgasme pada waktu yang bersamaan adalah karena irama bercinta yang dilakukan tidak sejalan, misalnya pasangan terlalu cepat atau justru terlalu lambat. Oleh karena itu, belajarlah untuk menyeimbangkan irama Anda dan pasangan saat bercinta untuk memperoleh hasil yang maksimal. Sumber: huffingtonpost
 30 Dec 2020    18:00 WIB
Kenali Gejala Ejakulasi Dini
Ejakulasi dini terjadi saat seorang pria mengalami ejakulasi yang terlalu cepat saat berhubungan seksual. Ejakulasi dini adalah permasalahan seksual yang sering dialami. Diperkirakan sebanyak 1 dari 3 pria mengalami ejakulasi dini dalam beberapa waktu. Apabila seseorang mengalami ejakulasi dini tidak terlalu sering, hal ini tidak perlu dikuatirkan. Namun bila terjadi terus menerus hal ini yang harus diperhatikan. Apa saja kriteria diagnosa ejakulasi dini: Selalu atau hampir selalu mengalami ejakulasi dalam waktu satu menit melakukan penetrasi. Hampir selalu tidak dapat menunda ejakulasi selama berhubungan seksual  Merasa tertekan dan frustasi dan akhirnya cenderung menghindari untuk berhubungan seksual. Faktor psikologis dan biologis dapat mempengaruhi terjadinya ejakulasi dini. Meskipun banyak pria merasa malu untuk berbicara mengenai hal ini. Ejakulasi dini adalah kondisi yang sering dialami oleh pria dan dapat diatasi. Obat-obatan, konseling dan teknik seksual dapat mengatasi ejakulasi dini dan dapat meningkatkan kehidupan seksual Anda dengan pasangan. Gejala utama dari ejakulasi dini adalah ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi selama lebih dari satu menit setelah penetrasi. Namun masalah ejakulasi dini tidak hanya terjadi selama saat berhubungan seksual namun juga bisa terjadi saat masturbasi. Baca juga: Sulit Mencapai Ereksi, Apa Penyebabnya? Ejakulasi dini dapat diklasifikasikan:  Primer Sekunder (didapat)  Ejakulasi dini yang primer adalah ejakulasi dini yang dialami seorang pria hampir setiap atau setiap akan melakukan hubungan seksual.  Ejakulasi dini sekunder (yang didapat) adalah keadaan dimana seorang belum pernah mengalami ejakulasi dini pada awalnya kemudian mengalami ejakulasi dini saat berhubungan seksual. Apabila Anda mempunyai masalah ejakulasi dini dan hal ini sudah mengganggu kehidupan Anda. Anda dapat segera melakukan konsultasi kepada dokter. Bicarakan dengan dokter Anda jika Anda mengalami ejakulasi lebih cepat dari yang Anda inginkan hampir setiap melakukan hubungan seksual.  Yang sering terjadi adalah pria sering merasa malu saat membahas masalah kesehatan seksual, tapi jangan biarkan hal ini mencegah Anda berbicara dengan dokter Anda. Karena Ejakulasi dini adalah masalah yang sering terjadi  dan dapat diobati.   Bagi sebagian pria, percakapan dengan dokter dapat membantu meringankan rasa kekhawatiran tentang ejakulasi dini. Sebagai contoh, seseorang akan merasa lebih tenang apabila sudah mendengar bahwa saat melakukan hubungan seksual sampai terjadinya ejakulasi sekitar lima menit masih dianggap normal. Baca juga: Ingin Ereksi Semakin Maksimal? Ini Caranya! Sumber: mayoclinic
 24 Nov 2020    17:00 WIB
Fakta Menarik Tentang Orgasme Pada Pria
Banyak hal tentang orgasme pria yang tidak diketahui semua orang. Tak sedikit anggapan yang mengatakan bahwa orgasme pada pria sama dengan ejakulasi. Selain itu, pria juga dikatakan tidak dapat merasakan multiple orgasme atau kembali orgasme setelah mencapai klimaks. Apa benar? Berikut fakta-fakta menarik tentang orgasme pria yang harus diluruskan: - Ejakulasi Orgasme pada pria tidak sama artinya dengan mendapat ejakulasi atau tidak. Orgasme adalah sensasi yang dirasakan saat mencapai puncak dari kenikmatan. Yang sering diikuti dengan ejakulasi. Ejakulasi sendiri artinya pelepasan cairan semen. Tetapi tetap harus dicacat jika pria tetap dapat merasakan orgasme walaupun tidak diikuti ejakulasi. - Multiple orgasmeMultiple orgasme biasanya dihubungkan dengan wanita, tetapi 15-20% pria juga dilaporkan dapat mengalami multiple orgasme. Memang masih diperlukan penelitian selanjutnya tentang tehnik mendapatkan multiple orgasme tanpa diikuti ejakulasi. - Waktu pemulihanSeorang pria memerlukan waktu untuk pulih, misalnya dengan tidur, sebelum dapat kembali beraksi. Hal tersebut memang sangat bergantung pada usia, tingkat kesehatan dan olahraga. Periode waktu yang diperlukan juga cukup bervariasi, mulai dari beberapa menit sampai beberapa jam bahkan lebih. - Ejakulasi diniPernahkah Anda berpikir seberapa singkatkah yang termasuk ejakulasi dini? Menurut konsensus yang diterbitkan di the International Society for Sexual Medicine definisi ejakulasi dini adalah "ejakulasi yang selalu atau hampir selalu terjadi sebelum atau dalam waktu sekitar satu menit." Tetapi the International Classification of Diseases (ICD-10) memotong waktunya hanya 15 detik dihitung dari dimulainya hubungan seksual. - G-spot G-spot tidak hanya dimiliki oleh wanita. Prostat pria juga dapat berfungsi sebagai G-spot. - Orgasme singkatWalaupun pria lebih sering mencapai orgasme dibanding wanita, orgasme pada pria berlangsung lebih singkat dibanding orgasme pada wanita. Rata-rata pria mengalami orgasme selama 10-15 detik. - MasturbasiRekor dunia untuk waktu terlama yang dihabiskan seorang pria untuk masturbasi adalah delapan jam tigapuluh menit. Sumber: healthmeup
 13 Nov 2020    21:00 WIB
Ejakulasi Dini? Sini teh sama Mak Erot aja!
Masalah disfungsi seksual seperti ejakulasi dini terus menghantui para pria. Hal ini terbukti dari banyaknya pasien yang mendatangi cucu Mak Erot di Sukabumi, yaitu Haji Syahrudin. Mari kita bahas terlebih dahulu mengenai ejakulasi dini. Ejakulasi dini terjadi saat seorang pria mengalami ejakulasi yang terlalu cepat saat berhubungan seksual. Diperkirakan 1 dari 3 pria mengalami ejakulasi dini dalam beberapa waktu.   Gejala utama dari ejakulasi dini adalah ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi selama lebih dari satu menit setelah penetrasi. Namun masalah ejakulasi dini tidak hanya terjadi selama saat berhubungan seksual namun juga bisa terjadi saat masturbasi. Apabila seseorang mengalami ejakulasi dini tidak terlalu sering, maka hal ini tidak perlu dikhawatirkan, tetapi bila hal itu terjadi secara terus menerus maka perlu diperhatikan. Ejakulasi dini sendiri dibagi menjadi dua klasifikasi yaitu: Ejakulasi dini primer dan ejakulasi dini sekunder. Ejakulasi dini yang primer adalah ejakulasi dini yang dialami seorang pria hampir setiap atau setiap akan melakukan hubungan seksual. Ejakulasi dini sekunder adalah keadaan dimana seorang belum pernah mengalami ejakulasi dini pada awalnya kemudian mengalami ejakulasi dini saat berhubungan seksual.   Nah, untuk menangani pasien dengan keluhan ejakulasi dini ini, Haji Syahrudin kerap melakukan terapi pijat saraf. Pemijatan dimulai dari pangkal paha, pangkal penis sampai ke bokong pasien. Tak berhenti sampai situ, Haji Syahrudin juga menyiapkan sebuah ramuan yang harus diminum oleh pasien. Hasilnya? Pasien yang telah menjalani terapi pijat saraf dan meminum ramuan Haji Syahrudin selang selama 2-3 hari sudah bisa merasakan manfaatnya, yang sebelumnya hanya sesaat dan kini ejakulasi bisa 5 hingga 10 menit. Namun, hal itu tergantung pada kondisi vitalitas pasien masing-masing. Selain menjalani terapi, Haji Syahrudin juga memberikan beberapa tips agar pria bisa menghindari ejakulasi dini, antara lain:   Jangan terburu-buru Tak perlu grasak-grusuk ya. Nikmatilah foreplay (pemanasan) Anda dan pasangan hingga benar-benar mencapai 'puncak' baru lakukan penetrasi. Lakukan latihan pernafasan Dengan cara ini akan membuat Anda terhindar dari berbagai macam ketegangan otot, karena ketegangan dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Buatlah diri Anda merasa santai dan percaya diri sehingga dapat mengontrol emosi Anda. Bagi Anda yang ingin berkonsultasi Anda bisa mengunjungi laman Klinik Mak Erot. Pertanyaan Anda akan langsung dijawab oleh Haji Syahrudin.
 27 Oct 2020    21:00 WIB
Ladies Lakukanlah Hal Ini Jika Pria Sulit Ejakulasi
Setiap pasangan yang berhubungan intim tentu ingin mencapai big O. Namun bagaimana bila sudah melakukan hubungan seks yang lama tetapi tidak juga mencapai klimaks. Akhirnya kedua pasangan merasa lelah, gairah seks menurun dan gagal mencapai klimaks. Hal ini bisa membuat Anda dan pasangan tentu merasa kecewa. Tanda pria mencapai klimaks adalah keluarnya cairan air mani dari penis. Untuk Anda para wanita, ternyata ada loh usaha yang bisa Anda lakukan untuk membantu suami Anda agar bisa mencapai klimaks. Ayo disimak! 1.      Merangsangnya dengan lembut Untuk membantu suami mencapai klimaks maka Anda bisa merangsangnya dengan lembut. Bisikan ke telinganya kata-kata mesra, hembuskan napas dan tentu saja mendesah seksi. Selain berdesah Anda bisa mengecup dan mencium tubuh suami dengan bibir Anda yang lembut jangan lupakan sentuhan tangan pada titik-titik sensitif pria dan tentu saja Mr. P nya. 2.      Jadi "nakal" dan ‘liar" Anda bisa sesekali menservis pasangan dengan melakukan sesuatu yang nakal dan liar. Misalnya seperti "dirty talk", menepuk bokong, menggigit kuping, menghampirinya saat ia sedang di kamar mandi, saat sedang bekerja dan mengajaknya bercinta secara spontan. Jangan diam saja, buat keeadaan menjadi panas dengan tiba-tiba. Hal ini bisa membuatnya semakin bergairah. 3.      Mencoba gaya baru Hampir sama seperti Kita makan dengan menu yang sama, tentu akan timbul rasa bosan. Sama dengan berhubungan intim. Gaya yang itu-itu saja bisa menimbulkan rasa bosan. Oleh karena itu Anda bisa mencoba gaya-gaya baru dalam melakukan hubungan intim. Di siang hari Anda bisa mengirim pesan-pesan mesra bahwa malam ini akan memberikan kejutan dan melakukan gaya baru. Dijamin dia tidak akan sabar menunggu malam dan ingin segera pulang. 4.      Fantasi Seksual Pria adalah makhluk yang sering berfantasi. Dibandingkan si dia melakukan fantasinya sendiri. Mengapa Anda tidak berusaha mewujudkan fantasi seksualnya. Tanyakan kepadanya, apa yang dia inginkan saat bercinta. Biasanya pria paling suka dengan role play dan Anda harus mampu memerankan peran yang diimpikannya. Seperti keinginannya untuk bercinta dengan sekretaris atau perawat seksi. 5.      Kurangi Masturbasi Ternyata terlalu sering masturbasi dapat berdampak negatif bagi hubungan seksual. Karena saat melakukan masturbasi biasanya pria berfantasi dan saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan asli merasa ada kurang dan tidak sesuai harapan.  Sebagai pasangan, Anda harus bersikap aktif dan jangan berdiam diri dalam kondisi seperti ini. Apabila si dia merasa sulit untuk mengalami ejakulasi, maka ajaklah dia berbicara dan bantu dia untuk menemukan solusi. Semoga cara diatas dapat membantu. Sumber: intimatemedicine
 22 Aug 2019    18:00 WIB
Apa Saja Penyebab Ejakulasi Dini?
Ejakulasi dini adalah suatu keadaan dimana terjadi ketidakmampuan seorang pria mengendalikan ejakulasi agar terjadi sesuai dengan keinginannya. Penyebab pasti ejakulasi dini tidak diketahui. Namun ada faktor psikologis dan biologis yang mepengaruhi terjadinya ejakulasi dini.  Faktor psikologis: Beberapa dokter percaya bahwa pengalaman melakukan hubungan seksual sejak dini dapat membentuk pola yang sulit untuk dirubah di kemudian hari, seperti:  Situasi di mana seseorang bergegas untuk mencapai klimaks untuk menghindari diketahui oleh orang lain.  Perasaan bersalah yang meningkatkan kecenderungan seseorang untuk terburu-buru melakukan hubungan seksual. Faktor lain yang dapat berperan dalam menyebabkan ejakulasi dini meliputi:  Disfungsi ereksi. Pria yang cemas tentang bagaimana mendapatkan atau mempertahankan ereksi selama hubungan seksual dapat mengalami ejakulasi dini, dan hal ini sulit untuk berubah.  Gangguan cemas.  Banyak pria yang memiliki gangguan rasa cemas memiliki masalah ejakulasi dini.  Masalah dengan pasangan. Jika seseorang memiliki hubungan seksual yang memuaskan sebelumnya. Namun akhir-akhir ini terjadi masalah ejakulasi dini. Mungkin hal ini bisa disebabkan adanya permasalahan dalam hubungan Anda. Faktor biologis:  Sejumlah faktor biologis dapat menyebabkan ejakulasi dini, termasuk:  Kadar hormon yang abnormal  Tingkat kimia otak/neurotransmiter yang abnormal  Aktivitas refleks dari sistem ejakulasi yang abnormal Penyakit tiroid Peradangan dan infeksi pada prostat (berfungsi untuk mengeluarkan dan menyimpan air mani) atau uretra (saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh) Keturunan Kerusakan saraf dari setelah operasi atau kecelakaan (jarang) Sumber: mayoclinic
 19 Jun 2019    18:00 WIB
Gangguan Seksual Pada Pria (Penyebab, Pengobatan, Pencegahan)
Gangguan seksual atau disfungsi seksual merupakan suatu keadaan di mana terdapat gangguan pada siklus hubungan seksual di mana baik anda maupun pasangan anda tidak memperoleh kepuasan. Siklus hubungan seksual terbagi menjadi empat, yaitu merasa bergairah, puncak gairah, orgasme, dan resolusi.   Penyebab Faktor Fisik Terdapat berbagai gangguan fisik dan kesehatan yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan seksual, seperti diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, gangguan saraf, gangguan keseimbangan hormonal, penyakit kronik seperti gagal ginjal atau gagal hati, alkoholisme, dan penggunaan obat-obatan terlarang. Selain itu, efek samping beberapa jenis obat anti depresi juga dapat mempengaruhi gairah dan fungsi seksual Faktor Psikologis Stress dan cemas akibat pekerjaan, kekhawatiran tentang kemampuan saat berhubungan seksual, adanya masalah dengan pasangan, depresi, rasa bersalah, dan trauma pada hubungan seksual sebelumnya dapat mempengaruhi kehidupan seksual anda.   Siapa yang Beresiko ? Baik pria maupun wanita dapat mengalami gangguans seksual dan dapat terjadi pada usia berapa pun. Akan tetapi, gangguan seksual lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia, yang mungkin disebabkan oleh adanya gangguan kesehatan akibat penuaan. Gangguan seksual yang paling sering terjadi pada pria adalah gangguan ejakulasi, disfungsi ereksi, dan penurunan gairah seksual.   Gangguan Ejakulasi Terdapat tiga macam gangguan ejakulasi yang dapat terjadi pada pria, yaitu: Ejakulasi prematur, yaitu ejakulasi yang terjadi sebelum atau segera setelah penetrasi Ejakulasi tertunda atau terlambat, yaitu membutuhkan waktu yang lama untuk ejakulasi Ejakulasi retrograd, yaitu ejakulasi yang masuk ke dalam kandung kemih, bukan ke dalam uretra ataupun penis. Pada beberapa kasus, ejakulasi prematur dan tertunda dapat disebabkan oleh faktor psikologis, termasuk agama yang menganggap bahwa hubungan seksual adalah dosa atau kurangnya ketertarikan terhadap pasangan atau adanya trauma akibat suatu kejadian tertentu. Ejakulasi premature seringkali disebabkan oleh kekhawatiran mengenai kemampuan anda saat berhubungan seksual. Beberapa jenis obat (obat anti depresi) dan cedera pada medulla spinalis maupun punggung dapat menyebabkan kerusakan saraf dan mengakibatkan gangguan ejakulasi. Ejakulasi retrograd biasanya terjadi pada pria penderita diabetes yang mengalami neuropati diabetikum (kerusakan saraf). Hal ini disebabkan oleh gangguan pada saraf di dalam kandung kemih dan leher kandung kemih yang menyebabkan ejakulasi dapat mengalir ke kandung kemih. Selain itu, ejakulasi retrograd dapat terjadi setelah tindakan pembedahan pada leher kandung kemih atau prostat atau perut.   Disfungsi Ereksi Disfungsi ereksi atau impoten merupakan ketidakmampuan untuk membentuk atau mempertahankan ereksi cukup lama untuk berhubungan seksual. Penyebab disfungsi ereksi adalah berbagai penyakit yang menyebabkan gangguan aliran darah, seperti aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah), gangguan saraf, gangguan psikologis (stress, depresi, dan kekhawatiran mengenai kemampuan saat berhubungan seksual), dan cedera pada penis. Selain itu, penyakit kronik, beberapa jenis obat, dan penyakit Peyronie (terbentuknya jaringan parut pada penis) juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.   Penurunan Gairah Seksual Penurunan atau hilangnya gairah seksual merupakan suatu keadaan di mana terjadinya penurunan gairah atau minat akan aktivitas seksual. Penurunan gairah seksual ini dapat diakibatkan baik oleh faktor fisik maupun psikologis, serta rendahnya kadar hormon testosteron. Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan penurunan gairah seksual adalah: Rasa cemas dan depresi Penyakit kronik seperti diabetes dan tekanan darah tinggi Obat-obat tertentu seperti obat anti depresi Adanya masalah dengan pasangan   Pengobatan Berbagai gangguan seksual ini dapat diatasi dengan penanganan tepat pada gangguan fisik maupun psikologis yang menyebabkannya. Pengobatan yang dapat dilakukan bervariasi tergantung pada penyebabnya, mulai dari penghentian obat-obatan tertentu, penggunaan obat-obatan tertentu, terapi pengganti hormon, dan terapi psikologis untuk mengatasi permasalahan psikologis. Keberhasilan pengobatan gangguan seksual juga tergantung pada penyebabnya. Gangguan seksual ringan akibat stress, rasa takut, atau cemas seringkali dapat ditangani dengan konseling, edukasi, dan perbaikan komunikasi di antara pasangan.   Pencegahan Walaupun gangguan seksual tidak dapat dicegah, akan tetapi pencegahan terhadap penyebabnya dapat membantu anda terhindar dari berbagai gangguan seksual ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah: Konsumsilah obat sesuai dosis yang diberikan oleh dokter anda Kurangi konsumsi alkohol anda Berhenti merokok Atasi setiap permasalahan emosional maupun psikologis seperti stress, depresi, dan rasa cemas Perbaiki dan tingkatkan komunikasi anda dengan pasangan anda Segera hubungi dokter anda bila mengalami gangguan fungsi seksual berulang untuk memperoleh penanganan secepatnya.   Sumber: webmd