Your browser does not support JavaScript!
 18 Jan 2021    13:00 WIB
Puaskan Wanita dengan Tiga Teknik Seks Oral
Di zaman sekarang ini, seks oral bukanlah suatu hal yang hanya dapat dinikmati oleh para kaum Adam saja. Sekarang ini, para wanita pun telah dapat menikmatinya. Bila sang pria dapat melakukannya dengan cara yang tepat, maka seorang wanita pun pasti akan dapat mencapai klimaksnya alias orgasme. Di bawah ini, Anda dapat melihat 3 teknik seks oral yang pasti dapat membuat si dia bertekuk lutut! REVERSE HUG Teknik seks oral yang satu ini sayangnya hanya dapat dilakukan oleh pasangan yang memiliki bentuk tubuh ramping. Cara melakukannya adalah tidurlah terlentang (sang pria), kemudian mintalah pasangan Anda untuk tidur di terlentang di atas Anda, dengan posisi kepala dan pundak pada tempat tidur, sementara punggung pada dada dan perut Anda. Setelah itu, sanggalah kepala pasangan Anda sehingga lehernya tidak terlalu pegal, kemudian peluklah perutnya dan arahkan wajah Anda ke Miss V pasangan Anda dan lakukanlah aksi Anda. DOGGY GREET Teknik seks oral yang satu ini sebenarnya merupakan kombinasi antara seks oral dan doggy style. Untuk melakukannya, awalilah aksi Anda dengan melakukan hubungan seks dengan posisi doggy style, kemudian saat pasangan tampak hampir mencapai orgasme, keluarkanlah Mr. P Anda kemudian lanjutkan dengan seks oral di daerah klitorisnya hingga pasangan Anda mencapai orgasme. Lakukanlah gerakan ini berulang kali (antara penetrasi penis dan seks oral) dan pasangan Anda pun akan mencapai orgasme berulang kali. UNDER THE SINK Untuk melakukan teknik seks oral yang satu ini, mintalah pasangan Anda untuk berjongkok pada salah satu sisi ranjang Anda, kemudian baringkanlah tubuh Anda (posisi terlentang), dengan posisi kepala Anda tepat di bawah Miss V pasangan, kemudian lakukanlah aksi Anda. Pada posisi ini, pasangan Anda dapat dengan bebas mengatur posisi tubuhnya sehingga ia pun dapat memperoleh kenikmatan yang diinginkannya. Baca juga: 10 Posisi Seks Terbaik Untuk Menstimulasi Klitoris Sumber: sheknows
 15 Jan 2021    17:00 WIB
Seks Bukan Hanya Sekadar Rutinitas
Saat ini, peran seorang istri telah bergeser. Kalau dulu, mereka cenderung berada di rumah dan waktunya habis mengurus rumah tangga sambil menunggu suami pulang kerja. Tapi sekarang, rata-rata istri ikut bekerja, entah di rumah maupun kantoran.  Dalam kondisi itu, istri menghadapi dua isu: tidak memprioritaskan suami, dan lupa memperhatikan diri sendiri. Soal isu pertama, itu karena waktu istri terbagi karena kalau sudah jadi wanita karir ada tanggung jawab yang harus jalani. Hingga saat suami pulang ke rumah, dia sudah dalam kondisi capek. Lalu, saat melayani suami pun jadi kurang maksimal. Soal isu kedua, itu karena kita sudah banyak sekali yang harus diperhatikan. Efeknya, kita hanya fokus pada soal fisik, seperti sulam alis, tanam bulu mata. Hingga kita lupa menjaga yang paling basic, yakni organ kewanitaan kita. Padahal sudah atau belum menikah, organ itu adalah investasi yang dijaga. Tetapi, kita seringkali lupa. Dari kedua isu itu, yang wajib jadi perhatian ialah isu pertama. Psikolog Ajeng Raviando, M.Psi, menyatakan, karena biasanya stamina istri terkuras saat sudah di rumah. Hingga saat suami mengajak berhubungan seks, tak sedikit istri yang menolak, atau sekalipun menerima ajakan tidak bergairah saat diranjang. Dampaknya, kenikmatan seks jadi tidak terasa bagi suami, dan suami tidak merasa dilayani. Padahal, seharusnya hubungan intim menjadi aktivitas yang membahagiakan dan ditunggu-tunggu pasangan. "Yang namanya sex must be fun and rude. Tapi kadang kalau orang merasa sudah punya anak, sudah nikah belasan tahu hingga mikir ‘aduh, mau apa lag sih?’. Harus diingat, seks itu bukan cuma urusan fisik. Tapi melibatkan emosional satu sama lain. Nah di zaman sekarang, istri itu kan sibuk kerja dan sibuk kesana-kemari, banyak wanita yang menganggap seks jadi rutinitas saja. Sementara suami mikirnya ‘ kok ya nggak ada variasi sih’. Ini bahaya sekali," ungkapnya. Mengapa? Keputusan menikah itu niatnya sekali untuk seumur hidup. Tetapi kalau memandang seks cuma rutinitas, hal itu bisa membuat emosional dengan pasangan menurun. Sementara kalau ingin hubungan langgeng, kita harus menjaga atau meningkatkan gairah satu sama lain. Karena menjaga hubungan bukan cuma di awal pernikahan tapi sepanjang usia. "Nah, kalau hubangan intim nggak dijaga tapi kita nolak dengan berbagai alasan, itu bisa membuat hubungan akhirnya jadi 'dingin'. Karena jadi dingin, akhirnya gak nyaman. Nggak ada sentuhan, belaian, dan keintiman. Nanti malah suami kita nyari kenyamanan di ‘tempat lain’, mau memang kaya gitu? Inilah yang sangat krusial dalam pernikahan," pungkas Ajeng. Baca juga: Hubungan Seks, Idealnya Berapa Kali dalam Seminggu? Sumber: Herworld
 13 Jan 2021    19:00 WIB
7 Alasan Mengapa Wanita Suka Berpura-pura Orgasme
1.  Enggan Menjelaskan Mengapa Orgasme Tidak TercapaiBanyak wanita enggan menjawab pertanyaan pasangannya mengenai mengapa mereka tidak mencapai orgasme. Pada kenyataannya, bagi banyak wanita, orgasme bukanlah hal yang mudah untuk dicapai dan mereka pun tidak selalu menginginkannya, akan tetapi bukan berarti wanita tidak menyukai hubungan seksual. Oleh karena itu, daripada harus menjelaskan pada pasangannya mengapa ia tidak dapat mencapai orgasme, maka akan lebih baik bila berpura-pura mencapainya.2.  Takut Kehilangan KendaliBanyak wanita yang mencegah dirinya mencapai orgasme karena tidak ingin dirinya tampak kehilangan kendali dan terlihat jelek atau lemah atau rapuh. Wanita yang takut pasangannya melihat penampilannya yang berantakan, takut terlihat gendut, atau takut pasangannya melihat berbagai hal memalukan lainnya biasanya agak sulit membiarkan dirinya lepas kendali dan mencapai orgasme.3.  Takut Hamil atau Tertular Penyakit Menular SeksualJika pasangan anda takut hamil atau takut tertular penyakit menular seksual, maka kedua hal ini dapat membuatnya sulit memusatkan perhatian pada apa yang sedang dirasakannya, apalagi mencapai orgasme. Pasangan anda membutuhkan sedikit waktu dan lingkungan yang membuatnya merasa aman sehingga dapat membuatnya merasa rileks dan menikmati hubungan seksual tanpa rasa takut. Selain itu, dengan memastikan bahwa anda tidak menderita penyakit menular seksual apapun mungkin dapat membuat pasangan anda merasa lebih tenang dan menikmati hubungan seksualnya dengan anda.4.  Tidak Tahu Bagaimana Cara Mencapai OrgasmeBerbeda dengan pria, para wanita biasanya tidak tahu seperti apa rasa orgasme, apalagi bagaimana cara mencapainya. 5.  Merasa BersalahKadangkala, wanita merasa malu atau takut atau tidak nyaman untuk memberitahukan pada pasangannya mengenai apa yang dapat membuat mereka mencapai orgasme. Tergantung pada bagaimana ia dibesarkan, wanita mungkin akan merasa sangat bersalah atau merasa tidak nyaman saat mencapai orgasme (karena kesenangan yang dirasakannya).6.  Kurangnya StimulasiStimulasi dapat berupa stimulasi mental, fisik, emosional, dan seksual. Bila seorang wanita tidak mendapat stimulasi yang cukup, baik karena ia tidak sedang menginginkan seks atau karena terlalu lelah atau karena berbagai hal lainnya, maka akan lebih mudah bila ia berpura-pura mencapai orgasme untuk segera menyelesaikan hubungan seksnya. 7.  Ingin Cepat SelesaiKurangnya waktu dan rasa lelah akibat kesibukan bekerja, mengurus anak, dan mengurus rumah dapat membuat wanita kekurangan waktu untuk memperhatikan dirinya sendiri. Oleh karena itu, ia mungkin akan berpura-pura mencapai orgasme agar semuanya cepat selesai.Apa yang Harus Dilakukan?Bila anda ingin memastikan bahwa pasangan anda benar-benar mencapai orgasme, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah perhatikan apa yang membuatnya merasa puas atau mencapai orgasme. Bila anda merasa ragu-ragu atau tidak yakin, jangan malu atau ragu untuk bertanya. Jangan samakan pasangan anda dengan wanita yang anda lihat di dalam film porno. Setiap wanita berbeda, termasuk dalam hal apa yang dapat membuatnya bergairah dan mencapai orgasme. Oleh karena itu, jangan kaget saat pasangan anda tidak mencapai orgasme saat anda melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan pria di dalam film porno yang anda tonton. Wanita membutuhkan lebih dari rangsangan seksual untuk membuatnya merasa bergairah dan mencapai orgasme. Bantuan anda, perhatian anda, rasa cinta dan sayang anda, penerimaan anda terhadapnya apa adanya juga mempengaruhi. Satu hal penting yang perlu diingat adalah jangan merasa anda telah mengetahui segalanya. Baca juga: Orgasme, Cara Asik Bikin Makin CantikSumber: askmen
 11 Jan 2021    17:00 WIB
Hubungan Seks, Idealnya Berapa Kali dalam Seminggu?
Banyak orang bertanya-tanya, apakah frekuensi hubungan seksual mereka menjadi indikator dalam mencapai hubungan yang normal dan sehat? Apakah seks yang terlalu "banyak" atau "sedikit" bisa memicu masalah dengan pasangan? Penelitian yang dilakukan oleh verywellmind dengan melibatkan lebih dari 4.200 pasangan menunjukkan bahwa, mereka lebih bahagia ketika hubungan seks terjadi satu kali dalam seminggu. Beberapa faktor seperti pekerjaan, anak-anak, fisik, dan masalah relasional lainnya menjadi alasan bahwa frekuensi hubungan seks bukanlah segalanya. Ibaratnya, hal ini seperti Anda menambahkan lebih banyak karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan, ada peningkatan produktivitas, tetapi hanya sampai titik tertentu. Setelah mencapai titik itu, efisiensi turun. Begitu pula hubungan seks. Sekali atau dua kali dalam sebulan mungkin tidak cukup, tapi lebih dari sekali seminggu tidak meningkatkan kebahagiaan lebih jauh. Dalam penelitian terbarunya, verywellmind menginstruksikan beberapa pasangan untuk melipatgandakan frekuensi hubungan seks mereka. Hasilnya, mereka tidak lebih bahagia dari yang sebelumnya, dari tingkat frekuensi hubungan seks mereka biasanya. Lebih lanjut, mereka melaporkan kenikmatan seks yang berkurang. "Kepuasan dalam hubungan seksual bukan sekadar dari frekuensinya, melainkan kualitas saat berhubungan ," Selain menjaga keintiman fisik, Anda dan pasangan juga perlu meningkatkan keintiman emosional seperti waktu berduaan, hadiah, kata-kata romantis, pelukan sayang dan sebagainya. Anda dan pasangan harus secara terbuka dan jujur membicarakan tentang kehidupan seks. Jadikan itu sebuah diskusi sehingga Anda dan pasangan bisa mengetahui keinginan satu sama lain. Baca juga: Waktu yang Tepat untuk Berhubungan Intim
 09 Jan 2021    19:00 WIB
Titik Sensual Pria Dan Cara Merangsangnya
Hampir semua orang memiliki titik sensual yang akan membuatnya langsung bergairah, begitu juga dengan para pria. Jika kamu merangsangnya dengan benar, kamu bisa mengendalikan permainan seks bersama pasangan. Penasaran? Simak yuk! Dada Hampir sama seperti wanita, pria juga merasa sensitif di bagian putih. Bahkan, puting bisa jadi zona sensual terbesar yang ada di tubuh pria. Sentuh puting pasangan layaknya ia menyentuh putingmu. Buat ia semakin terangsang dengan mencium dan memainkannya secara perlahan. Kamu juga bisa menambahkan gigitan kecil untuk membuatnya lebih menggila. Telinga Indera pendengaran atau telinga juga jadi salah satu titik sensual bagi pria karena di dalamnya ada banyak ujung saraf. Kamu bisa cukup menciumnya lembut atau membelai telinganya dan pasangan akan langsung merasakan sensasi yang luar biasa. Coba berikan pijatan lembut di telinganya atau gunakan ujung lidahmu untuk menjangkau bagian belakang telinga. Selain ciuman, kamu juga bisa memberikan gigitan manja dan tunggu reaksi si dia. Leher Area ini memang menjadi titik paling tepat untuk meningkatkan gairah pasangan. Kamu bisa mencium dan sesekali menggigitnya untuk menambahkan kesan "nakal". Namun, hati-hati agar tidak meninggalkan bekas di leher karena siapa saja bisa melihat bekas tersebut dengan jelas. Tidak semua orang "bangga" akan hal itu. Bisa saja pasanganmu justru merasa malu. Paha bagian dalam Banyak wanita melupakan area ini karena langsung tertuju pada penis. Padahal, area ini juga menjadi salah satu titik sensual pada pria. Tak hanya itu, lipatan paha di bagian atas tubuh juga bisa semakin membuatnya terangsang jika dicium atau dipegang. Kamu bisa menstimulasi dua area tubuh ini dan pasangan pasti akan sangat menikmatinya. Baca juga: Ini Alasan Kenapa Pria Suka Seks Oral
 09 Jan 2021    13:00 WIB
Seks Saat Menstruasi, Apakah Bisa Hamil?
Banyak yang menganggap bahwa berhubungan seks saat menstruasi dapat mencegah kehamilan. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Meski kemungkinannya kecil, Anda bisa saja hamil apabila hubungan seks dilakukan saat sedang haid. Risiko kehamilan akan lebih besar bila hubungan seks dilakukan selama ovulasi, yang terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi. Namun durasi siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda, dan dapat berubah setiap bulannya. Pertimbangkan pula bahwa sperma yang telah masuk ke rahim dapat bertahan hidup hingga sekitar lima hari.  Jika Anda memiliki siklus haid yang pendek (misalnya, 21-24 hari) dan mengalami ovulasi segera setelah selesai haid, kemungkinan hamil akan lebih tinggi. Apa alasannya? Pasalnya, ada kemungkinan sel telur akan keluar saat sperma masih bertahan dalam saluran reproduksi Anda. Lalu, pembuahan pun bisa berlangsung. Selain masih berpeluang hamil, berhubungan seks saat menstruasi juga dapat menimbulkan risiko, apa saja itu? TERTULAR PENYAKIT MENULAR SEKSUAL Berhubungan seks saat haid membuat Anda lebih berisiko terkena penyakit menular seksual. Infeksi menular seksual yang berkaitan dengan haid adalah jenis yang ditularkan melalui darah, seperti HIV dan hepastitis. Wanita berisiko terkena penyakit menular seksual apabila pasangannya positif mengidap infeksi menular seksual, kemudian mereka melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Pasalnya, leher rahim akan sedikit terbuka selama masa haid. Kondisi ini memungkinkan kuman lebih mudah untuk memasukinya. Baca juga: Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan! TERKENA INFEKSI JAMUR Vagina memiliki kadar pH (indikator tingkat asam atau basa) antara 3,8 hingga 4,5 setiap bulannya. Namun selama menstruasi, kadar pH dapat meningkat akibat pH darah menjadi lebih tinggi. Inilah yang dapat menyebabkan jamur atau ragi berkembang lebih cepat di vagina. Gejala infeksi jamur pada vagina cenderung terjadi seminggu sebelum menstruasi. Jadi, apabila hubungan seksual dilakukan selama waktu tersebut, gejala bisa saja bertambah parah. Meski begitu, infeksi jamur ketika bercinta saat haid masih memerlukan penelitian yang lebih luas agar hasilnya akurat. Berikut ini adalah tips aman berhubungan seks ketika sedang menstruasi: - Lakukan saat volume darah menstruasi berkurang - Bercinta di kamar mandi - Pastikan pasangan menggunakan kondom Meski begitu, Anda sebaiknya tetap berhati-hati agar penetrasi tidak terlalu dalam. Hal ini karena Penetrasi yang terlalu dalam dapat menyentuh leher rahim (serviks). Pasalnya, posisi serviks akan lebih rendah dan lebih sensitif saat wanita datang bulan sehingga rasa nyeri bisa saja muncul. Beri tahu pasangan Anda apabila seks mulai memicu rasa sakit atau tidak nyaman. Kemudian, Anda dan pasangan bisa melanjutkan bercinta dengan lebih perlahan-lahan. Baca juga: Selain Mencegah Kehamilan, Ini Manfaat Lain dari Pil KB
 07 Jan 2021    17:00 WIB
Pria Wajib Tahu! Ini Lima Titik Rangsang Paling Disukai Wanita
Menurut seorang psikolog mengatakan bahwa "Wanita senang berciuman karena hal tersebut merupakan bentuk keintiman emosional" Bagi seorang wanita dengan berciuman bibir adalah simbol dari kedekatan dan keintiman yang lebih dari sekadar nafsu biologis namun juga adanya kedekatan emosional. Selain itu ciuman dapat menjadi salah satu bentuk foreplay terbaik dan bukan hanya di bibir. Ternyata ada beberapa area lain yang dapat memberikan rangsangan yang hebat untuk wanita. Untuk Anda para pria ingin tahu area mana saja itu, silahkan disimak ulasan dibawah ini: 1.      Tengkuk leher Sebagian besar orang merasa kegelian ketika bagian tengkuk dan leher bagian belakangnya dipegang. Tengkuk termasuk salah satu area tubuh yang cukup sensitif ketika menerima sentuhan, khususnya bagi wanita. Berikan ciuman ringan di bagian belakang lehernya dan terus jelajahi daerah itu atau dengan menggigit kecil untuk membuatnya semakin bergairah. Namun, pastikan ia tidak merasa tersakiti ya. 2.      Punggung bawah Di area inilah terdapat tempat syaraf-syaraf yang berkaitan dengan area genital berkumpul. Jadi dengan menstimulasi di area ini, ditambah dengan pijatan dan ciuman serta gigitan yang lembut merupakan cara paling efektif untuk bangkitkan gairah wanita. Itulah sebabnya mengapa kebanyakan wanita suka dan merasa nyaman ketika pasangannya menyentuh bagian pinggang ketika berjalan berdua atau kencan. Sebab sentuhan di area ini menimbulkan kesan intim, gerakan tubuh yang seksi serta bisa membuat wanita sedikit bergairah. 3.      Dahi Ciuman di bagian dahi memang jauh dari kata sensual dan tidak terlalu signifikan mampu meningkatkan gairah seks. Namun ciuman di dahi bisa membuat wanita merasa sangat di sayang dan dihargai khususnya jika dilakukan setelah bercinta. Mencium di dahi wanita merupakan ungkapan rasa sayang dan kekaguman pria pada wanita. Sentuhan yang mesra pada dahi adalah pembangkit rasa percaya diri, punya efek yang bisa menenangkan, membuatnya ‘lemah’ secara emosional sekaligus gerakan ‘jantan’ dari seorang pria yang menghargai wanita. 4.      Jemari Mulailah dengan kecupan hangat hingga isapan sensual, karena daerah ujung jari merupakan tempat syaraf-syaraf tubuh berpusat dan berkonsentrasi, sehingga sangat sensitif sekali terhadap segala bentuk sentuhan yang diberikan. 5.      Puting Ketika puting payudara wanita di beri stimulasi dengan cara dicium atau disentuh dengan lembut, maka hormon oksitosin akan diproduksi tubuh. Oksitosin kerap disebut sebagai hormon cinta karena akan membuat pasangan merasa terikat secara emosional. Syaraf pada area puting payudara juga terhubung dengan area genital sehingga pada saat distimulasi, sinyal-sinyal rangsangan seks akan langsung sampai ke klitoris. Setiap wanita memiliki titik sensitif yang berbeda, tidak ada salahnya Anda mencoba mengeksplor untuk mencari titik sensitif dari wanita yang Anda cintai tersebut. Baca juga: Nikmatnya Woman On Top Sumber: womenhealthmag
 06 Jan 2021    17:00 WIB
Kenali Gejala Kencing Nanah, Salah Satu Penyakit Menular Seksual
Kencing nanah adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang paling sering terjadi, penyakit ini bisa terjadi pada pria dan wanita. Lalu, bagaimana Anda mengetahui jika Anda mengidap kencing nanah? Gejala pada wanita Bagi wanita, hal utama yang terkena adalah serviks. Namun, seperti yang disebutkan di atas, kencing nanah bisa menyebar ke rahim dan tuba falopi jika tidak diobati. Seringkali wanita tidak mengalami gejala yang dapat dikenali. Jika memang demikian, maka dapat menimbulkan keluhan: Pendarahan abnormal, perdarahan setelah melakukan hubungan intim Menstruasi yang lebih berat Sensasi terbakar saat buang air kecil Keputihan Iritasi pada daerah luar miss V Perut bagian bawah terasa sakit Pembengkakan pada vulva Gejala pada pria Buang air kecil terasa sakit atau perih Keluarnya cairan tidak normal berwarna putih, kuning, atau hijau dari Mr. P Rasa sakit pada testis Radang atau pembengkakan pada kulup. Pada infeksi kencing nanah yang tidak diobati, bakteri dapat menyebar ke saluran reproduksi sehingga menyebabkan gangguan kesehatan. Apabila melakukan seks oral atau seks anal maka pria dan wanita juga bisa terkena infeksi di tenggorokan, dubur, dan mata. Berikut Efek Bila Kencing Nanah Tidak Diatasi Hal yang paling umum terjadi dari kencing nanah yang tidak diobati adalah penyakit radang panggul (PID) yaitu  infeksi serius pada saluran reproduksi wanita. Gonococcal PID sering muncul segera setelah menstruasi, ini menyebabkan jaringan parut terbentuk di tuba falopi. Jika tuba falopi sebagian terluka, sel telur yang dibuahi mungkin tidak bisa masuk ke dalam rahim. Jika ini terjadi, embrio dapat ditanamkan di dalam tuba yang menyebabkan kehamilan tuba (ektopik). Komplikasi serius ini bisa mengakibatkan keguguran dan bisa menyebabkan kematian ibu. Meski kasus yang jarang, kencing nanah yang tidak diobati dapat menyebar melalui darah ke persendian. Hal ini bisa menyebabkan radang sendi, yang sangat serius. Jika Anda terinfeksi kencing nanah, risiko infeksi HIV meningkat. HIV, human immunodeficiency virus, menyebabkan AIDS. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mencegah diri terkena kencing nanah atau diobati lebih awal jika Anda sudah terinfeksi. Apa yang Saya Lakukan Jika Didiagnosis dengan Kencing nanah Kencing nanah bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Penting untuk mengambil semua obat yang diresepkan untuk menyembuhkan kencing nanah. Obat Anda seharusnya tidak dibagikan dengan siapa pun. Anda harus tahu, bagaimanapun, bahwa meskipun pengobatan akan menghentikan infeksi, tidak akan memperbaiki kerusakan permanen yang telah dilakukan oleh penyakit ini. Ketahanan antimikroba pada kencing nanah semakin meningkat, dan keberhasilan pengobatan kencing nanah menjadi semakin sulit. Jika gejala Anda berlanjut lebih dari beberapa hari setelah menerima perawatan, Anda harus kembali ke dokter agar bisa dievaluasi ulang dan mungkin diberi pengobatan alternatif. Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Menular Seksual Sumber: verywell