Your browser does not support JavaScript!
 14 Jul 2016    11:00 WIB
Berbagai Masalah Kesehatan Yang Berhubungan Dengan Penis
Kesehatan pria tidak hanya melulu urusan seks dan perawatan tubuh saja, tetapi juga menyangkut kelainan yang terjadi pada penis. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang mempengaruhi penis pada laki-laki. Disfungsi EreksiDisfungsi ereksi adalah gangguan yang terjadi saat seorang pria gagal mempertahankan ereksi. Masalah ini lebih sering terjadi pada pria yang lebih tua, tetapi ada beberapa orang muda yang juga mengalami gangguan ini. Disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh kecemasan, masalah pada hubungan, stress, depresi, komplikasi medis dan lain sebagainya. Penyakit PeyroniPenyakit peyroni adalah kondisi dimana terbentuk suatu jaringan (plak) fibrotik, menyerupai jaringan parut luka, pada bagian selubung dalam organ genital pria. Penyebab penyakit ini masih belum begitu jelas. Sebagian ahli menghubungkannya dengan cedera pada organ genital yang menyebabkan darah mengumpul pada jaringan ikat bagian dalam organ genital tersebut dan mengeras menjadi plak. Peyronie dapat terjadi pada pria muda, dewasa, maupun usia lanjut. Tinea Kruris (jamur di daerah genital)Tinea kruris adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Penyakit ini paling sering terjadi pada atlit atau mereka yang banyak berolahraga dengan intensitas yang berat, dan infeksi jamur ini sangat berhubungan dengan keringat. Infeksi jamur ini akan semakin menyebar saat daerah genital dalam keadaan lembab dan basah. Salah satu point yang harus diingat adalah infeksi jamur ini dapat disebarkan melalui pemakaian handuk bersama dan kontak seksual. Ejakulasi DiniEjakulasi dini adalah pelepasan sperma atau ejakulasi yang dialami saat berhubungan sesaat atau segera setelah penetrasi. Tipe dari ejakulasi dini adalah: 1.  Ejakulasi Dini PrimerAdalah ejakulasi yang terjadi sesaat setelah Anda mulai berhubungan 2.  Ejakulasi Dini SekunderAdalah sejakulasi yang terjadi ketika seseorang pada awalnya tidak memiliki keluhan dan gejala ini, kemudian mulai mengalami gangguan ejakulasi dini.Sumber: healthmeup
 12 Jun 2016    12:00 WIB
Penurunan Kesuburan Pada Pria Karena Penuaan
Usia dan Kesuburan Sama seperti wanita, pria pun memiliki masa suburnya sendiri. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa dengan semakin bertambahnya usia, maka pria pun mengalami penurunan kesuburan seperti halnya wanita. Hal ini berbeda dengan anggapan sebagian besar orang bahwa pria dapat memiliki anak pada usia berapa pun. Sebuah penelitian menemukan bahwa kemungkinan seorang pria untuk memperoleh anak atau menyebabkan kehamilan pada pasangannya menurun hingga 11% setiap tahunnya. Selain itu, kemungkinan terjadinya keguguran atau kematian janin di dalam kandungan juga meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia sang ayah. Sebuah penelitian di Perancis menemukan bahwa angka keguguran meningkat hingga 17% bila sang ayah berusia 34 tahun, dan meningkat menjadi 20% bila sang ayah berusia antara 35-39 tahun, dan mencapai 32% bila sang ayah berusia 44 tahun. Berdasarkan sebuah penelitian di Jerman, sperma pun mengalami perubahan seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Jumlah, kecepatan bergerak, dan struktur sperma pun mengalami penurunan seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Gaya hidup anda pun dapat mempengaruhi kesuburan anda. Gaya hidup tidak sehat, seperti kurangnya waktu tidur, stress yang cukup tinggi, dan diet tidak sehat serta tidak teratur dapat mempengaruhi kesehatan anda dan juga kesuburan anda.   Pengaruhnya Pada Bayi Anda Sperma yang telah mengalami perubahan akibat penuaan pun dapat mempengaruhi kesehatan anak anda. Seperti halnya wanita, setelah pria mencapai usia tertentu, maka resiko anak-anaknya menderita kelainan genetika juga meningkat. Selain itu, anak anda pun memiliki resiko menderita skizofrenia (suatu kelainan jiwa) yang lebih tinggi daripada anak yang lahir saat anda masih muda. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seorang pria yang berusia 45-49 tahun beresiko memiliki anak yang menderita skizofrenia hingga dua kali lipat dibandingkan dengan pria yang berusia 25 tahun atau lebih muda. Resiko ini meningkat hingga 3 kali lipat bila sang ayah berusia lebih dari 50 tahun.   Apa yang Dapat Dilakukan? Memperbaiki gaya hidup anda dapat memperlambat penurunan kesuburan yang sedang terjadi. Bila anda ingin tetap subur seperti masa muda anda, maka terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan, yaitu: Jaga berat badan anda Jangan menggunakan obat-obatan terlarang Berhenti merokok Menjaga kadar kolesterol darah anda Sebuah penelitian telah menemukan adanya hubungan antara tingginya kadar kolesterol dengan disfungsi ereksi.   Sumber: webmd
 28 Sep 2015    18:00 WIB
Gangguan Penis yang Sering Diabaikan Para Pria!
Saat ada bagian tubuh Anda, misalnya saja kaki atau tangan Anda yang sakit, Anda pasti ingin segera mencari tahu penyebabnya dan mengobatinya bukan? Akan tetapi, tahukah Anda bahwa menurut sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh para peneliti dari Southern Illinois University School of Medicine, para pria yang telah didiagnosa menderita disfungsi ereksi justru seringkali tidak mengobati gangguan serius tersebut. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa klaim asuransi kesehatan dari 6.2 juta orang pria yang didiagnosis menderita disfungsi ereksi. Para peneliti kemudian menemukan bahwa hanya sekitar 25% pria yang melakukan pengobatan disfungsi ereksi selama penelitian berlangsung, yaitu sekitar 12 bulan. Walaupun para peneliti tidak menggali lebih dalam mengenai apa sebenarnya alasan para pria tersebut tidak melakukan pengobatan, akan tetapi para peneliti menduga salah satu penyebab mengapa banyak dari para pria tersebut tidak melakukan pengobatan adalah karena masalah biaya. Hal ini dikarenakan sebagian besar obat disfungsi ereksi tidak memiliki versi generik dan sejumlah perusahaan asuransi hanya membiayai pengobatan disfungsi ereksi dalam jumlah yang terbatas atau justru tidak sama sekali. Alasan lainnya yang mungkin membuat para pria penderita disfungsi ereksi enggan berobat adalah karena merasa malu saat mereka pergi ke apotek untuk membeli obat tersebut atau karena mereka menganggap bahwa disfungsi ereksi bukanlah suatu gangguan yang serius. Apapun alasan para pria tersebut menghindari pengobatan, konsekuensi yang harus mereka hadapi tidaklah kecil. Hal ini dikarenakan seks merupakan suatu bagian penting dalam kehidupan seorang pria. Selain itu, para pria yang aktif secara seksual ternyata juga dapat hidup lebih lama. Oleh karena itu, disfungsi ereksi merupakan suatu gangguan kesehatan yang harus segera diobati karena memiliki efek jangka panjang dalam kehidupan Anda. Berkonsultasilah segera dengan dokter Anda untuk mencari tahu apa pengobatan yang paling tepat bagi Anda.   Baca juga: 7 Hal yang Dapat Mengganggu Ereksi Seorang Pria   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: menshealth
 25 Aug 2015    16:00 WIB
Pengobatan Disfungsi Seksual Pada Wanita
Apakah Saya Mengalami Disfungsi Seksual?Untuk menentukan diagnosa, maka dokter harus melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu, baik pemeriksaan fisik maupun penunjang. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul untuk memeriksa keadaan organ reproduksi anda dan melakukan pemeriksaan pap smear untuk melihat apakah ada perubahan pada sel-sel serviks (leher rahim). Dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada keadaan psikologis anda. Dokter mungkin akan menanyakan apa yang anda pikirkan tentang seks dan apa yang anda rasakan saat berhubungan seksual seperti: •    Apakah anda merasa takut atau cemas saat berhubungan seksual•    Apakah anda pernah mengalami kekerasan seksual yang mungkin membuat anda merasa trauma•    Adakah masalah dalam hubungan anda dan pasangan•    Apakah anda menggunakan narkoba atau mengkonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan (penyalahgunaan) Semua hal ini dapat membantu dokter dalam mencari penyebab timbulnya disfungsi seksual dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.Hormon dan Disfungsi Seksual Pada WanitaHormon memiliki peranan penting dalam pengaturan fungsi seksual pada wanita. Penurunan kadar hormon estrogen yang terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia anda dan menopause dapat menyebabkan perubahan fungsi seksual anda, seperti vagina menjadi kering dan penurunan sensasi pada kemaluan. Para ahli menduga bahwa hormon testosteron juga mempengaruhi penurunan gairah seksual, sensasi pada kemaluan, dan orgasme. Histerektomi dan Disfungsi Seksual Pada WanitaHisterektomi merupakan suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat rahim. Beberapa wanita mengalami perubahan fungsi seksual setelah tindakan histerektomi seperti hilangnya gairah seksual, vagina kering, dan berkurangnya sensasi pada kemaluan. Berbagai hal di atas mungkin berhubungan dengan perubahan kadar hormon yang terjadi akibat tidak adanya rahim. Selain itu, saraf dan pembuluh darah yang juga berperan penting bagi fungsi seksual mungkin rusak saat tindakan pembedahan ini dilakukan.Menopause dan Disfungsi SeksualPenurunan kadar hormon estrogen saat menopause dapat menyebabkan beberapa perubahan pada fungsi seksual seorang wanita, seperti berkurangnya cairan vagina yang menyebabkan vagina menjadi kering. Selain itu, perubahan emosional yang terjadi bersamaan dengan menopause juga dapat menyebabkan seorang wanita tidak lagi tertarik untuk berhubungan seksual dan atau menyebabkannya tidak mampu merasa terangsang atau bergairah. Terapi sulih hormon atau penggunaan pelumas pada vagina dapat mengatasi berkurangnya cairan vagina dan memperbaiki sensasi pada kemaluan.Tidak semua wanita yang memasuki masa menopause mengalami penurunan gairah seksual. Beberapa wanita justru mengalami peningkatan gairah seksual dan kepuasan seksual. Hal ini mungkin karena wanita tersebut tidak lagi cemas akan terjadinya kehamilan. PengobatanCara terbaik untuk mengatasi disfungsi seksual pada wanita adalah dengan kerja sama yang baik antara anda, dokter anda, dan terapis. Sebagian besar gangguan seksual dapat diatasi dengan mengatasi gangguan fisik atau psikologis yang menyebabkan terjadinya gangguan seksual tersebut. EdukasiMemberikan informasi dan edukasi yang tepat pada wanita yang mengalami disfungsi seksual dapat membantu mengatasi rasa cemas yang dirasakan olehnya. Edukasi ini biasanya berisi mengenai anatomi manusia, fungsi seksual, dan berbagai perubahan yang terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Dengan demikian diharapkan agar wanita tersebut dapat mengatasi rasa cemas mengenai fungsi dan performa seksualnya. Meningkatkan Stimulasi SeksualBeberapa wanita mengalami penurunan gairah seksual akibat kurangnya stimulasi seksual atau rasa bosan akibat rutinitas seksual yang sama selama bertahun-tahun. Melakukan “pemanasan” yang lebih lama atau merubah rutinitas seksual anda dan pasangan diharapkan dapat membantu meningkatkan gairah seksual anda. Mengurangi Rasa NyeriMelakukan hubungan seksual pada posisi tertentu di mana wanita dapat mengendalikan kedalaman penetrasi penis dapat membantu mengurangi rasa nyeri saat berhubungan seksual. Bila rasa nyeri ini disebabkan oleh vagina yang kering, maka penggunaan pelumas vagina dapat mengurangi rasa nyeri akibat bergesekan. Mandi dengan air hangat sebelum berhubungan seksual juga dapat membuat anda merasa lebih rileks dan nyaman.Apakah Disfungsi Seksual Dapat Disembuhkan?Keberhasilan pengobatan disfungsi seksual tergantung pada gangguan atau masalah yang menyebabkannya. Bila disfungsi seksual disebabkan oleh adanya gangguan fisik tertentu yang dapat diobati, maka disfungsi seksual ini pun dapat diatasi pula. Disfungsi seksual ringan yang disebabkan oleh stress, rasa takut, atau cemas seringkali dapat diatasi dengan konseling, edukasi, dan memperbaiki komunikasi antara anda dan pasangan anda.Kapan Hubungi Dokter?Banyak wanita mengalami disfungsi seksual ringan yang biasanya dapat membaik dengan sendirinya setelah beberapa lama. Akan tetapi, segera hubungi dokter bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•    Disfungsi seksual berlangsung lama•    Menyebabkan anda dan pasangan anda merasa stress dan tertekan•    Mengganggu hubungan anda dan pasangan andaSumber: webmd
 24 Mar 2015    11:00 WIB
16 Masalah yang Dikeluhkan Pria
1.      Rambut Pada Punggung Rambut punggung biasanya mulai tumbuh saat anda berusia pertengahan 20 tahun. Untuk mengatasinya anda dapat melakukan terapi sinar laser untuk menipiskan rambut atau menghilangkan seluruh rambut tersebut. Efek yang terjadi hampir permanen. Pilihan lainnya yang lebih murah adalah dengan waxing, krim untuk merontokkan rambut, atau mencukur rambut tersebut. Akan tetapi, efek hanya dapat bertahan selama beberapa minggu.   2.      Perut Membesar Banyak orang beranggapan bahwa perutnya membesar akibat terlalu banyak mengkonsumsi bir, hal ini memang benar. Para pria biasanya mengalami penumpukkan lemak pada bagian perut dan pinggang dan hal ini tidak hanya disebabkan oleh bir saja, setiap jenis makanan yang berlemak juga dapat menyebabkannya. Lemak pada perut ini dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, terutama bila lingkar perut anda berukuran lebih dari 101 cm. Kabar baiknya adalah saat anda mengalami penurunan berat badan, maka lemak di daerah perutlah yang pertama kali menghilang.   3.      Keringat Berlebih Pria memang menghasilkan lebih banyak keringat daripada wanita. Akan tetapi, bila tangan anda terus berkeringat banyak atau pakaian anda selalu basah oleh keringat, maka hal ini bukanlah sesuatu yang normal dan disebut dengan hyperhidrosis (produksi keringat berlebihan). Terdapat berbagai hal yang dapat memicu peningkatan produksi keringat ini, mulai dari emosi, udara panas, atau bahkan tanpa stimulasi apapun. Keringat berlebihan ini biasanya terdapat pada ketiak, telapak tangan, atau telapak kaki. Anda dapat menghubungi dokter anda untuk memperoleh pengobatan terhadap produksi keringat yang berlebihan ini.   4.      Alis Mata Tebal dan Menyatu Alis mata tebal dan bahkan sampai menyatu dapat mengenai semua pria pada usia berapapun. Hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon. Untuk mengatasinya anda dapat melakukan elektrolisis (merusak sel rambut secara permanen dengan menggunakan aliran listrik) atau dengan waxing yang harus terus diulang setiap 4-6 minggu.   5.      Rosacea Rosacea merupakan suatu keadaan yang menyebabkan wajah memerah dan gejala biasanya memburuk pada pria. Hidung dapat menebal, merah, atau membulat. Pada pipi dapat timbul jerawat dan garis merah tipis. Alkohol dapat memicu terjadinya gejala, akan tetapi rosacea juga dapat terjadi pada orang yang sama sekali tidak pernah mengkonsumsi alkohol. Terdapat berbagai pengobatan yang dapat mencegah makin memburuknya gejala, konsultasikan dengan dokter anda mengenai obat apa yang tepat bagi anda.   6.      Kemunduran Garis Rambut Pada umumnya, pria mulai mengalami penipisan rambut saat berusia 35 tahun dan rambut mulai rontok saat berusia 50 tahun. Hal ini biasanya dimulai dengan kemunduran garis rambut dan menyebabkan timbulnya kebotakan.   7.      Buta Warna Buta warna tidak selalu menyebabkan penderitanya hanya dapat melihat warna hitam dan putih. Buta warna yang sering terjadi adalah tidak dapat atau kesulitan membedakan warna merah dan hijau. Keadaan ini dapat diturunkan dalam keluarga dan biasanya mengenai laki-laki. Tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan keadaan ini.   8.      Mengorok Mengorok dapat terjadi baik pada pria maupun wanita, walaupun pria lebih sering mengalaminya. Mengorok biasanya tidak berbahaya, akan tetapi bila mengorok menyebabkan gangguan tidur pada anda dan pasangan anda, segera hubungi dokter anda.   9.      Bersendawa dan Buang Gas Sendawa merupakan suatu cara tubuh untuk mengeluarkan udara yang ikut tertelan saat makan dan merupakan suatu hal yang normal terjadi setelah makan. Akan tetapi, bila sendawa diikuti dengan rasa mual dan nyeri perut, maka hal ini dapat merupakan suatu gejala gangguan pencernaan. Hubungi dokter anda bila gejala terus berlanjut atau memburuk. Satu lagi kebiasaan lainnya yang tidak berbahaya tetapi cukup memalukan adalah buang gas. Buang gas juga merupakan salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan gas yang ada di dalam saluran pencernaan atau yang dihasilkan dari hasil pemecahan makanan oleh bakteri di dalam usus. Faktanya, sebagian besar orang membuang gas sekitar 6-20 kali setiap harinya. Berbagai jenis makanan seperti bir, minuman bersoda, kacang-kacangan, berbagai sayur dan buah-buahan juga dapat menyebabkan terbentuknya gas di dalam saluran pencernaan anda.   10.  Bau Badan Bau badan dapat terjadi akibat pertumbuhan bakteri pada kulit yang berkeringat. Untuk mengatasinya, anda dapat menggunakan deodoran dan mandi secara teratur. Jika bau badan anda tidak juga menghilang atau berkurang, hindarilah mengkonsumsi makanan yang berbau, seperti bawang putih, bawang merah, dan bawang bombay.   11.  Gatal Pada Kemaluan Gatal pada kemaluan dapat terjadi pada setiap pria. Gatal ini biasanya disebabkan oleh infeksi jamur. Gejala yang biasa ditemukan adalah adanya bercak kemerahan pada kemaluan atau paha bagian dalam yang disertai dengan rasa gatal. Pengobatannya berupa pemberian salep anti jamur, menjaga agar area kulit yang terinfeksi tetap kering dan menghindari penggunaan pakaian yang ketat.   12.  Jamur Pada Kaki Jamur pada kaki atau sering disebut athlete foot juga disebabkan oleh infeksi jamur. Berjalan tanpa alas kaki di ruang ganti atau di dekat kolam renang merupakan penyebab tersering infeksi. Gejalanya dapat berupa rasa gatal, rasa terbakar, terbentuknya lepuhan, atau kulit pecah-pecah pada kaki dan ibu jari kaki. Keadaan ini dapat diatasi dengan pemberian salep anti jamur. Jika anda menderita infeksi jamur pada kemaluan dan kaki, maka pengobatannya harus dilakukan secara bersamaan.   13.  Bau Mulut Walaupun terdapat berbagai jenis makanan yang dapat menyebabkan timbulnya bau mulut, penyebab utama bau mulut adalah bakteri yang terdapat di dalam mulut. Untuk mengatasinya gosoklah gigi anda secara teratur dan bersihkanlah juga lidah anda. Bila hal ini masih tidak dapat mengatasi bau mulut anda, maka hubungi dokter gigi anda atau dokter anda untuk mencari penyebab bau mulut lainnya. Beberapa keadaan lain yang dapat menyebabkan terjadinya bau mulut adalah gangguan gusi, mulut kering, atau adanya refluks asam lambung.   14.  Disfungsi Seksual Gangguan atau disfungsi seksual yang biasa dialami oleh pria adalah penurunan gairah seksual, ejakulasi dini, atau disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi merupakan suatu keadaan di mana pria tidak dapat membentuk atau mempertahankan ereksi cukup lama untuk penetrasi. Berbagai faktor resiko terjadinya disfungsi ereksi adalah diabetes, penyakit jantung, gangguan neurologis, merokok, gangguan sirkulasi, dan beberapa jenis obat-obatan. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gangguan seksual di atas untuk memperoleh penanganan secepatnya.   15.  Hilangnya Pendengaran Pria memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan atau hilangnya pendengaran daripada wanita. Pekerjaan yang menimbulkan suara bising atau suara yang berlangsung terus-menerus merupakan salah satu faktor resikonya. Penambang, tukang kayu, dan tentara merupakan pekerjaan yang beresiko bagi pendengaran anda. Selain itu, mendengarkan musik dengan suara keras (lebih dari 85dB) juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran.   16.  Pembesaran Prostat Seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, maka pembesaran prostat, kerutan, dan memutihnya rambut merupakan suatu proses yang tidak dapat anda hindari. Pembesaran prostat dapat menyebabkan terjepitnya uretra (saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan lubang kemaluan) dan membuat anda lebih sering buang air kecil. Segera hubungi dokter anda untuk mendapatkan penanganan secepatnya.   Sumber: webmd
 02 Aug 2014    16:00 WIB
10 Penyebab Disfungsi Ereksi
Untuk mencapai ereksi diperlukan kerja sama yang baik dari saraf, otot, dan pembuluh darah. T-Otak menerima rangsang dan kemudian meneruskannya kepada penis melalui serabut-serabut saraf. Setelah itu otot pada penis akan berelaksasi dan aliran darah pada penis pun meningkat, terjadilah ereksi. Terdapat berbagai penyakit dan efek samping obat yang dapat mengganggu proses tersebut dan pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.   1.      Diabetes Diabetes merupakan penyakit kronik yang seringkali menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah bila kadar gula darah tidak terkontrol. Kerusakan pada saraf dan pembuluh darah ini dapat menyebabkan gangguan ereksi. Resiko disfungsi ereksi meningkat menjadi dua kali lipat bila anda menderita diabetes yang tidak terkontrol.   2.      Penyakit Ginjal Gangguan ginjal dapat mengganggu berbagai hal yang diperlukan untuk mencapai ereksi, mulai dari saraf, pembuluh darah, hormon, dan bahkan energi serta gairah seksual anda. Berbagai obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit ginjal juga dapat menyebabkan gangguan ereksi.   3.      Gangguan Neurologis Untuk mencapai ereksi, diperlukan kerja saraf yang normal. Bila terdapat gangguan pada sistem penghantaran impuls saraf seperti pada stroke, sklerosis multipel, Alzheimer, dan Parkinson maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. 4.      Penyakit Pembuluh Darah Gangguan pada pembuluh darah dapat menyebabkan gangguan aliran darah yang mencapai penis dan pada akhirnya menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Aterosklerosis (pengerasan pada dinding pembuluh darah), tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol total yang tinggi merupakan faktor resiko terjadinya disfungsi ereksi. Kebocoran vena (pembuluh darah balik) pada penis juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Kebocoran vena ini dapat disebabkan oleh cedera atau suatu penyakit. Untuk mencapai ereksi, darah harus dapat tetap terkumpul pada penis dalam jangka waktu tertentu. Bila vena tidak mampu mempertahankan kontraksinya, maka darah yang terkumpul akan langsung mengalir kembali ke bagian tubuh atas dan menyebabkan ereksi tidak terbentuk atau hanya terbentuk sebentar.   5.      Kanker dan Pembesaran Prostat Kanker prostat tidak menyebabkan gangguan ereksi. Pengobatan kanker prostatlah yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi sementara atau permanen. Lain halnya dengan pembesaran prostat. Pembesaran prostat diduga berhubungan dengan kasus disfungsi ereksi pada pria usia lanjut.   6.      Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan pada prostat atau kandung kemih dapat merusak saraf dan jaringan yang diperlukan untuk mencapai ereksi. Disfungsi ereksi akibat proses pembedahan dapat bersifat sementara atau permanen. Biasanya keluhan akan menghilang dalam waktu 6-18 bulan. Bila keluhan masih berlanjut mungkin telah terjadi disfungsi ereksi permanen. Konsultasikan dengan dokter anda bila anda mengalami hal ini.   7.      Cedera Cedera pada panggul, kandung kemih, serabut saraf, dan penis yang memerlukan tindakan pembedahan juga dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.   8.      Gangguan Hormon Hormon testosteron merupakan hormon yang diperlukan untuk meningkatkan gairah seksual anda. Gangguan keseimbangan hormon dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal adalah tumor kelenjar pituitari, penyakit ginjal, penyakit hati, depresi, dan terapi hormon pada penderita kanker prostat.   9.      Rokok, Alkohol, dan Penggunaan Obat-obatan Terlarang Ketiga hal di atas dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah anda, yang kemudian mengganggu aliran darah pada penis anda, yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Merokok dapat meningkatkan resiko disfungsi ereksi bila anda juga menderita aterosklerosis.   10.  Obat-obatan Tertentu Banyak sekali obat-obatan yang mempunyai efek samping disfungsi ereksi. Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai obat-obatan yang akan anda gunakan.