Your browser does not support JavaScript!
 29 Jun 2020    18:00 WIB
Berbagai Jenis Gangguan Daya Ingat (Demensia/Pikun)
Apa Itu Demensia?Demensia merupakan suatu keadaan di mana telah terjadi penurunan fungsi mental, seperti berpikir, daya ingat, dan kemampuan analisis; yang cukup berat sehingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Demensia bukanlah suatu penyakit melainkan suatu kumpulan gejala yang terjadi akibat adanya suatu penyakit atau gangguan tertentu. Gejala demensia dapat berupa perubahan kepribadian, mood, dan perilaku. Demensia terjadi saat beberapa bagian otak yang berfungsi untuk belajar, daya ingat, membuat keputusan, dan berbahasa mengalami suatu cedera atau penyakit. Penyebab paling sering dari demensia adalah penyakit Alzheimer, yang merupakan penyebab dari setengah kasus demensia. Walaupun berbagai penyakit penyebab demensia tidak dapat disembuhkan, beberapa jenis demensia dapat mengalami perbaikan gejala setelah penyakit penyebabnya diatasi. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebab demensia.PenyebabBeberapa penyebab tersering dari terjadinya demensia adalah:•  Gangguan neurologis degeneratif, seperti penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, penyakit Huntington, dan beberapa jenis sklerosis multipel•  Gangguan pembuluh darah yang menyebabkan kematian beberapa sel otak dan menyebabkan demensia•  Cedera otak akibat kecelakaan kendaraan bermotor atau jatuh•  Infeksi sistem saraf pusat seperti meningitis, HIV, dan penyakit sapi gila•  Penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau alkohol dalam waktu lama•  Depresi•  Beberapa jenis hidrosefalus yang dapat diakibatkan oleh kelainan perkembangan, infeksi, cedera, atau tumor otakJenis-jenis DemensiaDemensia dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu demensia kortikal dan demensia subkortikal, tergantung pada bagian otak yang terkena. Demensia KortikalDemensia kortikal terjadi akibat adanya gangguan pada korteks serebral, yaitu lapisan terluar dari otak yang berperanan penting dalam kemampuan berpikir, termasuk daya ingat dan berbahasa. Penyakit Alzheimer dan penyakit sapi gila merupakan 2 jenis demensia kortikal. Penderita demensia kortikal mengalami gangguan daya ingat berat yang menyebabkan mereka tidak dapat mengerti dan mengenali bahasa serta kata-kata. Demensia SubkortikalDemensia subkortikal terajdi akibat disfungsi beberapa bagian otak di bagian bawah korteks. Penderita biasanya tidak menunjukkan gangguan daya ingat dan kesulitan berbahasa. Beberapa contoh demensia subkortikal adalah pada penderita penyakit Parkinson, penyakit Huntington, dan demensia akibat AIDS; yang biasanya mengalami perubahan kecepatan berpikir dan kemampuannya untuk melakukan suatu gerakan atau aktivitas. Pada demensia multiinfark, terjadi gangguan pada kedua bagian otak, yaitu korteks serebral dan subkortikal. Demensia jenis ini jarang terjadi.Sumber: webmd
 03 May 2015    16:00 WIB
Kisah Seorang Pemuda yang Ingatannya Selalu Terhapus Setiap 5 Menit
Chen Hongzi, pemuda tangguh yang berasal dari Cina ini mengalami perubahan besar dalam kehidupannya saat ia masih berusia 17 tahun. Kecelakaan lalu lintas parah yang hampir merenggut nyawanya tersebut membuatnya tidak dapat mengingat segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupannya sejak hari kecelakaan tersebut. Akibat kecelakaannya tersebut, Chen harus dirawat selama berbulan-bulan di rumah sakit. Setelah keadaannya semakin membaik, keluarganya pun memutuskan untuk membawanya  pulang ke rumah. Namun ternyata meskipun kondisi fisiknya telah membaik, kemampuan daya ingatnya tidak. Pemuda ini selalu kehilangan ingatannya setiap 5 menit sekali.   Baca Juga: Penyebab dan Jenis Pikun   Akibatnya, Chen hanya dapat mengingat berbagai hal yang terjadi dalam kehidupannya sebelum  hari terjadinya kecelakaan. Setelah 8 tahun berlalu pun, Chen masih merasa bahwa dirinya merupakan seorang pemuda yang baru berusia 17 tahun. Oleh karena itu, sang ibu pun harus selalu menceritakan hal yang sama setiap harinya; mulai dari kecelakaan yang menimpa dirinya, bagaimana ia dapat selamat, apa saja yang telah ia lalui, dan mengapa ia tidak dapat mengingat semua hal yang terjadi sejak kecelakaan tersebut. Karena kondisi yang dialaminya Chen harus selalu menulis setiap hal yang dilakukannya dalam sebuah buku. Terkadang, ingatan Chen cukup baik sehingga ia dapat mengingat semua kegiatan yang ia lakukan dalam sehari. Namun, pada saat ia tertidur dan kemudian terbangun, maka ingatannya akan hilang kembali. Kondisi ini juga membuat Chen lupa bahwa ayahnya sudah meninggal. Meskipun begitu, pemuda ini selalu memiliki pikiran yang positif. Chen selalu membaca ulang semua hal yang ia tulis, untuk mengingat siapa teman-temannya dan apa saja yang pernah ia lakukan. Walaupun cukup berat menjalani kehidupan seperti ini, Chen tidak pernah mengeluh. Dengan besar hati ia selalu bersyukur akan kehidupannya tersebut. Ia bersyukur bahwa hanya ingatannya yang diambil oleh Tuhan, bukan nyawanya.   Sumber: bisikan