Your browser does not support JavaScript!
 08 Jul 2020    16:00 WIB
Wow! Ternyata Arang Aktif Punya Banyak Manfaat Untuk Kesehatan
Guys ketika bicara mengenai arang apa yang terlitas di benak kita? Sate, barbeque dan sejenisnya. Bagi sobat yang pernah nongkrong di warung kopi mungkin pernah menemukan kopi yang diberi arang di dalamnya. Penjual bilang bahwa arang tersebut untuk menyerap racun. Sobat juga pernah tahu obat sakit perut yang berwarna hitam dengan bahan dasarnya hitam. Nah, artikel kali ini kita akan membahas mengenai manfaat arang aktif ini. Namun terlebih dahulu kita perlu jelas apakah arang aktif ini sama dengan arang yang selama ini kita ketahui.   Apa itu arang aktif Guys arang aktif yang dimaksud di sini bukanlah arang biasa yang kita gunakan untuk membuat bara api. Arang aktif adalah bubuk hitam halus, tidak berbau. Proses pembuatannya pun memerlukan panas dengan suhu yang sangat tinggi dengan baha baku yang kaya akan kandungan karbon seperti kayu, gambut, batok kelapa, dan serbuk gergaji. Manfaat kegunaan arang aktif Secara umum memang arang aktif sering digunakan di ruang gawat darurat untuk mengatasi overdosis dan keracunan. Namun karena sifatnya yang bisa membersihkan racun maka manfaatnya lebih banyak diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Membantu kesehatan ginjal Tentu kita tahu bahwa ginjal adalah organ tubuh kita yang berfungsi sebagai filter untuk menyaring racun dan obat yang tidak tercerna. Sebab itu dengan menggunakan arang aktif akan membantu kinerja dari ginjal kita. Pada tahun 2014 dilakukan percobaan kepada tikus yang mengalami gagal ginjal kronis. Setelah diinduksi dengan cairan yang mengadung arang aktif didapati terjadi peningkatan fungsi ginjal. Selain itu juga didapati bahwa arang aktif membantu mengurangi kerusakan saluran cerna dan peradangan pada mereka yang menderita penyakit ginjal kronis. Tentu perlu dilakukan lebih banyak penelitian lagi. 2. Menetralisir gas usus Kelebihan gas pada perut tentu membuat kita tidak nyaman seperti perut kembung dan semacamnya. Penelitian tahun 2012 dilakukan kepada mereka yang memiliki riwayat gas usus (intestinal gas). Peserta yang diberi arang aktif 448 mg selama dua hari dan 672 mg pada saat pengujian. Hasilnya 34  persen gas mereka berkurang dan gejala yang ditimbulkan gas usus diperbaiki. Sedangkan dalam studi tahun 2017, mereka mengkonsumsi 45 mg simetikon dan 140 mg arang aktif selama sepuluh hari dengan dosis tiga kali sehari. Hasilnya terjadi penurunan yang signifikan pada nyeri perut tanpa efek samping. Menurut European Food Safety Authority (EFSA) kadar yang direkpmendasikan untuk mengkonsumsi arang aktif adalah sedikitnya 1 gr dan dikonsumsi 30 menit sebelum dan sesudah makan. 3. Sebagai filter air Orang telah lama menggunakan arang aktif sebagai filter air.  Ini dikarenakan arang aktif mampu menyerap berbagai racun, obat-obatan, virus, bakteri, jamur, dan bahan kimia yang ditemukan dalam air. 4. Mengobati diare Yang satu ini tentu tidak asing bagi kita. Dalam review tahun 2017, arang aktif mampu mencegah bakteri atau obat-obatan yang bisa menyebabkan diare untuk masuk ke dalam tubuh. Namun ternyata juga ditemukan beberapa efek samping menggunakannya dibandingkan dengan obat diare lainnya. 5. Kesehatan kulit Arang aktif menurut para peneliti dapat membantu menarik mikropartikel seperti kotoran, debu bahan kimia, racun, dan bakteri. Mikropartikel ini ditarik ke atas permukaan kulit sehingga memudahkan untuk pelepasan atau pembuanggannya. 6. Sebagai deodorant Arang dapat menyerap bau dan gas berbahaya, membuatnya ideal sebagai deodoran ketiak, sepatu, dan kulkas. Arang aktif juga dilaporkan mampu menyerap kelembaban berlebih dan mengontrol tingkat kelembaban pada tingkatan mikro. 7.Mengobati infeksi kulit Arang aktif terutama dari batok kelapa banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati infeksi kulit atau jaringan lunak. Ini dikarenakan arang aktif mungkin memiliki efek antibakteri dengan menyerap mikroba berbahaya dari luka. Jadi sobat sehat ternyata banyak kegunaan dari arang aktif ini. Namun perlu diingat bahwa ini bukanlah arang yang biasa digunakan untuk barbeque atau bara api. Jika sobat dalam kondisi sedang mengkonsumsi obat-obatan, sebelum mencobanya ada baiknya konsultasikan dulu dengan dokter sobat sehat. Baiklah sobat, tetaplah sehat dan tetap semangat. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com
 30 Jun 2020    16:00 WIB
Perlukah Antibiotik pada Pengobatan Diare Anak?
Hingga saat ini sebagian masyarakat bahkan sebagian klinisi yang masih meyakini bahwa pengobatan diare pada anak tidak akan mantap bila tidak disertai antibiotika. Antibiotik bukan obat penyembuh segala penyakit. Bijaksanalah dalam mengunakan obat yang mengandung antibiotik. Terlalu sering meminumnya justru membuat bakteri kebal terhadap antibiotik. Secara umum, penatalaksanaan diare akut bukan dengan pemberian antibiotika atau obat lainnya. Tetapi ditujukan untuk mencegah dan mengobati, dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, malabsorpsi akibat kerusakan mukosa usus, penyebab diare yang spesifik, gangguan gizi serta mengobati penyakit penyerta. Diare masih menjadi masalah kesehatan nasional karena angka kejadian dan angka kematian masih tinggi. Balita di Indonesia rata-rata mengalami diare 2-3 kali per tahun. Angka kematian tertinggi terutama pada anak umur 1-4 tahun. Kapan disebut diare? Anak dinyatakan menderita diare bila buang air besar "lebih encer" dan "lebih sering" dari biasanya. Selain "cairan", tinja anak diare dapat mengandung, lendir dan darah, tergantung pada penyebabnya. Gejala ikutan lainnya adalah demam dan muntah. Kadangkala gejala muntah dan demam mendahului gejala mencretnya. Gejala-gejala ini diikuti dengan badan lesu dan lemas, bahkan mungkin penurunan berat badan yang cepat. Penyebab diare Infeksi oleh bakteri, virus (sebagian besar diare pada bayi dan anak disebabkan oleh infeksi rotavirus) atau parasit. Alergi terhadap makanan atau obat tertentu terutama antibiotik. Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak, Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll. Pemanis buatan. Pada bayi saat dikenalkan dengan MPASI seringkali memiliki efek samping diare karena perut kaget dengan makanan dan minuman yang baru dikenal lambungnya. Intoleransi makanan Kurangnya kebersihan lingkungan Tidak Perlu Antibiotika Sebagian besar kasus diare tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotika oleh karena pada umumnya sembuh sendiri. Antibiotika hanya diperlukan pada sebagian kecil penderita diare misalnya kholera, shigella, sedangkan penyebab terbesar dari diare pada anak adalah virus (Rotavirus), yang tidak memiliki respon terhadap pemberian antibiotika Kecuali pada bayi berusia di bawah 2 bulan karena potensi terjadinya sepsis oleh karena bakteri mudah mengadakan translokasi kedalam sirkulasi, atau pada anak/bayi yang menunjukkan secara klinis gejala yang berat serta berulang atau yang menunjukkan gejala diare dengan darah dan lendir yang jelas atau gejala sepsis. Pengobatan yang diberikan Rekomendasi dari WHO dan Unicef sebagai tatalaksana diare, yaitu: Penggunaan oralit formula baru (osmolaritas rendah) dan cairan rumah tangga Lanjutkan pemberian ASI Lanjutkan pemberian makanan Pemberian suplementasi Zinc selama 10 – 14 hari Penggunaan antibiotika yang selektif, sesuai dengan penyebab diare Penanganan umum anak diare Makan dan Minum Untuk bayi dan balita yang masih diberi ASI, teruskan minum ASI (Air Susu Ibu). Bagi anak yang sudah tidak minum ASI, makan dan minum seperti biasa untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang Garam Oralit Berikan oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Perlu diperhatikan bagi orang tua mengenai cara pemberian oralit yang benar. Caranya adalah minum segelas oralit sedikit demi sedikit, dua sampai tiga teguk, kemudian berhenti selama tiga menit. Hal ini harus diulang terus menerus sampai satu gelas oralit habis. Minum oralit satu gelas sekaligus dapat memicu muntah dan buang air besar. Segera periksakan anak ke dokter bila diare lebih dari 12 jam atau bila bayi anda tidak mengompol dalam waktu 8 jam, suhu badan lebih dari 39°C, terdapat darah dalam tinjanya, mulutnya kering atau menangis tanpa air mata, dan luar biasa mengantuk atau tidak ada respon. Secara umum penanganan diare akut ditujukan untuk mencegah/menanggulangi dehidrasi serta gangguan keseimbangan elektrolit dan asam basa, kemungkinan terjadinya intoleransi, mengobati kausa dari diare yang spesifik, mencegah dan menanggulangi gangguan gizi serta mengobati penyakit penyerta. Terapi Cairan Yang paling utama penanganan diare adalah pemberian terapi cairan. Pelaksanaan pemberian terapi cairan dapat dilakukan secara oral atau parenteral. Pemberian secara oral dapat dilakukan untuk dehidrasi ringan sampai sedang dapat menggunakan pipa nasogastrik, walaupun pada dehidrasi ringan dan sedang, bila diare profus dengan pengeluaran air tinja yang hebat ( > 100 ml/kg/hari ) atau mutah hebat (severe vomiting) dimana penderita tak dapat minum samasekali, atau kembung yang sangat hebat (violent meteorism) sehingga rehidrasi oral tetap akan terjadi defisit maka dapat dilakukan rehidrasi panenteral walaupun sebenarnya rehidrasi parenteral dilakukan hanya untuk dehidrasi berat dengan gangguan sirkulasi.
 03 Apr 2020    11:00 WIB
Apakah Anak Anda Telah Memperoleh Cukup Cairan?
Air merupakan salah satu hal penting bagi kehidupan manusia. Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, terutama anak-anak. Anak-anak membutuhkan sekitar 5-8 gelas air putih setiap harinya. Bila anda bertanya-tanya apakah anak anda telah memperoleh cukup cairan, maka perhatikanlah beberapa hal di bawah ini.Jumlah Air Kemih dan Pola Buang Air BesarPerhatikanlah jumlah air kemih dan tinja yang dikeluarkan oleh anak anda. Bila anak anda tidak mengkonsumsi cukup cairan, maka ia mungkin tidak buang air kecil sesering biasanya. Warna air kemihnya pun dapat menjadi kuning gelap atau pekat, yang merupakan penanda bahwa anak anda telah mengalami dehidrasi. Air kemih normal berwarna kuning pucat. Anak-anak biasanya buang air kecil sebanyak 5-6 kali setiap harinya. Bila anak anda tidak memperoleh cukup cairan, ia pun dapat mengalami sembelit. Tinja yang terbentuk pun keras dan kering karena kurangnya konsumsi cairan. Setiap anak memiliki pola buang air besar yang berbeda-beda, mulai dari setiap hari hingga beberapa hari sekali. Akan tetapi, tinja anak anda seharusnya lembut dan berbentuk bila ia mengkonsumsi cukup cairan.MoodSaat anak anda mengkonsumsi cukup cairan, maka ia akan tampak aktif dan bertenaga. Akan tetapi, bila anak anda kekurangan cairan, maka ia mungkin akan tampak lelah, lesu, dan enggan melakukan berbagai aktivitas fisik (kurang aktif). Anak anda mungkin tampak lebih mengantuk daripada biasanya dan menjadi lebih rewel daripada biasanya.Penampilan FisikMengkonsumsi cukup cairan membantu menjaga kesehatan kulit dan mata anak anda. Saat anak anda kekurangan cairan dan mulai mengalami dehidrasi, maka kulitnya pun akan menjadi kering dan tampak mengelupas. Mata anak anda pun akan terlihat cekung dan hanya menghasilkan sedikit atau bahkan tidak ada air mata saat menangis. Mulut dan bibirnya akan tampak kering dan lengket. Sumber: healthyeating.sfgate
 29 Feb 2020    11:00 WIB
Kapan Anda Harus Menghubungi Dokter Saat Anak Anda Diare?
Diare adalah suatu keadaan dimana tinja atau kotoran berubah menjadi lembek atau cair dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam waktu 24 jam. Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling sering pada balita dan membunuh lebih dari 2,6 juta balita setiap tahunnya. Oleh karena itu Anda harus mewaspadai apabila bayi Anda mengalami diare. Kapan Anda harus menghubungi dokter? Apabila bayi Anda berusia tiga bulan atau kurang dari tiga bulan sebaiknya Anda segera menghubungi dokter Anda Apabila bayi Anda berusia lebih dari tiga bulan, hubungi dokter jika bayi Anda mengalami diare dan tampaknya tidak akan membaik setelah 24 jam.  Apabila bayi Anda berusia di bawah 3 bulan, maka Anda harus menghubungi dokter saat bayi Anda mengalami demam tinggi melebihi 100,4 derajat Fahrenheit (38 derajat Celsius) yang diukur melalui dubur Apabila bayi Anda berusia di antara 3 sampai 6 bulan, maka Anda harus menghubungi dokter saat bayi Anda mengalami demam mencapai 101 derajat Fahrenheit (38,3 derajat Celsius) Apabila bayi Anda berusia diatas usia 6 bulan, maka Anda harus menghubungi dokter saat bayi Anda mengalami demam mencapai 103 derajat Fahrenheit (39,4 derajat C) Anda harus menghubungi dokter, tidak peduli berapapun usia bayi Anda: Muntah beberapa kali  Terdapat tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, popok tidak basah selama enam jam atau lebih, dan menangis tanpa air mata  Adanya darah dalam tinja atau tinja berwarna hitam  Sumber: babycenter
 11 Feb 2020    16:00 WIB
Gas Numpuk Di Perut ? Simak Tips Pencegahannya!
Terkumpulnya gas di perut anda dapat disebabkan oleh berbagai hal. Terkumpulnya gas di lambung dan usus dapat membuat perut terasa kembung dan sering sendawa atau buang gas. Gas di dalam perut dapat terjadi akibat masuknya udara saat anda makan dan minum atau sebagai hasil proses fermentasi sisa makanan di dalam usus anda.   Hindari Makanan Penghasil Gas Salah satu cara untuk mencegah pembentukan gas di dalam perut adalah menghindari makanan yang dapat menghasilkan gas. Makanan tersebut adalah kacang-kacangan, kol, bawang, brokoli, kembang kol, pisang, kismis, roti gandum, salad, dan minuman bersoda. Bila anda menderita intoleransi laktosa, hindari makanan yang mengandung laktosa, seperti susu dan produknya. Gunakanlah susu tanpa laktosa.   Kurangi Makanan Berlemak Kurangi makan makanan berlemak karena lemak memperlambat laju pencernaan dan membuat proses fermentasi semakin lama, sehingga gas yang dihasilkan semakin banyak.   Kurangi Makanan Berserat Kurangi makanan berserat saat perut anda terasa kembung. Anda kemudian dapat kembali memakan makanan berserat seperti sayur dan buah-buahan setelah keadaan perut anda membaik.   Makan Dengan Perlahan Makan atau minum terlalu cepat dapat membuat udara yang masuk ke dalam lambung semakin banyak.   Jangan Duduk Bila anda merasa terlalu kenyang setelah makan, berjalan dapat membantu mengurangi rasa penuh di perut anda. Bila setelah mencoba beberapa tips di atas dan perut anda masih terasa kembung, segera hubungi dokter anda untuk pemeriksaan dan penanganan selanjutnya. Selain itu, segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di bawah ini, yaitu: Diare Konstipasi Nyeri perut hebat Nyeri perut berulang Mual atau muntah Tinja disertai darah Tinja berwarna hitam Penurunan berat badan Demam Nyeri dada
 20 Jan 2020    11:00 WIB
Apakah Perbedaan Probiotik dan Prebiotik?
Tubuh manusia mengandung berjuta-juta bakteri bahkan, untuk membantu menjaga kesehatannya. Berbagai jenis bakteri ini memiliki berbagai manfaat untuk membantu fungsi tubuh manusia. Misalnya seperti bakteri baik pada usus yang dapat membantu proses pencernaan makanan. Selain itu, bakteri baik ini juga dapat membantu proses metabolisme vitamin K yang didapat dari makanan. Gangguan pada keseimbangan jumlah bakteri di dalam usus dapat menyebabkan terjadinya gangguan sistem pencernaan. Untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan pencernaan, dianjurkan agar anda menjaga kesehatan tubuh dan menjaga keseimbangan jumlah bakteri baik di dalam usus anda, dengan cara mengkonsumsi suplemen probiotik maupun prebiotik. Banyak orang bertanya-tanya apa perbedaan antara probiotik dan prebiotik serta mana yang lebih baik atau bolehkah jika seseorang hanya mengkonsumsi salah satunya saja. Di bawah ini terdapat penjelasan singkat seputar prebiotik dan probiotik.   Probiotik Probiotik merupakan suatu mikroorganisme hidup. Para ahli menemukan bahwa jika mikroorganisme ini dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai, maka dapat memberikan beberapa manfaat bagi tubuh anda. Terdapat beberapa jenis kemasan probiotik, yaitu kapsul, pil, bubuk, atau terdapat di dalam makanan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa mikroorganisme ini tidak sama persis dengan bakteri baik yang hidup di dalam usus manusia.   Prebiotik Prebiotik merupakan berbagai jenis nutrisi yang diperlukan oleh bakteri baik di dalam tubuh anda untuk kehidupannya. Mengkonsumsi prebiotik dapat membantu meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh anda serta meningkatkan penyerapan berbagai mineral di dalam makanan serta membantu menjaga keseimbangan jumlah bakteri di dalam sistem pencernaan anda, yang dapat mencegah terjadinya gangguan pencernaan. Selain itu, prebiotik juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung anda.   Sumber: differencebetween
 03 Jan 2020    11:00 WIB
Banjir? Waspada Penyakit ini
Ancaman berbagai penyakit pasca banjir menjadi beban dan masalah baru. Kurangnya persediaan air bersih dan sanitasi yang memadai makin memperburuk kondisi. Belum lagi di tempat pengungsian yang biasanya berjejal. Air banjir merupakan sarana yang paling mudah untuk penularan berbagai penyakit melalui virus dan bakteri yang bisa mengganggu beberapa organ tubuh. Berikut kami jabarkan penyakit-penyakit yang harus Anda waspadai pada saat dan pasca banjir melanda: 1.       Diare. Penyakit Diare sangat erat kaitannya dengan kebersihan individu (personal hygiene). Pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi, potensi banjir meningkat. Pada saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal, akan ikut tercemar. Di samping itu, pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian dengan fasilitas dan sarana serba terbatas, termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua menjadi potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat. Langkah antisipasi: masyarakat diingatkan untuk tetap waspada dan menghindari serangan penyakit diare dengan cara, pertama, membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan makan atau minum serta sehabis buang hajat. Kedua, membiasakan merebus air minum hingga mendidih setiap hari. Ketiga, menjaga kebersihan lingkungan, hindari tumpukan sampah di sekitar tempat tinggal. Keempat, hubungi segera petugas kesehatan terdekat bila ada gejala-gejala diare. 2.       Penyakit saluran cerna lain Misalnya demam tifoid. Dalam hal ini, faktor kebersihan makanan memegang peranan penting. 3.       Demam berdarah. Pada saat musim hujan, biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti, yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan pada saat musim hujan, banyak sampah seperti kaleng bekas, ban bekas, dan tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan selama beberapa waktu. Genangan air itulah yang akhirnya menjadi tempat berkembang biak nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat. Langkah antisipasi: Masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M, yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur, dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat. Selain itu, masyarakat diharapkan segera membawa anggota keluarganya ke sarana kesehatan bila ada yang sakit dengan gejala panas tinggi tanpa sebab yang jelas, disertai adanya tanda-tanda pendarahan. 4.       Penyakit leptospirosis. Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis karena ditularkan melalui hewan atau binatang. Di Indonesia, hewan penular terutama adalah tikus, melalui kotoran dan air kencingnya. Pada musim hujan, terutama saat banjir, tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri. Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia sehingga kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut. Seseorang yang memiliki luka, kemudian bermain atau terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran atau kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, berpotensi terinfeksi dan jatuh sakit. Langkah antisipasi: Untuk menghindari timbulnya penyakit leptospirosis, masyarakat diimbau untuk melakukan langkah-langkah antisipasi sebagai berikut: Pertama, menekan populasi dan hindari adanya tikus yang berkeliaran di sekitar tempat tinggal, dengan selalu menjaga kebersihan. Kedua, hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama bila memiliki luka. Ketiga, gunakan pelindung, misalnya sepatu, bila terpaksa harus masuk daerah banjir. Keempat, segera berobat ke sarana kesehatan bila sakit punya gejala panas tiba-tiba, sakit kepala, dan menggigil. 5. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyebab ISPA dapat berupa bakteri, virus, dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam. Jika berat, maka dapat atau mungkin disertai sesak napas, nyeri dada, dan lain-lain. Penanganannya: Istirahat; pengobatan simtomatis sesuai gejala, dan mungkin diperlukan pengobatan kausal untuk mengatasi penyebab; meningkatkan daya tahan tubuh; dan mencegah penularan terhadap orang sekitar (misalnya dengan menutup mulut ketika batuk, tidak meludah sembarangan). Faktor berkumpulnya banyak orang—misalnya di tempat pengungsian korban banjir—juga berperan dalam penularan ISPA. 6. Penyakit kulit. Penyakit kulit dapat berupa infeksi, alergi, atau bentuk lain. Jika musim banjir datang, maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik. Seperti juga pada ISPA, berkumpulnya banyak orang juga berperan dalam penularan infeksi kulit. Penyakit saluran cerna lain, misalnya demam tifoid. Dalam hal ini, faktor kebersihan makanan memegang peranan penting. 7.       Infeksi mata Infeksi mata dapat ditularkan melalui air adalah moluskum kontagiosum dan konjungtivitis (adenovirus), cirinya adalah mata tampak merah. Sebaiknya hindari memegang atau mengucek mata jika terasa gatal dan jauhkan mata dari percikan air banjir. Penanganannya : segera obati jika ada anggota keluarga yang terkena sakit mata merah. Jangan menggunakan obat tetes mata sembarangan sebab infeksi mata memerlukan obat tetes antibiotika dari dokter. 8.       Hepatitis A Infeksi lainnya yang dapat terjadi adalah Hepatitis A atau penyakit infeksi virus yang terjadi pada hati atau lever. Gejala yang timbul adalah kulit dan mata tampak kuning, mual, muntah, demam dan badan lemas. 9.       Campak dan cacar air Gejala campak antara lain batuk, demam berhari-hari, dan beberapa hari setelah demam muncul bercak kemerahan. Sedangkan gejala cacar air yaitu demam tinggi selama berhari-hari yang lalu disertai munculnya bintik-bintik. Untuk menghindari terjadinya penularan, sebaiknya segera dilakukan imunisasi massal di tempat penampungan baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. 10.   Memburuknya penyakit kronis yang mungkin memang sudah diderita. Hal ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, apalagi bila banjir yang terjadi selama berhari-hari.  
 22 Dec 2019    18:00 WIB
Anda Diare? Hindari Makanan Ini
Diare dapat disebabkan oleh pengaruh makanan, oleh karena itu sama pentingnya antara Anda mengetahui makanan yang harus Anda makan saat Anda mengalami diare dan makan yang harus Anda hindari. Makanan tertentu dapat bersifat melalui usus dengan cepat sehingga memperburuk kondisi tubuh dan diare Anda.  Berikut adalah makanan yang harus dihindari, yang dapat memperburuk diare: Makanan berlemak Termasuk makanan yang digoreng dan makanan yang berminyak, terlebih yang ditambah dengan saus.   Susu, mentega, es krim, dan keju Meskipun Anda mengalami diare yang tidak disebabkan karena intoleransi laktosa (suatu keadaan dimana tubuh mengalami kesulitan untuk memproses gula laktosa, yang biasanya ditemukan dalam produk susu) tetap jauhi makanan tersebut. Namun pengecualian untuk yogurt karena yogurt kaya akan probiotik.  Alkohol dan minuman yang mengandung kafein Apabila Anda sedang mengalami diare maka Anda sebaiknya menghindari alkohol, makanan dan minuman yang mengandung kafein. Karena alkohol dan kafein bersifat diuretik yang akan memperparah dehidrasi dan harus dihindari. Sorbitol dan pemanis buatan lainnya Pada beberapa orang pemanis buatan memiliki efek pencahar pada sistem pencernaan mereka. Maka bila mereka sedang mengalami diare,  sebaiknya menghindari permen karet, minuman ringan diet, dan pengganti gula.  Makanan yang menimbulkan gas berlebih Penting bagi Anda untuk konsumsi banyak buah-buahan dan sayuran setiap harinya. Namun saat Anda mengalami diare, maka Anda sebainya menghindari makanan yang cenderung meningkatkan gas dalam usus seperti kubis, kacang-kacangan, brokoli, dan kembang kol, sampai Anda merasa lebih baik.  Makanan yang mungkin tercemar Jauhi makanan yang mempunyai penanganan yang buruk, seperi makanan yang terlalu disimpan dikulkas.    Sumber: everydayhealth
 04 Dec 2019    08:00 WIB
Apa Efek Samping Vaksin Rotavirus?
Rotavirus merupakan virus yang paling sering menyebabkan terjadinya diare, terutama pada bayi dan anak-anak. Vaksin rotavirus bukan merupakan imunisasi wajib di Indonesia. Pemberian vaksin rotavirus dapat membantu mencegah terjadinya diare atau infeksi lainnya yang disebabkan oleh rotavirus. Akan tetapi, seperti halnya obat-obatan, vaksin juga memiliki efek samping. Efek samping akibat pemberian vaksin ini biasanya hanya merupakan efek samping ringan seperti reaksi alergi ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Pada beberapa kasus walaupun sangat jarang, dapat terjadi reaksi alergi berat yang membahayakan jiwa. Sebagian besar bayi yang menerima vaksin rotavirus tidak mengalami efek samping apapun. Akan tetapi, beberapa orang bayi mungkin mengalami beberapa efek samping, mulai dari efek samping ringan hingga berat. Efek Samping Ringan Setelah pemberian vaksin rotavirus, bayi mungkin akan menjadi rewel atau mengalami diare ringan sementara atau muntah. Efek Samping Berat Setelah pemberian vaksin rotavirus, seorang bayi memiliki resiko untuk mengalami intususepsi (sangat jarang). Intususepsi merupakan suatu keadaan di mana terjadi penyumbatan saluran cerna yang membuat bayi memerlukan perawatan inap di rumah sakit dan mungkin juga memerlukan tindakan pembedahan untuk mengatasinya. Intususepsi merupakan suatu keadaan yang dapat terjadi secara alami pada bayi dan penyebabnya biasanya tidak diketahui. Intususepsi yang terjadi akibat pemberian vaksin rotavirus biasanya terjadi dalam waktu 1minggu setelah pemberian dosis pertama atau kedua vaksin. Sumber: cdc