Your browser does not support JavaScript!
 29 Feb 2020    11:00 WIB
Kapan Anda Harus Menghubungi Dokter Saat Anak Anda Diare?
Diare adalah suatu keadaan dimana tinja atau kotoran berubah menjadi lembek atau cair dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam waktu 24 jam. Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling sering pada balita dan membunuh lebih dari 2,6 juta balita setiap tahunnya. Oleh karena itu Anda harus mewaspadai apabila bayi Anda mengalami diare. Kapan Anda harus menghubungi dokter? Apabila bayi Anda berusia tiga bulan atau kurang dari tiga bulan sebaiknya Anda segera menghubungi dokter Anda Apabila bayi Anda berusia lebih dari tiga bulan, hubungi dokter jika bayi Anda mengalami diare dan tampaknya tidak akan membaik setelah 24 jam.  Apabila bayi Anda berusia di bawah 3 bulan, maka Anda harus menghubungi dokter saat bayi Anda mengalami demam tinggi melebihi 100,4 derajat Fahrenheit (38 derajat Celsius) yang diukur melalui dubur Apabila bayi Anda berusia di antara 3 sampai 6 bulan, maka Anda harus menghubungi dokter saat bayi Anda mengalami demam mencapai 101 derajat Fahrenheit (38,3 derajat Celsius) Apabila bayi Anda berusia diatas usia 6 bulan, maka Anda harus menghubungi dokter saat bayi Anda mengalami demam mencapai 103 derajat Fahrenheit (39,4 derajat C) Anda harus menghubungi dokter, tidak peduli berapapun usia bayi Anda: Muntah beberapa kali  Terdapat tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, popok tidak basah selama enam jam atau lebih, dan menangis tanpa air mata  Adanya darah dalam tinja atau tinja berwarna hitam  Sumber: babycenter
 11 Feb 2020    16:00 WIB
Gas Numpuk Di Perut ? Simak Tips Pencegahannya!
Terkumpulnya gas di perut anda dapat disebabkan oleh berbagai hal. Terkumpulnya gas di lambung dan usus dapat membuat perut terasa kembung dan sering sendawa atau buang gas. Gas di dalam perut dapat terjadi akibat masuknya udara saat anda makan dan minum atau sebagai hasil proses fermentasi sisa makanan di dalam usus anda.   Hindari Makanan Penghasil Gas Salah satu cara untuk mencegah pembentukan gas di dalam perut adalah menghindari makanan yang dapat menghasilkan gas. Makanan tersebut adalah kacang-kacangan, kol, bawang, brokoli, kembang kol, pisang, kismis, roti gandum, salad, dan minuman bersoda. Bila anda menderita intoleransi laktosa, hindari makanan yang mengandung laktosa, seperti susu dan produknya. Gunakanlah susu tanpa laktosa.   Kurangi Makanan Berlemak Kurangi makan makanan berlemak karena lemak memperlambat laju pencernaan dan membuat proses fermentasi semakin lama, sehingga gas yang dihasilkan semakin banyak.   Kurangi Makanan Berserat Kurangi makanan berserat saat perut anda terasa kembung. Anda kemudian dapat kembali memakan makanan berserat seperti sayur dan buah-buahan setelah keadaan perut anda membaik.   Makan Dengan Perlahan Makan atau minum terlalu cepat dapat membuat udara yang masuk ke dalam lambung semakin banyak.   Jangan Duduk Bila anda merasa terlalu kenyang setelah makan, berjalan dapat membantu mengurangi rasa penuh di perut anda. Bila setelah mencoba beberapa tips di atas dan perut anda masih terasa kembung, segera hubungi dokter anda untuk pemeriksaan dan penanganan selanjutnya. Selain itu, segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di bawah ini, yaitu: Diare Konstipasi Nyeri perut hebat Nyeri perut berulang Mual atau muntah Tinja disertai darah Tinja berwarna hitam Penurunan berat badan Demam Nyeri dada
 20 Jan 2020    11:00 WIB
Apakah Perbedaan Probiotik dan Prebiotik?
Tubuh manusia mengandung berjuta-juta bakteri bahkan, untuk membantu menjaga kesehatannya. Berbagai jenis bakteri ini memiliki berbagai manfaat untuk membantu fungsi tubuh manusia. Misalnya seperti bakteri baik pada usus yang dapat membantu proses pencernaan makanan. Selain itu, bakteri baik ini juga dapat membantu proses metabolisme vitamin K yang didapat dari makanan. Gangguan pada keseimbangan jumlah bakteri di dalam usus dapat menyebabkan terjadinya gangguan sistem pencernaan. Untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan pencernaan, dianjurkan agar anda menjaga kesehatan tubuh dan menjaga keseimbangan jumlah bakteri baik di dalam usus anda, dengan cara mengkonsumsi suplemen probiotik maupun prebiotik. Banyak orang bertanya-tanya apa perbedaan antara probiotik dan prebiotik serta mana yang lebih baik atau bolehkah jika seseorang hanya mengkonsumsi salah satunya saja. Di bawah ini terdapat penjelasan singkat seputar prebiotik dan probiotik.   Probiotik Probiotik merupakan suatu mikroorganisme hidup. Para ahli menemukan bahwa jika mikroorganisme ini dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai, maka dapat memberikan beberapa manfaat bagi tubuh anda. Terdapat beberapa jenis kemasan probiotik, yaitu kapsul, pil, bubuk, atau terdapat di dalam makanan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa mikroorganisme ini tidak sama persis dengan bakteri baik yang hidup di dalam usus manusia.   Prebiotik Prebiotik merupakan berbagai jenis nutrisi yang diperlukan oleh bakteri baik di dalam tubuh anda untuk kehidupannya. Mengkonsumsi prebiotik dapat membantu meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh anda serta meningkatkan penyerapan berbagai mineral di dalam makanan serta membantu menjaga keseimbangan jumlah bakteri di dalam sistem pencernaan anda, yang dapat mencegah terjadinya gangguan pencernaan. Selain itu, prebiotik juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung anda.   Sumber: differencebetween
 03 Jan 2020    11:00 WIB
Banjir? Waspada Penyakit ini
Ancaman berbagai penyakit pasca banjir menjadi beban dan masalah baru. Kurangnya persediaan air bersih dan sanitasi yang memadai makin memperburuk kondisi. Belum lagi di tempat pengungsian yang biasanya berjejal. Air banjir merupakan sarana yang paling mudah untuk penularan berbagai penyakit melalui virus dan bakteri yang bisa mengganggu beberapa organ tubuh. Berikut kami jabarkan penyakit-penyakit yang harus Anda waspadai pada saat dan pasca banjir melanda: 1.       Diare. Penyakit Diare sangat erat kaitannya dengan kebersihan individu (personal hygiene). Pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi, potensi banjir meningkat. Pada saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal, akan ikut tercemar. Di samping itu, pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian dengan fasilitas dan sarana serba terbatas, termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua menjadi potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat. Langkah antisipasi: masyarakat diingatkan untuk tetap waspada dan menghindari serangan penyakit diare dengan cara, pertama, membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan makan atau minum serta sehabis buang hajat. Kedua, membiasakan merebus air minum hingga mendidih setiap hari. Ketiga, menjaga kebersihan lingkungan, hindari tumpukan sampah di sekitar tempat tinggal. Keempat, hubungi segera petugas kesehatan terdekat bila ada gejala-gejala diare. 2.       Penyakit saluran cerna lain Misalnya demam tifoid. Dalam hal ini, faktor kebersihan makanan memegang peranan penting. 3.       Demam berdarah. Pada saat musim hujan, biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti, yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan pada saat musim hujan, banyak sampah seperti kaleng bekas, ban bekas, dan tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan selama beberapa waktu. Genangan air itulah yang akhirnya menjadi tempat berkembang biak nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat. Langkah antisipasi: Masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M, yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur, dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat. Selain itu, masyarakat diharapkan segera membawa anggota keluarganya ke sarana kesehatan bila ada yang sakit dengan gejala panas tinggi tanpa sebab yang jelas, disertai adanya tanda-tanda pendarahan. 4.       Penyakit leptospirosis. Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis karena ditularkan melalui hewan atau binatang. Di Indonesia, hewan penular terutama adalah tikus, melalui kotoran dan air kencingnya. Pada musim hujan, terutama saat banjir, tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri. Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia sehingga kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut. Seseorang yang memiliki luka, kemudian bermain atau terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran atau kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, berpotensi terinfeksi dan jatuh sakit. Langkah antisipasi: Untuk menghindari timbulnya penyakit leptospirosis, masyarakat diimbau untuk melakukan langkah-langkah antisipasi sebagai berikut: Pertama, menekan populasi dan hindari adanya tikus yang berkeliaran di sekitar tempat tinggal, dengan selalu menjaga kebersihan. Kedua, hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama bila memiliki luka. Ketiga, gunakan pelindung, misalnya sepatu, bila terpaksa harus masuk daerah banjir. Keempat, segera berobat ke sarana kesehatan bila sakit punya gejala panas tiba-tiba, sakit kepala, dan menggigil. 5. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyebab ISPA dapat berupa bakteri, virus, dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam. Jika berat, maka dapat atau mungkin disertai sesak napas, nyeri dada, dan lain-lain. Penanganannya: Istirahat; pengobatan simtomatis sesuai gejala, dan mungkin diperlukan pengobatan kausal untuk mengatasi penyebab; meningkatkan daya tahan tubuh; dan mencegah penularan terhadap orang sekitar (misalnya dengan menutup mulut ketika batuk, tidak meludah sembarangan). Faktor berkumpulnya banyak orang—misalnya di tempat pengungsian korban banjir—juga berperan dalam penularan ISPA. 6. Penyakit kulit. Penyakit kulit dapat berupa infeksi, alergi, atau bentuk lain. Jika musim banjir datang, maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik. Seperti juga pada ISPA, berkumpulnya banyak orang juga berperan dalam penularan infeksi kulit. Penyakit saluran cerna lain, misalnya demam tifoid. Dalam hal ini, faktor kebersihan makanan memegang peranan penting. 7.       Infeksi mata Infeksi mata dapat ditularkan melalui air adalah moluskum kontagiosum dan konjungtivitis (adenovirus), cirinya adalah mata tampak merah. Sebaiknya hindari memegang atau mengucek mata jika terasa gatal dan jauhkan mata dari percikan air banjir. Penanganannya : segera obati jika ada anggota keluarga yang terkena sakit mata merah. Jangan menggunakan obat tetes mata sembarangan sebab infeksi mata memerlukan obat tetes antibiotika dari dokter. 8.       Hepatitis A Infeksi lainnya yang dapat terjadi adalah Hepatitis A atau penyakit infeksi virus yang terjadi pada hati atau lever. Gejala yang timbul adalah kulit dan mata tampak kuning, mual, muntah, demam dan badan lemas. 9.       Campak dan cacar air Gejala campak antara lain batuk, demam berhari-hari, dan beberapa hari setelah demam muncul bercak kemerahan. Sedangkan gejala cacar air yaitu demam tinggi selama berhari-hari yang lalu disertai munculnya bintik-bintik. Untuk menghindari terjadinya penularan, sebaiknya segera dilakukan imunisasi massal di tempat penampungan baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. 10.   Memburuknya penyakit kronis yang mungkin memang sudah diderita. Hal ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, apalagi bila banjir yang terjadi selama berhari-hari.  
 22 Dec 2019    18:00 WIB
Anda Diare? Hindari Makanan Ini
Diare dapat disebabkan oleh pengaruh makanan, oleh karena itu sama pentingnya antara Anda mengetahui makanan yang harus Anda makan saat Anda mengalami diare dan makan yang harus Anda hindari. Makanan tertentu dapat bersifat melalui usus dengan cepat sehingga memperburuk kondisi tubuh dan diare Anda.  Berikut adalah makanan yang harus dihindari, yang dapat memperburuk diare: Makanan berlemak Termasuk makanan yang digoreng dan makanan yang berminyak, terlebih yang ditambah dengan saus.   Susu, mentega, es krim, dan keju Meskipun Anda mengalami diare yang tidak disebabkan karena intoleransi laktosa (suatu keadaan dimana tubuh mengalami kesulitan untuk memproses gula laktosa, yang biasanya ditemukan dalam produk susu) tetap jauhi makanan tersebut. Namun pengecualian untuk yogurt karena yogurt kaya akan probiotik.  Alkohol dan minuman yang mengandung kafein Apabila Anda sedang mengalami diare maka Anda sebaiknya menghindari alkohol, makanan dan minuman yang mengandung kafein. Karena alkohol dan kafein bersifat diuretik yang akan memperparah dehidrasi dan harus dihindari. Sorbitol dan pemanis buatan lainnya Pada beberapa orang pemanis buatan memiliki efek pencahar pada sistem pencernaan mereka. Maka bila mereka sedang mengalami diare,  sebaiknya menghindari permen karet, minuman ringan diet, dan pengganti gula.  Makanan yang menimbulkan gas berlebih Penting bagi Anda untuk konsumsi banyak buah-buahan dan sayuran setiap harinya. Namun saat Anda mengalami diare, maka Anda sebainya menghindari makanan yang cenderung meningkatkan gas dalam usus seperti kubis, kacang-kacangan, brokoli, dan kembang kol, sampai Anda merasa lebih baik.  Makanan yang mungkin tercemar Jauhi makanan yang mempunyai penanganan yang buruk, seperi makanan yang terlalu disimpan dikulkas.    Sumber: everydayhealth
 04 Dec 2019    08:00 WIB
Apa Efek Samping Vaksin Rotavirus?
Rotavirus merupakan virus yang paling sering menyebabkan terjadinya diare, terutama pada bayi dan anak-anak. Vaksin rotavirus bukan merupakan imunisasi wajib di Indonesia. Pemberian vaksin rotavirus dapat membantu mencegah terjadinya diare atau infeksi lainnya yang disebabkan oleh rotavirus. Akan tetapi, seperti halnya obat-obatan, vaksin juga memiliki efek samping. Efek samping akibat pemberian vaksin ini biasanya hanya merupakan efek samping ringan seperti reaksi alergi ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Pada beberapa kasus walaupun sangat jarang, dapat terjadi reaksi alergi berat yang membahayakan jiwa. Sebagian besar bayi yang menerima vaksin rotavirus tidak mengalami efek samping apapun. Akan tetapi, beberapa orang bayi mungkin mengalami beberapa efek samping, mulai dari efek samping ringan hingga berat. Efek Samping Ringan Setelah pemberian vaksin rotavirus, bayi mungkin akan menjadi rewel atau mengalami diare ringan sementara atau muntah. Efek Samping Berat Setelah pemberian vaksin rotavirus, seorang bayi memiliki resiko untuk mengalami intususepsi (sangat jarang). Intususepsi merupakan suatu keadaan di mana terjadi penyumbatan saluran cerna yang membuat bayi memerlukan perawatan inap di rumah sakit dan mungkin juga memerlukan tindakan pembedahan untuk mengatasinya. Intususepsi merupakan suatu keadaan yang dapat terjadi secara alami pada bayi dan penyebabnya biasanya tidak diketahui. Intususepsi yang terjadi akibat pemberian vaksin rotavirus biasanya terjadi dalam waktu 1minggu setelah pemberian dosis pertama atau kedua vaksin. Sumber: cdc
 03 Nov 2019    08:00 WIB
Fakta Menarik Mengenai Bakteri E Coli
Kita tentu sudah mengetahui bahwa ada bakteri yang baik dan ada bakteri jahat. Tubuh manusia memerlukan bakteri untuk proses pencernaan dan berbagai proses tubuh lainnya. E.Coli merupakan salah satu jenis bakteri yang secara normal ada di saluran pencernaan manusia. Tetapi tidak semua jenis E.Coli menguntungkan tubuh manusia. Ada beberapa jenis E.Coli yang memproduksi toksin berbahaya yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada tubuh Manusia. Binatang pemakan rumput, terutama hewan ternak diketahui sebagai reservoar dari E.Coli dan dapat menularkan bakteri ini ke tubuh manusia melalui kontaminasi kotoran, kontaminasi dari daging ternak yang tidak dimasak dengan baik dan juga melalui air. Berikut merupakan fakta menarik tentang bakteri E.Coli yang perlu kita ketahui: Manusia dapat terinfeksi bakteri E.Coli melalui makanan atau air yang terkontaminasiMasa inkubasi dari bakteri adalah 3-4 hari setelah berbagai gejala pencernaan terjadi. Gejala yang terjadi dapat bervariasi mulai dari diare, demam ringan, sampai diare berat tanpa demam. Tetapi pada kasus yang jarang terjadi, khususnya pada anak di bawah 5 tahun dan manula, gejala infeksi ini dapat sangat serius hingga menyebabkan sindroma uremia hemolitik yang dapat berakhir menjadi gagal ginjal, perdarahan dan berbagai masalah syaraf. tingkat kematian yang disebabkan penyakit tersebut sebesar 3-5%.    Transmisi dari E.Colimanusia terinfeksi bakteri E.Coli melalui kontak dari makanan dan air yang terkontaminasi E.Coli. Transmisi dari manusia ke manusia juga mungkin terjadi jika memang terjadi kontak yang sangat dekat, seperti di Rumah Sakit, tempat penitipan anak dan rumah. Berbagai jenis makanan diketahui menjadi alasan munculnya wabah E.ColiSusu yang sudah basi dan keju kadaluarsa, daging yang tidak dimasak dengan matang, produk sayuran yang fresh seperti bayam, selada, cuka apel yang tidak dipasteurisasi merupakan makanan yang berpotensi menimbulkan wabah E.Coli Diare berdarah yang dihubungkan dengan Infeksi E.Coli biasanya dapat sembuh sendirigejala infeksi pencernaan akut, demam dan muntah merupakan tanda infeksi yang disebabkan oleh E,Coli dan biasanya tidak memerlukan pemberian antibiotik. Gejala akan membaik dalam waktu 5-7 hari.Saat ini masih banyak ditemukan kasu kontaminasi E.Coli, dan satu-satunya tindakan pencegahan yang dapat kita lakukan adalah dengan memasak dan membersihkan bahan makanan yang akan kita makan dengan baik dan benar. Jika Anda ingin memakan secara mentah, misalnya buah-buahan atau salad, maka Anda harus membersihkannya dengan baik dengan menggunakan garam. Garam biasanya dapat menyingkirkan bakteri dari makanan sehingga makanan tersebut aman untuk dimakan.Sumber: magforwomen
 25 Oct 2019    16:00 WIB
Diare Dapat Menyebabkan Kematian Pada Anak-Anak
Diare merupakan suatu keadaan di mana seseorang buang air besar (cair) lebih dari 3 kali sehari, yang dapat terjadi kapan saja dan gejalanya pun dapat bervariasi dari yang ringan hingga berat. Penyebabnya sendiri juga ada bermacam-macam; mulai dari bakteri, parasit, virus, hingga akibat reaksi alergi terhadap suatu jenis makanan atau zat di dalam makanan. Hal lainnya yang juga dapat menyebabkan terjadinya diare adalah gangguan penyerapan lemak dan gluten (intoleransi gluten). Pada anak, gejala diare dapat sedikit berbeda dibandingkan dengan orang dewasa. Beberapa gejala diare yang dapat ditemukan pada anak-anak adalah: Rewel Tampak gelisah Demam Tinja cair atau berlendir atau bahkan disertai darah (tinja menjadi berwarna hitam lunak atau kemerahan) Tinja berwarna kehijauan (bercampur dengan cairan empedu) Anus tampak lecet Kadang disertai dengan muntah Dehidrasi   Diare pada anak dianggap cukup berbahaya karena dapat menyebabkan terjadinya kematian pada anak akibat dehidrasi berat. Dehidrasi merupakan suatu keadaan di mana seseorang kekurangan cairan tubuh. Dehidrasi dapat terjadi akibat muntah, diare, tidak mengkonsumsi cukup cairan, atau kombinasi dari ketiganya. Walaupun agak jarang, keringat berlebih atau buang air kecil secara berlebihan juga dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Berbeda dengan orang dewasa, bayi dan anak-anak kecil lebih mudah mengalami dehidrasi. Hal ini dikarenakan tubuh mereka lebih mudah kehilangan cairan dibandingkan dengan orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar. Beberapa gejala dehidrasi yang perlu diwaspadai pada anak adalah: Rewel Mata tampak cekung Tidak ada air mata saat menangis Mulut kering Ubun-ubun cekung Elastisitas kulit menurun Jumlah air kemih berkurang atau jarang buang air kecil   Seorang bayi yang mengalami dehidrasi dan tidak segera ditangani dapat meninggal dalam waktu 2-3 hari kemudian. Oleh karena itu, segera periksakan anak Anda ke seorang dokter terdekat bila diare yang ia alami tidak juga membaik.   Baca Juga: Tips Mencegah Terjadinya Dehidrasi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter. Sumber: emedicinehealth
 02 Oct 2019    18:00 WIB
7 Tanda Bahaya Misterius Bagi Kesehatan
Kesehatan adalah salah satu harta yang tak ternilai harganya. Sehat adalah suatu keadaan sejahtera dari tubuh, jiwa, dan sosial yang memungkinkan seseorang untuk hidup secara produktif baik dari segi sosial maupun ekonomi. Berbagai gejala gangguan kesehatan yang serius seperti nyeri dada, nyeri perut hebat, atau perdarahan mungkin dapat langsung membuat anda mencari pertolongan medis segera. Akan tetapi, bagaimana dengan berbagai gejala gangguan kesehatan lainnya yang seringkali anda lewatkan atau bahkan tidak sadari?   Penurunan Berat Badan Tanpa Penyebab yang Jelas Apabila berat badan anda turun secara tiba-tiba tanpa adanya usaha apapun untuk menurunkannya hal ini dapat merupakan suatu tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Bila berat anda turun sekitar 10% dalam waktu 6 bulan, tanpa melakukan upaya apapun untuk menurunkannya, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter anda. Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas dapat disebabkan oleh hipertiroidisme (peningkatan aktivitas kelenjar tiroid), diabetes, depresi, gangguan hari, kanker, atau akibat gangguan absorpsi nutrisi tertentu (malabsorpsi).   Demam Tinggi atau Demam yang Menetap Demam merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan suatu infeksi. Demam yang menetap dapat merupakan suatu tanda adanya infeksi tersembunyi, misalnya akibat infeksi pada saluran air kemih ataupun tuberkulosis. Selain itu, kadang-kadang limfoma atau obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan demam lama atau menetap. Bila anda mengalami demam selama lebih dari 3 hari atau demam lebih dari 39°C, segera periksakan diri anda ke dokter.   Sesak Napas Sesak napas yang lebih berat daripada sesak yang ditimbulkan oleh hidung tersumbat ataupun olahraga dapat merupakan tanda adanya gangguan pada kesehatan anda. Segera hubungi dokter anda bila anda merasa sesak atau sulit bernapas atau sesak saat berbaring. Berbagai penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya sesak napas adalah penyakit paru obstruktif kronik, bronkitis kronik, asma, pneumonia, emboli paru, serta berbagai gangguan jantung dan paru lainnya. Selain itu, serangan panik atau kecemasan hebat juga dapat menimbulkan gejala sesak napas yang disertai dengan peningkatan denyut jantung, berkeringat, dan berbagai gejala lainnya.   Perubahan Fungsi Saluran Cerna Fungsi saluran cerna setiap orang berbeda-beda. Beberapa orang dapat mempunyai saluran pencernaan yang lebih sensitif daripada yang lainnya. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu: Diare yang menetap Konstipasi yang menetap Tinja disertai darah atau tinja berwarna hitam Keinginan mendesak untuk buang air besar Perubahan fungsi atau gangguan fungsi saluran cerna ini dapat merupakan suatu tanda adanya infeksi bakteri (misalnya campylobacter atau salmonella), virus, atau parasit. Penyebab lainnya adalah irritable bowel syndrome dan kanker usus besar.   Penurunan Kesadaran atau Perubahan Perilaku Penurunan kesadaran (bingung atau gelisah) atau perubahan perilaku dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk infeksi, anemia, kadar gula darah rendah, dehidrasi, gangguan jiwa, atau akibat efek samping obat-obatan tertentu. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu: Bingung Penurunan kemampuan berpikir Disorientasi tempat atau waktu (tidak dapat mengenali tempat atau waktu) Gangguan konsentrasi atau daya ingat secara mendadak Perubahan perilaku atau kepribadian mendadak, misalnya perilaku agresif   Merasa Kenyang Walau Hanya Makan Sangat Sedikit Bila anda selalu merasa kenyang lebih cepat dari biasanya atau setelah makan porsi yang lebih sedikit dari biasanya, segera hubungi dokter anda untuk pemeriksaan lebih lanjut. Gejala ini juga seringkali diikuti dengan mual, muntah, perut kembung, demam, dan penurunan atau peningkatan berat badan. Beberapa hal yang dapat menyebabkan hal ini adalah refluks gastroesofageal (GERD), irritable bowel syndrome, dan kanker pankreas.   Melihat Kilatan Cahaya Melihat kilatan cahaya atau suatu sinar terang atau gangguan penglihatan lainnya dapat disebabkan oleh migrain atau ablasio retina (terlepasnya retina dari tempat perlekatannya). Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami hal ini untuk mencegah hilangnya penglihatan yang menetap.   sumber : mayoclinic