Your browser does not support JavaScript!
 05 Jul 2019    08:00 WIB
Mengenal Apa Itu Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling sering terjadi. Tidak seperti diabetes tipe 1, pada diabetes tipe 2, terdapat insulin di dalam tubuh penderitanya. Akan tetapi, produksi insulin ini tidak mencukupi atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin ini dengan baik (resistensi insulin). Resistensi insulin merupakan suatu keadaan di mana tubuh membentuk insulin dalam jumlah yang cukup tetapi tubuh tidak dapat mengenali dan menggunakan insulin sebagaimana mestinya. Gangguan produksi maupun gangguan penggunaan insulin ini menyebabkan gula tidak dapat digunakan oleh sel-sel tubuh. Hal ini menyebabkan semua sel-sel tubuh tersebut tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Gangguan fungsi sel-sel tubuh dapat menyebabkan berbagai hal, yaitu: Dehidrasi. Peningkatan kadar gula di dalam darah membuat tubuh berusaha mengeluarkannya melalui air kemih, yang menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil. Pengeluaran gula melalui ginjal ini juga menyebabkan pengeluaran air dalam jumlah besar dan mengakibatkan terjadinya dehidrasi Koma diabetikum hiperosmolar non ketotik. Gangguan ini terjadi bila penderita diabetes tipe 2 yang mengalami dehidrasi berat tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan cairannya. Komplikasi ini dapat membahayakan jiwa penderita Kerusakan berbagai organ dan pembuluh darah. Seiring dengan berlalunya waktu, tingginya kadar gula darah dapat menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah kecil di mata, ginjal, jantung, dan meningkatkan resiko terjadinya aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah akibat penumpukan lemak) pada pembuluh darah besar yang dapat menyebabkan terjadinya stroke dan serangan jantung Siapa Saja yang Beresiko ? Siapa saja dapat menderita diabetes tipe 2. Akan tetapi resiko ini meningkat pada: Orang yang menderita obesitas atau kelebihan berat badan Wanita yang memiliki riwayat diabetes gestasional Ada anggota keluarga yang menderita diabetes tipe 2 Penderita sindrom metabolic (suatu keadaan di mana terjadi peningkatan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, penurunan kadar HDL, dan tekanan darah tinggi) Penuaan. Penuaan membuat berbagai sel tubuh mengalami penurunan toleransi terhadap gula Apa Penyebab Diabetes Tipe 2 ? Walaupun lebih sering terjadi daripada diabetes tipe 1, akan tetapi penyebabnya lebih tidak dimengerti. Hal ini disebabkan oleh banyaknya penyebab yang menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 juga dapat diturunkan dalam keluarga, akan tetapi gen yang menyebabkan tidak diketahui. Gejala Diabetes Tipe 2 Gejala diabetes tipe 2 yang dialami oleh penderitanya dapat berbeda-beda. Gejala-gejala yang dapat ditemukan adalah: Peningkatan rasa haus Peningkatan rasa lapar, terutama setelah makan Mulut kering Mual dan kadang muntah Peningkatan frekuensi buang air kecil Badan terasa lemah dan mudah lelah Penglihatan kabur Mati rasa atau kesemutan pada tangan atau kaki Infeksi berulang pada kulit atau saluran kemih   Apakah Saya Menderita Diabetes ? Untuk mengetahui dan menentukan apakah anda menderita diabetes atau tidak, dokter biasanya menyarankan agar anda melakukan pemeriksaan darah, berupa kadar gula darah puasa dan kadar gula darah sewaktu. Komplikasi Diabetes yang Dapat Terjadi Komplikasi pada diabetes biasanya terjadi bila kadar gula darah tidak terkontrol dalam waktu yang cukup lama. Retinopati Retinopati merupakan kelainan pada mata yang terjadi akibat kerusakan pada saraf atau pembuluh darah mata. Penderita diabetes tipe 2 mungkin telah memiliki kelainan pada matanya yang disebabkan oleh penyakit tersebut. Akan tetapi, tidak semua penderita diabetes mengalami gangguan penglihatan. Mengontrol kadar gula darah dan kolesterol tetap dalam batas normal merupakan salah satu cara pencegahan gangguan mata yang terbaik. Kerusakan Pada Ginjal Semakin lama anda telah menderita diabetes, maka semakin tinggi resiko anda menderita kerusakan pada ginjal. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal pada penderita diabetes lama. Kerusakan Saraf dan Gangguan Pada Pembuluh Darah Kerusakan pada saraf dan pengerasan dinding pembuluh darah dapat menyebabkan timbulnya mati rasa dan gangguan sirkulasi pada kaki. Hal ini menyebabkan peningkatan resiko terjadinya infeksi dan terbentuknya luka terbuka (ulkus), di mana luka sulit menyembuh dan meningkatkan kemungkinan tindakan amputasi. Kerusakan pada saraf dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare.   Sumber: webmd
 26 Jun 2019    16:00 WIB
Benarkah Diabetes Sebabkan Degenerasi Otak?
Diabetes tipe 2 telah dikenal dapat mempengaruhi otak penderitanya, bahkan menyebabkan hilangnya bagian otak tertentu. Dengan menggunakan pemeriksaan MRI, para peneliti telah dapat mempelajari bagaimana struktur otak 614 penderita diabetes yang rata-rata berusia 62 tahun, yang telah menderita diabetes selama setidaknya 10 tahun. Para peneliti kemudian menemukan bahwa menderita diabetes dalam jangka panjang memiliki hubungan dengan hilangnya jaringan otak, yang menyebabkan terjadinya atrofi (pengecilan) otak. Para ahli menduga bahwa atrofi otak yang terjadi ini mungkin merupakan dampak langsung diabetes terhadap jaringan otak.Selain atrofi otak, para ahli menduga bahwa terdapat gangguan otak lain yang terjadi pada penderita diabetes yang disebabkan oleh adanya gangguan pada pembuluh darah yang seringkali terjadi pada penderita diabetes, yang dapat menyebabkan terjadinya stroke. Para peneliti juga menemukan bahwa jaringan otak yang paling banyak hilang merupakan jaringan otak di bagian gray matter, di mana sel-sel saraf yang berhubungan dengan berbagai organ tubuh terletak.Pengecilan ukuran gray matter ini seringkali merupakan tanda awal dimulainya proses neurodegeneratif, yang menyebabkan penderita diabetes memiliki resiko terkena penyakit Alzheimer yang lebi tinggi.Hal ini bukan berarti semua penderita diabetes akan mengalami penyakit Alzheimer, para peneliti hanya menduga bahwa keadaan ini dapat memperburuk gangguan fungsi kognitif dan kemampuan berpikir seiring dengan semakin bertambahnya usia penderita dan menyebabkan peningkatan resiko terjadinya Alzheimer. Penelitian ini juga menemukan bahwa setiap 10 tahun, otak penderita diabetes tampak 2 tahun lebih tua daripada orang yang tidak menderita diabetes, terutama pada bagian gray matter. Hal ini juga menunjukkan bahwa semakin lama anda menderita diabetes, maka kerusakan yang terjadi pada otak anda juga akan semakin berat. Oleh karena itu, pengendalian kadar gula darah sangat penting untuk mencegah atau mengurangi berbagai kerusakan yang terjadi pada otak dan kemampuan berpikir. Sumber: foxnews
 19 Jun 2019    16:00 WIB
Mengenal Penyebab Kelainan Tangan (Kontraktur Dupuytren)
Kontraktur Dupuytren merupakan suatu kelainan pada tangan yang disebabkan oleh terbentuknya jaringan ikat yang mengeras dan berkontraksi di bawah kulit tangan. Gejala awal terjadinya kontraktur ini adalah adanya penebalan pada kulit telapak tangan. Selain itu, juga dapat ditemukan adanya satu atau beberapa benjolan di bawah kulit telapak tangan, yang biasanya terletak di dekat jari manis atau jari kelingking. Seiring dengan semakin berkembangnya penyakit, benjolan-benjolan ini akan mengeras dan menyatu sampai ke jari-jari tangan. Benjolan yang mengeras ini kemudian akan berkontraksi dan membuat jari-jari tangan menekuk dan tidak dapat diluruskan kembali. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mencucui piring dan berjabat tangan. Penyebab pasti terjadinya kontraktur Dupuytren masih tidak diketahui. Akan tetapi tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang meningkatkan resiko anda menderita kontraktur Dupuytren seperti yang akan dibahas di bawah ini.   Herediter Kontraktur Dupuytren bersifat herediter, artinya diturunkan dalam keluarga. Bila salah satu orang tua anda menderita kontraktur ini, maka resiko anda mengalami kontraktur ini lebih tinggi daripada orang yang orang tuanya tidak menderita kontraktur ini.   Asal Usul Anda Kontraktur Dupuytren paling sering ditemukan pada orang Eropa Utara, yaitu Inggris, Skotlandia, Irlandia, Belanda, dan Perancis atau pada orang Skandinavia, yaitu Denmark, Swedia, Norwegia, dan Finlandia. Akan tetapi, keadaan ini juga dapat dialami oleh semua ras dan etnis.   Jenis Kelamin dan Usia Kontraktur Dupuytren lebih sering terjadi pada pria daripada wanita dan biasanya terjadi setelah usia 40 tahun. Pada wanita, kontraktur Dupuytren terjadi pada usia yang lebih tua dan dengan gejala yang lebih ringan daripada pria.   Diabetes dan Epilepsi Para ahli masih tidak mengetahui mengapa kontraktur Dupuytren sering terjadi pada penderita diabetes dan epilepsi. Gejala kontraktur biasanya lebih ringan pada penderita diabetes. Walaupun tidak ditemukan hubungan antara cedera dan penggunaan tangan secara berlebihan dengan peningkatan resiko terjadinya kontraktur Dupuytren, akan tetapi kontraktur ini lebih sering ditemukan pada orang dengan riwayat cedera tangan.   Alkohol dan Merokok Walaupun para ahli sulit menemukan hubungan yang pasti antara kontraktur Dupuytren dengan konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok, akan tetapi mereka menduga adanya suatu hubungan antara kejadian kontraktur Dupuytren dengan kedua hal tersebut.   Prognosis Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan keadaan ini. Tindakan pembedahan dapat membantu mengatasi keadaan ini, akan tetapi tingkat kekambuhan pun masih tinggi. Kontraktur Dupuytren tidak menimbulkan rasa nyeri . Baca juga: Makanan Anti Galau  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: webmd
 19 Jun 2019    08:00 WIB
Diabetes Gestasional Hanya Terjadi Pada Ibu Hamil
Diabetes gestasional merupakan suatu keadaan di mana wanita mengalami peningkatan kadar gula darah seperti penderita diabetes, akan tetapi hanya selama kehamilan. Gula darah biasanya kembali normal setelah persalinan. Apa Efeknya Pada Bayi Anda ? Tingginya kadar gula darah di dalam darah ibu menyebabkan peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh bayi. Kelebihan gula pada tubuh bayi ini akan disimpan sebagai lemak dan menyebabkan bayi anda lebih besar daripada bayi lainnya. Lebih besarnya bayi anda dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai komplikasi pada bayi anda. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah: Cedera pada bayi saat proses persalinan karena ukurannya yang lebih besar Rendahnya kadar gula darah dan berbagai mineral saat lahir Jaundice (kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan) Kelahiran prematur Gangguan pernapasan sementara Perlu diingat bahwa tidak semua bayi berukuran besar mengalami berbagai komplikasi di atas. Bayi dari ibu yang menderita diabetes gestasional memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes atau obesitas pada suatu saat dalam kehidupannya. Apa Efeknya Pada Anda ? Diabetes gestasional dapat meningkatkan terjadinya berbagai komplikasi kehamilan. Berbagai komplikasi kehamilan yang dapat terjadi adalah: Keguguran Tekanan darah tinggi atau preeklampsia Kelahiran prematur Selain itu, anda memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk persalinan melalui proses pembedahan Caesar karena ukuran bayi anda yang lebih besar daripada jalan lahirnya. Akan tetapi, bukan berarti anda tidak dapat melahirkan melalui proses persalinan normal. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai resiko dan keuntungan persalinan normal dan Caesar. Setelah persalinan, anda juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2. Gaya hidup sehat dapat membantu mencegah terjadinya diabetes dan obesitas pada anda dan anak anda nantinya.  
 14 Jun 2019    16:00 WIB
Sejumlah Manfaat Labu Kuning Bila Dikonsumsi
Kandungan nutrisi di dalam labu kuning setiap 100 gram labu kuning hanya mengandung sekitar 25 kalori. Labu kuning mengandung banyak karbohidrat dan serat. Selain itu, labu kuning jug amengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, vitamin K, zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, mangan, dan seng. 1.  Membantu Menurunkan Kadar KolesterolMengkonsumsi labu kuning dapat membantu menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh anda. Labu kuning sendiri sama sekali tidak mengandung kolesterol dan jutru mengandung fitosterol yang telah dikenal untuk menurunkan kadar kolesterol LDL (hingga sekitar 75%) dan meningkatkan kadar kolesterol HDL (hingga 15%). Fitosterol menghambat penyerapan kolesterol di dalam tubuh dan membuatnya langsung dikeluarkan dari dalam tubuh. 2.  Membantu Penderita DiabetesLabu kuning memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga dapat menjadi salah satu menu makanan penderita diabetes. Labu kuning dapat membantu produksi insulin dan membantu proses penyembuhan jaringan pankreas. Omega 3 yang terdapat pada biji labu juga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. 3.  Mencegah KankerLabu kuning mengandung banyak antioksidan, terutama karotenoid. Berbagai antioksidan ini dapat membantu menghambat metabolisme sel-sel kanker. Mengkonsumsi labu kuning dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, kanker usus besar, dan kanker kulit. 4.  Membantu Menjaga Kesehatan JantungKandungan folat, karotenoid, dan magnesium di dalam labu kuning membuatnya sangat baik bagi kesehatan jantung anda. Magnesium akan bekerja sebagai relaksan pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah terjadinya penyakit stroke dan serangan jantung. Selain itu, labu kuning juga dapat mencegah terjadinya aterosklerosis yaitu suatu keadaan di mana dinding pembuluh darah arteri mengeras akibat penumpukkan lemak pada dinding dalamnya. 5.  Menjaga Kesehatan MataKonsumsi labu kuning dapat mencegah terjadinya degenerasai makula akibat penuaan. Zeaxanthin di dalam labu kuning membuatnya dapat membantu melindungi retina mata dari radiasi sinar UV yang berbahaya dan berbagai stress oksidatif lainnya. Karotenoid, baik alfa maupun beta di dalam labu kuning juga baik bagi kesehatan mata dan dapat mencegah terjadinya kebutaan di malam hari (rabun senja). Lutein dan zeaxanthin di dalam labu juga baik untuk mencegah terjadinya katarak.   6.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari labu kuning bagi kesehatan anda adalah: Mengurangi stress. Biji labu kuning kaya akan asam amino, triptofan, yang akan diubah menjadi serotonin. Serotonin merupakan suatu neurotransmiter yang dapat mengurangi rasa cemas dan stress sehingga dapat memperbaiki mood anda. Mencegah sembelit (kaya serat). Membantu menjaga kesehatan prostat dan mencegah terjadinya pembesaran prostat jinak (seng). Membantu mencegah terbentuknya batu ginjal dan berbagai penyakit yang berhubungan dengan kandungan empedu serta dapat mencegah terjadinya ulkus akibat iritasi asam lambung (sari labu). Membantu menguatkan tulang dan enamel gigi serta mencegah terjadinya osteoporosis (seng dan magnesium) Mencegah radang sendi (agen anti inflamasi).     Sumber: foodtofitness
 10 Jun 2019    16:00 WIB
Manfaat Kacang Polong Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam Kacang PolongSetiap 100 gram kacang polong mengandung 80 kalori. Kacang polong mengandung karbohidrat, serat, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, vitamin K, seng, kalsium, magnesium, kalium, dan zat besi.1.  Membantu Menjaga Kesehatan JantungKacang polong mengandung banyak fitonutrien, yaitu saponin, asam fenolat, dan flavanol yang baik bagi kesehatan jantung. Flavanol merupakan zat anti inflamasi (anti radang) dan dapat membantu mencegah terbentuknya bekuan darah. Bekuan darah merupakan salah satu penyebab terjadinya serangan jantung dan stroke. Flavanol juga dapat membantu mencegah pembentukan plak lemak (kumpulan lemak) di dalam pembuluh darah arteri. Kacang polong juga dapat membantu menurunkan kadar homosistein karena mengandung asam folat, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, dan vitamin B6. Vitamin B3 yang terdapat di dalam kacang polong juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida. Omega 3 dan asam alfa linoleat di dalam kacang polong juga baik bagi kesehatan jantung anda.2.  Bermanfaat Bagi Penderita DiabetesKacang polong memiliki indeks glikemik (kemampuan suatu makanan untuk mempengaruhi kadar gula darah setelah mengkonsumsinya) yang rendah sehingga dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes. Vitamin E dan pisumsaponin 1 dan 2 serta pisomoside A merupakan agen anti inflamasi yang banyak ditemukan pada kacang polong. Konsumsi kacang polong dapat mengurangi efek oksidasi radikal bebas dan menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2. Selain itu, magnesium dan seng di dalam kacang polong juga dapat menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.3.  Mencegah KankerBanyaknya antioksidan di dalam kacang polong membuatnya dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Kacang polong mengandung polifenol cousmestrol yang dapat menurunkan resiko terjadinya kanker lambung. Berbagai antioksidan lainnya seperti karoten, lutein, zeaxanthin, dan berbagai zat lain seperti lektin, beta sitosterol, asam benzoat, asam sinamat, dan flavonol glikosida di dalam kacang polong dapat mencegah terjadinya kanker prostat dan kanker payudara.4.  Mencegah Penuaan DiniVitamin C dapat membantu mencegah terjadinya infeksi kuman dan membantu membuang berbagai radikal bebas di dalam tubuh. Berbagai antioksidan lain seperti flavonoid, karotenoid, asam fenoleat, dan polifenol dapat menghambat proses penuaan dan pembentukan kerutan pada kulit.5.  Membantu Kerja Saluran PencernaanKacang polong juga mengandung banyak serat yang dapat membantu mencegah terjadinya sembelit. Selain itu, konsumsi kacang polong juga dapat membantu mengatasi berbagai gejala gangguan pencernaan.6.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari kacang polong bagi kesehatan anda adalah:•  Membantu penyerapan kalsium (vitamin K)•  Menurunkan resiko terjadinya osteoporosis (asam folat dan vitamin B1)•  Menurunkan resiko terjadinya depresi (asam folat). Kekurangan asam folat dapat menyebabkan timbulnya berbagai gejala melankolis dari depresi•  Mencegah anemia dengan meningkatkan jumlah sel darah merah (zat besi)•  Membantu menurunkan berat badan (tinggi serat dan rendah kalori)•  Membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh (flavonoid, karotenoid, polifenol, vitamin A, vitamin C, dan omega 3)Sumber: foodtofitness
 07 Jun 2019    18:00 WIB
Kafein dan Hubungannya Dengan Diabetes Tipe 2
Sebuah penelitian kecil yang dilakukan di Amerika, melakukan pengamatan pada para penyuka kopi yang terdiri dari 5 orang pria dan 5 orang wanita, yang rata-rata berusia 63 tahun dan menderita diabetes tipe 2 untuk mengevaluasi apa sebenarnya efek kafein pada kadar gula darah seseorang. Kadar gula darah para peserta penelitian telah berhasil dikendalikan dengan diet, olahraga, dan obat-obatan oral (yang dikonsumsi melalui mulut). Kadar HbA1c para peserta adalah sekitar 6.4%. Tidak ada peserta penelitian yang membutuhkan terapi insulin dan tidak ada peserta penelitian yang merokok atau menggunakan obat golongan psikotropika (obat penenang). Pada penelitian ini, para peneliti memberikan para peserta 500 mg kafein setiap harinya dan plasebo untuk mengetahui apa sebenarnya efek kafein pada kadar gula darah seseorang. Pemberian kafein dan plasebo dibagi menjadi 2 dosis, yang diberikan pada waktu sarapan dan makan siang. Para peneliti juga meminta para peserta penelitian untuk menggunakan alat pemeriksa kadar gula darah pada saat penelitian berlangsung sehingga kadar gula darah para peserta penelitian dapat diukur setiap waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saat para peserta penelitian mengkonsumsi kafein, kadar gula darah mereka di siang hari menjadi lebih tinggi dan hasil pemeriksaan kadar gula darah setelah makan (kadar gula darah post prandial) juga meningkat secara berlebihan. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa para peserta penelitian yang mengkonsumsi kafein mengalami penurunan kadar gula darah di pagi hari saat mereka baru saja bangun tidur. Para peneliti mengatakan bahwa masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efek kafein terhadap kadar gula darah seseorang.     Sumber: diabetescare
 02 Jun 2019    11:00 WIB
Apa Saja Gejala Diabetes Pada Anak?
Anak yang memiliki kadar gula darah tinggi mungkin mengalami diabetes, yang membuatnya memerlukan penanganan secepatnya untuk menurunkan kadar gula darah yang tinggi. Di bawah ini terdapat beberapa tanda dan gejala yang menunjukkan tingginya kadar gula darah pada seorang anak.   Sering Haus Bila kadar gula di dalam darah tinggi, maka ginjal akan berusaha untuk mengeluarkan kelebihan gula tersebut dari dalam tubuh dalam bentuk air kemih. Akan tetapi, untuk memproduksi cukup banyak air kemih untuk mengeluarkan kelebihan gula tersebut, ginjal harus menarik cairan dari berbagai jaringan tubuh. Hal ini membuat anak menjadi lebih sering buang air kecil, yang dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi dan anak sering merasa haus.   Sering Lapar Karena tubuh tidak dapat mencerna makanan yang telah dikonsumsi dengan baik, maka anak-anak yang memiliki kadar gula darah yang tinggi juga sering merasa lapar. Rasa lapar merupakan suatu reaksi tubuh untuk memberitahu Anda bahwa tubuh Anda memerlukan kalori untuk bekerja.  Kadar gula darah tinggi tetapi tetap merasa lapar, mengapa demikian? Hal ini dikarenakan kelebihan gula tersebut lebih banyak dikeluarkan melalui air kemih daripada digunakan untuk sumber energi tubuh.   Penurunan Berat Badan Karena tubuh tidak mampu menggunakan gula yang berada di dalam darah dan tidak dapat menyimpan kelebihan gula dalam bentuk cadangan makanan, maka tubuh akan menggunakan cadangan makanannya, yaitu lemak sebagai sumber tenaga untuk melakukan berbagai aktivitas, yang membuat anak mengalami penurunan berat badan.   Menderita Infeksi Jamur Bila anak Anda sering atau berulang kali mengalami infeksi jamur pada kemaluan (keputihan), maka hal ini juga dapat merupakan penanda tingginya kadar gula darah pada anak, termasuk pada bayi.  Hal ini dikarenakan jamur memerlukan gula sebagai makanannya, yang membuat pertumbuhan jamur menjadi tidak terkendali pada seseorang yang memiliki kadar gula darah tinggi, termasuk pada anak-anak.   Adanya Gula dan Keton Pada Air Kemih Ditemukannya gula dan keton pada air kemih pada saat dokter melakukan pemeriksaan air kemih juga merupakan penanda tingginya kadar gula darah di dalam tubuh seorang anak.  Adanya gula di dalam air kemih menunjukkan bahwa ginjal berusaha untuk mengeluarkan kelebihan gula di dalam darah melalui air kemih. Sedangkan ditemukannya keton di dalam air kemih merupakan penanda tubuh menggunakan lemak untuk menjalankan fungsinya. Keton merupakan suatu produk sampingan dari proses pencernaan lemak menjadi energi.   Sumber: ehow
 14 May 2019    16:00 WIB
Benarkah Pemanis Buatan Dapat Menyebabkan Terjadinya Diabetes?
Sebuah penelitian yang dilakukan di Israel menemukan bahwa pemanis buatan dapat mengubah komposisi normal dari bakteri baik di dalam usus seseorang. Hal ini tampaknya juga mempengaruhi bagaimana tubuh mengendalikan gula di dalam makanan yang Anda konsumsi, yang membuat kadar gula darah meningkat. Gangguan ini menyebabkan terjadinya gangguan toleransi glukosa, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya diabetes. Akan tetapi, banyak ahli lainnya menyarankan para pembaca untuk jangan salah mengartikan hasil penelitian ini. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai benar tidaknya hasil penelitian tersebut. Pada penelitian ini, para peneliti meneliti 3 jenis pemanis buatan, yaitu sakarin, sukralosa, dan aspartam pada 20 hewan percobaan (tikus). Beberapa hewan percobaan tersebut diberikan salah satu pemanis buatan tersebut di dalam air minumnya, sementara yang lainnya diberikan air gula atau hanya air putih. Kira-kira 11 minggu kemudian, para peneliti memberikan semua hewan percobaan sejumlah gula dan mengamati bagaimana reaksi tubuh mereka terhadap gula dengan mengukur kadar gula darah hewan percobaan tersebut. Tikus yang diberikan gula memiliki respon yang sama terhadap pemberian gula dengan tikus yang hanya diberikan air putih. Sementara itu, tikus yang diberikan pemanis buatan mengalami respon yang berbeda. Kadar gula darah pada tikus ini lebih tinggi daripada tikus lainnya yang hanya diberikan air gula dan air putih. Hal ini menunjukkan adanya gangguan pada tubuh tikus terhadap gula. Penelitian lebih lanjut juga menemukan adanya hubungan antara hal ini dengan jumlah bakteri baik di dalam usus. Para peneliti kemudian melanjutkan penelitiannya pada manusia. Para peneliti mengamati sekitar 381 orang yang tidak menderita diabetes yang merupakan sukarelawan pada penelitian ini. Mereka diminta untuk mengisi suatu kuisioner untuk mengetahui seberapa banyak pemanis buatan yang biasa mereka konsumsi.  Sekitar 40 orang peserta penelitian yang paling banyak mengkonsumsi pemanis buatan juga menunjukkan kadar gula darah yang lebih tinggi daripada 236 orang peserta penelitian lainnya yang tidak pernah mengkonsumsi pemanis buatan. Pada penelitian pendahuluan lainnya, para peneliti memberikan sakarin selama seminggu pada 7 orang sukarelawan yang tidak menderita diabetes dan biasanya tidak mengkonsumsi pemanis buatan. Para peneliti kemudian menemukan bahwa 4 orang di antara sukarelawan tersebut mengalami penurunan kemampuan untuk mengatur kada gula darah selama seminggu tersebut. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa jumlah bakteri baik di dalam usus mereka juga mengalami perubahan yang cukup signifikan selama seminggu, sedangkan ketiga orang lainnya hanya mengalami sedikit perubahan. Secara keseluruhan, berbagai penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan beberapa orang untuk mengatur kadar gula darah memang dapat terpengaruh oleh berbagai pemanis buatan tersebut. Walaupun penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh konsumsi pemanis buatan terhadap kemampuan seseorang untuk mengatur kadar gula darah, akan tetapi jumlah pemanis buatan yang diberikan pada para sukarelawan ini lebih banyak daripada yang biasa dikonsumsi oleh seseorang setiap harinya, walaupun masih dalam batas yang direkomendasikan setiap harinya. Sumber: foxnews