Your browser does not support JavaScript!
 01 Oct 2015    16:00 WIB
Wow, Iniloh Yang Terjadi Bila Anda Berhenti Konsumsi Gula
Pernahkah Anda menyadari bahwa makanan yang Anda konsumsi sehari-hari banyak mengandung gula.Rasa manis memang menyenangkan membuat setiap orang ingin selalu menambahkan gula pada setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Saat Anda meminum teh di pagi hari Anda menambahkan 1 atau 2 sendok gula. Saat makan di siang hari, Anda banyak konsumsi karbohidrat seperti nasi, kentang kemudian minum teh manis. Di malam hari Anda makan roti yang manis. Belum lagi di saat Anda merasa panas kemudian minuman botolan yang banyak mengandung gula. Bayangkan berapa banyak gula yang Anda konsumsi setiap harinya. Sedangkan tubuh tidak boleh mengkonsumsi gula lebih dari 6 sendok teh dalam sehari.Tubuh memang membutuhkan gula sebagai bahan bakar bagi tubuh Anda namun tahukah Anda bahwa kadar gula yang berlebihan di dalam tubuh dapat merusak mesin pengatur gula Anda yaitu pankreas yang memproduksi hormon insulin. Agar pankreas Anda tetap memproduksi insulin usahakanlah untuk beristirahat makan gula. Agar Anda tahu betapa bahayanya gula yang berlebihan di dalam tubuh, berikut ini adalah hal-hal yang terjadi apabila tubuh Anda beristirahat makan gula. 1.      Jantung Anda akan melakukan tarian bahagia.Kadar gula darah yang berlebihan akan meningkatkan kadar insulin dalam tubuh (untuk menstabilkan kembali kadar gula darah), hal ini akan mengaktifkan sistem saraf simpatik, meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.Dalam waktu beberapa minggu, kemungkinan akan terlihat penurunan kolesterol LDL sekitar 10%  kolesterol LDL dan penurunan 20-30%  kadar trigliserida. Selain itu membantu menurunkan tekanan darah. 2.      Selamat tinggal jerawatTahukah Anda bahwa gula yang berlebihan juga bisa memicu terjadinya jerawat. Sebuah penelitian di  American Journal of Clinical Nutrition menemukan seorang yang bukan peminum soda apabila mengkonsumsi 0,3 liter minuman soda setiap harinya selama 3 minggu maka risiko mengalami peradangan yang berefek menjadi jerawatan sampai 87%. 3.      Anda akan menghindari kencing manisMakan gula berlebihan akan menyebabkan penumpukan lemak di sekitar hati Anda. Penumpukan lemak ini berkontribusi dalam menyebabkan terjadinya resistensi insulin dan merusak kerja yang dilakukan oleh pankreas. Apabila hal ini terjadi maka kadar gula darah dalam tubuh Anda akan berlebihan dan berakibat terjadinya kencing manis.Baca juga: Tips Mengendalikan Kadar Gula Darah Anda 4.      Anda tidak perlu melakukan senyum palsu.Seseorang yang mengkonsumsi terlalu banyak gula mengalami kecemasan, mudah marah, dan perubahan suasana hati. Jadi bila Anda mengurangi makan gula maka mood Anda akan berubah menjadi lebih menyenangkan dan bisa memberikan senyuman indah yang tulus. 5.      Terhindar dari insomniaKadar gula darah terlalu tinggi dapat menyebabkan Anda mudah lesu. Pemberian gula secara berlebihan dapat memicu pelepasan hormon kortisol, yang dapat mengganggu tidur. 6.      Lebih mudah dalam mengingat Gula tambahan dapat menganggu daya ingat Anda. Konsumsi terlalu banyak gula dapat benar-benar merusak komunikasi antar sel-sel otak Anda. 7.      Anda dapat menurunkan berat badanMengurangi kebiasaan makan gula sebanyak 200 kalori setiap harinya akan membantu menurunkan berat badan sampai 5 kg dalam waktu 5-6 bulan.Jadi sudah tahukan semua manfaat baik yang didapat bila tubuh Anda beristirahat makan gula. Hal ini bukan berarti Anda tidak boleh makan gula sama sekali namun memberikan sedikit waktu tubuh Anda dalam menghadapi gula. Baca juga: Gula, Racun Manis yang Dapat Membunuh Anda! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: prevention
 17 Sep 2015    18:00 WIB
Ingin Bentuk Tubuh Ideal? Jauhi Minuman yang Satu Ini!
Memiliki tubuh langsing merupakan impian bagi sebagian besar wanita di dunia. Akan tetapi, seringkali tanpa mereka sadari, mereka justru melakukan berbagai hal yang dapat memicu terjadinya peningkatan berat badan.   Bagaimana pola makan dan kebiasaan makan seseorang sangat mempengaruhi bagaimana bentuk tubuh dan berat badannya. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Australia, mengkonsumsi terlalu banyak kopi ternyata dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan.   Para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi lebih dari 5 cangkir kopi setiap harinya dapat memicu terjadinya peningkatan berat badan. Oleh karena itu, bagi Anda yang sedang menjalani program diet, dianjurkan untuk menghindari konsumsi kopi, apalagi secara berlebihan.   Selain dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan, para peneliti juga menemukan bahwa mengkonsumsi kopi secara berlebihan juga dapat meningkatkan resiko terjadinya sindrom metabolik. Hal ini dikarenakan kopi mengandung polifenol dan asam klorogenat (CGA) yang akan menghambat pengeluaran lemak dari dalam tubuh dan meningkatkan resistensi insulin.   Sindrom metabolik sendiri sebenarnya merupakan suatu keadaan di mana seseorang mengalami beberapa hal berikut secara bersamaan, yaitu:        Bertambahnya ukuran lingkar pinggang        Menderita tekanan darah tinggi        Memiliki kadar trigliserida yang tinggi (> 150 mg/dL)        Menderita obesitas (BMI 30 atau lebih)        Memiliki kadar kolesterol yang tinggi (> 200 mg/dL) Sindrom metabolik dianggap cukup berbahaya karena dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit kronik seperti diabetes tipe 2 danstroke.   Akan tetapi, berbeda halnya bila Anda hanya mengkonsumsi kopi hitam (tanpa pemanis atau krim atau susu). Kopi hitam justru dapat membantu usaha Anda untuk menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan kopi hitam, baik yang mengandung kafein ataupun tidak, dapat membantu menurunkan nafsu makan Anda.   Selain itu, konsumsi kopi hitam ternyata juga dapat meningkatkan proses pembakaran lemak di dalam tubuh. Mengkonsumsi kopi sebelum berolahraga juga dapat membuat Anda mampu berolahraga lebih lama. Hal ini dikarenakan kafein di dalam kopi akan meningkatkan pelepasan asam lemak bebas ke aliran darah sehingga Anda pun memiliki lebih banyak energi dan dapat berolahraga lebih lama.   Kafein juga dapat memicu pelepasan adrenalin yang akan meningkatkan aliran darah ke dalam otot-otot tubuh Anda dan meningkatkan denyut jantung Anda sehingga Anda pun dapat membakar lebih banyak kalori.   Baca Juga: Pengaruh Kopi Terhadap Nafsu Makan Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: livestrong
 14 Sep 2015    20:00 WIB
Minum Soda = Minum Bahan Bakar?!
Hobi minum minuman bersoda? Anda mungkin harus berpikir ulang! Selain mengandung banyak gula yang dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan Anda dan meningkatkan resiko terjadinya diabetes, minuman bersoda ternyata memiliki efek buruk lainnya seperti yang dapat Anda lihat di bawah ini.   Mengandung Bahan Bakar Tahukah Anda bahwa minuman bersoda ternyata mengandung sejenis zat kimia yang juga berfungsi sebagai bahan bakar? BVO atau brominated vegetable oil sebenarnya merupakan suatu zat yang berfungsi untuk membuat plastik tidak mudah terbakar. Negara Eropa dan Jepang telah melarang para pabrik pembuat minuman bersoda untuk memasukkan zat kimia berbahaya tersebut.   Membuat Tulang Menjadi Rapuh Tahukah Anda bahwa mengkonsumsi minuman bersoda ternyata juga berbahaya bagi kesehatan tulang dan gigi Anda? Minuman bersoda dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang dan membuat gigi menjadi rapuh. Selain itu, konsumsi minuman bersoda juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan ginjal.   Memperpendek Umur Minuman bersoda, baik yang biasa maupun soda diet tetap mengandung asam fosfor, yang dapat membuat seseorang mengalami kecanduan. Hal inilah yang membuat Anda ingin terus mengkonsumsi minuman bersoda.  Selain dapat menyebabkan terjadinya kecanduan, asam fosfor di dalam minuman bersoda juga membuat umur tikus percobaan menjadi lebih pendek.   Jadi, bagi Anda para penggemar minuman bersoda, ada baiknya bila Anda mulai mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan Anda tersebut, terutama bila Anda ingin hidup lama dan sehat!   Baca juga: Konsumsi Minuman Bersoda Membuat Umur Anda Menjadi Lebih Pendek, Benarkah?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: huffingtonpost
 04 Sep 2015    18:00 WIB
Obat Batuk Dapat Membantu Melawan Diabetes, Masa Sih?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa salah satu komponen yang terdapat di dalam obat batuk yang banyak dijual bebas di pasaran ternyata dapat membantu meningkatkan pelepasan insulin di dalam tubuh manusia, yang tentu saja dapat membantu pengobatan diabetes tipe 2.   Insulin merupakan sejenis hormon yang diproduksi di dalam pankreas, yang berfungsi untuk “mengangkut” glukosa dari dalam darah dan masuk ke dalam sel-sel tubuh. Akan tetapi, pada penderita diabetes tipe 2, pankreas tidak memproduksi cukup banyak insulin atau sel-sel tubuh tidak berespon sebagaimana mestinya terhadap hormon insulin yang ada (resistensi insulin).   Kurangnya produksi hormon insulin dan resistensi insulin akan membuat glukosa menumpuk di dalam darah, tanpa dapat digunakan oleh sel-sel tubuh untuk menjalankan fungsinya, akibatnya adalah penderita selalu merasa lapar dan lemas akibat kekurangan sumber tenaga.   Para dokter di Heinrich Heine University di Dusseldorf, Jerman secara tidak sengaja menemukan bahwa obat dekstrometorfan dapat meningkatkan jumlah insulin yang dilepaskan dari dalam pankreas.   Pada awalnya, para peneliti menduga bahwa dektrometorfan dapat  menekan sekresi (pengeluaran) insulin pada penderita yang mengalami hiperinsulinisme, suatu keadaan di mana terdapat terlalu banyak insulin di dalam aliran darah seseorang.   Sebaliknya, para peneliti justru menemukan bahwa dekstrometrofan, atau khususnya dekstrorfan, sebuah produk sampingan dari dekstrometorfan yang terbentuk di dalam tubuh saat seseorang mengkonsumsi obat ini; justru dapat meningkatkan pelepasan insulin dari dalam pankreas. Hasil ini diperoleh setelah mereka melakukan berbagai percobaan pada hewan (tikus), jaringan pankreas manusia, dan pada para penderita diabetes.   Dekstrometorfan sebenarnya merupakan suatu obat batuk yang bekerja dengan cara menekan aktivitas reseptor tertentu di dalam tubuh yang disebut dengan N-Metil-D-Aspartat (NMDA), yang terdapat di dalam medulla oblongata, yang merupakan bagian dari batang otak.   Selain di batang otak, reseptor NMDA ini ternyata juga terdapat di dalam sel-sel yang berfungsi untuk memproduksi hormon insulin di dalam pankreas. Akan tetapi, berbeda dengan batuk yang akan berhenti bila reseptor NMDA di batang otak dihambat, terhambatnya reseptor NMDA di dalam pankreas justru dapat meningkatkan pelepasan hormon insulin.   Walaupun demikian, para peneliti tidak menganjurkan para penderita diabetes untuk mengkonsumsi dekstrometorfan untuk membantu mengendalikan kadar gula darahnya. Hal ini dikarenakan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai apa efek pemberian dekstrometorfan dalam jangka panjang pada seseorang. Selain itu, pada penelitian ini, para peneliti hanya melakukan percobaan pada sekitar 20 orang peserta.   Baca juga: Penggunaan Obat Pencahar Secara Berlebihan Dapat Mematikan   Sumber: livescience
 02 Sep 2015    12:00 WIB
"Pembunuh" Ini Berhasil Turunkan Berat Badan Sebanyak 400kg!
Seorang wanita dengan berat badan 500 kilogram yang pernah dijuluki sebagai “pembunuh setengah ton” ini berhasil mengubah hidupnya sejak tahun 2011 saat ia sukses menurunkan berat badannya hingga 400 kg.   Mayra Rosales, 34 tahun, yang berasal dari Texas, Amerika Serikat ini sebenarnya telah menyerah dengan kehidupannya. Hal ini pulalah yang membuat ia rela menggantikan sang adik, Jamie, saat adiknya tersebut secara tidak sengaja membunuh anaknya sendiri, Eliseo, pada tahun 2008.   Rosales mengaku bahwa ia tidak sengaja membunuh keponakannya tersebut. Ia mengatakan pada polisi bahwa ia membunuh keponakannya tersebut saat ia secara tidak sengaja menindih keponakannya itu. Pernyataan ini pun kemudian berhasil dibantah setelah hasil autopsi menunjukkan bahwa sang bocah meninggal akibat adanya banyak luka pada tulang tengkoraknya.   Setelah sang adik, Jamie, mengakui tindakannya dan dihukum selama 15 tahun di penjara, maka Rosales pun bersumpah untuk hidup lebih sehat sehingga ia dapat merawat anak adiknya yang masih hidup. Ia pun memutuskan untuk mengubah hidupnya dan sejak tahun 2011, ia telah berhasil menurunkan beberapa ratus kg berat badannya.   Rosales berhasil menurunkan berat badannya setelah melalui 11 tindakan pembedahan, termasuk pembedahan untuk membuat perutnya lebih kecil (lap band surgery) dan pembedahan untuk mengangkat kulit yang berlebih.   Selain itu, ia juga mengubah pandangannya mengenai makanan. Sebelumnya, ia menganggap bahwa ia hidup untuk makan, akan tetapi sekarang ini, ia hanya menganggap makanan sebagai sesuatu yang harus ia makan demi kelangsungan hidupnya.   Setelah persidangannya selesai, Rosales pun memulai terapinya, hasilnya adalah berat badannya pun turun hingga 50 kg dalam waktu 10 hari pertama.   Setelah mengalami penurunan berat badan dengan cukup drastis. Rosales tidak hanya mengalami perubahan penampilan fisik, keadaan kesehatannya pun juga mengalami perbaikan yang cukup drastis. Rosales mengatakan bahwa ia tidak lagi menderita diabetes, tidak lagi memiliki kadar kolesterol yang tinggi, dan tidak lagi menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).   Rosales kini aktif di Facebook dan memiliki lebih dari 18.000 fans. Rosales juga mengundang para penggemarnya yang sedang berjuang untuk menurunkan berat badan untuk mengirimkan pesan pada facebooknya jika mereka ingin menerima berbagai tips kesehatan. Saat ini, Rosales sedang berjuang untuk mendapatkan hak asuh anak adiknya yang masih hidup.   Baca Juga: Ke mana Perginya Lemak Tubuh Anda Saat Berat Badan Turun?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: dailymail
 16 Aug 2015    16:00 WIB
Diabetes dan Alkohol
Alkohol dapat meningkatkan kadar gula darah anda dan juga mengandung banyak kalori. Oleh karena itu, jika anda menderita diabetes, dianjurkan agar anda menghindari minuman beralkohol. Bila anda tetap ingin mengkonsumsi alkohol, dianjurkan agar jangan terlalu sering mengkonsumsi alkohol dan hanya mengkonsumsi alkohol bila kadar gula darah anda telah terkendali dengan baik. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda untuk mengetahui berapa banyak alkohol yang dapat anda konsumsi dan seberapa sering. Efek Alkohol Pada Diabetes Di bawah ini terdapat beberapa efek alkohol terhadap penderita diabetes, yaitu: Mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Akan tetapi, mengkonsumsi alkohol secara berelebihan atau sangat banyak justru dapat menurunkan kadar gula darah anda, bahkan dapat membahayakan jiwa anda Bir dan wine yang manis mengandung karbohidrat dan dapat meningkatkan kadar gula darah anda Alkohol meningkatkan nafsu makan anda dan menyebabkan anda makan secara berlebihan sehingga mempengaruhi kadar gula darah anda Alkohol dapat mengganggu kerja obat anti diabetes atau insulin Alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah Alkohol dapat membuat wajah anda memerah, mual, meningkatkan denyut jantung, dan bicara tidak jelas Berbagai efek di atas dapat menyerupai dengan gejala hipoglikemia (kadar gula darah yang rendah) yang dapat membahayakan jiwa anda bila tidak segera ditangani. Tips Mengkonsumsi Alkohol Bagi Penderita Diabetes Terdapat beberapa hal yang harus anda perhatikan bila anda menderita diabetes dan tetap ingin mengkonsumsi alkohol, yaitu: Pada pria dianjurkan agar tidak mengkonsumsi alkohol lebih dari dua gelas sehari, sedangkan pada wanita dianjurkan agar tidak mengkonsumsi alkohol lebih dari satu gelas sehari Tetap makan saat mengkonsumsi alkohol Minumlah secara perlahan Hindari minuman manis lainnya Campurkan minuman beralkohol tersebut dengan air Baca juga: Tips untuk berhenti konsumsi alkohol  Sumber: webmd
 24 Dec 2014    09:00 WIB
5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Diabetes
1. Diabetes Tipe 2 Tidak Hanya Dialami Oleh Orang Dengan Berat Badan Berlebih Banyak orang mengira bahwa dengan bertubuh langsing maka mereka pun akan terbebas dari diabetes tipe 2, akan tetapi ternyata tidak demikian. Sekitar 15% penderita diabetes tipe 2 tidak memiliki berat badan berlebih. Hal ini dikarenakan mereka mungkin terlihat sehat di luaran, akan tetapi berbagai kebiasaan buruk yang mereka lakukan membuat keadaan di dalam tubuhnya sama seperti seseorang yang mengalami obesitas, yang tentu saja dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.  2.      Diet Soda Mungkin Dapat Memicu Terjadinya Diabetes Tipe 2 Tahukah Anda bahwa diet soda ternyata memiliki dampak negatif lainnya pada tubuh Anda selain merusak gigi dan membuat tulang Anda menjadi rapuh? Berdasarkan sebuah penelitian, mengkonsumsi pemanis buatan (terdapat di dalam diet soda) dapat menyebabkan terjadinya intoleransi glukosa, yang dapat berakhir pada terjadinya diabetes tipe 2.  3.      Kopi Dapat Turunkan Resiko Terjadinya Diabetes Pada sebuah penelitian di Amerika, para peneliti menemukan bahwa para pecinta kopi atau orang yang mengkonsumsi 4-6 gelas (1 gelas kopi sama dengan 240 ml) kopi (kopi hitam yang tidak mengandung gula, susu, sirup, atau pemanis lainnya) memiliki resiko yang lebih rendah (29-54% lebih rendah) untuk mengalami diabetes tipe 2. Hasil ini diperoleh para peneliti setelah melakukan pengamatan selama 18 tahun.  4.      Jarang Sarapan Dapat Tingkatkan Resiko Terjadinya Diabetes Sebuah penelitian menemukan bahwa seorang wanita karir yang kadang melewatkan waktu sarapannya memiliki resiko yang lebih tinggi (54% lebih tinggi) untuk mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan dengan wanita karir lainnya yang selalu sarapan di pagi hari. Hal ini dikarenakan ketidakstabilan kadar insulin di dalam tubuh. Saat Anda tidur di malam hari, kadar insulin Anda tetap stabil dan bila Anda tidak sarapan di pagi hari, maka kadar insulin Anda pun akan menurun. Setelah itu, kadar insulin akan meningkat drastis saat Anda makan siang. Bila hal ini terus berlangsung dalam waktu lama, maka tubuh Anda pun dapat mengalami resistensi insulin, yang dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2.  5.      Olahraga dan Diet Bukanlah Satu-satunya Cara Menurunkan Resiko Diabetes Memang benar bahwa menurunkan berat badan Anda sebanyak 5 kg dapat menurunkan resiko terjadinya diabetes dengan cukup signifikan. Akan tetapi, selain berolahraga secara teratur dan mengkonsumsi diet sehat, tidur yang cukup dan mengatasi stress juga merupakan hal penting yang perlu Anda lakukan bila ingin menurunkan resiko diabetes tipe 2. Stress kronik dapat membuat kadar gula darah Anda menjadi sangat tinggi dan kurang tidur (lama tidur kurang dari 6 jam) dalam waktu lama dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes hingga 2 kali lipat.     Sumber: womenshealthmag
 03 Jul 2014    11:00 WIB
Benarkah kemampuan indera pengecap menurun akibat penuaan?
Menurut penelitian terbaru jumlah indera pengecap pada lidah akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini menjadi penting sebab oleh semakin sedikitnya indera pengecap pada lidah yang berhubungan erat dengan peningkatan kasus kadar gula darah puasa. Penurunan jumlah indera pengecap ini menjadi alasan mengapa lebih banyak orang tua yang menderita penyakit kencing manis atau diabetes tipe 2 saat ini. Berdasarkan penelitian ditemukan jumlah indera pengecap di lidah mempunyai hubungan dengan usia dan bagaimana cara tubuh menangani gula. Berdasarkan data dari CDC pada tahun 2012, sebanyak 9,3 % penduduk di Amerika menderita Penyakit Kencing Manis Tipe 2. Diantara mereka yang usia diatas 65, seperempatnya atau sekitar 11,2 juta orang mengidap Penyakit Kencing Manis. Berdasarkan penelitian terdahulu menunjukkan Penderita Kencing Manis Tipe 2 memiliki indera pengecap namun tidak dapat merasakan rasa manis seperti seharusnya.  Para peneliti melakukan pemeriksaan data terhadap 353 orang dewasa, meneliti mengenai hubungan antara proses penuaan, Massa Indeks Tubuh (BMI), gula darah dan indera pengecap. Pengukuran terhadap jumlah indera pengecap adalah mudah dan simpel.  Pengukuran dilakukan dengan memberikan pewarna biru pada lidah setiap partisipan. Lidah akan berubah menjadi biru, namun taktil pengecap yang tidak dapat diwarnai dan akan berubah menjadi bintik merah muda, sehingga dapat dihitung jumlahnya.   Hasil awal dari penelitian jumlah indera pengecap ini mungkin akan mempunyai peran terhadap bagaimana tubuh kita memproses gula selama proses penuaan dimasa yang akan datang. Untuk menjawab pertanyaan tentang apakah ada yang dapat dilakukan untuk meningkatkan  jumlah indera pengecap seiring pertambahan usia, maka dapat dikatakan bahwa penelitian  mengenai indera pengecap adalah bidang yang sangat baru dan sampai saat ini belum diketahui alasan mengapa jumlah indera pengecap bisa menurun jumlahnya seiring dengan pertambahan usia. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi kemungkinan hubungan antara penurunan indera pengecap dengan peningkatan kejadian penyakit kencing manis dan usia.   Sumber: webmd
 30 May 2014    14:30 WIB
Gangguan Jiwa Lebih Berbahaya Dibandingkan Merokok
Penelitian terbaru yang dilakukan di Oxford University mengenai gangguan jiwa mengatakan sebenarnya gangguan jiwa dapat mempersingkat harapan hidup seseorang. Penelitian ini mengatakan harapan hidup yang berkurang bisa mencapai 10 tahun dimana hal ini lebih buruk dibandingkan pengurangan harapan hidup pada seorang perokok yang meroko 20 rokok per hari. Setelah meneliti 1,7 juta pasien dan menganalisis data dari berbagai negara maju, penelitian ini menyimpulkan bahwa seorang perokok berar dapat mengurangi harapan hidup selama 8-10 tahun dibandingkan pengurangan harapan hidup pada pasien gangguan jiwa bisa sampai 10-25 tahun. The Guardian Liberty Voice melaporkan bahwa penelitian yang sama juga mengklaim bahwa rata-rata harapan hidup penderita skizofenia berkurang 10-20 tahun dibandingkan mereka yang normal, 10-20 tahun pengurangan harapan hidup untuk penderita gangguan bipolar, 10-15 tahun untuk pasien penderita depresi dan antara 10-25 tahun lebih singkat untuk penderita penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan. Peneliti senior pada tim peneliti ini mengatakan sudah banyak penekanan yang disebarluaskan ke masyarakat mengenai bahaya merokok dan bagaimana merokok dapat menyebabkan kematian, sementara tidak demikian dengan gangguna jiwa. Peneliti juga menekankan bahwa gangguan jiwa juga dapat menyebabkan gangguan fisik yang dapat berakhir menjadi diabetes, penyakit jantung dan kanker. Sayangnya banyak kasus yang terjadi pada pasien gangguan jiwa tidak mendapatkan akses cukup ke fasilitas kesehatan.   Sumber: healthmeup