Your browser does not support JavaScript!
 31 Aug 2020    09:00 WIB
Cara Alami Kendalikan Diabetes
Diabetes adalah kondisi dimana kadar gula darah meningkat sangat tinggi. Pengobatan reguler dari diabetes mencakup pengobatan insulin untuk mengatur kadar gula darah. Sebenarnya ada cara alami untuk mengobati diabetes dengan menggunakan bahan-bahan alami yang tersedia di rumah. Artikel berikut ini akan membahas bahan alami apa saja yang dapat digunakan untuk mengendalikan diabetes.   Teh hijauKandungan antioksidan didalam teh hijau dapat menurunkan kadar glukosa didalam darah, mengatur kadar kolesterol dan juga memperkuat imunitas tubuh. Selain itu teh hijau juga diperkaya oleh potasium, vitamin C, fluorine, vitamin B dan elemen yodium yang dapat membantu memerangi diabetes.   BawangMengkonsumsi bawang mentah dapat membantu pankreas memproduksi insulin untuk mengatur kadar gula darah didalam tuuh. Perasan air bawang juga efektif untuk mengendalikan diabetes tipe 1. Anda dapat menghancurkan bawang kemudian menyaring dan mengambil airnya saja atau Anda dapat mengirisnya dan masukkan irisan bawang tersebut pada segelas air. Konsumsilah campuran tersebut setiap hari.   Cuka apelPara ahli menyarankan untuk menurunkan kadar gula darah sampai 50% dengan mengkonsumsi dua sendok teh cuka apel sebelum makan. Cuka apel mempunyai manfaat yang luar biasa untuk mempertahankan kadar gula darah tubuh tetap stabil bahkan sehabis makan.   FanugreekRasa pahit dari benih fanugreek dapat memerangi penyebab dari diabetes. Anda dapat mengkonsumsi bubuk fanigreek setiap pagi atau Anda bisa merendam benih fanugreek didalam air, biarkan semalaman dan minumlah airnya keesokan paginya. Sumber: healthmeup
 17 Dec 2019    08:00 WIB
Pengobatan Diabetes Tipe 1
Diagnosa diabetes, baik tipe 1 maupun 2 dapat ditentukan melalui pemeriksaan kadar gula darah. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah yang abnormal (tinggi) baik kadar gula darah puasa maupun sewaktu dan mengalami berbagai gejala diabetes, maka diagnosa diabetes pun mulai dipertimbangkan. Pemeriksaan darah lainnya untuk membantu menentukan diagnosa diabetes adalah pemeriksaan kadar HbA1C, yang merupakan suatu nilai rata-rata kadar gula darah anda selama 2-3 bulan terakhir.InsulinSetiap penderita diabetes tipe 1 harus menerima suntikan insulin untuk membantu tubuh memproses gula di dalam darah. Sebagian besar penderita diabetes tipe 1 memakai pompa insulin yang harus disuntikkan beberapa kali sehari. Dokter anda dapat membantu menentukan berapa banyak insulin yang harus disuntikkan setiap kalinya berdasarkan pada hasil pemeriksaan kadar gula darah. Tujuan pengobatan ini adalah untuk menjaga kadar gula darah tetap dalam rentang normal sesering mungkin Tanda-tanda Adanya Reaksi InsulinWalaupun insulin dapat sangat membantu penderita diabetes, akan tetapi penggunaannya pun membutuhkan perhatian ekstra. Jika seseorang menyuntikkan terlalu banyak insulin, maka kadar gula darah dapat sangat rendah yang dapat membahayakan jiwa orang tersebut. Keadaan ini disebut dengan reaksi insulin (rendahnya kadar gula darah akibat penggunaan insulin yang berlebihan). Gejala reaksi insulin ini bervariasi, mulai dari ringan, sedang, dan berat; tergantung pada seberapa rendah  kadar gula darah anda dan berapa lama kadar gula darah yang rendah ini telah berlangsung.Beberapa gejala rendahnya kadar gula darah yang dapat ditemukan adalah:•  Merasa sangat lelah•  Terlalu sering menguap•  Penurunan kesadaran ringan (merasa bingung sedang berada di mana)•  Penurunan koordinasi•  Berkeringat•  Kedutan otot•  Kulit pucatBerbagai gejala di atas dapat bertambah berat dan menyebabkan terjadinya kejang, penurunan kesadaran, dan bahkan kematian. Cara Mengatasi Reaksi InsulinUntuk mengatasi reaksi insulin, penderita diabetes, terutama diabetes tipe 1 disarankan untuk selalu membawa sekitar 15 gram karbohidrat kerja cepat. Karbohidrat kerja cepat adalah makanan atau minuman yang mengandung gula yang dapat diserap oleh tubuh dengan cepat, seperti jus buah, minuman bersoda non diet, permen, kismis (2 sendok teh), satu gelas susu, atau 3 tablet glukosa. Berbagai jenis karbohidrat di atas mungkin dapat mengatasi reaksi insulin ringan hingga sedang. Untuk mengatasi reaksi insulin berat diperlukan pemberian suntikan glukagon pada kulit sebagai pertolongan pertama dan harus segera mencari pertolongan medis.Transplantasi Sel Islet PankreasTransplantasi sel islet pankreas diindikasikan pada beberapa penderita diabetes yang tidak membaik dengan pemberian insulin atau memiliki suatu reaksi alergi terhadap insulin yang disuntikkan. Akan tetapi, transplantasi sel islet pankreas ini masih dalam tahap percobaan. Tindakan ini meliputi transplantasi sel penghasil insulin yang sehat dari donor ke dalam pankreas penderita diabetes tipe 1. Walaupun memiliki manfaat yang baik, tindakan ini juga memiliki efek samping berupa efek samping berat berbagai jenis obat yang digunakan untuk mencegah terjadinya penolakan terhadap sel-sel donor. Selain itu, sel-sel penghasil insulin yang ditransplantasikan ini mungkin hanya dapat berfungsi selama beberapa tahun.Apakah Pengobatan Anda Berhasil?Untuk menentukan keberhasilan pengobatan diabetes anda, maka dapat dilakukan pemeriksaan kadar HbA1C, yang dapat melihat apakah kadar gula darah anda cukup terkendali selama sekitar 2-3 bulan terakhir. Jika kadar HbA1C tinggi, maka hal ini berarti bahwa kadar gula darah anda belum terkendali dengan baik, sehingga diperlukan penyesuaian dosis insulin, perubahan pola makan, dan atau aktivitas fisik untuk menurunkan kadar gula darah anda.Sumber: medicinenet
 27 Oct 2018    11:00 WIB
Sudahkah Sobat Mengenali Jenis-Jenis Diabetes ?
Halo Sahabat, tahukah kalian apa itu Diabetes, yuk kita pelajari. Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu penyakit kronis yang dikenal dengan sebutan umum yaitu penyakit kencing manis atau penyakit peningkatan gula darah yang disebabkan oleh gangguan pada kinerja insulin. Sedang insulin (hormon polipeptida) adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh Pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia, untuk mengatur metabolisme karbohidrat dalam tubuh secara teratur. Jadi ketika seseorang terserang diabetes mellitus, ia tidak dapat memproduksi atau tidak dapat merespon hormon insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas, sehingga kadar gula darah meningkat dan dapat menyebabkan komplikasi pada tubuh, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Pada dasarnya semua jenis diabetes mellitus memiliki kesamaan. Biasanya, tubuh anda memecah gula dan karbohidrat yang anda makan menjadi gula khusus yang disebut glukosa. Glukosa mengisi sel-sel dalam tubuh anda. Tetapi sel membutuhkan insulin, hormon, dalam aliran darah anda untuk mengambil glukosa dan menggunakannya untuk energi. Sedangkan diabetes mellitus, membuat tubuh anda tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya, bisa juga  kombinasi keduanya. Karena sel-sel tidak dapat mengambil glukosa, sel-sel itu menumpuk di dalam darah anda. Sehingga Kadar glukosa darah menjadi tinggi dan dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, atau sistem saraf anda. Itu sebabnya jika diabetes tidak ditangani pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, dan kerusakan saraf terutama saraf kaki. Sekarang mari kita selidiki lebih dalam jenis-jenis Diabetes: Pertama Diabetes tipe 1 atau disebut juga diabetes yang bergantung pada insulin (IDDM) insulin dependent diabetes mellitus .Penyakit ini dapat terjadi pada semua umur, namun mayoritas pasien diabetes tipe satu adalah anak-anak   . Diabetes tipe 1 adalah kondisi autoimun. Ini disebabkan oleh tubuh yang menyerang pankreasnya sendiri dengan antibodi. Seseorang yang terkena diabetes tipe 1, pankreasnya rusak dan tidak dapat menghasilkan insulin. Jenis diabetes ini mungkin disebabkan oleh predisposisi genetic (faktor keturunan). Penderita diabetes tipe 1, mengalami beberapa kerusakan pada pembuluh darah kecil seperti di mata yang disebut (retinopati diabetik), saraf (neuropati diabetes), dan ginjal (nefropati diabetik). Bahkan yang lebih serius adalah peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke. Perawatan untuk diabetes tipe 1 melibatkan pengambilan insulin, yang perlu disuntikkan melalui kulit ke dalam jaringan lemak di bawah. Metode menyuntikkan insulin meliputi beberapa hal, yaitu : 1.Suntikan 2.Pena insulin yang menggunakan kartrid yang diisi sebelumnya dan jarum halus 3.Jet injector yang menggunakan udara bertekanan tinggi untuk mengirim semprotan insulin melalui kulit 4.Pompa insulin yang mengeluarkan insulin melalui selang fleksibel ke kateter di bawah kulit perut Memiliki diabetes tipe 1 memang membutuhkan perubahan gaya hidup yang signifikan seperti, Sering menguji kadar gula darah Anda secara efektif, terutama saat banyak makan atau saat setelah suntikan insulin, maka itu perlu memilih makanan dengan cermat dan tepat serta diimbangi dengan olah raga yang rutin. Penderita diabetes tipe 1 dapat menjalani kehidupan yang panjang dan aktif jika mereka memonitor glukosa mereka dengan hati-hati, menjalani gaya hidup yang sehat, dan mematuhi rencana perawatan. Kedua, Diabetes tipe 2, ini adalah bentuk diabetes yang paling umum, terhitung 95% kasus diabetes terdapat pada orang dewasa. Biasanya ini terdapat pada orang-orang yang kelebihan berat badan, karena kegemukan bisa menyebabkan resistensi pada insulin. Pada diabetes tipe 2, pankreas harus bekerja sangat keras untuk menghasilkan lebih banyak insulin. Walau pada akhirnya, tetap saja insulin yang dihasilkan tidak cukup untuk menjaga kadar gula dalam tubuh tetap normal. Hal ini terutama terjadi di bagian lemak, hati, dan sel-sel otot Diabetes tipe 2 sering merupakan bentuk diabetes yang lebih ringan daripada tipe 1. Namun demikian, diabetes tipe 2 masih dapat menyebabkan penyakit komplikasi, terutama menyerang pembuluh darah terkecil di tubuh yang menyebabkan gagal ginjal, rusak saraf, dan mata, juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Sayangnya tidak ada obat untuk diabetes. Tetapi Diabetes tipe 2 dapat dikontrol dengan menjaga berat badan tetap normal, olahraga rutin, menjaga pola makan yang sehat, dan mengkonsumsi obat diabetes secara teratur. Yang terakhir adalah Diabetes Melitus Gestational (DMG), yaitu diabetes yang hanya terjadi pada masa kehamilan. Ini sering didiagnosis pada kehamilan tengah atau akhir. Karena kadar gula darah yang tinggi pada ibu disirkulasikan melalui plasenta ke bayi, diabetes gestasional harus dikontrol untuk melindungi pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam janin. Diabetes Gestational biasanya sembuh sendiri setelah kehamilan, kecuali jika si ibu memang ada riwayat Diabetes tipe 1 atau tipe 2. Memiliki diabetes gestasional menempatkan ibu pada risiko untuk mengembangkan diabetes tipe 2 di kemudian hari, maupun menimbulkan risiko terhadap perkembangan janin dan risiko kesehatan bayi yang baru lahir di kemudian hari. Resiko pada bayi adalah mengalami kenaikan berat badan abnormal sebelum kelahiran, organ pernapasan pun bermasalah saat lahir, mengalami penyakit kuning, bahkan cacat ataupun meninggal. Risiko untuk ibu termasuk membutuhkan operasi caesar karena bayi terlalu besar, serta kerusakan pada jantung, ginjal, saraf, dan mata. Disarankan Menjalani perawatan rutin semasa kehamilan dan konsultasi dengan dokter kesehatan Anda memang diperlukan namun juga perlu diseimbangkan dengan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang rendah lemak dan rendah kalori, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Selain itu, Anda pun dianjurkan untuk mengonsumsi camilan yang bernutrisi dan memiliki nilai gizi yang cukup untuk ibu hamil, perhatikan juga porsi saat Anda makan. Olah raga ringan seperti senam hamil, jalan kaki, naik sepeda, ataupun berenang dan mengontrol kenaikan berat badan semasa kehamilan. Dan tahukan anda berdasarkan Data International Diabetes Federation (IDF) , jumlah penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta dengan menempati urutan ketujuh tertinggi di dunia.  Dan Menurut data pada tahun 2015 dari Perkumpulan Endokrinologi (PERKENI) menyatakan bahwa jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia telah mencapai 9,1 juta orang. Indonesia disebut-sebut telah bergeser naik dari peringkat 7 menjadi peringkat ke 4 teratas, di tahun 2016 pun Indonesia masih berada di urutan ke 4 negara pengidap diabetes tertinggi di dunia setelah India, China, dan Amerika Serikat. Organisasi kesehatan dunia WHO (World Health Organisation) memperkirakan jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia akan terus melonjak, dari semula 8,4juta orang di tahun 2000 menjadi sekitar 21,3juta orang di tahun 2030. Secara garis besar itulah penjelasan tentang 3 jenis penyakit kronis diabetes mellitus, semoga masyarakat Indonesia makin menyadari betapa bahayanya penyakit Diabetes yang hari demi hari makin bertambah jumlah penderitanya dan mulai menjalani pola hidup sehat dari sekarang.   Sumber : www.webmd.com
 15 Apr 2018    16:00 WIB
Fakta Mengenai Diabetes Tipe 1
Ada dua tipe dari diabetes yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Walaupun keduanya dapat diterapi dengan obat-obatan dan insulin, diabetes tipe 1 bisa lebih berbahaya dibandingkan diabetes tipe 2.   Berikut adalah beberapa fakta mengenai diabetes tipe 1 yang harus Anda ketahui: Diabetes tipe 1 merupakan jenis penyakit autoimunPada kasus diabetes tipe 1, pankreas berhenti memproduksi insulin, yaitu hormon yang membantu Anda mendapatkan energi dari makanan yang Anda konsumsi. Pankreas mempunyai sel yang memproduksi insulin yang disebut sel beta dan ketika sistem imunitas tubuh menyerang sel ini, maka Anda akan terkena dibetes tipe 1. Tidak ada penyebab pasti mengapa hal tersebut bisa terjadi dan sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat mengobati dengan tuntas. Faktor genetik dan lingkungan mempunyai peranan penting dalam menyebabkan penyakit ini. Tidak seperti diabetes tipe 2, diabetes tipe 1 tidak disebabkan oleh pola makan ataupun gaya hidup Anda.   Bisa menyerang siapa sajaKarena diet dan gaya hidup tidak memiliki pengaruh apapun terhadap penyakit ini, siapa saja mulai dari anak-anak sampai orang dewasa dapat terkena penyakit ini. Seseorang yang terdiagnosa diabetes tipe 1 harus bergantung pada insulin seumur hidupnya. Setiap keterlambatan pemberian insulin akan mendatangkan konsekuensi yang mematikan.   Merupakan penyakit yang sangat sulit untuk ditanganikarena ketergantungan seorang penderita diabetes tipe 1 terhadap insulin, dosis pemberian insulin bisa menjadi sangat tinggi. Terkadang pemberian insulin harus melalui jalur infus atau dengan melakukan suntikan berkali-kali. Setiap hari membutuhkan perjuangan yang konstan dan perhatian yang penuh. Kekurangan insulin dapat menyebabkan kadar gula darah menurun drastis atau naik sangat tinggi dan menimbulkan reaksi fatal.   Tanda dan gejala banyak menyerupai diabetes tipe 2Selalu merasa kehausan, buang air kecil sering, pusing, rasa melayang, peningkatan nafsu makan, penurunan berat badan yang tiba-tiba, bau aseton, sering tidak sadar, adalah beberapa gejala dari diabetes tipe 1 dan 2. Diabetes tipe 1 tidak dapat disembuhkan oleh insulin dan perawatannya juga dapat sangat menyulitkan bagi keluarga karena akan sering berhubungan dengan unit gawat darurat dan perawatan intensif. Dengan obat-obatan dan perawatan yang sesuai, penderita diabetes tipe 1 dapat hidup secara normal walaupun memang akan membutuhkan banyak kerja keras dan usaha.   Sumber: magforwomen
 22 Jun 2016    08:00 WIB
Penanganan Penderita Diabetes Tipe 1 Saat Berpuasa
Secara umum, para penderita diabetes tipe 1, terutama penderita yang kadar gula darahnya tidak terkendali dengan baik memiliki resiko yang sangat tinggi untuk mengalami komplikasi berat dan sangat tidak dianjurkan untuk berpuasa di bulan Ramadan. Selain itu, para penderita diabetes yang enggan atau tidak dapat memonitor kadar gula darahnya secara teratur (beberapa kali setiap hari) juga memiliki resiko yang tinggi dan karenanya tidak dianjurkan untuk berpuasa. Pengobatan diabetes tipe 1 yang dianjurkan sekarang ini adalah mengendalikan kadar gula darah secara intensif sehingga kadar gula darah penderita mendekati kadar gula darah normal. Menurut beberapa penelitian, metode ini merupakan metode pengobatan terbaik, yang telah terbukti dapat melindungi penderita dari terjadinya berbagai komplikasi mikrovaskular (pembuluh darah kecil) di masa yang akan datang. Untuk memperoleh kadar gula darah mendekati kadar normalnya, penderita diharuskan untuk menyuntikkan insulin beberapa kali (3 atau lebih) sehari setiap harinya atau menggunakan insulin subkutan yang dilepaskan secara perlahan di sepanjang hari sehingga penderita tidak perlu terus menyuntikkan insulin. Keberhasilan pengobatan ini membutuhkan pengawasan yang ketat dari dokter dan perubahan dosis insulin yang sering untuk mencegah terjadinya hipoglikemia atau hiperglikemia. Biasanya, penderita diabetes membutuhkan setidaknya 2 suntikan insulin kerja sedang untuk mengendalikan kadar gula darahnya di sepanjang hari. Insulin kerja sedang biasanya disuntikkan sebelum sahur dan sebelum berbuka puasa, serta pemberian insulin kerja pendek tepat sebelum penderita makan. Walaupun demikian, penderita tetap memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami serangan hipoglikemia di siang hari karena meningkatnya kadar hormon insulin di pagi hari tadi. Pilihan pengobatan lainnya adalah dengan menggunakan 1 suntikan insulin kerja panjang dan suntikan insulin kerja pendek tepat sebelum makan.   Sumber: diabetesjournals
 25 Mar 2016    11:00 WIB
Perhatian Khusus Bagi Anda Penderita Diabetes Tipe 1
Diabetes Tipe 1 dan OlahragaOlahraga bermanfaat untuk menjaga kesehatan setiap orang, termasuk penderita diabetes tipe 1, akan tetapi mereka membutuhkan pengawasan lebih untuk mencegah terjadinya penurunan kadar gula darah secara mendadak. Penderita diabetes tipe 1 harus memeriksa kadar gula darahnya sebelum mulai berolahraga dan mungkin harus mengkonsumsi cemilan sebelum atau selama berolahraga. Selain itu, mereka mungkin harus menyesuaikan dosis insulin yang digunakan sebelum berolahraga untuk memastikan kadar gula darahnya tetap berada dalam batas normal. Selain itu, penderita diabetes tipe 1 mungkin juga perlu untuk memeriksa ada tidaknya keton dalam air kemih mereka. Keton merupakan suatu penanda bahwa kadar gula darah anda sangat tinggi. Hindari berbagai aktivitas berat jika ditemukan adanya keton dalam air kemih atau bila kadar gula darah anda tinggi atau rendah sebelum mulai berolahraga.Diabetes Tipe 1 dan MakananSeperti halnya semua orang, penderita diabetes tipe 1 juga harus mengkonsumsi diet sehat dan seimbang untuk membantu terapi insulin dan mengurangi resiko terjadinya komplikasi diabetes. Penderita diabetes tipe 1 tetap dapat mengkonsumsi makanan manis selama tidak menyalahi diet sehat dan seimbangnya.Bukan berarti penderita dapat mengkonsumsi makanan apapun yang diinginkannya setiap saat. Hal ini berarti bahwa tidak ada makanan yang sama sekali tidak boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes, tetapi mereka harus memasukkan makanan tersebut sebagai salah satu menu diet sehat dan seimbang mereka. Dokter spesialis gizi atau ahli gizi dapat membantu penderita diabetes baik tipe 1 maupun 2 untuk mengatur menu makanan mereka untuk memperoleh diet sehat dan seimbang.Diabetes Tipe 1 dan KehamilanWanita yang menderita diabetes tipe 1 harus memberitahu dokternya bila mereka berencana untuk hamil karena jika kadar gula darah mereka tidak terkendali dengan baik, maka berbagai komplikasi kehamilan termasuk kelainan bawaan pada bayi dapat terjadi. Rencanakanlah kehamilan anda jauh-jauh hari, bahkan sebelum pembuahan terjadi, dan kendalikanlah kadar gula darah anda untuk menurunkan resiko terjadinya keguguran dan kelainan bawaan pada bayi anda. Selain itu, kadar gula darah yang terkendali dengan baik dapat menurunkan resiko berbagai komplikasi kehamilan lainnya seperti tekanan darah tinggi atau kerusakan retina pada ibu.Diabetes Tipe 1 Pada Anak-anakDiabetes tipe 1 yang terjadi pada anak-anak dapat mempengaruhi seluruh keluarganya. Para orang tua harus membantu anaknya memeriksa kadar gula darah dan merencanan menu makanan keluarga yang sesuai bagi anak dan anggota keluarga lainnya. Selain itu, para orang tua dan pengasuh anak harus memperhatikan dosis insulin yang digunakan dan kadar gula darah harus diperiksa secara teratur, termasuk saat anak berada di sekolah atau saat ia mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Sumber: medicinenet
 05 Nov 2015    12:00 WIB
Menderita Diabetes Saat Hamil? Atasi Dengan Ini….
Sebuah penelitian kecil yang dilakukan di Iran menemukan bahwa suplemen kalsium dan vitamin D ternyata dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada wanita yang menderita diabetes saat hamil (diabetes gestasional) dan juga meningkatkan kesehatan wanita tersebut secara keseluruhan.   Baca juga: Benarkah Vitamin D Dapat Membuat Proses Persalinan Tidak Terlalu Menyakitkan?   Diabetes gestasional merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah seorang wanita menjadi sangat tinggi saat hamil walaupun sebelumnya ia tidak pernah menderita diabetes. Keadaan ini dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi berat selama proses persalinan berlangsung dan meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 2 pada sang ibu di beberapa tahun mendatang. Pada penelitian ini, para peneliti memberikan 1.000 mg kalsium setiap harinya dan 50.000 unit vitamin D 2 kali sehari selama 6 minggu atau memberikan plasebo pada 56 orang wanita yang menderita diabetes gestasional. Para peneliti kemudian mengambil contoh darah pada awal dan akhir penelitian. Mereka kemudian menemukan bahwa para wanita hamil yang mengkonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D memiliki kadar gula darah puasa dan kadar kolesterol yang lebih baik. Walaupun hasil penelitian ini cukup menjanjikan, akan tetapi suplemen vitamin D sebenarnya tidak dapat dikonsumsi oleh semua wanita. Hal ini dikarenakan vitamin D memiliki efek beracun pada wanita dan bayinya. Oleh karena itu, konsumsi suplemen vitamin D hanya dianjurkan bagi para ibu hamil yang menderita diabetes gestasional dan yang juga mengalami defisiensi (kekurangan) vitamin D.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: newsmaxhealth
 14 Apr 2014    14:00 WIB
Penyebab dan Gejala Diabetes Tipe 1
Apa Itu Diabetes Tipe 1?Diabetes tipe 1 biasanya dimulai sejak masa kanak-kanak, akan tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa (usia 30-40 tahun). Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat membuat insulin yang berfungsi untuk membantu sel-sel tubuh mengubah gula menjadi energi sehingga terjadi penumpukkan gula di dalam darah yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang dapat membahayakan jiwa penderitanya. Penderita diabetes tipe 1 harus menggunakan suatu jenis insulin seumur hidupnya.PenyebabPara ahli masih tidak mengetahui mengapa sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel-sel penghasil insulinnya. Para ahli menduga adanya kelainan genetika dan berbagai faktor lingkungan seperti infeksi virus atau berbagai hal yang berhubungan dengan makanan atau kehamilan mungkin ikut berperan dalam meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 1. Siapa yang Beresiko?Walaupun diabetes tipe 1 dapat mengenai semua umur, akan tetapi sekitar dua pertiga kasus mengenai orang berusia kurang dari 19 tahun, yaitu pada awal masa kanak-kanak dan saat memasuki usia pubertas. Diabetes tipe 1 dapat mengenai pria dan wanita, dan lebih sering terjadi pada rasa Kaukasia.Beda Diabetes Tipe 1 dan 2Pada diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas (sel beta) yang berfungsi untuk menghasilkan insulin. Sementara itu, pada diabetes tipe 2, sel-sel pankreas ini tidak diserang oleh sistem kekebalan tubuh dan tetap dapat memproduksi insulin secara normal, akan tetapi, karena berbagai alasan, penderita diabetes tipe 2 tidak dapat menggunakan insulin yang ada dengan efektif. Penderita diabetes tipe 1 memiliki gejala yang sama dengan penderita diabetes tipe 2, akan tetapi gejala biasanya terjadi lebih awal atau lebih cepat pada penderita diabetes tipe 2.Tanda Awal Terjadinya Diabetes Tipe 1Diabetes tipe 1 memiliki gejala yang sama dengan diabetes tipe 2. Gejala ini biasanya terjadi secara tiba-tiba. Beberapa gejala diabetes tipe 1 adalah:•  Sering buang air kecil (polyuria)•  Mengkonsumsi air putih lebih banyak karena rasa haus yang berlebihan (polidipsi)•  Merasa sangat lapar (polifagia)•  Mulut terasa kering•  Bau mulut seperti wangi buah•  Merasa sangat lelah•  Penurunan berat badan Penurunan Berat BadanKarena penderita tidak dapat menggunakan gula di dalam darah (sehingga kadar gula darah tetap tinggi), maka tubuh akan memetabolisme lemak untuk memperoleh energi, yang dapat mengakibatkan penurunan berat badan tanpa usaha apapun, penderita bahkan biasanya mengalami peningkatan nafsu makan. Karena terjadi gangguan metabolisme glukosa (gula), maka penderita biasanya akan merasa tidak bertenaga dan mengantuk untuk waktu yang lama. Gangguan KulitGangguan metabolisme glukosa pada penderita diabetes tipe 1 dapat menyebabkan berbagai gangguan lainnya seperti peningkatan resiko terjadinya infeksi bakteri, infeksi jamur, dan berbagai gangguan kulit yang membuat kulit terasa gatal dan kering. Selain itu, gangguan sirkulasi darah pada kulit pun sering terjadi. Wanita penderita diabetes tipe 1 beresiko untuk mengalami infeksi jamur pada vagina. Sementara itu, bayi yang menderita diabetes tipe 1 dapat mengalami diaper rash (bercak kemerahan pada kulit bayi pada daerah yang tertutupi oleh popok atau pampers) berat karena infeksi jamur pada kulit. Diaper rash ini dapat menyebar ke bagian tubuh lain seperti perut dan kaki. Berbagai Gejala LainnyaPenderita diabetes tipe 1 yang tidak memperoleh pengobatan dapat mengalami berbagai gejala yang lebih berat seperti penglihatan kabur, mati rasa atau kesemutan pada anggota gerak (terutama kaki), penurunan kesadaran, dan koma diabetikum. Selain itu, penderita juga dapat mengalami hipoglikemia, yaitu suatu keadaan di mana kadar gula darah penderita sangat rendah, yang terjadi secara tiba-tiba.Sumber: medicinenet