Your browser does not support JavaScript!
 08 Aug 2014    10:00 WIB
Benarkah Alkohol Dapat Sebabkan Terjadinya Depresi?
Selain kecanduan minuman beralkohol, ada masalah lainnya yang sering dialami oleh para peminum alkohol, yaitu depresi. Seringkali para peminum alkohol ini mengawali kebiasaannya karena merasa depresi, yang akhirnya berujung pada kecanduan minuman beralkohol. Akan tetapi, bukan berarti berhenti mengkonsumsi alkohol dapat langsung membuat Anda terbebas dari resiko depresi. Sebagian besar pecandu minuman beralkohol mengalami gejala depresi setelah mereka berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol.  Pada beberapa kasus, hal ini mungkin disebabkan oleh adanya emosi terpendam yang baru timbul ke permukaan saat tidak lagi berada di bawah pengaruh minuman keras. Pada kasus ini, penderita seringkali merasa depresi secara mendadak.  Selain itu, pecandu minuman beralkohol juga harus berhadapan dengan berbagai permasalahan yang mungkin terjadi akibat konsumsi minuman beralkohol berlebihan yang membuat mereka tidak dapat melakukan aktivitasnya dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan penderita kehilangan pekerjaan, pasangan, dan gangguan kesehatan. Menyadari banyaknya masalah yang mereka alami dapat membuat mereka merasa tertekan dan berujung pada depresi. Pada kasus lainnya, pecandu minuman beralkohol ini memang telah mengalami gejala depresi, akan tetapi berbagai gejala depresi ini tertutupi oleh berbagai gejala kecanduan minuman beralkohol. Berbagai gejala depresi ini kemudian baru terlihat lebih jelas setelah penderita tidak lagi mengkonsumsi minuman beralkohol.  Oleh karena itu, diperlukan penanganan segera baik terhadap kecanduan minuman beralkohol maupun terhadap depresi. Penanganan yang baik terhadap kedua gangguan ini dapat membantu mencegah terjadinya kekambuhan.   Sumber: alcoholrehab
 30 Jun 2014    13:00 WIB
Benarkah Ketamin Dapat Membantu Mengatasi Depresi Berat?
Menurut para peneliti di Inggris, ketamin, obat yang sering digunakan untuk “berpesta” mungkin dapat digunakan untuk membantu mengatasi gejala depresi berat. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati reaksi obat ketamin ini pada 28 orang yang menderita gangguan depresi. Para peneliti kemudian menemukan bahwa ketamin dapat membantu mengatasi gejala depresi dengan cepat pada beberapa orang dan membuat beberapa  orang penderita mengalami perbaikan gejala hanya dalam waktu beberapa minggu saja. Walaupun demikian, para ahli tidak menyarankan agar para penderita depresi mengkonsumsi obat ini secara teratur dan dalam jangka waktu lama. Karena selain berbagai efek samping yang mungkin timbul, pemberian ketamin dalam waktu singkat telah dapat sangat membantu penderita depresi berat yang sebelumnya memiliki keinginan untuk bunuh diri. Walaupun banyak di antara penderita yang kembali kambuh dalam waktu 1-2 hari setelah pemberian ketamin, akan tetapi sekitar sepertiga dari penderita merasakan manfaat pemberian ketamin selama setidaknya 3 minggu dan sekitar 15% penderita tidak mengalami kekambuhan selama lebih dari 2 bulan. Para peneliti saat ini masih perlu melakukan penelitian klinis untuk mengetahui berapa dosis ketamin yang tepat dan apakah ada obat lain yang dapat digunakan untuk memperpanjang efek positif dari ketamin bagi para penderita depresi berat ini. Ketamin merupakan obat yang sering digunakan dalam dunia kedokteran sebagai obat anestesi (obat bius) dan sebagai pereda nyeri. Akan tetapi, obat ini juga banyak disalahgunakan sebagai obat terlarang. Perbedaan antara ketamin yang digunakan sebagai obat bius dan sebagai obat “pesta” adalah pada dosisnya. Dosis penyalahgunaan ketamin adalah sekitar beberapa gram setiap harinya yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan saluran kemih dan gangguan fungsi otak. Sedangkan, dosis yang digunakan pada penelitian ini adalah tidak lebih dari 80 mg setiap minggunya. Ketamin sering digunakan untuk mengatasi gejala depresi berat bila penderita tidak memberikan respon apapun terhadap pengobatan anti depresi lainnya.  Pada penelitian ini, para peneliti memberikan pengobatan ketamin pada sekitar 28 penderita depresi berat yang tidak merespon terhadap pengobatan anti depresi lainnya. Para penderita ini kemudian mendapatkan perawatan selama 3 minggu, di mana mereka menerima 3-6 infus ketamin, yang masing-masing berlangsung selama 40 menit.  Para peneliti kemudian melakukan pemeriksaan daya ingat pada para penderita beberapa hari setelah pengobatan. Penderita juga diminta untuk memberikan laporan keadaan mood mereka melalui email atau pesan singkat.  Hasilnya adalah 3 hari setelah pemberian infus ketamin, terjadi penurunan gejala depresi pada sekitar 29% penderita. Para penderita merasa bahwa mereka akhirnya dapat berpikir lebih jernih untuk pertama kali dalam beberapa tahun belakangan.    Sumber: foxnews
 27 Jun 2014    10:00 WIB
9 Cara Mengatasi Gejala Depresi
Saat Anda merasa depresi, tampaknya tidak ada hal yang dapat membuat Anda merasa lebih baik. Akan tetapi, sebenarnya terdapat beberapa hal yang dapat membuat Anda merasa lebih baik jika Anda mau mencobanya. Anda juga dapat mengatasi berbagai gejala depresi dengan menggunakan obat-obatan maupun terapi perilaku kognitif. Terapi ini memfokuskan pengobatannya pada perubahan perilaku dan bagaimana cara-cara mengatasi depresi. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi depresi yang Anda alami.   Lupakanlah Masa Lalu Anda harus menyadari dan mengakui bahwa Anda tidak dapat mengubah masa lalu. Mengingat berbagai hal tidak menyenangkan di masa lalu hanya akan membuat diri Anda menderita dan tidak bahagia. Lupakanlah masa lalu Anda dan fokuskan perhatian Anda pada masa depan Anda. Cobalah untuk memfokuskan perhatian Anda pada masa kini dan masa depan Anda. Jangan terlalu keras pada diri Anda sendiri dan belajarlah dari kesalahan Anda utnuk menjadi lebih dewasa dan percaya diri.   Jangan Membesar-besarkan Masalah Berhentilah berpikir mengenai berbagai hal tidak menyenangkan atau buruk dalam kehidupan Anda. Ingatlah bahwa selalu ada jalan keluar untuk setiap masalah, walaupun Anda mungkin merasa tidak ada jalan keluar bagi masalah Anda. Hal ini dikarenakan Anda tidak merasa puas dengan jalan keluar yang ada. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Berpikirlah dengan lebih realistis dan temukan jalan keluar bagi masalah Anda.   Jangan Terlalu Banyak Menganalisis Berbagai Hal Jika Anda seringkali merenungkan atau memikirkan berbagai permasalahan Anda, maka Anda akan sulit melawan depresi. Memfokuskan perhatian Anda hanya pada masalah yang ada hanya akan membuat Anda terus merasa depresi. Buanglah jauh-jauh kebiasaan buruk Anda yang satu ini untuk membantu Anda keluar dari depresi Anda.   Fokus Pada Hal-hal Positif Mulailah melakukan berbagai hal-hal kecil yang dapat membuat Anda merasa bahagia. Tulislah berbagai hal positif yang Anda hadapi setiap harinya. Hal ini akan membantu Anda merasa lebih berharga dan dapat memperbaiki mood Anda.   Paksakan Sebuah Senyuman Walaupun terdengar aneh, memaksakan sebuah senyuman dapat membantu melepaskan zat kimia di dalam otak Anda yang dapat membuat Anda merasa lebih baik dan meredakan berbagai gejala depresi.    Lakukan Rutinitas Harian Anda Walaupun sulit menjalankan rutinitas harian, akan tetapi hari yang sibuk dapat membantu meredakan gejala depresi Anda. Bangunlah lebih pagi, makanlah 4-5 kali setiap harinya, dan jangan tidur siang. Hal ini akan membuat Anda tidur lebih nyenyak di malam hari.  Penderita depresi biasanya mengalami penurunan atau peningkatan berat badan yang tidak biasanya. Rutinitas Anda dapat membantu Anda melawan insomnia yang Anda alami.   Buanglah Semua Pikiran Negatif Penderita depresi seringkali melihat segala sesuatunya dalam hitam atau putih, yang dapat membuat mereka merasa lebih buruk. Pola berpikir yang negatif dapat mencegah Anda melakukan berbagai hal yang dapat membuat Anda merasa bahagia.   Jangan Mengisolasi Diri Saat Anda merasa depresi, Anda merasa tidak ingin bertemu dengan siapapun. Akan tetapi, hal ini justru tidak dapat membantu mengatasi rasa depresi Anda. Jangan merasa takut untuk menceritakan permasalahan Anda dan apa yang Anda rasakan pada keluarga atau pasangan atau teman Anda. Mereka mungkin dapat membantu Anda mengatasi atau mencegah terjadinya depresi.   Jangan Terus Menyalahkan Diri Anda Sendiri Jangan terus menyalahkan diri Anda sendiri atau orang lain saat sesuatu hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan Anda. Jangan habiskan waktu Anda dengan memikirkan berbagai hal yang tidak perlu dan buruk, yang justru dapat menurunkan rasa percaya diri Anda.   Sumber: womanitely
 25 Jun 2014    09:00 WIB
7 Hal yang Dapat Memperburuk Gejala Depresi
Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang sering dialami oleh banyak orang. Gejala utama depresi adalah rasa tidak berdaya, putus asa, dan rasa sia-sia. Terdapat banyak hal yang dapat memperburuk gejala depresi atau bahkan memicu timbulnya gejala depresi. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan dan memicu timbulnya gejala depresi.    •    Kurang TidurKurang tidur dan depresi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Terlalu banyak tidur dan terlalu sedikit tidur dapat memperburuk gejala depresi. Penderita insomnia memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita depresi dibandingkan dengan orang yang memiliki waktu tidur yang cukup.     •    StressStress merupakan reaksi alami tubuh untuk membuat Anda tetap terjaga, termotivasi, dan siap untuk bereaksi terhadap bahaya. Akan tetapi, stress kronik dapat menyebabkan terjadinya depresi berat. Berbagai emosi positif seperti akan menikah atau memulai suatu pekerjaan baru juga dapat membuat seseorang merasa stress dan menyebabkan terjadinya gangguan depresi. Stress yang telah berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan kadar hormon stress, yaitu hormon kortisol dan menurunkan kadar hormon bahagia, hormon serotonin. Perubahan kadar hormon ini dapat menyebabkan atau memperburuk gejala depresi.    •    MakananMakanan ternyata juga dapat memicu terjadinya depresi. Mengkonsumsi terlalu banyak kafein, alkohol, dan gula halus dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi atau memperburuk gejala depresi. Fluorida juga dapat menyebabkan terjadinya depresi, sembelit, dan retensi cairan.    •    Daya IngatBanyak orang seringkali mengingat berbagai pengalaman traumatis dan bagaimana perasaan mereka saat itu. Dan saat mereka kembali mengalami situasi yang sama, maka mereka pun mengalami rasa yang sama. Bila hal ini terus berlangsung, maka hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan Anda, baik secara fisik maupun mental.    •    Pikiran NegatifOrang lain pun dapat memicu timbulnya gejala depresi pada seseorang. Jadi, saat Anda merasa depresi, akan lebih baik bila Anda dikelilingi oleh orang yang berpikiran positif. Jika memungkinkan, jauhilah diri Anda dari orang-orang yang membuat Anda merasa depresi dan menderita.    •    LingkunganApakah Anda seringkali membandingkan diri Anda dengan orang lain? Betapa suksesnya teman Anda bila dibandingkan dengan Anda? Hal ini dapat membuat Anda merasa stress, sedih, atau bahkan tidak berdaya. Anda mulai merasa betapa bahagianya hidup teman Anda tersebut dan betapa menyedihkannya hidup Anda. Pikiran ini dapat membuat Anda merasa sedih dan tidak bahagia.    •    Media SosialBerbagai penelitian menduga bahwa media sosial seperti televisi atau situs online dapat menyebabkan terjadinya depresi, menimbulkan rasa iri hati, isolasi sosial, dan menimbulkan rasa rendah diri. Selain itu, acara televisi yang buruk juga dapat memicu terjadinya depresi. Lakukanlah berbagai kegiatan atau hobi yang Anda sukai dan jauhkan diri Anda dari televisi bila hal ini berdampak buruk bagi Anda.Sumber: womanitelyTags: depresi
 29 Mar 2014    10:00 WIB
Berbagai Pengobatan Depresi
Walaupun anda mungkin merasa putus asa dan tidak berdaya saat menderita depresi, ketahuilah bahwa depresi merupakan suatu kondisi yang dapat diobati. Lebih dari 80% penderita depresi mengalami perbaikan gejala setelah menggunakan obat-obatan, melakukan konseling, atau kombinasi keduanya. Bahkan bila kedua terapi ini gagal, masih terdapat berbagai pilihan terapi lainnya untuk membantu mengatasi gejala depresi yang anda alami.KonselingBerbagai penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis terapi konseling dapat membantu mengatasi depresi ringan hingga sedang. Terapi perilaku dan kognitif bertujuan untuk mengubah pikiran dan perilaku yang menyebabkan terjadinya depresi.Terapi interpersonal bertujuan untuk mencari tahu bagaiman hubungan anda dan pasangan mempengaruhi mood anda. Sementara itu, psikoterapi psikodinamik dapat membantu penderita mengetahui bahwa perilaku dan mood mereka disebabkan oleha adanya masalah yang belum diselesaikan dan perasaan tertentu yang tidak disadari. Beberapa penderita memerlukan waktu beberapa bulan untuk mengatasi depresinya, sementara penderita yang lain membutuhkan waktu yang lebih lama.Obat-obatanObat anti depresan mempengaruhi kadar berbagai neurotransmiter di dalam otak, termasuk serotonin dan norepinefrin. Obat anti depresan baru mulai menunjukkan efeknya setelah digunakan selama beberapa minggu.Diperlukan kunjungan ke dokter selama beberapa kali untuk menemukan dosis dan jenis obat yang tepat bagi anda. Kombinasi terapi konseling dan obat-obatan sangat efektif untuk mengatasi depresi.OlahragaPara ahli menduga bahwa olahraga merupakan salah satu senjata ampuh untuk melawan depresi ringan hingga sedang. Berbagai aktivitas fisik yang anda lakukan merangsang pelepasan endorfin, yang dapat membantu memperbaiki mood anda.Selain itu, berolahraga secara teratur juga dapat membuat anda merasa lebih percaya diri, tidur lebih nyenyak, mengurangi rasa stress, dan membuat anda lebih bertenaga. Berbagai jenis olahraga seperti berenang atau bahkan mengurus rumah tangga dapat membantu. Pilihlah olahraga yang anda sukai dan lakukanlah selama 20-30 menit setiap harinya.Memelihara Binatang Memelihara seekor anjing atau kucing atau burung mungkin tidak dapat menggantikan obat dan konseling yang anda gunakan untuk mengatasi depresi anda. Akan tetapi, hewan peliharaan anda ini dapat membantu mengatasi gejala depresi ringan hingga sedang pada banyak orang.Hewan peliharaan anda dapat membuat anda merasa dicintai tanpa syarat, menghilangkan rasa kesepian, dan memberikan tujuan hidup baru pada penderita depresi. Berbagai penelitian yang dilakukan pada orang yang memelihara hewan menemukan bahwa mereka lebih jarang mengalami gangguan tidur dan memiliki kesehatan yang lebih baik.Dukungan dari Orang LainRasa kesepian dan depresi memiliki suatu hubungan yang tidak dapat disangkal. Oleh karena itu, menjalin hubungan dan mendapat dukungan dari orang lain dapat membantu mengurangi rasa kesepian anda dan memotivasi anda untuk berobat. Kunjungilah teman atau keluarga anda lebih sering atau bergabunglah dengan berbagai kegiatan sosial yang membuat anda lebih banyak berinteraksi dengan orang lain.Stimulasi Saraf VagusStimulasi saraf vagus dapat membantu penderita depresi yang tidak membaik setelah mengkonsumsi obat-obatan. Stimulasi saraf vagus ini bekerja seperti sebuah alat pacu bagi otak anda. Alat ini dapat mengirimkan impuls listrik ke otak melalui saraf vagus di leher. Impuls listrik diduga dapat mengurangi gejala depresi dengan cara mempengaruhi area pengatur mood di dalam otak. Alat ini biasanya dimasukkan ke dalam tubuh anda melalui tindakan pembedahan.Terapi Elektrokonvulsi (ECT)Pilihan lainnya bagi penderita depresi yang resisten terhadap obat atau penderita dengan gejala melankolis berat adalah terapi elektrokonvulsi. Pengobatan ini menggunakan suatu aliran listrik untuk menciptakan kejang yang terkendali (penderita biasanya berada dalam keadaan tidak sadar saat prosedur ini dilakukan). Tindakan ini dapat membantu sekitar 80-90% penderita yang melakukan tindakan ini.Sumber: webmd