Your browser does not support JavaScript!
 23 Nov 2019    08:00 WIB
Kenali Tanda Depresi Paska Melahirkan Sejak Dini
Depresi paska melahirkan merupakan depresi yang terjadi pada beberapa wanita beberapa minggu atau beberapa bulan setelah melahirkan. Gejala terjadinya depresi paska melahirkan ini dapat berupa mood yang buruk, adanya perasaan tidak mampu mengatasi berbagai kesulitan hidup, dan adanya gangguan tidur. Beberapa wanita dapat mengalami depresi paska melahirkan dan bahkan tidak menyadarinya. Sekitar 1 dari 7 wanita mengalami berbagai gejala depresi dalam waktu 3 bulan setelah melahirkan. Walaupun perubahan mood (baby blues) sering terjadi setelah melahirkan, akan tetapi depresi paska melahirkan memiliki gejala yang lebih berat daripada baby blues.Siapa yang Beresiko Mengalami Depresi Paska Melahirkan?Sebagian besar ibu baru mengalami baby blues setelah melahirkan. Sekitar 1 dari 10 wanita yang mengalami baby blues ini akan mengalami gejala yang lebih berat dan lebih lama setelah melahirkan. Sekitar 1 dari 1.000 wanita yang mengalami depresi paska melahirkan dapat mengalami gejala yang lebih berat lagi yang disebut dengan psikosis paska melahirkan (psikosis postpartum).Faktor ResikoBeberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi paska melahirkan adalah:•  Pernah mengalami depresi selama kehamilan•  Usia ibu saat hamil. Semakin muda usia ibu, maka semakin besar resiko terjadinya depresi paska melahirkan•  Adanya campuran antara perasaan bahagia dan sedih saat hamil•  Jumlah anak. Semakin banyak jumlah anak yang anda miliki, maka semakin tinggi resiko terjadinya depresi paska melahirkan pada kehamilan berikutnya•  Pernah mengalami gangguan depresi atau gangguan disforik premenstrual (sindrom premenstrual yang berat) sebelum hamil•  Kurangnya dukungan keluarga atau teman atau lingkungan saat hamil•  Tinggal atau hidup sendiri•  Adanya permasalahan dalam pernikahanGejalaGejala depresi paska melahirkan mirip dengan apa yang biasanya terjadi setelah kelahiran seorang anak. Berbagai hal yang sering dialami oleh wanita yang baru saja melahirkan adalah:•  Kurang tidur•  Perubahan nafsu makan•  Merasa sangat lelah•  Penurunan gairah seksual•  Mood sering berubah-ubah Bila berbagai hal di atas disertai dengan gejala gangguan depresi, maka wanita tersebut diduga mengalami depresi paska melahirkan. Gejala gangguan depresi yang dapat ditemukan adalah:•  Mood depresi (merasa sedih terus-menerus atau merasa bersalah)•  Tidak merasa senang saat melakukan berbagai hal yang sebelumnya disukai atau dapat memberikan kebahagiaan sebelumnya•  Merasa tidak berharga•  Merasa putus asa dan tidak berdaya•  Adanya pemikiran tentang kematian atau keinginan untuk bunuh diriGangguan Cemas dan Depresi Paska MelahirkanBila anda memiliki gangguan cemas seperti gangguan obsesif kompulsif sebelum hamil, maka gangguan ini mungkin akan memburuk atau justru timbul beberapa saat setelah melahirkan. Obsesi yang terjadi biasanya berhubungan dengan kekhawatiran tentang keselamatan atau kesehatan bayinya. Gangguan panik juga dapat terjadi beberapa saat setelah melahirkan. Baik gangguan obsesif kompulsif maupun gangguan panik dapat terjadi bersamaan dengan gangguan depresi paska melahirkan.Apakah Saya Mengalami Depresi Paska Melahirkan?Untuk menegakkan diagnosa depresi paska melahirkan, dokter biasanya akan menanyakan dan mengamati berbagai gejala yang anda alami. Dokter juga mungkin akan melakukan berbagai pemeriksaan lain untuk menyingkirkan berbagai kemungkinan lain yang menyebabkan timbulnya berbagai gejala yang anda alami.Sumber: webmd
 24 Feb 2019    16:00 WIB
Apa Beda Stress dan Depresi?
Tahukah anda apa perbedaan antara stress dan depresi? Sebagian besar orang mungkin menganggap bahwa keduanya merupakan hal yang sama. Akan tetapi, terdapat suatu perbedaan besar antara stress dan depresi.Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya stress dan depresi. Baik stress maupun depresi dapat mempengaruhi kesehatan anda, baik fisik, emosional, maupun jiwa anda. Apa Itu Stress?Stress merupakan suatu respon terhadap berbagai kejadian atau hal yang membuat anda menyebabkan perubahan atau mengancam kehidupan anda. Stress terjadi akibat pikiran anda dan apa yang anda rasakan mengenai suatu hal. Stress biasanya dicirikan dengan adanya suatu rasa kewalahan. Hal ini dapat diakibatkan oleh telah terlewatinya batas ketahanan anda atau akibat tertekan dalam waktu yang terlalu lama. Kadangkala, rasa stress dapat membantu anda menyelesaikan berbagai pekerjaan atau hal yang harus anda lakukan, akan tetapi terlalu banyak rasa stress yang anda rasakan juga dapat membuat anda merasa tertekan dan kelelahan.Apa Itu Depresi?Depresi merupakan suatu gangguan mood. Diagnosa depresi seringkali ditegakkan saat anda mengalami suatu perasaan sedih dan putus asa pada sebagian besar waktu yang seringkali juga diikuti dengan hilangnya minat untuk melakukan sesuatu hal yang biasanya anda sukai. Anda juga mungkin mengalami gangguan tidur, perubahan nafsu makan, merasa bersalah, tidak ada motivasi hidup, dan menarik diri dari lingkungan. Depresi yang terjadi dapat bervariasi, dari ringan hingga berat (psikosis). Depresi juga dapat terjadi dalam jangka waktu pendek (sebentar) atau dalam waktu lama (gangguan jiwa jangka panjang).Depresi merupakan gangguan yang lebih berat dan berlangsung lebih lama daripada stress, dan memerlukan penanganan yang berbeda.Beda Depresi dan StressBaik depresi maupun depresi memiliki gejala yang hampir mirip. Akan tetapi, gejala depresi biasanya jauh lebih berat dan berlangsung selama setidaknya 2 minggu. Depresi juga menyebabkan perubahan besar pada mood, seperti merasa sangat sedih dan putus asa. Anda juga dapat merasa lelah dan tidak dapat melakukan pekerjaan apapun. Gejala StressBeberapa gejala stress yang dapat ditemukan adalah:•  Sulit tidur•  Merasa kewalahan•  Gangguan daya ingat•  Kesulitan berkonsentrasi•  Perubahan kebiasaan makan•  Merasa gugup atau cemas•  Merasa marah, mudah tersinggung, atau mudah merasa frustasi•  Merasa sangat lelah akibat belajar atau tugas sekolah•  Merasa anda tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan di dalam kehidupan anda•  Kesulitan mengikuti pelajaran di dalam kelas atau menjalani kehidupan anda sehari-hari Gejala DepresiBeberapa gejala depresi yang dapat ditemukan adalah:•  Menarik diri dari pergaulan atau lingkungan•  Merasa sedih dan putus asa•  Merasa tidak bertenaga, kurang semangat dan kekurangan motivasi•  Kesulitan membuat keputusan•  Merasa gelisah, mudah marah, dan mudah tersinggung•  Makan lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya•  Tidur lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya•  Kesulitan berkonsentrasi•  Gangguan daya ingat•  Merasa bersalah atau merasa diri sangat buruk•  Dipenuhi oleh amarah•  Merasa bahwa anda tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan atau masalah di dalam kehidupan anda•  Kesulitan mengikuti pelajaran di dalam kelas atau menjalani kehidupan anda sehari-hari•  Adanya pikiran  untuk bunuh diri Baca juga: Hobi Tepat Atasi Stress Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: mentalhealthamerica, kayefrank
 26 Jun 2016    08:00 WIB
Berbagai Jenis Depresi dan Dampaknya Pada Kehidupan
Depresi merupakan perasaan sedih atau acuh tak acuh yang disertai dengan berbagai gejala lain yang berlangsung selama setidaknya 2 minggu berturut-turut dan cukup berat hingga mengganggu aktivitas anda sehari-hari. Depresi dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja, baik pada anak-anak atau orang dewasa dan saat kehilangan orang tercinta atau saat mengalami suatu peristiwa traumatis atau saat pergantian musim atau bahkan setelah melahirkan.Depresi MusimanDepresi musiman biasanya lebih sering terjadi pada orang yang tinggal di negara dengan 4 musim, di mana perubahan mood sesuai dengan perubahan musim yang sedang berlangsung. Penderita akan merasa ceria dan bersemangat di musim panas, dan kemudian merasa sedih dan tidak bersemangat saat musim dingin dimulai. Timbulnya gejala depresi musiman biasanya terjadi pada akhir musim gugur dan awal musim dingin. Depresi musiman mengenai sekitar 3-20% penduduk dunia, tergantung pada di mana mereka tinggal. Depresi PostpartumBaby blues merupakan depresi yang terjadi pada seorang wanita yang baru saja melahirkan dan dapat mengenai 3 dari 4 ibu baru. Bila gejala depresi yang terjadi semakin berat dan berlangsung lama, bahkan setelah bayi anda bertumbuh, maka hal ini disebut dengan depresi postpartum.Depresi postpartum memiliki gejala yang mirip dengan gejala depresi pada umumnya. Ibu yang mengalami depresi postpartum juga dapat mempengaruhi kehidupan anaknya. Ibu yang depresi mungkin lebih sulit untuk merasa senang saat bersama bayinya dan sulit membangun suatu ikatan dengan bayinya.Depresi Pada Anak-anakDepresi pada anak dapat mengganggu kemampuan anak untuk bermain, berteman, dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Gejala depresi pada anak mirip dengan gejala depresi pada orang dewasa, akan tetapi beberapa anak mungkin tampak sebagai anak yang "bermasalah", yang seringkali terlibat dalam berbagai hal yang berbahaya dan mudah marah. Menegakkan diagnosa depresi pada anak-anak biasanya lebih sulit.Bagaimana Mendiagnosa Depresi?Tidak ada pemeriksaan darah yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya depresi. Untuk menegakkan depresi, para dokter biasanya bergantung pada gejala yang dialami oleh penderita. Dokter anda juga akan menanyakan mengenai riwayat kesehatan anda dan obat-obat yang anda gunakan. Untuk menentukan jenis dan keparahan depresi yang terjadi, dokter akan mengamati perubahan mood, perilaku, dan bagaimana anda melakukan aktivitas sehari-hari.Dampak Depresi Pada Kehidupan Sehari-hariTanpa pengobatan, perubahan fisik dan emosional pada penderita depresi dapat mempengaruhi pekerjaan, aktivitas, dan hubungan anda dan pasangan anda. Penderita depresi seringkali merasa kesulitan untuk berkonsentrasi dan membuat suatu keputusan. Penderita biasanya juga menarik diri atau tidak lagi merasa tertarik untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya sangat disukainya, termasuk berhubungan seksual. Pada keadaan berat, depresi dapat membahayakan keselamatan jiwa anda. Baca juga: Hobi Tepat Atasi Stress Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 10 Apr 2014    14:30 WIB
Pengobatan dan Pencegahan Terjadinya Depresi Paska Melahirkan
PengobatanPengobatan depresi paska melahirkan berbeda-beda tergantung pada jenis dan keparahan gejala yang dialami oleh penderita. Beberapa langkah pengobatan meliputi penggunaan obat anti depresan dan melakukan psikoterapi, baik individual maupun kelompok.Anda tetap dapat menyusui bayi anda walaupun sedang mengkonsumsi obat anti depresi, obat anti cemas, ataupun obat anti psikosis. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai dosis dan jenis obat yang dapat anda gunakan.Kapan Hubungi Dokter?Segera hubungi dokter bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu:•  Gejala berlangsung selama lebih dari 2 minggu•  Penderita tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari•  Penderita tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan sehari-hari•  Memiliki pikiran untuk menyakiti dirinya sendiri atau bayinya•  Penderita merasa sangat cemas, takut, dan panik hampir di sepanjang waktuPencegahanBeberapa hal yang dapat membantu anda mencegah atau mengatasi terjadinya depresi paska melahirkan adalah:•  Cari pertolongan, baik dari anggota keluarga, petugas medis, maupun pasangan anda•  Tetapkan suatu ekspektasi yang realistis bagi diri anda dan bayi anda•  Berolahragalah•  Ketahuilah bahwa hari-hari anda tidak akan selalu indah dan baik. Siapkan diri anda untuk menghadapi hari-hari yang buruk juga•  Lakukan diet sehat dan seimbang, batasi konsumsi alkohol dan kafein•  Jaga keintiman dan hubungan dengan pasangan anda•  Jaga komunikasi dengan keluarga dan teman anda, jangan mengisolasi diri anda•  Batasi jumlah pengunjung saat anda baru pulang dari rumah sakit setelah melahirkan•  Tidur atau beristirahatlah juga saat bayi anda tidurSumber: webmd