Your browser does not support JavaScript!
 04 Feb 2020    16:00 WIB
Gejala Khas Dari Alzheimer
Alzheimer merupakan bentuk umum dari demensia, ditandai dengan penurunan fungsi otak yang mempengaruhi daya ingat, perilaku, mengambil keputusan, kepribadian dan bahasa. Gejala dini alzheimer bisa mempengaruhi orang yang berusia dibawah 60 tahun, sementara gejala lambat dari alzheimer dapat menyerang mereka yang berusia diatas 60 tahun. Menegakkan diagnosa dari alzheimer bisa menjadi tantangan tersendiri untuk dokter untuk mengenali gejala pasti dari alzheimer. Berikut adalah gejala khas dari alzheimer. Penurunan daya ingat Penurunan daya ingat adalah salah satu gejala yang paling khas dari alzheimer. Penderita alzheimer bisa dengan mudah lupa dengan informasi yang baru saja didapat, atau sering kesulitan mengingat nama seseorang. Masalah ini dapat dikenali dengan menanyakan pertanyaan yang sama secara berulang, misalnya saja kapan tanggal ulang tahunnya. Penurunan daya ingat memang berkaitan dengan penuaan, tetapi pada alzheimer gejala penurunan daya ingat menjadi semakin parah. Salah meletakkan barang Salah satu gejala khas lain dari alzheimer adalah mudah lupa dimana mereka meletakkan barang. Lupa disini bukan seperti Anda lupa meletakkan kunci, karena ini bisa saja terjadi pada setiap orang. lupa disini lebih kepada meletakkan barang di tempat-tempat yang aneh, misalnya saja meletakkan kunci di blender. Gejala ini paling mudah dikenali pada orang-orang yang rapi dan teratur Kesulitan berkonsentrasi dan merencanakan sesuatu Alzheimer juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam merencanakan sesuatu atau untuk mengikuti suatu rencana, misalnya memasak dengan mengikuti resep masakan atau mengikuti segala sesuatu yang melibatkan arahan atau perencanaan. Hal ini menyebabkan penderita alzheimer terlihat seperti lambat atau tidak patuh terhadap aturan. Kesalahan-kesalahan kecil memang pada umumnya sering terjadi pada orang yang muali menua, tetapi alzheimer akan membuat kondisi semakin memburuk. Tersesat Karena alzheimer mempengaruhi daya ingat seseorang, maka penderita alzheimer sering merasa disorientasi atau tersesat di tempat yang seharusnya mereka kenali. Semua orang bisa saja tersesat jika berada di suatu tempat yang baru, tetapi pada penderita alzheimer, mereka sering tersesat di tempat yang mereka sering datangi, misalnya saja tersesat dari perjalanan pulang menuju rumah dari pasar.  Kesulitan dengan waktu dan tempat Pada stadium awal alzheimer, penderita alzheimer sering lupa bagaimana cara mereka bisa sampai di suatu tempat dan bisa mencakup soal waktu juga. Seorang penderita alzheimer bisa lupa saat ini sedang musim apa dan mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan musim. Misalnya saja memakai jas hujan saat musim kemarau. Masalah bahasa Setiap orang bisa merasa kesulitan dalam menemukan kata yang tepat untuk sesuatu yang mereka pikirkan. Tetapi pada penderita alzheimer mereka mengalami lebih dari sekedar kesulitan untuk menemukan kata dan sering memulainya dengan ekspresi yang aneh. Penderita alzheimer juga sering merasa kesulitan saat terlibat dalam pembicaraan, misalnya sering terhenti di tengah-tengah kalimat dan tidak dapat memulai pembicaraan kembali. Gejala berat dari alzheimer Alzheimer jika dibiarkan akan semakin parah, begitu juga dengan gejala-gejala yang muncul. Gejala berat dari alzheimer mencakup: Kesulitan mengenali orang-orang terdekat Melupakan detail dalam kehidupannya Menjauhkan diri dari kehidupan sosial Kesulitan dalam menilai sesuatu Delusi atau halusinasi Berbicara dengan bahasa yang sulit dimengerti   Sumber: healthline
 12 Nov 2019    11:00 WIB
Gejala Anemia yang Anda Perlu Perhatikan
Anemia adalah suatu kondisi medis dimana sel darah merah mengalami penurunan jumlah dan menyebabkan peredaran oksigen ke jaringan tubuh menjadi tidak efisien. Kekurangan oksigen ini membuat seseorang merasa kelelahan. Apakah Anda menduga Anda sendiri atau keluarga Anda menderita anemia? Untuk mengetahuinya Anda harus mengetahui beberapa gejala dari anemia. Jika Anda menjawab "ya" untuk beberapa gejala dibawah ini, maka Anda membutuhkan bantuan medis segera. Gejala-gejalanya adalah:1.  Pusing2.  Badan pegal-pegal3.  Kulit pucat4.  Irama jantung tidak teratur5.  Nyeri dada6.  Sakit kepala7.  Telapak tangan dan kaki dingin8.  Kekurangan energi9.  Nafas pendek-pendek10.  Kram, khususnya di kaki11.  Kesulitan berkonsentrasi12.  Insomnia13.  Demensia Bentuk spesifik dari anemia dapat berbeda satu orang dengan yang lain. Sebagai contoh, seseorang yang menderita anemia karena kekurangan zat besi cenderung akan merasa lapar akan rasa yang aneh seperti pasir, kertas atau es. Sebaliknya pada orang dengan orang yang menderita kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan halusinasi, skizofrenia dan kesulitan berjalan. Anemia dapat mempengaruhi jenis kelamin dengan cara yang berbeda. Pada beberapa wanita yang menderita anemia cenderung akan mengalami kesulitan saat menjelang masa menstruasi atau PMS. Saat PMS penderita anemia akan merasakan aliran darah yang lebih cepat dan banyak dan terus menerus merasa kelelahan. Wanita yang merencanakan untuk hamil harus berhati-hati karena anemia sering menyerang pada masa kehamilan. Anemia juga dapat memengaruhi janin.Sumber: magforwomen
 07 Sep 2019    08:00 WIB
Faktor Resiko Terjadinya Alzheimer
Alzheimer merupakan penyakit yang sering terjadi pada orang lanjut usia, walapun sekarang ini juga banyak ditemukan pada usia yang lebih muda. Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan faktor resiko Alzheimer. Faktor resiko ini terbagi menjadi dua, yaitu yang dapat dimodifikasi dan yang tidak dapat dimodifikasi.   Faktor Resiko yang Tidak Dapat Dimodifikasi 1.      Usia Alzheimer lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia, resikonya semakin meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. 2.      Riwayat Keluarga Bila anda mempunyai keluarga yang menderita Alzheimer, maka anda mempunyai resiko yang lebih tinggi. 3.      Faktor Genetik Adanya gen APOE (apolipoprotein E) meningkatkan resiko terkena Alzheimer 3-8 kali lebih tinggi daripada orang yang tidak mempunyai gen ini. 4.      Jenis Kelamin Wanita mempunyai resiko yang lebih tinggi daripada pria.   Faktor Resiko yang Dapat Dimodifikasi 1.      Gangguan Pembuluh Darah Berbagai penyakit yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah seperti diabetes, tekanan darah tinggi, aterosklerosis dapat meningkatkan resiko Alzheimer. Gangguan pada pembuluh darah dapat menyebabkan terjadinya stroke yang merupakan salah satu hal yang dapat menyebabkan terjadinya demensia. 2.      Riwayat Cedera Kepala Cedera kepala dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer. 3.      Gangguan Tidur Berbagai penyakit dan hal yang menyebabkan gangguan tidur dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer, misalnya sindrom tidur apnea. 4.      Faktor Hormonal Terapi sulih hormon estrogen juga dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer.
 21 Apr 2018    12:30 WIB
Kekurangan Vitamin Bisa Sebabkan Penurunan Daya Ingat?
Pola diet yang sehat akan menjaga fisik Anda tetap berenergi, tetapi tahukan Anda jika pola diet kaya nutrisi juga sangat berguna untuk otak dan saraf Anda? Masalah neurologi seperti penurunan daya ingat ternyata terkait dengan kekurangan vitamin. Selain itu kekurangan vitamin yang berat juga bisa menyebabkan gangguan neurologi lain seperti demensia dan penyakit otak alkohol.   Vitamin esensial Ada 13 jenis vitamin esensial yang diperlukan tubuh untuk dapat berfungsi dengan baik. Vitamin A, D, E, dan K merupakan jenis lemak yang dapat disimpan di sel lemak Anda. Vitamin C dan ke delapan vitamin B merupakan vitamin yang larut air. Tubuh Anda menggunakan vitamin ini dan mengeluarkan produk sisa dari vitamin melalui urin.    Defisiensi tiamin Tiamin, sama seperti vitamin B lainnya merupakan nutrisi penting untuk energi dan mampu melindungi fungsi dari berbagai jenis sistem saraf. Tempat penyimpanan terbesar dari tiamin berada di otak dan memerlukan enzim untuk memproduksi neurotransmiter yang diperlukan untuk berpikir, bergerak, mood dan daya ingat. Walaupun tiamin banyak ditemukan di daging ayam, gandum utuh, dan kacang tetapi pola diet yang tidak mengkonsumsi makanan tersebut dapat menyebabkan tubuh mengalami defisiensi (kekurangan) tiamin. Selain itu konsumsi alkohol juga dapat mengganggu penyerapan dari tiamin dan sebabkan defisiensi tiamin. Gejala berat dari defisiensi tiamin adalah sindrom wernicke-korsakoff yaitu sebuah gangguan neurologi yang ditandai dengan kebingungan, penurunan daya ingat jangka panjang dan jangka pendek. Kadar tiamin yang direkomendasikan pada orang dewasa adalah antara 1.1-1.2 mg.   Vitamin B-3, B-6, B-9 dan B-12 Setiap jenis vitamin B mempunyai fungsi kimia yang dapat menjaga tubuh Anda dapat berfungsi dengan baik, dan beberapa jenis vitamin tidak dapat berfungsi dengan baik jika tidak ada vitamin B. Contohnya vitamin B-3 yang berfungsi untuk menjaga supaya proses metabolisme dan percernaan berjalan dengan baik dan juga memperkuat kadar vitamin B-6 untuk menjalankan proses metabolisme dengan baik. Kekurangan salah satu jenis vitamin di atas dapat menyebabkan peningkatan kadar homosistein yang bisa menjadi tanda awal dari demensia dan alzheimer. Makanan yang mengandung vitamin B adalah gandum utuh, kentang, kacang, daging unggas, dan sayuran hijau.   Kekurangan vitamin D Penelitian yang dilakukan mengindikasikan bahwa kekurangan vitamin D terkait dengan penurunan kemampuan kognitif yang menjadi tanda awal dari demensia. Vitamin D memang erat kaitannya dengan kesehatan tulang, tetapi penelitian tersebut menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D juga dapat menyebabkan penurunan daya ingat. Jadi cukupi kebutuhan vitamin D 400-600IU perhari untuk menjaga kesehatan otak dan juga tulang Anda.     Sumber: livestrong
 17 Apr 2018    12:30 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Otak
Selain menyebabkan berbagai gangguan dan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan pada otak dan ginjal akibat gangguan aliran darah yang menyebabkan sel otak dan ginjal kekurangan nutrisi dan oksigen yang penting bagi fungsi kedua organ tersebut.   1.      Serangan Iskemik Sesaat (Transient Ischemic Attack) Serangan iskemik sesaat atau serangan stroke ringan merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh gangguan aliran darah sementara ke otak. Serangan iskemik sesaat dapat disebabkan oleh aterosklerosis maupun bekuan darah pada pembuluh darah arteri yang menyebabkan penyumbatan sementara pada pembuluh darah otak. Kedua hal ini dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. 2.      Stroke Stroke terjadi akibat adanya gangguan aliran darah dan nutrisi ke sel otak yang menyebabkan kematian sel-sel otak. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan dinding pembuluh darah menyempit, robek, atau bocor. Selain itu, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang kemudian dapat menyumbat pembuluh darah otak anda dan menyebabkan terjadinya serangan stroke. 3.      Demensia Demensia merupakan suatu kelainan pada otak yang menyebabkan gangguan dalam berpikir, berbicara, membuat keputusan, mengingat, penglihatan, dan pergerakan. Demensia dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satu penyebab demensia adalah gangguan pada pembuluh darah (demensia vaskular). Demensia jenis ini disebabkan oleh penyempitan dinding pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah ke otak. Penyebab demensia lainnya adalah suatu serangan stroke, yang juga disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Baik penyempitan dinding pembuluh darah maupun stroke, keduanya dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Penderita tekanan darah tinggi memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita demensia di kemudian hari daripada orang lain yang tidak menderita tekanan darah tinggi. 4.      Gangguan Kognitif Ringan Gangguan koginitif ringan merupakan suatu gangguan yang menyebabkan penurunan kemampuan seseorang dalam mengerti dan mengingat sesuatu, yang sering terjadi seiring dengan makin bertambahnya usia. Keadaan berat gangguan kognitif dapat ditemukan pada penderita Alzheimer. Gangguan ini juga disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak yang disebabkan oleh gangguan atau kerusakan pada dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.    Baca juga: Anak Muda Pun Bisa Mengalami Tekanan Darah Tinggi, Mengapa Demikian?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     sumber: mayoclinic