Your browser does not support JavaScript!
 15 Aug 2019    18:00 WIB
Tips Mudah Untuk Turunkan Demam!
Demam sebenarnya merupakan suatu tanda bahwa tubuh Anda sedang melawan suatu infeksi atau penyakit di dalamnya. Demam merupakan suatu keadaan di mana suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius atau lebih. Di bawah ini terdapat beberapa tips yang dapat membantu mengatasi demam.   Minum Obat Penurun Panas Salah satu cara tercepat untuk menurunkan demam adalah dengan mengkonsumsi obat penurun panas. Konsumsilah obat anti panas setiap 6-8 jam untuk membuat Anda merasa lebih nyaman dan menjaga agar demam Anda tidak kembali lagi.   Konsumsi Cukup Air Putih Saat suhu tubuh Anda meningkat, maka tubuh pun akan kehilangan cairan dengan sangat cepat, yang sebagian besar terjadi melalui keringat. Untuk mencegah terjadinya dehidrasi, pastikan Anda mengkonsumsi cukup air putih di sepanjang hari. Konsumsilah setidaknya 2 liter air setiap harinya. Buang air kecil setiap 2 jam sekali merupakan pertanda bahwa Anda telah mencukupi kebutuhan cairan harian Anda.   Makan Juga Penting Makan merupakan hal yang penting untuk mempercepat proses penyembuhan. Bahkan, sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa orang yang sedang menderita demam seharusnya makan banyak karena kurangnya konsumsi kalori justru dapat membuat tubuh memproduksi sel-sel pelawan penyakit dalam waktu yang lebih lama, yang membuat sakit berlangsung lebih lama. Apa makanan terbaik untuk dikonsumsi saat demam? Sup sayuran dan berbagai jenis makanan sederhana lainnya seperti sayuran rebus atau kukus. Jika Anda sama sekali tidak dapat makan, Anda dapat mengkonsumsi jus buah atau sayuran yang mengandung banyak antioksidan.   Istirahat yang Cukup Jika Anda demam, maka segera beristirahat alias tidur merupakan langkah yang paling bijaksana. Bekerja, berolahraga, atau bahkan melakukan berbagai kegiatan saat demam hanya akan membuat Anda merasa semakin tidak enak badan karena berbagai kegiatan tersebut justru akan meningkatkan kadar stress pada tubuh Anda. Beristirahatlah saat demam dan kembali lakukan aktivitas harian Anda secara perlahan setelah sembuh. Jika Anda sulit tidur, maka mandi dengan menggunakan air hangat dapat membantu membuat Anda merasa lebih rileks.   Kompres Dingin Saat tubuh Anda terasa sangat panas, maka Anda dapat melakukan kompres dingin dengan cara meletakkan handuk dingin pada dahi Anda, akan tetapi jangan langsung menempelkan es batu pada dahi Anda karena dapat menyebabkan terjadinya luka bakar pada kulit. Selain itu, pastikan Anda tidak menggunakan selimut yang terlalu tebal karena justru dapat membuat demam Anda semakin tinggi.   Jika demam (38 derajat Celcius) telah berlangsung selama lebih dari 2 hari atau disertai dengan nyeri kepala atau nyeri leher; maka segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat untuk memastikan apa penyebab dari demam tersebut.   Sumber: sheknows
 07 Aug 2019    18:00 WIB
Kiat Mudah Menghadapi Influenza
Musim hujan sering kali membuat orang mudah terserang influenza. Namun cuaca panas yang tidak menentu juga bisa membuat seseorang terserang influenza. Untuk Sobat yang sedang mengalami influenza ada beberapa kiat yang dapat Sobat lakukan sebelum datang ke dokter. Berikut kiat mudahnya: 1. Minum banyak air putih Minum banyak air putih akan membantu mengurangi lendir. Sehingga membantu tenggorokan tetap lembab. 2. Kumur air garam Untuk membantu menghilangkan nyeri tenggorokan. Larutkan 1/2 sendok teh garam dalam segelas air panas, kemudian berkumur sampai ke bagian belakang tenggorokan Anda. Hal ini membantu untuk menjaga tenggorokan tetap lembab dan membunuh bakteri. Lakukan ini tiga sampai empat kali per hari, sesuai kebutuhan. 3. Gunakan dekongestan nasal Meringankan hidung tersumbat dengan dekongestan nasal (hidung). Dekongestan ini dapat membantu meredakan hidung tersumbat. Anda dapat membeli di Apotik 4. Minum obat demam dan sakit kepala Untuk membantu menangani demam dan sakit kepala yang Anda rasakan, Anda dapat konsumsi parasetamol tablet. Bila Anda tidak merasa demam dan tidak sakit kepala maka Anda dapat istirahat dengan baik. Anda dapat membeli parasetamol tablet di Apotik 5. Istirahat Salah satu hal yang dapat membantu mengatasi influenza adalah dengan beristirahat yang baik.   Semoga cara diatas dapat membantu, namun bila influenza yang Anda rasakan semakin parah dan mulai mengganggu. Panas yang tidak kunjung turun sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan secara langsung kepada dokter Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: wikihow
 11 Jun 2019    16:00 WIB
Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Sindrom Lelah Kronis
Gejala utama dari sindrom kelelahan kronis adalah rasa lelah yang tidak tertahankan dan bertahan minimal selama enam bulan dan tidak menghilang hanya dengan beristirahat. Kelelahan ini juga dirasakan sangat berat sehingga bisa mengganggu pekerjaan Anda, kehidupan sehari-hari dan aktivitas sosial. Kelelahan dan gejala lain yang dijelaskan dibawah ini mungkin dapat dirasakan tiba-tiba atau mungkin berkembang perlahan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Gejala dari sindrom kelelahan kronis adalah: Mudah lupa, kehilangan daya ingat, kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi Nyeri tenggorokan Demam Nyeri kelenjar getah bening di leher atau ketiak Nyeri otot Nyeri sendi tanpa disertai pembengkakan atau kemerahan Nyeri kepala yang berbeda dari nyeri kepala terdahulu yang pernah Anda rasakan Tidak merasa segar saat bangun tidur Merasa tidak sehat saat melakukan olahraga atau aktivitas fisik lainnya Karena sindrom ini sangatlah sulit untuk didagnosa, para ahli kesehatan mungkin akan menegakkan berbagai aturan untuk membantu mengenali gejala ini. Untuk dapat mendiagnosa sindrom kelelahan kronis ini Anda harus mengalami rasa lelah dan paling tidak empat gejala yang sudah disebutkan diatas yang dirasakan bersamaan saat Anda mulai merasa kelelahan, dan gejala tersebut harus berlangsung minimal 6 bulan. Tetapi jika Anda memiliki gejala sindrom kelelahan kronik, seperti mudah merasa lelah tanpa alasan yang jelas, Anda tetap harus mendapatkan terapi walaupun belum terjadi selama6 bulan. Sebaliknya dokter Anda tentu memerlukan terapi baru yang lain jika Anda mengalami gejala tersebut lebih dari enam bulan. Beberapa orang dengan sindrom nyeri kronis mungkin akan mengalami peningkatan denyut jantung dan tekanan darah menurun ketika mereka bangun dari posisi berbaring. Hal ini sering dideskripsikan sebagai "terasa melayang" atau merasa akan pingsan atau pusing. Kondisi ini disebut "orthostatic hypotension". Depresi merupakan kondisi yang dapat memperburuk gejala yang Anda rasakan. Obat Antidepresan mungkin dapat membantu membuat Anda merasa lebih baik.   Sumber: webmd
 02 May 2019    18:00 WIB
Apakah Pemberian Paracetamol untuk Anak Berbahaya ?
Di musim hujan seperti ini, ragam penyakit seperti flu bisa menyerang dengan mudah terutama pada anak-anak. Ini adalah salah satu infeksi yang menyerang saluran napas atas. Demam atau suhu badan meninggi adalah gejala umum yang bisa kita temui. Untuk mengobatinya, para orangtua kerap memanfaatkan obat yang mengandung zat penurun panas, parasetamol. Namun, hati-hatilah saat menggunakannya. Sebuah penelitian dipublikasikan dalam jurnal Toxicological Science,  menemukan bahwa parasetamol bisa mengganggu perkembangan otak anak. Bahkan, obat jenis ini bisa berbahaya bagi anak-anak yang belum lahir atau yang masih ada di kandungan. Para ilmuwan di Universitas Uppsala, Swedia membuktikan kenyataan ini. Mereka meneliti penggunaan parasetamol sebagai salah satu obat yang paling sering digunakan untuk mengobati nyeri dan demam pada anak-anak. Dengan dosis yang rendah ilmuwan-ilmuwan ini mencobakan obat ini pada tikus di usia 10 hari. Peneliti kemudian melakukan uji coba terhadap perilaku tikus saat sudah dewasa. Hasilnya, tikus menjadi hiperaktif dan bisa menunjukkan adanya gangguan pada perilaku. Selain itu, pemeriksaan pada otak tikus membuktikan lebih rendahnya daya ingat tikus yang sudah diberi parasetamol dibanding tikus yang tak diberi parasetamol. Para peneliti menyebutkan, penggunaan parasetamol pada tikus muda (saat otak sedang berkembang) bisa menyebabkan efek jangka panjang yang buruk pada fungsi kognitif. Karena itu, para ilmuwan mengingatkan agar para orangtua berhati-hati pada penggunaan parasetamol untuk anak-anak. Lantas kapan, pemberian antidemam atau antipiretik seperti parasetamol disebut aman. Menurut para ilmuwan, pemberian yang aman adalah saat demam atau suhu badan sudah mencapai 38 derajat celsius. Beberapa efek samping obat antipiretik yang sering muncul harus diketahui seperti mual, muntah, sakit perut, kesulitan bernapas, dan sakit kepala. Penggunaan antipiretik, menurut para dokter, harus dibatasi hanya untuk mengurangi gejala dan membantu agar demam tak naik ke tingkat yang berbahaya. Sebagian besar kerap menggunakan antipiretik meski demam belum parah atau sekadar mencegah demam agar tidak berulang meski sebenarnya tak ada bukti yang menunjukkan bahwa antipiretik dapat mencegah berulangnya demam.
 27 Feb 2019    11:00 WIB
Apa Itu Demam Lassa ?
Halo sahabat! Kalau kalian senang pergi ke Negara Afrika, kudu berhati-hati yah, karena ada penyakit yang bernama demam Lassa. Mungkin diantara kita ada yang baru mendengar nama penyakit ini. Biar makin jelas, kita baca yuk! sejarah singkatnya, apa itu Lassa Fever dan dari mana asalnya? Demam Lassa adalah penyakit virus akut yang ditularkan melalui hewan, atau zoonosis. Ini endemik di beberapa bagian Afrika Barat termasuk Sierra Leone, Liberia, Guinea dan Nigeria. Negara tetangga juga berisiko, karena vektor hewan untuk virus Lassa, "tikus multimamate" (Mastomys natalensis) menyebar di seluruh wilayah. Demam Lassa pertama kali dideskripsikan pada 1950-an, dan partikel virus diidentifikasi pada 1969 dari tiga perawat misionaris yang meninggal di Lassa, Nigeria, setelah merawat pasien obstetri yang terinfeksi. Demam Lassa adalah salah satu virus demam berdarah, yang terjadi di sub-wilayah Afrika Barat di daerah yang mirip dengan virus Ebola. Sierra Leone, Liberia, Ghana, dan Nigeria paling sering terkena dampaknya. Daerah sekitarnya juga berisiko, karena hewan pengerat yang menularkan virus sangat umum di seluruh Barat hingga Afrika Timur. Ada 100.000 hingga 300.000 kasus demam Lassa setiap tahun di dunia. Demam Lassa sangat memengaruhi Sierra Leone dan Liberia, khususnya, yang diperkirakan menyebabkan 5.000 kematian dan sekitar 10% -16% rawat inap di rumah sakit setiap tahun. Kematian sangat umum terjadi pada anak-anak. Kematian kasus adalah 1% secara umum (dibandingkan dengan 70% pada virus Ebola). Kasus yang parah memiliki kasus fatal 15%. Wabah yang luar biasa hebat terjadi pada awal 2018 di Nigeria dengan lebih dari 300 kasus positif yang dikonfirmasi dilaporkan pada bulan Maret. Kasus dilaporkan di Bauchi, Plateau, Edo, Ondo, dan Ebonyi States. Enam belas petugas kesehatan, setidaknya empat di antaranya meninggal, didiagnosis pada 4 Maret 2018. Seiring dengan jumlah yang tinggi, tingkat fatalitas kasus untuk wabah ini melebihi 20%. Lalu bagaimana cara penularan dan penyebaran virus ini?, adalah setelah tikus Mastomys terinfeksi virus, ia dapat mengeluarkan virus dalam kotoran dan urinnya, berpotensi untuk sisa hidupnya. Akibatnya, virus dapat menyebar dengan mudah, terutama karena tikus berkembang biak dengan cepat dan dapat menghuni rumah kita. Metode penularan yang paling umum adalah dengan mengonsumsi atau menghirup urin atau feses tikus. Ini juga dapat menyebar melalui luka dan luka terbuka. Tikus hidup di dalam dan di sekitar tempat tinggal kita, dan mereka sering bersentuhan dengan bahan makanan. Parahnya ada sebagian orang yang suka makan daging tikus. Kontak orang-ke-orang dimungkinkan melalui darah, jaringan, sekresi atau ekskresi, tetapi tidak melalui sentuhan. Berbagi jarum dapat menyebarkan virus, dan ada beberapa laporan penularan seksual. Demam Lassa juga dapat ditularkan antara pasien dan staf di rumah sakit yang tidak dilengkapi peralatan dengan baik di mana sterilisasi dan pakaian pelindung tidak standar. Gejala demam Lassa biasanya dimulai dengan penyakit seperti flu: demam, malaise, kelemahan umum, sakit tenggorokan (sangat mirip dengan radang tenggorokan dan tanpa pilek), sakit kepala parah, sakit dada (terutama di belakang tulang dada), punggung sakit, dan telinga berdenging. Mual, muntah, sakit perut, dan diare juga terjadi. Perdarahan tidak umum terjadi pada penyakit yang kurang serius, tetapi kehilangan cairan dari pembuluh darah ke jaringan dapat terjadi; ini menyebabkan pembengkakan wajah, putih mata yang memerah, dan cairan di sekitar paru-paru dan jantung. Batuk kering dan gangguan pernapasan dapat terjadi jika penyakit melibatkan cairan di paru-paru. Penyakit berat dapat menyebabkan ensefalitis dengan kebingungan, tremor, kejang, dan koma. Kegagalan dan syok organ sering kali merupakan peristiwa tahap akhir. Individu berkulit putih mungkin memiliki ruam samar pada tubuh bagian atas yang tidak terlihat pada individu berkulit gelap. Beberapa pendarahan dari selaput lendir terjadi pada penyakit parah. Virus Lassa menginfeksi semua jaringan, tetapi infeksi hati sangat khas. Terkena Hepatitis ringan atau berat. Virus demam Lassa juga sering menyebabkan ketulian, dan komplikasi ini dapat ditemukan pada penyakit stadium akhir dan selama periode pemulihan. Dan sayangnya belum ada vaksin yang tersedia untuk melawan demam Lassa. Karena itu jika kita mengalami gejala awal, segeralah pergi ke dokter atau rumah sakit terdekat. Agar kita dapat diberikan  obat anti virus, yaitu Ribavirin. Ribavirin yang diberikan secara intravena dan awal dalam proses selama sakit adalah pengobatan yang efektif, selain mendukung cairan dan elektrolit, oksigenasi, dan tekanan darah. Kita juga perlu menyadari, betapa penting menjaga kebersihan di dalam dan sekitar lingkungan rumah kita, selalu ikut peduli dan ambil bagian untuk kebersihan lingkungan secara gotong royong, (pembersihan selokan, bak sampah umum, gang-gang rumah, dll). Perlunya memanggil petugas pembasmi hewan pengerat yang sudah membandel di dalam rumah atau sekitar lingkungan. Semakin kita menjaga kebersihan, semakin aman kita dari si hewan pengerat yang membawa virus-virus bermasalah. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber : www.webmd.com, ecdc.europa.eu, www.medicalnewstoday.com, www.medicinenet.com
 01 Feb 2019    11:00 WIB
Pencegahan Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue
Tidak ada vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya demam dengue dan demam berdarah dengue. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan mencegah gigitan nyamuk yang telah terinfeksi oleh virus dengue. Pencegahan demam dengue dan demam berdarah dengue terbagi menjadi 2, yaitu perlindungan terhadap diri sendiri dan berusaha menurunkan populasi atau jumlah nyamuk Aedes aegypti. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk melindungi diri anda adalah:•  Jauhi daerah pemukiman padat penduduk, bila memungkinkan•  Gunakan lotion anti nyamuk, bahkan bila anda berada di dalam ruangan•  Saat berada di luar ruangan, kenakanlah pakaian berlengan panjang dan celana panjang serta kaos kaki•  Pada saat berada di dalam ruangan, gunakanlah pendingin ruangan, bila tersedia•  Pastikan jendela dan pintu anda tertutup rapat. Bila perlu gunakanlah jaring anti nyamuk pada pintu dan jendela anda•  Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala demam dengue atau demam berdarah dengue Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menurunkan jumlah nyamuk Aedes aegypti adalah:•  Singkirkan berbagai benda yang dapat digunakan sebagai tempat bertelur oleh nyamuk, seperti ban bekas, kaleng bekas, dan pot bunga•  Gantilah secara teratur air minum pada tempat mandi burung anda atau tempat minum hewan peliharaan anda, terutama bila terdapat di luar ruangan•  Cuci dan bilas bak mandi secara teratur, bila perlu anda dapat menaburkan bubuk abate pada bak mandi anda Baca juga: Kenali Gejala Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 09 Aug 2018    11:00 WIB
5 Tanda Bahaya yang Patut Diwaspadai Pada Anak
Demam Tinggi Pada Anak Berusia Lebih dari 1 Tahun Demam seringkali membuat banyak orang tua merasa khawatir akan kesehatan anaknya. Akan tetapi, demam sebenarnya merupakan usaha tubuh untuk mempertahankan diri dari infeksi. Demam dapat merupakan petanda bahwa sistem kekebalan tubuh anak anda sedang bekerja. Anda dapat memberikan obat penurun panas untuk menurunkan demam. Akan tetapi, dianjurkan agar anda menggunakan obat tersebut sesuai dosis yang telah ditetapkan. Sebagian besar penyebab demam pada anak bukanlah kasus gawat darurat. Segera hubungi dokter anda bila anak anda: Mengalami demam dengan suhu 40°C atau lebih Terlihat sakit Mengalami demam terus-menerus selama 4 atau 5 hari berturut-turut Bila anak anda berusia di bawah 2 tahun, segera hubungi dokter anda bila anak anda demam selama 2 hari   Nyeri Kepala Hebat Nyeri kepala ringan biasanya akan menghilang dengan penggunaan obat sakit kepala yang dapat dibeli dengan bebas di berbagai tokok obat. Akan tetapi, bila anak anda menderita nyeri kepala yang berlangsung selama beberapa jam atau nyeri kepala yang terjadi sangat hebat hingga membuat anak tidak mau makan atau bermain, segera hubungi dokter anda. Nyeri kepala dapat disebabkan oleh ketegangan otot di kulig kepala dan bukan gangguan pada otak. Akan tetapi, nyeri kepala yang disertai dengan gangguan neurologis, seperti bingung, penglihatan kabur, dan kesulitan berjalan, maka segera hubungi dokter anda. Selain itu, nyeri kepala disertai demam, muntah, bingung, atau kekakuan pada leher dapat merupakan tanda adanya suatu infeksi atau penyakit serius, seperti meningitis (radang selaput otak) yang memerlukan penanganan medis segera. Bila anak anda sering mengalami nyeri kepala, segera periksakan anak anda karena anak-anak biasanya tidak menderita nyeri kepala.   Bercak Kemerahan yang Menyebar Bercak kemerahan pada kaki atau tangan anak mungkin bukan merupakan suatu hal yang perlu anda khawatirkan, akan tetapi bila bercak kemerahan ini terdapat pada hampir seluruh tubuh, maka segera hubungi dokter anda. Bila anda menekan bercak kemerahan tersebut dan bercak tersebut berubah warna menjadi putih, lalu saat anda melepaskan tekanannya maka bercak tersebut kembali merah maka anda tidak perlu khawatir. Akan tetapi, bila bercak kemerahan atau keunguan pada kulit anak anda tidak berubah menjadi putih saat anda menekannya, maka hal ini dapat merupakan suatu tanda adanya penyakit yang serius, seperti meningitis atau sepsis (infeksi berat akibat masuknya kuman ke dalam darah), terutama bila disertai dengan adanya demam. Penyebab lain dari timbulnya bercak kemerahan yang menyebar pada tubuh anak adalah suatu reaksi alergi, yang juga dapat menyebabkan pembengkakan pada mata dan bibir anak anda. Bila terjadi pembengkakan pada wajah atau bibir anak anda, segera hubungi dokter anda. Selain itu, segera hubungi dokter anda bila anak anda juga mengeluh sesak napas atau adanya gangguan pernapasan, karena hal ini dapat merupakan petanda reaksi anafilaksis, suatu reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa dan memerlukan penanganan medis segera.   Gangguan Pencernaan Berat Muntah dan diare pada anak dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Pada dehidrasi ringan, pemberian cairan elektrolit tambahan melalui air minum dapat menolong, akan tetapi bila anak mengalami dehidrasi sedang atau berat, segera hubungi dokter anda. Semakin muda usia anak maka dehidrasi makin mudah terjadi.   Leher Terasa Kaku Rasa kaku pada leher dapat mengindikasikan meningitis yang memerlukan penanganan medis segera. Akan tetapi, kekakuan pada leher juga dapat disebabkan oleh ketegangan otot. Pada meningitis, rasa kaku pada leher biasanya juga diikuti oleh demam, perasaan melayang, dan nyeri kepala. Selain itu, rasa kaku pada leher yang disertai dengan demam juga dapat merupakan petanda adanya peradangan pada amandel dan bukan meningitis. Bila anda merasa ragu, hubungi dokter anda untuk mengetahui apa penyebab kekakuan leher ini.   Sumber: webmd  
 03 Mar 2018    13:00 WIB
Ciri-ciri Bayi Anda Mengalami Infeksi Telinga
Infeksi telinga adalah juga merupakan salah satu penyakit yang sering dialami bayi. Cara termudah untuk mengetahui apakah bayi Anda mungkin memiliki infeksi telinga adalah dengan mengamati perubahan perilakunya Apabila bayi Anda berubah rewel, atau mulai menangis lebih banyak dari biasanya, kemungkinan ada masalah pada bayi Anda. Terlebih bila ada demam.    Berikut adalah tanda yang terlihat saat bayi Anda memiliki infeksi pada telinga: Bayi Anda sering menarik telinganya. Ini bisa jadi tanda bahwa dia mengalami rasa sakit (Namun bayi sering menarik telinga mereka untuk semua jenis alasan atau tanpa alasan sama sekali. Jadi jika bayi Anda tampaknya dinyatakan baik-baik saja, dia mungkin tidak mengalami infeksi telinga.)  Diare atau muntah. Infeksi pada telinga juga dapat mempengaruhi saluran pencernaan.  Kurang nafsu makan. Infeksi telinga dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Sehingga bayi Anda merasakan sakit saat menelan dan mengunyah. Anda mungkin melihat bayi Anda sering  menarik diri dari payudara atau botol setelah beberapa teguk pertama.  Sebuah cairan kuning atau keputihan mengalir dari telinga. Ini tidak terjadi pada sebagian besar bayi, tapi hal ini merupakan tanda pasti infeksi.  Bau yang tidak menyenangkan. Anda dapat mendeteksi bau busuk yang berasal dari telinga anak Anda.  Kesulitan tidur. Berbaring dapat membuat telinga terasa sakit apabila bayi Anda mengalami infeksi telinga.      Sumber: babycenter
 29 Oct 2017    11:00 WIB
Berbagai Hal Mengenai Demam Yang Harus Anda Ketahui
Demam atau diketahui sebagai peningkatan dari suhu tubuh sebenarnya bukan suatu penyakit. Demam merupakan suatu gejala dari suatu penyakit, paling sering merupakan gejala dari infeksi. Demam biasanya berhubungan dengan ketidaknyamanan fisik dan kebanyakan orang akan merasa nyaman saat demam diobati. Tetapi pengobatan dan penanganan dari demam sangat bergantung pada usia, kondisi fisik dan penyebab dari demam. Para ahli menyakini sebenarnya demam merupakan cara tubuh untuk melawan infeksi. Selain itu juga ada beberapa kondisi lain yang menyebabkan demam. Demam secara umum tidak dianggap berbahaya, tetapi hipertermia dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh yang berbahaya. Hipertemia berhubungan dengan peningkatan tubuh yang ekstrim yang berhubungan dengan trauma seperti cedera panas seperti heat stroke, efek samping dari obat tertentu dan stroke. Saat hipertemia terjadi, tubuh tidak dapat mengontrol temperatur tubuh. Pada anak-anak dengan demam, sering diikuti gejala lain seperti lemas, cengeng, penurunan nafsu makan, nyeri tenggorokan, batuk, nyeri telinga dan diare, maka sangat penting untuk segera menghubungi dokter. Menurut  the American Academy of Pediatrics, jika bayi Anda yang berusia lebih muda dari 4 bulan dengan suhu rektal 38°C atau lebih tinggi, maka sebaiknya Anda secepatnya menghubungi dokter karena bisa merupakan tanda potensial dari infeksi yang mengancam jiwa. Anda juga harus segera membawa bayi Anda ke dokter atau ke unit gawat darurat segera jika suhu rektalnya 40°C atau lebih. Hubungi dokter Anda jika anak Anda demam disertai gejala: Terlihat sangat sakit Lemas dan sangat cengeng Memiliki sistem imunitas yang lemah atau kondisi medis lainnya Kejang Mempunyai gejala lain seperti muncul ruam, nyeri kepala, leher kaku atau nyeri telinga Penyebab dari demam Bagian dari otak yang disebut hipotalamus berfungsi mengontrol suhu tubuh, yang biasanya bervariasi sepanjang hari, dan temperatur normal adalah 37°C. Walaupun penyebab dari demam biasanya infeksi seperti influensa dan gastroenteritis, penyebab demam lainnya adalah: Infeksi di telinga, paru-paru, kulit, tenggorokan, kandung kemih atau ginjal Kondisi yang menyebabkan inflamasi Efek samping dari obat Kanker Vaksin  Penyebab lain dari demam, adalah: Endapan darah Penyakit autoimun seperti lupus Gangguan hormon seperti hipertiroid Obat-obatan ilegal seperti amfetamin dan kokain Pengobatan untuk demam Pengobatan demam dapat bervariasi tergantung penyebab dari demam. Sebagai contoh, antibiotik dapat digunakan untuk infeksi bakteri, misalnya pada infeksi tenggorokan oleh bakteri streptokokus. Pengobatan paling umum untuk demam termasuk asetaminofen dan obat non steroidal anti inflamasi misalnya ibuprofen dan naproxen. Anak-anak dan remaja tidak boleh mengkonsumsi aspirin sebagai penurun panas karena terkait dengan Sindrom Reye   Sumber: webmd
 12 Aug 2017    08:00 WIB
4 Alasan Mengapa Terserang Flu Saat Musim Panas
Musim panas merupakan saat untuk menikmati minuman dingin dan menikmati dinginnya hembusan udara dari alat pendingin. Musim panas juga merupakan waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu di kolam renang atau pantai. Semua aktifitas ini bisa Anda lakukan di musim panas tanpa takut terserang demam. Tetapi tahukan Anda bahwa Anda juga dapat terkena demam di musim panas? Bahkan faktanya walaupun udara luar sangat panas, banyak orang yang terserang demam setiap harinya. Anak-anak pada khususnya cenderung mudah terkena demam saat musim panas karena mereka terlalu aktif melakukan kegiatan, terlalu banyak makan es krim atau minuman dingin lainnya. mengobati demam saat musim panas sebenarnya tidaklah terlalu sulit, tetapi akan lebih baik jika kita dapat mencegah terjadinya demam dan tetap bisa menikmati aktifitas dengan baik. Berikut adalah berbagai penyebab terjadinya demam saat musim panas. Keringat berlebihan Jika Anda berkeringat dengan berlebihan, pakaian Anda cenderung mudah basah. Dengan demikian tubuh Anda akan menjadi lembab dan terpapar udara luar lebih banyak lagi. Akibatnya Anda bisa dengan mudah terkena demam. Serangan panas Terkadang, ketika Anda berada di luar ruangan dengan panas matahari Anda tidak menyadari bahwa Anda mengekspose diri sendiri untuk menerima panas lebih banyak. Suhu panas yang berlebihan ini pun dapat membuat Anda demam dan menggigil. Hal ini biasanya disebut dengan heat stroke. Panas dingin Ketika Anda berada di luar ruangan terlalu lama dan kemudian masuk ke dalam ruangan yang dilengkapi dengan pendingin, maka tubuh Anda akan mengalami pergantian udara yang ekstrim. Proses yang tidak memberikan tubuh Anda waktu untuk menyesuaikan diri sehingga Anda pun  merasa terkena demam. Minum air dingin  Tubuh Anda mungkin terasa sangat panas, tetapi sebenarnya tenggorokan Anda tetap pada suhu yang stabil. Tubuh Anda mungkin sangat menginginkan cairan yang dingin, tetapi hal ini bisa berakibat buruk untuk tenggorokan Anda. Bahkan karena hal ini lebih banyak orang terkena flu dan demam dimusim panas daripada di musim hujan.    Sumber: boldsky