Your browser does not support JavaScript!
 07 May 2020    08:00 WIB
Pola 2-2-4 Untuk Menghindari Dehidrasi Ketika Berpuasa
Kandungan air yang terdapat di dalam tubuh manusia mencapai 60-70 persen. Saat berpuasa, kurang lebih 14 jam manusia beraktivitas sambil menahan rasa lapar dan juga haus.  Selama berpuasa, tentu Anda tetap menjalani rutinitas harian. Ketika Anda beraktivitas, mineral dalam tubuh yang didapat dari air akan terus berkurang. Air bukan hanya keluar dari tubuh saat buang air kecil (BAK), tetapi juga saat berkeringat dan bernapas. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda untuk menjaga kesehatan tubuh. Kementerian Kesehatan, melalui Direktorat Promosi Kesehatan, menyarankan pada orang dewasa untuk mengonsumsi air putih sekitar 8 gelas berukuran 230 ml per hari atau total 2 liter. Lantas, bagaimana dengan aturan minum air putih saat sedang menjalankan ibadah puasa? Sama saja, kok! Anda tetap harus dapat memenuhi cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi. Hanya waktu minumnya saja yang disesuaikan selama berpuasa. Rumus minum air putih "2-2-4" dapat Anda terapkan selama menjalani puasa satu bulan penuh. Pola itu terdiri dari 2 gelas pada saat sahur, 2 gelas ketika berbuka puasa, dan 4 gelas pada malam hari di waktu selang antara berbuka dan sahur. Jika dijabarkan, berikut pola 2-2-4 yang dapat Anda terapkan: 1 gelas setelah bangun sahur 1 gelas setelah makan sahur 1 gelas saat adzan maghrib 1 gelas setelah sholat maghrib 1 gelas setelah berbuka puasa 1 gelas sebelum sholat isya 1 gelas setelah sholat tarawih 1 gelas sebelum tidur Saat sahur, air yang kita minum menjadi bekal untuk menjalani puasa pada hari itu. Saat berbuka, waktunya menggantikan mineral yang hilang selama berpuasa. Jadi sangat penting untuk mengonsumsi air putih terlebih dahulu saat berbuka dibandingkan meminum minuman manis dan dingin. Perlu Anda ketahui, air putih berperan membantu sistem metabolisme tubuh, melancarkan proses pencernaan, penyerapan nutrisi, sirkulasi hingga menjaga suhu tubuh. Minum air putih secara teratur juga dapat mencegah gangguan pada otak, melancarkan sistem pernapasan, membuat ginjal tetap sehat, hingga menjaga kesehatan kulit.   Sumber : Mayapada Hospital
 03 Mar 2020    11:00 WIB
Gejala Dan Penyebab Dehidrasi
Dehidrasi adalah suatu keadaan dimana ketika kadar air tubuh terlalu rendah. Cairan hilang melalui keringat, air mata, muntah, urin atau diare. Apa saja gejala dehidrasi?  Haus  Sakit kepala  Letargi  Perubahan mood dan respon yang melambat  Saluran hidung kering  Bibir kering atau pecah-pecah  Urin berwarna gelap  Kelemahan  Kelelahan  Kebingungan dan halusinasi.  Jika seseorang yang mengalami dehidrasi dan tidak diberikan cairan pengganti akan terjadi gangguan akhirnya buang air kecil, dapat berakibat pada gagal ginjal dan tubuh tidak dapat membuang produk limbah yang beracun. Dalam kasus ekstrim, dehidrasi bahkan dapat menyebabkan kematian.  Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan dehidrasi termasuk:  Tidak minum cukup air  Jumlah keringat yang meningkat karena cuaca panas, kelembaban, olahraga atau demam  Peningkatan pengeluaran urin karena kekurangan hormon, penyakit kencing manis, penyakit ginjal atau obat  Diare atau muntah  Pulih dari luka bakar.  Penyebab dehidrasi pada orang tua: Terjadi perubahan fungsi ginjal yang menurun seiring dengan usia  Perubahan hormonal  Gangguan mekanisme dalam tubuh, orang tua tidak merasa haus (karena mekanisme di dalam tubuh yang memicu rasa haus tidak bekerja dengan baik seperti pada usia dewasa muda)  Obat-obatan (misalnya, diuretik dan pencahar)  Penyakit kronis seperti penyakit kencing manis, penyakit ginjal Penyebab dehidrasi pada bayi dan anak-anak:  Anak-anak rentan terhadap dehidrasi, terutama jika mereka sakit.  Muntah, demam dan diare dapat dengan cepat mengalami dehidrasi bayi.  Dehidrasi bisa menjadi kondisi yang mengancam jiwa pada anak-anak. Jika Anda mencurigai dehidrasi, bawa anak segera ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat.  Beberapa gejala dehidrasi pada anak antara lain:  Kulit dingin  Letargi/ lesu  Mulut kering  Mata cekung Fontanelle/ ubun-ubun cekung (tempat yang lembut di atas tengkorak bayi di mana tulang belum menutup)    Sumber: betterhealth
 21 Dec 2019    08:00 WIB
Minuman Apa Saja Yang Menyebabkan Dehidrasi Dan Hidrasi?
Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah secangkir kopi atau teh dan susu dapat menggantikan air putih yang seharusnya Anda minum sehari-hari. Kebanyakan minuman dapat menghidrasi tubuh, namun ada juga minuman yang dapat membuat tubuh dehidrasi.  Minuman yang dapat menghidrasi tubuh: Air Manfaat air sebagai hidrasi yang baik sudah tentu tidak perlu diragukan Teh herbal Daun dari tanaman seperti mint memberikan aroma yang menyenangkan kedalam air saat dimasukkan dalam air. Cara yang satu ini merupakan akternatif untuk seseorang yang kurang suka minum air putih. Namun ada beberapa tanaman yang justru memiliki sifat diuretik seperti dandelion. Jus sayur dan buah Jus yang berasal dari buah-buahan dan sayuran merupakan salah satu cairan dari alam yang dapat membantu mengatasi dehidrasi. Sebaiknya konsumsi jus tanpa gula karena sudah mengandung gula alami.   Minuman yang membuat dehidrasi: Kopi, teh, dan kakao Minuman seperti kopi, teh hitam atau coklat mengandung purin yang tinggi, merupakan racun yang harus dihilangkan dalam tubuh, melalui urin atau keringat. Purin perlu diencerkan dalam jumlah besar cairan agar dapat dikeluarkan. Sehingga akan menyebabkan frekuensi buang air kecil yang sering dan membuat tubuh lebih dehidrasi. Susu Susu adalah makanan, bukan minuman dan pada beberapa orang yang memiliki masalah pencernaan saat minum susu. Minuman bersoda Minuman ringan sering mengandung kafein yang tinggi, bersifat diuretik, yang membuat tubuh kehilangan air. Masalah lainnya minuman bersoda biasanya mengandung gula tinggi. Tubuh memiliki waktu untuk metabolisme gula. Untuk memperbaiki reaksi ini, tubuh harus memberikan air dari cairan ekstraselular. Sehingga seseorang yang merasa haus setelah minum soda akan merasa semakin haus. Minuman Beralkohol Alkohol bersifat diuretik, mengurangi cairan dari jaringan tubuh sehingga membutuhkan banyak cairan. Sumber: care2
 26 Oct 2018    11:00 WIB
Kenali 3 Tanda Ketika Tubuh Mengalami Dehidrasi
Dehidrasi adalah suatu keadaan yang disebabkan karena asupan cairan yang kurang atau kehilangan cairan yang lebih banyak dibanding yang masuk dalam tubuh.  Dehidrasi dapat menimbulkan beberapa komplikasi bahkan dapat mengancam jiwa. Untuk mencegah dehidrasi, Anda harus mengetahui tanda Anda mengalami dehidrasi, seperti: Anda mengalami sakit kepala Saat Anda kehilangan cairan dalam tubuh, berarti Anda juga kehilangan elektrolit tubuh seperti natrium dan kalium. Dalam keadaan seperti ini maka akan terjadi gangguan susunan kimiawi dalam darah Anda. Organ tubuh yang paling sensitif dalam tubuh yaitu otak. Oleh karena itu akan timbul gejala sakit kepala. Sakit kepala yang dirasakan tergantung kepada seberapa banyak Anda kehilangan cairan. Semakin banyak Anda kehilangan cairan, semakin banyak terjadi penurunan jumlah darah dalam tubuh, sehingga aliran oksigen ke otak berkurang. Sakit kepala yang Anda rasakan semakin memburuk.  Urin berwarna sangat kuning Hal ini terjadi karena urin yang overkonsentrasi. Apabila Anda dalam keadaan terhidrasi maka limbah dalam tubuh akan mudah dikeluarkan, namun bila dalam tubuh Anda kurang cairan makan limbah akan sulit keluar dari dalam tubuh.  Anda mengalami sembelit Air akan membantu mengeluarkan limbah dari dalam tubuh melalui usus besar. Namun bila dalam tubuh anda kekurangan cairan, maka limbah tersebut tidak dapat terdorong keluar. Selain itu membuat kotoran menjadi lebih padat. Maka Anda akan mengalami sulit buang air besar/ sembelit   Sumber: womenshealthmag
 24 Aug 2018    16:00 WIB
Fakta Menarik Air Kelapa Untuk Kesehatan
Tahukah Anda bahwa air kelapa ternyata rendah kalori, bebas lemak dan kolesterol, mengandung lebih banyak kalium dibandingkan dengan pisang, dan sangat baik bagi penderita dehidrasi. Air kelapa sebenarnya mengandung karbohidrat yang mudah dicerna dalam bentuk gula dan elektrolit. Sekitar 30 ml air kelapa tanpa pemanis mengandung 5.45 kalori, 1.3 gram gula, 61 mg kalium, dan 5.45 mg natrium. Berdasarkan sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa air kelapa memang lebih baik untuk menggantikan cairan yang hilang dibandingkan dengan minuman energi atau air putih, akan tetapi hanya bila Anda mengkonsumsi air kelapa dalam jumlah cukup banyak. Sebuah penelitian di tahun 2007 menemukan bahwa air kelapa yang diperkaya oleh natrium memiliki efek yang sama seperti halnya minuman energi yang sering digunakan untuk rehidrasi cairan tubuh setelah suatu aktivitas fisik. Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa air kelapa juga membuat orang yang mengkonsumsinya tidak terlalu mual, merasa lebih kenyang, tidak mengganggu pencernaan, dan lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak untuk merehidrasi tubuh. Walaupun memang benar mengkonsumsi air kelapa dapat membantu merehidrasi tubuh setelah kehilangan banyak cairan, akan tetapi para peneliti masih tidak dapat memastikan apakah berbagai isu yang mengatakan bahwa air kelapa dapat membantu mengatasi berbagai jenis penyakit termasuk kanker adalah benar. Para peneliti mengatakan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Para peneliti juga mengatakan bahwa sebagian besar orang yang berolahraga sebenarnya tidak membutuhkan konsumsi minuman energi atau air kelapa untuk mengembalikan cairan dan elektrolit yang hilang. Mengkonsumsi air putih saja biasanya sudah cukup. Akan tetapi, bila Anda melakukan aktivitas fisik berat atau lebih menyukai rasa air kelapa dibandingkan dengan rasa air putih, maka air kelapa dapat menjadi pilihan.  Baca juga: Tubuh Lebih Sehat dan Bugar dengan Rajin Mengonsumsi Air Kelapa Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 09 Jun 2018    13:00 WIB
Penyakit Penyebab Lingkaran Hitam Pada Mata
Banyak dari kita menyalahkan lingkaran hitam karena kurang tidur, kelelahan atau melihat komputer dalam waktu lama. Tetapi sebenarnya kenyataannya lebih dalam dari yang Anda bayangkan. Para ahli dan penelitian yang mempelajari lingkaran hitam dapat terkait pada masalah anemia, penyakit hati dan dehidrasi. Mari kita bersama-sama memperlajari dan mengerti bagaimana munculnya lingkaran hitam pada mata. Kita memiliki pembuluh darah halus yang terjalin seperti sarang laba-laba dibawah kulit. Tetapi jaringan kapiler ini dapat dilewati oleh sel darah merah dan pada prosesnya banyak area disekitarnya melemah. Enzim diproduksi selama proses pembersihan ini. Masa penurunan dari sel darah merah ini akan menyebabkan munculnya warna hitam dan biru di permukaan kulit. Inilah alasan mengapa terlihat warna kehitaman di permukaan kulit tipis pada sekitar mata. Penyebab umum terjadinya lingkaran hitam pada mata:•  Penuaan, kulit di sekitar mata dapat menipis dan longgar karena proses penuaan. Hal inilah yang menyebabkan lingkaran hitam.•  Genetik, faktor herediter dan genetik juga memiliki peranan penting dan juga sangat dominan munculnya lingkaran hitam pada mata•  Kekurangan nutrisi, bayangan hitam sekitar mata dapat terjadi karena nutrisi yang buruk. Diet yang sehat dan kaya nutrisi akan berisi vitamin seperti A,C,K,E dan nutrisi lain yang akan menghilangkan lingkaran hitam pada mata.•  Kurang tidur dan kelelahan, kurang tidur dan kelelahan yang luar biasa dapat menghasilkan kulit yang pucat dan akan membuat lingkaran hitam dibawah kulit semakin jelas terlihat.•  Merokok dan minum alkohol, pesta larut malam, merokok dan minum alkohol dapat merusak kulit Anda dan menghasilkan bayangan hitam di mata. Bayangan hitam pada mata juga dapat menjadi tanda kekurangan air di tubuh (dehidrasi) karena pengaruh minum alkohol atau kafein.•  Eksposur matahari, peningkatan eksposur matahari dapat menyebabkan peningkatan pigmentasi pada permukaan kulit dan menghasilkan bayangan hitam dibawah mata.•  Perubahan hormonal, setiap kondisi yang menyebabkan gatal pada mata dapat menimbulkan lingkaran hitam pada mata karena menggosok dan menggaruk kulit disekitar mata.•  Anemia, defisiensi zat besi dapat menjadi penyebab utama munculnya lingkaran hitam dibawah mata karena kurangnya oksigenasi jaringan tubuh.•  Dehidrasi, saat tubuh kekurangan cairan maka tubuh didaerah yang spesifik akan menimbulkan gejala dan pada mata sering ditandai oleh munculnya bayangan hitam pada mata.•  Penyakit hati, bayangan hitam juga bisa mengidentifikasi adanya kelainan di hati, misalnya hepatitis. Baca juga: Tips Untuk Mengurangi Lingkaran Hitam di Bawah Mata Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: healthmeup
 16 Feb 2018    08:00 WIB
Alasan Terjadi Dehidrasi Saat Olahraga
Apakah Anda sering berolahraga? Mungkin Anda bertanya-tanya apakah olahraga berlebihan dapat membuat terjadi dehidrasi. Saat Anda melakukan olahraga kemudian banyak keringat, maka hal ini akan memudahkan terjadinya dehidrasi. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi banyaknya terbentuk keringat: Jenis kelamin Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Osaka International dan Kobe University di Jepang menemuakan bahwa pria berkeringat lebih banyak daripada wanita selama berolahraga. Metabolisme tubuh Kecepatan metabolisme tiap individu berbeda-beda yang akan mempengaruhi sejumlah panas yang diproduksi tubuh. Selain itu tergantung aktivitas yang dilakukan Genetik Genetik juga mempengaruhi jumlah keringat yang akan diproduksi Suhu dan kelembaban lingkungan Apabila Anda melakukan olahraga saat suhu panas, siang hari, ditambah menggunakan jaket akan membuat suhu tubuh meningkat dan keringat akan keluar untuk mendinginkannya. Aktivitas fisik Semakin berat aktivitas maka keringat yang dihasilkan akan semakin banyak. Hal ini berhubungan intensitas olahraga yang Anda lakukan. Jenis olahraga yang dilakukan Penyakit dan penggunaan obat-obatan tertentu Hipertiroid. Gangguan fungsi kelenjar tiroid juga menyebabkan penderitanya berkeringat berlebihan. Obat-obatan tertentu seperti aspirin, asetaminofen, morfin dan beberapa jenis obat lain bisa menyebabkan keringat berlebihan.   Dengan begini Anda mengetahui apabila Anda melakukan olahraga dan dalam keadaan seperti diatas berarti Anda harus minum air yang cukup untuk menggantikan cairan yang keluar dari dalam tubuh.   Sumber: duniafitnes
 09 Oct 2017    11:00 WIB
Mual dan Muntah? Hati-hati Keracunan Makanan!
Keracunan makanan merupakan suatu gangguan kesehatan yang terjadi saat seseorang mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh berbagai jenis kuman seperti bakteri, virus, parasit, dan berbagai jenis racun yang dihasilkannya. Kontaminasi ini dapat terjadi kapan pun, termasuk saat proses menanam, memanen, pengolahan, menyimpan, pengiriman, dan saat memasak suatu bahan makanan. Oleh karena itu, berbagai jenis makanan mentah atau siap makan memiliki resiko keracunan yang lebih tinggi karena mereka tidak dimasak hingga suhu tertentu sehingga berbagai kuman berbahaya di dalamnya pun tidak akan mati. Gejala keracunan makanan biasanya akan terjadi dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari atau bahkan beberapa minggu setelah penderita mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. Gejala keracunan makanan ini dapat bervariasi tergantung dari kuman penyebabnya. Gejala yang biasa ditemukan adalah: Mual Muntah Diare Nyeri perut atau kram perut Demam Sebagian besar kasus keracunan makanan merupakan kasus ringan yang akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan, akan tetapi pada beberapa kasus, keracunan makanan yang dialami dapat sangat berat, yang membuat penderita memerlukan pengobatan atau bahkan perawatan di rumah sakit.   Baca juga: Jenis Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan   Kapan Hubungi Dokter? Segera hubungi dokter Anda atau cari pertolongan medis bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini: Muntah berulang dan tidak dapat minum atau makan Muntah darah atau ada darah pada tinja Diare yang berlangsung selama lebih dari 3 hari Nyeri perut hebat atau kram perut berat Demam lebih dari 38 derajat Celcius Mengalami tanda-tanda dehidrasi seperti rasa haus berlebihan atau terus-menerus, mulut kering, jarang atau bahkan sama sekali tidak buang air kecil, badan terasa sangat lemah, pusing, atau kepala terasa ringan Adanya gangguan neurologis seperti penglihatan kabur, kelemahan otot, dan kesemutan pada lengan   Apa yang Dapat Anda Lakukan? Saat Anda mengalami diare atau terus-menerus muntah; konsumsilah banyak air putih dan konsumsilah makanan hambar untuk mengurangi stress pada sistem pencernaan Anda. Jika anak Anda yang mengalami kedua hal di atas, berikanlah juga banyak air putih dan makanan hambar. Bila anak Anda masih menyusui, tetap berikan ASI atau susu formula pada anak Anda seperti biasanya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: mayoclinic