Your browser does not support JavaScript!
 14 Jun 2020    08:00 WIB
Waspada Chikungunya Mengintai Anda dan Keluarga!
Halo sahabat setia Dokter.ID, kalau kita mendengar berita-berita di Indonesia, banyak di beberapa wilayah terserang penyakit chikungunya, seperti pada tahun 2007 ratusan warga di Kecamatan Wonopringgo, Wiradesa, dan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah terserang chikungunya dalam sebulan terakhir; dan pada tahun 2014 sekitar 65 warga Desa Nganti dan Jumok, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur diserang penyakit chikungunya; Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI dari Januari sampai 3 Februari 2019, totalnya ada 13.692 kasus DBD di seluruh Indonesia dengan jumlah kematian hingga 169 jiwa. Lima provinsi teratas kasus DBD yakni Jawa Timur 3.074 kasus, Jawa Barat 2.204 kasus, Nusa Tenggara Timur (NTT) 1.364 kasus, Jawa Tengah 1.333 kasus, dan Lampung 1.157 kasus. Karena begitu banyak masyarakat Indonesia yang terserang virus ini, maka itu kita perlu makin mengenal dengan jelas segala hal tentang Chikungunya. Chikungunya adalah penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk, sangat mirip dengan demam berdarah. Nyamuk yang menyebarkannya adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk-nyamuk ini tertular virus ketika mereka menggigit orang yang terinfeksi. Virus ini menyebar dalam sistem nyamuk dan mencapai kelenjar ludahnya. Segera setelah itu, ketika nyamuk mengigit seseorang, ia terinfeksi. Infeksi berlangsung selama 2 hingga 12 hari. Lalu apa saja gejala chikungunya? Bagaimana chikungunya didiagnosis? Kita bisa mengenalinya dari tanda-tanda ini: Demam tinggi. Otot yang parah dan nyeri sendi. Sakit kepala parah. Mual. Muntah. Ruam pada kulit karena pembuluh darah rusak. Pembesaran kelenjar getah bening yang menyakitkan di leher. Sakit tenggorokan. Kram perut yang menyakitkan. Jari tangan dan kaki dingin. Pusing. Sembelit. Gejala chikungunya seringkali dapat dikacaukan dengan gejala demam berdarah. Namun, gejala-gejala tertentu seperti nyeri sendi yang melemahkan hanya pada chikungunya. Pada demam berdarah, nyeri otot sangat terasa. Penyakit chikungunya tidak sering berakibat kematian, tetapi gejalanya bisa parah dan melumpuhkan. Sebagian besar pasien merasa lebih baik dalam waktu seminggu. Pada beberapa orang, nyeri sendi dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Bahkan setelah 1 tahun, 20 persen pasien melaporkan nyeri sendi berulang.   Orang-orang yang berisiko untuk penyakit yang lebih parah termasuk bayi baru lahir yang terinfeksi sekitar waktu kelahiran, orang dewasa yang lebih tua (≥65 tahun), dan orang-orang dengan kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung. Jika kita memiliki gejala seperti di atas, kita bisa ke rumah sakit untuk melakukan diagnose, seperti tes darah khusus yang dikenal sebagai tes darah ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) dilakukan untuk mengkonfirmasi keberadaan virus chikungunya pada pasien. Selama tes, jika antibodi IgM ditemukan (yang dapat bertahan hingga satu tahun dalam darah) itu mengkonfirmasi keberadaan virus chikungunya dalam tubuh. Antibodi ini mengungkap keberadaan virus chikungunya. Perlu diperhatikan bahwa chikungunya bisa menyebabkan komplikasi seperti: Ketidakseimbangan neurologis. Kejang. Miokarditis atau radang otot jantung. Penyakit mata (uveitis, retinitis). Penyakit kuning yang disebabkan oleh kerusakan hati. Penyakit ginjal akut ketika ginjal terkena. Lesi bulosa yang parah. Penyakit neurologis, seperti meningoensefalitis, sindrom Guillain-Barré, mielitis, atau kelumpuhan saraf kranial. Tidak ada obat khusus untuk mengobati chikungunya; dokter hanya menyarankan istirahat dan banyak cairan. Obat-obatan yang dijual bebas akan membantu meredakan demam dan nyeri sendi. Ini termasuk: Naproxen. Ibuprofen. Asetaminofen. Untuk sakit yang lebih tahan lama, fisioterapi dapat membantu. Kita bisa melakukan metode pencegahan terbaik dengan meminimalkan kontak dengan nyamuk. Langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah chikungunya meliputi: Menggunakan obat nyamuk yang mengandung DEET (N, N-Diethyl-meta-toluamide) atau picaridin pada kulit dan pakaian. Kenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh. Tinggal di dalam ruangan rumah, terutama saat pagi dan sore hari. Menghindari bepergian ke daerah yang mengalami wabah. Menggunakan produk yang mengandung minyak lemon eucalyptus atau PMD (p-Menthane-3,8-diol) bisa efektif. Menggunakan AC - ini menghalangi nyamuk memasuki kamar. Tidur di bawah kelambu. Menggunakan kumparan nyamuk dan alat penguap insektisida. Demikianlah pengenalan kita tentang Chikungunya, penjelasan di atas pasti sangat membantu kita semua untuk menghindari penyakit ini dan jika kita atau keluarga kita ada mengalami gejala-gejala di atas, segeralah pergi ke dokter, sebelum gejala menjadi parah.   Sumber : www.medicalnewstoday.com, www.webmd.com, www.healthline.com, www.mayoclinic.org
 01 Feb 2019    11:00 WIB
Pencegahan Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue
Tidak ada vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya demam dengue dan demam berdarah dengue. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan mencegah gigitan nyamuk yang telah terinfeksi oleh virus dengue. Pencegahan demam dengue dan demam berdarah dengue terbagi menjadi 2, yaitu perlindungan terhadap diri sendiri dan berusaha menurunkan populasi atau jumlah nyamuk Aedes aegypti. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk melindungi diri anda adalah:•  Jauhi daerah pemukiman padat penduduk, bila memungkinkan•  Gunakan lotion anti nyamuk, bahkan bila anda berada di dalam ruangan•  Saat berada di luar ruangan, kenakanlah pakaian berlengan panjang dan celana panjang serta kaos kaki•  Pada saat berada di dalam ruangan, gunakanlah pendingin ruangan, bila tersedia•  Pastikan jendela dan pintu anda tertutup rapat. Bila perlu gunakanlah jaring anti nyamuk pada pintu dan jendela anda•  Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala demam dengue atau demam berdarah dengue Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menurunkan jumlah nyamuk Aedes aegypti adalah:•  Singkirkan berbagai benda yang dapat digunakan sebagai tempat bertelur oleh nyamuk, seperti ban bekas, kaleng bekas, dan pot bunga•  Gantilah secara teratur air minum pada tempat mandi burung anda atau tempat minum hewan peliharaan anda, terutama bila terdapat di luar ruangan•  Cuci dan bilas bak mandi secara teratur, bila perlu anda dapat menaburkan bubuk abate pada bak mandi anda Baca juga: Kenali Gejala Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd