Your browser does not support JavaScript!
 15 Dec 2014    12:00 WIB
Ingin Meningkatkan Kemampuan Berpikir dan Daya Ingat? Vitamin B Mungkin Bukan Solusinya!
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mengkonsumsi suplemen vitamin B12 atau asam folat mungkin tidak dapat menurunkan resiko terjadinya penurunan daya ingat (pikun) pada orang lanjut usia. Beberapa penelitian terdahulu menduga bahwa mengkonsumsi suplemen vitamin B12 dan asam folat mungkin dapat membantu melindungi daya ingat dan kemampuan berpikir seseorang. Akan tetapi, berbagai penelitian lanjutan yang dilakukan tidak menemukan adanya bukti yang mendukung dugaan tersebut. Pada penelitian baru ini, para peneliti mengamati sekitar 3.000 orang, yang rata-rata berusia 74 tahun. Sekitar setengah peserta penelitian diminta untuk mengkonsumsi 500 mcg tablet vitamin B12 setiap harinya dan 400 mcg asam folat, sedangkan sisanya hanya diberikan plasebo setiap harinya selama 2 tahun. Semua peserta penelitian ini memiliki kadar homosistein (sejenis asam amino) yang tinggi, yang diduga berhubungan dengan terjadinya demensia (pikun) dan penyakit Alzheimer. Pada saat penelitian dimulai, para peneliti meminta para peserta penelitian untuk melakukan pemeriksaan daya ingat dan kemampuan berpikir. Pemeriksaan ini pun kembali diulangi pada akhir penelitian. Apa hubungan antara homosistein dan vitamin B12 serta asam folat? Karena suplemen asam folat dan vitamin B12 dapat menurunkan kadar homosistein, maka para peneliti berharap bahwa dengan pemberian keduanya, maka resiko terjadinya demensia dan penyakit Alzheimer pun menurun. Pada akhir penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa para peserta penelitian yang mengkonsumsi suplemen vitamin B12 dan asam folat memang memiliki kadar homosistein yang lebih rendah dibandingkan dengan peserta penelitian lainnya yang hanya diberi plasebo. Akan tetapi, walaupun kadar homosistein telah menurun, para peneliti tidak menemukan perbedaan yang berarti di antara kedua kelompok peserta penelitian tersebut saat melakukan pemeriksaan daya ingat dan kemampuan berpikir.     Sumber: webmd
 31 Oct 2014    16:00 WIB
Olahraga Ternyata Dapat Meningkatkan Daya Ingat, Benarkah?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa melakukan olahraga angkat beban setelah Anda belajar dapat membantu Anda mengingat apa yang telah Anda pelajari dengan lebih baik.  Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 46 orang dewasa muda, yang rata-rata berusia 20 tahun. Para peneliti meminta para peserta penelitian ini untuk mengamati sekitar 90 buah foto pada layar komputer. Para peneliti tidak meminta para peserta untuk mengingat foto tersebut. Para peneliti kemudian meminta para peserta ini untuk duduk pada sebuah alat angkat beban kaki (leg-extension machine). Sekitar setengah peserta penelitian melakukan sekitar 50 kali gerakan dengan usaha maksimal selama sekitar 20 menit. Sementara itu sisanya hanya duduk pada alat tersebut dan membiarkan para peneliti yang menggerakkan kaki mereka.  Selain itu, para peneliti juga mengamati bagaimana tekanan darah, denyut jantung, dan air liur para peserta penelitian untuk mengamati berbagai zat kimia yang berhubungan dengan stress. Dua hari kemudian, semua peserta penelitian diminta untuk datang kembali ke laboratorium dan diminta untuk mencari 90 buah foto yang telah mereka lihat 2 hari sebelumnya di antara 180 buah foto. Para peneliti menemukan bahwa para peserta yang tidak melakukan olahraga angkat beban hanya mengingat sekitar 50% foto, sedangkan para peserta yang melakukan olahraga angkat beban tanpa bantuan peneliti dapat mengingat foto 10% lebih banyak dibandingkan dengan peserta penelitian lainnya. Selain penelitian ini, masih terdapat beberapa penelitian lainnya yang meneliti hubungan antara kesehatan tubuh dengan kemampuan daya ingat yang lebih baik. Sebuah penelitian di Brazilia menemukan bahwa berolahraga angkat beban selama 6 bulan dapat meningkatkan fungsi otak, baik daya ingat jangka pendek maupun daya ingat jangka panjang. Sebuah penelitian lainnya juga menemukan bahwa seorang dewasa muda yang melakukan olahraga aerobik dapat memperoleh nilai yang lebih baik pada ujian daya ingat dibandingkan dengan orang yang tidak berolahraga. Mengapa olahraga berhubungan dengan daya ingat? Para peneliti menduga hal ini dikarenakan seseorang akan lebih mengingat berbagai hal terjadi bila mengalami stress akut, misalnya dengan melakukan olahraga angkat beban. Selain olahraga angkat beban; push up, squat, dan latihan pernapasan juga dapat membantu meningkatkan daya ingat.     Sumber: womenshealthmag