Your browser does not support JavaScript!
 09 Sep 2020    13:00 WIB
Keluar Flek, Darah Menstruasi Atau Darah Implantasi???
Jika Anda sedang berusaha untuk memiliki momongan, maka datangnya menstruasi tentu akan membuat Anda kecewa. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa menempelnya janin pada rahim juga dapat menyebabkan perdarahan (darah implantasi) yang hampir mirip dengan menstruasi? Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui apakah Anda memang sedang mendapat menstruasi atau justru sedang hamil. Di bawah ini Anda dapat melihat apa beda daerah menstruasi dengan darah implantasi.   Apa Itu Perdarahan Implantasi? Memang agak sulit membedakan apakah perdarahan yang Anda alami merupakan darah implantasi atau darah menstruasi, terutama bila Anda sedang berusaha untuk memiliki momongan atau memiliki siklus haid yang memang tidak teratur. Pada keadaan normal, seorang wanita akan mengalami menstruasi sekitar 2 minggu setelah ovulasi. Dan karena sebagian besar wanita akan hamil selama mereka berada pada masa subur (setelah ovulasi), maka implantasi janin biasanya terjadi antara hari ke 10-14 setelah ovulasi. Hal ini berarti terjadinya darah implantasi ini akan bersamaan dengan jadwal menstruasi Anda.   Apakah Setiap Wanita Hamil Mengalami Perdarahan Implantasi? Memang benar bahwa darah implantasi merupakan salah satu tanda awal kehamilan. Akan tetapi, tidak semua wanita hamil mengalami hal ini. Hanya sekitar ¼ wanita hamil yang mengalami perdarahan saat implantasi. Darah implantasi biasanya menyebabkan perdarahan yang ringan atau spotting.   Berapa Lama Perdarahan Implantasi Berlangsung? Sebagian besar wanita hamil yang mengalami perdarahan implantasi mengalami perdarahan ringan atau spotting selama beberapa hari. Banyaknya darah biasanya hampir sama dengan banyaknya darah pada beberapa hari terakhir menstruasi. Akan tetapi, lamanya perdarahan implantasi berlangsung dapat berbeda-beda pada setiap wanita, mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari. Beberapa orang wanita hamil ada juga yang mengalami perdarahan implantasi yang cukup banyak dan berlangsung selama 4 hari, atau hampir sama dengan lamanya menstruasi normal. Jika Anda ragu, apakah Anda hamil atau tidak, dianjurkan agar Anda melakukan pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack.   Apakah Anda Sedang Hamil? Jika Anda mengalami menstruasi yang lebih sedikit atau lebih singkat daripada biasanya, telah aktif secara seksual, dan tidak menggunakan pelindung atau kontrasepsi apapun, maka berasumsilah bahwa Anda sedang hamil. Beberapa gejala perdarahan implantasi yang dapat Anda temukan adalah: Darah yang keluar sedikit atau spotting, tidak seperti menstruasi Anda yang biasanya Perdarahan tidak berlangsung terus-menerus seperti halnya menstruasi biasa Darah tidak menetes keluar, Anda baru menyadari adanya bercak darah saat Anda membersihkan vagina dengan tisu Darah tampak berwarna kecokelatan atau merah muda Pola keluarnya darah berbeda dengan menstruasi biasanya. Pada menstruasi biasa, volume darah yang keluar biasanya sedikit pada awalnya, kemudian menjadi lebih banyak, dan kembali berkurang pada akhir masa menstruasi Perdarahan terjadi beberapa hari atau seminggu sebelum waktu menstruasi Anda. Perdarahan implantasi kadangkala dapat terjadi sebelum waktu menstruasi Anda Jika menstruasi Anda selalu teratur dan Anda sekarang mengalami spotting, segera lakukan pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack. Anda mungkin mengalami menstruasi biasa dan bukannya perdarahan implantasi bila Anda mengalami beberapa gejala berikut ini: Perdarahan yang keluar sama seperti menstruasi Anda yang biasanya Volume darah yang keluar sedikit pada hari-hari pertama, kemudian bertambah banyak, dan kemudian sedikit kembali Darah yang keluar berwarna merah terang dan mungkin terdapat bekuan darah di dalamnya Anda mengalami kram perut, perut kembung, dan nyeri pinggang Jika Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, maka mungkin akan sulit bagi Anda untuk menentukan apakah perdarahan yang sekarang sedang Anda alami merupakan perdarahan implantasi atau menstruasi biasa. Pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack dapat membantu Anda mengetahui apakah Anda sedang hamil atau tidak.   Baca juga: Tips Tidur Nyenyak Selama Kehamilan   Gejala Perdarahan Implantasi Selain perdarahan, Anda mungkin juga mengalami kram perut. Kram perut ini sedikit mirip dengan kram perut akibat menstruasi. Anda juga dapat mengalami kram perut saat implantasi berlangsung, walaupun Anda tidak mengalami perdarahan implantasi. Kram perut pada perdarahan implantasi terjadi karena sel telur yang telah dibuahi sedang berusaha untuk menempelkan dirinya pada dinding rahim. Hal ini mungkin akan memicu terjadinya kontraksi otot-otot rahim. Kram perut ini dapat berlangsung selama satu hingga beberapa hari. Hingga saat ini, para ahli masih belum mengetahui mengapa hanya sejumlah wanita saja yang mengalami kram perut dan perdarahan saat terjadinya implantasi. Perdarahan implantasi dapat juga disertai oleh terjadinya berbagai gejala kehamilan lainnya seperti sakit kepala, perubahan emosi, mood berubah-ubah, merasa sangat lelah, atau perut kembung.   Warna Darah Implantasi Warna darah implantasi dapat berbeda-beda pada tiap wanita. Pada sebagian besar kasus, warna darah implantasi yang terjadi adalah agak merah muda atau dapat pula berwarna merah terang. Hal ini dapat merupakan petunjuk bahwa darah yang keluar merupakan darah segar, yang berasal dari dinding rahim yang luruh. Jika darah yang keluar berwarna kecokelatan atau cokelat muda, maka hal ini berarti darah sudah lebih lama berada di dalam rahim dan mungkin baru dikeluarkan sekarang.   Bisakah Anda Mengalami Perdarahan yang Cukup Banyak Saat Implantasi? Perdarahan akibat implantasi janin pada rahim biasanya tidak banyak dan biasanya baru disadari saat Anda membersihkan vagina dengan tisu. Jika darah yang keluar cukup banyak, maka ada kemungkinan bahwa Anda telah mengalami keguguran. Selain akibat keguguran, perdarahan menstruasi yang cukup banyak dapat merupakan gejala dari kehamilan ektopik atau kehamilan mola. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk memastikan apakah Anda hamil atau tidak.   Gejala Awal Kehamilan Lainnya Selain kram perut dan perdarahan implantasi, ada beberapa gejala awal kehamilan lainnya yang perlu Anda perhatikan. Beberapa gejala awal kehamilan lainnya adalah perubahan pada payudara, yaitu payudara menjadi lebih besar (membengkak), sensitif, atau geli. Anda mungkin akan merasa sangat lelah. Sebenarnya gejala awal kehamilan hampir sama dengan gejala sindrom pre menstrual, hanya saja gejala yang dirasakan lebih berat. Anda juga dapat mengalami mual dan peningkatan frekuensi buang air kecil. Selain itu, Anda mungkin akan merasa ada suatu perubahan pada diri Anda. Percayailah insting Anda dan perhatikan apakah menstruasi Anda terlambat. Perlu diingat bahwa gejala kehamilan pada setiap wanita dapat berbeda-beda, bahkan setiap kehamilan pun dapat memiliki gejala yang berbeda. Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack bila Anda tidak yakin apakah Anda sedang hamil atau tidak.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 18 Mar 2020    18:00 WIB
Berbagai Penyebab Menurunnya Tekanan Darah Saat Berdiri (Hipotensi postural)
Hipotensi postural merupakan suatu keadaan di mana tekanan darah menurun saat anda berubah posisi dari tidur atau duduk ke posisi berdiri. Keadaan ini diduga diakibatkan oleh kegagalan fungsi sistem saraf autonom. Sistem saraf autonom merupakan bagian dari sistem saraf yang mengendalikan fungsi vital tanpa disadari, seperti denyut jantung yang dapat berubah sesuai dengan perubahan keadaan tertentu. Pada keadaan normal, saat anda berdiri, sejumlah darah akan mengumpul pada kaki anda. Jika keadaan ini tidak segera diperbaiki maka akan menyebabkan tekanan darah anda menurun. Untuk mengatasinya, tubuh anda akan mengkompensasinya dengan mengirimkan sebuah impuls ke jantung anda untuk berdenyut lebih cepat dan pembuluh darah anda pun akan menyempit sehingga tekanan darah anda tidak menurun. Jika proses ini tidak terjadi atau berlangsung lambat, maka dapat terjadi hipotensi postural. Siapa yang Dapat Mengalami Hipotensi Postural?Hipotensi postural dapat terjadi pada siapapun yang dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti dehidrasi, kurangnya konsumsi makanan, terkena paparan panas dalam waktu lama, atau terlalu lelah. Terjadinya hipotensi postural juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti:•    Perubahan genetika•    Penuaan•    Obat-obatan•    Makanan•    Keadaan psikologis•    Infeksi•    Reaksi alergi Hipotensi postural paling sering terjadi pada orang yang mengkonsumsi obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi (hipertensi). Hipotensi postural juga dapat terjadi saat anda hamil, mengalami emosi kuat, akibat penyempitan pembuluh darah arteri (aterosklerosis), atau diabetes. Hipotensi postural seringkali mengenai orang lanjut usia, terutama mereka yang menderita tekanan darah tinggi atau disfungsi sistem saraf autonomy. Sekitar 10-20% orang yang berusia lebih dari 65 tahun mengalami hipotensi postural.PenyebabHipotensi yang terjadi setelah makan seringkali menyebabkan seseorang merasa pusing dan pingsan setelah makan. Hal ini mungkin disebabkan oleh pengumpulan darah di dalam pembuluh darah lambung dan usus. Beberapa jenis obat juga dapat menyebabkan terjadinya hipotensi postural, yaitu obat anti hipertensi (diuretika, beta blocker, penghambat kanal kalsium, dan ACE inhibitor) dan obat yang memiliki hipotensi sebagai efek sampingnya seperti obat golongan nitrat, obat Parkinson, obat anti psikosis, obat neuroleptik, obat anti cemas, obat sedative, dan obat anti depresan trisiklik. Berbagai penyebab alami terjadinya hipotensi postural adalah:•    Dehidrasi dan hilangnya elektrolit, yang dapat disebabkan oleh diare, muntah, kehilangan banyak darah selama menstruasi, dan sebagainya•    Penuaan yang menyebabkan penurunan kemampuan mengendalikan tekanan darah yang dapat diperburuk oleh gangguan kesehatan tertentu atau obat-obatan•    Penyakit tertentu yang menyebabkan hipotensi posturalHipotensi postural juga dapat terjadi akibat adanya penyakit lain seperti pada:•    Gangguan sistem saraf pusat, seperti pada sindrom Shy-Drager atau atrofi sistem multipel•    Gangguan saraf, seperti pada neuropati perifer atau neuropati autonomy•    Gangguan jantung dan pembuluh darah•    Alkoholisme•    Gangguan akibat kekurangan nutrisi tertentu Beberapa keadaan lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya hipotensi postural walaupun jarang adalah:•    Amiloidosis, yaitu suatu keadaan yang disebabkan oleh penimbunan amiloid di dalam tubuh•    Kekurangan vitamin tertentu•    Cedera medulla spinalis•    Neuropati atau gangguan saraf yang diakibatkan oleh kanker, terutama kanker paru atau kanker pankreas Baca juga: Sari Buah Bit Turunkan Tekanan Darah, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: webmd
 11 Mar 2020    16:00 WIB
Kenali Gejala Penyakit Hemofilia
Penyakit hemofilia merupakan penyakit yang tidak mengenal ras dan dapat ditemukan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Data 2011, jumlah pasien hemofilia yang terdaftar di Indonesia mencapai 1.388 orang. Namun, Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) memperkiraan jumlah pasien hemofilia mencapai lebih dari 20.000 orang. Hal ini dikarenakan keterbatasan informasi dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini. Baca juga: Perbedaan Anemia Penyakit gangguan pembekuan darah ini merupakan penyakit yang diturunkan dari orang tua (herediter) kepada anaknya. Ada 2 jenis hemofilia yang ditemukan, yaitu hemofilia A (kekurangan faktor pembekuan VIII) dan hemofilia B (kekurangan faktor pembekuan IX). Kedua jenis hemofilia tersebut mempunyai gejala yang sama namun membutuhkan pengobatan yang berbeda. "Gejala klinik yang dapat terjadi adalah perdarahan abnormal, seperti perdarahan sendi, perdarahan otot atau jaringan lunak lain, dan dapat pula terjadi dalam kulit—biasa ditemukan pada bayi yang mulai merangkak. Selain itu dapat pula terjadi perdarahan hidung, saluran kemih, bahkan perdarahan otak. Pada hemofilia berat, perdarahan dapat terjadi spontan tanpa adanya trauma apapun, sedangkan pada hemofilia ringan umumnya terjadi tanpa gejala atau dapat terjadi perdarahan akibat trauma yang lebih berat," demikian dikatakan ketua HMHI, Prof. dr. Djajadiman Gatot, SpA(K). Meski begitu, penyakit genetik ini dapat disembuhkan melalui penanganan dan pengobatan secara intensif. Pada penyakit hemofilia, pemeriksaan labotarium memegang peranan penting dalam proses penyembuhan. Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan riwayat perdarahan gejala klinik yang ditemukan dan melalui pemeriksaan labotarium yang khusus. Jika ditangani dengan baik, pasien hemofilia pun dapat hidup normal seperti orang sehat lainnya.
 01 Mar 2020    08:00 WIB
Penyebab dan Gejala Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah rendah merupakan suatu keadaan di mana tekanan darah menurun hingga kurang dari 90/60 mmHg. Pada beberapa kasus, penurunan tekanan darah ini tidak menimbulkan gejala apapun dan orang yang mengalaminya tampak sehat. Akan tetapi, pada kasus lainnya, orang yang mengalami tekanan darah rendah dapat mengalami berbagai gejala, seperti: Pusing Pingsan Sulit berkonsentrasi Pandangan kabur Mual Tangan terasa dingin dan basah Kulit mendadak tampak pucat Napas cepat dan dangkal Merasa lelah   Berbagai gejala di atas terjadi saat aliran darah ke organ-organ vital Anda kurang memadai. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan tekanan darah menjadi sangat rendah. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gangguan medis yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.   Gangguan Jantung Tekanan darah dapat menurun jika jantung tidak dapat memompa darah dengan efektif. Beberapa gangguan jantung bahkan dapat membahayakan jiwa penderitanya, seperti irama jantung abnormal, serangan jantung, kelainan katup jantung, dan gagal jantung.   Penurunan Volume Darah Penurunan volume darah di dalam tubuh dapat disebabkan oleh kehilangan cairan atau darah dari dalam tubuh. Perdarahan hebat akibat trauma luar (kecelakaan) atau perdarahan internal (akibat ulkus peptikum atau volume darah menstruasi yang berlebihan) dapat menyebabkan tekanan darah menjadi rendah. Selain itu, kehilangan cairan tubuh akibat muntah dan diare berat juga dapat menyebabkan tekanan darah turun.   Infeksi Berat Saat bakteri masuk ke dalam darah, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya infeksi berat yang dikenal dengan nama sepsis. Di dalam darah, bakteri akan melepaskan suatu racun yang menyebabkan dilatasi (pelebaran) pembuluh darah, yang akan menyebabkan tekanan darah menurun dengan cepat.   Gangguan Hormonal Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Kadar hormon kortisol atau hormon stress yang rendah juga dapat menyebakban tekanan darah menjadi rendah.   Reaksi Alergi Berat Sebenarnya ada banyak jenis reaksi alergi. Reaksi alergi yang dimaksud di sini adalah alergi yang disebabkan oleh obat-obatan, makanan (kacang), atau gigitan serangga (lebah atau tawon). Reaksi alergi yang paling berat dikenal dengan nama anafilaksis. Anafilaksis akan menyebabkan tekanan darah menurun drastis dan dapat berakibat fatal.   Kabar baiknya adalah sebagian besar kasus tekanan darah rendah tidak membutuhkan pengobatan bila tidak menimbulkan gejala apapun. Tekanan darah rendah yang membahayakan jiwa jarang terjadi. Akan tetapi, bila Anda mengalami gejala dan gejala bersifat persisten, segera periksakan diri ke seorang dokter.   Baca juga: Makanan Ini Bisa Bantu Naikkan Tekanan Darah Lho…   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 10 Jan 2020    16:00 WIB
Efek Pisang Terhadap Kadar Gula Darah
Pisang merupakan buah yang memiliki berbagai manfaat positif bagi kesehatan Anda, mulai dari membantu mengurangi stress, mengurangi gejala premenstrual, membantu menurunkan tekanan darah, dan bahkan mampu mengatasi kutil (kulit pisang). Selain mengandung berbagai mineral dan vitamin penting di dalamnya, pisang juga mengandung cukup banyak gula yang dapat membantu meningkatkan kadar gula darah Anda.  Indeks glikemik merupakan suatu ukuran untuk mengetahui apa dampak suatu makanan terhadap kadar gula darah seseorang. Indeks glikemik yang rendah adalah makanan dengan indeks glikemik kurang dari 55, sedangkan indeks glikemik yang sedang adalah makanan dengan indeks glikemik antara 56-69, makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah makanan dengan indeks glikemik lebih dari 70.  Pisang merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki indeks glikemik yang rendah yaitu sekitar 51. Oleh karena itu, mengkonsumsi pisang dapat membantu meningkatkan kadar gula darah secara bertahap.   Pisang dan Kadar Gula Darah Pisang dapat meningkatkan dan menjaga kadar gula darah dalam waktu cukup lama karena mengandung cukup banyak karbohidrat. Selain itu, pisang juga dapat membantu mengurangi gejala morning sickness. Selain itu, pisang juga dapat membantu mengatasi nyeri kepala akibat mabuk. Haluskan pisang dan campurkan dengan madu dan buatlah menjadi milkshake. Mengkonsumsi 2 buah pisang sebelum berolahraga selama 90 menit akan membantu Anda memiliki cukup banyak energi untuk mensuplai kebutuhan tubuh Anda selama berolahraga.  Pisang mengandung 3 macam gula alami, yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Ketiga jenis gula ini dapat membantu menjaga kadar gula darah. Menjadikan pisang sebagai cemilan saat bekerja juga dapat membantu mengatur kadar gula darah, sehingga membuat Anda tetap dapat berkonsentrasi dan menjaga mood Anda.   Kandungan Nutrisi di Dalam Pisang Pisang mengandung cukup banyak vitamin B kompleks sehingga membuatnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan Anda. Vitamin B6 dapat membantu mengurangi gejala premenstrual dengan cara mengatur kadar gula darah yang dapat mempengaruhi mood.  Pisang juga dapat membantu Anda yang sedang berusaha berhenti merokok, karena mengandung banyak vitamin C, vitamin A1, vitamin B6, vitamin B12, kalium, dan magnesium yang dapat membantu tubuh Anda menyembuhkan diri dari ketergantungan nikotin. Selain itu, bila Anda sedang gugup, vitamin B kompleks yang terdapat di dalam pisang juga dapat membantu menenangkan Anda.   Pisang dan Mood Pisang mengandung triptofan, suatu jenis asam amino yang akan diubah di dalam tubuh menjadi serotonin, yang dapat membuat Anda merasa lebih tenang. Mengkonsumsi pisang secara teratur setiap harinya dapat membantu seorang penderita depresi.  Beberapa gejala kekurangan kalium adalah rasa lelah berlebihan, mudah marah, dan bingung. Mengkonsumsi pisang dapat membantu mengatasi hal ini karena pisang mengandung banyak kalium, yang dapat membuat Anda kembali berkonsentrasi dengan tugas Anda. Selain itu, kalium juga dapat menurunkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan stroke.  Karena mengandung cukup banyak zat besi, maka pisang juga dapat membantu mengatasi gejala anemia.  Baca juga: Pengobatan Tekanan Darah Rendah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ehow
 27 Nov 2019    11:00 WIB
Mengapa Tiba-tiba Timbul Memar Pada Tubuh Kita Tanpa Sebab?
Apakah Anda merasa bingung mengapa tiba-tiba timbul memar di beberapa bagian tubuh Anda tanpa penyebab yang jelas? Anda mungkin tidak perlu merasa terlalu khawatir, karena timbulnya memar ini jarang sekali merupakan suatu gejala penyakit serius. Terjadinya memar tanpa penyebab yang jelas biasanya dikarenakan Anda mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Ketiga obat ini dapat mengencerkan darah Anda, sehingga Anda pun lebih mudah mengalami memar. Biasanya memar hanya terjadi bila Anda telah mengkonsumsi obat ini selama seminggu atau lebih. Akan tetapi, pada beberapa kasus, memar dapat timbul setelah Anda hanya mengkonsumsi 1 atau 2 dosis. Selain obat, suplemen seperti minyak ikan juga dapat menyebabkan timbulnya memar. Hal ini dikarenakan minyak ikan juga mengandung zat antikoagulan.   Baca juga: Tips Untuk Mempercepat Hilangnya Memar…   Lalu apa yang harus Anda lakukan? Jika memar pada tubuh Anda mulai memudar dalam waktu seminggu, maka Anda tidak perlu melakukan apapun. Mungkin Anda hanya perlu mengurangi konsumsi ketiga obat di atas. Akan tetapi, bila memar Anda tidak juga tampak memudar atau membaik setelah lebih dari 1 bulan, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter, terutama bila Anda juga mengalami gejala perdarahan lain seperti mimisan. Kedua gejala ini dapat merupakan gejala dari suatu kelainan darah, seperti anemia, penyakit Von Willebrand (suatu kelainan pembekuan darah), idiopatik trombositopenik purpura (suatu gangguan di mana penderita hanya memiliki sedikit sel-sel darah), dan leukemia (kanker darah, walaupun sangat jarang).   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 07 Nov 2019    18:00 WIB
Apa Gejala Tinggi Atau Rendahnya Kadar Gula Darah Anda?
Selain memiliki beberapa dampak negatif bagi tubuh, seperti menyebabkan terjadinya obesitas dan diabetes, gula juga diperlukan tubuh sebagai salah satu sumber tenaga penting bagi tubuh.  Akan tetapi, untuk itu diperlukan pengaturan kadar gula darah di dalam tubuh untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan kesehatan seperti terlalu tingginya kadar gula darah di dalam tubuh, hiperglikemia, atau terlalu rendahnya kadar gula darah di dalam tubuh, hipoglikemia.   Hiperglikemia  Hiperglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah seseorang terlalu tinggi di dalam tubuhnya. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti: Mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung banyak gula Tidak memiliki cukup insulin di dalam tubuh Menderita cedera atau infeksi tertentu Stress  Jika tidak ditangani segera, hiperglikemia dapat menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan di dalam tubuh, termasuk pada mata, ginjal, pembuluh darah, saraf, dan jantung.   Hipoglikemia Hipoglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah di dalam tubuh terlalu rendah. Hipoglikemia dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti: Terlalu banyak berolahraga Mengkonsumsi terlalu banyak hormon insulin Kekurangan asupan nutrisi Jika tidak segera ditangani, hipoglikemia dapat menyebabkan terjadinya syok hipoglikemia, dan bahkan kematian.   Kapan Hiper atau Hipoglikemia Terjadi? Terjadinya hiper atau hipoglikemia dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Jika hiperglikemia disebabkan oleh terlalu banyak makan, maka diperlukan waktu 3-5 jam hingga gejala muncul. Jika hipoglikemia terjadi karena kurangnya asupan makanan, maka diperlukan waktu beberapa jam hingga beberapa hari hingga gejala muncul, tergantung pada berapa lama kekurangan gizi tersebut berlangsung. Jika disebabkan oleh insulin, maka gejala hiper atau hipoglikemia dapat terjadi dalam waktu singkat, tergantung pada seberapa banyak insulin yang dikonsumsi. Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini.   Gejala Hiperglikemia Beberapa gejala hiperglikemia adalah: Peningkatan nafsu makan Rasa lelah berlebihan Sering buang air kecil Penurunan berat badan Sering haus Mulut terasa kering Berbagai gejala ini biasanya hanya berupa gejala ringan yang tidak membutuhkan pertolongan medis segera, akan tetapi bila gejala berlangsung selama lebih dari 24 jam atau bila gejala terus memburuk, segera hubungi dokter Anda.   Gejala Hipoglikemia Beberapa gejala hipoglikemia adalah: Berkeringat terus-menerus Badan terasa lemas Merasa cemas Peningkatan denyut jantung Mudah marah Nyeri kepala Perut terasa nyeri karena lapar Berbagai gejala ini biasanya hanya berupa gejala ringan yang tidak membutuhkan pertolongan medis segera, akan tetapi bila gejala berlangsung selama lebih dari 24 jam atau terus memburuk, maka segera hubungi dokter Anda.   Gejala Darurat yang Membutuhkan Pertolongan Medis Segera Beberapa gejala di bawah ini dapat terjadi pada keadaan hiper maupun hipoglikemia dan membutuhkan pertolongan medis segera. Beberapa gejala tersebut adalah: Penurunan berat badan dalam waktu singkat Pusing saat mencoba untuk berdiri Pingsan Kesulitan bernapas Mengalami penurunan kesadaran Merasa bingung akan lingkungan sekitar Berbagai gejala di atas dapat merupakan gejala syok akibat hiper atau hipoglikemia yang Anda alami. Segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan segera.  Baca juga: Efek Pisang Terhadap Kadar Gula Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ehow
 19 Sep 2019    16:00 WIB
4 Penyebab Adanya Darah Dalam Tinja
Bagi sebagian besar wanita, berbicara mengenai masalah buang air besar adalah suatu hal yang cukup memalukan, termasuk adanya darah di dalam tinja. Akan tetapi, karena tinja merupakan salah satu cara untuk mengetahui keadaan kesehatan saluran pencernaan Anda, maka sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke seorang dokter bila Anda menemukan adanya darah di dalam tinja Anda. Ulkus Peptikum Adanya darah pada tisu atau di dalam kloset dapat disebabkan oleh berbagai hal. Warna darah yang Anda temukan juga dapat menjadi petunjuk penyebab adanya darah di dalam tinja. Darah yang berwarna lebih gelap atau hampir hitam biasanya berasal dari saluran cerna bagian atas (lambung atau kerongkongan), yang dapat merupakan gejala dari ulkus.   Baca juga: Sehat Atau Enggak Bisa Dilihat Dari Tinja Lho!   Ulkus peptikum merupakan penyakit yang cukup sering ditemui dan pada sebagian besar kasus dapat segera diatasi dengan pengobatan yang tepat. Mengkonsumsi obat yang tepat, mengatasi stress, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, dan berhenti merokok dapat membantu proses penyembuhan ulkus. Wasir Sementara itu, bila Anda menemukan darah yang berwarna merah terang atau merah tua, maka kemungkinan besar darah tersebut berasal dari saluran pencernaan bagian bawah, yaitu usus halus atau usus besar. Hemoroid atau wasir merupakan salah satu penyebab tersering dari adanya darah berwarna merah terang pada tisu toilet atau di dalam kloset. Wasir dapat tampak sangat menakutkan akibat banyaknya darah yang keluar. Untuk mencegah terjadinya wasir, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi makanan tinggi serat. Fisura Ani Penyebab lain dari adanya darah berwarna merah terang adalah adanya luka pada anus (fisura ani), yaitu suatu robekan pada anus yang disebabkan oleh sembelit atau melahirkan. Kanker Kolorektal Selain ketiga hal di atas, adanya darah di dalam tinja juga dapat merupakan gejala dari kanker kolorektal. Perlu diingat bahwa adanya darah di dalam tinja tidak selalu dapat dilihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu, jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita kanker, dianjurkan agar Anda melakukan pemeriksaan kolonoskopi lebih dini daripada usia yang dianjurkan, yaitu sebelum berusia 50 tahun. Intinya adalah adanya darah di dalam tinja bukanlah suatu hal yang normal. Jadi, bila Anda menemukan adanya darah pada tisu toilet yang Anda gunakan atau di dalam kloset, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 30 Aug 2019    08:00 WIB
Teratur Donor Darah, Ternyata Banyak Manfaatnya
Sering Anda merasa kelelahan dan lemah setelah melakukan donor darah, tetapi hal tersebut hanyalah berlangsung sementara. Tetapi untuk jangka panjang, sangat banyak manfaat mendonorkan darah secara teratur dilihat dari segi kesehatan. Selain itu dengan mendonorkan darah secara tidak langsung kita membantu orang lain juga. Orang yang mendonorkan darah secara teratur ternyata memiliki angka harapan hidup yang lebih lama dan juga memiliki resiko terkena penyakit mematikan seperti kanker lebih kecil. Berikut adalah berbagai manfaat kesehatan dari donor darah: Mengurangi resiko penyakit jantung Salah satu manfaat mendonorkan darah secara teratur adalah menjaga jantung tetap sehat. sudah terbukti bahwa dengan mendonorkan darah akan meningkatkan fungsi dari jantung dan pembuluh darah secara keseluruhan. Dengan donor darah akan meningkatkan kadar zat besi didalam darah dan juga menurunkan resiko penyakit jantung. Membakar kalori Dengan mendonorkan darah secara teratur akan membuat tubuh Anda lebih fit. Bagaimana bisa? Ternyata dengan mendonorkan darah sekitar 450ml membantu  menurunkan berat badan. Anda berhasil membakar sebanyak 650 kalori saat Anda mendonorkan darah sebanyak 450ml. Mencegah terjadinya kanker Donor darah akan menurunkan resiko terjadinya kanker, termasuk di hati, paru-paru, usus, perut dan tenggorokan. Meningkatkan produksi darah Keuntungan lain dari donor darah adalah membantu menstimulasi produksi dari sel darah baru. Proses pengambilan darah saat donor darah akan mendorong tubuh menjadi lebih sehat dan bekerja dengan lebih efisien Pikiran yang stabil Tahukan Anda dengan mendonorkan darah juga dapat membuat pikiran Anda lebih satabil? Donor darah bisa membuat pikiran Anda lebih senang, tenang hidup dengan tujuan dan juga harga diri. Terlalu banyak zat besi? Jika Anda adalah seseorang yang mengalami peningkatan zat besi didalam darah maka donor darah dapat membantu Anda melindungi jantung dari resiko penyakit yang mungkin terjadi. Ketika Anda mendonorkan darah dengan rutin maka akan semakin banyak zat besi yang keluar dalam bentuk darah. Pemeriksaan kesehatan Saat mendonorkan darah, darah yang Anda donorkan tersebut akan diperiksa dari kemungkinan adanya penyakit serius dan jika ada ditemukan penyakit serius maka pihak palang merah akan segera memberitahukan kepada Anda dengan tetap menjaga kerahasiaannya. Keuntungan untuk orang tua Banyak orang yang sudah lanjut usia dan dalam kondisi kesehatan yang baik dapat mendonorkan darahnya secara teratur. Setelah mendonorkan darah mereka akan merasa lebih bersemangat dan sehat. Menurunkan kadar kolesterol Manfaat lain dari donor darah adalah membantu Anda menurunkan kadar kolesterol didalam tubuh. Selain itu dengan donor darah juga dapat menurunkan tekanan darah jika Anda menderita hipertensi.  Baca juga: Kebijakan Larangan Donor Darah Bagi Kaum Gay Akan Dihapus, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky