Your browser does not support JavaScript!
 02 Jul 2019    16:00 WIB
Mengapa Bisa Terkena Infeksi Cacing Pita ?
Apa itu infeksi cacing pita?Infeksi Cacing Pita adalah suatu infeksi usus yang disebabkan oleh cacing pita Taenia saginata.Infeksi Taenia saginata terjadi akibat memakan daging sapi yang terkontaminasi. Infeksi terutama terjadi di Erpa Timur, Rusia, Afrika Timur dan Amerika Latin. Apakah penyebab dari infeksi cacing pita?Penyebabnya adalah cacing pita Taenia saginata. Cacing pita dewasa hidup di dalam usus manusia dan bisa tumbuh sampai sekitar 450-900 cm. Bagian cacing yang mengandung telur (proglotid) akan dikeluarkan bersama tinja. Jika kotoran manusia tidak dibuang dengan baik dan berada di lingkungan terbuka, maka telur parasit dapat termakan oleh sapi. Telur akan menetas menjadi larva yang akan menginvasi dinding usus sapi. Larva kemudian masuk ke dalam aliran darah dan dibawa ke otot skelet serta jaringan tubuh. Di sini larva akan berubah menjadi kista. Manusia dapat terinfeksi parasit dengan memakan daging sapi mentah atau tidak matang yang mengandung kista parasit. Kista kemudian berkembang menjadi cacing dewasa dan menempel ke dinding usus. Cacing kemudian tumbuh, bertambah panjang, dan menghasilkan telur. Apa gejala dari infeksi cacing pita?Kebanyakan orang dengan infeksi cacing pita tidak bergejala atau hanya memiliki gejala yang ringan. Karena cacing pita T. saginata dapat tumbuh besar (rata-rata mencapai panjang 3 m) maka infeksi cacing ini dapat menimbulkan gangguan pencernaan, misalnya nyeri perut, hilang nafsu makan, dan penurunan berat badan. Gejala yang paling jelas terlihat adalah keluarnya proglotid (bagian cacing) dari anus bersama dengan keluarnya tinja. Bagaimana mendiagnosa infeksi cacing pita?Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan ditemukannya bagian cacing atau telur cacing di dalam tinja. Apakah pengobatan untuk infeksi cacing pita?Cacing pita usus dapat diobati dengan niclosamide atau praziquantel per-oral.  Tinja diperiksa kembali setelah 3 dan 6 bulan untuk memastikan bahwa infeksi telah terobati. Adakah tindakan pencegahan untuk infeksi cacing pita?Infeksi bisa dicegah dengan memasak daging sapi hingga matang pada suhu lebih dari 63°Celsius untuk daging utuh dan lebih dari 71°C untuk daging cincang, paling tidak selama 5 menit. Ingin mengetahui mengetahui tentang infeksi cacing pita? Silahkan baca di siniSumber: cek gejala penyakit
 03 Jun 2018    13:00 WIB
Waspadai Penularan Cacing yang Berpindah Ketika Membelai Kucing
Kucing memang dikenal sebagai binatang peliharaan yang manja, ia sangat senang dibelai. Namun biasakanlah mencuci tangan Anda setelah membelainya, sebab di balik bulunya yang lembut bisa saja ada telur cacing pita yang bisa berpidah ke tangan Anda.   Cacing pita (Taennia) merupakan jenis cacing parasit yang banyak menginfeksi kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata); mulai dari kucing, sapi, hingga manusia.   Meski hanya menginfeksi vertebrata, penularan cacing pita juga dapat diperantarai oleh serangga yakni kutu anjing dan kutu kucing. Tanpa adanya kutu sekalipun, cacing pita juga dapat menular saat membelai binatang peliharaan yang sudah terinfeksi.   Kotoran binatang tersebut pasti mengandung telur atau larva cacing, yang kadang-kadang dapat menempel juga di tubuhnya apalagi jika mereka jarang dimandikan. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mencegah penularan cacing ini adalah dengan mencuci tangan Anda setelah bersentuhan dengan binatang peliharaan kesayangan Anda tersebut.   Langkah pencegahan berikutnya tentu saja dengan menjaga kesehatan binatang peliharaan Anda, yaitu dengan memandikan dan membersihkan tubuhnya secara teratur. Amati juga kemungkinan adanya gejala-gejala infeksi cacing pita pada hewan peliharaan Anda dan obati sesegera mungkin jika memang terbukti mereka telah terinfeksi.   Bagi para pecinta binatang, tidak sulit untuk mengenali gejala infeksi cacing pita pada hewan peliharaan Anda, yaitu berdasarkan pada perubahan perilaku dan penurunan berat badannya.   Baca Juga: 10 Makanan Manusia yang Berbahaya Bagi Kucing   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: healthy
 10 Oct 2015    18:00 WIB
Kelainan Retina yang Dapat Mengakibatkan Kebutaan
Apa Itu Retina?Retina merupakan suatu jaringan saraf di bagian belakang mata, yang berfungsi untuk mengubah impuls cahaya menjadi impuls saraf dan mengirimkannya ke dalam otak. Di dalam retina, terdapat 2 macam sel yang berfungsi sebagai penerima impuls cahaya (fotoreseptor), yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang berjumlah lebih banyak dan lebih sensitif terhadap cahaya daripada sel kerucut. Sel batang tidak sensitif terhadap warna. Sel kerucut merupakan sel yang lebih sensitif pada warna. Sebagian besar sel kerucut terdapat pada bagian tengah retina, yaitu makula. Pada bagian tengah makula, terdapat suatu area yang disebut dengan fovea sentralis, yaitu suatu area pada mata yang hanya berisi sel kerucut dengan diameter sekitar 0.3 mm. Sel batang merupakan sel yang berfungsi untuk penglihatan di malam hari, pendeteksi gerakan yang paling sensitif, dan juga berfungsi sebagai penglihatan perifer (samping). Sel kerucut merupakan sel yang berfungsi untuk penglihatan di siang hari dan membedakan warna. Mata anda akan terus bergerak sehingga impuls cahaya dari benda yang anda lihat jatuh tepat pada fovea sentralis sehingga anda dapat melihat benda tersebut dengan jelas. Bila terjadi gangguan atau kerusakan pada retina, maka hal ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan seperti pada retinitis pigmentosa.Retinitis PigmentosaRetinitis pigmentosa merupakan suatu gangguan pada mata, di mana terjadi kerusakan pada retina. Retinitis pigmentosa dapat diturunkan dalam keluarga (herediter) dan dapat disebabkan oleh berbagai kelainan genetika. Bagian retina yang paling sering mengalami gangguan ini adalah sel-sel yang berfungsi untuk mengatur penglihatan pada malam hari (sel batang). Akan tetapi, pada beberapa kasus, sel-sel kerucut retinalah yang mengalami kerusakan terparah. Tanda utama retinitis pigmentosa adalah adanya bintik hitam pada retina. GejalaGejala pertama seringkali muncul di masa kanak-kanak, akan tetapi gangguan penglihatan berat biasanya baru mulai muncul saat memasuki masa dewasa. Gejala yang dapat ditemukan adalah:•  Penurunan penglihatan di malam hari atau saat redup•  Hilangnya penglihatan perifer (samping)•  Hilangnya penglihatan pada bagian tengah (pada tahap lanjut)DiagnosaUntuk menentukan diagnosa retinitis pigmentosa, terdapat beberapa pemeriksaan mata yang dapat dilakukan yaitu:•  Pemeriksaan buta warna•  Pemeriksaan retina dengan oftalmoskop•  Pemeriksaan tekanan intraocular (tekanan di dalam mata)•  Pemeriksaan elektroretinogram•  Pemeriksaan angiografi fluoresen•  Pemeriksaan refleks pupil•  Pemeriksaan refraksi atau ketajaman penglihatan•  Pemeriksaan lapang pandang•  Pemeriksaan slit lampPengobatanTidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan keadaan ini. Menggunakan kacamata hitam untuk melindungi retina dari paparan sinar UV matahari dapat membantu melindungi penglihatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi antioksidan (vitamin A) dosis tinggi dapat memperlambat perjalanan penyakit. Akan tetapi, mengkonsumsi vitamin A dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan hati berat. Kelainan ini akan terus berkembang, walaupun dengan perlahan. Kebutaan total jarang terjadi. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami kesulitan melihat di malam hari atau bila anda mengalami berbagai gejala penyakit ini. KomplikasiHilangnya penglihatan perifer dan sentral akan terjadi. Penderita retinitis pigmentosa seringkali mengalami katarak lebih cepat daripada biasanya atau pembengkakan retina (edema makular). Katarak dapat diatasi dengan tindakan pembedahan bila menyebabkan gangguan penglihatan.PencegahanTidak ada hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya retinitis pigmentosa. Akan tetapi, konseling dan pemeriksaan genetika dapat membantu memeriksa apakah anak anda memiliki resiko penyakit ini. Dengan demikian, dapat dilakukan penanganan dan pengobatan sedini mungkin. Baca juga: Cacing Yang Ada Dalam MataSumber: ncbi.nlm.nih, hyperphysics.phy-astr.gsu
 05 Jun 2015    11:00 WIB
Diet Cacing Pita? Bahaya Ngga Sih?
Apakah Anda sedang ingin menurunkan berat badan? Bila iya ada berbagai macam diet yang bisa dilakukan. Salah satu diet yang ada adalah diet cacing pita.   Apa yang dimaksud dengan diet cacing pita? Diet ini dilakukan dengan menelan hidup-hidup cacing pita. Yuck.. Dikatakan bahwa dengan cara ini akan membantu agar cacing pita tersebut membantu mengonsumsi makanan yang Anda makan. Sehingga cacing pita membantu dalam pengurangan jumlah kalori yang diserap oleh tubuh Anda tanpa menurunkan jumlah kalori yang Anda makan. Mereka percaya ini adalah salah satu cara yang paling efektif untuk menurunkan berat badan.   Apa saja risikonya? Tentu saja hal ini cukup berbahaya.   Efek pada tubuh Anda. Dengan menelan cacing pita, tubuh Anda terinfeksi dengan organisme hidup yang asing. Tubuh Anda secara alami akan mencoba untuk melawannya sehingga akan timbul reaksi infeksi. Kemudian kemungkinan besar bahwa cacing pita dapat beredar ke bagian tubuh lainnya melalui sistem darah tubuh Anda. Bahkan bisa sampai ke otak dan mungkin menimbulkan risiko kematian.   Kekurangan vitamin. Anda harus ingat bahwa tidak hanya kalori dalam tubuh Anda yang dikonsumsi cacing pita. Mereka memakan nutrisi yang penting untuk tubuh Anda. Cacing adalah parasit yang menggunakan tubuh Anda dan makan makanan yang Anda makan.  Berikut adalah beberapa efek samping dari diet cacing pita: Sakit perut Kembung Sembelit Diare Mual  Kelemahan Sakit kepala   Cacing pita adalah ancaman bagi tubuh Anda, itulah sebabnya mengapa Anda harus berpikir panjang dan keras sebelum Anda melakukan diet cacing pita sebagai cara untuk menurunkan berat badan. Ada laporan keberhasilan penurunan berat badan, tetapi risiko lebih besar daripada manfaatnya. Jadi pikirkan yang terbaik untuk diri Anda.   Baca juga: Malas Diet Dan Olahraga? Coba Kiat Berikut Sumber:  stylecraze