Your browser does not support JavaScript!
 11 Apr 2019    08:00 WIB
Waspada Penyakit Langka Cacar Sapi!
hello sahabat! Pernah dengar yang namanya cacar sapi (cowpox), mungkin sangat jarang dibahas oleh masyarakat pada umunya, karena yang biasa kita dengar hanya cacar air dan cacar ular (herpes zoster). Lalu apa sih sebenarnya cacar sapi dan apa hubungannya dengan kita? Mari kita bahas bersama. Cowpox adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus cowpox. Virus, bagian dari genus Orthopoxvirus, terkait erat dengan virus vaccinia. Virus ini bersifat zoonosis, artinya dapat ditransfer antar spesies, seperti dari hewan ke manusia. Penyakit ini menyebar melalui kontak saat memerah susu. Setelah masa inkubasi 3 - 7 hari, ketika sapi mengalami demam, papula muncul di puting susu dan ambing. Dan orang-orang yang berkontak langsung dengan sapi yang sakit ini akan tertular virusnya. Seperti yang dicatat Jenner (17 Mei 1749 - 26 Januari 1823) adalah seorang dokter dan ilmuwan Inggris yang merupakan pelopor vaksin cacar, vaksin pertama di dunia. pada abad ke-18, ia menyatakan bahwa virus cacar sapi juga mudah ditularkan ke manusia. Terlepas dari namanya, cacar sapi tidak lagi terjadi pada sapi tetapi tikus liar dan tikus mewakili sumber infeksi: Nowotny mengutip sebuah penelitian baru-baru ini di Austria yang mengungkapkan bahwa "sekitar 1 dari 6 tikus membawa virus cacar. Akibatnya, virus dapat ditransmisikan ke kucing domestik (setidaknya, untuk kucing yang berburu tikus) dan terbukti bahwa penyakit ini dapat ditularkan ke manusia "dan beberapa dekade sejak penghentian vaksinasi telah menyaksikan peningkatan yang signifikan dalam kejadian pada manusia. Mayoritas kasus berasal dari Britania Raya, sampai ke Eropa, hingga ke Israel. Penyakit ini tidak menyenangkan dan umumnya tidak berakibat fatal, kecuali pada pasien immunocompromised. Gejala pada cowpox biasanya mengakibatkan  hanya 1 atau sejumlah kecil lesi terjadi di tangan (48%) dan wajah (33%). Kita yang terinfeksi dapat memiliki lesi merah datar yang menjadi meningkat dan kemudian melepuh selama 2 minggu. Lepuh kemudian menjadi berkerak, dengan kulit di sekitarnya menjadi merah dan bengkak. Lesi secara karakteristik digambarkan cukup menyakitkan. Pada tahap akhir luka mulai mengelupas dan sembuh, sering meninggalkan bekas luka di belakang. Biasanya penyakit ini sembuh dalam waktu kurang dari 12 minggu, tetapi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah itu dapat menimbulkan risiko yang lebih besar. Gejala lain termasuk demam, kelelahan, muntah dan sakit tenggorokan. Keluhan mata seperti konjungtivitis, pembengkakan periorbital dan keterlibatan kornea pun bisa terjadi. Karena cacar sapi umumnya merupakan penyakit yang sembuh sendiri, pengobatannya tidak sulit. Kita akan sering merasa tidak enak badan dan membutuhkan istirahat di tempat tidur atau kadang-kadang rawat inap. Obat antivirus tidak secara rutin digunakan dalam kasus cacar manusia, juga tidak ada antibiotik yang diberikan kecuali pasien telah mengembangkan infeksi bakteri sekunder. Namun, penelitian pada tikus menunjukkan peran cidofovir penghambat DNA polimerase virus, jika diberikan secara parenteral, topikal, atau dalam bentuk aerosol, untuk kasus cacar sapi yang menyebarluas. Pasien harus dibuat sadar bahwa lesi mereka berpotensi menular, tetapi tidak ada penularan dari orang ke orang. Perban oklusif dapat diterapkan untuk menghindari risiko ini. Pada kasus yang parah, antivaccinia gammaglobulin dapat diberikan. Seseorang dapat mencegah infeksi virus cacar sapi dengan menghindari pajanan pada kucing, sapi yang sakit atau hewan sakit lainnya. Vaksin rekombinan melawan cacar sapi sedang dipelajari pada tikus dan pada akhirnya mungkin tersedia untuk digunakan manusia. So guys, jika mengalami gejala di atas, atau menemukan hewan peliharaan atau ternak yang terlihat sakit atau mencurigakan, segera hubungi petugas kesehatan atau dokter hewan untuk pencegahan virus. Salam sehat!!!   Sumber : emedicine.medscape.com, ecdc.europa.eu, www.medicalnewstoday.com, www.thesun.co.uk
 23 Mar 2019    08:00 WIB
Anak Kena Cacar Air, Ini Yang Harus Dilakukan Oleh Para Ibu
Penyakit cacar air biasanya dialamu oleh anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun dan jarang menyerang orang dewasa. Hampir semua orang dewasa yang pernah mengidap cacar air tidak akan tertular lagi. Pada saat terserang cacar air biasanya akan membuat rasa tidak nyaman. Pada dasarnya penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan apa pun. Namun saat terserang cacar air sering ada beberapa gejala yang membuat tidak nyaman seperti adanya demam, rasa gatal, nyeri menelan dan beberapa gejala lain yang tidak nyaman. Berikut adalah hal yang harus dilakukan bila anak Anda terkena cacar air: 1.      Biarkan anak Anda istirahat dirumah. Saat anak-anak menderita cacar air, maka dapat menularkannya ke anak-anak lainnya yang belum pernah terinfeksi atau belum mendapatkan vaksin cacar air. Biasanya dokter akan memberikan surat ijin agar anak Anda dapat beristirahat dirumah dan tidak menularkan kepada anak-anak lainnya. Biarkan anak Anda beristirahat di rumah selama paling tidak 7 hari setelah bintil cacar yang pertama muncul. Setelah bintil-bintil cacar air mengering, anak Anda dapat kembali bersekolah. Waktu yang dibutuhkan hingga bintil-bintil cacar air mengering mungkin lebih dari 7 hari. 2.      Berikan banyak cairan Biasanya anak yang mengalami cacar air akan disertai dengan demam, jadi berikan banyak cairan yang akan membantu menjaga kulitnya tetap lembap, sehingga mengurangi rasa gatal yang dirasakan, serta membantu penyembuhan luka cacar air. Usahakan agar anak Anda minum 8 hingga 10 gelas air setiap hari. 3.      Beri makanan lunak yang mudah dicerna. Bintil cacar air juga bisa muncul di dalam tenggorokan. Apabila hal ini terjadi, anak Anda akan sulit menelan makanan. Jadi sebaiknya Anda harus memberikan makanan yang lunak sehingga mudah ditelan dan dicerna. Anda bisa memberikan makanan lunak seperti sup ayam bisa membantu menenangkan tenggorokan, sementara sup wortel dan ketumbar diketahui dapat melawan infeksi. Hindari makanan pedas, karena dapat membuat tenggorokan terasa pedih. 4.     Berikan vitamin C Vitamin C berguna untuk memperkuat daya tahan tubuhnya. Daya tahan tubuh yang lebih kuat dapat membantu melawan infeksi dan mempercepat pemulihan tubuh dari penyakit untuk melawan virus cacar air. Berikan buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin C seperti beraneka macam buah jeruk, kiwi, stroberi, dan pepaya. Sayuran seperti brokoli, bayam. 5.      Mandi air dingin Mandi air dingin dapat membantu meredakan rasa gatal pada kulit anak, sekaligus membuatnya merasa lebih nyaman selama sakit. Jangan biarkan anak Anda mandi air panas, karena air panas bisa membuat kulitnya kering dan memperparah rasa gatal akibat cacar air. 6.      Potong kuku anak Anda Saat mengalami cacar air, biasanya akan timbul rasa gatal, dengan memotong kuku maka tidak akan membuat luka garukan. Karena bila bintil cacar air pecah, luka yang terbuka akan lebih mudah terinfeksi. Apabila bayi Anda terinfeksi cacar air, Anda bisa menggunakan sarung tangan bayi untuk mencegahnya mencakar bintil-bintilnya. 7.      Berikan salep atau krim asiklovir Asiklovir adalah obat antiviral yang dapat menghambat penyebaran virus dan meredakan gejala seperti ruam dan bintil-bintil pada cacar air. Pengobatan ini umumnya dimulai antara 24-48 jam setelah ruam timbul. 8.      Beri obat minum dengan teratur Untuk mendapatkan penanganan terbaik adalah saat mulai muncul bintil-bintil agar Anda segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Meski cacar air dapat sembuh sendiri, namun untuk anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah biasanya bisa terjadi infeksi tambahan. Biasanya dokter akan memberikan obat asiklovir, berikan sesuai dosis dan cara minum obat yang baik. Selain itu dokter juga akan memberikan obat parasetamol untuk meredakan demam dan menghilangkan rasa sakit akibat timbul bintil-bintil. Bila perlu dokter akan memberikan obat antigatal. Penyakit cacar air mudah menular sehingga Anda harus memperhatikan kesehatan anggota keluarga yang lain dengan memberikan banyak suplemen dan makanan yang bergizi tinggi. Baca juga: 10 Cara Mencegah Kanker Payudara Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: stylecraze
 31 Jul 2018    11:00 WIB
Seperti Apa Tahapan Terkena Cacar Air ?
Cacar air merupakan penyakit yang terjadi 1 kali dan biasanya bermanifestasi saat usia balita atau anak-anak. Walaupun jarang, ada orang yang tidak mendapat cacar air sampai usia dewasa. Vaksinasi dan suntikan anti cacar air sudah tersedia dan sangat bermanfaat dalam pencegahan penyakit ini. Cacar air merupakan jenis penyakit yang hanya terjadi 1 kali dan tubuh segera membangun antibody yang dapat melawan virus cacar dengan cepat. Sangat jarang terjadi infeksi ulang cacar air ditemukan.Artikel ini akan membahas tahapan penyakit cacar air dan periode infeksi cacar air. Cacar air merupakan penyakit yang sangat menular . Hampir tidak ada anak kecil yang tidak pernah terkena cacar air. Ungkapan ini mungkin muncul untuk menggambarkan bahwa cacar air sebagian besar diderita oleh anak kecil. Bila penyakit ini diderita pada masa kanak-kanak, mungkin tidak akan begitu merepotkan. Namun bila yang terkena masih bayi, maka ia tidak dapat tenang karena merasakan gatal yang hebat. Tahap 1Tahap pertama dari cacar air merupakan gejala-gejala utama dari cacar air yaitu keluarnya ruam dan bisul. Periode infeksi cacar air dimulai dengan timbulnya ruam pada kulit. Ruam kemerahan dan bisul akan tersebar di seluruh bagian tubuh. Berapa lama ruam tersebut bertahan di kulit sangat bergantung pada tingkat infeksi virus terhadap orang tersebut. Pada tahap 1 cacar air, pasien akan merasa kelelahan, demam, iritasi kulit dan kelemahan. Pada tahan ini pasien harus memrawat benjolan-benjolan dan ruam yang muncul di kulit, karena jika benjolan-benjolan tersebut pecah dapat menimbulkan luka parut yang sulit hilang. Cairan yang terdapat dalam benjolan tersebut juga dapat menyebarkan virus baru yang menyebabkan munculnya benjolan baru di kulit. Tahap 2Pada tahap ini benjolan pada kulit akan berubah menjadi lepuhan. Saat benjolan membesar akan menyebabkan iritasi dan nyeri pada kulit. Lepuhan juga berisi cairan yang dapat pecah setiap saat. Bagian terburuk dari infeksi cacar air berlangsung pada periode ini. Periode ini berlangsung selama 4-5 hari setelah timbulnya bintik-bintik merah muda di kulit. Demam dan nyeri kepala paling parah juga terjadi pada tahap ini. Tahap ini merupakan tahap paling infeksius dari cacar air dan dapat menyebarkan cacar air terhadap lingkungan sekitarnya sehingga penderita cacar air harus dijauhkan dari orang yang sehat. Cuci pakaian pasien cacar terpisah dari yang lain. Tahap 3Ini merupakan tahap akhir cacar air. Pada tahap ini lepuhan akan pecah dan mengering. Lepuhan yang mengering akan menyebabkan kulit menjadi kasar. Saat lepuhan mengering akan membentung keropeng dan akan mengakhiri tahap infeksi cacar air. Penyembuhan kulit memang memerlukan waktu lebih lama lagi, tetapi sudah tidak menular lagi. Secara umum infeksi akan bertahan selama 10-12 hari. Tahap 1 terjadi selama 1-2 hari, dan infeksi menyebar ke seluruh tubuh dalam 48 jam. Tahap berikutnya terjadi dalam 4-5 hari dan tahap terakhir berlangsung selama 3-4 hari. Ini adalah waktu perkiraan dari infeksi cacar air. Baca juga: Mengenal Apa Itu Cacar air Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky