Your browser does not support JavaScript!
 23 Jul 2019    11:00 WIB
Tips Agar Bayi Menyukai Botol Susu
1.      Ciptakan Suasana Santai dan Tenang Sebelum membuat bayi anda menyukai botol susu, maka anda sendiri pun harus belajar untuk tetap tenang dan santai. Dengan bersikap demikian, dapat membuat bayi anda lebih nyaman dengan botol susu. Bayi merupakan manusia yang sangat sensitif dan dapat mengetahui bila ayah atau ibunya sedang stress. Oleh karena itu, ciptakanlah suasana yang tenang, santai, dan nyaman bagi anda dan bayi anda. Redupkan lampu di ruangan anda kemudian duduklah di kursi yang nyaman. Dengan demikian bayi anda dapat lebih menikmatinya makanannya.   2.      Cobalah Saat Bayi Anda Tidak Terlalu Lapar Rasa lapar dapat membuat bayi anda ingin segera memperoleh makanan dan mengkonsumsinya secepatnya serta membuatnya lebih rewel. Cobalah untuk menyusui bayi anda dengan menggunakan botol susu di saat bayi anda tidak terlalu lapar dan dengan demikian lebih memudahkannya menerima botol susu.   3.      Atur Posisi Bayi Anda Posisi terbaik untuk menyusui bayi anda adalah menidurkan bayi anda di tangan anda dengan sedikit diangkat ke atas. Pastikan agar posisi kepala, leher, dan tubuh bayi anda berada pada satu garis lurus. Posisikanlah bayi anda sedemikian rupa sehingga ia merasa nyaman dan dapat menikmati waktu makannya dengan baik.   4.      Bantu Bayi Anda Gunakanlah beberapa teknik dengan bantuan refleks menghisap bayi anda, seperti: Sentuhkah bibir bayi anda dengan dot botol susunya secara lembut dan tegas Masukkan dot tersebut ke dalam mulut bayi anda Kemudian tekan dot tersebut ke atas lidah bayi anda Dengan melakukan hal di atas, maka bayi anda secara tidak sadar akan melingkarkan lidahnya di sekeliling dot tersebut dan mencoba untuk menghisapnya sebelum kembali mendorong dot tersebut keluar dari mulutnya. Bersabarlah dan terus ulangi hal ini hingga bayi anda terbiasa dengannya.   5.      Coba Dot Lainnya Bayi dapat menjadi sangat pemilih mengenai ukuran dan bentuk dot yang disukainya.  Anda bahkan mungkin harus mencoba berbagai jenis dan ukuran dot sebelum menemukan dot mana yang disukai oleh bayi anda. Seorang ahli menyarankan untuk memilih dot berbentuk tabung dengan dasar yang cukup lebar sehingga bayi anda dapat menikmati susunya tanpa adanya susu yang mengalir keluar. Jika bayi anda sering mengendot, gunakanlah dot botol susu dengan bentuk dan ukuran yang mirip dengan dot tersebut. Pilihlah dot yang membuat susu keluar dengan jumlah yang sesuai, tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit.   6.      Jangan Memaksa Jangan memasukkan dot botol susu terlalu dalam ke dalam mulut bayi anda karena hal ini dapat mengiritasi gusi bayi anda dan membuat bayi anda kesal. Biarkanlah bayi anda menjelajahi dot botol susu tersebut. Jika setelah mencoba selama 10 menit bayi anda tetap rewel atau tidak mau minum, istirahatlah terlebih dulu.   7.      Minta Pasangan Anda Beberapa bayi yang memperoleh ASI sebelumnya seringkali menolak minum susu dari dot botol susu, terutama bila sang ibu yang memberikannya. Bayi dapat mendengar dan mencium suara dan bau tubuh ibunya. Oleh karena itu, cobalah untuk meminta pasangan anda memberikan susu pada bayi anda di ruangan yang berbeda. Dengan demikian, bayi anda mungkin mau mencoba meminum susu dari botol susunya.   8.      Hubungi Dokter Anda Teruslah mencoba dan jangan menyerah terlalu cepat. Seringkali diperlukan waktu beberapa hari sebelum bayi anda dapat menerima botol susunya. Akan tetapi jika bayi anda terus tidak mau minum susu dan mengalami penurunan berat badan atau tidak adanya kemajuan dalam usaha anda mencoba botol susu, konsultasilah dengan dokter anda mengenai cara lainnya.   Sumber: webmd
 04 Feb 2019    16:00 WIB
Susu Formula Bagi Buah Hati
Apapun susu formula yang anda pilih bagi buah hati, berapa banyak susu dan air yang anda gunakan sangatlah penting bagi kecukupan nutrisi bayi anda, terutama pada bayi prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah (kurang dari 2.500 gram). Hal ini dikarenakan kedua bayi tersebut memiliki gangguan fungsi organ (belum tumbuh secara maksimal) yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan susu formula yang tidak disiapkan dengan benar. Mencampur susu formula dengan terlalu banyak air dapat membahayakan kesehatan bayi anda karena kurangnya kandungan kalori di dalamnya. Kekurangan kalori ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan bayi anda dan bahkan dapat menyebabkan terjadinya kejang serta kerusakan otak.   Cara Tepat Membuat Susu Formula Mencampur dan membuat susu formula dengan tepat tergantung pada jenis susu formula yang anda gunakan. Pada sebagian besar susu formula bubuk, anda dapat membaca cara pembuatannya pada kemasannya, yang berupa 1 sendok susu bubuk bagi setiap 200 ml air. Masukkan susu bubuk ke dalam air dan kocoklah dengan benar hingga susu dan air tercampur rata. Pada susu formula cair, tambahkanlah 100 ml air pada 100 ml susu formula cair dan kemudian kocok hingga rata. Pada susu formula siap minum, anda tidak perlu mencampur susu ini dengan air. Anda hanya perlu menuangkan susu tersebut ke dalam botol susu bayi anda. Setelah dibuka, susu ini hanya dapat bertahan selama 2 hari di dalam kulkas.   Ukur Suhunya Sebelum memberikan susu pada bayi anda, selalu ukur suhunya. Tidak terlalu panas atau dingin adalah suhu yang tepat. Untuk mengukur suhu, anda dapat meneteskan beberapa tetes campuran susu formula tersebut ke punggung tangan anda. Jangan pernah memasukkan botol susu bayi anda ke dalam microwave karena dapat menyebabkan beberapa bagian botol terasa sangat panas dan dapat menyebabkan terjadinya luka bakar pada mulut bayi anda. Terdapat beberapa cara untuk menghangatkan campuran susu formula yang telah anda buat, yaitu: Rendamlah botol susu pada air hangat atau air panas selama beberapa menit Gunakanlah pemanas botol susu Setelah memanaskan botol susu ini, kocoklah kembali campuran susu formula tersebut hingga rata. Kemudian teteskan beberapa tetes di atas punggung tangan anda. Bila terasa lebih panas daripada air hangat, tunggulah sebentar untuk mendinginkan susu formula tersebut.   Berapa Banyak Susu yang Diperlukan Bayi Anda Setiap Harinya? Sebagian besar bayi lahir mengkonsumsi 150-300 ml susu setiap 2-3 jam. Akan tetapi, jumlah ini dapat bervariasi pada setiap bayi. Bila bayi anda memiliki berat badan lahir rendah atau prematur, maka anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak anda mengenai berapa banyak susu yang harus diberikan pada bayi anda setiap harinya.   Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Beberapa hal penting yang harus anda ingat bagi kesehatan bayi anda adalah: Jangan menambahkan jumlah air saat membuat campuran susu formula. Sangat penting agar anda membuat susu formula sesuai dengan petunjuknya. Hal ini berhubungan dengan kandungan nutrisi yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi anda. Selain itu, terlalu banyak air juga dapat menyebabkan terjadinya intoksikasi air, yang dapat menyebabkan terjadinya kejang Cucilah tangan anda dengan sabun sebelum membuat campuran susu formula. Selain itu, perhatikan juga kebersihan botol susu atau sendok pengukurnya Gunakanlah air bersih yang matang. Bila anda merebus air hingga mendidih, tunggulah hingga air menghangat sebelum mencampurkannya dengan susu formula Jangan biarkan campuran susu formula yang telah anda buat pada suhu ruangan. Segera berikan pada bayi anda atau simpan di dalam kulkas dalam waktu 1 jam setelah pembuatannya. Buanglah campuran susu formula yang telah berada pada suhu ruangan lebih dari 1 jam dan buanglah sisa susu pada botol susu bila bayi anda tidak dapat menghabiskannya   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 27 Aug 2015    20:00 WIB
Botol Susu Tepat untuk Anak Sehat
Para ibu sebaiknya teliti ya dalam memilih botol susu. Karena salah dalam memilih botol susu dapat berakibat buruk bagi kesehatan anak. Peneliti asal Amerika dan Kanada pada tahun 2008 menyebutkan bahwa telah ditemukannya botol susu bayi yang berbahaya karena mengandung plastik polikarbonat. Polikarbonat merupakan plastik kaku yang dapat menghasilkan produk samping saat dipanaskan berupa Bisphenol-A (BPA). Jadi, secara otomatis BPA yang terbentuk sangat berpotensi untuk larut dalam susu yang diminum anak Apa efek samping BPA? Paparan BPA terhadap anak dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan seperti gangguan hormon, gangguan sistem reproduksi, gangguan saraf, dan sistem daya tahan tubuh yang berpengaruh pada proses perkembangan anak. Bahaya tersebut dapat dihindari dengan memilih botol susu yang aman, tepat, dan terjaga kualitasnya Lalu bagaimana cara memilih botol susu yang aman? Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus pemilihan botol susu dalam dunia kesehatan.Yang harus Anda perhatikan adalah dari segi keamanan. Banyaknya botol susu yang beredar di pasaran dengan berbagai merk, bentuk, dan keunggulannya sering membuat para ibu menjadi bingung dalam memilih. Dalam artikel ini akan dibahas, bagaimana cara memilih botol susu yang aman dan baik untuk bayi Anda. Ayo disimak! Berikut ini adalah kriteria dalam memilih dan menggunakan botol susu dengan aman: Bahan botol susu Botol kaca Botol kaca biasanya tidak mengandung bahan kimia yang berpotensi terserap oleh susu dan tertelan bayi. Namun botol kaca lebih mudah pecah dan retak terutama saat proses sterilisasi. Botol juga bisa pecah ketika dipegang bayi dan akan sangat berbahaya jika pecahan kaca masuk ke dalam makanan. Untuk orang tua yang memilih botol kaca, sebaiknya gunakan botol kaca saat anak sudah mampu memegang botol dengan baik atau orang tua yang memegang botol saat pemberian makan. Lakukan dengan benar proses sterilisasi sesuai petunjuk agar botol tidak pecah atau retak Botol plastik Nilai plus yang dimiliki adalah ringan, kuat, dan tidak mudah pecah. Namun, dalam proses pembuatannya, botol susu bayi mengandung senyawa kimia yang disebut Bisphenol A (BPA). Senyawa ini biasa digunakan untuk memproduksi compact disk dan juga pembuatan kaleng. Untuk orang tua yang memilih botol plastik, pastikan Anda memilih botol yang aman. Botol plastik yang aman adalah botol dengan lambang #2HDPE, #4LDPE, dan #5PP. Plastik tergolong aman karena terbuat dari polypropylene atau polyethylene. Bahan tersebut diketahui tidak melarutkan kasinogen atau zat penyebab kanker. Ukuran Pilihlah botol susu dengan ukuran yang sesuai mulut bayi dan tahap perkembangannya. Tujuannya agar bayi merasa nyaman ketika minum susu dari dot, seperti pada payudara ibu. Bila Anda memberikan ukuran dot dan botol susu yang tidak sesuai bisa membuat bayi tersedak dan mengganggu pernapasan. Selalu baca dan ikuti petunjuk yang ada pada kemasan botol. Sesuaikan dengan usia bayi Anda Mudah dibersihkan Pilihlah botol susu yang mudah dibersihkan. Botol yang mudah dibersihkan akan memudahkan pekerjaan Anda. Jangan lupa selalu sterilkan botol menggunakan air mendidih atau peralatan steril elektronik untuk membunuh bakteri dan kuman yang mungkin tertinggal pada sisa - sisa susu yang telah diberikan. Setelah memilih botol susu dengan tepat, Anda tidak perlu khawatir buah hati tersayang akan terpapar zat kimia berbahaya. Lengkapi selalu kebutuhan nutrisi bayi Anda. Namun yang harus Anda ketahui bahwa ASI merupakan makanan terbaik bagi kesehatan serta tumbuh kembang bayi. Baca juga: Susu Formula Membuat Bayi Keracunan Arsenik, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: baby
 14 Dec 1901    04:05 WIB
Memilih Botol susu kaca atau plastik ?
Pada zaman dahulu, botol susu bayi terbuat dari kaca. Botol kaca memiliki senyawa Borosilicate Glass. Borosilicate Glass ini merupakan bahan kaca yang digunakan pada peralatan laboratorium. Botol kaca ini mampu menjaga suhu dlaam botol, botol tidak mudah retak dan pecah walaupun direbus sehingga memudahkan pada proses sterlisasi. Kaca, seperti yang kita tahu, memiliki massa yang berat dan sudah pasti memiliki resiko pecah lebih besar dinanding plastik. Karena kekurangannya tersebut, banyak orang mulai meninggalkan botol susu kaca dan beralih pada jenis plastik. Namun, banyak pemberitaan yang mengatakan bahwa botol yang terbuat dari plastik berpotensi buruk bagi kesehatan bayi dan membuat orang tua mempertimbangkan kembali botol-botol yang terbuat dari kaca. Lalu, mana yang lebih baik, botol susu dari kaca atau plastik?   Hal yang paling mengkhawatirkan dari botol susu kaca adalah mudah pecah. Kita pasti berpikir bagaimana anak kecil bisa meminum susu dari botol susu kaca yang suatu saat bisa terjatuh, pecah, dan membahayakan si kecil. Sisi positif dari bahan kaca adalah tidak adanya bahan kimia dalam kaca yang berpotensi terserap oleh susu dan tertelan bayi. Sedangkan untuk botol susu plastik, nilai plus yang dimiliki adalah ringan, kuat, dan tidak mudah pecah. Namun, dalam proses pembuatannya, botol susu bayi mengandung senyawa kimia yang disebut Bisphenol A (BPA). Senyawa ini biasa digunakan untuk memproduksi compact disk dan juga pembuatan kaleng.   Sebuah studi juga mengungkapkan bahwa sedikit saja bahan BPA yang terkandung dalam botol bisa mempengaruhi kinerja otak dan sistem reproduksi. BPA juga berkontribusi pada meningkatnya potensi kanker prostat dan payudara, kista ovarium,endometriosis, dan pubertas dini. Kenyataan ini pula yang membuat FDA (Badan Pangan dan Obat) memutuskan untuk menghilangkan bahan BPA pada semua produk botol susu bayi di Amerika.   Ada 3 macam botol bayi yang terbuat dari plastik, yaitu botol susu plastik biasa, botol susu plastik sekali pakai, dan botol susu kaca. Untuk memilih botol plastik mana yang sebaiknya digunakan, coba lihat angka pada bagian bawah botol. #7 berarti botol tersebut terbuat dari polycarbonate yang berarti terdapat senyawa BPA di dalamnya. #1, #2 atau #4 menandakan bahwa botol tersebut terbuat dati polyethylene. #5 berati terbuat dari polypropylene. Nomor 1,2,4 dan 5 bisa digunakan dengan aman karena tidak mengandung BPA.   Botol susu sekali pakai biasanya tidak terbuat dari BPA (lihat apakah ada informasi tentang BPA-free pada label). Botol ini biasanya dijual dengan harga tinggi tentu karena penggunaannya yang hanya 1 kali saja.   Namun jika Anda memilih botol susu kaca, sekarang telah banyak dijual botol kaca yang diproduksi dengan lapisan silicon pada bagian luarnya, jadi tidak mudah pecah. Jika Anda sudah menentukan pilihan, rawatlah botol susu bayi dengan memasukkan susu pada botol jika si kecil sudah siap untuk meminumnya. Jangan menghangatkan botol dalam microwave karena akan meningkatkan senyawa polycarbonate. Gunakan air suam-suam kuku untuk membersihkan dan menghangatkan susu bayi.