Your browser does not support JavaScript!
 17 Mar 2019    08:00 WIB
Apakah Anda Salah Satu Tipe Orang Yang Membosankan ?
1.  Merasa Bahagia Saat Teman Anda Membatalkan Rencananya Dengan AndaApakah anda merasa bahagia saat teman anda tiba-tiba membatalkan rencana makan malamnya dengan anda di hari sabtu? Setiap orang tentunya menginginkan waktu untuk dirinya sendiri, hal ini normal. Akan tetapi, bila anda mulai lebih sering menghabiskan waktu anda dengan menyendiri daripada bersama teman-teman anda, maka hal ini mungkin tanda bahwa anda telah menjadi orang yang membosankan.2.  Hidup Dalam RutinitiasApakah anda selalu memesan makanan yang sama setiap harinya atau pergi ke tempat yang sama setiap akhir pecan? Apakah anda merasa takut untuk mencoba sesuatu yang baru sehingga anda lebih memilih berbagai hal yang telah anda ketahui? Mencoba berbagai hal baru, seperti berpergian ke luar kota atau ke luar negri atau mencoba suatu restoran baru bersama pasangan atau teman anda merupakan suatu hal yang menyenangkan, yang dapat mencegah hidup anda menjadi monoton dan membosankan. Jika anda lebih suka berada di dalam rumah dan memesan makanan siap saji seperti biasanya, maka anda mungkin telah berubah menjadi orang yang membosankan.3.  Tidak Pernah BerpergianOrang yang menyenangkan selalu ingin mencoba sesuatu yang baru. Sementara itu, orang yang membosankan justru jarang melakukan sesuatu di luar rutinitias dan kebiasaannya, yang biasanya hanya berpusat pada pekerjaan dan waktu tidur. Jika anda telah mulai memasuki tahap ini, maka sediakanlah waktu bagi diri anda untuk berlibur ke berbagai tempat yang anda inginkan.4.  Tidak Ada Perubahan Dalam Kehidupan AndaBila saat teman anda bertanya bagaimana kehidupan anda saat ini dan anda hanya menjawab "sama saja" atau "tidak banyak berubah", maka hal ini dapat merupakan tanda bahwa anda telah mulai menjadi orang yang membosankan. Untuk mengatasinya, anda dapat mencoba untuk melakukan berbagai hal baru, bacalah buku baru, atau pelajarilah bahasa asing yang anda sukai atau lakukanlah hobi lain. Sedikit perubahan dalam hidup anda akan lebih baik daripada tidak ada perubahan sama sekali.5.  Berusaha Mengubah Topik PembicaraanPernahkah anda berusaha mengubah topik pembicaraan karena merasa takut kehabisan bahan pembicaraan? Bila pernah, maka hal ini dapat menjadi salah satu tanda bahwa anda mulai menjadi orang yang membosankan. Biarkanlah pembicaraan berlangsung secara alami dan nikmatilah.6.  Terlalu SeriusBukan berarti bersikap serius membuat anda menjadi orang yang membosankan. Sikap serius diperlukan untuk membantu anda mencapai impian atau menyelesaikan pekerjaan anda. Akan tetapi, bila anda selalu serius atau terlalu serius terhadap berbagai hal, bahkan hingga mengganggu orang lain, maka anda mungkin telah berubah menjadi orang yang membosankan. Bersikaplah santai dan nikmati kebersamaan anda bersama teman-teman anda. Usahakan untuk tidak membahas pekerjaan anda di setiap kesempatan dan di setiap pembicaraan.7.  Sering Mengeluh Tentang Berbagai HalTanda utama bahwa anda telah berubah menjadi orang yang membosankan dan bahkan cukup mengganggu adalah terus mengeluh tentang berbagai hal, bahkan setiap hal kecil yang anda alami. Hal ini dapat membuat teman, pasangan, dan keluarga anda merasa lelah dan bahkan terganggu. Berbagai keluhan yang anda katakana dapat membuat teman anda menjauhi anda.Sumber: lifespan
 02 Sep 2015    16:00 WIB
Kesepian Versus Obesitas, Hayo Mana Yang Lebih Berbahaya?
Seiring dengan kemajuan teknologi yang terjadi saat ini, maka semakin mudah bagi seseorang untuk mengisolasi dirinya dari lingkungan di sekitarnya. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa hal ini ternyata dapat berdampak buruk pada kesehatan Anda?   Para peneliti dari Brigham Young University di Utah, Amerika Serikat, menemukan bahwa isolasi diri dan rasa kesepian dapat membuat usia seseorang menjadi lebih pendek karena dapat mengganggu kesehatan orang tersebut, sama seperti gangguan kesehatan yang disebabkan oleh obesitas. Mereka menemukan bahwa rasa kesepian, isolasi diri, dan hidup sendirian dapat meningkatkan resiko terjadinya kematian dini hingga 26%, 29%, dan 32%.   Para peneliti menduga hal ini dikarenakan kurangnya pergaulan sosial, terutama yang bukan dikarenakan pilihan orang tersebut, dapat menyebabkan terjadinya gangguan emosional dan psikologis pada seseorang, terutama bila orang tersebut berusia kurang dari 65 tahun.   Oleh karena itu, para peneliti mengingatkan setiap orang untuk mulai memperhatikan kehidupan dan pergaulan sosialnya, bukan hanya berat badan dan apa makanan yang dikonsumsinya setiap hari.   Selain itu, para ahli lainnya juga menemukan bahwa rasa kesepian ternyata dapat meningkatkan kadar hormon stress, yaitu kortisol, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke dan serangan jantung.   Baca juga: 5 Cara Kembali Ceria Saat Merasa Kesepian   Sumber: huffingtonpost