Your browser does not support JavaScript!
 05 May 2019    11:00 WIB
Makanan Yang Baik Dikonsumsi Saat Sahur dan Berbuka
Selama bulan Ramadhan, para keluarga akan berkumpul untuk menikmati sajian makanan. Pada saat seperti ini pasti akan terpikir untuk mengonsumsi makanan favorit setelah hampir 14 jam berpuasa. Namun seperti kita ketahui, saat berpuasa seseorang tidak akan makan dan minum hampir 14 jam sehingga diperlukan nutrisi yang tepat saat santap sahur dan saat berbuka puasa.   Makanan apa yang baik dikonsumsi saat Sahur dan berbuka puasa? - Untuk sahur Menu untuk Sahur harus sehat. Karena pada keadaan ini makanan yang dikonsumsi harus mampu menyediakan energi yang cukup untuk bertahan selama berjam-jam saat Anda berpuasa.  Untuk Sahur harus terdapat makanan seperti:  Buah-buahan dan sayuran  Buah-buahan dan sayuran kaya akan serat, buah-buahan dan sayuran penting untuk dikonsumsi oleh Anda yang akan berpuasa karena dapat meningkatkan rasa kenyang dan membantu mencegah terjadinya sembelit. Selain itu buah-buahan dan sayuran juga mengandung vitamin, mineral dan fitokimia yang penting untuk kesehatan. Beras dan karbohidrat lainnya Karbohidrat tinggi serat seperti beras merah dan roti gandum membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga membantu untuk mempertahankan energi yang lebih lama.  Daging dan sumber protein lainnya Ayam tanpa kulit, ikan dan produk susu rendah lemak adalah sumber protein. Dengan mengonsumsi makanan tinggi protein hal ini akan membatasi asupan lemak. Selain itu, makanan tinggi protein membantu memperbaiki dan membentuk jaringan tubuh, dan membangun sistem kekebalan tubuh Anda. Mengkonsumsi produk susu tinggi kalsium Mengkonsumsi produk susu tinggi kalsium juga membantu mempertahankan tulang yang kuat. Untuk seseorang yang alergi terhadap laktosa dapat memilih susu bebas laktosa atau susu kedelai yang diperkaya kalsium.    - Untuk berbuka puasa Saat berbuka adalah waktu dimana Anda mengisi kembali energi yang hilang selama berpuasa sehingga diperlukan untuk mengkonsumsi makanan dari semua kelompok makanan utama: seperti buah dan sayuran, nasi, serta daging (termasuk susu).  Buah dan sayuran  Health Promotion Board (HPB) merekomendasikan dua porsi sayuran dan dua porsi buah per hari. Sehingga Anda harus mengkonsumsi masing-masing satu porsi buah dan satu porsi sayuran dalam dua kali makan.  Selama bulan Ramdhan kurma menjadi makanan wajib yang sering dikonsumsi. Selain merupakan sumber energi yang baik, kurma juga kaya akan kalium sehingga  membantu otot dan saraf berfungsi dengan baik. Namun jangan terlalu banyak mengkonsumsi kurma, karena kurma tinggi akan gula. Beras dan karbohidrat lainnya Roti gandum, beras merah atau mie gandum adalah karbohidrat kompleks yang memberikan tubuh energi, kaya akan serat dan mineral. Dibandingkan dengan makanan manis dan makanan penutup yang akan terbakar dengan cepat, karbohidrat kompleks ini memberikan energi yang lebih stabil dan bertahan lama.  Daging dan sumber protein lainnya Jangan lupakan makanan yang satu ini yaitu makanan yang kaya akan protein seperti daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan, telur, kacang-kacangan dan produk susu rendah lemak.   Untuk menjaga makanan Anda tetap sehat, batasi penggunaan minyak dan lebih baik mengunakan cara mengukus, memanggang, memanggang. Ketika memilih minyak, Anda juga harus lebih baik memilih lemak tak jenuh seperti minyak canola dan minyak kedelai. Gunakan saat Ramadan ini untuk menumbuhkan kebiasaan makan yang baik. Dan pada saat bulan puasa berakhir, Anda akan merasa lebih sehat.     Sumber : healthxchange
 17 May 2018    18:00 WIB
Berbagai Manfaat Menakjubkan Kurma Sebagai Menu Awal Berbuka Puasa
Berbuka dengan makanan manis sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan kadar gula darah dalam waktu singkat agar Anda kembali merasa segar setelah seharian berpuasa. Salah satu makanan yang menjadi menu favorit berbuka puasa selain kolak adalah buah kurma.   Mengapa kurma cocok sebagai menu berbuka puasa? Hal ini dikarenakan kurma merupakan salah satu buah yang mengandung paling banyak gula alami. Sekitar 75-87% kurma terdiri dari gula, di mana sekitar 55% di antaranya berbentuk glukosa, sedangkan 45% sisanya berbentuk fruktosa.   Di dalam tubuh, dengan cepat glukosa akan diubah menjadi fruktosa yang akan langsung diserap oleh organ pencernaan Anda sebagai sumber energi. Energi yang diperoleh ini akan langsung dihantarkan ke berbagai jaringan tubuh penting yang memerlukannya seperti otak, saraf, sel darah merah, dan sel tulang belakang.   Selain itu, kurma juga mengandung sejumlah protein, lemak, vitamin A, vitamin B2, dan vitamin B12. Buah kurma juga mengandung beberapa jenis mineral yang baik bagi kesehatan seperti kalsium, fosfor, kalium, sulfat, natrium, magnesium, kobalt, seng, florin, tembaga, mangan, dan sejumlah selulosa.   Karena kandungan nutrisi di dalamnya, kurma pun memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan manusia, seperti: Mencegah terjadinya gangguan sistem pencernaan Mengatasi sembelit Menghaluskan kulit Menebalkan rambut Meningkatkan berat badan Membantu menjaga kesehatan jantung Mencegah terjadinya kanker usus     Sumber: saibumi
 21 Jun 2016    12:00 WIB
Penanganan Diabetes Tipe 2 Saat Berpuasa Part 1
Bagi penderita diabetes tipe 2 dengan kadar gula darah yang terkendali baik hanya dengan mengubah pola makan, maka resiko terjadinya gangguan kesehatan tertentu saat berpuasa cukup rendah. Akan tetapi, mereka tetap saja memiliki resiko untuk mengalami hiperglikemia setelah sahur dan berbuka puasa, apalagi bila penderita makan secara berlebihan. Membagi porsi makan menjadi 2-3 kali setiap harinya saat berbuka dapat membantu mencegah terjadinya hiperglikemia. Selain itu, penderita juga dianjurkan untuk tetap berolahraga tetapi dengan intensitas yang lebih ringan dan waktu yang lebih singkat untuk mencegah terjadinya hipoglikemia. Waktu berolahraga juga harus diubah, yaitu 2 jam setelah berbuka puasa. Pada orang lanjut usia yang juga menderita diabetes tipe 2 tetapi tetap ingin berpuasa, maka mereka mungkin memilliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita trombosis (terbentuknya bekuan darah di dalam pembuluh darah).   Bila Penderita Mengkonsumsi Obat Anti Diabetes Oral Secara umum, pilihan obat anti diabetes oral yang dianjurkan adalah obat yang berfungsi untuk meningkatkan sensitivitas insulin, karena akan menurunkan resiko terjadinya hipoglikemia, dibandingkan dengan obat oral lainnya yang hanya berfungsi untuk meningkatkan sekresi (pengeluaran) insulin. Metformin Penderita diabetes yang mengkonsumsi metformin saja mungkin dapat berpuasa dengan aman karena kemungkinan terjadinya hipoglikemia sangat kecil. Akan tetapi, waktu pemberian obat dianjurkan untuk diubah selama penderita berpuasa. Dianjurkan agar Anda mengkonsumsi 2/3 dosis harian sebelum waktu berbuka puasa dan 1/3 sisanya dikonsumsi sebelum sahur. Glitazon Penderita diabetes yang mengkonsumsi obat anti diabetes oral golongan glitazon memiliki resiko hipoglikemia yang rendah karena obat ini bekerja dengan cara meningkatkan sensitivitas insulin. Selain itu, selama berpuasa penderita biasanya tidak memerlukan perubahan dosis obat. Sulfonilurea Obat golongan sulfonilurea diduga tidak cocok digunakan saat seseorang berpuasa karena dapat meningkatkan resiko terjadinya hipoglikemia. Oleh karena itu, penderita diabetes yang mengkonsumsi klorpropamid sangat tidak dianjurkan untuk berpuasa karena memiliki resiko yang sangat tinggi untuk mengalami hipoglikemia dalam jangka waktu lama dan tak terduga. Insulin Kerja Singkat Beberapa obat insulin kerja singkat seperti repaglinide dan nateglinide dapat digunakan karena memiliki waktu kerja yang singkat. Dosis yang dianjurkan adalah 2 kali sehari, yaitu sebelum berbuka puasa dan sebelum sahur.   Sumber: diabetesjournals
 16 Jun 2016    08:00 WIB
Makanan Sehat yang Bikin Tubuh Tetap Bugar Ketika Puasa
Ketika puasa, tubuh perlu nutrisi yang cukup agar mampu menjalani aktivitas sehari-hari. Berikut beberapa tips makan sehat selama puasa Ramadan.   MAKANAN YANG TIDAK MEMBUAT DEHIDRASI Dehidrasi adalah masalah umum yang terjadi selama puasa. Jika tidak ingin mengalami hal serupa, coba konsumsi makanan yang banyak mengandung air dan hindari minuman yang membuat dehidrasi seperti kopi dan soda.   HINDARI MAKANAN YANG DIGORENG Makanan yang digoreng, terlalu manis, atau terlalu pedas juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama puasa. Semuanya cukup sulit dicerna tubuh dan juga memicu masalah kesehatan serius seperti sakit maag dan gangguan sistem pencernaan lainnya. Sebagai gantinya, olah makanan dengan cara direbus atau dipanggang.   BATASI KARBO Kurangi porsi karbohidrat selama puasa, sebaliknya perbanyak konsumsi serat dan protein. Tujuannya adalah untuk membuat perut kenyang lebih lama dan melancarkan pencernaan.   HINDARI JUNK FOOD Memang makanan cepat saji atau makanan olahan bisa diperoleh dengan mudah. Namun hampir tidak ada nilai gizi yang terkandung di dalamnya. Maka dari itu, jangan malas memasak makanan sendiri di rumah selama bulan Ramadan.   HINDARI MAKANAN PUTIH Beberapa contoh makanan putih adalah roti, nasi, dan gula. Pengganti makanan putih yang lebih sehat bisa diperoleh dari roti gandum, brown rice, atau madu sebagai pemanis alami. Mengapa makanan putih kurang sehat? Hal ini dikarenakan makanan putih telah melalui berbagai proses pengolahan yang membuat kandungan nutrisi di dalamnya banyak berkurang. Baca juga: Kapan Seorang Anak Sudah Boleh Berpuasa Sumber: huffingtonpost