Your browser does not support JavaScript!
 21 Feb 2020    11:00 WIB
Menderita Hipotiroidisme, Bagaimana Cara Menurunkan Berat Badan?
Hipotiroidisme merupakan suatu gangguan kesehatan yang terjadi akibat kelenjar tiroid tidak memproduksi cukup banyak hormon tiroid. Gejala hipotiroidisme yang paling sering ditemukan adalah peningkatan berat badan tanpa penyebab yang jelas, merasa sangat lelah, dan tonus otot lemah. Berbagai gejala di atas akan membuat seorang penderita hipotiroidisme mengalami kesulitan untuk menjaga berat badannya tetap ideal atau tampak energetik. Akan tetapi, di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu Anda menjaga berat badan Anda atau bahkan menurunkan berat badan Anda.   1.      Minum Obat Dengan Teratur Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk menjaga berat badan Anda agar tidak kembali meningkat adalah dengan mengkonsumsi obat Anda secara teratur, sesuai dengan dosis yang telah diberikan oleh dokter Anda. Jika Anda merasa obat Anda tidak bekerja sebagaimana mestinya, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter Anda.   2.      Teratur Berolahraga Berolahraga seperti berjalan cepat atau berenang dapat memperlancar aliran darah dan meningkatkan denyut jantung Anda. Usahakanlah untuk berolahraga selama setidaknya 30 menit 4 kali setiap minggunya.   3.      Konsumsilah Suplemen Iodium Suplemen iodium telah terbukti dapat membantu meningkatkan fungsi kelenjar tiroid. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi suplemen apapun.   4.      Konsumsi Teh Hijau Teh hijau telah terbukti dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh dan mengurangi rasa lelah yang banyak dialami oleh penderita gangguan hipotiroidisme.   5.      Tambahkan Cabai Rawit Dalam Makanan Anda Cabai rawit merupakan suatu tanaman herbal yang mengandung vitamin A, B, C, kalium, dan kalsium. Hal ini dapat membantu proses pencernaan dan mengurangi nafsu makan penderita serta meningkatkan proses pencernaan lemak.     Sumber: ehow
 03 Feb 2020    11:00 WIB
6 Kebiasaan Minum yang Dapat Membuat Berat Badan Anda Bertambah
Memang benar bahwa makanan merupakan hal pertama yang harus diperhatikan saat Anda berusaha untuk menurunkan berat badan, akan tetapi, tahukah Anda bahwa minuman yang Anda konsumsi ternyata juga berpengaruh? Di bawah ini terdapat beberapa hal yang membuat pilihan minuman Anda turut berperan dalam proses peningkatan berat badan Anda.   1.      Mengkonsumsi Jus Sayuran Anda mungkin mengira bahwa mengkonsumsi jus sayuran dapat membantu menurunkan berat badan Anda, akan tetapi tahukah bahwa jus buah juga dapat mengandung gula yang berarti juga mengandung banyak kalori. Mengkonsumsi buah segar merupakan pilihan yang lebih baik karena buah segar masih mengandung banyak serat tidak seperti jus buah yang tidak lagi mengandung serat.   2.      Tidak Mengkonsumsi Cukup Banyak Air Putih Banyak orang tidak mengetahui bahwa air putih sebenarnya juga merupakan suatu antioksidan, terutama hidrogen yang terdapat di dalam air putih dapat membantu melindungi tubuh Anda dari berbagai radikal bebas. Dehidrasi dapat membuat fungsi tubuh Anda terganggu, bahkan dehidrasi ringan sekalipun. Rasa haus juga seringkali disalahartikan sebagai rasa lapar.   3.      Terlalu Banyak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Minuman beralkohol merupakan salah satu jenis minuman yang dapat merusak rencana Anda untuk menurunkan berat badan. Bir misalnya dapat memicu timbulnya reaksi peradangan di dalam tubuh yang dapat sangat mempengaruhi berat badan.   4.      Terlalu Banyak Mengkonsumsi Smoothies Smoothies merupakan salah satu jenis minuman yang sangat baik dikonsumsi bila Anda sedang berusaha untuk menaikkan berat badan, bukan sebaliknya. Hal ini dikarenakan walaupun smoothies mengandung banyak nutrisi, akan tetapi smoothies juga mengandung banyak kalori.   5.      Sering Mengkonsumsi Diet Soda Walaupun memiliki nama diet soda, minuman ini tetap saja seburuk minuman bersoda lainnya. Hal ini dikarenakan diet soda juga dapat memicu produksi hormon insulin seperti halnya minuman bersoda lainnya yang mengandung banyak gula, yang tentu saja dapat mengubah reaksi tubuh Anda terhadap gula. Selain itu, pemanis buatan juga lebih kuat dibandingkan dengan gula asli sehingga mereka mungkin tidak terasa terlalu manis, akan tetapi memiliki efek sama seperti halnya gula.   6.      Terlalu Banyak Mengkonsumsi Kopi Mengkonsumsi kopi dalam jumlah sedikit memang dapat membantu Anda bekerja dan berolahraga dengan lebih baik, akan tetapi mengkonsumsi kopi secara berlebihan, misalnya lebih dari 3 gelas sehari dapat membuat Anda merasa sangat lelah dan sulit berolahraga. Selain itu, memang benar bahwa kopi hitam tidak akan menyebabkan berat badan Anda meningkat, akan tetapi sirup, susu, dan krim yang ditambahkan ke dalam kopi tersebutlah yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan.     Sumber: womenshealthmag
 24 Jan 2020    08:00 WIB
Berbagai Makanan Sumber Energi dan Penurun Berat Badan
  Kacang-kacangan Kacang-kacangan seperti kacang hitam dan polong mengandung banyak serat yang dapat berfungsi seperti prebiotik untuk membantu meningkatkan kesehatan usus dan meningkatkan energi Anda. Selain itu, kacang-kacangan juga akan melepaskan protein dan energi secara perlahan yang dapat membuat Anda kenyang lebih lama dan membantu proses penurunan berat badan.   Oat Karena oat merupakan gandum utuh, maka oat pun terbebas dari berbagai proses pengolahan yang dapat mengurangi manfaat gandum bagi kesehatan. Oat mengandung serat larut air, yang dapat menyerap air, kolesterol, dan membantu meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh Anda. Selain membuat Anda kenyang lebih lama, serat larut air ini juga dapat membantu mengatur kadar gula darah Anda, yang membuat aliran energi tubuh Anda lebih stabil di sepanjang hari.   Sayuran Beberapa jenis sayuran seperti brokoli dan kale dapat membantu menurunkan berat badan dan membantu tubuh mengeluarkan berbagai zat karsinogenik dari dalam tubuh. Selain itu, sayuran ini juga mengandung sangat sedikit kalori, tinggi serat dan air, yang dapat membuat Anda tetap kenyang sepanjang hari. Karena mengandung banyak selenium dan sulfur, sayuran ini juga dapat membantu proses detoksifikasi hati dan meningkatkan fungsi berbagai organ tubuh. Selain itu, sayuran ini juga dapat membantu meningkatkan produksi kolagen untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut Anda.   Alpukat Alpukat mengandung banyak lemak tidak jenuh tunggal yang dapat membantu penyerapan vitamin dan lemak. Hal ini dapat membantu Anda tetap bertenaga sepanjang hari. Selain itu, tubuh juga memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna lemak dibandingkan nutrisi lainnya, yang dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Alpukat juga mengandung sangat banyak serat.   Makanan Fermentasi Berbagai jenis makanan fermentasi seperti yogurt dan kimchi dapat meningkatkan kesehatan metabolisme tubuh Anda dan membantu proses penurunan berat badan. Hal ini dikarenakan keduanya dapat membantu menjaga kesehatan usus Anda yang juga penting untuk membantu proses penurunan berat badan Anda. Gangguan kesehatan usus karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan olahan dan gula dapat menyebabkan peningkatan berat badan, obesitas, dan sindrom metabolik. Selain itu, makanan fermentasi ini juga mengandung banyak protein, yang dapat membuat Anda tetap kenyang dan bertenaga. Pilihlah produk yang tidak mengandung gula tambahan.   Teh Teh putih, hijau, oolong, dan pu-erh merupakan jenis teh terbaik karena tidak terlalu banyak diolah. Selain itu, berbagai jenis teh ini juga sangat bermanfaat bagi metabolisme tubuh Anda. Teh juga mengandung kafein, yang walaupun lebih sedikit daripada kopi, juga dapat membuat Anda lebih bertenaga.   Air Putih Menjaga tubuh Anda mendapatkan cukup air yang dibutuhkannya akan mencegah Anda salah mengira rasa haus sebagai rasa lapar, yang juga penting untuk menjaga suplai tenaga Anda. Sekitar 70% tubuh manusia terdiri dari air, yang dapat membantu meningkatkan fungsi organ tubuh hingga optimal, yang dapat membantu fungsi hati dan ginjal.     Sumber: womenshealthmag
 21 Jan 2020    08:00 WIB
Kebiasaan yang Membuat Diet Tak Optimal
Memiliki badan ideal merupakan idaman semua orang, maka tak jarang orang akan berusaha untuk membentuk badan mereka menjadi ideal dengan cara menjaga pola makan dan olah raga. Semua usaha telah dilakukan dengan giat, namun apa daya jika berat badan tak kunjung turun?   Dibawah ini terdapat beberapa hal yang dapat Anda evaluasi apakah kebiasaan  ini masih Anda lakukan: 1.  Tidak Tahu Berapa Jumlah Kalori yang Telah Anda Konsumsi Walaupun terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan, tetapi penyebab utama peningkatan berat badan adalah lebih banyaknya energi yang dikonsumsi daripada energi yang dikeluarkan. Banyak orang tidak mengetahui berapa banyak kalori yang telah dikonsumsinya setiap hari dan terus makan sepanjang hari.    2.  Menggunakan Piring Makan yang Besar Ukurang piring makan yang Anda gunakan turut berperan dalam diet Anda. Manusia seringkali menggunakan ukuran piring atau mangkok yang mereka gunakan untuk menentukan berapa banyak makanan yang telah mereka konsumsi. Gantilah piring makan Anda dengan piring yang lebih kecil. Saat Anda melihat betapa penuh piring makan Anda, maka Anda pun akan lebih jarang merasa kelaparan walaupun porsi makan Anda berkurang.    3.  Terlalu Sering Makan di Luar Berdasarkan data berbagai penelitian, para ahli menemukan bahwa saat seseorang makan di luar rumah, maka mereka makan lebih banyak atau mengkonsumsi makanan dengan kalori yang lebih tinggi atau keduanya. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda memasak sendiri makanan Anda. Bila Anda tetap ingin sesekali makan di luar, maka pastikan Anda memilih makanan sehat dengan porsi yang tidak terlalu besar.    4.  Jarang Menimbang Berat Badan Bila Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, maka menimbang berat badan Anda secara teratur, baik setiap hari maupun sekali setiap minggu dapat membantu usaha Anda untuk menurunkan berat badan. Akan tetapi, ingatlah bahwa berat badan yang berubah-ubah setiap harinya merupakan hal yang normal. Timbanglah berat badan Anda setiap pagi dan selalu gunakan timbangan yang sama setiap kalinya.    5.  Sering Mengkonsumsi Minuman Berkalori Berdasarkan sebuah penelitian, mengkonsumsi terlalu banyak dan terlalu sering berbagai jenis minuman berkalori berhubungan dengan terjadinya obesitas dan diabetes tipe 2. Pilihlah minuman tanpa kalori seperti air putih, kopi hitam, atau teh.    6.  Mengemil di Malam Hari Kebiasaan mengemil di malam hari merupakan kebiasaan yang sangat buruk bila Anda ingin menurunkan berat badan. Berbagai penelitian menemukan bahwa orang yang sering mengkonsumsi banyak kalori di waktu malam lebih sering memiliki berat badan berlebih dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi lebih banyak kalori di siang hari.  Para peneliti menemukan bahwa makan di atas jam delapan malam merupakan salah satu penyebab terjadinya peningkatan berat badan seseorang, tidak peduli berapa total energi yang digunakan di sepanjang hari dan tidak peduli jam berapa orang tersebut tidur atau berapa lama mereka tidur.    7.  Mengkonsumsi Terlalu Banyak Gula Orang yang sangat menyukai makanan manis cenderung lebih mudah mengalami peningkatan berat badan dan sering menggunakan makanan atau minuman manis untuk menenangkan diri juga dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Hindarilah konsumsi minuman bersoda karena minuman ini justru dapat membuat Anda semakin ingin mengkonsumsi makanan atau minuman manis.    8.  Kurang Tidur Kurang tidur dapat mengganggu proses penurunan berat badan Anda dan justru dapat meningkatkan berat badan Anda. Hal ini dikarenakan kurang tidur dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormon pengatur nafsu makan, yang membuat tubuh memproduksi lebih banyak hormon yang memicu rasa lapar (ghrelin) dan menekan produksi hormon yang memicu rasa kenyang (leptin). Jadi, kurang tidur dapat membuat Anda merasa lebih lapar dan membuat Anda lebih ingin mengkonsumsi makanan tinggi kalori seperti karbohidrat dan lemak.  Tidurlah setidaknya selama 7-8 jam setiap harinya. Tidur dan bangunlah pada waktu yang sama setiap harinya, bahkan pada saat liburan atau akhir pekan.    9.  Jarang Berolahraga Apakah kesibukan Anda dalam bekerja membuat Anda tidak dapat berolahraga? Para ahli menganjurkan agar Anda berolahraga dengan intensitas sedang selama setidaknya 150 menit setiap minggunya. Jika Anda tidak dapat berolahraga selama 20-30 menit setiap harinya, maka lakukanlah lebih banyak aktivitas fisik seperti naik tangga daripada naik lift.       Sumber: livestrong
 16 Jan 2020    16:00 WIB
Selalu Ingin Bertambah Kurus??? Hati-hati Anoreksia!!
Anoreksia nervosa merupakan gangguan makan yang membuat penderitanya sangat terobsesi untuk menjadi kurus. Gangguan makan ini memang lebih sering ditemukan pada wanita, tetapi juga dapat terjadi pada pria, walaupun agak jarang. Bagaimana cara mengetahui apakah Anda atau seseorang menderita anoreksia? Di bawah ini Anda dapat melihat kriteria anoreksia nervosa berdasarkan the Diagnostic and Statistical Manual of Disorders (DSM-IV), seperti: Berat badannya kurang bila dibandingkan dengan berat badan seseorang pada usia dan tinggi badannya Sangat takut akan peningkatan berat badan atau pun menjadi gemuk, walaupun berat badan mereka sebenarnya sudah kurang Terus memikirkan ukuran dan bentuk tubuhnya Sangat terpengaruh (secara tidak wajar) pada bentuk atau berat badannya saat menilai dirinya sendiri Tidak mendapat menstruasi selama 3 bulan berturut-turut (wanita) Pada anoreksia nervosa, penderita tidak hanya mengalami gangguan fisik, tetapi juga gangguan psikologis, sehingga penanganannya pun sedikit berbeda. Diperlukan kerja sama dari beberapa tenaga kesehatan untuk mengatasi gangguan fisik dan emosional yang dialami oleh penderita. Walaupun tampaknya tidak terlalu berbahaya, akan tetapi anoreksia nervosa juga dapat menyebabkan kematian, bahkan yang paling tinggi di antara berbagai gangguan psikologis lainnya, yaitu antara 5-15%.   Baca juga: Pria Juga Bisa Mengalami Anoreksia Lho!!!   Penyebab dan Pemicu Anoreksia Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya anoreksia nervosa seperti: Riwayat keluarga Kepribadian seseorang, misalnya perfeksionis dan tidak percaya diri Faktor lingkungan Selain itu, berbagai tayangan televisi yang terus menyatakan bahwa wanita langsing adalah wanita yang cantik membuat banyak wanita, termasuk anak-anak mempercayai bahwa bila mereka tidak langsing maka mereka tidak cantik. Berdasarkan pada sebuah penelitian yang dilakukan di Singapura, terdapat beberapa hal lain yang juga dapat memicu terjadinya anoreksia seperti sering diejek karena berat badannya atau karena stress dengan masalah di tempat kerja atau pun sekolah. Para peneliti juga menemukan bahwa rata-rata penderita anoreksia mulai menunjukkan gejala-gejala anoreksia saat mereka berusia 15.5 tahun, di mana sekitar 25.4% di antaranya juga menderita depresi. Pengobatan sedini mungkin telah terbukti cukup efektif untuk mengatasi anoreksia, di mana penderita dapat sembuh dan menjaga berat badannya tetap dalam batas normal. Bila tidak diobati, maka anoreksia dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan seperti osteoporosis, gangguan jantung, gangguan hati, dan gangguan ginjal. Selain itu, anoreksia juga dapat menyebabkan perubahan pada otak, yang dapat mempengaruhi prestasi belajar di sekolah atau pun di tempat kerja. Penderita dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit bila mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu: Mengalami malnutrisi berat Denyut jantung lambat Tekanan darah rendah Jika seluruh pengobatan rawat jalan gagal   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 11 Jan 2020    11:00 WIB
10 Tanda Anda Mungkin Telah Mengalami Obesitas
• Lutut Terasa Nyeri Jika Anda mengalami nyeri lutut dan memiliki berat badan berlebih yang sangat sulit diturunkan, maka Anda mungkin mengalami obesitas.    Nyeri Pinggang Selain obesitas, memang masih banyak penyebab lain dari nyeri pinggang. Akan tetapi, bila Anda tidak mengalami beberapa hal di bawah ini maka Anda mungkin mengalami obesitas. Beberapa hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri pinggang adalah: Baru saja terjatuh Pernah mengalami suatu kecelakaan di masa lalu Sering mengangkat barang berat Bekerja terlalu keras   Depresi Orang yang mengalami obesitas sering mengalami depresi. Hal ini juga berlaku pada orang yang mengira bahwa mereka mengalami obesitas. Anda mungkin merasa malu untuk pergi ke luar, takut bertemu dengan orang baru, dan takut akan penilaian orang lain. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya depresi. Berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk membantu mengatasi gejala depresi yang mungkin telah Anda alami.   Sulit Berjalan Apakah Anda mengalami kesulitan saat berjalan, terutama bila Anda harus berjalan cukup jauh? Apakah Anda merasa kehabisan napas? Bagi seorang penderita obesitas, berjalan kaki dapat menjadi suatu hal yang sulit dilakukan. Hal ini karena kaki Anda akan mulai terasa nyeri dank ram.   Sulit Melakukan Aktivitas Sehari-hari Apakah Anda mulai sulit melakukan aktivitas sehari-hari? Atau mudah merasa lelah saat harus berdiri dan memasak di dapur? Jika Anda merasa kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari yang biasanya dapat dengan mudah Anda lakukan, maka Anda mungkin harus mulai menurunkan berat badan Anda.   Rasa Seperti Terbakar di Dada Banyak penderita obesitas mengalami gejala tidak enak ini hampir di setiap harinya. Jika Anda sering mengalami gejala ini, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter Anda.   Bercak Kemerahan Pada Daerah Lipatan Tubuh Apakah Anda menemukan adanya bercak kemerahan pada daerah lipatan tubuh Anda. Hal ini dikarenakan panas yang terkumpul pada daerah lipatan tubuh akan menyebabkan kulit menjadi kemerahan. Bercak ini dapat terasa nyeri saat disentuh. Anda dapat mengurangi nyeri dan mencegah terjadinya luka dengan mengoleskan bedak bayi pada daerah lipatan tubuh Anda.   Sesak Napas Apakah Anda sering mengalami sesak napas walaupun tidak berolahraga berat? Sesak napas merupakan salah satu tanda obesitas. Sesak napas saat berjalan dengan jarak dekat juga merupakan salah satu tanda obesitas.   Mendengkur Memiliki kebiasaan mendengkur bukan berarti Anda pasti mengalami obesitas. Akan tetapi, seorang penderita obesitas cenderung lebih sering memiliki kebiasaan ini.    Gangguan Tidur Apnea Seseorang yang menderita obesitas beresiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan tidur apnea. Gangguan tidur apnea merupakan suatu keadaan di mana seseorang mengalami henti napas selama beberapa waktu saat tidur. Berkonsultasilah segera dengan dokter Anda bila Anda mengalami gangguan ini.       Sumber: fitene
 29 Dec 2019    16:00 WIB
5 Minuman yang Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan
Infuse Water dan Air Putih Mengkonsumsi cukup air putih merupakan hal yang penting jika Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan. Mengkonsumsi cukup air putih dapat menjaga keseimbangan cairan tubuh Anda dan mengeluarkan cairan yang berlebihan di dalam tubuh. Selain itu, mengkonsumsi air putih juga dapat membuat Anda merasa kenyang. Akan tetapi, jika air putih biasa membuat Anda kurang tertarik, maka Anda dapat membuat infuse water dengan menggunakan berbagai jenis buah atau tanaman herbal segar rendah kalori.   Smoothie Semangka Selama smoothie ini tidak mengandung gula, maka Anda dapat mengkonsumsinya tanpa takut menjadi gemuk. Selain itu, semangka juga merupakan buah yang rendah kalori. Semangka juga mengandung banyak air, berbagai jenis nutrisi, likopene, dan arginin.  Sebuah penelitian menemukan bahwa arginin dapat menurunkan kadar lemak tubuh dan meningkatkan massa otot tubuh.   Es Teh Pepermin Teh pepermin dapat membantu saluran pencernaan Anda untuk mencerna lemak.   Teh Hijau Selain dapat menurunkan resiko terjadinya kanker dan penyakit jantung, teh hijau juga mengandung katekin, sejenis antioksidan. Berdasarkan berbagai penelitian, antioksidan ini telah terbukti dapat membantu mengurangi lemak pada perut. Selain itu, mengkonsumsi teh hijau sebelum berolahraga juga dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak saat Anda berolahraga.   Dark Coklat Milkshake Coklat, terutama dark coklat dapat membantu menurunkan berat badan Anda karena mampu menurunkan nafsu makan dan mengurangi keinginan Anda untuk makan secara keseluruhan. Baca juga: Terlalu Banyak Olahraga? Sumber: fitbie
 14 Dec 2019    16:00 WIB
Berapa Banyak Peningkatan Berat Badan Pada Ibu Hamil Sebaiknya ?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa wanita yang mengalami peningkatan berat badan terlalu banyak atau terlalu sedikit saat hamil dapat meningkatkan resiko anak untuk memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas. Selain itu, karena anak yang lahir dari ibu yang mengalami peningkatan berat berlebih selama hamil memiliki resiko yang lebih tinggi untuk memiliki berat badan berlebih atau bahkan obesitas dibandingkan dengan anak yang lahir dari wanita dengan berat badan normal, maka hal ini berarti bahwa efek ini tidak berhubungan dengan faktor genetika. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 4.145 orang wanita yang telah diminta untuk mengisi sebuah survei kesehatan saat mereka hamil di antara tahun 2007-2009 dan telah melahirkan. Para peneliti kemudian melihat rekam medis anak-anak yang dilahirkan, yang telah berusia antara 2-5 tahun dan menemukan bahwa sekitar 20.4% anak yang dilahirkan oleh wanita yang mengalami peningkatan berat badan lebih daripada yang dianjurkan memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas. Sementara itu, sekitar 19.5% anak yang dilahirkan oleh wanita yang mengalami peningkatan berat badan kurang daripada yang dianjurkan juga memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas dan sekitar 14.5% anak yang dilahirkan oleh anak yang mengalami peningkatan berat badan sesuai dengan yang dianjurkan memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa anak yang dilahirkan oleh wanita yang memiliki indeks massa tubuh normal sebelum hamil dan mengalami peningkatan berat badan kurang daripada yang dianjurkan, justru memiliki resiko yang lebih tinggi yaitu hingga 63% untuk memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas. Sementara itu, anak yang dilahirkan oleh wanita yang memiliki indeks massa tubuh normal sebelum hamil dan mengalami peningkatan berat badan lebih daripada yang dianjurkan, memiliki resiko yang lebih tinggi yaitu hingga 80% untuk memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas.   Berapa Banyak Peningkatan Berat Badan yang Boleh Terjadi Saat Hamil? Bagi seorang wanita yang mengalami obesitas yaitu yang memiliki indeks massa tubuh 30 atau lebih, dianjurkan untuk hanya mengalami peningkatan berat badan sebanyak 5.5-10 kg saat hamil. Bagi wanita yang memiliki berat badan berlebih (indeks massa tubuh antara 25-29), dianjurkan untuk hanya mengalami peningkatan berat badan sebanyak 7.5-12.5 kg saat hamil. Bagi wanita yang memiliki berat badan normal (indeks massa tubuh antara 18.5-25), dianjurkan untuk hanya mengalami peningkatan berat badan sebanyak 12.5-17.5 kg saat hamil. Bagi wanita dengan berat badan kurang (indeks massa tubuh kurang dari 18.5), dianjurkan untuk mengalami peningkatan berat badan sebanyak 14-20 kg saat hamil.   Efek Jangka Panjang Pada Bayi Para peneliti pun mengatakan bahwa mengalami peningkatan berat badan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit saat hamil dapat mempengaruhi bayi secara permanen, yaitu pada mekanisme tubuh yang mengatur keseimbangan energi dan laju metabolisme tubuh seperti pengendalian nafsu makan dan pembakaran energi. Hal inilah yang diduga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan berat badan anak di masa yang akan datang.   Sumber: healthline
 02 Dec 2019    18:00 WIB
Benarkah Mengkonsumsi Kentang Membuat Berat Badan Sulit Turun?
Memang benar kentang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Indeks glikemik merupakan suatu ukuran yang menyatakan kemampuan suatu makanan untuk meningkatkan kadar gula darah dalam waktu singkat. Akan tetapi, sebuah penelitian baru di Amerika menunjukkan bahwa seseorang masih tetap dapat mengkonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi, termasuk kentang, dan tetap mengalami penurunan berat badan. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 90 orang pria dan wanita dengan berat badan berlebih dan meminta mereka untuk melakukan salah satu dari 3 jenis diet berikut ini, yaitu: Mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi tetapi tetap mengkonsumsi berbagai jenis makanan dengan indeks glikemik yang tinggi Mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi dan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik yang tinggi Tidak membatasi jumlah kalori yang dikonsumsi dan tidak membatasi konsumsi makanan dengan indeks glikemik yang tinggi Para peneliti kemudian meminta ketiga kelompok peserta penelitian tersebut kentang coklat dan kentang merah, resep sehat, dan meminta mereka untuk mengkonsumsi keduanya sebanyak 5-7 porsi setiap minggunya. Setelah melakukan salah satu diet di atas selama 12 minggu, para peserta penelitian pada ketiga kelompok di atas pun telah mengalami penurunan berat badan, bahkan pada kelompok ketiga yang tidak diminta untuk melakukan diet apapun, telah secara otomatis mengurangi jumlah kalori yang mereka konsumsi dan mengalami penurunan berat badan dengan mengkonsumsi lebih banyak kentang. Walaupun pada penelitian ini para peneliti tidak menyelidiki penyebab terjadinya penurunan berat badan pada orang yang tetap mengkonsumsi kentang, akan tetapi berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kentang mengandung banyak serat yang tentunya juga turut berperan dalam proses penurunan berat badan para peserta penelitian. Sebutir kentang berukuran sedang mengandung kira-kira 4.7 gram serat. Selain itu, kentang sebenarnya hanya mengandung 110 kalori. Jadi bila Anda mampu mengolahnya dengan cara yang sehat, maka kentang dapat menjadi salah satu makanan rendah kalori dan justru mengandung banyak nutrisi. Sebutir kentang mengandung 620 gram kalium, vitamin C, dan sama sekali tidak mengandung lemak, natrium, dan kolesterol Sumber: womenshealthmag