Your browser does not support JavaScript!
 27 Nov 2020    13:00 WIB
Berat Badan Dapat Mempengaruhi Gairah Seksual Lho!
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa gairah seksual Anda menurun akhir-akhir ini? Apakah berat badan Anda bertambah cukup banyak belakangan? Bila ya, maka penurunan gairah seksual Anda mungkin disebabkan oleh peningkatan berat badan Anda tersebut. Berbagai penelitian telah menemukan adanya suatu hubungan antara berat badan dan kenikmatan seksual. Berat badan berlebih telah diketahui dapat menyebabkan gangguan sirkulasi darah dan berkurangnya kadar testosteron di dalam darah, yang mana kedua hal ini memiliki peranan dalam terjadinya disfungsi ereksi. Selain mengganggu kehidupan seksual Anda, peningkatan berat badan atau obesitas juga dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2, yang juga merupakan faktor resiko terjadinya disfungsi ereksi.Menurunkan berat badan Anda, walaupun sedikit ternyata dapat membantu mengembalikan fungsi seksual Anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa seorang pria yang mengalami obesitas dapat mengembalikan gairah seksualnya hanya dengan menurunkan berat badannya sebanyak 5-10%. Ternyata peningkatan berat badan tidak hanya mengganggu kehidupan seksual para pria, para wanita pun mengalaminya. Berbagai penelitian lainnya menemukan bahwa terdapat suatu hubungan antara kepuasan seksual pada seorang wanita dengan penurunan berat badan. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa para wanita yang telah melakukan tindakan pembedahan bariatrik (pembedahan untuk menurunkan berat badan) memiliki kehidupan seksual yang lebih baik. Selain itu, penurunan berat badan juga memiliki berbagai dampak positif terhadap kesehatan fisik Anda, terutama pada orang yang mengalami obesitas. Menurunkan berat badan dapat memperbaiki pengaturan hormon dan sirkulasi darah di dalam seluruh tubuh. Penurunan berat badan juga dapat membuat seseorang bergerak dengan lebih nyaman dan merasa lebih percaya diri, termasuk saat berhubungan seksual.Sumber: newsmaxhealth
 23 Nov 2020    09:00 WIB
Diet Rendah Karbohidrat atau Rendah Kalori, Mana yang Lebih Baik?
Hampir sebagian besar wanita selalu mencari cara untuk menurunkan berat badannya dengan cepat dan mudah. Pilihan diet yang paling banyak dilakukan oleh para wanita sekarang ini adalah diet rendah karbohidrat dan diet rendah kalori. Sebenarnya, manakah yang lebih efektif dalam menurunkan berat badan? Kekurangan Diet Rendah Karbohidrat Dasar dari diet rendah karbohidrat adalah mengendalikan kadar gula darah. Hal ini dikarenakan karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah Anda yang memicu pelepasan insulin, yang akan membuat metabolisme atau pemecahan lemak menjadi lebih sulit. Jadi, dengan mengurangi jumlah karbohidrat yang Anda konsumsi, kadar gula darah Anda pun akan menjadi lebih rendah sehingga insulin yang dihasilkan juga lebih sedikit, yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya penurunan berat badan. Selain itu, karena karbohidrat tidak ada, maka tubuh pun akan membakar lemak sebagai sumber energi pengganti. Akan tetapi, para ahli tetap saja tidak menyetujui adanya hubungan antara penurunan berat badan pada diet rendah karbohidrat dengan kadar gula darah atau kadar insulin. Orang-orang yang melakukan diet rendah karbohidrat biasanya dengan ketat menghindari atau bahkan sama sekali tidak mengkonsumsi berbagai jenis makanan tertentu seperti roti, beras, sayuran yang mengandung banyak karbohidrat seperti kentang dan wortel, serta buah-buahan. Akibatnya, orang yang melakukan diet rendah karbohidrat biasanya mengkonsumsi banyak protein dan lemak serta rendah serat; yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda bila dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama. Selain itu, mengkonsumsi terlalu banyak protein juga akan berdampak buruk pada fungsi ginjal Anda yang harus bekerja lebih keras untuk memetabolisme lebih banyak protein. Mengkonsumsi terlalu banyak protein juga dapat meningkatkan pelepasan kalsium dari dalam tulang, yang dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang; terutama pada wanita. Akan tetapi, karena penurunan berat badan dapat terjadi dalam waktu singkat, maka diet rendah karbohidrat ini pun menjadi cukup terkenal di kalangan wanita. Tergantung dari berapa banyak berat badan yang ingin Anda turunkan, Anda dapat mengalami penurunan 5-10 kg hanya dalam waktu 2 minggu pertama. Walaupun demikian, penurunan berat badan yang cukup cepat ini hanya berlangsung dalam waktu singkat. Hal ini dikarenakan penurunan konsumsi karbohidrat membuat tubuh Anda kehilangan cukup banyak cairan pada 2 minggu pertama, di mana penurunan berat badan ini akan mulai melambat setelah 2 minggu pertama berlalu. Selain itu, karena penurunan berat badan awal hanya terjadi akibat keluarnya cairan, maka sangatlah mudah bagi Anda untuk kembali mengalami peningkatan berat badan. Karena banyaknya makanan yang harus dihindari, maka diet rendah karbohidrat bukanlah diet yang dapat dilakukan dalam waktu lama. Sebagian besar orang yang melakukan diet ini hanya dapat bertahan 1 tahun. Jadi, apa yang harus dilakukan? Jawaban paling tepat adalah dengan menjaga keseimbangan antara berapa banyak karbohidrat dan berapa banyak kalori yang Anda konsumsi setiap harinya. Kunci paling penting untuk menurunkan berat badan adalah dengan menghitung dan membatasi jumlah kalori yang Anda konsumsi setiap harinya. Selain itu, tingkatkan pembakaran kalori melalui olahraga secara teratur. Bila Anda telah melakukan kedua hal ini, maka Anda pun dapat menjaga berat badan Anda untuk waktu yang cukup lama. Akan tetapi, perlu diingat agar Anda tidak mengkonsumsi terlalu sedikit kalori, karena membatasi konsumsi kalori secara berlebihan dapat memicu Anda untuk makan secara berlebihan, memperlambat metabolisme tubuh, dan menyebabkan terjadinya defisiensi (kekurangan) berbagai nutrisi penting (efek jangka panjang). Para ahli juga menyarankan agar para wanita mengkonsumsi karbohidrat tertentu atau yang biasa dikenal dengan karbohidrat "baik" (bukannya sama sekali tidak mengkonsumsi karbohidrat), yaitu karbohidrat kompleks yang mengandung indeks glikemik rendah hingga sedang seperti roti gandum, sereal, dan kacang-kacangan. Sumber: sheknows
 19 Nov 2020    13:00 WIB
Minum Banyak Air Bisa Bikin Langsing?
Anda sedang melakukan program diet? Apabila iya, mungkin Anda pernah mendengar ada yang mengatakan bahwa minum air putih akan membuat tubuh menjadi langsing. Apakah hal ini benar? Ada beberapa hal yang dapat dipengaruhi karena minum air putih, seperti: Pengurangan kalori Minum air sebelum makan akan membantu Anda mengkonsumsi makanan lebih sedikit, sehingga mengurangi jumlah kalori yang masuk dalam tubuh. Sebuah penelitian pada tahun 2008 telah diterbitkan sebuah jurnal yaitu "Journal of American Dietetic Association," mengatakan bahwa minum beberapa gelas air sekitar 20 sampai 30 menit sebelum duduk untuk makan akan membantu mengurangi asupan kalori Anda sebanyak 75 kalori. Air membuat perut Anda terasa kenyang, sehingga Anda cenderung untuk tidak menghabiskan makanan di piring Anda. Apabila Anda minum air sebelum makan siang dan makan malam setiap hari, maka Anda akan mengurangi asupan kalori sekitar 150 kalori per hari. Sehingga berat badan Anda akan turun Pengeluaran racun Air akan membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Hati akan membantu memproduksi empedu yang memecah lemak, tetapi bila tersumbat makan organ tersebut tidak akan bekerja dengan baik. Apabila Anda minum air dengan teratur akan membuat organ vital bekerja lebih efisien. Selain itu apabila Anda tidak minum air yang cukup akan membuat Anda sembelit dan membuat kotoran menumpuk disaluran pencernaan Anda dan membuat perut Anda terasa penuh. Asupan serat yang cukup menurut website Colorado State University Extension adalah sekitar 14 gram per 1000 kalori. Namun serat tidak akan berfungsi tanpa air. Ganti minuman Anda dengan air putih Sebaiknya Anda minum air putih setiap hari untuk membantu pola diet Anda menjadi lebih berhasil. Misalnya saat pagi hari Anda yang biasanya minum 16 ons latte yang memiliki 265 kalori, minuman soda botolan sekitar 20 ons pada saat makan siang yang memiliki 225 kalori dan segelas es teh manis 16 ons pada saat makan malam yang memiliki sekitar 180 kalori. Apabila Anda mengganti semua minuman tersebut dengan air putih maka Anda sudah dapat mengurangi sekitar 670 kalori dari diet Anda dalam sehari. Hal ini dapat membantu mengurangi berat badan sekitar 0,5-1 kg dalam satu minggu. Minum air putih tidak mempunyai efek langsung terhadap penurunan berat badan, namun dengan minum air putih akan membantu pengurangan jumlah kalori yang masuk dalam tubuh. Jadi untuk Anda yang sedang berdiet, banyak-banyaklah minum air putih. Sumber: healthyeating
 11 Nov 2020    09:00 WIB
3 Cara Menghilangkan Double Chin
Apakah Anda baru saja mengalami peningkatan berat badan dan lemak tambahan tersebut menumpuk pada wajah Anda, tepatnya pada pipi dan bagian bawah dagu Anda dan membentuk double chin. Sebenarnya, saat seseorang mengalami peningkatan atau penurunan berat badan, ia tidak mengalami peningkatan atau penurunan jumlah sel-sel lemak. Sel-sel lemak ini hanya akan membesar atau mengecil. Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa seseorang dapat memiliki pipi yang tembem walaupun memiliki berat badan ideal. Mereka memiliki lebih banyak sel-sel lemak pada daerah tersebut. Selain itu, struktur tulang dan ukuran berbagai kelenjar pada daerah wajah seperti kelenjar air liur juga dapat membuat wajah Anda tampak lebih "penuh".  Walaupun tidak ada hal yang dapat Anda lakukan untuk mengubah gen atau jumlah sel lemak di dalam tubuh Anda, tetapi terdapat beberapa tips yang dapat membantu Anda membuat wajah Anda tampak lebih kecil. 1.      Atasi Retensi Air Mengkonsumsi minuman beralkohol, gula, dan garam secara berlebihan dapat membuat wajah Anda tampak membengkak. Hal ini dikarenakan ketiga zat tersebut membuat jaringan tubuh, termasuk daerah wajah Anda untuk menahan air. Oleh karena itu, kurangilah konsumsi ketiga zat tersebut dan tingkatkan konsumsi air ptuih Anda. Selain itu, saat Anda mengalami dehidrasi, maka nafsu makan Anda juga akan meningkat untuk memperoleh cairan yang dibutuhkan oleh tubuh Anda. 2.      Obati Semua Alergi Makanan Orang yang menderita alergi atau intoleransi makanan seperti sensitif terhadap gluten dan menderita irritable bowel syndrome sering mengeluh bahwa wajahnya bengkak. 3.      Atasi Peningkatan Kadar Hormonal Saat Anda menstruasi, maka wajah Anda pun akan tampak lebih "gendut" daripada biasanya karena ketidakseimbangan kadar hormonal. Sesaat sebelum menstruasi Anda dimulai, maka kadar hormon progesteron di dalam tubuh Anda akan meningkat, yang memicu terjadinya berbagai gejala sindrom premenstrual, termasuk pembengkakan wajah. Sumber: womenshealthmag
 10 Nov 2020    09:00 WIB
Lemak Perut Sulit Hilang? Ini Alasannya
Sedikit lemak perut sebenarnya baik untuk Anda, karena ini untuk melindungi perut, usus, dan organ halus lainnya. Tapi terlalu banyak lemak adalah sesuatu yang tidak baik. Sel lemak tambahan dalam perut Anda (alias lemak visceral) menghasilkan hormon adipose dan adipokin - pengacau kimia yang melakukan perjalanan ke pembuluh darah dan organ tubuh Anda, di mana mereka menyebabkan peradangan yang dapat menyebabkan masalah seperti penyakit jantung dan diabetes. Berita bagusnya? Setiap kg yang Anda buang bisa membantu mengurangi ketebalan lemak di perut Anda, jadi setiap Anda menurunkan berat badan maka akan membantu Anda menghilangkan lemak di perut. Namun mengapa saat Anda sudah berusaha menurunkan berat badan tetapi lemak di perut tidak kunjung hilang. Ini Alasan Mengapa Lemak Perut Tak Kunjung Hilang: Anda Diet Rendah Lemak Baik Untuk mengurangi lemak perut, ada baiknya makan lemak-khususnya asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA). Ketika peneliti dalam satu studi meminta wanita untuk beralih ke diet 1.600 kalori, tinggi MUFA, mereka kehilangan sepertiga dari lemak perut mereka dalam sebulan. Atasi dengan: Dapatkan MUFA dengan mengonsumsi segenggam kacang, satu sendok makan minyak zaitun, atau seperempat alpukat. Anda Sedang Mengalami Stres Wanita yang mengalami stress lebih mungkin memiliki masalah lemak di perut. Sebuah penelitian di Universitas Rush University yang baru-baru ini mengatakan ada kaitannya antara depresi dengan berkurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan makan yang buruk. Atasi dengan: Olahraga. Olahraga akan meningkatkan kadar bahan kimia di otak yang mengatur metabolisme lemak, dan juga mood Anda. Hal ini meningkatkan motivasi Anda yang membantu menangkal depresi. Camilan Tidak Sehat Karbohidrat sederhana (seperti keripik) dan tambahan gula (pada barang seperti minuman manis) menyebabkan gula darah Anda melonjak, yang memicu banjir insulin yaitu hormon yang mendorong hati Anda untuk menyimpan lemak di bagian tengah tubuh Anda. Atasi dengan: Usahakan untuk konsumsi camilan sehat seperti buah, sayur, greek yogurt. Anda Kekurangan Mineral Magnesium mengatur lebih dari 300 fungsi dalam tubuh. Tidak mengherankan sebuah studi tahun 2013 menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsinya lebih banyak memiliki kadar gula darah dan insulin yang rendah. Atasi dengan: Paling sedikit dua kali sehari, konsumsi makanan kaya magnesium seperti sayuran berdaun hijau, pisang, dan kedelai. Anda Terpikat Pada Soda Diet Sebuah studi di Obesity menemukan bahwa peminum soda diet lebih cenderung memiliki persentase lemak yang tinggi dalam perut mereka. Para periset mengatakan bahwa peminum diet soda merasa sudah mengurangi gula dalam soda sehingga dan dapat makan berlebihan. Atasi dengan: Tentu saja kurangi konsumsi soda diet dan jika Anda belum siap menendang kebiasaan Anda, para periset menyarankan mengurangi jumlah kalori makanan Anda. Anda Suka Burger Burger mengandung lemak jenuh tinggi. Ketika peneliti Swedia memberi satu kelompok orang dewasa 750 kalori tambahan, terutama dari lemak jenuh, dan kelompok lain dengan kalori dalam jumlah yang sama tetapi kebanyakan dari asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) selama tujuh minggu, kelompok lemak jenuh mengumpulkan dua kali lebih banyak lemak viseral . Atasi dengan: Biasakan untuk makan salmon seminggu sekali untuk mendapatkan dosis PUFA yang baik. Selebihnya, kurangi asupan daging merah dan pilih protein rendah lemak jenuh, seperti kacang polong dan ayam. Konsumsi Alkohol Satu studi menemukan bahwa jumlah alkohol dari jenis apa pun yang dikonsumsi oleh wanita menyebabkan kenaikan berat badan terutama bagian perut. Atasi dengan: Kurangi konsumsi alkohol, perbanyak minum air putih. Anda Tidak Pernah Berolahraga Bila Anda tidak berolahraga maka tumpukan lemak di bagian perut Anda akan susah hilang. Atasi dengan: Berolahraga secara teratur, cukup 30 menit 3 kali dalam seminggu. Bila sudah terbiasa maka Anda bisa meningkatkan intensitasnya. Makanan Anda Tidak Berwarna Semakin banyak makanan berwarna di piring Anda maka semakin baik, ini maksudnya adalah Anda disarankan untuk konsumsi banyak buah dan sayur. Buah yang banyak mengandung vitamin C akan membantu mengurangi kadar kortisol. Terlebih lagi, sebuah studi baru-baru ini di The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa orang yang makan lebih banyak nutrisi yaitu buah dan sayur merah, oranye, dan kuning memiliki perut yang lebih kecil sebagai hasilnya. Atasi dengan: Anda bisa berimprovisasi setiap kali memasak, agar makanan yang Anda makan lebih bervariasi. Olahraga Anda Tidak Tepat Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan interval intensitas tinggi, atau HIIT yaitu aktivitas yang kuat diikuti oleh aktivitas lembut atau istirahat singkat - memiliki manfaat mengecilkan perut. Latihan intensitas tinggi tampaknya lebih efektif untuk mengurangi insulin, trigliserida, dan kortisol, dan juga membakar lebih banyak kalori dalam waktu yang lebih singkat. Atasi dengan: Jika Anda menikmati bersepeda atau berlari, misalnya, mempercepat kecepatan yang membuat Anda sulit berbicara selama dua menit; Lalu lambat sebentar, dan ulangi sampai selesai. Seperti latihan perlawanan? Cobalah serangkaian gerakan seperti jongkok atau push up selama dua menit masing-masing dengan istirahat 60 detik di antaranya. Sumber: health
 17 Oct 2020    09:00 WIB
Apakah Menu Sarapan Anda Sudah Menyehatkan?
Sarapan, banyak orang yang melewatkan kegiatan yang satu ini dengan alasan tidak memiliki waktu atau terlalu sibuk. Bisa dimengerti di pagi hari yang padat, banyak orang bisa melewatkan sarapan. Padahal sarapan adalah hal yang penting, dimana Anda akan mendapatkan energi yang cukup untuk melewati hari dengan baik.  Atau bisa jadi memang sarapan, tapi menu sarapan yang dipilih bukanlah menu sarapan yang baik sehingga bukan menjadi tenaga malah membuat Anda mengantuk dan tidak produktif. Sekarang Kita akan membahas mengenai makanan yang sering dijadikan menu sarapan sehari-hari. Apakah makanan tersebut sudah tepat? Nasi uduk Makanan yang satu ini memang rasanya sangat enak. Nasi uduk yang hangat disajikan dengan bihun goreng, tempe goreng, telur, kerupuk dan diberi bumbu kacang. Sudah pasti menu tersebut akan sangat memanjakan perut Anda. Tapi perlu Anda ketahui bahwa konsumsi nasi uduk sebagai menu sarapan bisa jadi membuat Anda konsumsi kalori terlalu tinggi. Nasi uduk mengandung lemak dari santan, sehingga bila dikonsumsi terlalu banyak bisa mengganggu jantung dan masalah bagi orang-orang yang memiliki masalah maag. Sebungkus nasi uduk mengandung sekitar 450 kalori bila ditambah dengan telur maka bisa mencapai 550 kalori, belum lagi bila Anda makan dengan kerupuk dan bumbu kacang yang banyak. Maka asupan kalori Anda di pagi hari sudah berlebihan. Lontong sayur Menu yang satu ini juga memiliki rasa yang tidak kalah dengan nasi uduk. Tapi coba Anda perhatikan kuah dari lontong sayur sangat berminyak bukan. Karena sebagian besar isi dari kuah lontong sayur adalah santan, kandungan lemak jenuh dalam santan cukup tinggi. Sudah pasti ini tidak baik untuk kesehatan jantung, pembuluh darah dan bisa jadi musuh untuk mereka yang sednag berdiet. Bubur ayam Semangkuk bubur ayam mungkin tidak mengandung kalori tinggi hanya sekitar 200 kalori. Tapi kebiasaan orang pada umumnya saat makan bubur ayam maka tidak akan lengkap tanpa sate usus dan sate telur puyuh. Keduanya merupakan makanan yang mengandung kolesterol tinggi, jadi bila dikonsumsi terus menerus tidak akan baik untuk tubuh juga. 3 menu diatas adalah menu sarapan favorit kebanyakan orang Indonesia dan biasanya menu ini akan ditemani segelas teh manis hangat. Bisa Anda bayangkan berapa banyak kalori yang masuk dalam tubuh Anda. Padahal kebutuhan kalori sarapan adalah sekitar 25 % dari kebutuhan kalori harian Anda. Jadi daripada Anda makan makanan seperti diatas Anda bisa menggantinya dengan menu yang lebih baik seperti: Satu butir telur rebus dan satu buah pisang. Telur berisi sayuran dan roti gandum utuh yang dipanggang. Oatmeal dicampur susu rendah lemak, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Sereal biji-bijian utuh dicampur susu rendah lemak dan buah-buahan. Yogurt rendah lemak dicampur buah-buahan. Menu diatas lebih baik dan memiliki kecukupan gizi yang baik dan membantu menjaga hari Anda menjadi lebih baik. Sumber: Livestrong
 25 Aug 2020    17:00 WIB
Manfaat Air Hangat Untuk Turunkan Berat Badan
Meminum 1 gelas air hangat di pagi hari akan sangat baik untuk kesehatan Anda. Menurut pengobatan kuno, dengan menambahkan seiris lemon dan madu ke dalam air hangat akan membantu memperbaiki sistem pencernaan dan memperindah kulit Anda. Artikel ini akan membahas bagaimana air hangat akan meningkatkan kesehatan dan menurunkan berat badan. Penurunan berat badan dan air hangat Meminum air hangat sebelum sarapan akan mengurangi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh kita pada hari itu. Tetapi studi membuktikan bahwa hal tersebut hanya efektif pada usia diatas 35 tahun ke atas. Minum air hangat juga akan mengurangi nafsu makan, menghidrasi tubuh Anda dan lebih cepat dicerna tubuh Anda dibandingkan air dingin. Mengapa air hangat sangat penting untuk tubuh kita? Pada saat air hangat masuk ke tubuh kita, tubuh kita harus menyesuaikan suhu air hangat tersebut terhadap tubuh kita. Penyesuaian ini akan meningkatkan metabolisme dan merangsang penurunan berat badan. Sehingga sangat disarankan untuk meminum air hangat setiap harinya karena dapat membakar kalori, dan membantu kita menurunkan berat badan. Air hangat juga akan membuat perut kita lebih terasa kenyang walau hanya makan sedikit. Cara membuat air perasa alami: Penurunan berat badan akan sangat sulit terwujud jika kita masih menambahkan pemanis buatan kedalam minuman. Soda, kopi latte dan teh mungkin akan mengurangi rasa haus Anda tetapi minuman itu akan membuat berat badan Anda bertambah. Jika Anda merasa bosan hanya meminum airputih biasa, Anda bisa menambahkan irisan lemon atau memerasnya sedikit. Anda bisa memasukkan bahan perasa alami lainnya, misalnya sereh, jahe, buah-buahan, daun mint dan irisan mentimun. Anda juga bisa menambahkan teh herbal tanpa gula dalam pola diet Anda.  Baca juga: 7 Macam Teh Untuk Turunkan Berat Badan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthmeup
 22 Aug 2020    13:00 WIB
Kebiasaan yang Membuat Diet Tak Optimal
Memiliki badan ideal merupakan idaman semua orang, maka tak jarang orang akan berusaha untuk membentuk badan mereka menjadi ideal dengan cara menjaga pola makan dan olah raga. Semua usaha telah dilakukan dengan giat, namun apa daya jika berat badan tak kunjung turun? Dibawah ini terdapat beberapa hal yang dapat Anda evaluasi apakah kebiasaan  ini masih Anda lakukan: 1.  Tidak Tahu Berapa Jumlah Kalori yang Telah Anda Konsumsi Walaupun terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan, tetapi penyebab utama peningkatan berat badan adalah lebih banyaknya energi yang dikonsumsi daripada energi yang dikeluarkan. Banyak orang tidak mengetahui berapa banyak kalori yang telah dikonsumsinya setiap hari dan terus makan sepanjang hari.  2.  Menggunakan Piring Makan yang Besar Ukurang piring makan yang Anda gunakan turut berperan dalam diet Anda. Manusia seringkali menggunakan ukuran piring atau mangkok yang mereka gunakan untuk menentukan berapa banyak makanan yang telah mereka konsumsi. Gantilah piring makan Anda dengan piring yang lebih kecil. Saat Anda melihat betapa penuh piring makan Anda, maka Anda pun akan lebih jarang merasa kelaparan walaupun porsi makan Anda berkurang.  3.  Terlalu Sering Makan di Luar Berdasarkan data berbagai penelitian, para ahli menemukan bahwa saat seseorang makan di luar rumah, maka mereka makan lebih banyak atau mengkonsumsi makanan dengan kalori yang lebih tinggi atau keduanya. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda memasak sendiri makanan Anda. Bila Anda tetap ingin sesekali makan di luar, maka pastikan Anda memilih makanan sehat dengan porsi yang tidak terlalu besar.  4.  Jarang Menimbang Berat Badan Bila Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, maka menimbang berat badan Anda secara teratur, baik setiap hari maupun sekali setiap minggu dapat membantu usaha Anda untuk menurunkan berat badan. Akan tetapi, ingatlah bahwa berat badan yang berubah-ubah setiap harinya merupakan hal yang normal. Timbanglah berat badan Anda setiap pagi dan selalu gunakan timbangan yang sama setiap kalinya.  5.  Sering Mengkonsumsi Minuman Berkalori Berdasarkan sebuah penelitian, mengkonsumsi terlalu banyak dan terlalu sering berbagai jenis minuman berkalori berhubungan dengan terjadinya obesitas dan diabetes tipe 2. Pilihlah minuman tanpa kalori seperti air putih, kopi hitam, atau teh.  6.  Mengemil di Malam Hari Kebiasaan mengemil di malam hari merupakan kebiasaan yang sangat buruk bila Anda ingin menurunkan berat badan. Berbagai penelitian menemukan bahwa orang yang sering mengkonsumsi banyak kalori di waktu malam lebih sering memiliki berat badan berlebih dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi lebih banyak kalori di siang hari.  Para peneliti menemukan bahwa makan di atas jam delapan malam merupakan salah satu penyebab terjadinya peningkatan berat badan seseorang, tidak peduli berapa total energi yang digunakan di sepanjang hari dan tidak peduli jam berapa orang tersebut tidur atau berapa lama mereka tidur.  7.  Mengkonsumsi Terlalu Banyak Gula Orang yang sangat menyukai makanan manis cenderung lebih mudah mengalami peningkatan berat badan dan sering menggunakan makanan atau minuman manis untuk menenangkan diri juga dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Hindarilah konsumsi minuman bersoda karena minuman ini justru dapat membuat Anda semakin ingin mengkonsumsi makanan atau minuman manis.  8.  Kurang Tidur Kurang tidur dapat mengganggu proses penurunan berat badan Anda dan justru dapat meningkatkan berat badan Anda. Hal ini dikarenakan kurang tidur dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormon pengatur nafsu makan, yang membuat tubuh memproduksi lebih banyak hormon yang memicu rasa lapar (ghrelin) dan menekan produksi hormon yang memicu rasa kenyang (leptin). Jadi, kurang tidur dapat membuat Anda merasa lebih lapar dan membuat Anda lebih ingin mengkonsumsi makanan tinggi kalori seperti karbohidrat dan lemak.  Tidurlah setidaknya selama 7-8 jam setiap harinya. Tidur dan bangunlah pada waktu yang sama setiap harinya, bahkan pada saat liburan atau akhir pekan.  9.  Jarang Berolahraga Apakah kesibukan Anda dalam bekerja membuat Anda tidak dapat berolahraga? Para ahli menganjurkan agar Anda berolahraga dengan intensitas sedang selama setidaknya 150 menit setiap minggunya. Jika Anda tidak dapat berolahraga selama 20-30 menit setiap harinya, maka lakukanlah lebih banyak aktivitas fisik seperti naik tangga daripada naik lift. Sumber: livestrong
 10 Aug 2020    17:00 WIB
Ingin Menjadi Lebih Langsing? Lakukan Hal Ini di Malam Hari!
• Konsumsi Makanan Rendah Garam Jika Anda ingin bangun dengan perut yang lebih kecil, maka jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak garam. Hal ini dikarenakan garam akan tinggal di dalam tubuh Anda semalaman dan membuat air tertahan di dalam tubuh.   Olahraga Semua orang tentunya sudah tahu bahwa olahraga merupakan salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Selain itu, olahraga ternyata juga dapat membuat tidur Anda lebih nyenyak di malam hari.   Menyiapkan Makan Siang Jika Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, maka akan lebih baik bila Anda menyiapkan sendiri makan siang Anda. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui secara pasti berapa jumlah kalori di dalam makanan Anda.   Minum Banyak Air Putih Air putih dapat membantu mengeluarkan berbagai zat sisa dari dalam tubuh Anda. Akan tetapi, jangan mengkonsumsi terlalu banyak air putih berdekatan dengan waktu tidur (setidaknya 1 jam sebelum tidur) karena dapat mengganggu tidur Anda.    Matikan Lampu Kamar Anda Hormon melatonin dapat membantu tubuh Anda membakar lebih banyak lemak dengan memproduksi lebih banyak lemak coklat. Hormon ini akan dihasilkan oleh tubuh saat gelap, oleh karena itu, pastikan Anda mematikan lampu kamar tidur Anda.   Atur Suhu Kamar Tidur Anda Sebuah penelitian yang dilakukan oleh departemen kesehatan Amerika menemukan bahwa orang yang tidur dengan suhu kamar yang dingin (19 derajat Celcius) membakar lebih banyak kalori (7% lebih banyak) dibandingkan dengan orang yang tidur pada suhu kamar yang lebih hangat (24 derajat Celcius).   Baca juga: Yang Mau Tampil Langsing Difoto, Ini Trik Mudahnya. Wajib Dicoba!!! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 26 Jul 2020    16:00 WIB
13 Buah yang Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan
Tahukah Anda terdapat beberapa jenis buah-buahan yang dapat membantu menurunkan berat badan? Walaupun semua jenis buah merupakan makanan sehat, akan tetapi terdapat beberapa jenis buah-buahan yang mengandung lebih banyak serat dan pektin, yang berfungsi sebagai pembakar lemak alamiah, yang juga dapat membantu meningkatkan laju metabolisme tubuh. Selain itu, beberapa jenis buah juga mengandung lebih sedikit gula dibandingkan dengan yang lainnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis buah-buahan yang tidak hanya dapat membuat Anda lebih sehat dan bertenaga tetapi juga dapat membantu menurunkan berat badan Anda.   1.      Apel Tahukah Anda bahwa apel merupakan salah satu jenis buah terbaik untuk dikonsumsi bila Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan? Apel merupakan buah yang mengandung banyak serat dan rendah kalori. Selain itu, apel juga mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral. Konsumsilah setidaknya 1 butir apel setiap harinya untuk membantu menurunkan berat badan Anda.   2.      Pir Pir juga merupakan buah yang mengandung banyak serat yang dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Serat yang tinggi di dalam buah pir dapat membuat Anda kenyang lebih lama. Pir juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan merupakan buah yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung karena mengandung kalium.   3.      Pisang Pisang merupakan buah yang mengandung banyak serat dan kalium, yang dapat membantu menurunkan berat badan. Selain itu, pisang juga mengandung banyak vitamin B6 yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh seseorang dan menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung.   4.      Blueberi Blueberi merupakan buah yang mengandung paling banyak antioksidan. Buah ini dapat membantu melawan berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya sindrom metabolik, yang berarti bahwa blueberi dapat mencegah terjadinya resistensi insulin, tekanan darah tinggi, obesitas, dan kolesterol. Selain itu, berdasarkan pada sebuah penelitian di Amerika, blueberi ternyata juga dapat membantu melawan sel-sel lemak.   5.      Strawberi Strawberi juga merupakan buah yang dapat membantu menurunkan berat badan karena strawberi dapat memicu produksi hormon adiponektin dan leptin, yang berfungsi untuk membakar lemak dan meningkatkan laju metabolisme tubuh. Selain itu, strawberi juga mengandung berbagai jenis enzim anti inflamasi (anti radang), yang dapat membantu mempercepat penyembuhan luka dalam atau bahkan kerusakan jaringan.   6.      Kiwi Buah kiwi juga merupakan buah yang mengandung banyak serat. Serat ini terutama terdapat pada biji hitam kecil yang terdapat pada bagian tengah buah kiwi. Tingginya serat di dalam kiwi membuatnya dapat membantu kerja saluran pencernaan dan membuat Anda kenyang lebih lama.   7.      Jeruk Bali Berbagai penelitian menemukan bahwa dengan mengkonsumsi setengah buah jeruk bali sebelum makan dapat membantu menurunkan berat badan. Jeruk bali merupakan buah rendah kalori (setengah jeruk bali hanya mengandung sekitar 37 kalori) dan mengandung banyak serat.   8.      Peach Peach merupakan pilihan yang tepat bila Anda sedang melakukan diet rendah kalori. Peach mengandung banyak serat, kalium, dan berbagai jenis vitamin. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa buah peach ternyata juga mengandung berbagai jenis antioksidan yang memiliki manfaat positif bagi kesehatan.   9.      Kelapa Kelapa mengandung trigliserida yang dapat meningkatkan laju metabolisme hati hingga 30%, yang berarti dapat membantu menurunkan berat badan Anda. Banyak orang menghindari konsumsi kelapa karena kelapa mengandung banyak lemak jenuh, akan tetapi lemak jenuh di dalam kelapa ternyata berbeda dengan lemak jenuh yang Anda temui pada berbagai jenis makanan yang digoreng. Karena lemak jenuh kelapa terbuat dari asam lemak rantai sedang, maka lemak ini tidak akan disimpan di dalam tubuh sebagai lemak.   10.  Buah Delima Berdasarkan pada sebuah penelitian di University of Carolina, berbagai jenis polifenol (sejenis antioksidan) yang terdapat di dalam buah delima dapat membantu meningkatkan laju metabolisme tubuh. Selain itu, antioksidan ini juga dapat membantu menghentikan pembentukan tumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah Anda dan membantu menurunkan nafsu makan Anda. Buah delima juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol "jahat"), mengeluarkan berbagai zat racun berbahaya dari dalam tubuh, dan memperlancar aliran darah di dalam tubuh.   11.  Jeruk Jeruk merupakan peningkat metabolisme tubuh yang luar biasa, yang juga mengandung banyak vitamin C, vitamin B1, dan asam folat. Akan tetapi, ingatlah bahwa jus jeruk tidak memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan buah jeruk segar. Buah jeruk segar mengandung serat dan memiliki kalori yang lebih sedikit dibandingkan dengan jus jeruk.   12.  Mangga Walaupun mangga memang mengandung lebih banyak gula dibandingkan dengan buah-buahan lain yang telah disebutkan di atas, akan tetapi mangga juga berdampak positif bagi kesehatan Anda bila dikonsumsi dalam jumlah sedang. Satu buah mangga mengandung sekitar 130 kalori, 3 gram serat, vitamin C, vitamin A, dan kalsium.   13.  Pepaya Pepaya mengandung sebuah enzim alami yang unik yang membuat makanan lebih cepat dicerna di dalam tubuh. Selain itu, pepaya juga mengandung berbagai jenis antioksidan seperti karoten, vitamin C, dan flavonoid.   Sumber: allwomenstalk