Your browser does not support JavaScript!
 17 Oct 2020    09:00 WIB
Apakah Menu Sarapan Anda Sudah Menyehatkan?
Sarapan, banyak orang yang melewatkan kegiatan yang satu ini dengan alasan tidak memiliki waktu atau terlalu sibuk. Bisa dimengerti di pagi hari yang padat, banyak orang bisa melewatkan sarapan. Padahal sarapan adalah hal yang penting, dimana Anda akan mendapatkan energi yang cukup untuk melewati hari dengan baik.  Atau bisa jadi memang sarapan, tapi menu sarapan yang dipilih bukanlah menu sarapan yang baik sehingga bukan menjadi tenaga malah membuat Anda mengantuk dan tidak produktif. Sekarang Kita akan membahas mengenai makanan yang sering dijadikan menu sarapan sehari-hari. Apakah makanan tersebut sudah tepat? Nasi uduk Makanan yang satu ini memang rasanya sangat enak. Nasi uduk yang hangat disajikan dengan bihun goreng, tempe goreng, telur, kerupuk dan diberi bumbu kacang. Sudah pasti menu tersebut akan sangat memanjakan perut Anda. Tapi perlu Anda ketahui bahwa konsumsi nasi uduk sebagai menu sarapan bisa jadi membuat Anda konsumsi kalori terlalu tinggi. Nasi uduk mengandung lemak dari santan, sehingga bila dikonsumsi terlalu banyak bisa mengganggu jantung dan masalah bagi orang-orang yang memiliki masalah maag. Sebungkus nasi uduk mengandung sekitar 450 kalori bila ditambah dengan telur maka bisa mencapai 550 kalori, belum lagi bila Anda makan dengan kerupuk dan bumbu kacang yang banyak. Maka asupan kalori Anda di pagi hari sudah berlebihan. Lontong sayur Menu yang satu ini juga memiliki rasa yang tidak kalah dengan nasi uduk. Tapi coba Anda perhatikan kuah dari lontong sayur sangat berminyak bukan. Karena sebagian besar isi dari kuah lontong sayur adalah santan, kandungan lemak jenuh dalam santan cukup tinggi. Sudah pasti ini tidak baik untuk kesehatan jantung, pembuluh darah dan bisa jadi musuh untuk mereka yang sednag berdiet. Bubur ayam Semangkuk bubur ayam mungkin tidak mengandung kalori tinggi hanya sekitar 200 kalori. Tapi kebiasaan orang pada umumnya saat makan bubur ayam maka tidak akan lengkap tanpa sate usus dan sate telur puyuh. Keduanya merupakan makanan yang mengandung kolesterol tinggi, jadi bila dikonsumsi terus menerus tidak akan baik untuk tubuh juga. 3 menu diatas adalah menu sarapan favorit kebanyakan orang Indonesia dan biasanya menu ini akan ditemani segelas teh manis hangat. Bisa Anda bayangkan berapa banyak kalori yang masuk dalam tubuh Anda. Padahal kebutuhan kalori sarapan adalah sekitar 25 % dari kebutuhan kalori harian Anda. Jadi daripada Anda makan makanan seperti diatas Anda bisa menggantinya dengan menu yang lebih baik seperti: Satu butir telur rebus dan satu buah pisang. Telur berisi sayuran dan roti gandum utuh yang dipanggang. Oatmeal dicampur susu rendah lemak, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Sereal biji-bijian utuh dicampur susu rendah lemak dan buah-buahan. Yogurt rendah lemak dicampur buah-buahan. Menu diatas lebih baik dan memiliki kecukupan gizi yang baik dan membantu menjaga hari Anda menjadi lebih baik. Sumber: Livestrong
 25 Aug 2020    17:00 WIB
Manfaat Air Hangat Untuk Turunkan Berat Badan
Meminum 1 gelas air hangat di pagi hari akan sangat baik untuk kesehatan Anda. Menurut pengobatan kuno, dengan menambahkan seiris lemon dan madu ke dalam air hangat akan membantu memperbaiki sistem pencernaan dan memperindah kulit Anda. Artikel ini akan membahas bagaimana air hangat akan meningkatkan kesehatan dan menurunkan berat badan. Penurunan berat badan dan air hangat Meminum air hangat sebelum sarapan akan mengurangi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh kita pada hari itu. Tetapi studi membuktikan bahwa hal tersebut hanya efektif pada usia diatas 35 tahun ke atas. Minum air hangat juga akan mengurangi nafsu makan, menghidrasi tubuh Anda dan lebih cepat dicerna tubuh Anda dibandingkan air dingin. Mengapa air hangat sangat penting untuk tubuh kita? Pada saat air hangat masuk ke tubuh kita, tubuh kita harus menyesuaikan suhu air hangat tersebut terhadap tubuh kita. Penyesuaian ini akan meningkatkan metabolisme dan merangsang penurunan berat badan. Sehingga sangat disarankan untuk meminum air hangat setiap harinya karena dapat membakar kalori, dan membantu kita menurunkan berat badan. Air hangat juga akan membuat perut kita lebih terasa kenyang walau hanya makan sedikit. Cara membuat air perasa alami: Penurunan berat badan akan sangat sulit terwujud jika kita masih menambahkan pemanis buatan kedalam minuman. Soda, kopi latte dan teh mungkin akan mengurangi rasa haus Anda tetapi minuman itu akan membuat berat badan Anda bertambah. Jika Anda merasa bosan hanya meminum airputih biasa, Anda bisa menambahkan irisan lemon atau memerasnya sedikit. Anda bisa memasukkan bahan perasa alami lainnya, misalnya sereh, jahe, buah-buahan, daun mint dan irisan mentimun. Anda juga bisa menambahkan teh herbal tanpa gula dalam pola diet Anda.  Baca juga: 7 Macam Teh Untuk Turunkan Berat Badan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthmeup
 22 Aug 2020    13:00 WIB
Kebiasaan yang Membuat Diet Tak Optimal
Memiliki badan ideal merupakan idaman semua orang, maka tak jarang orang akan berusaha untuk membentuk badan mereka menjadi ideal dengan cara menjaga pola makan dan olah raga. Semua usaha telah dilakukan dengan giat, namun apa daya jika berat badan tak kunjung turun? Dibawah ini terdapat beberapa hal yang dapat Anda evaluasi apakah kebiasaan  ini masih Anda lakukan: 1.  Tidak Tahu Berapa Jumlah Kalori yang Telah Anda Konsumsi Walaupun terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan, tetapi penyebab utama peningkatan berat badan adalah lebih banyaknya energi yang dikonsumsi daripada energi yang dikeluarkan. Banyak orang tidak mengetahui berapa banyak kalori yang telah dikonsumsinya setiap hari dan terus makan sepanjang hari.  2.  Menggunakan Piring Makan yang Besar Ukurang piring makan yang Anda gunakan turut berperan dalam diet Anda. Manusia seringkali menggunakan ukuran piring atau mangkok yang mereka gunakan untuk menentukan berapa banyak makanan yang telah mereka konsumsi. Gantilah piring makan Anda dengan piring yang lebih kecil. Saat Anda melihat betapa penuh piring makan Anda, maka Anda pun akan lebih jarang merasa kelaparan walaupun porsi makan Anda berkurang.  3.  Terlalu Sering Makan di Luar Berdasarkan data berbagai penelitian, para ahli menemukan bahwa saat seseorang makan di luar rumah, maka mereka makan lebih banyak atau mengkonsumsi makanan dengan kalori yang lebih tinggi atau keduanya. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda memasak sendiri makanan Anda. Bila Anda tetap ingin sesekali makan di luar, maka pastikan Anda memilih makanan sehat dengan porsi yang tidak terlalu besar.  4.  Jarang Menimbang Berat Badan Bila Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, maka menimbang berat badan Anda secara teratur, baik setiap hari maupun sekali setiap minggu dapat membantu usaha Anda untuk menurunkan berat badan. Akan tetapi, ingatlah bahwa berat badan yang berubah-ubah setiap harinya merupakan hal yang normal. Timbanglah berat badan Anda setiap pagi dan selalu gunakan timbangan yang sama setiap kalinya.  5.  Sering Mengkonsumsi Minuman Berkalori Berdasarkan sebuah penelitian, mengkonsumsi terlalu banyak dan terlalu sering berbagai jenis minuman berkalori berhubungan dengan terjadinya obesitas dan diabetes tipe 2. Pilihlah minuman tanpa kalori seperti air putih, kopi hitam, atau teh.  6.  Mengemil di Malam Hari Kebiasaan mengemil di malam hari merupakan kebiasaan yang sangat buruk bila Anda ingin menurunkan berat badan. Berbagai penelitian menemukan bahwa orang yang sering mengkonsumsi banyak kalori di waktu malam lebih sering memiliki berat badan berlebih dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi lebih banyak kalori di siang hari.  Para peneliti menemukan bahwa makan di atas jam delapan malam merupakan salah satu penyebab terjadinya peningkatan berat badan seseorang, tidak peduli berapa total energi yang digunakan di sepanjang hari dan tidak peduli jam berapa orang tersebut tidur atau berapa lama mereka tidur.  7.  Mengkonsumsi Terlalu Banyak Gula Orang yang sangat menyukai makanan manis cenderung lebih mudah mengalami peningkatan berat badan dan sering menggunakan makanan atau minuman manis untuk menenangkan diri juga dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Hindarilah konsumsi minuman bersoda karena minuman ini justru dapat membuat Anda semakin ingin mengkonsumsi makanan atau minuman manis.  8.  Kurang Tidur Kurang tidur dapat mengganggu proses penurunan berat badan Anda dan justru dapat meningkatkan berat badan Anda. Hal ini dikarenakan kurang tidur dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormon pengatur nafsu makan, yang membuat tubuh memproduksi lebih banyak hormon yang memicu rasa lapar (ghrelin) dan menekan produksi hormon yang memicu rasa kenyang (leptin). Jadi, kurang tidur dapat membuat Anda merasa lebih lapar dan membuat Anda lebih ingin mengkonsumsi makanan tinggi kalori seperti karbohidrat dan lemak.  Tidurlah setidaknya selama 7-8 jam setiap harinya. Tidur dan bangunlah pada waktu yang sama setiap harinya, bahkan pada saat liburan atau akhir pekan.  9.  Jarang Berolahraga Apakah kesibukan Anda dalam bekerja membuat Anda tidak dapat berolahraga? Para ahli menganjurkan agar Anda berolahraga dengan intensitas sedang selama setidaknya 150 menit setiap minggunya. Jika Anda tidak dapat berolahraga selama 20-30 menit setiap harinya, maka lakukanlah lebih banyak aktivitas fisik seperti naik tangga daripada naik lift. Sumber: livestrong
 10 Aug 2020    17:00 WIB
Ingin Menjadi Lebih Langsing? Lakukan Hal Ini di Malam Hari!
• Konsumsi Makanan Rendah Garam Jika Anda ingin bangun dengan perut yang lebih kecil, maka jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak garam. Hal ini dikarenakan garam akan tinggal di dalam tubuh Anda semalaman dan membuat air tertahan di dalam tubuh.   Olahraga Semua orang tentunya sudah tahu bahwa olahraga merupakan salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Selain itu, olahraga ternyata juga dapat membuat tidur Anda lebih nyenyak di malam hari.   Menyiapkan Makan Siang Jika Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, maka akan lebih baik bila Anda menyiapkan sendiri makan siang Anda. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui secara pasti berapa jumlah kalori di dalam makanan Anda.   Minum Banyak Air Putih Air putih dapat membantu mengeluarkan berbagai zat sisa dari dalam tubuh Anda. Akan tetapi, jangan mengkonsumsi terlalu banyak air putih berdekatan dengan waktu tidur (setidaknya 1 jam sebelum tidur) karena dapat mengganggu tidur Anda.    Matikan Lampu Kamar Anda Hormon melatonin dapat membantu tubuh Anda membakar lebih banyak lemak dengan memproduksi lebih banyak lemak coklat. Hormon ini akan dihasilkan oleh tubuh saat gelap, oleh karena itu, pastikan Anda mematikan lampu kamar tidur Anda.   Atur Suhu Kamar Tidur Anda Sebuah penelitian yang dilakukan oleh departemen kesehatan Amerika menemukan bahwa orang yang tidur dengan suhu kamar yang dingin (19 derajat Celcius) membakar lebih banyak kalori (7% lebih banyak) dibandingkan dengan orang yang tidur pada suhu kamar yang lebih hangat (24 derajat Celcius).   Baca juga: Yang Mau Tampil Langsing Difoto, Ini Trik Mudahnya. Wajib Dicoba!!! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 26 Jul 2020    16:00 WIB
13 Buah yang Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan
Tahukah Anda terdapat beberapa jenis buah-buahan yang dapat membantu menurunkan berat badan? Walaupun semua jenis buah merupakan makanan sehat, akan tetapi terdapat beberapa jenis buah-buahan yang mengandung lebih banyak serat dan pektin, yang berfungsi sebagai pembakar lemak alamiah, yang juga dapat membantu meningkatkan laju metabolisme tubuh. Selain itu, beberapa jenis buah juga mengandung lebih sedikit gula dibandingkan dengan yang lainnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis buah-buahan yang tidak hanya dapat membuat Anda lebih sehat dan bertenaga tetapi juga dapat membantu menurunkan berat badan Anda.   1.      Apel Tahukah Anda bahwa apel merupakan salah satu jenis buah terbaik untuk dikonsumsi bila Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan? Apel merupakan buah yang mengandung banyak serat dan rendah kalori. Selain itu, apel juga mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral. Konsumsilah setidaknya 1 butir apel setiap harinya untuk membantu menurunkan berat badan Anda.   2.      Pir Pir juga merupakan buah yang mengandung banyak serat yang dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Serat yang tinggi di dalam buah pir dapat membuat Anda kenyang lebih lama. Pir juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan merupakan buah yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung karena mengandung kalium.   3.      Pisang Pisang merupakan buah yang mengandung banyak serat dan kalium, yang dapat membantu menurunkan berat badan. Selain itu, pisang juga mengandung banyak vitamin B6 yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh seseorang dan menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung.   4.      Blueberi Blueberi merupakan buah yang mengandung paling banyak antioksidan. Buah ini dapat membantu melawan berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya sindrom metabolik, yang berarti bahwa blueberi dapat mencegah terjadinya resistensi insulin, tekanan darah tinggi, obesitas, dan kolesterol. Selain itu, berdasarkan pada sebuah penelitian di Amerika, blueberi ternyata juga dapat membantu melawan sel-sel lemak.   5.      Strawberi Strawberi juga merupakan buah yang dapat membantu menurunkan berat badan karena strawberi dapat memicu produksi hormon adiponektin dan leptin, yang berfungsi untuk membakar lemak dan meningkatkan laju metabolisme tubuh. Selain itu, strawberi juga mengandung berbagai jenis enzim anti inflamasi (anti radang), yang dapat membantu mempercepat penyembuhan luka dalam atau bahkan kerusakan jaringan.   6.      Kiwi Buah kiwi juga merupakan buah yang mengandung banyak serat. Serat ini terutama terdapat pada biji hitam kecil yang terdapat pada bagian tengah buah kiwi. Tingginya serat di dalam kiwi membuatnya dapat membantu kerja saluran pencernaan dan membuat Anda kenyang lebih lama.   7.      Jeruk Bali Berbagai penelitian menemukan bahwa dengan mengkonsumsi setengah buah jeruk bali sebelum makan dapat membantu menurunkan berat badan. Jeruk bali merupakan buah rendah kalori (setengah jeruk bali hanya mengandung sekitar 37 kalori) dan mengandung banyak serat.   8.      Peach Peach merupakan pilihan yang tepat bila Anda sedang melakukan diet rendah kalori. Peach mengandung banyak serat, kalium, dan berbagai jenis vitamin. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa buah peach ternyata juga mengandung berbagai jenis antioksidan yang memiliki manfaat positif bagi kesehatan.   9.      Kelapa Kelapa mengandung trigliserida yang dapat meningkatkan laju metabolisme hati hingga 30%, yang berarti dapat membantu menurunkan berat badan Anda. Banyak orang menghindari konsumsi kelapa karena kelapa mengandung banyak lemak jenuh, akan tetapi lemak jenuh di dalam kelapa ternyata berbeda dengan lemak jenuh yang Anda temui pada berbagai jenis makanan yang digoreng. Karena lemak jenuh kelapa terbuat dari asam lemak rantai sedang, maka lemak ini tidak akan disimpan di dalam tubuh sebagai lemak.   10.  Buah Delima Berdasarkan pada sebuah penelitian di University of Carolina, berbagai jenis polifenol (sejenis antioksidan) yang terdapat di dalam buah delima dapat membantu meningkatkan laju metabolisme tubuh. Selain itu, antioksidan ini juga dapat membantu menghentikan pembentukan tumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah Anda dan membantu menurunkan nafsu makan Anda. Buah delima juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol "jahat"), mengeluarkan berbagai zat racun berbahaya dari dalam tubuh, dan memperlancar aliran darah di dalam tubuh.   11.  Jeruk Jeruk merupakan peningkat metabolisme tubuh yang luar biasa, yang juga mengandung banyak vitamin C, vitamin B1, dan asam folat. Akan tetapi, ingatlah bahwa jus jeruk tidak memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan buah jeruk segar. Buah jeruk segar mengandung serat dan memiliki kalori yang lebih sedikit dibandingkan dengan jus jeruk.   12.  Mangga Walaupun mangga memang mengandung lebih banyak gula dibandingkan dengan buah-buahan lain yang telah disebutkan di atas, akan tetapi mangga juga berdampak positif bagi kesehatan Anda bila dikonsumsi dalam jumlah sedang. Satu buah mangga mengandung sekitar 130 kalori, 3 gram serat, vitamin C, vitamin A, dan kalsium.   13.  Pepaya Pepaya mengandung sebuah enzim alami yang unik yang membuat makanan lebih cepat dicerna di dalam tubuh. Selain itu, pepaya juga mengandung berbagai jenis antioksidan seperti karoten, vitamin C, dan flavonoid.   Sumber: allwomenstalk
 10 Jul 2020    08:00 WIB
Hati-hati! Ada Efek Negatif Dari Makan Keripik
Keripik adalah makanan ringan yang murah, lezat dan mudah didapat, namun efek negatif yang ditimbulkan tidak sesuai dengan kesenangan saat mengonsumsinya. Menikmati keripik sesekali tidak akan menyebabkan masalah pada kesehatan namun bila Anda mengonsumsi keripik setiap hari atau secara teratur maka siap-siap saja Anda akan mengalami beberapa masalah kesehatan. Berikut Efek Negatif dari Keripik Keripik biasanya tinggi lemak dan kalori, yang dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan dan obesitas. 28 gram keripik kentang polos, atau sekitar 15-20 keping keripik, mengandung sekitar 10 gram lemak dan 154 kalori. Hubungan antara keripik kentang dan penambahan berat badan lebih kuat daripada hubungan antara penambahan berat badan dan komponen makanan lainnya, termasuk daging olahan, minuman manis dan daging merah yang belum diproses. Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung dan beberapa jenis kanker. Nutrisi Rendah Jika Anda secara teratur memasukkan keripik sebagai bagian dari makanan Anda, Anda mungkin tidak mengonsumsi nutrisi sebanyak yang Anda inginkan. Keripik biasanya rendah vitamin dan mineral. Mengonsumsi makanan ringan yang sehat dapat membantu menebus kekurangan gizi pada waktu makan, jadi jika Anda memilih keripik dan bukan makanan ringan dengan kepadatan nutrisi tinggi, Anda tidak akan mendapatkan keuntungan dari nutrisi yang Anda butuhkan. Tekanan darah tinggi Kandungan natrium dalam keripik dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung dan pembuluh darah Anda. Asupan natrium yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, yang dapat menyebabkan stroke, gagal jantung, penyakit jantung koroner dan penyakit ginjal. Keripik umumnya mengandung antara 120-180 miligram sodium per 28 gram, dan keripik tortilla memiliki 105-160 miligram sodium per 28 gram. Sekantong keripik biasanya mengandung lebih dari 28 gram, sehingga banyak orang mengonsumsi lebih banyak sodium daripada yang mereka sadari saat makan keripik. Sedangkan untuk ukuran konsumsi sodium usahakan tidak lebih dari 2.30o miligram per hari, sedangkan untuk yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, penyakit ginjal atau diabetes sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 1.500 miligram per hari. . Kolesterol Tinggi Konsumsi keripik yang sering dapat menyebabkan kadar kolesterol tinggi karena jumlah dan jenis lemak yang ditemukan pada keripik. Sebagian besar keripik digoreng, sebuah proses yang menciptakan lemak trans, jenis yang paling berbahaya. Selain itu, minyak yang digunakan untuk menggoreng keripik sering mengandung lemak jenuh, yang juga berkontribusi pada kadar kolesterol tinggi. Sebuah studi tahun 2007 yang diterbitkan dalam jurnal "Circulation" menemukan bahwa kadar lemak trans yang tinggi di aliran darah dikaitkan dengan kadar kolesterol LDL yang tinggi dan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Kadar lemak trans tinggi dalam makanan akan meningkatkan kadarnya dalam lemak darah. Alternatif Sehat Keripik kentang panggang dan keripik tortilla cenderung lebih rendah kalori dan lemak daripada keripik goreng, meski mungkin masih mengandung kadar natrium tinggi. Anda juga mencoba keripik sayur yang lebih aman untuk Anda.   Baca juga: 5 Minuman yang Sebaiknya Jangan Dikonsumsi Sebelum Olahraga   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 06 Jul 2020    16:00 WIB
Anak Sering Kurang Tidur? Tingkatkan Resiko Obesitas Saat Dewasa!
Kurang tidur tidak hanya dapat mengganggu prestasi sekolah anak Anda, tetapi juga dapat meningkatkan resiko obesitas saat mereka dewasa nanti. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar lebih dari 10.000 orang Amerika, yang berusia antara 16-21 tahun, di mana sekitar seperlimanya hanya memiliki waktu tidur kurang dari 6 jam setiap malamnya saat mereka berusia 16 tahun.   Para peneliti kemudian menemukan bahwa para peserta penelitian ini memiliki resiko mengalami obesitas yang lebih tinggi (sekitar 20% lebih tinggi) saat mereka berusia 21 tahun dibandingkan dengan orang lain yang memiliki waktu tidur lebih dari 8 jam setiap malamnya saat mereka berusia 16 tahun.   Walaupun kurang olahraga dan menghabiskan terlalu banyak waktu menonton televisi juga merupakan salah satu faktor resiko terjadinya obesitas, akan tetapi para peneliti menemukan bahwa keduanya tampaknya tidak turut berperan dalam hubungan antara kurang tidur dan obesitas.   Saat Anda telah menjadi orang dewasa dan mengalami obesitas, maka akan lebih sulit bagi Anda untuk menurunkan berat badan dan menjaga berat badan Anda tetap ideal. Sedangkan, semakin lama Anda mengalami obesitas, maka semakin besar resiko Anda mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.   Tidur yang cukup tidak hanya membuat anak Anda dapat berkonsentrasi dan belajar dengan lebih baik di sekolah, tetapi juga membantu mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat. Menurut CDC, seorang remaja sebaiknya memiliki waktu tidur sebanyak 9-10 jam setiap malamnya.   Rasa kantuk dan lelah di siang hari telah banyak diketahui berhubungan dengan apa dan bagaimana pola makan seseorang. Kurang tidur dapat membuat Anda ingin mengkonsumsi suatu makanan tertentu (kurang tidur menyebabkan seseorang lebih ingin mengkonsumsi makanan tinggi lemak) dan mengubah nafsu makan Anda (meningkat).     Sumber: newsmaxhealth
 27 Jun 2020    08:00 WIB
5 Hal yang Dapat Dilakukan di Pagi Hari Untuk Menurunkan Berat Badan
1.      Paparan Sinar Matahari Pagi Berdasarkan sebuah penelitian, paparan sinar matahari ternyata juga dapat membantu menurunkan berat badan. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 54 orang peserta penelitian yang menggunakan monitor pada pergelangan tangan yang berfungsi untuk merekam seberapa banyak paparan sinar matahari pagi yang mereka alami selama 7 hari. Selama periode tersebut, para peserta peneliti juga diminta untuk mencatat semua makanan yang mereka konsumsi untuk mengetahui berapa jumlah kalori yang dikonsumsinya. Para peneliti kemudian menemukan bahwa orang yang menerima lebih banyak paparan sinar matahari pagi memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang menghabiskan lebih banyak waktu di tempat gelap, dan tidak dipengaruhi oleh usia, aktivitas fisik, atau apa yang mereka makan. Para peneliti menduga hal ini dikarenakan sinar matahari dapat membantu mengatur "jam" tubuh Anda, yang dapat membantu jadwal tidur Anda, yang juga penting bagi usaha Anda untuk menurunkan berat badan. Selain itu, sinar matahari pagi juga mengandung lebih banyak sinar biru, yang memiliki efek paling tinggi pada irama sirkardian (jam tubuh) Anda. Untuk memperoleh manfaat menakjubkan ini, Anda hanya perlu terpapar oleh sinar matahari pagi selama 20-30 menit di antara pukul 8-12 siang.   2.      Tidur Cukup Memiliki waktu tidur yang cukup juga penting untuk menurunkan berat badan Anda. Menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur dapat membantu Anda makan lebih sedikit dan lebih jarang ingin mengkonsumsi suatu makanan tertentu dibandingkan dengan orang yang kurang tidur. Pada sebuah penelitian di Amerika, para peneliti mengamati 10 orang dewasa muda dengan berat badan berlebih yang beresiko untuk mengalami obesitas dan memiliki waktu tidur yang kurang (kurang dari 6.5 jam setiap malamnya). Pada minggu pertama penelitian, para peserta penelitian tetap kurang tidur. Kemudian pada minggu kedua dan ketiga penelitian, para peneliti meminta para peserta penelitian untuk tidur selama 8.5 jam setiap malamnya. Para peneliti kemudian menemukan bahwa para peserta penelitian mengalami penurunan nafsu makan hingga 14% dan penurunan keinginan untuk mengkonsumsi suatu makanan tertentu (makanan manis dan asin) hingga 62%.   3.      Ubah Pilihan Transportasi Anda Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang pergi bekerja dengan berjalan kaki, naik sepeda, atau menggunakan alat transportasi umum memiliki indeks massa tubuh dan persentase lemak tubuh yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang mengemudikan kendaraan bermotor untuk pergi ke kantor. Pada penelitian yang dilakukan di Inggris ini, para peneliti mencatat indeks massa tubuh dan persentase lemak tubuh lebih dari 7.000 orang. Para peserta penelitian kemudian diminta menjawab beberapa pertanyaan seputar bagaimana mereka berangkat kerja dari rumah ke tempat kerjanya. Para peneliti kemudian menemukan bahwa para wanita yang menggunakan alat transportasi lainnya selain mobil memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah (0.7 poin lebih rendah) dibandingkan dengan para peserta penelitian lainnya.   4.      Sarapan Tinggi Protein Mengkonsumsi makanan tinggi protein di pagi hari ternyata juga dapat membantu usaha Anda untuk menurunkan berat badan. Pada sebuah penelitian di Amerika, para peneliti mengamati sekitar 35 orang wanita yang berusia antara 18-55 tahun dan memberikan mereka 3 jenis menu sarapan yang berbeda. Sarapan jenis pertama adalah hanya segelas air putih, sementara itu dua jenis lainnya adalah makanan yang mengandung sekitar 300 kalori dengan jumlah lemak dan serat yang berimbang, di mana salah satunya mengandung 3 gram protein, sementara yang lainnya mengandung 30-39 gram protein. Para peneliti kemudian menemukan bahwa para peserta penelitian yang mengkonsumsi sarapan tinggi protein merasa tidak terlalu lapar dan mengkonsumsi lebih sedikit kalori (175 kalori lebih sedikit) saat makan siang. Hal ini dikarenakan protein lebih sulit dicerna dan membuat tubuh harus menghasilkan hormon peptida YY di usus yang membantu meningkatkan rasa kenyang.   5.      Olahraga Berdasarkan sebuah penelitian, selain mampu meningkatkan metabolisme tubuh Anda di sepanjang hari, olahraga ternyata juga dapat membantu para wanita agar tidak tergoda terhadap berbagai gambar makanan yang menarik. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati 17 orang peserta penelitian yang memiliki berat badan ideal (indeks massa tubuh normal) dan 18 orang peserta penelitian yang mengalami obesitas. Para peneliti kemudian meminta para peserta penelitian tersebut untuk berjalan cepat selama 45 menit di pagi hari.     Sumber: womenshealthmag
 07 Jun 2020    08:00 WIB
Cara Cepat Turunkan Berat Badan 7 Kg Dalam 7 Hari
Anda ingin turun 7kg dalam 7 hari? Awalnya target ini terlihat tidak mungkin, tetapi dengan mengikuti diet yang mudah ini, Anda pasti bisa menurunkan berat badan. Menurunkan berat badan 7kg dalam 7 hari mungkin terdengar mudah saat pertama kali Anda mendengarnya, tetapi untuk mencapainya Anda memerlukan kesabaran dan dedikasi. Saat Anda sudah menetapkan keinginan untuk menurunkan berat badan dan Anda mau berusaha pasti Anda akan mampu.   Berikut adalah tips  menurunkan berat badan dalam waktu 7 hari: Hari pertamaHari pertama merupakan hari yang paling penting dalam memulai diet, sehingga Anda harus memulainya dengan makanan yang sehat dan ringan. Anda dapat memulai hari itu dengan hanya mengkonsumsi buah. Diet buah harus benar-benar konsisten sepanjang hari dan tidak ada asupan lain yang Anda konsumsi. Dianjurkan pada hari pertama ini Anda mengonsumsi semua buah kecuali pisang. Selain itu, pastikan juga di hari ini Anda banyak minum air putih agar tetap terhidrasi. Hari keduaPada hari yang kedua, jika Anda ingin menurunkan berat badan sebanyak 7kg dalam 7 hari Anda harus mengikuti diet sayuran secara ketat. Anda harus mengkonsumsi berbagai jenis sayuran yang memiliki warna-warna cerah dengan membuat salad Anda sendiri. Sayuran yang direbus atau sayuran yang mentah dapat menurunkan berat badan Anda dengan cepat. Di hari ini Anda dapat menikmati semua sayuran, termasuk kentang, tetapi ingat pengolahannya harus hanya dengan cara direbus. Seiring dengan menjalankan diet hari kedua ini, jangan lupa untuk tetap minum sebanyak 8 gelas air. Hari ketigaHari ini menjadi lebih berwarna karena Anda bisa mencampurkan sayuran dan buah-buahan. Mulailah hari Anda dengan semangkuk buah diikuti sengan salad sayur untuk makan siang  dan makan malam dengan buah-buahan atau sayuran pilihan Anda. Penting juga untuk diingat, di hari ketiga ini sebaiknya hindari konsumsi kentang dan pisang. Hari keempatPada hari keempat, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi hanya pisang dan susu dalam sehari penuh. Pisang dan susu ini juga bisa Anda campur dan dibuat menjadi smoothie dan milkshake. Akan jauh lebih baik jika Anda hanya menggunakan susu skim atau susu tanpa lemak. Hari kelimaDi hari kelima, Anda boleh untuk makan semangkuk kecil nasi. Namun Anda hanya dianjurkan untuk mengonsumsi tomat sebagai menu tambahannya. Tomat ini bisa Anda olah menjadi tomat rebus saat menjadi menu tambahan nasi atau dikonsumsi mentah saat dimakan sendiri. Nasi hanya boleh Anda konsumsi di pagi dan siang hari. Tingkatkan asupan air putih sekitar 12-15 gelas per hari. Hari keenamPada hari keenam, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi semangkuk nasi untuk makan siang dan kembali pada diet sayur setelahnya. Meskipun terasa berat, tapi Anda sebaiknya mengikuti pola makan ini untuk membantu menurunkan berat badan. Hari ketujuhPada hari ini Anda boleh mengkonsumsi semangkuk nasi dan sayur-sayuran yang Anda sukai untuk dimakan bersama-sama. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi jus buah pilihan Anda. Dalam diet hari ini, semua racun akan dikeluarkan dari tubuh dengan bantuan jus buah yang dikonsumsi sepanjang hari tersebut. Sumber: boldsky