Your browser does not support JavaScript!
 10 Feb 2021    12:00 WIB
Payudara Nyeri, Apa Penyebabnya?
Payudara juga dapat terasa nyeri selama dan setelah menstruasi. Hal ini bukanlah suatu tanda kehamilan, tetapi mungkin berhubungan dengan makanan, hormon, stress, dan berbagai hal lainnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membuat payudara terasa nyeri pada waktu yang berbeda daripada biasanya. Kafein, Nikotin, Metilxanthin, dan Lainnya Vasodilator, suatu bahan kimia yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah, yang akan membuat tubuh merasa stress. Karena efek inilah, rasa nyeri dan berbagai gejala tidak menyenangkan lainnya dapat menjadi lebih terasa. Jadi, jika Anda sering menggunakan obat ini, maka ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsinya. Retensi Cairan Retensi cairan akibat garam, kurang olahraga, atau menderita gangguan kesehatan tertentu dapat menyebabkan payudara menjadi lebih berat sehingga menjadi lebih sakit. Jadi, ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsi garam. Lebih sering berolahraga juga dapat mengurangi retensi cairan. Lemak Hewani Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa lemak hewani turut berperan dalam terjadinya nyeri payudara. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui apakah lemaknya yang menjadi penyebab atau apakah hormon yang terdapat di dalamnya yang menjadi penyebab. Olahraga Olahraga berlebihan juga dapat menyebabkan nyeri payudara, terutama pada wanita yang memiliki payudara besar. Hindarilah olahraga yang menimbulkan banyak tekanan pada payudara dan gunakanlah bra khusus olahraga saat berolahraga. Kontrasepsi dan Terapi Hormonal Walaupun dapat mencegah terjadinya kehamilan, akan tetapi kontrasepsi mungkin dapat berpengaruh besar pada produksi hormon di dalam tubuh Anda. Selain itu, terapi hormonal juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri dan rasa tidak nyaman pada payudara. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami hal ini. Perubahan Kadar Hormon Pubertas, sedang haid, kehamilan, dan menopause merupakan masa-masa di mana kadar progesteron dan estrogen menjadi tidak stabil. Keadaan ini dapat menyebabkan payudara terasa nyeri. Sumber: medhealthdaily
 22 Jan 2021    11:00 WIB
Jahe Bisa Membunuh Sel Kanker Payudara, Benarkah?
Sebuah penelitian di Saudi Arabia menemukan bahwa jahe mungkin dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi pengobatan kanker payudara. Walaupun sekarang ini telah tersedia terapi khusus untuk mengatasi kanker payudara (walaupun belum dapat menyembuhkannya) dan berbagai teknik pemeriksaan untuk mendeteksi secara dini adanya kanker payudara pada seorang wanita, kanker payudara tetap merupakan suatu gangguan kesehatan yang sulit ditangani dan seringkali menyebabkan kematian pada penderitanya. Pada umumnya, pengobatan kanker payudara biasanya berupa terapi hormonal dengan tamoxifen atau modulator reseptor estrogen selektif lainnya. Akan tetapi, hampir semua penderita kanker payudara yang telah menyebar dan sekitar 40% penderita kanker payudara yang telah menerima tamoxifen mengalami kekambuhan dan berakhir dengan kematian. Selain itu, penggunaan modulator reseptor estrogen selektif pun seringkali terbatas karena berbagai efek samping yang mungkin terjadi dan tidak dapat mengatasi kanker payudara yang bukan disebabkan oleh gangguan pada reseptor estrogen selektif ini. Lebih lanjut lagi, walaupun sel-sel kanker payudara mungkin berespon terhadap pemberian kemoterapi pada awal terapi, akan tetapi sel-sel kanker payudara ini pada akhirnya dapat tetap bertahan dan menjadi kebal (resisten) terhadap kemoterapi. Oleh karena itu, para ahli sekarang ini sedang mencari alternatif lainnya yang dapat membantu membunuh sel kanker payudara secara permanen dan tidak mengganggu sel-sel tubuh yang sehat. Para ahli kemudian mulai menunjukkan ketertarikan pada ekstrak jahe mentah. Hal ini dikarenakan jahe telah terbukti memiliki suatu efek anti kanker yang cukup kuat, walaupun bagaimana jahe dapat membunuh sel kanker payudara masih tidak diketahui. Berdasarkan berbagai data penelitian lainnya dan fakta bahwa pada beberapa kasus, ekstrak tanaman herbal telah terbukti lebih mampu melawan sel kanker dibandingkan dengan obat-obatan, maka penelitian ini pun dilakukan untuk meneliti lebih lanjut mengenai efek ekstrak jahe mentah ini terhadap pertumbuhan sel-sel kanker payudara. Para ahli kemudian menemukan bahwa jahe ternyata memiliki beberapa efek menakjubkan seperti: • Menginduksi terjadinya proses apoptosis (suatu program bunuh diri pada sel) • Meningkatkan produksi Bax (suatu gen yang berperan dalam proses apoptosis) • Menurunkan kadar protein Bcl 2 (suatu protein yang berhubungan dengan kanker) • Menurunkan kadar protein yang berperanan dalam proses daur ulang sel kanker • Meningkatkan kadar inhibitor CDK dan p21 yang merupakan suatu anti kanker Penelitian di atas bukanlah penelitian pertama yang meneliti mengenai efek jahe terhadap sel kanker. Pada kenyataannya, suatu komponen di dalam jahe yaitu gingerol telah terbukti dapat memperlambat atau mencegah penyebaran sel-sel kanker ke organ tubuh lainnya (anti metastatik). Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa efek anti kanker di dalam jahe ternyata tidak hanya berperan pada kanker payudara, tetapi juga pada beberapa jenis kanker lainnya seperti: • Kanker usus besar dan rektum • Kanker hati • Kanker paru • Kanker kulit (melanoma) • Kanker pankreas • Kanker prostat • Kanker kulit lainnya Baca juga: Jenis Kanker yang Mudah Menyerang Wanita Sumber: themindunleashed
 20 Jan 2021    19:00 WIB
Fakta Menarik Tentang Payudara
Seperti halnya rambut yang merupakan mahkota para wanita, payudara juga merupakan bagian tubuh yang sangat penting bagi seorang wanita. Di bawah ini terdapat beberapa fakta menarik mengenai payudara, simak yuk! Tidak Puas Tahukah Anda bahwa sebagian besar wanita merasa tidak puas dengan ukuran payudaranya? Berdasarkan pada sebuah penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Sexual Health, sekitar 70% wanita merasa tidak puas dengan ukuran payudaranya. Titik Sensitif Tahukah Anda bahwa seorang wanita dapat mencapai orgasme dengan adanya stimulasi pada puting payudaranya? Orgasme yang dicapai karena adanya stimulasi pada puting payudara ini disebut dengan nipplegasme. Sekitar 80% wanita mengatakan bahwa stimulasi pada daerah payudara, baik berupa sentuhan atau pijatan pada payudara saat berhubungan intim dapat membuat mereka cepat merasa bergairah. Dapat Bergerak Hingga 20 cm Tahukah Anda bahwa saat Anda berolahraga payudara Anda ternyata dapat bergerak hingga sejauh 20 cm, baik ke arah atas, bawah, maupun samping? Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk menggunakan sport bra yang tepat saat berolahraga. Ukuran Payudara Kanan dan Kiri Tidak Sama Apakah Anda pernah memperhatikan ukuran payudara kanan dan kiri Anda? Apakah ukurannya tampak berbeda? Sebagian besar wanita memiliki ukuran payudara kanan dan kiri yang tidak sama, di mana salah satu payudara 1/5 kali lebih besar daripada payudara lainnya. Keadaan ini merupakan suatu hal yang normal. Baca juga: Puting Payudara Menghitam, Ini Penyebabnya! Sumber: womenshealthmag
 05 Dec 2020    17:00 WIB
Puting Payudara Menghitam, Ini Penyebabnya!
"Puting payudaramu kok hitam? Sudah gak perawan yaaaaa?!" Gak usah didengerin, ya Ladies! Karena menghitamnya puting mu tidak ada kaitannya dengan perawan atau tidaknya kamu. Sebagian besar perempuan memang khawatir ketika puting payudaranya terlihat lebih gelap lantaran takut dianggap tidak menarik lagi. Padahal, payudara itu akan mengalami perubahan bentuk, ukuran, bahkan warna seiring jalannya waktu. Mengapa begitu? Yuk kita bahas! Ladies, sebenarnya bukan puting payudara mu yang berubah warna, melainkan areolanya (itu lho yang bulatan di sekeliling puting). Selain tergantung dari warna kulit masing-masing, kebanyakan faktor penyebab menghitamnya puting payudara adalah karena perubahan hormon. Berikut ini beberapa penyebab menghitamnya daerah puting payudaramu: PUBERTAS Saat puber, indung telur mulai menghasilkan hormon esterogen yang merangsang pertumbuhan dan perkembangan organ seksual wanita. Tingginya kadar hormon tersebut lah yang membuat payudara bertambah besar dan puting susu yang terangkat. Kulit areola pun berubah menjadi lebih gelap. JELANG MENSTRUASI Saat indung telur melepaskan sel-sel telur selama masa ovulasi, kadar esterogen dan progesteron dalam tubuh akan meningkat. Level hormon yang berubah ini membuat payudara menjadi lunak atau membengkak. Termasuk berubah warna menjadi lebih gelap saat siklus menstruasi berlangsung. PENGARUH DARI RAMBUT DI SEKITAR AREOLA Beberapa perempuan memiliki rambut halus di sekitar puting payudaranya, sehingga membuat daerah itu terlihat semakin gelap. KONTRASEPSI Pil KB memiliki kandungan sintesis dari hormon esterogen dan progesteron. Hal ini kemudian menyebabkan perubahan hormonal sehingga warna puting menjadi lebih gelap. MENYUSUI Saat wanita menyusui, warna puting akan menjadi lebih gelap karena adanya produksi ASI. Perubahan warna ini juga dipercaya bisa membantu bayi lebih mudah menemukan sumber makanan mereka. KANKER Penyebab terakhir ini merupakan hal yang harus diwaspadai. Penyakit paget merupakan kanker yang terjadi pada bagian puting. Salah satu gejala dari penyakit ini yaitu perubahan warna yang terjadi di sekitar puting. Jika perubahan warna puting terjadi tanpa gejala-gejala di atas, sebaiknya kamu berkonsultasi langsung ke dokter ya.
 13 Nov 2020    09:00 WIB
Yuk Tahu Lebih Banyak Tentang Puting Susu
Seperti halnya setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda, setiap orang, baik pria maupun wanita, juga memiliki puting susu yang berbeda-beda. Selain dipengaruhi oleh faktor genetika: kadar hormonal tampaknya juga dapat mempengaruhi perbedaan bentuk dan warna puting susu setiap orang, khususnya wanita. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta unik mengenai puting susu yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya. Puting Dapat Mengeras Tahukah Anda bahwa puting susu merupakan area payudara yang paling sensitif terhadap sentuhan? Putting susu yang mengeras juga dapat menjadi petunjuk bahwa seorang wanita atau pria sedang merasa bergairah, walaupun tidak selalu. Hal ini dikarenakan perubahan suhu, terutama suhu dingin, juga dapat menstimulasi puting susu sehingga mengeras. Bagaimana puting susu dapat mengeras? Berbeda dengan ereksi penis yang disebabkan oleh masuknya darah ke dalam pembuluh darah di area sekitar penis, mengerasnya puting susu terjadi karena kontraksi otot-otot di bawah kulit, seperti yang terjadi saat seseorang merinding, hanya saja dengan efek yang lebih kuat. Ukuran Berbeda Seperti halnya payudara kanan dan kiri yang berbeda ukuran, puting susu kanan dan kiri juga memiliki ukuran yang berbeda. Beberapa orang bahkan memiliki puting susu yang masuk ke arah dalam. Walaupun tidak membahayakan, hal ini dapat membuat Anda mengalami kesulitan saat akan menyusui anak Anda. Puting Tampak Masuk ke Dalam Pada beberapa orang, puting susu justru tampak masuk ke dalam kulit dan bukannya menonjol keluar. Keadaan ini biasanya tidak berbahaya, kecuali bila baru saja terjadi. Masuknya puting susu ke dalam kulit dapat merupakan tanda kanker payudara yang menarik puting susu masuk ke dalam kulit payudara. Oleh karena itu, bagi Anda yang sebelumnya memiliki puting susu yang menonjol, tetapi kemudian puting susu mengalami perubahan menjadi masuk ke dalam kulit, segera hubungi dokter Anda. Warna Berubah Selain ukuran dan bentuk yang berbeda-beda, warna puting susu pun dapat berubah warna. Perubahan warna ini biasanya disebabkan oleh perubahan kadar hormonal saat seorang wanita sedang hamil atau menyusui. Pada beberapa keadaan, warna puting susu juga dapat berubah menjadi lebih gelap seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang. Keluar Cairan dari Puting Susu Kadangkala, Anda mungkin menyadari ada semacam cairan yang keluar dari puting susu Anda, bahkan di saat Anda tidak hamil atau menyusui. Hal ini normal terjadi bila payudara atau puting susu Anda ditekan dengan sangat kuat, misalnya saat Anda sedang menjalani pemeriksaan mamografi. Akan tetapi, keluarnya cairan dari dalam puting susu juga dapat merupakan suatu tanda bahaya bila terjadi tanpa adanya rangsangan apapun pada payudara atau puting susu Anda atau bila cairan yang keluar merupakan darah atau bila hanya terjadi pada salah satu puting susu Anda. Implan Buat Puting Susu Mati Rasa Sebuah penelitian menemukan bahwa semakin besar implan yang dimasukkan ke dalam payudara seseorang, maka semakin besar kemungkinan orang tersebut akan mengalami mati rasa di daerah puting susunya. Hal ini juga dapat terjadi saat seseorang melakukan operasi untuk mengecilkan ukuran payudaranya. Tindik Buat Puting Susu Semakin Besar Ternyata, menindik daerah puting susu Anda dapat membuat puting susu Anda menjadi lebih besar lho! Pembesaran ini juga bersifat permanen. Memiliki 3 Puting Susu Puting susu tambahan biasanya terbentuk di "garis susu" tubuh Anda, yaitu dari daerah ketiak yang melewati puting susu normal Anda dan turun hingga ke selangkangan. Puting susu tambahan yang tumbuh pada "garis susu" ini biasanya akan menghilang saat Anda masih berada di dalam kandungan ibu Anda, akan tetapi pada beberapa orang, puting susu tambahan ini tidak menghilang, sehingga orang tersebut pun memiliki puting susu yang lebih banyak daripada orang lain, yang seringkali dikira tahi lalat. Keadaan ini biasanya lebih sering ditemukan pada pria daripada pada wanita. Sumber: buzzfeed
 19 Jun 2020    11:00 WIB
Berbagai Gejala Kanker yang Sering Diabaikan Oleh Pria (Part 1)
Kanker atau keganasan merupakan salah satu penyebab kematian yang cukup tinggi, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Kanker merupakan suatu keadaan di mana suatu kumpulan sel tumbuh dan berkembang melebihi kecepatan pertumbuhan sel normal. Screening atau melakukan pemeriksaan rutin terhadap kanker merupakan salah satu cara terbaik untuk mengetahui keberadaan sel kanker di dalam tubuh anda. Diagnosa dini dapat membuat anda memiliki lebih banyak pilihan pengobatan dan dengan demikian anda memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk sembuh. Sulitnya pengobatan kanker terutama disebabkan oleh terlambatnya diagnosa. Hal ini terutama disebabkan oleh berbagai gejala kanker yang biasanya tidak timbul pada stadium awal penyakit dan baru timbul kemudian di saat sel kanker telah menyebar ke berbagai organ lainnya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat merupakan suatu gejala kanker yang seringkali tidak anda sadari.   Benjolan Pada Payudara Sebagian besar pria beranggapan bahwa kanker payudara hanya dapat terjadi pada kaum wanita. Walaupun jarang, akan tetapi para pria pun dapat mengalami kanker payudara. Jika anda merasakan atau melihat adanya suatu benjolan pada daerah payudara anda, segera hubungi dokter anda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Beberapa gejala lainnya pada payudara yang patut anda waspadai, baik pria maupun wanita adalah: Adanya suatu lekukan atau pengkerutan pada kulit payudara Retraksi puting susu (puting susu tertarik ke dalam) Puting susu dan atau kulit payudara berwarna kemerahan atau bersisik Keluarnya cairan dari puting susu (di luar masa menyusui) Bila anda memiliki satu atau beberapa gejala di atas, dokter anda mungkin akan melakukan berbagai pemeriksaan baik fisik maupun penunjang seperti mamografi atau biopsi, serta menanyakan riwayat kesehatan anda dan keluarga anda.   Rasa Nyeri Seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, anda akan semakin sering merasa nyeri, baik di otot maupun sendi anda. Hal ini merupakan hal yang wajar, akan tetapi, nyeri juga dapat merupakan salah satu gejala awal kanker. Walaupun sebagian besar rasa nyeri bukan disebabkan oleh kanker. Bila anda mengalami nyeri kronik pada suatu bagian tubuh anda, segera periksakan diri ke dokter anda. Dengan melakukan hal ini anda akan memperoleh dua keuntungan, yang pertama adalah anda dapat mengetahui sedini mungkin apakah nyeri yang anda rasakan diakibatkan oleh kanker dan yang kedua adalah bila ternyata rasa nyeri tersebut bukan diakibatkan oleh kanker, maka dokter anda dapat segera melakukan berbagai tindakan yang diperlukan untuk mengatasi rasa nyeri anda.   Perubahan Pada Buah Zakar (Testis) Kanker testis paling sering terjadi pada pria yang berusia antara 20-39 tahun. Waspadailah setiap perubahan pada testis anda, baik membesar atau mengecil. Beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah adanya pembengkakan, benjolan atau rasa berat pada kantong zakar anda. Beberapa kanker testis dapat berkembang sangat cepat, oleh karena itu diagnosa dini sangatlah penting. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa gejala di atas pada testis anda. Dokter anda mungkin akan melakukan pemeriksaan darah, USG kantong zakar, dan biopsi benjolan tersebut.   Perubahan Pada Kelenjar Getah Bening Jika terdapat benjolan atau pembengkakan pada kelenjar getah bening di ketiak atau leher anda atau di bagian tubuh lainnya, segera hubungi dokter anda. Dokter anda akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mencari penyebabnya. Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening dapat disebabkan oleh infeksi atau kanker. Bila bukan disebabkan oleh infeksi, maka dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan biopsi.   Demam Jika anda mengalami demam dengan penyebab yang tidak jelas, hal ini mungkin disebabkan oleh kanker. Akan tetapi, demam juga dapat disebabkan oleh suatu infeksi atau berbagai penyakit lainnya. Sebagian besar kanker akan menyebabkan demam pada suatu saat tertentu. Seringkali, demam pada kanker terjadi saat kanker telah menyebar ke organ tubuh lainnya. berdasarkan American Cancer Society, demam juga dapat disebabkan oleh limfoma (kanker kelenjar getah bening) atau kanker darah (leukemia). Sebaiknya jangan meremehkan demam dengan penyebab yang tidak jelas. Segera hubungi dokter anda untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan pengobatan sedini mungkin.   Sumber: webmd
 01 Jul 2019    16:00 WIB
Berbagai Hal yang Bisa Membuat Payudara Membengkak dan Nyeri
Pembengkakan pada payudara dapat merupakan gejala dari pubertas, menstruasi, kehamilan, atau menopause. Akan tetapi, pembengkakan pada payudara juga dapat merupakan gejala dari suatu penyakit serius. Beratnya gejala dan lamanya dapat berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya.  Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai hal yang dapat membuat payudara membengkak dan terasa nyeri.   Pubertas Pertumbuhan dan pembengkakan sementara pada payudara selama masa pubertas merupakan hal yang normal. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormonal di dalam tubuh. Nyeri biasanya ringan dan hanya berlangsung sementara. Akan tetapi, dapat pula terjadinya nyeri hebat atau nyeri yang berlangsung lama. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami hal ini.   Menstruasi Karena peningkatan kadar hormon progesteron dan estrogen, maka payudara dapat menjadi membengkak selama menstruasi. Nyeri payudara ini biasanya akan mereda setelah menstruasi selesai.   Kehamilan Salah satu gejala awal kehamilan adalah pembengkakan payudara. Untuk memastikan kehamilan Anda, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack atau segera periksakan diri Anda ke seorang dokter spesialis kandungan.   Menopause Nyeri dan pembengkakan pada payudara selama masa menopause merupakan hal yang normal. Jika nyeri yang dirasakan cukup hebat atau tidak juga mereda atau disertai oleh keluarnya cairan abnormal dari puting susu, segera cari pertolongan medis.   Menyusui Saat hamil dan setelah melahirkan, payudara biasanya akan menghasilkan susu dan pembesaran kelenjar susu pada payudara seringkali akan membuat payudara terasa nyeri. Menyusui dapat memperberat pembengkakan yang terjadi dan pertumbuhan gigi pada anak dapat menyebabkan terjadinya memar pada puting susu. Kecuali bila nyeri yang dirasakan cukup hebat, maka nyeri dan pembengkakan payudara saat menyusui merupakan hal yang normal.   Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Kontrasepsi hormonal seperti pil KB dapat mengganggu keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh, yang berarti juga dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan dan nyeri pada payudara.   Gangguan Medis Tertentu Walaupun adanya benjolan pada payudara dapat merupakan gejala dari kanker, akan tetapi benjolan juga dapat terbentuk secara alami. Benjolan pada payudara dapat merupakan kelenjar susu yang membengkak. Selain itu, benjolan pada payudara juga dapat merupakan sebuah kista jinak.   Kanker Payudara Jika benjolan pada payudara Anda menyebabkan nyeri yang cukup hebat, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Hal ini dikarenakan pembengkakan payudara yang disertai oleh nyeri hebat pada payudara, nyeri pada lengan, ketiak, atau pada puting susu dapat merupakan gejala dari kanker payudara.   Baca juga: Tips Untuk Memperlambat Proses Penuaan Pada Payudara Anda   Pembesaran Kelenjar Getah Bening Kelenjar getah bening dapat mengalami peradangan, membengkak, dan terasa nyeri akibat adanya suatu infeksi pada daerah sekitarnya. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening.   Mastitis Mastitis merupakan infeksi bakteri yang seringkali disertai oleh demam dan peradangan pada daerah sekitar puting susu. Mastitis biasanya disebabkan oleh penyumbatan saluran susu di dalam payudara. Mastitis dapat menyebabkan nyeri hebat pada payudara. Diperlukan antibiotik untuk mengatasi infeksi dan mengurangi gejala.   Ektasia Saat kelenjar susu tersumbat oleh susu, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya peradangan, pembengkakan, nyeri, dan keluarnya cairan dari puting susu. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami hal ini. Pemberian antibiotik atau tindakan pembedahan mungkin diperlukan.   Fibrokistik Payudara Fibrokistik payudara bukan merupakan suatu penyakit atau infeksi, tetapi merupakan suatu keadaan di mana jaringan payudara terasa keras seperti tali. Keadaan ini dapat menyebabkan payudara membengkak dan terasa nyeri. Gejala biasanya terjadi pada bagian ujung dari payudara dan seringkali terjadi berdekatan dengan waktu menstruasi. Gejala lain yang mungkin ditemukan adalah keluarnya cairan berwarna hijau atau cokelat dari puting susu. Gejala ini merupakan tanda gangguan sudah cukup berat dan membutuhkan pengobatan segera.   Nekrosis Trauma, tindakan biopsy, atau tindakan pembedahan dapat menyebabkan kematian jaringan (nekrosis) lemak pada payudara. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya benjolan yang terasa nyeri pada payudara. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami hal ini.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 18 Jun 2019    18:00 WIB
Kenali Benjolan Di Tubuh yang Dapat Mematikan!
Apakah Anda menemukan adanya benjolan pada tubuh Anda? Khawatir bila benjolan tersebut merupakan tanda keganasan alias kanker? Sebenarnya, selain sebagai suatu tanda adanya keganasan, benjolan juga dapat merupakan suatu tumor jinak atau tanda adanya proses peradangan di dalam tubuh.   Seperti halnya tahi lalat, benjolan dapat terbentuk di bagian tubuh mana pun, tetapi biasanya lebih sering ditemukan pada payudara, leher, dan daerah kemaluan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis benjolan yang mungkin tumbuh pada tubuh manusia.   Getah Bening Benjolan yang terbentuk pada daerah ketiak dan leher; misalnya di bawah rahang, belakang telinga, dan dasar tengkorak, serta di selangkangan biasanya merupakan suatu pembesaran kelenjar getah bening. Pembesaran kelenjar getah bening ini biasanya terjadi karena adanya infeksi bakteri atau virus pada bagian tubuh di dekatnya.   Pembesaran kelenjar getah bening ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 3 minggu. Bila benjolan tetap ada selama lebih dari 3 minggu, maka segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat.   Nodul Tiroid Benjolan kecil yang teraba keras di leher bagian depan bawah biasanya disebabkan oleh pembesaran kelenjar tiroid, yang merupakan suatu tumor jinak. Akan tetapi, untuk memastikannya dianjurkan agar Anda segera berkonsultasi dengan dokter terdekat.   Fibroadenoma Fibroadenoma atau tumor jinak di daerah payudara biasanya mengenai wanita yang berusia antara 20-30 tahun. Benjolan biasanya berbentuk bulat, sangat mudah digerakkan, dan sebagian besar tidak berbahaya. Akan tetapi, jika benjolan terus membesar dan membuat Anda merasa khawatir, segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat.   Kista Kista dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh, termasuk di daerah payudara dan daerah kemaluan. Kista dapat terasa sangat lembut dan berisi cairan. Kompres kista dengan air hangat dan oleskan krim antibiotik. Jika benjolan menetap selama lebih dari 1 bulan, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri Anda ke seorang dokter.   Lipoma Benjolan yang terdiri dari jaringan lemak ini dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk pada kaki, tangan, dan batang tubuh. Bentuknya biasanya berupa benjolan bulat yang mudah digerakkan. Penyebabnya biasanya merupakan faktor genetika atau diturunkan dalam keluarga. Benjolan ini biasanya hanya berupa tumor jinak dan tidak berbahaya.   Baca Juga: Apakah Arti Benjolan Pada Payudara Anda?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: penyakitkulit
 28 Aug 2018    16:00 WIB
Waspada! Pria Juga Bisa Terkena Kanker Payudara
Walaupun jarang sekali ada pria yang didiagnosa menderita kanker payudara, akan tetapi bukan berarti mereka tidak mungkin menderita kanker yang satu. Pria juga dapat menderita kanker payudara lho! Hal ini dikarenakan pria juga memiliki jaringan payudara. Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada pria adalah mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan keduanya dapat meningkatkan kadar hormon wanita, yaitu estrogen, di dalam tubuh pria. Kadar hormon yang abnormal inilah yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada pria.   Baca juga: Pilihan Terapi Kanker Payudara Stadium 0   Gejala Kanker Payudara Pada Pria Kanker payudara stadium awal biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala awal yang paling sering ditemukan adalah adanya benjolan yang tidak nyeri pada payudara atau ketiak. Saat benjolan ini semakin berkembang, maka dapat terjadi perubahan bentuk dan struktur payudara. Oleh karena itu, sangat penting bagi para pria untuk segera memeriksakan dirinya bila mereka menemukan adanya benjolan pada payudaranya. Selain benjolan, beberapa gejala kanker payudara lain yang dapat ditemukan pada pria adalah: Keluarnya cairan dari puting susu Puting susu terasa gatal Puting susu tampak kemerahan dan bersisik Puting susu tertarik ke dalam Kulit payudara tampak mengkerut Perubahan ukuran dan bentuk payudara Kulit payudara tampak seperti kulit jeruk   Kanker Payudara Lebih Mudah Dideteksi Pada Pria Daripada Wanita Karena ukuran payudara pria yang lebih kecil, maka adanya benjolan pada payudara pria biasanya dapat lebih mudah disadari. Akan tetapi, banyak pria yang sering tidak menghiraukan berbagai gejala kanker payudara di atas. Apalagi, para dokter yang memeriksa juga seringkali tidak menduga adanya benjolan pada payudara pria sebagai sebuah sel kanker. Selain itu, pada sebagian besar kasus, kanker payudara yang diderita oleh para pria adalah kanker payudara yang cukup ganas (sub tipe luminal B), yang dapat sangat berbahaya bila terlambat didiagnosa. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda bila Anda menemukan adanya benjolan pada payudara Anda. Memang benar bahwa resiko terjadinya kanker payudara akan meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara, dan memiliki gaya hidup yang tidak sehat. Akan tetapi, langkah terpenting untuk mengatasi kanker payudara adalah mendeteksinya sedini mungkin dengan cara mengetahui bagaimana keadaan payudara Anda yang normal dan tahu kapan harus mencari pertolongan medis.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: sheknows