Your browser does not support JavaScript!
 31 Aug 2018    11:00 WIB
Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi
Mungkin anak Anda sering mengalami sulit buang air besar. Berikut adalah cara untuk mengatasi sembelit pada anak Anda Sembelit/ konstipasi adalah salah satu masalah yang sering dihadapi oleh anak. Hal ini dapat terjadi pada anak-anak sekitar 30 persen. Apabila anak Anda buang air besar tidak normal atau berbeda dengan jadwal buang air besar yang biasanya. Bayi Anda mungkin buang air besar setiap habis makan, atau dia mungkin menunggu satu hari atau lebih untuk buang air besar.  Pola buang air besar setiap anak tergantung pada apa yang ia makan dan minum, seberapa aktif anak Anda, dan seberapa cepat anak Anda mampu mencerna makanan dan kemudian buang air besar. Namun dengan latihan, Anda akan dapat mengarahkan pada pola buang air besar yang baik.  Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda coba untuk mengatasi sembelit:  Pijat perut bayi Anda. Tekan dengan tiga jari di bawah pusarnya dan lakukan penekanan yang lembut dengan menggunakan ujung jari Anda. Tekan sampai Anda merasakan ada suatu benjolan. Lakukan penekanan yang lembut namun konstan sekitar tiga menit.  Apabila bayi Anda makan atau minum susu formula, tanyakan kepada dokter untuk mengganti dengan merek yang berbeda.  Biasanya bayi kurang mengalami sembelit apabila mengkonsumsi susu formula kedelai.  Apabila anak Anda sudah dapat mengkonsumsi makanan padat. Anda boleh mencoba sedikit jus apel atau beberapa sendok buah plum, alpukat atau pir untuk membantu melancarkan buang air besar. Tanyakan pada dokter Anda bagaimana pengobatan yang tepat untuk anak Anda. Biasanya dokter akan memberikan obat melalui anus. Obat tersebut akan merangsang saluran pencernaan agar berkontraksi dan membantu buang air besar atau membuat kotoran menjadi lebih lunak. Namun pengobatan ini sebaiknya jangan dilakukan secara terus menerus, Anda harus melatih agar anak Anda dapat buang besar secara teratur. Anda juga bisa membantu memasukkan sabun batangan yang Anda hancurkan melalui anus untuk membantu melicinkan daerah sekitar anus dan melancarkan kotoran mudah keluar.    Sumber: babycenter
 16 Aug 2018    16:00 WIB
Manfaat Menyusui Bagi Kesehatan Sang Ibu
Tahukah Anda bahwa menyusui tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan bayi Anda, tetapi juga bagi Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat dari menyusui bagi sang ibu.   Baca juga: Tips Mencegah Terjadinya Nyeri Saat Menyusui   Menyusui Dapat Menyembuhkan Tubuh Anda Saat Anda menyusui, maka tubuh Anda akan memproduksi hormon oksitosin, yang akan membantu rahim Anda berkontraksi dan kembali ke ukurannya semula. Selain itu, adanya hormon ini juga dapat membantu mengurangi perdarahan rahim paska persalinan. Menyusui juga dapat mencegah payudara membengkak dan nyeri karena banyaknya ASI yang terdapat di dalamnya. Pembengkakan payudara ini dapat terjadi saat payudara sedang "mengubah" ASI yang dihasilkannya dari kolostrum menjadi ASI biasa atau saat Anda sudah beberapa hari tidak menyusui.   Menyusui Dapat Menurunkan Resiko Terjadinya Beberapa Penyakit Tertentu Menyusui dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   Menyusui Membantu Menurunkan Berat Badan Dengan Lebih Cepat Untuk memproduksi ASI, tubuh Anda membutuhkan sekitar 500 kalori setiap harinya. Dengan demikian, menyusui juga dapat membantu menurunkan berat badan Anda paska melahirkan, yaitu sekitar 1-2 kg setiap bulannya.   Menyusui Dapat Menghemat Pengeluaran Anda Selain mudah (tidak butuh botol dan tidak perlu menyiapkan susu), ASI juga bebas dari kuman penyakit dan membuat Anda dapat berhemat karena tidak perlu membeli susu formula bayi yang cukup mahal. Anda juga dapat memberikan susu pada bayi Anda kapan saja dan di mana saja. Menyusui juga membuat Anda dapat beristirahat dan membentuk ikatan dengan bayi Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 25 Jul 2018    16:00 WIB
Bagaimana Perkembangan Bayi Pada 11 Bulan Pertama ?
Mempelajari Bahasa yang DidengarnyaSaat ini bayi anda mungkin telah dapat mengucapkan beberapa kata sederhana, walaupun belum terlalu jelas. Bayi anda sedang mengalami perkembangan kecerdasan yang cukup pesat saat ini. Bayi anda pun sedang belajar mengenai apa arti kata-kata yang diucapkannya. Walaupun anda baru saja dapat mendengar bayi anda berbicara beberapa patah kata, proses pembelajaran ini telah dimulai sejak awal kelahirannya, yaitu saat ia mendengar orang-orang di sekitarnya berbicara. Pada saat ini pun bayi anda mulai bermain sambil bersuara dan belajar bagaimana mengucapkan kata-kata konsonan maupun vokal sesuai dengan bahasa yang sering didengarnya ("bahasa ibu"). Bayi anda masih membutuhkan waktu sekitar 9 bulan untuk membuat kata-katanya lebih jelas dan lebih terdengar seperti bahasa yang dikenal oleh orang dewasa. Jika anda pernah bertanya-tanya apakah bayi anda mengetahui siapa namanya, atau apakah ia mengerti saat anda mengatakan "tidak" atau "ya" atau "ini botol" dan lain sebagainya, jawabannya adalah ia tahu. Akan tetapi, seperti halnya saat anda mempelajari suatu bahasa lain saat bersekolah, maka anda pun mengerti akan lebih mudah mengerti arti bahasa tersebut (pasif) daripada berbicara menggunakan bahasa tersebut (aktif). Selain itu, keterampilan motorik yang diperlukan untuk berbicara sangat rumit dan bayi anda memerlukan beberapa waktu untuk mempelajari serta menguasainya. Belajar BerbicaraBayi hanya dapat belajar mengenai suatu bahasa dan bagaimana caranya berbicara melalui hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya. Bayi anda tidak dapat banyak belajar bila anda hanya membaringkannya di depan televisi dan mendengarkan orang lain berbicara sementara anda jarang mengajaknya berbicara. Untuk membantu bayi anda belajar berbicara dan mengerti apa arti kata-kata yang didengarnya, harus ada suatu pertanyaan dan jawaban, atau obrolan di antara orang-orang di sekitarnya atau antara anda dengannya. Intinya adalah anda harus banyak berinteraksi dengan bayi anda. Semakin banyak interaksi yang anda atau orang-orang di sekitarnya lakukan dengannya, maka bayi anda akan lebih cepat belajar berbicara dan mengerti arti ucapannya dan anda.Tips Membantu Bayi Anda BelajarBeberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membantunya belajar berbicara dan mengerti bahasa yang sering didengarnya adalah:•    Berbicaralah dengannya sesering mungkin•    Jelaskanlah setiap hal yang anda lakukan•    Bertanyalah padanya dan berikan respon terhadap apapun yang anak anda katakan pada anda•    Bacakanlah sebuah cerita•    Gunakanlah berbagai irama dan intonasi suara serta gerakan saat anda berbicara atau membacakan buku untuknya Anda tidak perlu khawatir bila anda tidak dapat melakukan berbagai hal di atas, bayi anda tetap dapat belajar berbicara melalui berbagai hal yang didengarnya, dari anda atau bukan. Sumber: webmd
 24 Jun 2018    13:00 WIB
Kapan Sebaiknya Anda Memberikan Makanan Padat Untuk Bayi Anda?
Makanan bayi dianjurkan untuk diberikan saat ASI atau susu formula sudah tidak cukup untuk memuaskan rasa lapar anak. Meskipun makanan yang diberikan bergizi, namun makanan bayi tetap harus dilengkapi dengan ASI dan atau susu formula. ASI harus diberi sebagai sumber utama nutrisi sampai bayi berusia 12 bulan. Masa keemasan pertumbuhan bayi terjadi pada tahun pertama dan tubuh bayi membutuhkan nutrisi dan kalori yang cukup untuk membantu proses tersebut. Bayi belajar makan makanan padat secara alami dan bertahap. Jangan terburu-buru untuk melakukan perubahan tersebut. Dalam 6 bulan pertama atau lebih, ASI menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi. Pada sekitar usia 6 sampai 8 bulan, bayi masih lapar meski sudah diberikan ASI. Sehingga sebaiknya pada usia ini bayi mulai diberikan makanan padat. Bubur sayuran dan buah-buahan, sereal tumbuk adalah contoh dari makanan semi-padat untuk bayi. Bayi memiliki gigi untuk memotong atau menghancurkan potongan-potongan makanan, tetapi belum memiliki geraham sehingga membuatnya sulit untuk menggiling makanan padat. Oleh karena itu, orang tua harus berhati-hati dalam menghancurkan makanan bayi sehingga bayi Anda dapat memakannya dengan baik.   Saat bayi mulai bisa duduk tanpa bantuan atau mulai menunjukkan minat kepada makanan yang lain dari yang dimakan itu adalah tanda bahwa ia sudah siap diberi makan makanan padat. Mulailah dengan buah atau sayuran atau sereal, sambil mengenalkan beberapa jenis makanan baru. Dengan cara ini, Anda akan dapat mengidentifikasi sumber alergi apabila terjadi reaksi alergi. Catatan kesehatan WHO merekomendasikan bahwa bayi menerima ASI eksklusif selama enam bulan pertama dalam hidupnya untuk mencapai pertumbuhan yang optimal, perkembangan tubuh dan kesehatan. Pada usia enam bulan bayi sudah siap untuk diberikan makanan pendamping. Pengenalan awal makanan padat pada bayi dapat memuaskan rasa lapar bayi sehingga bayi menjadi kurang dalam minum ASI akibatnya bayi sering kurang gizi. Penyerapan zat besi dari ASI menurun di usus kecil bayi saat susu diberikan dengan tambahan makanan lain. Oleh karena itu, penggunaan awal makanan pendamping dapat menyebabkan kekurangan zat besi dan anemia. Sumber: medindia
 06 Jun 2018    13:00 WIB
Apa yang Harus Diperhatikan Mengenai Waktu Tidur Siang Bayi?
1.      Ketahui Saat Si Kecil Mengantuk Anda tentunya tahu saat si kecil menguap bahwa ia mengantuk, tetapi sebenarnya terdapat beberapa tanda lainnya bahwa si kecil telah mengantuk seperti menggosok mata, menangis, dan rewel. Bayi yang merasa terlalu lelah justru akan lebih sulit tertidur, oleh karena itu pastikan Anda memperhatikan berbagai tanda tersebut. Bayi yang sudah lebih besar mungkin dapat tampak ceroboh, manja, dan hiperaktif di saat ia mengantuk.   2.      Jangan Bangunkan Si Kecil Bagaimana bila bayi Anda tertidur di bangku mobilnya? Keluarkanlah seluruh bangku mobil khusus bayi tersebut dan biarkan ia tetap melanjutkan tidurnya di sana dan pastikan sabuk pengamannya tetap terpasang. Akan tetapi, jangan biarkan ia tidur semalaman di bangku mobil tersebut. Tidurkanlah dia dengan posisi terlentang di ranjang bayinya.   3.      Bayi Memang Banyak Tidur Anda mungkin melihat bahwa bayi Anda memiliki waktu tidur yang cukup lama. Hal ini merupakan hal yang normal. Seorang bayi yang baru lahir memiliki waktu tidur sekitar 16 jam setiap harinya dan hanya terbangun untuk makan dang anti popok. Bayi yang lebih tua biasanya membutuhkan waktu tidur siang yang lebih sedikit dan tidur lebih lama di malam hari. Saat berusia 6 bulan, maka beberapa bayi biasanya telah dapat tidur di sepanjang malam dan tidur siang 2-3 kali. Jangan samakan bayi Anda dengan bayi lainnya, karena setiap bayi memiliki waktu tidur yang berbeda.   4.      Tidur Setelah Menyusu Bayi tertidur setelah selesai menyusu merupakan hal yang normal dan menyusuinya (baik dengan botol maupun ASI) hingga bayi Anda tertidur merupakan salah satu cara yang baik untuk membangun ikatan dengan bayi Anda. Akan tetapi, seiring dengan berlalunya waktu, Anda pun harus mulai mengajarkan bayi Anda bagaimana caranya tidur dengan sendirinya.   5.      Latih Si Kecil Tidur Siang Lebih Lama Bila bayi Anda telah berusia lebih dari 6 bulan tetapi masih sering tidur siang selama 20 menit setiap kalinya di sepanjang hari, maka latihlah ia untuk tidur siang lebih lama. Cobalah untuk menjaga bayi Anda tetap terjaga lebih lama sehingga ia pun dapat tidur siang lebih lama sedikit demi sedikit.   6.      Buatlah Suatu Rutinitas Cara lainnya untuk membuat bayi Anda mengetahui kapan waktu tidur siang adalah buatlah suatu rutinitas sebelum tidur siang dan terus lakukan hal tersebut setiap harinya sebiasa mungkin. Rutinitas yang dimaksud di sini adalah tentukan waktu tidur siang yang lama setiap harinya, jangan biarkan bayi Anda tidur di sore hari (jika bayi Anda sulit tidur di malam hari, maka cobalah untuk membuatnya tidur siang lebih awal atau bangunkan dia dari tidur siangnya lebih awal), tidurkanlah ia di ranjangnya sehingga ia mengetahui bahwa setiap kali ia berada di dalamnya maka hal ini berarti waktu tidur.   7.      Jangan Terburu-buru Memeriksa Keadaan Bayi Anda Bersin, cegukan, rengekan, desahan, dan bahkan mencicit merupakan suara yang umum terjadi saat bayi tertidur. Akan tetapi, saat mendengar berbagai suara ini Anda tidak perlu langsung terburu-buru mendatangi bayi Anda. Menangis pun juga merupakan salah satu pertanda bahwa bayi Anda sedang berusaha untuk tidur. Tunggulah sebentar sebelum Anda memeriksa keadaan bayi Anda, kecuali bila Anda yakin bayi Anda dalam bahaya, tidak nyaman, atau lapar.   8.      Tidurkan Bayi Anda di Ranjang Bayi Saat Ia Masih Terbangun Setelah berusia beberapa minggu, Anda dapat membaringkan bayi Anda di ranjangnya walaupun ia masih terjaga, mengantuk lebih baik. Dengan melakukan hal ini, maka bayi Anda pun dapat belajar untuk tertidur dengan sendirinya tanpa perlu dipeluk atau disusui. Hal ini juga dapat membuatnya belajar untuk tertidur kembali saat ia terbangun di malam hari.   9.      Cari Tempat Tidur Siang yang Aman Jika bayi Anda tertidur, maka pastikan bayi Anda tidur di tempat yang aman sehingga ia tidak jatuh. Jika bayi Anda tertidur di sofa, ranjang Anda, atau di lantai; maka pindahkanlah dia. Pastikan Anda selalu menelentangkan bayi Anda saat ia tertidur sehingga dapat mencegah terjadinya sudden infant death syndrome (SIDS). Singkirkanlah semua selimut, bantal, mainan, boneka, dan berbagai benda lembut dari ranjang bayi Anda. Jangan biarkan bayi Anda tertidur bersama dengan anak lainnya atau hewan peliharaan Anda.     Sumber: webmd
 05 Jun 2018    13:00 WIB
Tips Lancarkan ASI Selama Bulan Ramadhan Bagi Para Ibu yang Berpuasa
Walaupun ibu menyusui sebenarnya tidak dianjurkan untuk berpuasa, apalagi bila bayi Anda masih berusia kurang dari 6 bulan, akan tetapi bila Anda tetap mau berpuasa, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hal ini dikarenakan ASI masih merupakan satu-satunya sumber makanan bagi bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Selain itu, walaupun Anda harus berpuasa di siang hari, bukan berarti Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Selama puasa, Anda pun dapat tetap makan 3 kali sehari, hanya saja dengan waktu yang berbeda. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian Anda, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi diet seimbang, yang terdiri dari karbohidrat (50%), protein (30%), dan lemak (10-20%). Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu membuat produksi ASI Anda tetap lancar. Bagi ibu yang sedang menyusui, dibutuhkan sekitar 700 kalori tambahan setiap harinya, di mana 500 kalori tersebut diambil dari makanan ibu dan 200 kalori sisanya diambil dari cadangan lemak tubuh. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu yang sedang menyusui dan ingin berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makannya (3 kali sehari) dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan bergizi saat sahur dan setelah sholat tarawih. Dengan demikian, Anda akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas harian Anda dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu yang sedang menyusui tetapi ingin berpuasa adalah: Konsumsilah banyak air putih, setidaknya 2 liter setiap harinya, mulai dari saat berbuka hingga sahur Minumlah segelas susu setiap sahur untuk menurunkan resiko terjadinya anemia Konsumsilah minuman hangat saat berbuka puasa untuk menstimulasi pengeluaran ASI Baca juga: Manfaat Kurma Saat Puasa Sumber: aritunsa
 03 Mar 2018    13:00 WIB
Ciri-ciri Bayi Anda Mengalami Infeksi Telinga
Infeksi telinga adalah juga merupakan salah satu penyakit yang sering dialami bayi. Cara termudah untuk mengetahui apakah bayi Anda mungkin memiliki infeksi telinga adalah dengan mengamati perubahan perilakunya Apabila bayi Anda berubah rewel, atau mulai menangis lebih banyak dari biasanya, kemungkinan ada masalah pada bayi Anda. Terlebih bila ada demam.    Berikut adalah tanda yang terlihat saat bayi Anda memiliki infeksi pada telinga: Bayi Anda sering menarik telinganya. Ini bisa jadi tanda bahwa dia mengalami rasa sakit (Namun bayi sering menarik telinga mereka untuk semua jenis alasan atau tanpa alasan sama sekali. Jadi jika bayi Anda tampaknya dinyatakan baik-baik saja, dia mungkin tidak mengalami infeksi telinga.)  Diare atau muntah. Infeksi pada telinga juga dapat mempengaruhi saluran pencernaan.  Kurang nafsu makan. Infeksi telinga dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Sehingga bayi Anda merasakan sakit saat menelan dan mengunyah. Anda mungkin melihat bayi Anda sering  menarik diri dari payudara atau botol setelah beberapa teguk pertama.  Sebuah cairan kuning atau keputihan mengalir dari telinga. Ini tidak terjadi pada sebagian besar bayi, tapi hal ini merupakan tanda pasti infeksi.  Bau yang tidak menyenangkan. Anda dapat mendeteksi bau busuk yang berasal dari telinga anak Anda.  Kesulitan tidur. Berbaring dapat membuat telinga terasa sakit apabila bayi Anda mengalami infeksi telinga.      Sumber: babycenter
 24 Oct 2017    18:00 WIB
Kapan Anda Harus Menghubungi Dokter Saat Anak Anda Diare?
Diare adalah suatu keadaan dimana tinja atau kotoran berubah menjadi lembek atau cair dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam waktu 24 jam. Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling sering pada balita dan membunuh lebih dari 2,6 juta balita setiap tahunnya. Oleh karena itu Anda harus mewaspadai apabila bayi Anda mengalami diare. Kapan Anda harus menghubungi dokter? Apabila bayi Anda berusia tiga bulan atau kurang dari tiga bulan sebaiknya Anda segera menghubungi dokter Anda Apabila bayi Anda berusia lebih dari tiga bulan, hubungi dokter jika bayi Anda mengalami diare dan tampaknya tidak akan membaik setelah 24 jam.  Apabila bayi Anda berusia di bawah 3 bulan, maka Anda harus menghubungi dokter saat bayi Anda mengalami demam tinggi melebihi 100,4 derajat Fahrenheit (38 derajat Celsius) yang diukur melalui dubur Apabila bayi Anda berusia di antara 3 sampai 6 bulan, maka Anda harus menghubungi dokter saat bayi Anda mengalami demam mencapai 101 derajat Fahrenheit (38,3 derajat Celsius) Apabila bayi Anda berusia diatas usia 6 bulan, maka Anda harus menghubungi dokter saat bayi Anda mengalami demam mencapai 103 derajat Fahrenheit (39,4 derajat C) Anda harus menghubungi dokter, tidak peduli berapapun usia bayi Anda: Muntah beberapa kali  Terdapat tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, popok tidak basah selama enam jam atau lebih, dan menangis tanpa air mata  Adanya darah dalam tinja atau tinja berwarna hitam  Sumber: babycenter
 21 Oct 2017    11:00 WIB
Luar Biasa! Bayi Ini Dibekukan Sampai Mati Agar Hidup Kembali
Salah satu terobosan terbaru dalam Dunia Kedokteran, adalah dengan membekukan seorang bayi yang baru berumur beberapa bulan namun bertujuan untuk menyelamatkan nyawanya. Secara teknis bayi ini di buat mati suri setelah itu dihidupkan kembali, menakjubkan. Bayi bernama Samaa Zohir baru berusia sebulan saat dokter memutuskan ia harus dioperasi, jika tidak akibatnya bisa fatal yakni kematian.   Sudah sejak lahir, kondisi jantung Samaa bermasalah. Pembuluh darah yang mengalir ke jantungnya terhubung dengan cara yang salah. Seharusnya, pembuluh darah itu membawa darah beroksigen dari paru-paru ke sisi kiri jantung namun yang terjadi justru sebaliknya. Namun menurut para dokter dari Great Ormond Street Hospital, London mengoperasi jantung bayi yang berukuran lebih kecil dari bola golf jelas yang tantangan besar. Akhirnya diputuskan sebuah terobosan revolusioner yaitu  bayi ini harus dibekukan sampai mati suri.   Caranya adalah dokter meletakkan kantung berisi es di sekeliling kepala bayi itu. Dengan menggunakan mesih bypass jantung dan paru-paru darah Samaa didinginkan dari suhu normal, 37 derajat Celcius, menjadi 18 derajat Celcius. Tidak hanya itu, para dokter ini nekat menghentikan detak jantungnya dengan cara menyuntikkan obat dan mematikan mesin bypass. Pada keadaan ini secara klinis, bayi Samaa telah meninggal dunia. Tubuhnya hampir sepenuhnya kehabisan darah. Proses pembekuan ini dilakukan karena menurut ahli bedah kardiotoraks Tain-Yen Hsia dan tim medis harus melakukan operasi mikro. Dimana mereka berurusan dengan pembuluh darah yang setipis kertas beras (rice paper). Untuk membantu proses operasi satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah membekukan tubuh dan menghentikan sirkulasi darah agar pasien masuk ke fase hipothermia.   "Ini seperti mencemplungkan bayi ke dalam seember air es. Saat menghentikan jantung, kami harus melakukan operasi secepatnya dengan tingkat presisi tinggi. Tidak ada ruang melakukan kesalahan sekecil apapun", kata dr. Hsia   Dokter spesialis bedah kardiotoraks Tain-Yen Hsia dan timnya harus bekerja melawan waktu. Jendela keselamatan maksimum (maximum window of safety) adalah 50 menit sebelum jantung bayi ini harus di "restart" untuk mencegah terjadinya kerusakan pada otak dan organ dalam. Beruntung Samaa ditangani oleh tim dokter yang berkompeten, dokter berhasil membawanya kembali ke dunia dalam waktu 23 menit.   Setelah mesin dihidupkan, darah hangat langsung terpompa dan mengembalikan suhu tubuhnya ke titik normal, 37 derajat Celcius. Jantung mungil itu pun kembali berdetak. Operasi ini sukses dilakukan pada tahun 2010 di London.   Lima tahun setelah operasi yang dramatis, Samaa telah sembuh total. Satu-satunya bekas operasi yang dimiliki bayi asal Finchley, London Utara ini, adalah bekas luka di dadanya. Ibunya, Roosina Ahmed (30) dengan haru menceritakan saat-saat terberat dalam hidupnya. Namun sekarang dia sudah bisa kembali hidup bahagia bersama anaknya.   Baca juga: Berbagai Hal yang Dapat Mempengaruhi Perkembangan Bayi di Dalam Kandungan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang   Sumber: dailymail