Your browser does not support JavaScript!
 12 Jul 2019    11:00 WIB
5 Manfaat Tidur Bersama Dengan Bayi Anda
Walaupun berbagai berita di media massa tidak menganjurkan para ibu untuk tidur bersama dengan bayinya karena banyaknya kasus kematian bayi akibat tertindih, akan tetapi berbagai penelitian menemukan beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan tidur bersama anak Anda. Beberapa manfaat tidur bersama dengan bayi Anda adalah meningkatkan rasa percaya diri pada anak, menurunkan resiko terjadinya gangguan perilaku, lebih jarang mengalami "bullying", dan merasa lebih bahagia serta puas dalam kehidupan.   1.      Mendorong Anak Menjadi Lebih Mandiri Banyak orang beranggapan bahwa membiarkan bayi tidur bersama ibunya akan membuat anak menjadi manja dan tidak dapat hidup mandiri; akan tetapi penelitian justru menemukan hal yang sebaliknya. Anak yang tidur bersama dengan orang tuanya justru dapat hidup mandiri lebih cepat.   2.      Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak yang sering tidur bersama orang tuanya biasanya juga memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi, lebih jarang mengalami gangguan perilaku, lebih jarang mengalami "bullying", dan merasa lebih bahagia serta puas dalam kehidupannya. Mereka lebih jarang mengalami gangguan stress bila dibandingkan dengan anak yang jarang atau tidak pernah tidur bersama dengan orang tuanya.   3.      Meningkatkan Kesehatan Fisik dan Mental Selain mengalami berbagai manfaat psikologikal, bayi yang tidur bersama dengan orang tuanya tampaknya juga dapat tumbuh secara maksimal, baik dalam hal emosional, fisik, dan intelektual.   4.      Menurunkan Resiko Stress dan SIDS Pada sebuah penelitian di Amerika, para peneliti menemukan bahwa para bayi yang tidur sendirian memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami SIDS (sudden infant death syndrome) dan gangguan stress. Kedekatan antara ibu dan anak ini tampaknya turut mempengaruhi pernapasan bayi, pola tidur bayi, denyut jantung bayi, dan suhu tubuh bayi. Bayi yang ditinggal sendirian dan menangis akan mengalami peningkatan kadar hormon stress, kortisol, yang dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak bayi. Keadaan ini akan membuat bayi menjadi lebih rentan terhadap stress dan berbagai penyakit, termasuk berbagai jenis gangguan mental; serta membuat bayi lebih sulit sembuh dari berbagai penyakit.   5.      Mendekatkan Hubungan Ibu dan Anak Anak yang sering tidur bersama dengan orang tuanya cenderung memiliki hubungan yang lebih dekat dengan keluarganya dan merasa lebih bahagia dibandingkan dengan anak yang biasa tidur sendirian.   Sumber: sheknows
 08 Jun 2019    08:00 WIB
4 Alasan Mengapa Tidak Harus Berikan iPad Untuk Balita
Pada saat Anda memutuskan untuk memiliki anak, ada berbagai topik yang dapat Anda bicarakan dengan pasangan Anda yaitu mengenai cara membesarkan anak. Salah satu topik penting yang harus Anda bicarakan adalah apakah anak harus diberikan iPad sejak dini. Meskipun iPad, tablet, ponsel pintar memiliki beberapa aplikasi untuk anak seperti belajar tentang huruf, warna, angka, hewan dll. Namun Anda juga dapat mengajarkan hal tersebut tanpa aplikasi tersebut kan? Berikut adalah alasan mengapa Anda tidak harus memberikan iPad untuk Balita Anda: 1.      Teknologi dapat menunggu Sebuah penelitian mengatakan bahwa saat masih di dalam kandungan sampai anak berusia tiga tahun, merupakan saat keemasan untuk otak anak Anda berkembang. Apabila Anda memberikan Tab dibawah usia tiga tahun hal ini akan mengganggu perkembangan otak anak Anda. 2.      Mengganggu kesehatan anak Melihat layar tab terlalu lama akan mempengaruhi perkembangan psikologis anak, selain itu menyebabkan belajar bahasa yang terlambat, gangguan motorik dan koordinasi antara tangan dengan mata. 3.      Perubahan perilaku Bayi Anda akan cepat belajar, bahwa jika dia marah-marah dan menangis dia akan mendapatkan iPad. Perilaku ini dalam jangka panjang, akan membuat mereka menjadi sangat bersikeras dan keras kepala. 4.      Pendidikan dini tidak harus melalui media digital Meskipun ada banyak aplikasi yang tak terhitung banyaknya untuk membantu bayi Anda belajar alfabet, angka, warna, hewan dll, namun mengajarkan secara langsung merupakan cara yang baik. Sumber: momjunction
 10 Mar 2019    16:00 WIB
Begini Pertolongan Pertama Saat Bayi Tersedak (Choking)
Anak/bayi suka memasukan benda apapun yang di temukan ke dalam mulutnya. sehingga hal ini dapat mengakibatkan si anak/bayi mengalami tersedak (Choking). Benda asing yang menyebabkan sumbatan jalan nafas (Tersedak) pada anak adalah benda cair, diikuti benda asing yang bersifat padat seperti kancing baju, mainan atau makanan padat.   Tanda anak mengalami sumbatan jalan nafas adalah menangis sambil diikuti refleks batuk untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Batuk merupakan refleks yang aman untuk mengeluarkan benda asing pada jalan nafas. Tindakan baru diberikan bila sumbatan berat dengan cara : Tindakan Back Blows.   Cara melakukan bantuan anak/bayi yang mengalami sumbatan jalan nafas berat ( Cara Back Blows ) :   1. Posisikan bayi/anak dengan posisi kepala mengarah ke bawah, supaya gaya gravitasi dapat membantu mengeluarkan benda asing.   2. Penolong berlututcatau duduk, dapat menopang Anak/bayi di pangkuannya dengan lebih aman saat melakukan tindakan.   3. Untuk bayi, topang kepala dengan menggunakan ibu jari di satu sisi rahang dan rahang yang lain menggunakan satu atau dua jari dari tangan yang sama. Jangan sampai menekan jaringan lunak di bawah rahang, karena akan menyebabkan sumbatan jalan nafas kembali. Sedangakan untuk anak berusia diatas 1 tahun, kepala tidak perlu ditopang secara khusus.   4. Lakukan 5 hentakan Back Blows secara kuat dengan menggunakan telapak tangan ditengah punggung. Tujuan tindakan tersebut untuk mengupayakan sumbatan benda asing terlepas setelah satu hentakan, bukan karena akumulasi ke-5 hentakan. 5. Bila tindakan tersebut gagal, segera bawa ke Rumah Sakit terdekat untuk memperoleh pertolongan lebih lanjut
 19 Feb 2019    11:00 WIB
Mengapa Anda Belum Bisa Punya Anak?
Kehadiran anak dalam sebuah keluarga tentunya merupakan suatu hal yang sangat membahagiakan dan ditunggu-tunggu bukan? Namun demikian, masih banyak pasangan suami istri yang belum juga dikaruniai momongan walaupun telah lama menikah. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai gangguan yang ada pada diri sang suami maupun sang istri. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang membuat seorang wanita sulit hamil.   Sakit Saat seorang wanita sakit atau menderita gangguan kesehatan tertentu, apapun itu, maka hal ini pun akan sangat mempengaruhi kemungkinannya untuk hamil. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan seorang wanita sangat mempengaruhi kemungkinannya untuk hamil.   Baca Juga: Gangguan Tidur Saat Hamil dan Setelah Melahirkan   Menstruasi Tidak Teratur Menstruasi yang tidak teratur juga dapat mempengaruhi kemungkinan seorang wanita untuk hamil. Bila selama ini menstruasi Anda selalu tidak teratur, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter kandungan untuk mengetahui apa penyebabnya dan penanganan apa yang Anda perlukan agar periode menstruasi Anda menjadi lebih teratur. Hal ini dikarenakan menstruasi yang tidak teratur menyebabkan sel telur tidak dilepaskan setiap bulannya, sehingga Anda pun lebih sulit hamil.   Usia Anda tentunya telah mengetahui bahwa seorang wanita memiliki usia subur yang sudah tertentu, yaitu sebelum ia memasuki masa menopause. Akan tetapi, saat seorang wanita berusia lebih dari 35 tahun, ia juga akan menjadi lebih sulit hamil.   Gangguan Pada Saluran Telur Gangguan pada saluran telur (tempat di mana sperma dan sel telur matang bertemu), dapat mencegah terjadinya pertemuan di antara sperma dan sel telur. Hal ini tentu saja akan membuat kehamilan lebih sulit terjadi. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan atau kerusakan pada saluran telur adalah infeksi panggul, endometriosis, dan jaringan parut yang terbentuk paska operasi.   Perubahan Kadar Hormonal Sejumlah wanita memang menderita gangguan ovulasi karena kadar hormonnya yang tidak seimbang. Hal ini akan membuat pelepasan sel telur dari indung telur dan penebalan dinding rahim sebagai persiapan kehamilan tidak terjadi. Gangguan keseimbangan hormonal ini biasanya dapat diketahui melalui pemeriksaan darah.   Gangguan Pada Leher Rahim Beberapa orang wanita mungkin mengalami suatu gangguan pada leher rahimnya (serviks), misalnya karena produksi lendir yang abnormal atau akibat tindakan pembedahan pada leher rahim, yang membuat sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim. Keadaan ini biasanya dapat diatasi dengan melakukan inseminasi buatan.   Gangguan Pada Rahim Bentuk rahim yang abnormal juga dapat membuat kehamilan lebih sulit terjadi. Selain itu, adanya polip atau mioma rahim (tumor jinak rahim) juga dapat membuat kehamilan lebih sulit terjadi.   Kemandulan Tanpa Penyebab yang Jelas Yang dimaksud dengan kemandulan tanpa penyebab yang jelas di sini adalah para dokter tidak dapat menemukan adanya gangguan apapun pada organ reproduksi seorang wanita, tetapi entah mengapa kehamilan tetap tidak dapat terjadi. Keadaan ini telah mengenai sekitar 20% pasangan suami istri di dunia.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang.   Sumber: carabaruku, webmd
 19 Dec 2018    16:00 WIB
Tips Merawat Bayi Untuk Orang Tua Baru
Selamat untuk Sobat yang menjadi Ibu baru! Selama 9 bulan, Sobat sudah berjuang menjalani proses kehamilan demi menjaga kesehatan buah hati dan harus menjalani proses persalinan yang luar biasa dahsyatnya. Sekarang ada kehidupan baru yang akan Anda jalani, sukacita dan kebahagiaan telah hadir dalam hidup Anda dan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Memiliki bayi berarti Anda memiliki tanggung jawab yang lebih dan tentunya Anda ingin memberikan yang terbaik untuk bayi kesayangan Anda. Terlebih ini adalah pengalaman pertama Anda, kemungkinan Anda masih bingung apa yang harus dilakukan. Untuk membantu Anda dibawah ini akan diulas bagaimana cara merawat bayi yang baru lahir. Berikut adalah  tips untuk merawat bayi yang baru lahir: 1.      Menggendong bayi Anda dengan hati-hati Bayi yang baru lahir memiliki leher yang sangat lunak, dimana ototnya belum berkembang dengan baik. Otot-otot tubuhnya mulai berkembang dalam beberapa bulan pertama, tapi sampai saat itu orang tua harus selalu memastikan agar memperhatikan leher bayi dengan baik Gendongan yang tepat akan mencegah kepala bergerak tidak terkendali, hal ini dapat merusak otak bayi. Jadi saat Anda menggendong bayi, pegang bagian leher dan kepala bayi agar tidak mudah bergerak, begitu pula saat Anda menaruh bayi dikasur, selalu perhatikan bagian kepala dan leher. 2.      Membantu Bayi Anda pada saat Menyusui dengan posisi dan pelekatan yang baik Keputusan untuk menyusui bayi Anda adalah salah satu hadiah terbaik yang dapat Anda berikan untuk bayi Anda. ASI memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk memperkuat kekebalan tubuh bayi Anda. Saat menyusui, posisi dan pelekatan yang baik adalah sangat penting, karena posisi dan pelekatan yang tidak tepat dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada payudara. Pelekatan yang baik adalah saat mulut bayi mencakup seluruh puting dan areola. Dengan cara ini mulut, lidah dan bibir akan memijat agar susu keluar dari kelenjar susu Anda. Untuk mendapatkan pelekatan yang baik, pegang bayi Anda menghadap payudara Anda dan rangsang bibir bayi dengan puting Anda untuk membuat mulutnya terbuka sangat lebar. Setelah mulut terbuka lebar, membawa bayi Anda maju menuju payudara Anda. Tetap memegang payudara Anda sampai bayi Anda memiliki pemahaman yang kuat dan menyusui dengan baik. Biarkan bayi Anda menyusui dari kedua payudara - setidaknya 10 menit di setiap sisi secara bergantian. Jika Anda mengalami masalah pelekatan saat menyusui, Anda dapat menggunakan contact nipple shield atau pelindung putinuntuk membantu proses tersebut. 3.      Jangan lupakan untuk membuat bayi Anda bersendawa Udara yang masuk ke dalam lambung bayi di saat menyusui dapat mengganggu saluran pencernaan yang masih kecil. Hal ini dapat membuat bayi Anda merasa tidak nyaman dan bahkan menyebabkan nyeri kolik. Oleh karena itu, adalah penting untuk membuat bayi Anda bersendawa untuk mengeluarkan udara berlebih. Trik sederhana ini akan menjaga agar bayi Anda terhindar dari masalah saluran pencernaan: Saat membantu bayi untuk bersendawa, posisi tegak umumnya bekerja paling efektif. Tempatkan bayi Anda dalam posisi duduk, menghadap ke depan di pangkuan Anda. Pegang bayi Anda dengan satu tangan Menepuk punggung bayi Anda dengan lembut untuk mengeluarkan udara dari mulutnya Dengarkan apakah sudah ada suara bersendawa atau belum Anda juga dapat menempatkan bayi Anda secara tegak di bahu Anda dan dengan lembut menepuk punggungnya. 4.      Memandikan bayi dengan spons mandi pada awalnya Bayi yang baru lahir sebaiknya jangan dimandikan dengan air secara langsung karena masih lemah. Biasanya untuk bayi yang baru lahir, bayi dapat dimandikan dengan menggunakan spons mandi sampai tali pusat yang tersisa terlepas. Selalu ingat, saat tali pusat tetap kering, maka akan lepas lebih mudah.. Biasanya membutuhkan waktu 2-3 minggu. Bila sampai tali pusat basah, tepuk-tepuk dengan handuk lembut sampai kering. Saat menggunakan spons mandi, selalu menggunakan air hangat dan menghindari menggosok kulit lembut bayi Anda terlalu keras. Ingatlah bahwa bayi yang baru lahir tidak akan terlalu kotor. Setelah tali pusar lepas,  Anda akan dapat memandikan bayi seperti biasa. Memandikan bayi Anda beberapa kali seminggu boleh saja dilakukan selama tahun pertama. 5.      Perhatikan saat bayi tidur Meski hanya untuk tidur siang yang singkat,  selalu perhatikan posisi tidur bayi. Untuk mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) Pastikan wajah dan kepala bayi Anda tetap terlihat saat tidur. Jauhkan selimut dan penutup lainnya dari mulut dan hidung bayi. Ada baiknya Anda membiasakan memakaikan pakaian bayi yang tepat pada saat akan tidur agar tidak tidak perlu menggunakan selimut atau penutup lainnya. Jika Anda menaruh selimut pada bayi Anda yang sedang tidur, taruh bagian bawah selimut dibawah kaki bayi dan selimut tidak lebih tinggi dari dada bayi.  Bila selimut terselip dibawah kaki atau diselipkan di ujung kasur bayi maka akan mencegah selimut meluncur ke wajah bayi Anda. 6.      Ganti popok sesering mungkin Popok yang basah bisa membuat kulit bayi Anda rentan terhadap infeksi, gatal dan ruam popok yang membuat perih. Oleh karena itu, Anda tetap perlu memeriksa popok bayi Anda dari waktu ke waktu. Mengganti popok bayi Anda sesering mungkin, dan sesegera mungkin ganti setelah buang air besar. Sebelum memakai popok baru, bersihkan kulit secara menyeluruh dan oleskan krim yang akan menjaga kelembaban kulit bayi. 7.      Gunakan hand sanitizer Bayi yang baru lahir memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan sangat rentan terhadap infeksi. Menjadi orangtua, Anda perlu untuk melindungi bayi Anda dari infeksi dengan menjaga kebersihan. Ketika Anda menyentuh bayi Anda, Anda perlu untuk menjaga tangan Anda benar-benar bersih. Selalu mencuci tangan sebelum memegang bayi Anda, dan terutama setelah mengganti popok kotor. Bahkan, jika bayi Anda mulai menangis dan Anda tidak punya waktu untuk mencuci tangan sebelum menenangkan bayi, Anda dapat menggunakan hand sanitizer. Pastikan gunakan yang bebas alkohol. 8.      Berikan pijat tubuh Pijatan sangat penting bagi bayi yang baru lahir Anda. Cara ini akan meningkatkan kualitas tidur bayi Anda serta membuat bayi lebih rileks dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Pijatan lembut bahkan mendorong pengembangan fleksibilitas dan koordinasi bayi, dan meningkatkan aliran oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh. Di atas semua itu, itu akan memperkuat ikatan antara Anda dan bayi Anda, yang memainkan peran kunci dalam membentuk dasar komunikasi penuh kasih. Memberikan pjitan seluruh tubuh pada bayi 2 atau 3 kali sehari. Pijatan bayi menenangkan dan nyaman bisa bertahan 10 sampai 30 menit. Namun, Anda harus menunggu untuk memulai memijat sampai setelah tali pusat lepas. Jika memungkinkan, biarkan bayi terkena sinar matahari pagi setelah dipijat, karena sinar matahari memberikan vitamin D, yang sangat bermanfaat untuk perkembangan tulang. 9.      Gunakan pelembab sesering mungkin Bayi baru lahir, kulit bayi Anda akan lembut dan halus. Tapi kulit bayi bisa kering dan bersisik dalam waktu singkat. Gunakan losion bayi hypoallergenic yang bebas pewangi. Anda dapat meminta dokter anak Anda untuk merekomendasikan losion untuk bayi Anda. 10.  Jangan pernah mengguncang bayi Anda Sangat berhati-hati untuk tidak mengguncang bayi Anda, saat bermain atau bahkan membangunkan bayi Anda dari tidur. Guncangan yang kasar dapat menyebabkan perdarahan di otak dan bahkan kematian. Jika Anda perlu membangunkan bayi Anda, jangan mengguncang dia. Ingat bahwa bayi Anda tidak siap untuk bermain kasar. Cobalah untuk menggelitik kaki bayi Anda atau meniup lembut pipi bayi.  Untuk mencegah guncangan berlebihan, selalu pastikan bayi Anda aman diikat dengan car seat. Bahkan ketika menggendong bayi Anda, pastikan Anda tidak melakukannya terlalu ketat, yang dapat menghambat kemampuan bayi Anda untuk bernapas dengan benar. Menjaga bayi yang baru lahir memang membutuhkan perhatian yang lebih, tapi menjaga bayi juga akan memberikan kebahagiaan yang tidak terhingga. Semoga ulasan diatas dapat bermanfaat. Baca juga: Tahap Pemeriksaan Mata Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: top10homeremedies
 07 Sep 2018    16:00 WIB
Apa Arti Tendangan Janin Ketika Didalam Perut ?
Salah satu momen paling menakjubkan saat hamil adalah ketika ibu merasakan tendangan bayi di dalam kandungan. Gerakan tersebut membuat ibu yakin kalau bayi yang dikandung tumbuh baik. Ibu pun jadi merasa lebih dekat dengan janin yang ada di dalam perutnya. Gerakan pertama bayi yang juga bisa disebut 'quickening' bisa terasa saat kehamilan memasuki usia 16 minggu sampai 25 minggu. Untuk wanita yang baru pertama kali hamil, kemungkinan besar tendangan tersebut tidak akan dirasakan sampai janin berusia 25 minggu. Baru di kehamilan kedua, ibu bisa merasakan gerakan bayinya di minggu ke-13. Tendangan atau gerakan bayi ini akan lebih dirasakan ibu ketika Anda berada dalam posisi diam atau tidak banyak bergerak. Biasanya tendangan bayi akan terasa ketika ibu sedang duduk atau berbaring. Seperti apa rasanya tendangan bayi ini? Perasaan tersebut sulit digambarkan dengan kata-kata. Awalnya ibu tidak benar-benar merasakan tendangan bayinya tersebut. Baru pada tendangan kedua dan ketiga, ibu sudah terbiasa merasakannya. Dan saat kehamilan memasuki trimester kedua serta ketiga, tendangan bayi benar-benar dirasakan ibu, entah itu saat bayi menendang dengan kaki, siku ataupun tangannya. Frekuensi tendangan ini akan dirasakan ibu semakin sering seiring bertambahnya usia kehamilan. Pada akhir trimester kedua dan seterusnya, tendangan bayi akan menjadi lebih kuat dan sering. Bayi cenderung bergerak di waktu-waktu tertentu, sebagai tanda penunjuk dia sedang bangun atau tertidur. Bayi biasanya aktif bergerak antara pukul 21.00 dan 01.00 dini hari, tepat di saat ibu akan tidur. Seiring bertambahnya usia kehamilan, bayi juga dapat merespon suara atau sentuhan yang didapatnya dengan gerakan. Bagaimana jika ibu tidak juga merasakan gerakan bayi hingga kehamilan memasuki usia 25 minggu? Ibu tidak perlu panik. Selama berdasarkan pemeriksaan dokter, bayi terus tumbuh, ibu akan bisa merasakan gerakannya. Ibu juga akan mengetahui kapan waktunya bayi paling aktif. Beberapa bayi secara natural memang kurang banyak bergerak. Kurangnya pergerakan bayi ini juga bisa berarti bayi sedang tidur. Ketika kandungan memasuki usia 32 minggu, bayi yang bertambah besar juga akan tidak terlalu aktif bergerak karena ruang geraknya di dalam rahim Anda semakin sempit.
 25 Jul 2018    16:00 WIB
Bagaimana Perkembangan Bayi Pada 11 Bulan Pertama ?
Mempelajari Bahasa yang DidengarnyaSaat ini bayi anda mungkin telah dapat mengucapkan beberapa kata sederhana, walaupun belum terlalu jelas. Bayi anda sedang mengalami perkembangan kecerdasan yang cukup pesat saat ini. Bayi anda pun sedang belajar mengenai apa arti kata-kata yang diucapkannya. Walaupun anda baru saja dapat mendengar bayi anda berbicara beberapa patah kata, proses pembelajaran ini telah dimulai sejak awal kelahirannya, yaitu saat ia mendengar orang-orang di sekitarnya berbicara. Pada saat ini pun bayi anda mulai bermain sambil bersuara dan belajar bagaimana mengucapkan kata-kata konsonan maupun vokal sesuai dengan bahasa yang sering didengarnya ("bahasa ibu"). Bayi anda masih membutuhkan waktu sekitar 9 bulan untuk membuat kata-katanya lebih jelas dan lebih terdengar seperti bahasa yang dikenal oleh orang dewasa. Jika anda pernah bertanya-tanya apakah bayi anda mengetahui siapa namanya, atau apakah ia mengerti saat anda mengatakan "tidak" atau "ya" atau "ini botol" dan lain sebagainya, jawabannya adalah ia tahu. Akan tetapi, seperti halnya saat anda mempelajari suatu bahasa lain saat bersekolah, maka anda pun mengerti akan lebih mudah mengerti arti bahasa tersebut (pasif) daripada berbicara menggunakan bahasa tersebut (aktif). Selain itu, keterampilan motorik yang diperlukan untuk berbicara sangat rumit dan bayi anda memerlukan beberapa waktu untuk mempelajari serta menguasainya. Belajar BerbicaraBayi hanya dapat belajar mengenai suatu bahasa dan bagaimana caranya berbicara melalui hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya. Bayi anda tidak dapat banyak belajar bila anda hanya membaringkannya di depan televisi dan mendengarkan orang lain berbicara sementara anda jarang mengajaknya berbicara. Untuk membantu bayi anda belajar berbicara dan mengerti apa arti kata-kata yang didengarnya, harus ada suatu pertanyaan dan jawaban, atau obrolan di antara orang-orang di sekitarnya atau antara anda dengannya. Intinya adalah anda harus banyak berinteraksi dengan bayi anda. Semakin banyak interaksi yang anda atau orang-orang di sekitarnya lakukan dengannya, maka bayi anda akan lebih cepat belajar berbicara dan mengerti arti ucapannya dan anda.Tips Membantu Bayi Anda BelajarBeberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membantunya belajar berbicara dan mengerti bahasa yang sering didengarnya adalah:•    Berbicaralah dengannya sesering mungkin•    Jelaskanlah setiap hal yang anda lakukan•    Bertanyalah padanya dan berikan respon terhadap apapun yang anak anda katakan pada anda•    Bacakanlah sebuah cerita•    Gunakanlah berbagai irama dan intonasi suara serta gerakan saat anda berbicara atau membacakan buku untuknya Anda tidak perlu khawatir bila anda tidak dapat melakukan berbagai hal di atas, bayi anda tetap dapat belajar berbicara melalui berbagai hal yang didengarnya, dari anda atau bukan. Sumber: webmd
 24 Jun 2018    13:00 WIB
Kapan Sebaiknya Anda Memberikan Makanan Padat Untuk Bayi Anda?
Makanan bayi dianjurkan untuk diberikan saat ASI atau susu formula sudah tidak cukup untuk memuaskan rasa lapar anak. Meskipun makanan yang diberikan bergizi, namun makanan bayi tetap harus dilengkapi dengan ASI dan atau susu formula. ASI harus diberi sebagai sumber utama nutrisi sampai bayi berusia 12 bulan. Masa keemasan pertumbuhan bayi terjadi pada tahun pertama dan tubuh bayi membutuhkan nutrisi dan kalori yang cukup untuk membantu proses tersebut. Bayi belajar makan makanan padat secara alami dan bertahap. Jangan terburu-buru untuk melakukan perubahan tersebut. Dalam 6 bulan pertama atau lebih, ASI menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi. Pada sekitar usia 6 sampai 8 bulan, bayi masih lapar meski sudah diberikan ASI. Sehingga sebaiknya pada usia ini bayi mulai diberikan makanan padat. Bubur sayuran dan buah-buahan, sereal tumbuk adalah contoh dari makanan semi-padat untuk bayi. Bayi memiliki gigi untuk memotong atau menghancurkan potongan-potongan makanan, tetapi belum memiliki geraham sehingga membuatnya sulit untuk menggiling makanan padat. Oleh karena itu, orang tua harus berhati-hati dalam menghancurkan makanan bayi sehingga bayi Anda dapat memakannya dengan baik.   Saat bayi mulai bisa duduk tanpa bantuan atau mulai menunjukkan minat kepada makanan yang lain dari yang dimakan itu adalah tanda bahwa ia sudah siap diberi makan makanan padat. Mulailah dengan buah atau sayuran atau sereal, sambil mengenalkan beberapa jenis makanan baru. Dengan cara ini, Anda akan dapat mengidentifikasi sumber alergi apabila terjadi reaksi alergi. Catatan kesehatan WHO merekomendasikan bahwa bayi menerima ASI eksklusif selama enam bulan pertama dalam hidupnya untuk mencapai pertumbuhan yang optimal, perkembangan tubuh dan kesehatan. Pada usia enam bulan bayi sudah siap untuk diberikan makanan pendamping. Pengenalan awal makanan padat pada bayi dapat memuaskan rasa lapar bayi sehingga bayi menjadi kurang dalam minum ASI akibatnya bayi sering kurang gizi. Penyerapan zat besi dari ASI menurun di usus kecil bayi saat susu diberikan dengan tambahan makanan lain. Oleh karena itu, penggunaan awal makanan pendamping dapat menyebabkan kekurangan zat besi dan anemia. Sumber: medindia
 06 Jun 2018    13:00 WIB
Apa yang Harus Diperhatikan Mengenai Waktu Tidur Siang Bayi?
1.      Ketahui Saat Si Kecil Mengantuk Anda tentunya tahu saat si kecil menguap bahwa ia mengantuk, tetapi sebenarnya terdapat beberapa tanda lainnya bahwa si kecil telah mengantuk seperti menggosok mata, menangis, dan rewel. Bayi yang merasa terlalu lelah justru akan lebih sulit tertidur, oleh karena itu pastikan Anda memperhatikan berbagai tanda tersebut. Bayi yang sudah lebih besar mungkin dapat tampak ceroboh, manja, dan hiperaktif di saat ia mengantuk.   2.      Jangan Bangunkan Si Kecil Bagaimana bila bayi Anda tertidur di bangku mobilnya? Keluarkanlah seluruh bangku mobil khusus bayi tersebut dan biarkan ia tetap melanjutkan tidurnya di sana dan pastikan sabuk pengamannya tetap terpasang. Akan tetapi, jangan biarkan ia tidur semalaman di bangku mobil tersebut. Tidurkanlah dia dengan posisi terlentang di ranjang bayinya.   3.      Bayi Memang Banyak Tidur Anda mungkin melihat bahwa bayi Anda memiliki waktu tidur yang cukup lama. Hal ini merupakan hal yang normal. Seorang bayi yang baru lahir memiliki waktu tidur sekitar 16 jam setiap harinya dan hanya terbangun untuk makan dang anti popok. Bayi yang lebih tua biasanya membutuhkan waktu tidur siang yang lebih sedikit dan tidur lebih lama di malam hari. Saat berusia 6 bulan, maka beberapa bayi biasanya telah dapat tidur di sepanjang malam dan tidur siang 2-3 kali. Jangan samakan bayi Anda dengan bayi lainnya, karena setiap bayi memiliki waktu tidur yang berbeda.   4.      Tidur Setelah Menyusu Bayi tertidur setelah selesai menyusu merupakan hal yang normal dan menyusuinya (baik dengan botol maupun ASI) hingga bayi Anda tertidur merupakan salah satu cara yang baik untuk membangun ikatan dengan bayi Anda. Akan tetapi, seiring dengan berlalunya waktu, Anda pun harus mulai mengajarkan bayi Anda bagaimana caranya tidur dengan sendirinya.   5.      Latih Si Kecil Tidur Siang Lebih Lama Bila bayi Anda telah berusia lebih dari 6 bulan tetapi masih sering tidur siang selama 20 menit setiap kalinya di sepanjang hari, maka latihlah ia untuk tidur siang lebih lama. Cobalah untuk menjaga bayi Anda tetap terjaga lebih lama sehingga ia pun dapat tidur siang lebih lama sedikit demi sedikit.   6.      Buatlah Suatu Rutinitas Cara lainnya untuk membuat bayi Anda mengetahui kapan waktu tidur siang adalah buatlah suatu rutinitas sebelum tidur siang dan terus lakukan hal tersebut setiap harinya sebiasa mungkin. Rutinitas yang dimaksud di sini adalah tentukan waktu tidur siang yang lama setiap harinya, jangan biarkan bayi Anda tidur di sore hari (jika bayi Anda sulit tidur di malam hari, maka cobalah untuk membuatnya tidur siang lebih awal atau bangunkan dia dari tidur siangnya lebih awal), tidurkanlah ia di ranjangnya sehingga ia mengetahui bahwa setiap kali ia berada di dalamnya maka hal ini berarti waktu tidur.   7.      Jangan Terburu-buru Memeriksa Keadaan Bayi Anda Bersin, cegukan, rengekan, desahan, dan bahkan mencicit merupakan suara yang umum terjadi saat bayi tertidur. Akan tetapi, saat mendengar berbagai suara ini Anda tidak perlu langsung terburu-buru mendatangi bayi Anda. Menangis pun juga merupakan salah satu pertanda bahwa bayi Anda sedang berusaha untuk tidur. Tunggulah sebentar sebelum Anda memeriksa keadaan bayi Anda, kecuali bila Anda yakin bayi Anda dalam bahaya, tidak nyaman, atau lapar.   8.      Tidurkan Bayi Anda di Ranjang Bayi Saat Ia Masih Terbangun Setelah berusia beberapa minggu, Anda dapat membaringkan bayi Anda di ranjangnya walaupun ia masih terjaga, mengantuk lebih baik. Dengan melakukan hal ini, maka bayi Anda pun dapat belajar untuk tertidur dengan sendirinya tanpa perlu dipeluk atau disusui. Hal ini juga dapat membuatnya belajar untuk tertidur kembali saat ia terbangun di malam hari.   9.      Cari Tempat Tidur Siang yang Aman Jika bayi Anda tertidur, maka pastikan bayi Anda tidur di tempat yang aman sehingga ia tidak jatuh. Jika bayi Anda tertidur di sofa, ranjang Anda, atau di lantai; maka pindahkanlah dia. Pastikan Anda selalu menelentangkan bayi Anda saat ia tertidur sehingga dapat mencegah terjadinya sudden infant death syndrome (SIDS). Singkirkanlah semua selimut, bantal, mainan, boneka, dan berbagai benda lembut dari ranjang bayi Anda. Jangan biarkan bayi Anda tertidur bersama dengan anak lainnya atau hewan peliharaan Anda.     Sumber: webmd