Your browser does not support JavaScript!
 12 Aug 2020    17:00 WIB
Penyebab Bau Kaki dan Penanggulangannya
Memiliki masalah dengan bau kaki memang tidak enak dan tidak nyaman, apalagi ketika kita sedang melakukan aktivitas dan berkumpul dengan teman. Tentunya, bau kaki kita akan membuat orang lain, bahkan kita sendiri, merasa terganggu dengan aroma yang tidak sedap. Bau kaki timbul karena adanya bakteri. Proses terjadinya bau kaki hampir sama dengan timbulnya bau mulut. Secara normal, memang terdapat bakteri alami yang hidup di kaki Anda, tetapi tidak menimbulkan bau. Saat bakteri ini berinteraksi dengan kelembaban dari kaos kaki maupun sepatu Anda, maka timbullah bau kaki karena bakteri tersebut kekurangan oksigen dan kemudian mengeluarkan bau sulfur. Semua orang baik pria, wanita bahkan bayi dapat memiliki bau kaki. Bagaimana menanggulangi masalah bau kaki?Cara paling efektif mengusir bau kaki adalah dengan menjaga kaki Anda tetap kering dan bersih. Berikut adalah tis agar kaki Anda sehat dan terhindar dari bau kaki yang mengganggu: Pilihkan sepatu dari bahan yang bisa "bernafas" misalnya kulit Memakai kaos kaki dari bahan natural seperti katun Gunakan sepatu dan kaos kaki khusus saat berolahraga Keringkan sepatu yang Anda gunakan untuk berolahraga sehabis Anda berolahraga Cucilah sepatu olahraga Anda dengan teratur Ganti sepatu Anda untuk bekerja, terlebih saat musim hujan Jika Anda menggunakan sepatu yang sama sepanjang hari, ingatlah untuk melembabkan bagian dalamnya. Jangan lupa untuk mengganti sepatu yang Anda gunakan keesokan harinya atau keringkan sepatu Anda sebelum digunakan lagi. Lakukan pedikur dengan teratur Cuci kaki Anda dengan baik Gunakan bedak, krim kaki atau semprotan kaki setiap pagi Rendam kaki Anda dalam rendaman air teh selama 10 menit, dua kali seminggu Baca juga: Tangan dan Kaki Terasa Aneh? Hati-hati Anda Mungkin Menderita Gangguan Saraf Berat! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: geniusbeauty
 07 Jul 2020    16:00 WIB
Jarang Bersihkan Pusar Ternyata Picu Berbagai Penyakit Berbahaya
Pusar adalah bagian tubuh yang jarang sekali mendapat perhatian. Tak banyak orang yang membersihkannya secara teratur. Bahkan hanya sedikit orang yang mengetahui cara membersihkan pusar dengan benar. Sebuah penelitian di North Carolina State University bahkan mengungkap bahwa terdapat 67 jenis bakteri pada rata-rata setiap pusar.  Faktanya, membersihkan pusar adalah hal yang harus dilakukan secara teratur dan dengan cara yang benar. Pusar dapat dibersihkan ketika mandi, yaitu dengan cara dibasuh menggunakan air. Namun jika lubang pusar cukup dalam, bersihkan sekali seminggu dengan cotton bud menggunakan sabun, air, atau alkohol. Berikut beberapa cara menjaga pusar selalu bersih: MEMBERSIHKAN KETIKA MANDI -          Setelah mandi, gunakan kain yang dibasahi air dan sabun untuk menyeka lembut pusar. -          Jika sudah bersih, lap area pusar dengan kain kering atau tisu. -          Lalu rendam kapas dalam minyak vitamin E -          Gosok lembut kulit pusar dari dalam ke luar -          Perlu diingat untuk tidak menggosok pusar dengan kasar, karena kulit pusar sangat sensitif. -          Setelah pusar tampak bersih, bersihkan minyak dengan kain BABY OIL -          Berbaring dan Oleskan sedikit baby oil atau langsung masukkan beberapa tetes ke pusar -          Biarkan baby oil di pusar 5 sampai 15 menit untuk mengendurkan serat kotoran -          Gosok pusar yang telah diberi baby oil menggunakan kapas dengan lembut Nah, demikian tips, ayo jangan malas lagi menjaga kebersihan pusarmu ya. Sumber: Dechacare
 22 Jun 2020    16:00 WIB
Waspada Bakteri, Kenali Jenis-Jenisnya
Berbagai jenis bakteri yang ada di sekeliling kita bisa masuk ke dalam tubuh dengan banyak cara, baik dengan kontak langsung dengan orang/benda yang terinfeksi bakteri maupun dengan cara tidak langsung seperti lewat udara. Semua penyakit yang disebabkan oleh bakteri umumnya perlu mendapat pemeriksaan yang mendalam dan penanganan yang tepat dari dokter, khususnya untuk beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri berbahaya seperti Sepsis, Meningitis, Tuberkolosis, Pielonefritis akut, dan Leptospirosis. Penyebab Infeksi BakteriBanyak bakteri baik yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh tubuh, namun ada juga bakteri jahat yang dapat menyebabkan penyakit. Saat masuk ke dalam tubuh, bakteri jahat ini berkembang biak dengan cepat, lalu menyebabkan infeksi bakteri terjadi. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri: Antrax, yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit Lyme, yang disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi. Demam Q, yang disebabkan oleh bakteri Coxiella burnetii. Demam reumatik, yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus tipe A. Tuberkulosis, yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pneumonia, yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae atau Mycoplasma pneumoniae. Vaginosis, yang disebabkan oleh bakteri Anaerobes. Meningitis, yang dapat disebabkan oleh beragam bakteri, di antaranya Streptococcus tipe B, Neisseria meningitidis, dan Listeria monocytogenes. Gonore, yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Macam-macam Cara Penularan Bakteri: Secara langsung. Penularan bakteri dapat terjadi ketika orang yang terinfeksi bakteri bersin, batuk, ciuman, atau berhubungan seksual. Ibu hamil juga dapat menularkan bakteri ke anak dalam kandungannya melalui plasenta atau kontak dengan jalan lahir saat persalinan. Secara tidak langsung. Bakteri dapat tertinggal pada benda-benda sekitar, seperti handuk, meja, hingga gagang pintu. Bakteri yang terdapat pada benda tersebut dapat berpindah ketika benda tersebut disentuh orang lain. Melalui gigitan hewan. Misalnya pada penyakit Lyme, yang ditularkan oleh gigitan kutu. Untuk menangani infeksi bakteri, dokter akan menyesuaikan jenis antibiotik sesuai dengan gejala yang muncul, riwayat kesehatan, keparahan kondisi, dan hasil tes lab. Pemberian antibiotik ini berfungsi untuk membunuh bakteri atau memperlambat perkembangbiakannya.  Namun, kita juga dapat melakukan berbagai upaya untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam tubuh, dengan cara rajin mencuci tangan, gunakan masker mulut saat berada di area penuh bakteri, jangan berbagi penggunaan barang pribadi (seperti handuk dan sikat gigi) dengan orang lain, hindari menyentuh mata, hidung, mulut dengan tangan kotor, dan jangan jajan sembarangan. Nah, mulai sekarang, yuk, jaga kebersihan tubuh, pola hidup, dan pola makan yang sehat agar terhindar dari infeksi bakteri!   Sumber : Mayapada Hospital
 05 Jan 2020    08:00 WIB
Peran Bakteri Usus Pada Penyakit Crohn
Berbagai macam bakteri yang terdapat di dalam sistem pencernaan anda mungkin memiliki peran penting pada terjadinya peradangan di usus anda. Peradangan pada usus ini sering disebut dengan penyakit Crohn. Peradangan pada penyakit Crohn diduga terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan yang menyebabkan timbulnya nyeri perut, diare, perdarahan saluran cerna, penurunan berat badan, dan sebagainya. Untuk mengatasi keadaan ini, banyak penderita penyakit Crohn yang harus mengkonsumsi obat golongan steroid yang cukup kuat dalam jangka waktu lama untuk mengurangi proses peradangan tersebut, di mana obat ini dapat menyebabkan efek samping yang cukup berat. Beberapa penderita lainnya bahkan harus melalui tindakan pembedahan untuk mengangkat beberapa bagian saluran pencernaannya untuk mengurangi gejala. Terdapat banyak penelitian yang menduga bahwa bakteri yang hidup di dalam usus anda mungkin mempengaruhi terjadinya penyakit Crohn ini. Sebuah penelitian pada 1.500 orang menemukan bahwa penderita penyakit Crohn memiliki bakteri usus yang kurang beragam dibandingkan dengan orang lain yang tidak menderita penyakit ini. Sebuah penelitian lainnya yang juga menduga adanya peran bakteri usus pada penyakit Crohn membandingkan bakteri usus yang terdapat pada 447 penderita penyakit Crohn dengan berbagai bakteri yang terdapat di dalam 221 orang sehat. Para peneliti kemudian menemukan bahwa penderita penyakit Crohn sepertinya memiliki terlalu banyak bakteri pengganggu sistem kekebalan tubuh. Selain itu, penderita Crohn pun memiliki lebih sedikit bakteri yang berperan untuk mengurangi peradangan dan memiliki lebih banyak bakteri yang menyebabkan peradangan. Hal menarik lainnya yang juga ditemukan pada penelitian ini adalah anak-anak yang menggunakan antibiotika untuk mengatasi penyakit Crohnnya sebelum benar-benar pasti terdiagnosa menderita penyakit Crohn memiliki campuran bakteri yang dapat menimbulkan gejala yang lebih berat. Oleh karena itu, dokter mungkin harus lebih mempertimbangkan penggunaan antibiotika pada penderita Crohn tahap awal. Dokter mungkin dapat lebih membantu penderita penyakit Crohn dengan memberikan pengobatan yang menyerupai peran bakteri "baik" seperti probiotik yang mengandung bakteri yang dapat membantu mengurangi peradangan bersamaan dengan berbagai obat-obatan yang dapat mengurangi efek bakteri "jahat" di dalam usus. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai peran bakteri dan efeknya terhadap kesehatan manusia. Sumber: npr
 01 Aug 2019    08:00 WIB
Ini Cara Membersihkan Pusar Yang Tepat
Tahukah Anda bahwa kotoran pada pusar Anda ternyata merupakan campuran antara bakteri, kotoran, keringat, sabun, lotion, dan serat pakaian? Hal ini berarti pusar Anda merupakan bagian tubuh yang juga perlu dibersihkan setiap harinya. Pusar Anda tidak tampak terlalu kotor jadi tidak perlu dibersihkan bukan? Menurut sebuah penelitian dari North Carolina State University, walaupun pusar Anda tidak tampak terlalu kotor, akan tetapi sebagian besar pusar "dipenuhi" dengan 67 jenis bakteri yang berbeda. Pusar yang jarang dibersihkan dapat mengeluarkan bau tidak sedap dan bahkan dapat mengalami infeksi. Infeksi pada pusar biasanya akan membuat kulit di area pusar dan sekitarnya menjadi kemerahan, gatal, dan tampak bersisik. Proses pembersihan ini sangat penting, terutama bagi Anda yang memiliki anting tindik di daerah pusar. Selain itu, walaupun sangat jarang, terkadang dapat terjadi pertumbuhan suatu jaringan pada pusar yang berbentuk seperti batu. Jaringan ini disebut dengan omfalolit atau umbolit. Jaringan ini dapat tumbuh besar hingga menutupi seluruh pusar dan dapat mengalami infeksi, meradang, bahkan menjadi luka terbuka (ulkus).   Baca juga: Cara Tepat Membersihkan Kotoran Telinga!   Jadi bagaimana cara tepat membersihkan pusar Anda setiap harinya agar terhindar dari infeksi dan bau tidak sedap? Bila pusar Anda tampak menonjol keluar, maka yang Anda perlukan hanyalah mandi secara teratur setiap harinya atau membersihkan pusar Anda dengan handuk bersih yang telah dibasahi dengan campuran air dan sabun. Akan tetapi, bila pusar Anda tampak masuk ke dalam, maka Anda mungkin perlu membersihkannya setidaknya 1 kali seminggu dengan menggunakan cotton bud yang telah dibahasi dengan campuran air dan sabun atau Anda juga dapat menggunakan alkohol. Bila cara di atas tidak juga berhasil membersihkan kotoran atau mengurangi bau tidak sedap pada pusar Anda, maka Anda mungkin perlu segera mencari pertolongan medis dengan mengunjungi seorang dokter terdekat, karena pusar Anda mungkin telah mengalami infeksi dan perlu pengobatan yang tepat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang . Sumber: womenshealthmag
 17 Jul 2019    18:00 WIB
Makan Yogurt Saat Hamil, Boleh Enggak Sih???
Saat Anda hamil, Anda mungkin akan banyak sekali mendapatkan informasi mengenai makanan apa saja yang perlu Anda konsumsi dan makanan apa saja yang perlu Anda hindari. Lalu bagaimana dengan yogurt? Bolehkah seorang wanita hamil mengkonsumsi yogurt? Ternyata tidak hanya aman untuk dikonsumsi, yogurt juga memiliki berbagai manfaat baik bagi kesehatan Anda dan bayi Anda lho.   Apa Sebenarnya Yogurt Itu? Yogurt merupakan hasil fermentasi dari susu yang mengandung bakteri baik seperti Lactobacillus acidophilus. Bakteri ini akan mencerna gula di dalam susu, yaitu laktosa, untuk memperoleh energi dan menghasilkan asam laktat, yang akan bereaksi dengan protein di dalam susu dan menghasilkan suatu cairan kental dan asam.   Kandungan Nutrisi di Dalam Yogurt Karena yogurt terbuat dari susu, maka ia pun memiliki semua nutrisi penting yang terdapat di dalam susu dan bahkan sejumlah nutrisi penting lainnya. Seperti susu, yogurt mengandung banyak kalsium, yang dibutuhkan oleh para ibu hamil untuk membantu pertumbuhan tulang bayi di dalam kandungannya. Yogurt juga mengandung protein, yang juga dibutuhkan oleh bayi Anda untuk membuat sel-sel baru. Selain itu, yogurt juga mengandung banyak vitamin.   Baca juga: Manfaat Yogurt Bagi Kesehatan   Probiotik Selain mengandung banyak nutrisi penting yang diperlukan oleh Anda dan bayi di dalam kandungan Anda, yogurt juga mengandung bakteri baik yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Bahkan, bakteri baik ini justru dapat membantu kerja saluran pencernaan dan lebih dikenal dengan nama probiotik. Saat hamil, saluran pencernaan Anda pun akan melambat untuk meningkatkan penyerapan nutrisi bagi kebutuhan bayi Anda. Keadaan ini dapat membuat Anda mengalami sembelit, yang akan meningkatkan resiko terjadinya wasir. Mengkonsumsi yogurt dapat membantu Anda buang air besar secara teratur dan mencegah terjadinya sembelit.   Hal Penting yang Harus Diperhatikan Walaupun yogurt cukup aman untuk dikonsumsi, akan tetapi ada 2 jenis yogurt yang harus dihindari oleh para ibu hamil. Yang pertama adalah yogurt yang dibuat dari susu yang tidak melalui proses pasteurisasi karena daya tahan tubuh Anda pun akan menurun saat hamil. Hal ini dikarenakan yogurt ini mengandung bakteri berbahaya. Yang kedua adalah hindari yogurt yang mengandung banyak lemak dan susu penuh lemak. Hal ini dikarenakan keduanya mengandung terlalu banyak lemak jenuh, yang tidak baik bagi kesehatan jantung dan dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan berlebih saat hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livestrong
 03 Jul 2019    08:00 WIB
Pengaruh Bakteri Usus Terhadap Kesehatan
Tahukah Anda bahwa ada berjuta-juta bakteri yang hidup pada tubuh Anda, baik di luar (kulit) maupun di dalam tubuh Anda (usus)? Pada kenyataannya, di dalam usus manusia hidup sekitar 100 triliun bakteri atau 10 kali lipat lebih banyak daripada sel-sel tubuh manusia itu sendiri. Bakteri usus atau yang juga disebut dengan flora usus, dapat mempengaruhi kesehatan seseorang dalam banyak cara; mulai dari membantu menghasilkan energi untuk membantu membangun sistem kekebalan tubuh hingga melindungi tubuh dari infeksi berbahaya yang disebabkan oleh bakteri lainnya. Hingga saat ini para ahli baru mulai mengerti apa saja dampak dari perubahan komposisi bakteri usus seseorang terhadap kesehatannya secara keseluruhan. Di bawah ini Anda dapat melihat 5 pengaruh bakteri usus terhadap kesehatan Anda.   Obesitas Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bakteri usus dapat mempengaruhi berat badan seseorang. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang menderita obesitas memiliki bakteri usus yang tidak terlalu beragam dibandingkan dengan orang yang kurus. Penelitian lainnya menemukan bahwa peningkatan jumlah bakteri usus yang disebut dengan Firmicutes dan penurunan jumlah bakteri usus yang disebut dengan Bacteroidetes juga berhubungan dengan terjadinya obesitas.   Penyakit Jantung Menurut sebuah penelitian baru, saat bakteri usus diberi makan makanan tertentu, seperti telur dan daging sapi, maka mereka akan memproduksi suatu komponen tertentu yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung. Para peserta penelitian yang memiliki kadar komponen yang lebih tinggi (komponen ini dikenal dengan nama trimetilamin N-oksida) di dalam darahnya memiliki resiko 2.5 kali lebih besar untuk mengalami serangan jantung, stroke, atau meninggal dalam waktu 3 tahun dibandingkan dengan orang yang memiliki kadar trimetilamin N-oksida yang lebih rendah di dalam darahnya. Oleh karena itu, kurangilah konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak dan kolesterol.   Baca juga: Ribuan Bakteri yang Hidup di Uang Kertas   Sistem Kekebalan Tubuh Usus Anda merupakan arena utama di dalam tubuh di mana sistem kekebalan tubuh Anda akan berinteraksi dengan berbagai hal yang berasal dari luar tubuh Anda. Oleh karena itu, interaksi di antara bakteri usus Anda dengan sel-sel tubuh Anda sendiri tampaknya memiliki peranan yang sangat penting di dalam perkembangan dan kekuatan sistem kekebalan tubuh Anda. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2003, para ahli menemukan bahwa jaringan getah bening yang terdapat di dalam usus manusia mengandung banyak sekali sel-sel yang berfungsi untuk melawan kuman penyebab penyakit. Sebuah penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa bayi yang diberi ASI eksklusif memiliki bakteri usus yang lebih beragam dibandingkan dengan bayi yang hanya diberi susu formula. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh mereka.   Otak Sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan percobaan menemukan bahwa gangguan pada bakteri usus manusia ternyata juga dapat mempengaruhi otak dan perilakunya. Pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, para ahli menemukan bahwa tikus percobaan yang diberi antibiotika (membunuh bakteri ususnya) menjadi tidak terlalu gelisah dan saat bakteri ususnya kembali normal, para tikus percobaan pun kembali menjadi gelisah. Melalui percobaan tersebut, para ahli menemukan bahwa tikus percobaan yang diberikan antibiotika mengalami perubahan pada zat kimia di dalam otaknya, yang berhubungan dengan terjadinya depresi. Hal ini membuat para ahli menduga bahwa bakteri usus dapat menghasilkan berbagai zat kimia yang akan mempengaruhi otak. Jika bakteri usus turut berperan dalam perilaku manusia, maka terapi yang bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan bakteri usus seperti probiotik, mungkin juga dapat membantu memperbaiki perilaku dan mood seseorang.   Kolik Pada Bayi Gangguan keseimbangan bakteri usus pada bayi dapat menyebabkan terjadinya kolik atau bayi menjadi rewel. Bayi yang menderita kolik akan menangis lebih dari 3 jam sehari walaupun tidak menderita gangguan kesehatan apapun. Para ahli menemukan bahwa bayi yang menderita kolik memiliki jumlah proteobacteria yang lebih tinggi di dalam ususnya dibandingkan dengan bayi lain yang tidak menderita kolik. Proteobacteria merupakan bakteri yang telah diketahui dapat menghasilkan gas, yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri perut pada bayi dan membuatnya menjadi lebih rewel. Gangguan ini biasanya menghilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan pertama kehidupan bayi, yang menunjukkan bahwa gangguan ini bersifat sementara.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livescience
 15 Dec 2018    08:00 WIB
Gejala dan Pencegahan Bakteri E Coli (Part 2)
Apa saja gejala-gejala yang disebabkan oleh Bakteri E.Coli. Kita mungkin akan mulai merasa sakit 2 hingga 5 hari setelah kita terjangkit bakteri E. coli. Gejala yang paling umum adalah: Kram perut. Diare, dan mungkin mengalami pendarahan. Mual. Kelelahan konstan. Kita mungkin tidak terserang demam. Jika kita mengalami demam biasanya tidak parah. Orang yang dalam keadaan sehat dan terinfeksi bakteri E. coli, biasanya akan merasa lebih baik dalam seminggu. Tetapi beberapa orang juga bisa mengalami komplikasi yang cukup serius, yang disebut sindrom Uremik Hemolitik (SHU), yaitu suatu penyakit yang dicirikan oleh anemia hemolitik, gagal ginjal akut (uremia) dan menurunnya jumlah keping darah (trombositopenia). Kebanyakan kasus penyakit ini didahului oleh gejala diare yang disebabkan oleh Bakteri E. coli O157:H7. Gejala ini lebih mungkin terjadi pada manula dan anak-anak. Tindakan atau langkah apa yang harus dilakukan ketika kita menderita Bakteri E.Coli? Ketika kita mengalami gejala-gejala di atas, satu-satunya cara agar dokter kita dapat mengetahui dengan pasti, apakah kita memiliki infeksi Bakteri E. coli atau tidak adalah dengan melakukan tindakan, pengambilan sampel tinja kita ke laboratorium untuk dianalisis. Untungnya, infeksi bakteri E.Coli biasanya hilang dengan sendirinya. Untuk beberapa jenis E.coli yang terkait dengan diare, seperti mencret, antibiotik dapat meringankan gejala yang kita alami dan mungkin digunakan dalam kasus yang cukup parah. Tetapi jika kita mengalami demam, diare berdarah atau jika dokter sudah menyatakan bahwa kita positif terinfeksi bakteri E. coli penghasil racun Shiga, antibiotik tidak boleh dikonsumsi. Karena antibiotik malah dapat meningkatkan produksi toksin Shiga dan memperburuk gejala kita. Sangat penting untuk beristirahat total dan mendapatkan banyak cairan pengganti, karena ketika kita mengalami muntah atau diare. Kita banyak kehilangan cairan tubuh. Jangan mengkonsumsi obat bebas yang melawan diare. Karena kita tidak ingin memperlambat sistem pencernaan kita, karena itu akan menunda pemulihan tubuh kita dari infeksi. Ketika kita mulai merasa lebih baik, tetap mengkonsumsi makanan yang rendah serat, seperti: Biskuit. Roti panggang. Telur. Nasi. Perlu kita ingat, bahwa berbagai jenis produk yang mengandung susu dan makanan yang tinggi lemak atau serat dapat memperburuk gejala kita. Pencegahan apa yang dapat kita lakukan: Salah satu hal terpenting yang dapat kita lakukan untuk melindungi diri kita dan keluarga kita dari serangan bakteri E. coli adalah sering mencuci tangan kita dengan bersih, jadikanlah kebiasaan baik ini bagian dari kehidupan kita, terutama saat kita berada dalam situasi-situasi di bawah ini: Sebelum kita menyiapkan makanan. Sebelum menyiapkan minuman dalam botol atau wadah makanan untuk bayi atau balita. Sebelum menyentuh apa pun, seperti empeng, yang masuk ke mulut anak kecil. Setelah kita menggunakan kamar mandi atau mengganti popok. Setelah kita bersentuhan dengan hewan, bahkan hewan peliharaan kita sendiri. Setelah menangani atau mengolah daging mentah. Kita juga dapat mencegah infeksi bakteri E. coli, dengan berhati-hati dalam memilih atau mengolah makanan, yang membawa peluang terbesar untuk kontaminasi bakteri ini: Masak hamburger atau daging giling (olahan) sampai matang. Minumlah hanya susu, jus, dan sari yang dipasteurisasi. Cuci bersih semua bahan-bahan mentah seperti, sayur dan buah, sebelum kita memakannya. Cuci bersih semua pisau, alat timbang, talenan dan alat apapun yang bersentuhan dengan bahan-bahan mentah dari pasar, terutama daging mentah, dengan air sabun hangat. Saat kita berenang, cobalah untuk tidak tertelan airnya, entah itu air kolam, danau, atau lautan. Karena kemungkinan besar air-air disana tercemar bakteri.   Sumber : www.webmd.com