Your browser does not support JavaScript!
 25 Dec 2016    08:00 WIB
Diabetes Dapat Membuat Otak Mengecil?
Diabetes merupakan salah satu jenis penyakit kronis ternyata memberikan efek kerusakan di seluruh tubuh, dan peneliti juga menemukan sejauh mana kerusakan dapat terjadi. Para peneliti menemukan bahwa semakin lama seseorang mengidap diabetes dan tingkat kemarahannya ternyata dapat mengakibatkan kerusakan otak dan menurunkan kemampuan kognitif. "Kami menemukan pada pasien dengan diabetes berat ternyata mempunyai jaringan otak yang lebih sedikit, diduga karena mengalami atrofi otak" kata Dr. R. Nick Bryan, seorang  profesor di bagian radiologi  the Perelman School of Medicine di the University of Pennsylvania. Para peneliti menyimpulkan bahwa atrofi atau pengecilan otak terkait dengan diabetes. Diabetes diketahui dapat menyebabkan pengecilan pembuluh darah sehingga menyebabkan kematian sel atau organ tertentu. Mekanisme inilah yang menyebabkan kerusakan di pembuluh darah otak, menyebabkan otak kekurangan oksigen dan gangguan kognitif. Pada penelitian ini para peneliti menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) untuk mengukur besar otak dari 614 otak pasien yang mengidap diabetes melitus tipe 2. Para peneliti membandingkan ukuran otak setiap pasien dengan berat dan lamanya mereka mengidap diabetes. Rata-rata para pasien mengidap diabetes selama 10 tahun. Para peneliti menemukan sebagian besar penderita diabetes mengalami kerusakan otak, tetapi tidak banyak dari mereka yang mengalami lesi otak. Daerah yang paling banyak mengalami kerusakan adalah di grey matter, yang merupakan daerah otak yang bertanggung jawab memproses stimulasi dari tubuh. Para peneliti juga menyimpulkan lamanya durasi mengidap diabetes akan sangat mempengaruhi kejadian atrofi otak. Diabters diperkirakan menyerang 25,8 juta anak-anak dan orang dewasa atau 8% dari populasi. 90-95% dari angka tersebut merupakan pengidap diabetes tipe 2 yang disebabkan karena kekurangan insulin atau karena ketidakmampuan tubuh memproduksi insulin sesuaijumlah yang dibutuhkan. Sumber: medicaldaily