Your browser does not support JavaScript!
 15 Apr 2017    11:00 WIB
Apakah Asma Dapat Merusak Kehidupan Seksual Anda?
Bercinta merupakan bumbu yang membuat hidup Anda terasa lebih menyengkan dan juga baik untuk kesehatan hubungan Anda dengan pasangan. Tetapi kadang kehidupan seksual Anda dapat terbentur salah satu kondisi kesehatan, misalnya asma. Jika Anda menderita Asma, gejala-gejala asma yang Anda alami seperti nafas berbunyi (whezzing), nafas pendek-pendek dan sesak dapat mempengaruhi aktifitas seksual Anda secara drastis. Penderita asma mungkin tidak dapat mengalami kepuasan seksual karena gejala-gejala yang dialaminya. Jika Anda merasa asma merusak kehidupan seksual Anda, maka artikel ini diperuntukkan untuk Anda. Apakah bercinta dapat memicu asma?Bercinta melibatkan aktivitas fisik yang membuat nafas semakin cepat, faktor inilah yang dapat memicu timbulnya asma. Emosi ekstrim juga secara temporer memperburuk gejala Asma Anda. selain itu, beberapa orang dapat mengalami gejala asma saat bercinta dan serangan asma yang disebabkan seks disebut "sexercise-induces asthma". Bagaimana mengontrolnya?Jika kehidupan percintaan Anda terancam karena Asma, maka sebaiknya Anda menghubungi dokter. Dokter Anda akan meresepkan obat bronkodilator, yaitu obat yang dapat membuat otot-otot pernafasan rileks dan melebarkan jalur nafas yang menyempit karena asma. Anda harus mengetahui jika kelebihan dosis bronkodilator juga sangat berbahaya, oleh karena itu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat ini. Selain itu Anda dapat mengganti sprei dan sarung bantal secara teratur untuk menghindari timbulnya gejala Asma yang dipicu debu di sprei dan sarung bantal. Bagaimana penderita asma bisa memiliki seks yang normal?•  Ubah posisiHindari penempatan diri yang menyebabkan tekanan pada dada. Ubahlah posisi secara konstan untuk menghindari serangan asma. Cobalah mencari posisi nyaman saat penetrasi sehingga tidak menyebabkan serangan asma.•  Pelajari tehnik bercinta yang baruJangan terpaku pada posisi bercinta yang kaku. Pelajari tehnik bercinta baru yang akan membuat proses bercinta lebih menyenangkan.•  Ubah waktu berhubunganCobalah berhubungan pada pagi hari atau sore hari. Pada waktu ini paru-paru Anda bekerja paling baik.•  Absen Hindari merokok atau minum alkohol sebelum tidur dengan pasangan Anda. merokok dan alkohol akan memberi pengaruh buruk untuk tubuh Anda, maka hindarilah.•  Obat-obatanSelalu berkonsultasi dengan dokter Anda dan konsumsi obat Anda sesuai waktunya.Sumber: healthmeup
 12 Nov 2016    11:00 WIB
Perbedaan Antara Pneumonia dan Asma
Gangguan pernapasan memilki banyak gejala yang sama, seperti batuk, demam, dan sebagainya. Pneumonia merupakan suatu infeksi pada jaringan paru yaitu kantong udara (alveolus) paru. Pada pneumonia, terjadi pengumpulan cairan dan sel-sel mati di dalam kantong udara yang menyebabkan kantong udara menjadi padat. Asma merupakan suatu reaksi alergi pada saluran napas akibat berbagai faktor lingkungan. Pada asma, terjadi reaksi berlebihan terhadap suatu hal yang sebenarnya tidak berbahaya, baik yang terdapat di dalam maupun di luar tubuh. Jadi asma merupakan suatu reaksi alergi yang menyebabkan penyumbatan hebat jalan napas, sehingga terjadi penurunan suplai oksigen ke dalam paru-paru dan seluruh tubuh.   Perbedaan Penyebab Penyebab pneumonia adalah berbagai jenis virus, bakteri, atau jamur. Penularan biasanya terjadi melalui proses aspirasi, yaitu secara tidak sengaja menelan cairan penderita pneumonia. Orang yang mengalami kelumpuhan seringkali mengalami pneumonia. Asma disebabkan oleh reaksi alergi terhadap berbagai hal seperti debu, bulu binatang, serbuk sari, udara dingin, cat, wewangian kuat, plastik, logam, kayu, dan sebagainya. Selain itu, beberapa jenis makanan juga dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti tiram, susu, kacang, kerang, dan sebagainya. Selain reaksi alergi, berolahraga juga dapat menyebabkan terjadinya serangan asma pada beberapa orang.   Perbedaan Gejala Beberapa gejala pneumonia yang sering ditemukan adalah demam tinggi yang disertai dengan menggigil, batuk berdahak, dahak berwarna kuning, kadangkala disertai dengan batuk berdarah, nyeri dada, sesak napas, nyeri otot berat, hilangnya nafsu makan, dan mual. Sebaliknya, serangan asma biasanya terjadi secara mendadak yang ditAndai dengan sesak napas berat, batuk, dan mengi (suara napas berbunyi "ngik-ngik") yang merupakan ciri khas serangan asma.  Serangan asma biasanya lebih sering terjadi pada dini hari atau setelah terpapar oleh alergen seperti serbuk sari atau debu. Para penderita asma biasanya memiliki periode bebas gejala dan periode serangan asma, di mana ia merasa sesak napas atau kesulitan bernapas.   Perbedaan Pengobatan Untuk mengatasi pneumonia, dokter biasanya akan memberikan antibiotika atau obat anti jamur dan obat penurun panas. Untuk mengatasi asma, penderita biasanya diberikan berbagai jenis obat-obatan yang bertujuan untuk membantu melebarkan jalan napas.   Sumber: differencebetween
 17 Sep 2016    15:00 WIB
5 Gejala Tersembunyi dari Serangan Jantung
Sebagian besar orang tentunya pernah mendengar mengenai gejala klasik dari serangan jantung seperti nyeri dada, nyeri yang menjalar ke lengan, sesak napas, mual, dan sebagainya. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa beberapa gejala lain yang tidak begitu jelas juga dapat merupakan penanda adanya gangguan jantung yang berat? Tanda awal adanya gangguan jantung adalah adanya perubahan pada energi atau fungsi tubuh tertentu. Tidak semua orang yang mengalami serangan jantung mengalami gejala klasik serangan jantung seperti di atas. Beberapa orang justru mengalami gejala yang tidak begitu jelas seperti beberapa hal di bawah ini. 1. Merasa Sangat Lelah Tanpa Sebab yang Jelas Jika Anda tiba-tiba tidak dapat melakukan aktivitas normal Anda tanpa merasa sangat lelah atau pusing, maka hal ini dapat merupakan penanda adanya kelainan pada jantung Anda. Jantung Anda merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh agar Anda dapat bergerak. Oleh karena itu, bila terjadi perubahan pada keadaan fisik Anda, maka mungkin terjadi gangguan pada jantung Anda seperti gangguan aliran listrik jantung atau kerja katup jantung. 2. Disfungsi Ereksi Sebuah penelitian di Australia menemukan bahwa semakin berat disfungsi ereksi yang dialami seorang pria, maka semakin besar resiko adanya penyakit jantung dan kematian dini. Penelitian ini melakukan pengamatan pada sekitar 90.000 orang pria. Penelitian lainnya di tahun 2010 menunjukkan bahwa pria dengan disfungsi ereksi memiliki resiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung atau meninggal akibat serangan jantung dibandingkan dengan pria lainnya yang tidak mengalami disfungsi ereksi. 3. Pembengkakan Pada Kaki Kadangkala, pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki hanya berlangsung sementara dan dapat disebabkan oleh berbagai hal lainnya seperti gangguan hormonal pada wanita hamil, diet rendah garam, atau obat-obatan tertentu. Akan tetapi, pembengkakan pada kaki dapat merupakan penanda adanya gangguan pada kemampuan pompa jantung. Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami pembengkakan pada kaki. 4. Perubahan Perilaku Merasa cemas, panik, atau mudah marah ternyata juga dapat merupakan salah satu gejala dari serangan jantung. Beberapa orang yang pernah menderita serangan jantung mengatakan bahwa tanda pertama yang mereka rasakan merupakan rasa cemas yang tidak diketahui penyebabnya atau adanya serangan panik. Selain itu, kemarahan juga dapat merupakan pemicu terjadinya serangan jantung. Sebuah penelitian di tahun 2000 menemukan bahwa seseorang yang sangat pemarah memiliki resiko mengalami penyakit jantung 2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang lainnya dan memiliki resiko mengalami serangan jantung 3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang lainnya. 5. Rasa Berdebar-debar Pada beberapa kasus, rasa berdebar-debar ternyata juga dapat berakhir pada serangan jantung. Baca juga: Apakah Asma Dapat Merusak Kehidupan Seksual Anda? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: newsmaxhealth
 11 Aug 2016    11:00 WIB
9 Penyebab Anak Anda Sulit Tidur
1.  Masih Terlalu KecilSelama 2 bulan pertama kehidupannya, bayi anda tidak dapat tidur secara teratur apalagi sepanjang malam. Bayi anda biasanya akan tidur selama 12-18 jam sehari dengan tidak teratur. Bayi membutuhkan sekitar 6 minggu untuk mulai membentuk pola tidur yang lebih teratur.Dalam waktu 3-6 bulan, pola tidur bayi anda akan mulai teratur. Saat berusia 9 bulan, sekitar 70-80% bayi telah dapat tidur sepanjang malam, yaitu sekitar 5-6 jam setiap kali tidur.2.  Tidak Ada Anda di SampingnyaJika anda terbiasa menemani bayi anda tidur setiap malamnya, maka ia tidak dapat belajar untuk tidur sendiri. Hal ini membuatnya harus berada di sampingnya sehingga ia dapat tidur kembali. Oleh karena itu, letakkanlah bayi anda saat ia mulai mengantuk, tetapi belum tertidur sehingga ia dapat belajar untuk tidur sendiri.3.  Terlalu LelahAnak balita akan menjadi rewel saat kurang tidur. Balita biasanya membutuhkan waktu tidur sekitar 11-14 jam setiap harinya. Beberapa jam di antaranya adalah waktu tidur siang. Pada saat anak anda telah memasuki masa balita, ajarlah ia untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama.4.  Tidak Memiliki Rutinitas Sebelum TidurMelakukan hal yang sam setiap malam sebelum tidur membantu anak anda mengenali perubahan antara bangun dan tidur. Ciptakanlah suatu rutinitas tidur yang sesuai dengan usia anak anda, mulai dari memandikannya, membacakannya cerita, memberikan cemilan ringan, kemudian mematikan lampu. Rutinitas ini harus selalu sama setiap malamnya dan harus diakhiri di dalam kamar anak anda. Para ahli menyarankan agar anda memulai rutinitas ini sejak anak anda berusia 4 bulan.5.  Kurangnya Waktu Tidur SiangBila anak anda tidak memperoleh waktu tidur siang yang cukup, maka anak anda dapat sulit tidur di malam hari. Sebagian besar bayi membutuhkan 2-3 kali tidur siang selama sehari. Balita mungkin membutuhkan 1-2 kali tidur siang setiap harinya. Sebagian besar anak-anak biasanya masih tidur siang hingga mereka berusia 5 tahun. Bila anak anda tampak rewel dan mengantuk, maka biarkanlah ia untuk tidur siang, tetapi jangan tidur siang berdekatan dengan waktu tidur di malam hari dan jangan lewatkan waktu tidur siang anak anda.6.  Menderita Berbagai Gangguan TidurSindrom Tidur ApneuKadang-kadang, anak tidak dapat tidur karena mengalami sindrom tidur apneu, di mana terjadi sumbatan jalan napas, yang sering disebabkan oleh pembesaran amandel. Anak yang mengalami gangguan tidur apneu biasanya mengorok dengan sangat keras, kesulitan bernapas, dan tampak gelisah saat tidur.Sindrom tidur apneu dapat mengenai 1 dari 100 anak dan biasanya sering mengenai anak berusia 3-7 tahun. Pada usia inilah amandel biasanya berukuran paling besar. Pengobatannya dapat berupa tindakan pembedahan atau menggunakan CPAP saat tidur di malam hari. MengorokSekitar 10% anak-anak mengorok. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti sindrom tidur apneu, alergi musiman, hidung tersumbat akibat flu atau deviasi septum nasi (dinding yang memisahkan antara lubang hidung kanan dan kiri tidak berada tepat di tengah). Bila tidak menyebabkan gangguan tidur, maka mengorok biasanya tidak memerlukan tindakan pengobatan.Segera hubungi dokter anak anda bila mengorok membuat tidur anak anda terganggu atau mengorok menyebabkan gangguan pernapasan. Mimpi Buruk dan Teror MalamMimpi buruk biasanya tidak berbahaya dan biasanya berakhir saat anak memasuki usia remaja. Teror malam adalah suatu keadaan di mana anak terlihat ketakutan saat tidur dan tidak dapat mengingat apa yang membuatnya sangat ketakutan saat terbangun. Berbeda dengan mimpi buruk, di mana anak dapat mengingat mimpi buruk yang dialaminya. Hiburlah dan tenangkan anak anda saat ia mengalami mimpi buruk. Hubungi dokter anak anda bila mimpi buruk terus berlanjut. Berjalan Saat TidurAnak-anak yang mengalami teror malam seringkali juga berjalan saat tidur. Mereka dapat berjalan, berbicara, atau melakukan berbagai aktivitas lainnya, dengan mata terbuka, tetapi mereka mungkin tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Sebagian besar anak tidak lagi mengalami hal ini saat mereka memasuki usia remaja. Jangan bangunkan anak yang sedang berjalan saat tidur karena anda dapat membuatnya takut. Ajaklah ia kembali ke kamarnya dan pastikan daerah di sekitarnya aman, kunci pintu rumah anda, dan pasang pengaman di dekat tangga rumah anda.7.  Menderita Asma atau AlergiBeberapa gangguan kesehatan dapat mengganggu tidur anak anda. Hidung tersumbat akibat alergi atau flu dapat membuat anak kesulitan bernapas. Pada bayi, nyeri perut, refluks asam lambung, nyeri telinga, atau nyeri gigi dapat membuatnya sulit tidur. 8.  Efek Samping Obat-obatanKadangkala beberapa jenis obat-obatan yang dikonsumsi anak anda untuk mengobati gangguan kesehatan tertentu dapat mempengaruhi kualitas tidurnya. Dekongestan dan anti histamin yang digunakan untuk mengatasi flu atau alergi dapat membuat anak anda tampak gelisah saat tidur. Obat yang digunakan untuk mengatasi ADHD juga memiliki efek samping berupa sulit tidur. Segera beritahu dokter anak anda bila obat yang digunakan oleh anak anda mengganggu tidurnya sehingga dokter dapat mengubah dosis obat tersebut atau menggantinya dengan obat lain. Jangan mengubah dosis atau jenis obat tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter anak anda.9.  Berusia RemajaSaat anak anda memasuki usia remaja dan dewasa muda, maka pola tidurnya pun ikut berubah, di mana mereka akan tampak lebih segar di sore dan malam hari, dan terlihat lebih mengantuk di pagi hari. Sumber: webmd
 08 Aug 2016    08:00 WIB
Rumah Yang Terlalu Bersih Memicu Munculnya Alergi Pada Anak
Kebersihan merupakan sesuatu yang baik, tetapi jika rumah terlalu bersih justru dapat membuat bayi baru lahir cenderung mudah terkena alergi dan asma di kehidupan akan datang. Hasil studi mengatakan bayi akan sangat kecil kemungkinan terkena alergi atau asma jika sejak dini mereka terpapar bakteri di peralatan rumah tangga dan alergen dari tikus, kecok dan kucing pada tahun pertama kehidupan mereka. Hasil penelitian ini tentu mengejutkan para peneliti yang telah mengikuti penelitian sebelum ini yang mengatakan bahwa resiko asma akan semakin meningkat pada penduduk yang tinggal didaerah kota yang banyak terpapar kecoak, kotoran tikus,  kotoran hewan peliharaan, dan zat alergen lainnya. Hasil kontradiktif ini mengejutkan para peneliti. Sekitar 41% anak-anak yang bebas dari alergi dan bebas asma ternyata tinggal didaerah yang banyak alergen dan bakteri. Dan hanya 8% dari anak-anak yang mengalami alergi dan asma sudah terekspose dengan zat alergen tersebut sejak tahun pertama kehidupan mereka. Penemuan ini mendukung pernyataan "hygene hipotesis’ yang mengatakan anak yang tinggal di lingkungan bersih akan lebih banyak menderita alergi dan asma karena tubuh mereka tidak diberikan mengembangkan respon terhadap zat alergen. Penelitian tersebut juga mendukung penelitian terdahulu yang mengatakan bahwa anak-anak yang tinggal di peternakan lebih sedikit terkena alergi dan asma. Peneliti mencatat, studi menunjukkan paparan lingkungan sangat signifikan terhadap penentuan apakah seorang anak akan mengembangkan alergi atau tidak, terutama saat bayi baru dilahirkan. Penelitian ini tidak dimaksudkan untuk Anda agar memelihara kecoak supaya anak Anda tidak terkena alergi. Tetapi penelitian ini mengingatkan kepada Anda pentingnya paparan alergen supaya tubuh anak Anda dapat membangun zat antibodi didalam tubuhnya.   Sumber: webmd
 22 Dec 2014    11:00 WIB
Benarkah Asma Dapat Membuat Anda Lebih Sulit Memiliki Momongan?
Sebuah penelitian menemukan bahwa seorang wanita yang menderit asma mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil. Sebuah penelitian di Denmark menemukan bahwa wanita yang berusia lebih dari 30 tahun dan seorang wanita yang menderita asma berat cenderung lebih sulit hamil. Hal ini mungkin dikarenakan proses inflamasi (radang) yang berhubungan dengan asma dapat mengganggu kesuburan seorang wanita. Para peneliti di Denmark menganalisa jawaban dari kuesioner yang diisi oleh 15.250 orang saudara kembar perempuan di Denmark yang berusia antara 12-41 tahun, yang sebelumnya telah ditanyai mengenai kesuburan dan apakah mereka menderita asma. Para peneliti menganalisa anak kembar pada penelitian ini sehingga variasi faktor genetika dan gaya hidup yang dapat mempengaruhi kehamilan dapat dihindarkan. Pada penelitian ini, para peneliti mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh seorang wanita penderita asma untuk hamil dan membandingkannya dengan waktu yang dibutuhkan oleh para wanita lain yang tidak menderita asma. Para peneliti menemukan bahwa sekitar 27% wanita yang menderita asma membutuhkan waktu yang lebih lama untuk hamil dibandingkan dengan 21.6% wanita lainnya yang tidak menderita asma. Yang dimaksud dengan membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil adalah telah mencoba hamil selama 1 tahun dan tidak berhasil. Para peneliti juga menemukan bahwa usia turut berperan dalam lamanya waktu yang dibutuhkan seorang wanita penderita asma untuk hamil. Mereka menemukan bahwa sekitar 32.2% wanita penderita asma yang berusia lebih dari 30 tahun lebih sulit hamil dibandingkan dengan 24.9% wanita penderita asma yang berusia kurang dari 30 tahun. Selain itu, menerima pengobatan asma juga dapat membantu mengurangi keterlambatan kehamilan, yaitu dari 30.5% menjadi 23.8%. Para peneliti menduga penundaan kehamilan ini mungkin disebabkan oleh proses inflamasi yang terjadi di dalam tubuh para wanita ini.     Sumber: webmd
 24 Nov 2014    10:00 WIB
Apa Hubungan Antara Pekerjaan dan Asma?
Sebuah penelitian baru di Jerman menemukan bahwa orang yang mengira bahwa mereka sedang terancam akan kehilangan pekerjaannya mungkin lebih beresiko untuk mengalami serangan asma saat telah dewasa dibandingkan dengan orang lain yang tidak terancam akan kehilangan pekerjaannya. Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan kekhawatiran akan kemungkinan kehilangan pekerjaan dapat membuat seseorang mengalami stress kronik, yang membuat tubuh Anda lebih tidak sensitif terhadap kortisol, suatu hormon yang dihasilkan oleh tubuh, yang juga dapat menyebabkan terjadinya peradangan di dalam tubuh. Hal ini dapat memicu terjadinya peradangan pada saluran napas yang membuat saluran napas membengkak dan menyebabkan terjadinya asma. Selain memicu terjadinya proses peradangan di dalam tubuh, stress kronik juga dapat membuat sistem kekebalan tubuh seseorang menjadi lebih lemah dan membuatnya lebih rentan terhadap berbagai jenis infeksi. Infeksi sinus (sinusitis) atau flu dan batuk juga dapat memicu terjadinya asma. Jadi apakah benar stress kronik dapat menyebabkan terjadinya asma atau memicu terjadinya asma pada orang yang memang rentan terhadap serangan asma karena faktor genetika? Para peneliti mengatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti apa jawaban yang tepat dari pertanyaan di atas. Akan tetapi, tidak ada salahnya bila Anda menghindari berbagai hal yang dapat memicu terjadinya asma saat mengalami stress seperti menghindari berbagai hal penyebab alergi, menjaga berat badan ideal, dan berhenti merokok. Akan tetapi, perlu diingat bahwa penelitian ini tidak menunjukkan adanya hubungan sebab akibat antara kekhawatiran akan kehilangan pekerjaan dengan peningkatan resiko terjadinya asma di usia dewasa.   Sumber: menshealth
 13 Nov 2014    11:00 WIB
Bahaya Polusi Udara Untuk Kesehatan
Polusi merupakan istilah yang umum didengar. Polusi udara adalah salah satu bentuk yang sedemikian rupa mengacu pada kontaminasi udara, terlepas dari di dalam ruangan atau di luar ruangan. Semua perubahan fisik, biologis atau kimia pada udara di atmosfer dapat disebut sebagai polusi. Hal ini terjadi bila ada gas berbahaya, debu, asap yang masuk ke atmosfer dan membuat tanaman, hewan dan manusia sulit untuk bertahan hidup karena udara menjadi kotor. Polusi udara dapat menimbulkan banyak gangguan kesehatan seperti: Peningkatan gejala gangguan pernapasan, seperti iritasi saluran napas, batuk atau kesulitan bernafas Fungsi paru-paru menurun Memperburuk asma Meningkatkan terjadinya penyakit pernapasan yang kronis pada anak-anak Terjadi radang paru dan penyakit paru obstruktif kronis Denyut jantung tidak teratur Serangan jantung Kematian dini pada orang dengan penyakit jantung atau penyakit paru-paru, termasuk kematian akibat kanker paru-paru Gangguan polusi udara lebih jauh akan memacu pelepasan sitokin yang menyebabkan terjadi proses peradangan dalam tubuh yang merupakan faktor utama dari penyebab penyakit kencing manis dan kanker Memicu perubahan dalam bagian dari sistem saraf yang mengatur tekanan darah dan menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah. Bahkan bila Anda sehatpun Anda dapat mengalami: Iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan Batuk Dada terasa sesak Sesak napas Jangan sampai polusi udara dapat merusak kesehatan Anda, maka Anda harus mengatasi polusi udara tersebut dengan berbagai cara, seperti: Tidak membakar sampah di pekarangan rumah Membatasi penggunaan AC dalam kehidupan sehari-hari Tidak merokok dalam ruangan Menanam tanaman hias di pekarang atau di pot-pot Menggunakan Air Purifier (pembersih udara) Sumber: sparetheair