Your browser does not support JavaScript!
 26 Jan 2020    16:00 WIB
Berbagai Penyebab dan Pemicu Terjadinya Serangan Asma
Asma merupakan suatu inflamasi atau peradangan kronik pada saluran pernapasan. Penyebab asma dapat berbeda-beda bagi setiap orang. Akan tetapi, satu hal yang pasti adalah asma terjadi apabila saluran pernapasan yang memang sudah meradang dan sensitif pada penderita asma terpapar oleh suatu bahan pemicu, maka dapat menyebabkan saluran napas tersebut meradang, menyempit, dan dipenuhi oleh lendir sehingga terjadilah serangan asma. Pada saat serangan asma, maka terjadi beberapa hal di bawah ini, yaitu: Spasme otot di sekitar saluran napas Peradangan dan pembengkakan dinding saluran napas Produksi lendir berlebihan yang juga menyebabkan penyempitan saluran napas Berbagai hal di atas menyebabkan peningkatan resistensi dan bertambah sulitnya kerja pernapasan sehingga menyebabkan sesak napas, batuk, dan mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik). Batuk pada asma terjadi akibat iritasi saluran napas dan usaha tubuh untuk mengeluarkan kelebihan lendir di dalam saluran napas. Salah satu cara pencegahan serangan asma yang terbaik adalah dengan menghindari paparan terhadap alergen (bila asma disebabkan oleh reaksi alergi) atau makanan atau keadaan tertentu yang memicu terjadinya serangan asma.   1.      Alergi Alergi merupakan penyebab tersering asma. Sekitar 80% penderita asma memiliki alergi terhadap bahan-bahan tertentu, seperti rumput, serbuk sari, lumut, bulu binatang, debu tungau, dan kecoa. Berdasarkan suatu penelitian, anak-anak yang lebih sering terpapar oleh kecoa di rumahnya memiliki resiko asma yang empat kali lebih tinggi daripada anak-anak yang jarang terpapar oleh kecoa. Terjadinya serangan asma setelah paparan debu biasanya disebabkan oleh alergi terhadap debu tungau.   2.      Makanan Alergi makanan dapat menyebabkan suatu reaksi alergi ringan hingga berat bahkan mengancam nyawa. Beberapa jenis makanan yang seringkali menyebabkan timbulnya reaksi alergi adalah: Telur Susu sapi Kacang Kedelai Gandum Ikan Udang dan kerang-kerangan lainnya Sayur dan buah-buahan Pengawet makanan juga dapat memicu terjadinya serangan asma.   3.      Olahraga Olahraga berat dapat menyebabkan penyempitan saluran napas pada sekitar 80% penderita asma. Pada beberapa orang, olahraga merupakan pemicu utama terjadinya serangan asma. Bila anda mempunyai asma akibat olahraga, maka anda akan merasa sesak napas, dada terasa berat, batuk, dan kesulitan bernapas dalam waktu 5-8 menit pertama sejak olahraga dimulai. Gejala ini biasanya akan mereda dalam waktu 20-30 menit setelah olahraga dimulai, akan tetapi sekitar 50% penderita akan kembali mengalami serangan asma 6-10 jam kemudian. Untuk mencegah serangan asma, mulailah berolahraga dengan melakukan pemanasan ringan kemudian tingkatkan secara perlahan.   4.      Asam Lambung Refluks gastroesofageal (GERD) merupakan suatu penyakit yang juga sering memicu terjadinya serangan asma. Keadaan ini sering terjadi di malam hari saat penderitanya berbaring. Pada keadaan normal, sebuah katup di antara lambung dan kerongkongan mencegah naiknya asam lambung ke dalam kerongkongan. Akan tetapi, pada GERD katup ini tidak dapat berfungsi dengan normal dan menyebabkan naiknya asam lambung ke dalam kerongkongan. Hal ini dapat memicu terjadinya iritasi dan peradangan pada saluran napas dan memicu terjadinya serangan asma. Anda diduga menderita asma akibat GERD bila anda menderita asma pada usia dewasa, tidak ada anggota keluarga lain yang memiliki riwayat asma, tidak ada riwayat alergi atau bronkitis, asma yang sulit dikendalikan, atau timbulnya batuk saat berbaring.   5.      Merokok Merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya asma. Bila anda menderita asma dan merokok, maka hal ini dapat memperburuk batuk dan mengi yang terjadi saat serangan asma. Wanita yang merokok saat hamil dapat meningkatkan resiko terjadinya mengi pada bayinya. Selain itu, ibu hamil yang merokok juga dapat mengganggu fungsi paru-paru bayinya. Berhenti merokok merupakan salah satu langkah pencegahan terbaik bila anda menderita asma.   6.      Sinusitis dan Infeksi Saluran Napas Atas Lainnya Sinusitis merupakan peradangan pada saluran lendir sinus. Hal ini menyebabkan produksi lendir yang berlebihan di dalam sinus. Saat sinus meradang, maka saluran napas juga ikut meradang dan menyebabkan timbulnya gejala asma. Pencegahan dan pengobatan yang tepat pada infeksi sinus dapat mencegah dan mengatasi serangan asma akibat infeksi ini. Selain itu, flu dan bronkitis juga dapat memicu terjadinya serangan asma. Penyebabnya dapat bakteri atau virus dan merupakan salah satu penyebab asma tersering pada anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun. Peningkatan sensitivitas saluran napas atas yang membuat saluran napas lebih mudah menyempit dapat berlangsung selama 2 bulan setelah infeksi saluran napas atas.   7.      Obat-obatan Sebagian besar penderita asma memiliki alergi terhadap aspirin dan juga obat-obatan lainnya. Obat-obatan lainnya adalah obat anti inflamasi seperti ibuprofen, naproxen, dan beta blocker. Bila anda memiliki alergi terhadap obat apapun, beritahu dokter anda setiap kali anda berobat.   8.      Penyebab Lainnya Iritan Berbagai iritan yang dapat memicu terjadinya serangan asma adalah asap rokok, asap perapian, asap pembakaran sampah atau kayu, bau-bauan kuat seperti parfum atau zat pembersih lantai. Selain itu, polusi udara lainnya dan debu atau uap pabrik juga dapat memicu terjadinya serangan asma. Cuaca Udara dingin, perubahan suhu, dan perubahan kelembaban udara juga dapat menyebabkan terjadinya serangan asma. Emosi Stress, cemas, sedih, berteriak, marah, atau tertawa terbahak-bahak juga dapat memicu terjadinya serangan asma.   Sumber: webmd
 18 Jan 2020    08:00 WIB
Mengenal Bronkitis Asmatika
Bernapas merupakan suatu proses yang dimulai dari menghirup udara melalui hidung dan mulut yang kemudian akan mengalir melalui saluran napas yaitu bronkus yang kemudian akan membuka dan membuat udara dapat masuk ke dalam paru-paru anda, di mana terjadi pertukaran antara oksigen dan karbondioksida di dalam darah sebelum kembali diedarkan ke seluruh tubuh melalui jantung. Bila terjadi peradangan pada saluran napas ini, maka akan membuat udara sulit mencapai ke dalam paru-paru anda. Hal ini mengakibatkan berkurangnya volume udara yang masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan timbulnya sesak napas. Selain itu, anda juga akan mengalami batuk dan mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik) yang diakibatkan oleh usaha tubuh untuk memperoleh lebih banyak oksigen melalui saluran udara yang menyempit. Bronkitis dan asma diakibatkan oleh peradangan pada saluran napas. Bronkitis merupakan peradangan pada saluran napas yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Bronkitis kronik dapat dipicu oleh paparan jangka panjang oleh iritan lingkungan seperti asap rokok, debu, atau berbagai bahan kimia. Asma merupakan peradangan pada saluran napas yang menyebabkan penyempitan saluran napas akibat kontraksi otot di sekitar saluran napas dan pembengkakan saluran napas yang menyebabkan penyempitan saluran napas. Jika bronkitis dan asma terjadi secara bersamaan, maka disebut dengan bronkitis asmatika.   Penyebab Terdapat banyak pemicu yang dapat menyebabkan pelepasan zat-zat inflamasi. Beberapa hal yang dapat memicu terjadinya bronkitis asmatika adalah: Asap rokok Polusi udara Alergen seperti serbuk sari, lumut, debu, bulu binatang, atau makanan termasuk pengawet makanan seperti MSG Bahan-bahan kimia Obat-obatan tertentu seperti aspirin dan beta blocker Olahraga Perubahan cuaca, seperti cuaca dingin Infeksi virus atau bakteri Emosi seperti tertawa atau menangis   Gejala Gejala bronkitis asmatika merupakan kombinasi gejala bronkitis dan asma berupa: Sesak napas Mengi Batuk Dada terasa berat Produksi lendir berlebihan Bronkitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan dapat menular, akan tetapi bronkitis asmatika biasanya tidak menular.   Apakah Saya Menderita Bronkitis Asmatika ? Bila anda mengalami beberapa gejala di atas, segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pemeriksaan lebih lanjut. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat penyakit anda dan keluarga anda, serta melakukan beberapa pemeriksaan di bawah ini, yaitu: Spirometri, yang merupakan suatu pemeriksaan fungsi paru di mana anda akan diminta untuk menghirup dan menghembuskan napas melalui suatu saluran yang tersambung pada spirometer Pemeriksaan untuk memeriksa volume udara maksimal yang dapat anda hembuskan dalam satu kali tarikan napas Pemeriksaan foto rontgern dada untuk mengetahui adanya gangguan pada paru-paru yang menyebabkan batuk dan gangguan pernapasan lainnya   Pengobatan Pengobatan bronkitis asmatika sebagian besar sama dengan pengobatan untuk asma dan bronkitis yang berupa: Bronkodilator kerja cepat seperti albuterol yang berfungsi untuk membuka saluran napas dan meredakan gejala dalam waktu singkat Kombinasi kortikosteroid inhalasi dan bronkodilator kerja panjang Leukotrien Kromolin atau teofilin Antibiotika bila disebabkan oleh infeksi bakteri Selain itu, pengobatan juga dapat dilakukan dengan menghindari pemicu serangan asma, seperti: Cucilah seprai dan selimut anda dengan air hangat Bersihkan lantai, karpet, dan langit-langit rumah anda dari debu secara teratur Jangan biarkan binatang peliharaan anda masuk ke dalam kamar anda Jangan merokok dan jauhilah orang yang merokok   Sumber: webmd    
 25 Dec 2019    18:00 WIB
Kenalilah Berbagai Jenis Asma
Asma merupakan suatu keadaan di mana saluran pernapasan mengalami penyempitan akibat reaksi yang berlebihan terhadap rangsangan tertentu. Berbagai gejala asma yang sering ditemukan adalah sesak napas, mengi (suara napas berbunyi "ngik-ngik"), dan batuk. Mengetahui jenis asma yang anda alami dapat membantu anda dan dokter anda dalam memberikan pengobatan yang paling tepat bagi anda.   Asma Akibat Alergi Alergi dan asma seringkali berhubungan. Salah satu penyakit alergi kronik yang sering terjadi adalah rhinitis alergika. Serangan asma seringkali dipicu oleh rhinitis alergika ini. Rhinitis alergika merupakan peradangan pada lapisan dalam hidung akibat suatu alergen (bahan yang menimbulkan alergi). Gejala rhinitis alergika yang biasanya ditemukan adalah hidung meler, hidung tersumbat, sering bersin, pembengkakan mukosa hidung, lendir berlebihan, mata berair, dan nyeri tenggorokan. Batuk juga sering terjadi akibat turunnya lendir dari hidung ke tenggorokan.   Asma Akibat Olahraga Asma jenis ini biasanya dipicu oleh olahraga atau aktivitas fisik. Pada asma akibat olahraga, penyempitan saluran pernapasan biasanya mencapai puncaknya 5-20 menit setelah olahraga dimulai, yang membuat anda mengalami kesulitan bernapas. Selain itu, anda mungkin juga mengalami mengi dan batuk saat serangan asma terjadi.   Asma Dominan Batuk (Cough Variant Asthma) Gejala yang paling menonjol pada asma jenis ini adalah batuk hebat, yang seringkali salah terdiagnosa sebagai batuk. Asma jenis ini seringkali dipicu oleh infeksi saluran pernapasan dan olahraga. Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan batuk hebat dan lama selain asma adalah post nasal drip (adanya lendir yang turun dari hidung ke tenggorokan), rhinitis kronik, sinusitis (radang sinus), atau refluks gastroesofageal (GERD).   Asma Okupasional Asma okupasional merupakan asma yang terjadi akibat pekerjaan. Serangan asma baisanya terjadi saat anda bekerja dan menyebabkan anda kesulitan bernapas. Banyak penderita asma jenis ini mengalami hidung meler, hidung tersumbat, iritasi mata, atau batuk. Beberapa pekerjaan yang dapat memicu serangan asma adalah peternak hewan, petani, penata rambut, perawat, pelukis, dan tukang kayu.   Asma Nokturnal Jika anda menderita asma, maka serangan asma biasanya lebih sering terjadi saat malam hari atau saat waktu tidur, karena asma sangat dipengaruhi oleh siklus tidur dan bangun seseorang. Pada asma jenis ini, penderitanya biasanya mengalami batuk, mengi, dan kesulitan bernapas di malam hari. Lebih seringnya serangan asma pada malam hari diduga diakibatkan oleh peningkatan paparan oleh alergen, dinginnya suhu udara, posisi terlentang, atau bahkan hormon. Memburuknya asma pada malam hari dapat mengganggu waktu tidur anda dan bahkan kematian akibat asma lebih sering terjadi pada malam hari.   Penyakit Lainnya Dengan Gejala Mirip Asma Terdapat beberapa penyakit lain yang memiliki gejala mirip asma, misalnya asma kardiak, yang merupakan salah satu jenis gagal jantung yang beberapa gejalanya mirip dengan serangan asma. Gangguan atau disfungsi pada pita suara juga seringkali menyebabkan timbulnya mengi yang tidak membaik dengan pemberian obat anti asma.   Sumber: webmd
 23 Dec 2019    18:00 WIB
Ayah Perokok Berisiko Memiliki Anak Asma
Saat Anda sedang merencanakan kehamilan, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh ibu sebelum kehamilan seperti seperti meningkatkan asupan asam folat dan berhenti merokok atau minum alkohol. Namun bagaimana dengan calon ayah? Sering orang berpendapat bahwa calon ayah tidak perlu melakukan perubahan pola hidup, namun ternyata menurut sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa seorang calon ayah yang merokok memiliki risiko bayi yang menderita asma.  Berdasarkan sebuah penelitian yang dipaparkan oleh European Respiratory Society (ERS) Kongres Internasional di Munich, Jerman, dan merupakan penelitian pertama yang meneliti hubungan antara kebiasaan ayah yang merokok dengan kesehatan pernapasan anak-anaknya.  Penelitian tersebut memberikan bukti bahwa sejarah orang tua yang buruk memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan masa depan anak, diterbitkan dalam jurnal Science. Penelitian yang dipimpin oleh Prof Sarah Robertson dari University of Adelaide di Australia mengatakan sebagai contoh bahwa orang tua yang obesitas/ kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko anaknya untuk terkena penyakit gangguan metabolik "Dalam 10 tahun terakhir ini komunitas ilmu pengetahuam telah serius membahas masalah ini" kata Prof Robertson, "dan hanya dalam 5 tahun terakhir bahwa kami telah mulai memahami mekanisme bagaimana hal ini terjadi."  Dia menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki pola hidup, seperti pola makan yang buruk atau kebiasaan merokok, hal ini akan tersimpan dalam sel telur dan sperma dan akan berpengaruh pada pertumbuhan janin.  Dalam penelitian terbaru yang dipimpin oleh Dr Cecile Svanes dari University of Bergen di Norwegia, para peneliti menggunakan kuesioner untuk menilai kebiasaan merokok lebih dari 13.000 pria dan wanita.  Penelitian ini difokuskan pada beberapa pasangan yang mempunyai kebiasaan merokok sebelum terjadi kehamilan dengan kejadian asma pada anak-anak mereka dan pada pasangan yang telah menghentikan kebiasaan merokok.  Dalam penelitian tersebut di temukan bahwa seorang calon ayah yang mempunyai kebiasaan merokok sebelum terjadi kehamilan ternyata memiliki risiko lebih besar mempunyai anak yang mengalami asma non alergi. Selain itu risiko anak mengalami asma meningkat apabila calon ayah mulai merokok pada usia sebelum 15 tahun dan risiko ini semakin meningkat berdasarkan berapa lama calon ayah merokok.    Sumber: medicalnewstoday 
 11 Dec 2019    08:00 WIB
Pertolongan Pertama Pada Serangan Asma
Asma disebabkan oleh peradangan saluran napas yang menyebabkan saluran napas menyempit dan memproduksi lebih banyak lendir. Beberapa gejala terjadinya serangan asma adalah kesulitan berjalan atau berbicara yang disebabkan oleh sesak napas atau bibir atau kuku jari berubah menjadi biru. Beberapa langkah pertolongan pertama pada serangan asma yang dapat anda lakukan adalah: Ketahuilah obat-obatan yang biasa digunakan oleh penderita jika memungkinkan Posisikan penderita pada posisi yang nyaman dan longgarkan pakaiannya Jika orang tersebut membawa obat asma, seperti inhaler, bantulah orang tersebut untuk menggunakannya Jika orang tersebut tidak membawa obat asma apapun, gunakanlah obat pada kotak pertolongan pertama atau gunakanlah obat penderita asma lainnya Bila penderita memiliki inhaler, mintalah penderita untuk menghembuskan napas kemudian masukkanlah inhaler tersebut ke dalam mulut penderita Tekan inhaler satu kali dan mintalah penderita untuk menghirup napas secara perlahan melalui mulut dan menahan napasnya selama 10 detik. Lakukanlah hal ini sebanyak 4 kali dengan interval sekitar 1 menit. Tunggulah selama 4 menit Bila penderita masih mengalami gangguan napas setelah penggunaan inhaler sebanyak 4 kali, ulangilah pemberian obat melalui inhaler tersebut Jika keadaan penderita tetap tidak membaik, terus berikan obat melalui inhaler sebanyak 4 tekanan setiap 4 menit hingga ambulans tiba atau telah sampai di rumah sakit Jika penderita mengalami serangan asma berat, berikan 6-8 kali tekanan inhaler setiap 5 menit Bila penderita mengalami penurunan kesadaran bukan berarti keadaan penderita membaik, hal ini dapat merupakan tanda keadaan penderita justru memburuk Jangan menduga bahwa serangan asma telah membaik bila tidak lagi terdengar mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik) Bawalah penderita ke rumah sakit untuk memperoleh pemeriksaan mengenai keparahan serangan asma yang terjadi dan pengobatan apa yang dapat dilakukan, terutama bila serangan asma yang terjadi cukup berat   Sumber: webmd
 29 Oct 2019    16:00 WIB
Makanan yang Perlu Dihindari Oleh Para Penderita Asma
Sebagian besar penderita asma biasanya tidak perlu menghindari atau mengkonsumsi makanan tertentu untuk mengurangi gejala atau memicu terjadinya serangan asma, akan tetapi, pada beberapa kasus terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membuat gejala asma memburuk. Beberapa jenis makanan tersebut adalah: Telur Susu sapi Kacang Ikan Berbagai produk yang terbuat dari royal jelly Berbagai produk yang terbuat dari jamur Beberapa jenis pewarna dan pengawet makanan Beberapa jenis pewarna dan pengawet makanan yang dapat memicu terjadinya serangan asma adalah: Tartrazine (E102) merupakan pewarna makanan yang dapat ditemukan pada berbagai jenis makanan dan beberapa jenis obat-obatan Asam benzoate (E210) merupakan pengawet makanan yang dapat ditemukan pada beberapa jenis produk olahan buah dan minuman bersoda Natrium metabisulfit (E220-227) merupakan pengawet makanan yang dapat ditemukan pada wine, bir buatan sendiri, minuman bersoda, beberapa jenis daging olahan, dan beberapa jenis salad siap saji Beberapa jenis makanan serta beberapa jenis pewarna dan pengawet makanan dapat memicu terjadinya serangan asma atau membuat gejala asma semakin memburuk. Selain itu, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi seperti bentol-bentol, timbulnya bercak kemerahan pada kulit, mual, muntah, dan diare. Akan lebih baik bila Anda mencatat berbagai jenis makanan yang Anda konsumsi untuk menemukan makanan mana yang menyebabkan timbulnya reaksi alergi atau memicu terjadinya serangan asma. Selain dapat memicu terjadinya serangan asma atau membuat gejala asma memburuk, ternyata terdapat beberapa jenis makanan lain yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan asma dan meningkatkan fungsi paru. Para peneliti di Belanda menemukan bahwa mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayuran dapat membantu meningkatkan fungsi paru. Selain itu, vitamin C dan E juga dapat membantu mengurangi inflamasi (peradangan) di dalam paru. Mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang serta mengkonsumsi banyak buah dan sayuran dapat membantu tubuh melawan infeksi flu dan batuk, yang telah diketahui dapat membuat gejala asma memburuk.     Sumber: webmd
 29 Sep 2019    18:00 WIB
Hilangkan Polusi Udara Dengan Air Purifier
Apakah Anda memiliki air purifier di rumah Anda? Ancaman polusi udara sekarang makin mengkhawatirkan. Ada banyak gangguan kesehatan yang dapat disebabkan oleh karena polusi udara. Pada dasarnya air purifier (pembersih udara) adalah peralatan yang dapat membantu dalam menghilangkan polusi dari udara. Pembersih udara benar-benar membersihkan udara di sekitarnya dengan menghilangkan partikel debu yang berukuran lebih dari 0,3 mikron sampai 99,9 persen. Sehingga air purifier sangat membantu bagi orang yang menderita asma atau alergi. Air purifier memiliki HEPA (high efficiency particulate air) filter yang berguna untuk: Membantu dalam membersihkan udara yang beredar di sekitarnya. Membantu menyingkirkan udara dari kotoran dan bahan-bahan yang mengkontaminasi. Membersihkan udara dari debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, asap dan hampir semua bahan polusi yang ada di udara. Pembersih udara dapat membuat udara bebas dari berbagai macam partikel yang menyebabkan alergi dan kotoran lain sehingga Anda dapat menghirup udara murni Air purifier membantu dalam menyingkirkan asap rokok karena itu sangat berguna bila ada seorang yang merupakan seorang perokok di rumah. Menghilangkan bau obat, bau akibat masakan Selain itu berguna untuk melindungi perabotan rumah, karena membantu menghilangkan debu yang menempel sehingga mengurangi pemeliharaan dari barang-barang rumah tangga tersebut. Tentu hal ini akan membantu Anda dalam melakukan penghematan Ketika Anda akan membeli alat pembersih udara pastikan bahwa alat Anda memiliki sertifikat Pembersih Udara yang terdaftar. Sumber: urbalicious
 11 May 2019    18:00 WIB
Mengenal Tipe Penyakit Asma Dan Pemicunya
Halo teman-teman para pengikut dokter.ID yang setia! Kembali lagi dengan pembahasan menarik tentang Asma. Banyak orang bilang bahwa asma sebenarnya tidak berbahaya, namun ada juga beberapa orang bilang ini berbahaya, nah! untuk jelasnya mari kita bahas secara fakta medis. Asma adalah masalah pernapasan seumur hidup, atau kronis yang disebabkan oleh pembengkakan (radang) saluran udara di paru-paru. Asma tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dicegah dan dikendalikan. Ketika kita menderita asma, saluran udara kita sangat sensitif, atau "gelisah." Mereka mungkin bereaksi terhadap banyak hal. Hal-hal ini disebut pemicu. Orang yang menderita asma dapat mendesah atau merasakan rasa "kencang/ tertekan" di bagian dada. Mereka mungkin juga banyak batuk ketika asma mereka tidak terkendali (kambuh). Disini ada beberapa jenis atau tipe-tipe penyakit asma dan pemicunya berdasarkan jenis atau faktor usia yang ada, yaitu: Pemicu gejala asma pada orang dewasa dan anak-anak, yang pada umumnya sama adalah polutan udara, jamur, debu dan asap rokok. Asma pada anak-anak sendiri lebih cenderung memiliki bentuk asma intermiten yang muncul dalam serangan berat. Beberapa anak mungkin mengalami gejala sehari-hari, tetapi karakteristik umum di antara anak-anak dengan asma adalah sensitivitas tinggi terhadap zat yang menyebabkan alergi. Asap tembakau bekas menyebabkan masalah parah bagi anak-anak dengan asma. Antara 400.000 dan 1 juta anak-anak mengalami gejala asma yang memburuk sebagai akibat dari perokok pasif, menurut American Lung Association. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan agar anak-anak mengalami lebih banyak kunjungan darurat dan rawat inap untuk asma daripada orang dewasa. Asma ringan mungkin sembuh tanpa perawatan selama masa kanak-kanak. Namun, masih ada risiko bahwa kondisi tersebut akan kembali lagi nanti, terutama jika gejalanya sedang atau berat. Asma pada orang dewasa. Asma pada orang dewasa seringkali persisten dan membutuhkan penanganan flare-up dan pencegahan gejala harian. Asma dapat dimulai pada usia berapa pun. Alergi menyebabkan setidaknya 30 persen penyebab asma pada orang dewasa. Obesitas adalah faktor risiko yang kuat untuk asma awitan orang dewasa, dan wanita lebih mungkin untuk mengembangkan kondisi ini setelah usia 20 tahun. Orang yang berusia di atas 65 tahun membuat banyak kematian akibat asma. Asma karena pekerjaan. Ini adalah jenis asma yang terjadi sebagai akibat langsung dari pekerjaan atau profesi. Gejala akan menjadi jelas setelah menghadiri tempat kerja tertentu. Industri dengan asosiasi reguler untuk asma pekerjaan termasuk memanggang, pekerjaan laboratorium, atau manufaktur. Dalam tipe ini, lingkungan kerja mengarah pada kembalinya asma masa kanak-kanak atau mulainya asma awitan orang dewasa. Gejala lain mungkin termasuk pilek dan mata merah. Asma yang sulit dikendalikan dan berat. Jenis-jenis ini melibatkan gejala asma yang konsisten dan melemahkan serta kesulitan bernapas. Sekitar 12 persen penderita asma sulit dikendalikan atau asma parah. Dengan pengobatan yang tepat dan penghindaran pemicu yang efektif, mereka yang berada dalam kategori ini dapat mengembalikan gejala asma. Sekitar 5 persen penderita asma tidak melihat perbaikan setelah menggunakan obat asma standar. Asma musiman. Jenis ini terjadi sebagai respons terhadap alergen yang hanya ada di lingkungan sekitarnya pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, seperti udara dingin di musim dingin atau serbuk sari selama musim demam. Orang-orang masih menderita asma selama musiman berlangsung tetapi tidak mengalami gejala.   Obat-obatan yang dapat membantu asma kita: Inhaler pereda. Inhaler pereda biasanya berwarna biru. Kita menggunakannya ketika asma kita terasa buruk. Mereka membuat kita lebih mudah bernafas. Inhaler Pencegah. Kita menggunakannya setiap hari meskipun kita merasa sehat. Mereka membuat saluran udara kita bekerja lebih baik. Spacer. Terkadang kita menggunakan spacer bersamaan dengan inhaler kita. Spacer adalah tabung plastik untuk membantu kita memasukkan obat ke dalam paru-paru. Untuk mendiagnosa penyakit ini. Biasanya melalui pemeriksaan fisik dan tanda2 gejala. Dan jika asma parah biasa dokter menggunakan tes untuk mengukur fungsi paru-paru, kita juga mungkin diberikan tes fungsi paru-paru untuk menentukan berapa banyak udara yang masuk dan keluar saat kita bernapas. Tes-tes ini mungkin termasuk: Spirometri. Tes ini memperkirakan penyempitan tabung bronkial kita dengan memeriksa berapa banyak udara yang bisa kita hembuskan setelah menarik napas dalam-dalam dan seberapa cepat kita bisa bernapas. Alat pengukur aliran puncak adalah alat sederhana yang mengukur seberapa keras kita bisa bernapas. Pembacaan puncak arus yang lebih rendah dari biasanya adalah pertanda paru-paru kita mungkin tidak berfungsi dengan baik dan bahwa asma kita mungkin memburuk. Tes fungsi paru sering dilakukan sebelum dan sesudah minum obat yang disebut bronkodilator, seperti albuterol, untuk membuka saluran udara kita. Jika fungsi paru-paru kita membaik dengan menggunakan bronkodilator, kemungkinan kita menderita asma. Tes lain untuk mendiagnosis asma juga termasuk: Tantangan metakolin. Tes oksida nitrat. Tes pencitraan. X-ray dan CT Scan. Tes alergi (sampel darah atau kulit). Eosinofil dahak. Tes provokatif. Demikian penjelasan tentang penyakit asma, jika ada pertanyaan lebih lanjut bisa menghubungi dokter atau pakar kesehatan kita di Dokter.ID! sampai jumpa.   Sumber : www.nhlbi.nih.gov, getasthmahelp.org, www.medicalnewstoday.com, www.mayoclinic.org, www.asthma.org.uk, www.webmd.com.
 17 Mar 2019    16:00 WIB
Amankah Penggunaan Terapi Alami Untuk Gejala Asma?
Apakah Anda sedang mencari pengobatan alami untuk meredakan gejala asma yang Anda derita? Banyak orang yang berpaling ke pengobatan alami ketika mereka menderita penyakit kronis atau penyakit lama, dan berharap pengobatan tersebut dapat meredakan gejala penyakit yang mereka derita. Beberapa jenis pengobatan alami untuk asma mencakup herbal, suplemen diet, akupuntur, chiropractic dan terapi pijat, biofeedback, terapi homeopathy, dan nutrisi. Adakah pengobatan alami yang efektif untuk asma? Sebenarnya ada banyak terapi alami yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala asma. Tetapi keterbatasan penelitian mengenai terapi alternatif ini menyebabkan keefektifan an keamanannya kurang diketahui. Berikut adalah contoh dari pengobatan alami yang sudah banyak disarankan: Herbal dan suplemen diet alami Banyak jenis herbal dan tanaman yang telah digunakan untuk mengobati asma. Tetapi tidak ada satupun diantaranya yang menunjukkan hasil benar-benar mengobati keluhan asma, oleh karena itu terapi ini tidak direkomendasikan. Studi terdahulu telah meneliti manfaat dari asam lemak omega 3 dan suplemen antioksidan seperti vitamin C dan vitamin E untuk meredakan gejala asma. Sekali lagi belum cukup bukti yang diperoleh untuk dapat merekomendasikan terapi herbal ini untuk digunakan pada penderita asma. Yoga Seringkali stress menjadi faktor pemicu dari gejala asma. Latihan pernafasan yang dilakukan dalam yoga ternyata dapat membantu seseorang untuk mengontrol gejala asma melalui latihan pernafasan, sekaligus melepaskan stress. Diet asma Jika Anda memiliki alergi makanan, hindarilah makanan yang bisa memicu serangan alergi. Hal ini juga berarti mencegah munculnya serangan asma. Akupuntur Walaupun banyak orang mengatakan akupuntur mampu mengurangi gejala dari asma,tetapi para ahli belum berpendapat demikian. Apakah aman menggunakan terapi alami untuk asma? Banyak orang berfikir herbal berasal dari bahan-bahan alami, oleh karena itu herbal cukup aman untuk dikonsumsi untuk penderita asma. Tetapi ada banyak sekali jenis herbal yang belum melalui tes yang layak dan seperti yang disebutkan diatas, FDA tidak menyarankan herbal untuk digunakan sebagai pengobatan. Beberapa jenis herbal yang telah digunakan untuk mengobati asma ternyata memiliki interaksi dengan obat lain. Sebagai contoh, ginko biloba yang digunakan untuk mengurangi gejala inflamasi di paru-paru dapat menyebabkan masalah perdarahan pada penderita asma yang mengkonsumsi obat pengencer darah seperti Coumadin. Akar licorice yang dikira orang dapat menenangkan gejala asma di paru-paru ternyata dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu sangat penting untuk Anda berkonsultasi dahulu dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi obat herbal, suplemen diet atau apapun terapi alami yang akan Anda lakukan. Beberapa jenis herbal dapat memperburuk gejala asma atau kondisi medis lainnya, atau obat herbal tersebut dapat mengganggu kerja obat asma yang Anda sedang konsumsi. Bagaimana saya tahu jika pengobatan alami yang saya lakukan aman? Karena terapi alami untuk pengobatan asma belum diatur dengan baik, sangat sulit untuk mengatakan apakah terapi alami yang Anda gunakan aman atau tidak. Berikut adalah beberapa tips dalam menggunakan terapi alami: Bicarakan dengan dokter Anda jika Anda ingin menggunakan terapi alami. Apakah obat herbal dan suplemen diet yang Anda konsumsi memiliki interaksi dengan obat resep dari dokter atau tidak. Jika Anda mengalami efek samping seperti mual, muntah, denyut jantung cepat, kecemasan, insomnia, diare atau ruam kulit, segera hentikan penggunaan obat herbal Berhati-hatilah terhadap iklan obat herbal dan suplemen Berhati-hati dalam memilih merk obat.   Sumber: webmd