Your browser does not support JavaScript!
 19 Jun 2020    08:00 WIB
Cara Tepat Menyetok ASI
Menjadi seorang ibu, terutama ibu menyusui memang mendatangkan kebahagiaan tersendiri. Memberikan ASI untuk buah hati juga selalu menjadi perbicangan menarik bagi kita, para ibu menyusui. ASI memang begitu sempurna. Berbagai studi telah membuktikan bahwa tetesan berharga ini memang memiliki kandungan nutrisi lengkap yang dibutuhkan bayi. Tidak heran jika apapun akan dilakukan ibu menyusui demi memberikan dukungan penuh terhadap pemberian cairan berharga yang penting untuk tumbuh kembang si buah hati. Kendati demikian, masa cuti yang hampir habis menjadi dilema tersendiri bagi ibu menyusui yang harus segera kembali ke kantor. Namun masih banyak jalan menuju Roma. Salah satu solusi tepat untuk ibu menyusui yang harus kembali bekerja adalah dengan memerah ASI dan menyimpannya sebagai stok. Stok ASI yang disimpan dengan baik di dalam kulkas inilah yang nantinya bisa tetap membuat si kecil mendapatkan jatah ASI walaupun ibu sedang bekerja di kantor. Berikut tips menyetok ASI : 1.       Jangan Kurangi Frekwensi Merasa produksi ASI sedikit sehingga tidak yakin bisa diperah? Jangan dulu putus asa. Rata-rata ibu memproduksi 25-40 ons ASI setiap hari. Kuncinya adalah memberikan stimulasi pada payudara Anda. Frekwensi stimulasi pada payudara inilah yang justru akan membuat persediaan ASI meningkat. Semakin sering Anda menyusui bayi, produksi ASI akan semakin banyak. Jadi jika ingin membuat stok ASI perahan yang banyak, tetap berikan si kecil ASI seperti biasanya walaupun hari pertama kerja semakin dekat. Anda juga harus tetap mencukupi konsumsi makanan bernutrisi, istirahat, rileks, tidak cemas dan merasa nyaman. 2.       Pijatan Pijatan sebelum menyusui dapat memicu hormon oksitoksin. Hormon ini berpengaruh terhadap kuantitas dan lancarnya proses pengeluaran ASI. Ingin membuat stok ASI perah berlimpah? Mintalah suami memijat punggung bagian samping tulang belakang sebelum Anda sebelum memerah ASI. 3.       Memerah dengan Nyaman Anda bisa memerah ASI menggunakan tangan sendiri atau dengan pompa payudara manual atau elektrik. Gunakan jempol dan telunjuk saat Anda memerah menggunakan tangan.Berikut cara memerah ASI menggunakan tangan : Siapkan cangkir, gelas atau mangkuk yang sangat bersih. Cuci dengan air sabun dan keringkan dengan tissue/lap yang bersih. Tuangkan mendidih ke dalam cangkir dan biarkan selama beberapa menit. Bila sudah siap untuk memeras ASI, buang air dari cangkir. Cuci tangan dengan bersih dan seksama. Letakkan cangkir di meja atau pegang dengan satu tangan lain untuk menampung ASIP. Badan condong ke depan dan sangga payudara dengan tangan Letakkan ibu jari sekitar areola di atas puting susu dan jari telunjuk pada areola di bawah puting susu. Pijat ibu jari dan telunjuk ke dalam menuju dinding dada. Sekarang pijat areola di belakang puting susu di antara jari danibu jari. Ibu harus memijat sinus laktiferus di bawah areola. Tekan dan lepas, tekan dan lepas. Pada mulanya tidak ada ASI yang keluar, tetapi setelah diperas beberapa kali, ASI mulai menetes. ASI bisa juga memancar bila refleks pengeluaran aktif atau saat let down reflex. Peras areola dengan cara yang sama dari semua sisi agar yakin ASI diperas dari semua segmen payudara. Jangan memijat puting susu itu sendiri. Jangan menggerakkan jari sepanjang puting susu. Menekan atau menarik puting susu tidak dapat memeras ASI. Ini merupakan hal yang sama terjadi bila bayi mengisap dari puting susu saja. Sedangkan untuk pompa manual, Anda hanya tinggal memencet bagian balon karetnya saja. Anda bisa memerah ASI saat jam makan siang di kantor, atau kapanpun saat payudara sudah mulai terasa penuh. Ingat disiplin dalam memerah ASIP sangat penting. 4.       Kuasai Teknik MenyimpanIni dia yang terpenting. ASI yang disimpan dengan teknik yang tepat tidak akan basi, bertahan lama, dan tidak berkurang nutrisinya.Para ibu menyusui yang ingin menyimpan stok ASI, bisa menyimpannya di dalam botol kaca ataupun kantung ASI perah. Jika di kantor tidak tersedia kulkas, Anda bisa menyimpan ASI perah di dalam termos yang diberi es batu. Dengan cara ini, ASI perah bisa bertahan selama 24 jam.Jangan lupa beri label berisi tanggal dan jam perah ASIP di wadah penyimpanan. Gunakan ASIP dengan tanggal terlama dahulu. Sampai di rumah, masukkan ASI perah ke dalam kulkas. ASI perah bisa bertahan hingga 2 minggu dengan suhu kulkas yang bervariasi. Di dalam freezer, ASI bertahan selama 3-4 bulan, pada deep freezer ASIP dapat bertahan 6 bulanTidak ada alasan untuk ibu bekerja tidak bisa menyusui ASI secara eksklusif, hal yang perlu dilakukan adalah : Niat yang tulus disertai pikiran yang positif Usahakan makan dan minum  yang bergizi Minta dukungan dari orang-orang sekitar Informasikan niatan untuk memberi ASI ekslusive 6 bulan (bahkan terus memberi ASI sampai 2 tahun) kepada atasan dan rekan kerja di kantor Atur waktu memerah ASI dengan tepat kurang lebih 2-4 jam sekali untuk memerah ASI Siapkan peralatan untuk memerah ASI Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang ASIP dan yang tidak kalah pentingnya adalah konsultasi ke klinik lakstasi terdekat. Baca juga: Mengatasi Stress Paska Melahirkan
 19 May 2020    11:00 WIB
Perubahan Warna Tinja Bayi, Normalkah?
Menjadi orang tua baru dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Anda mungkin seringkali merasa khawatir mengenai apakah anda telah memberikan yang terbaik bagi anak anda dan apakah anda telah merawat anak anda dengan baik. Salah satu hal yang seringkali membuat para ayah dan ibu baru merasa khawatir adalah mengenai kebiasaan buang air besar bayinya dan warna tinjanya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat menjawab berbagai pertanyaan anda. Tinja Pertama BayiTinja pertama bayi disebut dengan mekonium. Mekonium merupakan tinja padat dan lengket yang berwarna hijau kehitaman. Mekonium biasanya hanya dihasilkan pada 3 hari pertama kehidupan bayi anda. Setelah 3 hari, warna dan bentuk tinja bayi anda mungkin akan mengalami perubahan. Baunya pun dapat ikut berubah. Perubahan bentuk, warna, dan bau tinja ini tergantung pada apa yang dimakan oleh bayi anda dan bagaimana kerja sistem pencernaannya. Perbedaan ASI dan Susu FormulaSeperti telah dikatakan di atas, apa yang bayi anda makan menentukan seperti apa tinjanya. ASI cenderung lebih banyak diserap oleh tubuh dan hanya menyisakan sangat sedikit zat sisa sehingga bayi anda mungkin tidak akan BAB (buang air besar) selama beberapa hari. Akan tetapi, ada pula bayi yang mengkonsumsi ASI yang sering BAB dengan tinja berwarna kuning kusam.Sementara itu, bayi yang mengkonsumsi susu formula biasanya memiliki tinja yang berwarna lebih gelap, yaitu agak kecoklatan yang biasanya juga hanya dihasilkan setelah beberapa hari (BAB tidak setiap hari). Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa setiap bayi berbeda, termasuk dalam hal kerja saluran pencernaan dan tinja yang dihasilkannya. Kapan Harus Waspada?Jangan langsung merasa khawatir bila warna tinja bayi anda selalu berubah-ubah. Bayi sehat, biasanya akan mengalami perubahan kebiasaan (berapa kali) BAB dan warna tinja seiring dengan perubahan makanan, saat saluran pencernaan telah terbentuk dan bekerja dengan sempurna, dan adanya bakteri baru yang hidup di dalamnya. Perubahan warna tinja bayi sangat jarang menandakan adanya gangguan pencernaan tertentu. Biasanya, perubahan warna tinja hanya berarti berapa banyak pigmen atau cairan empedu yang terdapat di dalamnya. Segera hubungi dokter anak anda bila anda menemukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: •  Jika warna tinja bayi anda tetap berwarna putih seperti kapur, yang mungkin menandakan tidak adanya cairan empedu dari hati untuk mencerna makanan•  Jika tinja berwarna hitam seperti ter, yang mungkin menandakan adanya darah di dalam saluran pencernaan•  Jika tinja disertai dengan darah (merah terang), yang menandakan adanya perdarahan di dekat anus. Tinja yang berwarna merah juga dapat disebabkan oleh beberapa jenis obat-obatan, bit, dan pewarna makanan Anda tidak perlu merasa khawatir bila bayi anda mengeluarkan tinja yang berwarna hijau, oranye, atau kuning. Hal ini biasanya terjadi karena perbedaan kandungan cairan empedu di dalam tinja dan jarang sekali diakibatkan oleh gangguan saluran pencernaan. Sumber: webmd
 06 May 2020    11:00 WIB
Tips Lancarkan ASI Selama Bulan Ramadhan Bagi Para Ibu yang Berpuasa
Walaupun ibu menyusui sebenarnya tidak dianjurkan untuk berpuasa, apalagi bila bayi Anda masih berusia kurang dari 6 bulan, akan tetapi bila Anda tetap mau berpuasa, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hal ini dikarenakan ASI masih merupakan satu-satunya sumber makanan bagi bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Selain itu, walaupun Anda harus berpuasa di siang hari, bukan berarti Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Selama puasa, Anda pun dapat tetap makan 3 kali sehari, hanya saja dengan waktu yang berbeda. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian Anda, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi diet seimbang, yang terdiri dari karbohidrat (50%), protein (30%), dan lemak (10-20%). Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu membuat produksi ASI Anda tetap lancar. Bagi ibu yang sedang menyusui, dibutuhkan sekitar 700 kalori tambahan setiap harinya, di mana 500 kalori tersebut diambil dari makanan ibu dan 200 kalori sisanya diambil dari cadangan lemak tubuh. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu yang sedang menyusui dan ingin berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makannya (3 kali sehari) dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan bergizi saat sahur dan setelah sholat tarawih. Dengan demikian, Anda akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas harian Anda dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu yang sedang menyusui tetapi ingin berpuasa adalah: Konsumsilah banyak air putih, setidaknya 2 liter setiap harinya, mulai dari saat berbuka hingga sahur Minumlah segelas susu setiap sahur untuk menurunkan resiko terjadinya anemia Konsumsilah minuman hangat saat berbuka puasa untuk menstimulasi pengeluaran ASI Baca juga: Manfaat Kurma Saat Puasa Sumber: aritunsa
 29 Mar 2020    08:00 WIB
Ikan Tuna Mengandung Nutrisi Penting, Tapi Apakah Aman Bila Dijadikan MPASI ?
Saat bayi Anda mencapai usia 6 bulan, Anda bisa mengenalkan ikan ke dalam makanannya. Ikan adalah makanan bergizi yang memasok banyak nutrisi yang dibutuhkan bayi Anda untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Banyak orang tua tidak memberi makan ikan bayinya karena khawatir dengan merkuri. Kontaminasi merkuri adalah kekhawatiran saat memberi makan ikan pada bayi Anda, salah satu ikan yang cukup terkenal akan gizinya adalah ikan tuna. Apakah ikan tuna adalah ikan yang aman untuk diberikan kepada bayi? Berikut Ulasannya: Nutrisi Ikan tuna adalah makanan rendah kalori dan rendah lemak 28 gram yang juga memasok banyak nutrisi penting. Sebuah porsi 28 gram ikan tuna mengandung sekitar 7 gram protein, nutrisi yang mendukung pertumbuhan yang sehat dan memberi energi pada bayi Anda. Pemberian yang sama juga memasok sejumlah kecil atau zat besi, seng, kalsium, kalium dan magnesium. Tuna juga merupakan sumber niasin yang sehat, nutrisi yang mendukung kesehatan kulit, saraf dan pencernaan. Sebuah porsi tuna juga menyediakan riboflavin, tiamin, vitamin B-12, vitamin A dan vitamin D. Manfaat Di luar nutrisi penting, asam lemak omega-3 yang dimiliki tuna mengandung banyak manfaat bagi bayi Anda. Asam lemak omega-3 mendukung perkembangan otak yang sehat dan dapat meningkatkan kemampuan akademis bayi Anda saat ia bertambah tua. Asam lemak omega-3 juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak Anda, yang bisa berarti bahwa ia jarang sakit. Tuna kalengan yang dikemas dalam minyak mengandung asam lemak omega-3 paling banyak Air raksa Ikan tuna bisa terkontaminasi merkuri. Umumnya tuna albacore putih lebih tinggi kontaminasi merkurinya daripada tuna kalengan. Terlalu banyak merkuri dapat membahayakan sistem saraf bayi Anda, namun memberi makan ikan tuna bayi Anda sesekali adalah cara aman untuk menyediakan asam lemak omega-3, protein, vitamin dan mineral. Seorang anak dengan berat badan sekitar 9 kg bisa makan ikan tuna tiga minggu. Anda bisa memberikan bayi Anda sekitar 14 gram ikan tuna setiap satu atau dua minggu adalah cara aman untuk mengenalkan ikan kepadanya. Potong kecil-kecil atau haluskan ikan tuna yang akan Anda berikan kepada anak untuk mencegahnya tersedak. Tips Jadi ikan tuna adalah ikan yang aman untuk diberikan kepada bayi Anda, namun perlu diingat tidak boleh berlebihan. Anda bisa mulai mengenalkan ikan tuna kepada bayi Anda, dengan memberikan ikan tuna yang dihaluskan ke dalam bubur sebagai cara lain untuk meningkatkan asupan asam lemak omega-3 bayi Anda. Gunakan sayuran yang sudah disukai anak Anda agar anak menjadi lebih suka saat menyantapya. Apabila dalam keluarga Anda memiliki risiko alergi maka tanyakan dahulu kepada dokter spesialis anak Anda sebelum memberikan ikan tuna kepada anak Anda. Baca juga: https://www.dokter.id/berita/apakah-aman-memberikan-suplemen-minyak-ikan-pada-anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: sfgate
 24 Jan 2020    16:00 WIB
Kapan Sebaiknya Anda Mulai Memberikan Makanan Padat Untuk Bayi Anda?
Makanan bayi dianjurkan untuk diberikan saat ASI atau susu formula sudah tidak cukup untuk memuaskan rasa lapar anak. Meskipun makanan yang diberikan bergizi, namun makanan bayi tetap harus dilengkapi dengan ASI dan atau susu formula. ASI harus diberi sebagai sumber utama nutrisi sampai bayi berusia 12 bulan. Masa keemasan pertumbuhan bayi terjadi pada tahun pertama dan tubuh bayi membutuhkan nutrisi dan kalori yang cukup untuk membantu proses tersebut. Bayi belajar makan makanan padat secara alami dan bertahap. Jangan terburu-buru untuk melakukan perubahan tersebut. Dalam 6 bulan pertama atau lebih, ASI menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi. Pada sekitar usia 6 sampai 8 bulan, bayi masih lapar meski sudah diberikan ASI. Sehingga sebaiknya pada usia ini bayi mulai diberikan makanan padat. Bubur sayuran dan buah-buahan, sereal tumbuk adalah contoh dari makanan semi-padat untuk bayi. Bayi memiliki gigi untuk memotong atau menghancurkan potongan-potongan makanan, tetapi belum memiliki geraham sehingga membuatnya sulit untuk menggiling makanan padat. Oleh karena itu, orang tua harus berhati-hati dalam menghancurkan makanan bayi sehingga bayi Anda dapat memakannya dengan baik.   Saat bayi mulai bisa duduk tanpa bantuan atau mulai menunjukkan minat kepada makanan yang lain dari yang dimakan itu adalah tanda bahwa ia sudah siap diberi makan makanan padat. Mulailah dengan buah atau sayuran atau sereal, sambil mengenalkan beberapa jenis makanan baru. Dengan cara ini, Anda akan dapat mengidentifikasi sumber alergi apabila terjadi reaksi alergi. Catatan kesehatan WHO merekomendasikan bahwa bayi menerima ASI eksklusif selama enam bulan pertama dalam hidupnya untuk mencapai pertumbuhan perkembangan tubuh dan kesehatan yang optimal. Pada usia enam bulan bayi sudah siap untuk diberikan makanan pendamping. Pengenalan awal makanan padat pada bayi dapat memuaskan rasa lapar bayi sehingga bayi menjadi kurang dalam minum ASI akibatnya bayi sering kurang gizi. Penyerapan zat besi dari ASI menurun di usus kecil bayi saat susu diberikan dengan tambahan makanan lain. Oleh karena itu, penggunaan awal makanan pendamping dapat menyebabkan kekurangan zat besi dan anemia. Sumber: medindia
 09 Jan 2020    08:00 WIB
Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui
Menurunkan berat badan setelah melahirkan mungkin adalah tujuan utama anda. Tetapi, ingat bahwa nutrisi juga penting untuk kesehatan anda dan bayi anda. Menurunkan berat badan terlalu cepat dapat membuat produksi ASI anda berkurang dan membuat anda kehilangan energy yang diperlukan untuk merawat bayi anda. Mengkonsumsi makanan sehat selama anda menyusui akan membuat anda mempunyai tenaga lebih untuk menjaga bayi anda dan mencukupi kebutuhan gizi anda dan bayi anda. Di bawah ini terdapat beberapa makanan yang penting dikonsumsi selama anda menyusui.   Salmon Salmon mengandung DHA yang merupakan salah satu elemen penting untuk perkembangan sistem saraf bayi anda. Semua ASI mengandung DHA, tetapi ASI yang diproduksi oleh ibu yang memakan makanan yang mengandung DHA mempunyai kandungan DHA yang lebih tinggi. Selain itu, DHA juga dapat memperbaiki mood anda, sehingga dapat mencegah terjadinya depresi setelah melahirkan Akan tetapi, anda juga harus memperhatikan seberapa banyak salmon yang anda makan dalam 1 minggu, dianjurkan untuk memakan maksimal 12 ons salmon atau setara dengan 2 takaran per minggunya. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan merkuri di dalam salmon yang dapat berbahaya bagi anak anda. Walaupun kandungan merkuri di dalam salmon rendah, tetapi bila anda mengkonsumsinya secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan anda dan bayi anda.   Produk Susu Rendah Lemak Semua produk susu seperti yogurt, susu, atau keju adalah bagian penting dari menu makan anda selama menyusui. Selain mengandung protein, vitamin B kompleks, dan vitamin D, produk susu ini juga mengandung kalsium. Kalsium sangat diperlukan bagi perkembangan tulang bayi anda. ASI mengandung kalsium, jadi bila anda kurang mengkonsumsi kalsium, maka tubuh akan mengambil cadangan kalsium pada tulang dan gigi anda yang dapat mengganggu kesehatan tulang dan gigi anda. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengkonsumsi setidaknya 3 gelas susu per harinya.    Daging Tanpa Lemak Daging sapi adalah contoh daging yang mengandung zat besi, protein, dan vitamin B yang merupakan elemen penting lainnya bagi ibu menyusui. Jadi konsumsilah daging sapi selama anda menyusui, sehingga stamina dan kesehatan anda tetap terjaga.   Kacang-kacangan Kacang-kacangan adalah sumber zat besi dan protein nabati yang sangat cocok bagi anda, vegetarian. Selain itu, harganya yang relative lebih murah daripada daging juga membuat kacang-kacangan menjadi makanan favorit para ibu.   Buah-buahan Setiap ibu menyusui sebaiknya mengkonsumsi buah-buahan segar atau jus buah untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral anda. Blueberry dan jeruk adalah contoh buah dengan kadar antioksidan, vitamin, dan mineral tinggi yang baik untuk kesehatan anda.   Telur Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang sebaiknya dikonsumsi saat anda menyusui. Selain itu, telur yang mengandung DHA sangat baik untuk menambah kandungan DHA di dalam ASI anda.   Sayuran Hijau Berbagai sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan selada merupakan salah satu sumber energi penting lainnya. Sayuran hijau ini mengandung zat besi, berbagai vitamin dan mineral, serta antioksidan yang baik untuk kesehatan jantung anda.   Gandum Berbagai jenis makanan yang terbuat dari gandum, seperti roti, sereal, dan pasta merupakan sumber karbohidrat yang baik untuk kesehatan anda. Gandum dapat membuat anda merasa kenyang lebih lama dan membantu anda menurunkan berat badan anda tanpa kekurangan berbagai nutrisi penting yang anda perlukan.   Cairan Saat menyusui, mengkonsumsi cairan yang cukup setiap harinya sangat penting bagi kelancaran produksi ASI anda. Anda dapat memperolehnya dari air minum biasa, susu, maupun berbagai macam jus buah-buahan. Akan tetapi, hindari atau batasi konsumsi teh atau kopi anda sebanyak 2-3 gelas sehari, karena kafein yang terdapat di dalam kopi dan teh dapat masuk ke dalam ASI anda dan menyebabkan bayi anda sulit tidur dan rewel.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 07 Dec 2019    08:00 WIB
Balita Sangat Suka Minum Susu, Apakah Baik Atau Tidak?
Hampir kebanyakan anak suka minum susu, susu adalah cara yang baik untuk menjamin asupan kalsium anak. Tapi untuk anak Anda yang masih balita apakah kebiasan minum susu itu adalah hal yang baik atau tidak? Silahkan simak ulasan dibawah ini.   Jumlah Yang Disarankan Menurut Centers for Disease Control and Prevention, anak-anak berusia antara 1-5 tahun seharusnya mengonsumsi tidak lebih dari tiga gelas, 235 ml susu per hari. Minum sekitar satu setengah cangkir susu per hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium anak-anak antara usia 1-3 tahun atau batita.   Anemia Defisiensi Besi Anemia kekurangan zat besi merupakan perhatian utama kebanyakan balita yang terlalu banyak minum susu. Susu rendah zat besi dan menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh, sehingga anak kecil yang banyak minum susu bisa mengalami kekurangan zat besi. Balita sangat rentan mengalami hal ini karena mereka mungkin tidak mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, jadi mereka tidak dapat menebus kekurangan dengan cara lain. Selain itu, karena saluran pencernaan balita masih berkembang, mungkin mengalami reaksi ringan terhadap susu yang menyebabkan kehilangan darah di usus dalam jumlah kecil. Kehilangan darah mengurangi zat besi dalam tubuh, jadi ini bisa membuat kemungkinan mengalami anemia kekurangan zat besi lebih besar lagi.   Kalori dan Nutrisi Seorang balita yang minum terlalu banyak susu mungkin mendapatkan banyak kalsium, tapi mungkin dia menghindari makanan dan minuman lain yang memiliki nutrisi lain. Jika anak Anda minum lebih dari tiga cangkir susu setiap hari, dia mungkin mendapatkan setengah, atau lebih, asupan kalori hariannya hanya dari susu saja. Jika Anda memiliki riwayat keluarga obesitas, penyakit jantung atau diabetes, maka dokter spesialis anak Anda mungkin akan menyarankan untuk membatasi asupan susu atau beralih ke susu rendah lemak.   Intoleransi dan Alergi Laktosa Beberapa balita mengalami alergi susu. Anak-anak dengan alergi parah bisa mengalami mengi, muntah atau cegukan jika mereka minum susu. Terkadang alergi susu bisa mengancam nyawa. Berbeda dengan alergi susu, intoleransi laktosa tidak berbahaya, tapi bisa membuat tidak nyaman. Intoleransi laktosa terjadi saat tubuh perlahan berhenti memproduksi laktase, enzim yang mencerna gula dalam susu.   Intoleransi laktosa pada bayi jarang terjadi karena mereka membutuhkan laktase untuk mencerna ASI mereka, namun kemampuan untuk memproduksi laktase dapat mulai berkurang saat balita. Balita yang tidak toleran terhadap laktosa dapat mengalami sakit perut atau diare jika dia minum terlalu banyak susu. Jumlah susu yang bisa ditangani balita bergantung pada berapa banyak laktase yang masih dihasilkannya, sehingga setiap anak memiliki batas yang berbeda.   Baca juga: Tips Untuk Membuat Anak Mau Memakan Buah dan Sayuran Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: sfgate
 03 Dec 2019    08:00 WIB
Sembelit Pada Bayi, Berbahayakah?
Karena ASI mengandung sangat banyak nutrisi, maka hampir semuanya diserap oleh tubuh bayi anda dan hanya menyisakan sedikit sisa di dalam usus bayi anda. Bayi anda mungkin hanya akan buang air besar 1 kali seminggu bila hanya anda memberinya ASI. Beberapa bayi lainnya mungkin memiliki sistem pencernaan yang lebih lambat sehingga mereka lebih jarang buang air besar. Sembelit yang berat dan berlangsung lama jarang terjadi pada bayi, kecuali bila ada gangguan kesehatan lain seperti penyumbatan pada usus bayi anda atau gangguan kesehatan lainnya. Sembelit juga dapat terjadi bila tinja yang terbentuk keras. Akan tetapi, bila bayi anda terlihat kesakitan atau anda khawatir mengenai kesehatan bayi anda, segera hubungi dokter anda. Pada bayi, kriteria diagnosa sembelit berbeda dengan kriteria diagnosa pada orang dewasa. Bayi anda mungkin mengeluarkan tinja yang lunak setiap 4 atau 5 hari, maka ini bukanlah sembelit. Akan tetapi, bila tinja bayi anda keras, atau terdapat darah pada tinja, atau tinja berwarna hitam, atau bayi anda terlihat tidak nyaman, atau tidak buang air besar setidaknya 1 kali dalam 5 hari, maka segera hubungi dokter anda.   Tips Mengatasi Sembelit Pada Bayi Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengatasi sembelit pada bayi anda adalah: Gantilah susu formula bayi anda setelah berkonsultasi dengan dokter anak anda. Bila anda hanya memberikan ASI pada bayi anda, maka sembelit bukanlah alasan untuk menghentikan pemberian ASI. Sebaiknya anda berkonsultasi dulu dengan dokter anak anda Tambahkan sedikit jus buah atau 100-200 ml air putih (bila bayi anda berusia lebih dari 4 bulan) pada susu bayi anda setiap harinya Segera hubungi dokter anak anda bila tinja bayi anda keras yang membuatnya merasa tidak nyaman.   Sumber: webmd
 14 Aug 2019    08:00 WIB
Manfaat Pepaya Mentah untuk Kesehatan
Ternyata tidak hanya pepaya matang yang dapat menyehatkan tubuh, pepaya mentah yang warnanya pucat juga mengandung vitamin yang dapat menyehatkan tubuh. Tidak seperti pepaya matang yang memiliki warna menarik dan rasa yang lezat, pepaya mentah berwarna pucat keputihan, dan rasanya tidak seenak pepaya matang. Pepaya mentah memang tidak memiliki rasa seenak pepaya yang matang, tetapi kandungan pepaya mentah tidak kalah dari menyehatkan dari pepaya matang. Pepaya mengandung enzim papain dan chyopapain yang sangat baik untuk pencernaan. Enzim ini juga berguna untuk mengubah protein menjadi asam amino, membersihkan usus, melawan rasa mual dan konstipasi. Pepaya mentah juga dapat pencegahan terjadinya infeksi saluran kemih pada wanita. Berikut ini adalah keuntungan dari pepaya mentah terhadap kesehatan Baik untuk pencernaanPepaya mentah mengandung enzim yang baik untuk mencegah gas terkumpulnya di usus. Meningkatkan imunitas tubuhBaik pepaya mentah maupun yang matang daapat meningkatkan imunitas tubuh. Pepaya juga kaya akan vitamin A, C dan E. Pepaya mentah dapat mencegah terjadinya infeksi, batuk dan pilek. Mengobati konstipasiKarena kaya akan enzim, pepaya dapat mengobati konstipasi secara alami dan kandungan papaind dalam pepaya mentah lebih banyak dibandingkan pada pepaya matang. Membersihkan ususJus dari pepaya mentah merupakan bahan terbaik untuk membersihkan usus. Meningkatkan ASIWanita yang sedang menyusui harus banyak memakan pepaya mentah karena pepaya mentah dapat meningkatkan produksi ASI. Mencegah infeksi saluran kemihWanita yang menderita infeksi saluran kemih harus meminum jus pepaya mentah untuk melawan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan infeksi.Sumber: boldsky
 03 Aug 2019    08:00 WIB
Mengapa Menyusui Itu Baik ?
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), ASI jelas merupakan sumber gizi terbaik bagi bayi. Bayi berusia kurang dari 6 bulan harus diberi ASI eksklusif, dan perlahan-lahan diperkenalkan dengan makanan padat. AAP juga merekomendasikan untuk terus menyusui bayi Anda sampai berusia minimal satu tahun, selama Anda dapat memberikan ASI dan bayi Anda dapat menerimanya.   Berikut adalah kelebihan dari menyusui: ASI diperkirakan mengurangi risiko kematian bayi mendadak/ sudden infant death (SID) ASI juga lebih mudah dicerna daripada susu formula, yang biasanya menyebabkan bayi Anda sembelit karena mengandung gas. ASI merupakan sumber terbaik yang memberikan antibodi alami yang dapat melindungi bayi Anda dari berbagai penyakit dan infeksi dengan memperkuat kekebalan tubuhnya. ASI juga diduga meningkatkan fungsi kognitif pada anak-anak, kemampuan berpikir  serta meningkatkan kecerdasan anak Anda. Penelitian terbaru juga telah menegaskan bahwa ASI dapat mengurangi risiko terjadinya beberapa masalah kesehatan termasuk limfoma, kencing manis tipe 1 dan 2, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, asma, leukemia dan obesitas di kemudian hari. Tidak hanya itu. Menyusui diperkirakan juga memiliki banyak manfaat bagi ibu. Wanita yang menyusui cenderung memiliki risiko yang lebih rendah mengalami osteoporosis, kanker ovarium, kencing manis, kanker payudara dan penyakit jantung. Menyusui juga membantu memperkuat ikatan antara ibu dan bayi. Sumber: momjunction