Your browser does not support JavaScript!
 22 Sep 2018    16:00 WIB
Kenali Gejala dan Penyebab Sindrom Down Pada Anak
Sindrom down disebabkan oleh kelainan pembelahan sel pada saat perkembangan awal embrio. Pada keadaan normal, seorang anak memiliki 46 kromosom, 23 kromosom dari setiap orang tua. Setiap kromosom ini membawa DNA yaitu gen yang mempengaruhi bagaimana otak dan tubuh berkembang dan berfungsi. Janin dengan sindrom down memiliki satu kromosom ekstra. Hal ini menyebabkan perubahan pada perkembangan otak dan tubuh. Jenis sindrom down yang terjadi tergantung pada berapa banyak sel yang memiliki kromosom ekstra ini. Para ahli menduga bahwa perubahan sel ini sudah mulai terjadi pada sel telur sebelum atau saat pembuahan. Selain itu, gangguan pada sperma saat pembuahan juga dapat menyebabkan terjadinya sindrom down walaupun kasus ini jarang. Penyebab pembelahan sel yang abnormal ini masih tidak diketahui. Salah satu jenis sindrom down, yaitu jenis translokasi dapat diturunkan dalam keluarga. Berkonsultasilah dengan dokter anda bila anda ingin atau sedang hamil dan anda atau pasangan anda memiliki keluarga yang menderita sindrom down.   Gejala Anak dengan sindrom down biasanya langsung terdiagnosa saat lahir karena ciri khusus yang ditemukan pada keadaan ini. Seberapa banyak gejala yang ditemukan berbeda-beda pada tiap anak. Untuk memastikan diagnosa sindrom down diperlukan pemeriksaan genetika. Beberapa gejala yang sering ditemukan pada sindrom down adalah: Lemahnya tonus otot yang membuat bayi terlihat lemas Bentuk wajah yang datar dengan hidung kecil Mata sipit yang bagian ujung luar mata meruncing ke atas Adanya benjolan kecil pada bagian ujung dalam mata Bentuk telinga yang kecil dan abnormal Hanya memiliki satu garis tangan Hiperfleksibilitas, di mana bayi memiliki kelenturan sendi yang berlebihan Jari tangan ke 5 (kelingking) hanya memiliki dua buku jari Jarak yang lebih lebar daripada biasanya di antara jempol ibu jari kaki dengan telunjuk Lidah yang besar dan cenderung menjulur ke luar   Gangguan Kesehatan Lainnya Pada Anak Dengan Sindrom Down Kelainan Jantung Sebagian anak dengan sindrom down juga mengalami kelainan jantung, bahkan dapat sangat berat dan menyebabkan gagal jantung segera setelah lahir. Akan tetapi, tidak semua anak dengan sindrom down yang memiliki kelainan jantung langsung mengalami gejala seperti di atas, oleh karena itu diperlukan pemeriksaan ekokardiogram pada beberapa bulan pertama kehidupan anak untuk memeriksa ada tidaknya gangguan jantung pada anak. Gangguan Keseimbangan Hormonal Anak dengan sindrom down memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan keseimbangan hormonal. Sekitar 10% bayi dan 50% orang dewasa dengan sindrom down mengalami penyakit tiroid, seperti hipotiroidisme (rendahnya kadar hormon tiroid). Hipotiroidisme dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan. Gangguan Penglihatan dan Pendengaran Lebih dari setengah anak dengan sindrom down mengalami gangguan penglihatan seperti mata juling, rabun dekat, rabun jauh, atau katarak. Berbagai gangguan mata ini dapat diatasi dengan penggunaan kacamata dan tindakan pembedahan. Gangguan pendengaran juga biasa terjadi pada anak dengan sindrom down. Oleh karena itu, anak dengan sindrom down harus melakukan pemeriksaan penglihatan dan pendengaran secara teratur untuk diagnosa dini dan penanganan secepatnya sebelum mengganggu kemampuan berbahasa pada anak. Leukemia Penderita sindrom down memiliki resiko 15-20 kali lebih tinggi untuk menderita leukemia, yang biasanya dimulai pada usia 3 tahun dan memiliki kemungkinan besar untuk disembuhkan. Leukemia sementara juga sering dialami oleh bayi baru lahir dan dapat menghilang dengan sendirinya dalam 2-3 bulan pertama kehidupan. Kelainan Sistem Pencernaan Sekitar 10-12% bayi dengan sindrom down juga mengalami kelainan sistem pencernaan yang membutuhkan tindakan pembedahan untuk mengatasinya. Alzheimer Sekitar 25% orang dewasa yang berusia lebih dari 35 tahun dengan sindrom down akan menunjukkan gejala penyakit Alzheimer. Pada populasi umum, Alzheimer biasa mengenai orang dewasa yang berusia lebih dari 50 tahun.   Apakah Anak Anda Menderita Sindrom Down ? Untuk memastikan diagnosa sindrom down diperlukan pemeriksaan genetik, walaupun bayi telah menunjukkan ciri khusus keadaan ini. Selain itu, terdapat pemeriksaan untuk mengetahui apakah bayi anda menderita sindrom down atau tidak saat kehamilan berlangsung, hubungi dokter anda untuk memperoleh informasi tentang pemeriksaan ini. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan saat kehamilan mencapai usia 15 dan 20 minggu. Perlu diingat bahwa pemeriksaan ini dapat memberikan hasil positif palsu (hasil pemeriksaan positif untuk sindrom down walaupun sebenarnya tidak) maupun negatif palsu (hasil pemeriksaan negative untuk sindrom down walaupun sebenarnya positif).   Pengobatan Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan sindrom down. Setiap anak yang menderita sindrom down mengalami retardasi mental yang bervariasi dari ringan hingga sedang. Seperti bayi pada umumnya, bayi dengan sindrom down akan belajar mengenai keterampilan dasar, seperti duduk, berjalan, dan mandi walaupun dalam waktu yang lebih lambat. Terapi intervensi dini seperti terapi fisik yang dimulai segera setelah lahir dapat membantu menguatkan otot tubuh bagi perkembangan keterampilan dasar ini. Anak dengan sindrom down dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata dan pendengaran secara rutin, pemeriksaan fungsi tiroid, dan mendapatkan imunisasi dasar seperti anak lainnya.   Pencegahan Tidak ada hal yang dapat mencegah terjadinya sindrom down. Beberapa penelitian menduga bahwa wanita yang memiliki anak dengan sindrom down memiliki kelainan di mana asam folat dimetabolisme sehingga tidak terdapat cukup asam folat bagi perkembangan bayi. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen asam folat sebelum dan selama kehamilan setidaknya sebanyak 400 mcg setiap harinya.   Baca juga: Komplikasi Sindrom Down    Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.     Sumber: webmd  
 06 Sep 2018    18:00 WIB
Penyakit Kronik dan Gangguan Tidur
Gangguan tidur dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti stress, penuaan, kehamilan, menopause, gangguan psikologis, dan penyakit kronik. Beberapa penyakit kronik yang dapat menyebabkan gangguan tidur adalah diabetes, artritis, HIV/AIDS, lupus, Parkinson, Alzheimer, dan sklerosis multipel.   Apa yang Terjadi ? Rasa nyeri dan lelah yang dialami oleh penderita penyakit kronik dapat mengganggu kehidupan mereka sehari-hari, termasuk tidur. Penyakit kronik yang mereka alami membuat mereka sulit tidur di malam hari dan mengantuk saat siang hari, terutama pada penderita gangguan neurologis, seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer. Insomnia dan gangguan tidur lainnya dapat memperburuk rasa nyeri dan menurunkan kualitas hidup penderitanya. Selain itu, beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kronik justru dapat menyebabkan gangguan tidur. Penderita penyakit kronik seringkali juga mengalami depresi. Hal ini juga dapat menyebabkan gangguan tidur.   Apa yang Harus Dilakukan ? Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur akibat penyakit kronik adalah mengatasi rasa nyeri akibat penyakit. Anda dapat meminta dokter anda untuk memberikan obat anti nyeri. Bila penggunaan obat juga tidak membantu anda tertidur, cobalah untuk melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Ciptakan suasana kamar tidur yang tenang Matikan lampu kamar tidur anda Atur suhu kamar tidur anda senyaman mungkin Susu hangat dapat membuat anda mengantuk Jangan tidur siang Hindari makanan atau minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, minuman bersoda, dan coklat Bila hal ini masih tidak dapat membantu anda, segera hubungi dokter anda mengenai penggunaan obat lainnya untuk membantu tidur anda. Hindarilah penggunaan obat tidur lebih dari 2 minggu karena dapat menyebabkan ketergantungan dan toleransi obat (dosis yang sama tidak lagi memiliki efek yang sama seperti pada waktu pertama kali anda konsumsi)   Sumber: webmd
 11 May 2018    13:00 WIB
5 Cara Menghindari Penyakit Alzheimer
Alzheimer merupakan penyakit neurogeneratif yang menyebabkan berkurangnya kemampuan kognitif dengan tanda-tanda seperti penurunan daya ingat jangka pendek, mood yang berubah-ubah, kebingungan dan lain sebagainya. Alzheimer sering diasosiasikan dengan usia tua dan memang biasanya menyerang orang-orang berusia 65 tahun keatas. Tetapi ada beberapa kasus langka alzheimer juga dapat menyerang orang lebih muda. Walaupun saat ini sudah ada pengobatan untuk mengobati alzheimer, tetapi belum ada pengobatan yang diketahui dapat memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit ini. Pencegahan merupakan hal yang terbaik jika membicarakan alzheimer.   Berikut adalah beberapa tips kesehatan untuk mencegah penyakit alzheimer: 1.  Melakukan aktivitas yang menstimulasi otakSebuah penelitian menunjukkan hubungan erat antara menjaga otak tetap aktif dengan menurunkan resiko terjadinya alzheimer. Aktivitas menstimulasi ota seperti bermain sudoku, puzzle, video games, teka-teki silang dan lain sebagainya dapat menjaga otak Anda tetap tajam dan aktif 2.  Berolahraga secara teraturThe Alzheimer’s Research & Prevention Foundation mengatakan olahraga dengan teratur dapat mengurangi perkembangan alzheimer sampai 50%. Olahraga dapat merangsang fungsi kognitif. Jika Anda tidak berlatih, ini adalah saatnya untuk memulai berlatih 30 menit perhari. 3.  Mengkonsumsi makanan kaya antioksidanAntioksidan merupakan nutrisi penting untuk mencegah terjadinya penyakit alzheimer. Nutrisi antioksidan seperti vitamin C,E dan beta karoten diketahui dapat membantu tubuh melawan berbagai penyakit. Makanan seperti susu, kacang, kuning telur, bayam merupakan makanan yang banyak mengandung antioksidan. 4.  Meditasi Meditasi juga dapat melawan penyakit alzheimer. Meditasi juga dapat memperbaiki aliran darah, termasuk aliran darah ke otak. Terpisah dari itu, meditasi juga dapat memperbaiki fungsi kognitif dan membantu mengatasi stress dan kecemasan. 5.  Tidur cukupSebuah studi mengatakan bahwa tidur yang cukup dapat menyehatkan otak. Perbaiki kebiasaan tidur Anda untuk mencegah penyakit Alzheimer dan juga kesehatan Anda secara keseluruhan.   Sumber: healthmeup
 24 Feb 2018    10:00 WIB
Manfaat Anggur Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam AnggurAnggur mengandung banyak karbohidrat dan dapat menyediakan tenaga dalam waktu singkat. Setiap 100 gram anggur hanya mengandung sekitar 70 kalori. Jenis gula yang terdapat di dalam anggur adalah glukosa dan fruktosa yang mudah dicerna sehingga dapat menghasilkan tenaga dalam waktu singkat.Selain itu, anggur juga mengandung serat, vitamin C, vitamin B, vitamin K, vitamin E, zat besi, magnesium, kalsium, fosfor, seng, dan kalium. 1.  Menjaga Kesehatan JantungAnggur dapat meningkatkan kadar nitrat oksida di dalam darah yang telah dikenal dapat mengurangi pembentukan bekuan darah. Kandungan antioksidan di dalamnya juga dapat membantu mengurangi proses oksidasi kolesterol jahat (LDL). Pterosilben yang terdapat di dalam anggur juga dapat menurunkan kadar kolesterol di dalam darah.Flavonoid pada anggur (resveratrol dan quercetin) merupakan antioksidan kuat, yang dapat melindungi dinding pembuluh darah arteri dari kerusakan. Resveratrol dapat menurunkan aktivitas hormon angiotensin, yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan darah dengan cara memperkecil lumen (diameter) pembuluh darah. Antioksidan ini juga dapat mencegah terjadinya kerusakan akibat radikal bebas dan mengeluarkan racun dari dalam darah. 2.  Mencegah SembelitAsam organik dan selulosa yang terdapat di dalam anggur membuat anggur dikenal sebagai laksatif (pelancar buang air besar). Serat di dalamnya pun dapat membantu gerakan usus, menenangkan saluran pencernaan (usus dan lambung). 3.  Mencegah KankerTingginya kandungan antioksidan di dalam anggur membuatnya dapat mencegah kanker. Resveratrol yang terdapat dalam anggur dapat mengurangi metabolisme sel-sel kanker. Kanker payudara dapat dicegah dengan sangat efektif dengan mengkonsumsi anggur. Anggur dapat menghambat aktivitas aromatase yang berfungsi untuk mengubah androgen menjadi estrogen.Proantosianidin juga merupakan salah satu antioksidan pada anggur yang juga dapat mencegah terjadinya kanker dengan cara melawan proses oksidasi akibat radikal bebas. Konsumsi anggur diduga dapat mencegah terjadinya kanker prostat, kanker kulit, dan kanker usus besar. 4.  Memperlambat Perkembangan Penyakit AlzheimerKonsumsi anggur dapat menghambat perkembangan berbagai penyakit yang berhubungan dengan demensia (pikun/gangguan daya ingat). Resveratrol yang terdapat di dalam anggur dapat membantu memperlambat proses kerusakan sel otak dan kerusakan sel akibat radikal bebas.Anggur juga dapat meningkatkan aliran darah hingga 200% dan membantu meningkatkan aktivitas otak serta fungsi kognitif. Anggur dapat mengurangi kadar amilodal beta peptide pada penderita Alzheimer. 5.  Menjaga Kesehatan MataAntioksidan di dalam anggur mengurangi resiko terjadinya degenerasi makula dan katarak. Antioksidan ini juga mencegah proses oksidasi dan penurunan penglihatan. 6.  Menutrisi KulitAntioksidan dan vitamin C di dalam anggur sangat baik bagi kesehatan kulit, dengan cara mencegah proses oksidasi akibat radikal bebas sehingga mencegah pembentukan kerutan dan penuaan pada kulit. Jus anggur juga dapat mencegah terbentuknya berbagai noda hitam dan jerawat. Vitamin C juga dapat meningkatkan kerja sistem pencernaan yang dapat membantu membuang racun dan membersihkan tubuh. Anggur juga memiliki agen antimikroba dan anti inflamasi (peradangan) yang dapat membantu melawan berbagai infeksi kuman. Konsumsi anggur dapat mengurangi berbagai enzim pro inflamasi seperti interleukin 6, interleukin 1-beta, tumour necrosis factor alpha (TNF-alfa). 7.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari anggur bagi kesehatan anda adalah:•  Membantu mengatasi migrain dan nyeri kepala dengan cara mengkonsumsi jus anggur di pagi hari•  Mengurangi keasaman akibat asam urat sehingga mencegah gangguan ginjal•  Meningkatkan sistem kekebalan tubuh (agen antimikroba dan berbagai vitamin serta mineral) Sumber: foodtofitness
 25 Mar 2017    18:00 WIB
6 Alasan Jadikan Berlari Sebagai Olahraga Pilihan Anda
Mengapa berlari dapat menjadi olahraga pilihan? Anda mungkin sudah mengetahui bahwa berlari akan membuat Anda sehat, dengan cara apa sajakah berlari dapat mempengaruhi kesehatan Anda.  Berikut manfaat dari berlari: Membakar kalori Mungkin berlari bukan merupakan olahraga utama yang berguna untuk membakar kalori. Oleh karena itu Anda dapat meningkatkan efektifivitas berlari dengan menambahkan beban saat berlari misal seperti berlari ke daerah tanjakan untuk meningkatkan pembakaran kalori. Menurunkan berat badan Apabila Anda melakukan olahraga ini dengan rutin, maka Anda akan dapat menurunkan berat badan Anda. Menyehatkan jantung Anda Berlari akan meningkatkan denyut jantung dan membuat jantung memompa lebih banyak darah. Peningkatan suplai darah kepada organ akan membantu mengurangi kolesterol jahat sehingga dapat menyehatkan jantung. Bepengaruh pada kesehatan mental Jika Anda berpikir berlari hanya memiliki manfaat terhadap fisik Anda, Anda akan terkejut ternyata dengan berlari juga akan membuat Anda merasa bahagia, mengurangi stress dan akan meningkatkan kemampuan memori Anda. Bahkan sebuah penelitian lebih lanjut menyatakan bahwa dengan berlari secara teratur dapat mengurangi risiko Alzheimer  (kondisi neurologis yang ditandai dengan penurunan daya ingat) dan penyakit demensia (pikun) lainnya. Olahraga yang paling murah dan nyaman  Anda tidak memerlukan peralatan olahraga yang mahal, yang perlu Anda lakukan hanya mengambil sepatu lari favorit Anda dan dapat berlari dimana saja sesuai keinginan Anda. Anda juga dapat mengganti tempat apabila Anda merasa bosan. Saat Anda sedang berliburpun Anda tetap dapat melakukan olahraga yang satu ini. Mengeluarkan racun dalam tubuh  Saat berlari Anda akan berkeringat. Melalui keringat ini tubuh akan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Ayo tunggu apa lagi. Segera ambil sepatu Anda dan berlarilah Sumber: healthmeup
 24 Dec 2016    08:00 WIB
Benarkah Gegar Otak Tingkatkan Resiko Alzheimer?
Para ahli telah lama menduga bahwa cedera atau trauma pada kepala dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer di kemudian hari, akan tetapi belum ditemukan bukti kuat yang dapat mendukung dugaan ini. Para peneliti di Amerika menemukan bahwa orang-orang dengan riwayat gegar otak ternyata lebih sering mengalami pembentukan plak di dalam otak (salah satu faktor resiko terjadinya Alzheimer) dan juga lebih sering mengalami gangguan daya ingat. Akan tetapi, pada penelitian tersebut juga ditemukan orang dengan riwayat gegar otak yang tidak mengalami pembentukan plak amiloid di dalam otaknya maupun gangguan daya ingat. Dengan perbedaan penemuan pada penderita gegar otak di atas, saat ini para peneliti sedang berusaha untuk menemukan mengapa beberapa orang lebih rentan terhadap pembentukan plak sementara yang lainnya tidak. Para peneliti masih tidak mengetahui mengapa gegar otak dapat menyebabkan terjadinya gangguan daya ingat di kemudian hari atau apakah gegar otak benar-benar dapat menyebabkan terjadinya berbagai perubahan di dalam otak. Sebuah penelitian lain yang dilakukan pada 589 orang yang berusia antara 70-80 tahun, di mana sekitar seperempatnya mengalami gangguan kognitif ringan, gangguan berpikir, dan gangguan daya ingat. Penelitian ini menemukan bahwa sekitar 20% peserta memiliki riwayat gegar otak yang cukup parah, yaitu yang membuat mereka kehilangan kesadaran atau kehilangan ingatan sekitar 50 tahun lalu. Penelitian ini menunjukkan bahwa gegar otak memang dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer walaupun tidak pada semua orang, namun belum ditemukan apa yang menyebabkan seseorang lebih rentan terhadap Alzheimer daripada orang lainnya. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan penyebab ini.Sumber: npr
 23 Jul 2016    15:00 WIB
Gejala Penyakit Alzheimer Stadium Sedang
Perubahan di dalam otak penderita Alzheimer dapat dimulai sepuluh tahun atau lebih sebelum gejala penyakit ini muncul. Saat penyakit menyebabkan lebih banyak kerusakan di dalam otak, barulah gejala penyakit mulai muncul. Mudah lupa merupakan salah satu gejala paling sering dari Alzheimer ringan. Penderita Alzheimer ringan seringkali tersesat, kesulitan menemukan kunci rumah dan berbagai barang lain, serta menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali. Penyakit Alzheimer akan terus memburuk seiring dengan berlalunya waktu. Penderita kemudian akan mengalami gejala Alzheimer sedang hingga berat. Akan tetapi, perkembangan penyakit biasanya membutuhkan waktu beberapa tahun. Pada Alzheimer sedang, kerusakan otak telah mengenai bagian otak yang mengendalikan berbagai fungsi berbeda. Orang-orang di sekitar penderita biasanya sudah mulai menyadari adanya gangguan pada penderita. Beberapa gangguan yang mungkin anda temukan adalah:•  Penderita melupakan beberapa detail tentang masa lalu mereka•  Kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari yang membutuhkan beberapa langkah seperti membersihkan rumah, berpakaian, dan cara menggunakan telepon•  Sulit menemukan kata-kata yang tepat saat berbicara•  Lupa apa yang ingin mereka katakana•  Mengalami kesulitan mengerti apa yang ingin dikatakan oleh orang lain•  Penderita tampak mudah marah•  Mendengar atau melihat sesuatu yang tidak ada•  Terlihat ketakutan terhadap hal-hal yang tidak berbahaya•  Bersikap impulsive•  Sering berjalan tanpa tujuan dan tersesat Pada stadium sedang, penderita Alzheimer masih dapat mengingat berbagai detail dalam kehidupan mereka dan masih dapat mengenali orang-orang di sekitar mereka serta masih dapat melakukan berbagai kegiatan sendiri. Akan tetapi, pada Alzheimer stadium sedang, penderita sudah mulai membutuhkan bantuan orang lain untuk memandikan mereka, menjaga mereka, dan menenangkan mereka. Penderita Alzheimer stadium sedang biasanya tidak dapat hidup sendiri dan tidak lagi dapat menyetir mobil maupun mengurus rumah.Sumber: webmd
 06 Jan 2016    18:00 WIB
Mudah Lupa? Makan Makanan Ini!!
Bagaimana bila ada suatu cara yang dapat menurunkan resiko Alzheimer Anda hingga 50%? Sejumlah ahli gizi mungkin telah menemukan cara menakjubkan tersebut dari diet Mediteranian, yang mengandung banyak nutrisi penting dan rendah gula serta lemak tidak sehat. Menurut sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Rush University, diet MIND (Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay) telah terbukti cukup efektif dalam menurunkan resiko terjadinya Alzheimer, bahkan bila tidak dilakukan secara ketat. Untuk mencari tahu apakah benar diet MIND ini dapat membantu menurunkan resiko terjadinya Alzheimer, para peneliti menganalisa data dari 900 orang lanjut usia di Amerika. Pada penelitian ini, para peneliti hanya mengamati pola makan para peserta penelitian. Para peserta penelitian terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu: Kelompok yang melakukan diet MIND dengan ketat Kelompok yang melakukan diet Mediterania dengan ketat Kelompok yang melakukan diet DASH dengan ketat Kelompok yang melakukan diet MIND tetapi tidak ketat Kelompok yang melakukan diet Mediterania tetapi tidak ketat Kelompok yang melakukan diet DASH tetapi tidak ketat. Pada diet MIND ini, seseorang diminta untuk mengkonsumsi banyak ikan, lemak sehat, sayuran, dan gandum utuh. Selain dapat membantu menurunkan resiko terjadinya Alzheimer, diet MIND ini telah terbukti dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung dan kanker. Sedangkan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang menganjurkan seseorang untuk mengkonsumsi banyak buah, sayuran, dan produk susu rendah lemak telah terbukti dapat menurunkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke. Di bawah ini Anda dapat melihat contoh menu dari diet MIND di atas, seperti: 3 porsi gandum utuh Semangkok salad dan 1 porsi sayuran lain Segelas wine Kacang sebagai cemilan Buah blueberi atau strawberi Ayam atau ikan Kacang-kacangan 2 hari sekali Selain dianjurkan untuk mengkonsumsi beberapa jenis makanan di atas, pada diet MIND seseorang juga dianjurkan untuk menghindari beberapa makanan seperti mentega, keju, daging merah, pastry, permen, makanan yang digoreng, dan makanan olahan. Secara keseluruhan diet MIND menganjurkan agar seseorang mengkonsumsi lebih banyak sayuran serta protein nabati dan membatasi konsumsi berbagai jenis produk hewani dan makanan yang mengandung banyak lemak jenuh, tetapi tetap menekankan seseorang untuk mengkonsumsi berbagai jenis buah beri dan sayuran berdaun hijau.   Baca juga: 6 Hobi yang Bisa Membuat Anda Lebih Pintar   Setelah melakukan pengamatan selama 5 tahun, para peneliti menemukan bahwa peserta penelitian yang melakukan diet MIND memiliki resiko Alzheimer yang lebih rendah, yaitu hingga 53%. Sementara itu, peserta lainnya yang melakukan diet Mediterania memiliki resiko Alzheimer yang lebih rendah, yaitu hingga 54% lebih rendah. Sedangkan peserta yang melakukan diet DASH memiliki resiko Alzheimer yang juga lebih rendah, yaitu sekitar 39% lebih rendah. Peserta penelitian yang tidak melakukan diet MIND dengan ketat juga memiliki resiko Alzheimer yang lebih rendah, yaitu hingga 35% lebih rendah. Yang mengejutkan adalah bahwa hanya dengan melakukan diet MIND (walaupun tidak ketat), seseorang dapat menurunkan resiko Alzheimernya, sedangkan diet Mediterania dan diet DASH yang tidak dilakukan dengan ketat tampaknya tidak menunjukkan manfaat apapun. Walaupun masih banyak hal lainnya yang dapat mempengaruhi resiko seseorang untuk menderita Alzheimer seperti genetika, lingkungan, dan gaya hidup; akan tetapi diet ini tampaknya juga merupakan salah satu hal yang cukup mempengaruhi terjadinya Alzheimer.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: huffingtonpost