Your browser does not support JavaScript!
 09 Oct 2014    10:00 WIB
Apakah Anda Seorang Pecandu Alkohol?
Untuk seseorang yang memiliki kebiasaan penyalahgunaan alkohol suatu saat akan menjadi kecanduan alkohol. Penyalahgunaan alkohol berarti memiliki kebiasaan minum alkohol yang mulai berlebihan. Penyalahgunaan alkohol dapat membahayakan kehidupan Anda, dapat menyebabkan Anda kehilangan pekerjaan, dan menyebabkan Anda terkena masalah hukum seperti mengemudi sambil mabuk (mabuk).  Apabila Anda terus menyalahgunakan alkohol, dapat menyebabkan kecanduan alkohol. Kecanduan alkohol disebut juga alkoholik. Secara fisik atau mental Anda kecanduan alkohol. Anda memiliki keinginan dan kebutuhan yang kuat untuk konsumsi alkohol  Anda termasuk seorang yang mengalami kecanduan alkohol apabila Anda mengalami tiga keadaan dibawah ini atau lebih:  Anda tidak dapat berhenti minum alkohol atau mengontrol berapa banyak yang Anda minum.  Anda perlu minum lebih banyak dari biasanya untuk mendapatkan efek yang sama.  Anda memiliki gejala ketika Anda berhenti minum. Gejala tersebut seperti rasa tidak enak pada perut Anda, berkeringat, kegoyahan, dan kecemasan.  Anda menghabiskan banyak waktu untuk minum dan pulih dari minum  Anda telah mencoba untuk berhenti minum atau mengurangi jumlah yang Anda minum tetapi belum mampu.  Anda terus minum meskipun merugikan hubungan Anda dan menyebabkan masalah fisik. Alkoholik adalah keadaan yang bersifat lama (kronis). Hal ini bukanlah karena lemahnya atau kurang kemauan untuk berubah. Namun adalah suatu hal yang dapat diprediksi akan terjadi dan biasanya dipengaruhi oleh gen dan kehidupan Anda. Sumber: webmd
 07 Oct 2014    09:00 WIB
Kebiasaan Buruk Mempercepat Timbulnya Kerutan
Keriput adalah salah satu tanda terjadinya penuaan dalam kehidupan. Seiring dengan bertambahnya usia kulit akan mulai menunjukkan keriput. Namun ada beberapa hal yang dapat mempercepat timbulnya keriput, salah satunya adalah rutinitas kecantikan dan kebiasaan buruk yang berdampak timbulnya kerutan. Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang dapat mempercepat timbulnya terjadi kerutan: Merokok  Merokok adalah penyebab terjadinya keriput paling umum Makanan Anda Apabila Anda ingin menjaga kulit Anda tetap sehat dan muda, maka pepatah yang mengatakan Anda adalah apa yang Anda makan adalah benar. Makan gula dan makanan yang mempunyai indeks glikemik yang tinggi berlebihan akan membuat Anda tampak lebih tua.  Minum Hindari konsumsi alkohol bila Anda tidak ingin cepat keriput Tidak menghapus make-up Apabila Anda tidak membersihkan dengan baik make-up Anda maka kotoran akibat polusi dan sisa make-up dapat meresep melalui pori-pori wajah Anda. Hal ini dapat mempercepat proses penuaan dan menimbulkan garis-garis halus dan kerutan.  Memencet jerawat Setiap kali Anda memencet jerawat maka akan terjadi kerusakan kulit, iritasi dan mempermudah terjadinya keriput Meregangkan kulit saat menerapkan make-up Cara yang satu ini juga ternyata mempermudah terjadinya keriput di kulit Tidak menggunakan tabir surya Bahkan hanya beberapa menit terkena paparan sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan kolagen dan mulai menimbulkan garis-garis halus dan kerutan  Tidur Sekarang gantilah sarung bantal Anda dengan bahan satin dan tidur terlentang untuk menunda terjadinya keriput   Sumber: womenshealthmag
 30 Sep 2014    14:00 WIB
Minum Alkohol Menewaskan 1 Orang Setiap 10 Detik
Berdasarkan data dari WHO bahwa mengkonsumsi alkohol bertanggung jawab atas kematian 3,3 juta manusia diseluruh dunia pada tahun 2012.  Konsumsi alkohol yang berlebihan tidak hanya akan menimbulkan ketagihan namun meningkatkan risiko terjadinya berbagai macam penyakit. “Bila dihitung terjadi satu kematian akibat alkohol setiap 10 detik” berdasarkan kata Shekhar Saxena, kepala dari Departemen Kesehatan Mental dan Penyalahgunaan Zat, WHO kepada reporter Global Post, Jenewa.  Menurut sebuah laporan. Rata-rata, setiap orang yang berusia 15 tahun atau lebih mengkonsumsi 6,2 liter alkohol murni setiap tahunnya. Kurang dari setengah dari populasi manusia di dunia konsumsi alkohol, mereka minum alkohol rata-rata sekitar 17 liter alkohol murni setiap tahunnya. Seorang laki-laki yag konsumsi alkohol lebih berisiko mengalami kematian dibanding dengan wanita. Meskipun populasi wanita yang konsumsi alkohol meningkat. Masyarakat yang mempunyai penghasilan rendah memiliki masalah kesehatan dan sosial yang berhubungan dengan alkohol lebih tinggi.   Berdasarkan laporan tersebut mengatakan bahwa sekitar 16 persen orang pernah ikut dalam pesta alkohol, yang merupakan risiko tinggi. Eropa merupakan negara tertinggi yang masyarakatnya per kapita mengkonsumsi alkohol, dan dalam keadaan tidak bertambah dalam lima tahun terakhir. Penduduk Afrika dan Amerika tidak menunjukkan peningkatan konsumsi alkohol. Namun tampaknya diperlihatkan jumlah yang meningkat di Asia Tenggara dan daerah Pasifik barat, berdasarkan data dari WHO. Di negara Cina diperkirakan akan terjadi peningkatan perkapita, masyarakat yang mengkonsumsi alkohol sekitar 1,5 liter alkohol murni pada tahun 2025. WHO mengatakan akan melakukan kegiatan untuk membantu mencapai target global yaitu menurunkan penggunaan alkohol yang berbahaya sekitar 10 persen pada tahun 2025 Sumber: womenshealthmag
 02 Sep 2014    14:00 WIB
Apa Saja Penyebab Dehidrasi?
Dehidrasi disebabkan karena asupan cairan yang kurang atau kehilangan cairan lebih banyak dibanding yang masuk dalam tubuh. Cairan hilang melalui keringat, air mata, muntah, urin atau diare.  Tingkat keparahan dehidrasi dapat bergantung pada beberapa hal, seperti iklim, tingkat aktivitas fisik dan diet.  Ada beberapa penyebab dehidrasi, dijelaskan di bawah ini: Penyakit  Dehidrasi sering disebabkan oleh suatu penyakit, seperti gastroenteritis, di mana cairan yang hilang karena diare dan muntah yang terus menerus. Berkeringat  Anda juga bisa mengalami dehidrasi jika Anda berkeringat berlebihan karena demam, latihan dan olahraga, atau melakukan pekerjaan berat dalam kondisi panas.  Dalam situasi ini, penting untuk minum secara teratur untuk menggantikan cairan yang hilang. Anak-anak dan remaja sangat berisiko karena mereka seringkali mengabaikan gejala dehidrasi Alkohol  Dehidrasi juga dapat terjadi sebagai akibat dari terlalu banyak minum alkohol. Alkohol bersifat diuretik, yang akan membuat Anda sering buang air kecil. Sakit kepala sehabis minum alkohol menunjukkan bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi. Anda harus minum air yang banyak sehabis minum alkohol Diabetes/ kencing manis  Apabila Anda mengidap kencing manis, Anda beresiko mengalami dehidrasi karena Anda memiliki kadar glukosa dalam aliran darah Anda yang tinggi. Ginjal akan mencoba untuk menyingkirkan glukosa dengan menciptakan lebih banyak urin, sehingga tubuh Anda menjadi dehidrasi. Kelompok-kelompok orang yang paling berisiko dehidrasi adalah:  Bayi dan bayi dengan berat badan rendah membuat mereka sensitif terhadap keadaan kehilangan cairan meski sedikit Orang tua, mereka mungkin kurang menyadari bahwa mereka mengalami dehidrasi dan perlu minum cairan  Orang beberapa penyakit seperti kencing manis Pecandu alkohol  Atlet, mereka kehilangan sejumlah besar cairan tubuh melalui keringat Sumber: nhs
 11 Aug 2014    11:00 WIB
Apakah Minuman Beralkohol Dapat Menyebabkan Kematian?
Berdasarkan data dari WHO, minuman beralkohol telah membunuh lebih dari 3 juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Hal ini berarti terjadi kematian 1 orang setiap 10 detik. Angka ini bahkan lebih banyak daripada kematian yang disebabkan oleh AIDS, TBC, dan tindakan kekerasan.  Kematian akibat minuman beralkohol biasanya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, tindakan kekerasan, dan gangguan kesehatan akibat konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Terdapat beberapa cara mengenai bagaimana alkohol dapat menyebabkan kematian pada manusia, seperti: Mengemudi dalam keadaan mabuk meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat menyebabkan kematian Menderita gangguan hati akibat terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol yang juga dapat menyebabkan kematian Mengkonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol dapat menyebabkan kadar alkohol di dalam darah sangat tinggi, yang dapat menyebabkan kematian Kematian akibat minuman beralkohol juga dapat disebabkan oleh tindakan kekerasan saat mabuk Terjatuh atau mengalami cedera berat saat mabuk juga dapat menyebabkan kematian Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke, diabetes, sirosis hati, kanker kerongkongan, dan gangguan sistem kekebalan tubuh Penggunaan obat-obatan terlarang atau obat anti nyeri atau obat tidur bersamaan dengan minuman beralkohol juga dapat menyebabkan kematian. Hal ini dikarenakan kombinasi keduanya dapat menyebabkan penurunan laju pernapasan serta meningkatkan resiko terjadinya aspirasi (material di dalam muntahan secara tidak sengaja masuk ke dalam jaringan paru-paru dan menyebabkan sesak napas) muntahan Selain meningkatkan resiko terjadinya kematian, mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat mengganggu daya nilai, proses berpikir, dan refleks spontan Anda.    Sumber: alcoholrehab
 08 Aug 2014    10:00 WIB
Benarkah Alkohol Dapat Sebabkan Terjadinya Depresi?
Selain kecanduan minuman beralkohol, ada masalah lainnya yang sering dialami oleh para peminum alkohol, yaitu depresi. Seringkali para peminum alkohol ini mengawali kebiasaannya karena merasa depresi, yang akhirnya berujung pada kecanduan minuman beralkohol. Akan tetapi, bukan berarti berhenti mengkonsumsi alkohol dapat langsung membuat Anda terbebas dari resiko depresi. Sebagian besar pecandu minuman beralkohol mengalami gejala depresi setelah mereka berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol.  Pada beberapa kasus, hal ini mungkin disebabkan oleh adanya emosi terpendam yang baru timbul ke permukaan saat tidak lagi berada di bawah pengaruh minuman keras. Pada kasus ini, penderita seringkali merasa depresi secara mendadak.  Selain itu, pecandu minuman beralkohol juga harus berhadapan dengan berbagai permasalahan yang mungkin terjadi akibat konsumsi minuman beralkohol berlebihan yang membuat mereka tidak dapat melakukan aktivitasnya dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan penderita kehilangan pekerjaan, pasangan, dan gangguan kesehatan. Menyadari banyaknya masalah yang mereka alami dapat membuat mereka merasa tertekan dan berujung pada depresi. Pada kasus lainnya, pecandu minuman beralkohol ini memang telah mengalami gejala depresi, akan tetapi berbagai gejala depresi ini tertutupi oleh berbagai gejala kecanduan minuman beralkohol. Berbagai gejala depresi ini kemudian baru terlihat lebih jelas setelah penderita tidak lagi mengkonsumsi minuman beralkohol.  Oleh karena itu, diperlukan penanganan segera baik terhadap kecanduan minuman beralkohol maupun terhadap depresi. Penanganan yang baik terhadap kedua gangguan ini dapat membantu mencegah terjadinya kekambuhan.   Sumber: alcoholrehab
 04 Aug 2014    10:00 WIB
Bahaya Mengemudi Dalam Keadaan Mabuk
Terdapat berbagai alasan mengapa seseorang memilih untuk mengkonsumsi minuman beralkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang. Hal ini mungkin dikarenakan mereka dapat merasa lebih rileks dan lebih percaya diri saat mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang.  Akan tetapi, baik alkohol maupun obat-obatan terlarang ini dapat mempengaruhi koordinasi motorik, daya konsentrasi, persepsi, kemampuan analisa, daya ingat, dan penglihatan (alkohol seringkali menimbulkan halusinasi visual maupun auditorik) seseorang. Baik alkohol maupun obat-obatan terlarang dapat membuat orang yang mengkonsumsinya merasa pusing sehingga sulit berkonsentrasi, menurunkan kemampuan mata untuk mengikuti pergerakan sebuah benda, bereaksi terhadap sesuatu hal, dan membedakan intensitas cahaya serta suara di sekitarnya. Semua hal ini dapat sangat membahayakan terutama bila orang tersebut juga sedang mengemudi kendaraan bermotor. Ia tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, tetapi orang lain.  Sebagian besar orang yang mengemudi dalam keadaan mabuk atau teler tidak percaya bahwa mereka tidak dapat mengemudi dengan baik hingga mereka mengalami kecelakaan.  Mengemudi kendaraan bermotor di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang dapat meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas, yang dapat membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. Tidak hanya dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, mabuk atau teler juga dapat mempengaruhi pekerjaan dan hubungan Anda dengan orang lain di sekitar Anda, termasuk keluarga dan pasangan Anda.   Bahaya Mengemudi Dalam Keadaan Mabuk Adanya alkohol di dalam tubuh telah terbukti dapat meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas dan juga mempengaruhi keparahan luka akibat kecelakaan tersebut.  Alkohol dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bereaksi, berpikir, memecahkan masalah, koordinasi otot, kewaspadaan, penglihatan, dan pendengaran. Efek ini pun dapat mulai terlihat walaupun kadar alkohol di dalam darah cukup rendah. Alkohol merupakan suatu zat depresan yang dapat memperlambat fungsi otak. Hal ini membuat orang yang mengkonsumsinya kesulitan untuk cepat bereaksi terhadap suatu keadaan dan membuat keputusan dalam situasi berbahaya. Alkohol juga dapat membuat seseorang merasa mengantuk dan sangat lelah. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi alkohol mengalami kesulitan untuk mengetahui seberapa cepat mereka mengemudi atau berapa jarak antara dirinya dengan suatu benda atau orang lain. Hal ini terutama sangat berbahaya bila orang tersebut juga harus mengemudi. Alkohol juga dapat membuat seseorang menjadi lebih percaya diri, yang juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mengambil suatu keputusan saat mengemudi. Orang yang sedang mabuk mungkin mengira bahwa mereka dapat mengemudi dengan lebih baik, lebih aman, dan lebih lambat daripada biasanya.  Alkohol juga telah terbukti dapat menurunkan daya konsentrasi dan kemampuan koordinasi otot yang dapat membuat seseorang lebih sulit mengemudi, yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Seseorang tidak perlu menjadi mabuk untuk mempengaruhi kemampuannya dalam mengemudi kendaraan bermotor. Bahkan sedikit alkohol di dalam darah juga telah dapat menurunkan kemampuan untuk mengemudi, menurunkan daya konsentrasi, dan menurunkan refleks seseorang walaupun orang tersebut sepertinya tidak tampak terpengaruh oleh alkohol (tidak mabuk).   Sumber: alcoholrehab
 26 Jun 2014    09:00 WIB
5 Hal Yang Membuat Anda terjaga Di Malam Hari
Saat Anda berbaring di tempat tidur, pikiran Anda berkeliaran dan sepertinya Anda mengalami kesulitan tidur padahal Anda merasa sangat lelah. Kebanyakan orang yang mengalami situasi ini akan langsung menyalahkan stress dan kecemasan yang dialami sepanjang hari. Ternyata ada beberapa hal kecil yang bisa menyebabkan Anda mengalami kesulitan tidur, yaitu:1.  Alkohol Sebenarnya alkohol adalah zat sedatif yang dapat membantu Anda tidur lebih cepat, tetapi saat Anda meminumnya saat larut malam justru akan berakibat buruk untuk kesehatan Anda. Anda akan mengalami kesulitan untuk tidur saat hari sudah malam karena efek dari alkohol sedang bekerja di tubuh Anda. Selain itu mengkonsumsi alkohol di malam hari dapat membuat Anda tidak merasa segar di pagi harinya. 2.  Tidur yang berlebihan saat akhir mingguBangun di siang hari pada hari sabtu dan minggu sepertinya ide yang sangat bagus, tetapi tidur berlebihan justru dapat membuat Anda kesulitan tidur pada hari-hari berikutnya. Sering mengganti jadwal tidur akan mengganggu jam biologis tubuh Anda dan memaksa tubuh Anda untuk terus menerus menyesuaikan, sehingga dapat mempengaruhi kualitas dari tidur Anda baik di tengah minggu maupun di akhir minggu. Pastikan Anda mempunyai jadwal tidur yang konsisten setiap harinya untuk meningkatkan kualitas istirahat Anda. 3.  Binatang peliharaanTerganggu di tengah malam dapat disebabkan oleh berbagai macam alasan, salah satunya binatang peliharaan. Binatang mempunyai jam biologis yang berbeda dengan manusia yang membuat mereka bisa terjaga di malam hari dan berputar-putar di rumah, menimbulkan suara yang berisik. Hal inilah yang menyebabkan para ahli tidur merekomendasikan untuk mengeluarkan binatang peliharaan Anda dari kamar tidur, atau paling tidak dari tempat tidur. 4.  Tidur siang yang lamaWalaupun tidur siang terkadang dapat menggantikan waktu tidur yang kurang, tetapi tidur siang yang terlalu lama justru akan membuat Anda kesulitan untuk tidur siang. Hindari tidur siang sampai jam 3 sore, dan cukup tidur siang selama satu jam saja. Tidur siang yang lebih lama dari itu akan menyebabkan pusing dan sulit tidur di malam hari. 5.  Obat-obatanJika Anda mengkonsumsi obat-obatan untuk berbagai kondisi kesehatan, konsultasikan pada dokter Anda apakah obat tersebut dapat mengganggu tidur Anda. Banyak jenis obat dan suplemen yang dapat mengganggu tidur. Beberapa jenis obat untuk jantung dan tekanan darah tinggi juga dapat membuat Anda terjaga di malam hari.Sumber: healthline
 13 May 2014    09:00 WIB
5 Stadium Alkoholisme
Alkoholisme adalah penyakit menahun yang ditandai dengan kecenderungan untuk mengkonsumsi minuman beralkohol lebih banyak daripada yang direncanakan. Arti lain dari alkoholisme adalah kegagalan usaha untuk menghentikan keinginan untuk mengkonsumsi minuman keras dan menyebabkan seseorang terus mengkonsumsi minuman keras tersebut, walaupun hal tersebut telah menyebabkan gangguan dalam kehidupan sosial dan pekerjaannya. Baik alkoholisme maupun penyalahgunaan obat-obatan dapat menyebabkan terjadinya kecanduan. Alkoholisme dan penyalahgunaan obat-obatan terbagi dalam 5 tahap atau stadium seperti di bawah ini.Stadium IPada tahap satu seseorang telah memiliki akses terhadap minuman beralkohol maupun obat-obatan terlarang, tetapi belum menggunakan keduanya. Pada tahap ini dianjurkan agar anda berusaha menghindari berbagai faktor resiko yang dapat memicu penggunaan salah satu atau keduanya.Stadium IIPada stadium dua, seseorang telah mulai mencoba atau mengkonsumsi alkohol maupun obat-obatan terlarang sesekali atau secara teratur setiap minggunya.Stadium IIIPada tahap ini, seseorang telah sering mengkonsumsi alkohol dan atau mengkonsumsi alkohol bersamaan dengan obat-obatan terlarang secara teratur. Pada tahap ini, pengguna bahkan mulai menjual berbagai barang atau mencuri untuk memperoleh uang untuk membeli alkohol maupun obat-obatan terlarang tersebut.Stadium IVPada stadium ini, seseorang telah mengkonsumsi alkohol dan atau obat-obatan terlarang secara teratur, telah mulai mengalami kecanduan. Selain itu, pengguna juga telah mulai mengalami gangguan dalam kehidupan sosial, pendidikan, pekerjaan, dan hubungannya dengan anggota keluarga lain akibat penggunaan alkohol dan atau obat-obatan terlarang tersebut.Stadium VTahap ini merupakan tahap akhir dan paling berat, di mana penderita hanya merasa normal saat mereka mengkonsumsi alkohol dan atau obat-obatan terlarang tersebut. Pada tahap ini, pengguna sering mencuri, bertengkar, atau mengendarai kendaraan bermotor saat mabuk. Selain itu, pengguna juga lebih rentan terhadap berbagai keinginan untuk bunuh diri.Sumber: medicinenet