Your browser does not support JavaScript!
 21 Mar 2015    11:00 WIB
Bir Rasa Permen Kacang Jeli
Menyesap bir kini tak lagi harus mencecap pahit di lidah. Sudah ada berbagai rasa yang dikolaborasikan dengan sensasi hangat minuman itu. Setelah Jepang menawarkan bir rasa bawang putih, kini Amerika Serikat meracik bir rasa permen jelly bean alias kacang jeli. Rasa manis yang unik langsung menggelitik lidah begitu bir disesap. Kenikmatannya bahkan masih tersisa saat bir sudah mengaliri kerongkongan dan perut. Tak heran ia begitu disukai. Adalah The Jelly Belly, sebuah perusahaan berbasis di California, Amerika, yang mencipta kreasi unik itu. Mengutip laman Independent, perusahaan itu pertama merilis Draft Beer, bir rasa kacang jeli di sebuah festival musim dingin di San Fransisco. Jelly Belly pernah menciptakan bir yang tidak mengandung alkohol sejak 1977 silam. Beberapa bir yang pernah dibuat Jelly Belly adalah Blackberry Brandy dan Strawberry Daiquiri yang terinspirasi dari nama koktail yang popular di dunia. Sejak itu, The Jelly Belly langsung kebanjiran permintaan akan rasa bir baru itu. Apalagi, kemasan bir sengaja dibuat dengan efek menarik. Bir tetap dikemas dalam bentuk permen warna cokelat keemasan dan sentuhan berkilau seperti kacang jeli. Yang perlu digarisbawahi, bir itu sama sekali tidak mengandung alkohol. Bir tidak beralkohol ini akan dijual akhir Januari 2014. Kacang jeli sendiri merupakan sejenis permen dalam aneka rasa buah. Untuk pembuatan bir ini, bahan dasar yang digunakan kacang hijau. Rasa renyah itu yang diolah menjadi minuman. Penikmatnya akan menemukan profil rasa gandum, serta beraroma manis seperti roti. Selain meluncurkan bir rasa kacang jeli, The Jelly Belly juga merilis varian koktail klasik lain seperti Pina Colada yang diracik dari rum, nanas, dan susu kelapa, serta Mai Tai yang dipadu dari rum, jeruk Curacao, nanas, dan kacang almond.
 18 Mar 2015    16:00 WIB
Apakah Penderita Gangguan Bipolar Boleh Mengkonsumsi Minuman Beralkohol?
Sebagian besar pengobatan kejiwaan tidak menganjurkan para penderita untuk mengkonsumsi minuman beralkohol, akan tetapi para penderita gangguan bipolar justru seringkali mengalami penyalahgunaan minuman beralkohol dan obat-obatan lainnya. Penyalahgunaan yang terjadi ini mungkin terjadi karena penderita berusaha untuk mengobati dirinya sendiri atau untuk mengatasi mood yang terus berubah-ubah. Penyalahgunaan minuman beralkohol dan obat-obatan juga dapat menyebabkan timbulnya berbagai gejala yang menyerupai gangguan bipolar. Alkohol merupakan suatu depresan. Hal inilah yang membuat banyak orang menggunakannya sebagai pengganti obat penenang saat sedang mengalami hari yang sangat buruk atau untuk membantu mengurangi rasa tertekan yang dirasakan. Walaupun beberapa penderita gangguan bipolar berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol saat mereka mengalami depresi, akan tetapi sebagian besar penderita gangguan bipolar justru akan mengkonsumsi minuman beralkohol lebih banyak saat mereka sedang mengalami depresi. Menurut the National Institute of Mental Health, seorang penderita gangguan bipolar memiliki resiko 5 kali lipat lebih tinggi untuk menyalahgunakan minuman beralkohol yang akan berakibat pada ketergantungan dibandingkan dengan populasi umum. Hubungan antara gangguan bipolar dan penyalahgunaan zat seperti minuman beralkohol dan obat-obatan sangatlah luar biasa. Alkohol merupakan salah satu zat yang dapat memicu terjadinya episode depresi pada sebagian besar orang yang memang rentan terhadap gangguan depresi atau gangguan bipolar. Ketergantungan dan penyalahgunaan zat ini dapat sangat mengganggu pengobatan gangguan bipolar.   Sumber: webmd
 07 Jan 2015    12:00 WIB
Kombinasi Mematikan, Alkohol dan Minuman Energi!
Pada sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa campuran minuman energi yang mengandung kafein dan minuman beralkohol ternyata sangatlah berbahaya. Kebiasaan ini biasanya banyak dilakukan oleh para mahasiswa di Amerika. Pada penelitian yang dilakukan di Amerika ini, para peneliti menemukan bahwa mencampurkan minuman beralkohol dengan minuman energi dapat menyebabkan gangguan kesehatan berat, terutama di antara para mahasiswa. Para peneliti menemukan bahwa semakin banyak jumlah minuman oplosan yang dikonsumsinya, maka tingkat keracunannya pun semakin tinggi, bahkan lebih tinggi daripada hanya mengkonsumsi minuman beralkohol saja. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa para mahasiswa yang mengkonsumsi minuman beralkohol dan minuman energi dalam hari yang sama atau menggabungkannya menjadi satu akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengkonsumsi kedua minuman tersebut, yang berarti lebih banyak mengkonsumsi minuman beralkohol. Hal ini tentu saja menyebabkan peningkatan kadar alkohol darah para mahasiswa tersebut, akan tetapi karena efek stimulan pada minuman energi tersebut, para mahasiswa melaporkan bahwa mereka tidak semabuk biasanya (tidak semabuk saat mereka hanya mengkonsumsi minuman beralkohol saja).  Hal ini dapat berdampak sangat buruk bagi kesehatan para peserta penelitian karena mereka tidak merasa dirinya mabuk maka mereka pun mungkin masih menyetir untuk pulang ke rumah.     Sumber: thefix
 23 Dec 2014    16:00 WIB
Fakta Bahaya Konsumsi Alkohol
Berdasarkan penelitian dikatakan setiap tahunnya ada sekitar 2,5 juta kematian yang disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol di seluruh dunia. Selain memberikan kerugian pada masalah kesehatan setiap individu. Alkoholisme dapat menyebabkan terjadinya perilaku kekerasan, menyebabkan kecelakaan, dan dapat mempengaruhi hubungan serta produktivitas kerja Berikut adalah fakta bahaya konsumsi alkohol: Hampir 2,5 juta kematian terkait alkohol terjadi setiap tahun, terutama dari negara-negara berkembang. Sekitar 4% dari seluruh kematian adalah penyakit yang berhubungan dengan alkohol, seperti penyakit jantung, penyakit hati kronis (sirosis hati), dan kanker. Sekitar 6,2% dari kematian pada laki-laki berhubungan dengan penggunaan alkohol sementara satu persen kematian pada wanita terkait alkohol. Di antara usia 15 sampai 19 orang tahun, sekitar 320.000 orang meninggal setiap tahunnya karena penyalahgunaan alkohol. Hal ini menyumbang hampir sembilan persen dari semua kematian di kelompok usia ini. Kabar baiknya adalah bahwa hampir separuh dari semua pria dan dua-pertiga dari semua wanita tidak mengkonsumsi minuman beralkohol. Bersama dengan merokok pola makan yang buruk, dan kurang olahraga, penggunaan alkohol merupakan faktor risiko utama untuk mengembangkan penyakit tidak menular, termasuk kanker, kencing manis, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru kronis. Selain penyakit tidak menular, penggunaan alkohol juga berhubungan dengan penyakit menular seperti infeksi menular seksual, HIV / AIDS, dan tuberkulosis. Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, mempengaruhi penilaian seseorang dan mengurangi kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Sumber: newhealthguide
 05 Dec 2014    09:00 WIB
Apa Hubungan Antara Konsumsi Minuman Beralkohol Secara Berlebihan Dengan Tekanan Darah Anda?
Berdasarkan sebuah penelitian baru mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan (binge) dapat meningkatkan tekanan darah pada seorang pria muda. Yang dimaksud dengan binge adalah mengkonsumsi lebih dari 5 gelas atau 5 porsi minuman beralkohol bagi pria dan lebih dari 4 gelas atau 4 porsi bagi wanita setiap kali mereka duduk. Akan tetapi, para peneliti menemukan bahwa peningkatan tekanan darah akibat konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan ini tidak terjadi pada para wanita muda atau para remaja. Para peneliti juga menemukan bahwa wanita muda yang mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah sedikit atau sedang, justru dapat menurunkan resiko menderita tekanan darah tinggi hingga 50%. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa pada pria lanjut usia, mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan justru dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan semakin banyak minuman beralkohol yang mereka konsumsi, maka semakin tinggi pula resiko tekanan darah tinggi yang mereka alami. Akan tetapi, perlu diingat bahwa walaupun penelitian ini menemukan adanya hubungan antara konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dengan peningkatan resiko terjadinya tekanan darah tinggi pada orang dewasa muda, akan tetapi penelitian ini tidak membuktikan bahwa konsumsi minuman beralkohol dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi. Banyak orang mengira bahwa saat mereka masih muda, yaitu saat masih berusia 20 tahunan, mereka tidak mungkin mengalami berbagai penyakit yang biasa timbul pada orang yang berusia lebih tua seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Akan tetapi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berusia muda bukan berarti Anda dapat terbebas dari tekanan darah tinggi bila mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa data dari sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2010 pada sekitar 8.600 orang, di mana para peserta penelitian ini telah direkrut sejak tahun 1996, yaitu saat mereka masih berusia 8-14 tahun. Para peneliti kemudian melakukan survei secara mendetail setiap 1-2 tahun selama penelitian berlangsung, yaitu hingga tahun 2010, di mana para peserta penelitian telah berusia 22-28 tahun. Para peneliti kemudian menemukan bahwa pria muda memiliki resiko yang lebih tinggi (hingga 70%) untuk menderita tekanan darah tinggi bila mereka sering mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah berlebihan selama 1 tahun terakhir. Para peneliti juga mempertimbangkan berat badan, usia, ras, dan kebiasaan rokok para peserta penelitian. Sebaliknya, wanita muda yang mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah sedikit atau sedang justru mengalami penurunan resiko terjadinya tekanan darah tinggi hingga 45-62%. Mengapa konsumsi minuman beralkohol dapat mempengaruhi tekanan darah seseorang? Hal ini dikarenakan minuman beralkohol dapat mempengaruhi berbagai pembuluh darah di dalam tubuh Anda. Alkohol dapat membuat pembuluh darah melebar, yang sebenarnya dapat membuat aliran darah menjadi lebih lancar dan menurunkan tekanan darah. Akan tetapi, bila Anda mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, maka Anda pun dapat mengalami reaksi “ketagihan” saat berusaha untuk berhenti, di mana terjadi peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, karena pembuluh darah kembali mengecil. Selain itu, mengkonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan juga dapat meningkatkan kadar adrenalin dan berbagai jenis hormon serta zat kimia lainnya di dalam darah, termasuk kortisol yang berhubungan dengan terjadinya peningkatan tekanan darah. Dan karena tekanan darah tinggi dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal; maka pria muda yang mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan ini. Para peneliti masih tidak mengetahui secara pasti mengapa efek ini tidak terlihat pada para remaja, akan tetapi mereka menduga bahwa hal ini dikarenakan lebih sedikit remaja yang mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Selain itu, karena wanita muda dan para remaja pria biasanya memiliki tekanan darah yang lebih rendah, maka konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan mungkin tidak menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah hingga melebihi batas normal. Pada wanita, para peneliti menduga bahwa estrogen mungkin memiliki efek protektif terhadap tekanan darah dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan benar tidaknya dugaan ini. Dugaan lainnya adalah karena pembuluh darah seorang remaja masih lebih fleksibel dibandingkan dengan orang dewasa. Berdasarkan hasil penelitian ini, bukan berarti para wanita pun tidak perlu merasa khawatir bila mereka mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan karena alkohol juga dapat mempengaruhi jantung. Alkohol merupakan suatu racun bagi otot jantung, yang dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung kongestif. Selain itu, konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan fungsi hati, bahkan sirosis dan kanker hati.     Sumber: newsmaxhealth
 17 Nov 2014    08:00 WIB
5 Cara Mengatasi Berbagai Jenis Bau Tidak Sedap
Bau Mulut Saat Berkencan Apakah Anda telah menyikat gigi Anda secara teratur dan juga menggunakan obat kumur, akan tetapi mulut Anda tetap saja bau? Hal ini dikarenakan bakteri dan lendir yang terdapat di bagian belakang lidah Anda. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat menggunakan handuk bersih atau sikat gigi untuk menggosok bagian belakang lidah Anda untuk menyingkirkan bakteri penyebab bau mulut. Selain itu, Anda dapat juga mengunyah berbagai jenis makanan yang sulit dicerna atau kenyal seperti apel. Hal ini dapat membuat mulut Anda menghasilkan lebih banyak air liur dan menyingkirkan semua bakteri yang terdapat di dalam mulut Anda. Segera hubungi dokter gigi Anda bila bau mulut Anda terasa asam, hal ini mungkin merupakan suatu gejala dari penyakit gusi.   Tangan Berbau Oli Gunakanlah krim tangan untuk membantu menghilangkan bau oli tersebut. Anda tidak perlu membeli krim tangan dengan pewangi tertentu untuk menghilangkan bau oli dari tangan Anda. Anda hanya perlu mengoleskannya pada tangan Anda, tunggu beberapa menit, kemudian cucilah tangan Anda dengan sabun dan air bersih untuk membersihkan krim tangan tersebut beserta bau oli.   Kaki Bau Keringat dan kelembaban yang tinggi pada kaki dapat menjadi penyebab timbulnya bau kaki. Untuk mengatasinya, keringkanlah kaki Anda dengan tisu atau handuk dan bila Anda memiliki deodoran, Anda dapat mengoleskannya pada kaki dan kaus kaki Anda secara langsung untuk menghilangkan bau tidak sedap.   Napas Berbau Alkohol Minumlah jus jeruk untuk mengaktivasi berbagai enzim hati yang dapat mempercepat metabolisme alkohol di dalam tubuh dan meningkatkan metabolisme di dalam hati Anda sehingga bau alkohol ini pun akan lebih cepat hilang.   Bau Rokok Jika Anda tidak memiliki baju ganti, maka gantilah jaket atau jas Anda. Jika kantor Anda memiliki dapur, maka Anda dapat mengoleskan sari buah lemon pada baju Anda di daerah yang berbau rokok. Lemon dapat membantu membersihkan dan menghilangkan bau rokok. Akan tetapi, berhati-hatilah karena air lemon dapat membuat baju berwarna lebih terang, oleh karena itu pastikan Anda mencuci baju Anda dengan baik. Sumber: menshealth
 03 Nov 2014    10:00 WIB
Apa Dampak Konsumsi Minuman Beralkohol Pada Kesuburan Seorang Pria?
Sebuah penelitian yang baru dilakukan di Inggris menemukan bahwa para pria yang mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan (binge) saat berusia 20 tahunan mungkin juga turut merusak kesehatan spermanya. Pada penelitian ini, para peneliti bertanya pada lebih dari 1.000 orang pria yang berusia antara 18-28 tahun mengenai kebiasaan mereka dalam mengkonsumsi minuman beralkohol. Selain itu, para peneliti juga meminta para peserta penelitian ini untuk memberikan mereka contoh darah dan cairan mani. Para peneliti menemukan bahwa semakin banyak minuman beralkohol yang dikonsumsi oleh seorang pria setiap minggunya, maka semakin buruk juga hasil pemeriksaan kesehatan sperma mereka. Hasil ini tidak akan terjadi bila Anda hanya mengkonsumsi segelas anggur atau sekaleng bir biasa atau segelas minuman beralkohol lainnya. Sebuah penelitian yang dilakukan di Denmark menemukan bahwa penurunan kualitas sperma terbesar terjadi bila seorang pria mengkonsumsi sekitar 25 gelas minuman beralkohol setiap minggunya. Seorang pria yang mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, yaitu sekitar 40 gelas setiap minggunya mengalami penurunan kualitas sperma hingga sepertiganya dan jumlah sperma yang tampak normal pun akan menurun hingga 51%. Hal ini mungkin dikarenakan mengkonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol dapat menurunkan jumlah hormon seks (terutama hormon seks yang mengikat globulin/SHBG) di dalam tubuh Anda, yang berperanan penting bagi proses produksi sperma sehat. Semakin banyak alkohol yang Anda konsumsi, maka kadar SHBG Anda pun akan semakin rendah.     Sumber: menshealth
 24 Oct 2014    10:00 WIB
Apa Hubungan Antara Minuman Beralkohol dan Infeksi HPV yang Tidak Kunjung Sembuh?
Lebih dari setengah orang dewasa yang aktif secara seksual akan terpapar oleh HPV selama hidupnya. Sebagian besar penderita memang dapat sembuh dari infeksi HPV ini, akan tetapi terdapat juga beberapa orang yang sulit sembuh dari infeksi HPV ini (infeksi HPV persisten), yang diduga terjadi akibat konsumsi minuman beralkohol. Yang dimaksud dengan infeksi persisten adalah suatu keadaan di mana infeksi terus berlangsung (tidak juga menyembuh) dan tergantung pada jenis virus yang menginfeksi, hal ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan berat. Berdasarkan sebuah penelitian, mengkonsumsi minuman beralkohol ternyata dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi persisten terhadap HPV pada seorang wanita. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati lebih dari 9.000 orang wanita di Korea mengenai riwayat infeksi HPV dan menanyakan berbagai pertanyaan seputar kebiasaan konsumsi minuman beralkohol mereka.  Para peneliti ini kemudian menemukan bahwa para wanita yang sering mengkonsumsi minuman beralkohol memiliki resiko 3 kali lebih tinggi untuk mengalami infeksi HPV dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi minuman beralkohol.  Selain itu, para wanita yang telah mengkonsumsi minuman beralkohol selama 5 tahun atau lebih memiliki resiko lebih dari 2 kali lipat untuk mengalami infeksi HPV yang persisten dibandingkan dengan para wanita yang baru mulai mengkonsumsi minuman beralkohol (kurang dari 5 tahun). Para peneliti juga menemukan bahwa kemungkinan seorang wanita untuk mengalami infeksi HPV yang persisten akan semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya jumlah minuman beralkohol yang mereka konsumsi setiap kalinya. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan 2 hal, yang pertama adalah bahwa konsumsi minuman beralkohol dapat menyebabkan terjadinya defisiensi folat, yang dapat menyebabkan perubahan DNA, yang dapat memicu terjadinya kanker.  Yang kedua adalah para peneliti menemukan bahwa hampir 10% wanita yang mengkonsumsi alkohol ternyata juga merokok. Tembakau dapat menyebabkan penurunan kekuatan sistem kekebalan tubuh, yang membuat tubuh semakin sulit melawan infeksi virus ini.     Sumber: foxnews