Your browser does not support JavaScript!
 09 Nov 2015    16:00 WIB
Tekanan Darah Tinggi Gara-gara Gangguan Kulit???
Menurut sebuah penelitian, para penderita psoriasis berat memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita tekanan darah tinggi yang tak terkendali. Pada penelitian yang cukup besar ini, para peneliti mengamati lebih dari 13.000 orang dewasa di Inggris dan menemukan bahwa para penderita psoriasis berat memiliki resiko 48% lebih tinggi untuk menderita tekanan darah tinggi yang tak terkendali dibandingkan dengan orang lainnya yang tidak menderita gangguan kulit ini.   Baca juga: Apa yang Dimaksud Dengan Psoriasis?   Pada penelitian ini para peneliti berhasil menemukan adanya suatu hubungan antara psoriasis dengan gangguan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Walaupun demikian, para peneliti masih belum dapat menemukan penyebab mengapa suatu gangguan kulit tertentu dapat mempengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah seseorang. Selain itu, pada penelitian ini para peneliti juga tidak dapat menemukan bukti adanya hubungan sebab akibat di antara gangguan kulit tersebut dan tekanan darah tinggi. Akan tetapi, para peneliti menduga peningkatan resiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah ini mungkin disebabkan oleh proses peradangan (inflamasi) kronik di dalam tubuh. Psoriasis sendiri merupakan suatu gangguan kulit yang diduga disebabkan oleh kelainan sistem kekebalan tubuh, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel kulit sehat (yang menyebabkan proses peradangan kronik di dalam tubuh), yang membuat kulit penderita menjadi tebal dan bersisik, yang seringkali juga terasa gatal atau nyeri. Proses peradangan kronik yang mengenai pembuluh darah akibat kelainan sistem kekebalan tubuh inilah yang diduga dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, gangguan jantung, dan stroke. Para ahli memang telah lama mengetahui bahwa seorang penderita psoriasis memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan jantung, dan stroke. Akan tetapi, penelitian ini menemukan bahwa walaupun para penderita psoriasis yang menderita tekanan darah tinggi telah secara teratur memeriksakan diri ke dokter dan mengkonsumsi obat, tekanan darahnya tetap sulit dikendalikan. Oleh karena itu, para penderita pun perlu mengubah gaya hidupnya menjadi gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur, berhenti merokok, dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa dari 13.300 orang peserta penelitian yang menderita tekanan darah tinggi, lebih dari 1.300 orang di antaranya juga menderita psoriasis. Para peneliti menemukan bahwa di antara para penderita yang menderita psoriasis berat (mengenai lebih dari 10% kulit) hampir 60% nya menderita tekanan darah tinggi yang tak terkendali dan memiliki resiko 48% lebih tinggi untuk menderita tekanan darah tinggi tak terkendali dibandingkan dengan orang yang tidak menderita psoriasis. Sementara itu, para penderita psoriasis sedang (psoriasis mengenai setidaknya 3% kulit) memiliki resiko 20% lebih tinggi untuk menderita tekanan darah tinggi tak terkendali dibandingkan dengan orang yang tidak menderita psoriasis. Pada penelitian ini, para peneliti juga telah mempertimbangkan dan menganalisis berbagai hal lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi seperti berat badan, kebiasaan merokok, kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol, dan penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat meningkatkan tekanan darah seseorang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: webmd
 13 Jul 2015    12:00 WIB
Tips Untuk Mencegah Terjadinya Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan gangguan kesehatan yang cukup sering ditemukan, terutama bila Anda juga menderita diabetes. Sebenarnya terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya tekanan darah tinggi atau menjaga tekanan darah Anda tetap berada dalam batas normal bila telah menderita tekanan darah tinggi. Di bawah ini, Anda dapat melihat beberapa tips untuk mencegah terjadinya tekanan darah tinggi.   Konsumsi Diet Sehat dan Seimbang Secara umum tidak ada pantangan yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya hipertensi. Yang terpenting adalah membatasi jumlah konsumsi makanan tertentu dan lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, gandum, dan susu rendah lemak. Konsumsi lebih banyak air putih, serat, dan mineral seperti kalsium, kalium, dan magnesium juga baik untuk menjaga tekanan darah yang sehat.   Batasi Konsumsi Garam Batas maksimum konsumsi garam per hari adalah sekitar 2.300 mg (setara dengan 1 sendok teh). Rekomendasi dari AHA (American Heart Association) adalah sekitar 1.500 mg/hari.   Olahraga Teratur Berolahraga paling tidak 30 menit setiap harinya dapat mencegah penumpukan lemak di dalam tubuh sehingga tekanan darah pun tetap normal. Secara umum, seseorang yang memiliki aktivitas fisik yang aktif, memiliki resiko terkena hipertensi yang lebih rendah, yaitu sekitar 20-50% lebih rendah.   Jaga Berat Badan Ideal Kelebihan berat badan dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi hingga 2-6 kali lipat. Oleh karena itu, menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya hipertensi.   Hindari Stress Berusahalah untuk menghindari hal-hal yang membuat Anda merasa stress, walaupun hal ini mungkin agak sulit dilakukan di zaman modern seperti sekarang ini. Sisihkanlah sejumlah waktu untuk bermeditasi, yoga, atau rekreasi bersama keluarga, yang mungkin dapat membantu mengurangi rasa stress yang Anda rasakan.   Berhenti Merokok dan Jangan Konsumsi Minuman Beralkohol Merokok dan sering mengkonsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda tidak mengkonsumsi keduanya.   Baca juga: Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Jantung dan Pembuluh Darah   Sumber: americanheartassociation
 10 Jun 2014    13:00 WIB
Berbagai Pilihan Pengobatan Tekanan Darah Tinggi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi yang berbahaya yang dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, kegagalan jantung atau penyakit ginjal. Tujuan utama dari pengobatan hipertensi adalah menurunkan tekanan darah dan melindungi organ-organ penting seperti otak, jantung dan ginjal dari kerusakan. Pengobatan dari hipertensi telah diasosiasikan dengan penurunan kejadian stroke (menurun sampai 35%-40%), serangan jantung (20%-25%), dan gagal jantung (lebih dari 50%), menurut para peneliti. Untuk mencegah tekanan darah, setiap orang perlu didorong untuk membuat modifikasi didalam hidupnya seperti makan lebih sehat, berhenti merokok dan lebih banyak berolahraga. Terapi dengan obat-obatan direkomendasikan untuk menurunkan tekanan darah dari 140/90 pada orang muda dan 150/90 untuk orang yang lebih tua. Mengobati tekanan darah Anda melibatkan kombinasi dari gaya hidup sehat dan kemungkinan terapi obat-obatan. Perubahan gaya hidup untuk mengobati hipertensi Langkah kritikal yang harus Anda lakukan untuk mencegah dan mengobati tekanan darah adalah gaya hidup sehat. Anda dapat menurunkan tekanan darah dengan melakukan perubahan gaya hidup berikut ini: Turunkan berat badan jika Anda obesitas Berhenti merokok Makan makanan sehat, termasuk melakukan diet DASH (makan lebih banyak buah, sayuran dan produk rendah lemak, kurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak saturasi tinggi) Mengurangi konsumsi sodium menjadi kurang dari 1.500mg perhari jika Anda menderita hipertensi. Orang dewasa sehat harus membatasi asupan sodium tidak lebih dari 2.300 mg (kurang lebih 1 sendok teh garam perhari) Melakukan olahraga secara teratur, yang paling baik adalah aerobik (misalnya jalan cepat selama 30 menit perhari, beberapa kali seminggu) Batasi konsumsi alkohol  Obat-obatan yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah, termasuk: Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors Angiotensin II receptor blockers (ARBs) Diuretics Beta-blockers Calcium channel blockers Alpha-blockers Alpha-agonists Renin inhibitors Obat kombinasi Diuretik merupakan obat yang paling sering direkomendasikan sebagai lini pertama untuk terapi orang dengan hipertensi. Tetapi dokter mungkin dapat mengawali pengobatan dengan obat selain diuretik sebagai lini pertama jika Anda memiliki masalah kesehatan lainnya. Sebagai contoh ACE inhibitor banyak digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita diabetes. Jika satu obat tidak dapat menurunkan tekanan darah sampai ke angka yang diharapkan maka diperlukan alternatif obat lain atau kombinasi beberapa jenis obat.   Sumber: webmd
 22 May 2014    14:00 WIB
Para Penyuka Garam Beresiko Menderita Tekanan Darah Tinggi
Mengkonsumsi banyak garam telah dikenal sebagai salah satu faktor resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan stroke. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang-orang yang menderita tekanan darah tinggi biasanya merupakan orang yang lebih menyukai makanan asin. Untuk mengatasinya, para ahli menganjurkan agar mengganti garam dengan berbagai jenis rempah-rempah lainnya untuk membuat makanan Anda terasa lebih nikmat. Mengurangi konsumsi garam harian Anda tentunya dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda. Para ahli dari the American Society of Hypertension mengatakan bahwa tekanan darah tinggi merupakan salah satu “pembunuh tersembunyi” karena tekanan darah tinggi seringkali tidak menunjukkan gejala apapun dan penderita biasanya tidak menyadari bahwa mereka mengalami gangguan ini. Pada penelitian yang dilakukan di Brazil, para peneliti mengamati 118 orang yang dibagi menjadi 4 kelompok. Dua kelompok pertama terdiri dari pria dan wanita yang berusia 30 tahunan, dengan atau tanpa tekanan darah tinggi. Dua kelompok lainnya terdiri dari pria dan wanita yang berusia 70 tahunan, dengan atau tanpa tekanan darah tinggi. Semua peserta penelitian diminta untuk memilih 3 jenis roti perancis. Setiap roti mengandung jumlah garam yang berbeda, beberapa jenis roti jauh lebih asin daripada roti lainnya. Para peneliti kemudian menemukan bahwa tidak ada seorang pun dari antara peserta yang sehat, yaitu yang tidak menderita tekanan darah tinggi menunjukkan ketertarikan pada roti yang sangat asin. Para peserta penelitian yang berusia 70 tahunan dan tidak menderita tekanan darah tinggi biasanya lebih memilih roti yang tidak terlalu asin (sedang), sedangkan peserta penelitian yang berusia 30 tahunan dan tidak menderita tekanan darah tinggi biasanya memilih roti yang mengandung paling sedikit garam.Sebaliknya, para peserta penelitian yang berusia 30 atau 70 tahunan dan menderita tekanan darah tinggi justru lebih menyukai roti yang mengandung paling banyak garam. Pada penelitian tahap kedua, yang dilakukan 2 minggu kemudian, semua peserta kembali diminta untuk memilih 3 jenis roti yang mengandung jumlah garam yang berbeda. Akan tetapi, kali ini ketiga jenis roti juga dibumbui oleh oregano, yang merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang tidak mengandung garam sama sekali. Hasilnya adalah semua orang pada 4 kelompok peserta penelitian menunjukkan perubahan pilihan roti, yaitu memilih roti yang lebih tidak asin daripada pilihan mereka yang sebelumnya. Para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa para peserta yang menderita tekanan darah tinggi tampaknya lebih menyukai makanan yang asin. Akan tetapi, para peneliti percaya bahwa hal ini dapat diatasi dengan membumbui makanan dengan rempah-rempah yang tidak mengandung garam seperti oregano. Penelitian ini tidak meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat antara kesukaan akan makanan asin dengan kejadian tekanan darah tinggi. Para peneliti hanya menemukan adanya hubungan antara penyuka makanan asin dengan tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan bukti kuat mengenai benar tidaknya para penderita tekanan darah tinggi biasanya lebih menyukai makanan asin.Sumber: newsmaxhealth