Your browser does not support JavaScript!
Jika Anda pernah mengalami serangan stroke, maka mencegah terjadinya serangan kedua merupakan prioritas utama Anda. Hal ini dikarenakan resiko terjadinya stroke akan meningkat hingga 10 kali lipat pada seseorang yang pernah mengalami serangan stroke sebelumnya. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya serangan stroke kedua biasanya adalah dengan mencari tahu apa penyebab terjadinya serangan stroke pertama, misalnya fibrilasi atrial (irama jantung abnormal yang menyebabkan terbentuknya bekuan darah) atau penyempitan pembuluh darah karotis di leher. Selain itu, pengobatan serangan stroke juga ditujukan untuk mengatasi berbagai faktor resiko lainnya seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kadar kolesterol yang tinggi. Perubahan gaya hidup merupakan hal yang sangat penting bila Anda ingin menurunkan resiko stroke Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat hal-hal apa saja yang perlu Anda ubah dan perhatikan untuk mencegah berulangnya serangan stroke pada diri Anda.   Obat yang Dapat Digunakan Untuk Mencegah Serangan Stroke Berulang Obat anti platelet dan obat pengencer darah dapat membantu menurunkan resiko terjadinya serangan stroke iskemik berulang. Kedua obat ini dapat mengganggu proses pembentukan bekuan darah sehingga bekuan darah tidak dapat terbentuk. Konsumsilah kedua obat ini sesuai dengan anjuran dokter. Tanyakan juga mengenai obat atau makanan apa yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan resiko terjadinya serangan stroke kedua.   Periksa Tekanan Darah Anda Secara Teratur Tekanan darah tinggi akan menyebabkan dinding pembuluh darah arteri terus tertekan. Jika tidak segera diobati, tekanan ini akan merusak dan melemahkan pembuluh darah Anda tersebut, membuatnya menjadi lebih muda membentuk bekuan darah atau robek dan menyebabkan terjadinya stroke. Tekanan darah tinggi adalah hal yang paling sering menyebabkan terjadinya stroke. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat juga dapat menurunkan resiko terjadinya stroke dan menjaga tekanan darah Anda tetap stabil. Anda juga harus mengkonsumsi obat anti darah tinggi setiap hari. Segera beritahu dokter Anda bila obat darah tinggi yang Anda konsumsi menimbulkan efek samping tertentu. Tanyakan pada dokter Anda mengenai berapa target tekanan darah yang dianjurkan. Periksalah tekanan darah Anda secara teratur di rumah untuk mengetahui apakah obat yang Anda konsumsi cukup efektif bagi Anda.   Berhentilah Merokok Berhenti merokok merupakan langkah penting yang perlu Anda lakukan untuk menurunkan resiko terjadinya serangan stroke berulang. Efek berhenti merokok pun dapat dengan cepat Anda rasakan. Hanya dalam waktu 5 tahun, resiko stroke Anda akan menjadi sama seperti seseorang yang tidak pernah merokok. Jika Anda sedang berusaha untuk berhenti merokok, jauhilah orang-orang yang merokok. Selain dapat membuat Anda merasa tergoda, menghirup asap rokok juga tidak baik bagi kesehatan Anda.   Ubah Pola Makan Anda Memperbaiki pola makan Anda juga dapat mengatasi beberapa faktor resiko stroke seperti memiliki berat badan berlebih. Mulailah mengganti makanan tinggi lemak dengan makanan rendah lemak dan gantilah makanan manis dengan makanan berserat seperti buah dan sayuran. Perubahan ini akan membuat tubuh Anda mendapatkan antioksidan yang berfungsi sebagai pelindung bagi jantung Anda dan meningkatkan kadar serat di dalam makanan Anda. Meningkatkan kadar serat dapat membuat Anda menjadi lebih kenyang dan lebih puas serta dapat menurunkan kadar kolesterol Anda. Walaupun banyak pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk makan dengan lebih sehat, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa anjuran yang mungkin dapat memudahkan proses perubahan pola makan Anda: Belilah berbagai jenis buah dan sayuran segar Belilah roti gandum, sereal, beras, dan pasta Pilihlah daging unggas, ikan, dan daging tanpa lemak Tambahkan kacang-kacangan dan biji-bijian di dalam makanan Anda beberapa kali dalam seminggu Pilihlah susu rendah lemak atau susu tanpa lemak Gunakan lemak sehat seperti minyak zaitun, minyak kanola, dan minyak sayur lain Jangan tambahkan garam saat memasak Baca label makanan Anda dan hindari makanan yang mengandung banyak gula, garam (natrium), lemak jenuh, dan lemak trans Cobalah untuk tidak mengkonsumsi daging selama sehari penuh setiap minggunya untuk membatasi asupan kolesterol dan lemak yang tidak sehat Untuk membantu usaha Anda untuk menurunkan berat badan, pastikan Anda selalu sarapan setiap harinya, makanlah dengan porsi yang lebih kecil, minum banyak air putih, dan belajarlah untuk memilih makanan yang sehat saat makan di luar. Berolahraga Secara Teratur Sebelum mulai berolahraga, berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai olahraga apa yang boleh Anda lakukan karena Anda pernah terkena serangan stroke sebelumnya. Jika Anda mengalami kecacatan akibat stroke, berkonsultasilah dengan dokter atau terapis Anda mengenai olahraga apa yang paling cocok bagi Anda. Bagi sebagian besar orang, berjalan kaki selama 20-30 menit setiap harinya merupakan olahraga yang ideal. Jika Anda tidak dapat berjalan kaki selama itu, bagilah waktu berjalan kaki Anda menjadi 2 atau 3 (10 menit setiap kalinya). Secara perlahan dan bertahap tingkatkan kemampuan dan intensitas olahraga Anda. Beberapa olahraga dengan intensitas sedang yang dapat Anda lakukan adalah berjalan cepat, berkebun, aerobik air, dan bergerak dengan kursi roda Anda bila Anda duduk di atas kursi roda. Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan (lebih dari 1-2 gelas setiap harinya) dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke hingga 69% pada orang yang belum pernah menderita stroke sebelumnya. Selain itu, mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Jangan Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Secara Berlebihan Mengkonsumsi 2 gelas minuman beralkohol bagi pria dan 1 gelas minuman beralkohol bagi wanita sebenarnya justru dapat membantu melindungi Anda dari stroke. Lebih dari jumlah ini, Anda justru dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke. Akan tetapi, jangan mulai mengkonsumsi minuman beralkohol bila Anda sebelumnya tidak pernah mengkonsumsinya. Jika Anda ingin mengurangi jumlah minuman beralkohol yang Anda konsumsi; jangan simpan minuman beralkohol di dalam rumah Anda, cobalah untuk tidak mengkonsumsi alkohol setiap harinya, dan belajarlah untuk menikmati minuman beralkohol yang Anda konsumsi (jangan langsung ditelan). Sumber: webmd  
Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal Of The American Heart Association mengatakan bahwa buah golongan citrus seperti jeruk, jeruk bali, lemon, jeruk nipis akan membantu menurunkan risiko stroke iskemik pada wanita. Dalam studi tersebut mengatakan bahwa wanita yang mengkonsumsi buah-buahan seperti jeruk dan jeruk bali akan menurunkan risiko stroke sebesar 19% bila dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi buah-buahan golongan citrus. Studi Para peneliti mempelajari secara spesifik bahwa kandungan flavonoid dalam buah-buahan golongan citrus membantu menurunkan risiko stroke. Flavanoid adalah salah fitokmia yang ada pada pigmen merah, biru dan kuning pada buah-buahan dan sayur-sayuran. Beberapa studi lain mengatakan bahwa flavonoid memiliki kemampuan antioksidan yang luar biasa bahkan melebihi kemampuan vitamin C dan vitamin E. Para penliti juga menemukan bahwa flavonoid dapat mengaktifkan mekanisme dalam tubuh yang menghambat pertumbuhan tumor. Semua tanaman yang mengandung flavonoid tinggi adalah seperti buah golongan citrus, buah-buahan beri, teh hijau, coklat hitam dan anggur merah. Penelitian lain juga mengatkan bahwa kandungan flavonoid dalam buah-buahan golongan citrus, memiliki efek pada aliran darah dan keelastisan pembuluh darah, sehingga hal ini akan membantu menurunkan risiko terkena stroke. Kandungan flavonoid akan membantu menjaga salah satu mekanisme penting dalam tubuh seperti mengurangi efek peradangan dan memperbaiki fungsi pembuluh darah. Buah golongan citrus ampuh melawan risiko stroke Para peneliti yang selama 14 tahun mempelajari data yang akurat, termasuk laporan penelitian dimana sekitar 70 ribu wanita yang memberikan data mengenai pola makannya dengan detail. Para wanita tersebut membuat catatan mengenai konsumsi sayur dan buah-buahan selama 4 tahun. Kemudian para peneliti mengidentifikasi hubungan antara 6 kelas flavonoid dengan risikso stroke iskemik, stroke perdarahan dan stroke total. Dari penelitian ditemukan bahwa kandungan flavonoid dalam buah golongan citrus dapat menurunkan risiko stroke paling signifikan. Jadi untuk membantu Anda dalam menurunkan risiko stroke usahakan untuk banyak konsumsi buah golongan citrus, namun ada baiknya Anda mencampur dengan beberapa buah-buahan lain untuk mendapatkan manfaat lain dari buah-buahan tersebut. Baca juga: Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: prevention
Sebuah penelitian menemukan bahwa orang lanjut usia yang menderita migrain memiliki resiko 2 kali lebih tinggi untuk mengalami stroke tersembunyi. Stroke tersembunyi merupakan suatu cedera otak yang tidak bergejala, yang disebabkan oleh adanya bekuan darah yang menyebabkan gangguan aliran darah yang menuju ke otak. Para peneliti menduga bahwa cedera otak ini merupakan salah satu faktor resiko penyebab terjadinya stroke di masa yang akan datang. Walaupun migrain dapat menyebabkan meningkatkan resiko terjadinya stroke iskemik, bukan berarti setiap orang yang menderita migrain pasti akan mengalami stroke. Akan tetapi, penderita migrain yang juga memiliki resiko gangguan pembuluh darah harus lebih memperhatikan keadaan kesehatannya.  Perubahan gaya hidup seperti berolahraga secara teratur dan mengkonsumsi diet sehat (rendah lemak dan banyak mengkonsumsi buah serta sayuran) dapat membantu menurunkan resiko stroke. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekelompok orang lanjut usia dengan berbagai ras di Amerika. Sekitar 100 orang peserta penelitian memiliki riwayat serangan migrain, sementara 450 peserta lainnya tidak pernah menderita migrain. Sekitar 41% peserta penelitian merupakan pria yang rata-rata berusia 71 tahun. Karena ras Hispanik dan orang kulit hitam memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita stroke, maka sekitar 65% peserta penelitian merupakan ras Hispanik. Dengan menggunakan pemeriksaan MRI, para peneliti membandingkan gambaran otak peserta yang menderita migrain dengan peserta yang tidak pernah menderita migrain. Setelah mempertimbangkan bebagai faktor resiko stroke lainnya, penelitian ini menunjukkan bahwa peserta yang menderita migrain memiliki resiko 2 kali lebih tinggi untuk menderita stroke tersembunyi. Pada penelitian ini, para peneliti juga menemukan bahwa resiko stroke tersembunyi meningkat, baik pada orang yang menderita migrain dengan aura maupun migrain tanpa aura. Berdasarkan hasil penelitian ini, para peneliti menduga bahwa mengobati migrain mungkin dapat membantu menurunkan resiko terjadinya stroke.   Walaupun penelitian ini telah berhasil menemukan adanya hubungan antara migrain dan stroke, tetapi penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa migrain dapat menyebabkan stroke. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.   Sumber: newsmaxhealth
Serangan stroke dapat terjadi pada siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Stroke saat ini juga tidak saja didominasi oleh kalangan usia tua, tetapi banyak usia muda yang terkena stroke. Stroke pada usia muda banyak terkait dengan gaya hidup, kurang berolahraga, tingkat stress yang tinggi, pola makan yang tidak sehat. Kita harus dapat mengenali apa saja gejala stroke supaya kita bisa mendapatkan penanganan lebih dini. Serangan stroke merupakan salah satu kegawatdaruratan medis yang harus segera segera ditangani secara cepat, tepat dan cermat. Jika stroke tidak ditangani secara cepat, tepat dan cermat dapat menyebabkan kecacatan permanen, bahkan kematian, time is brain. Stroke adalah suatu gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak, disebabkan oleh gangguan pembuluh darah di otak, dan dapat mengakibatkan kematian. Stroke dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu : • Stroke hemoragikStoke hemoragik adalah stroke yang terjadi karena perdarahan di jaringan otak• Stroke iskemikStroke iskemik adalah stroke yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otakBagaimana kita dapat mengidentifikasi gejala awal stroke? Berbagai organisasi kesehatan telah membuat suatu system untuk mempermudah orang awam untuk mengenal tanda awal stroke dengan FAST. Apakah FAST itu ? FAST merupakan singkatan dari Face, Arm, Speech dan Time.• Face (wajah)Wajah tidak simetris. Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk tersenyum. Perhatikan, apakah wajahnya tampak tidak simetris? Perhatikan mata kanan dan kiri, apakah simetris atau mata sebelah lebih sipit• Arms (lengan)Tangan dan kaki mengalami kelumpuhan, biasanya hanya 1 sisi.Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk mengangkat kedua lengan lurus ke depan dan menahannya untuk beberapa detik. Apakah ia hanya dapat mengangkat satu lengan saja? Bila ia dapat mengangkat kedua lengannya, apakah salah satu lengan terlihat turun?• Speech (bicara)Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk mengulang beberapa kalimat. Apakah ia mampu berbicara jelas atau terdengar pelo atau cadel? Akan lebih jelas bila kalimat yang diucapkan mengandung banyak konsonan huruf R seperti, ular melingkar-lingkar di atas pagar.• Time (waktu)Seperti disebutkan sebelumnya, time is brain, setiap detik sangat berharga. Bila ditemukan salah satu gejala di atas, segera hubungi atau bawa pasien ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas penanganan stroke terpadu.   Baca Juga: Berjalan Kaki Dapat Menurunkan Resiko Terjadinya Stroke
Selama ini banyak orang mengira Covid-19 atau infeksi virus corona SARS-CoV-2 menyerang paru-paru. Selain paru-paru, organ lain yang rentan diserang virus corona adalah ginjal, jantung, dan otak. Namun, belakangan sejumlah negara melaporkan kasus Covid-19 yang menyerang pembuluh darah penderitanya. Dampak infeksi virus corona tersebut bisa menyebabkan stroke, penggumpalan darah, sampai pendarahan berat.Virus corona sasar pembuluh darah besar Dilaporkan Forbes (27/4/2020), dari temuan sejumlah kasus Covid-19 pada orang dewasa muda di AS, virus corona tidak menyasar semua pembuluh darah. Virus corona hanya mengincar pembuluh darah berukuran besar yang berperan vital di otak. Beberapa pembuluh darah tersebut berguna untuk mengendalikan pergerakan anggota tubuh, berpikir, bahkan bernapas. Padahal, ketika penyumbatan pembuluh darah di otak terjadi dalam skala besar (dalam medis disebut oklusi pembuluh besar), dampaknya bisa mengubah hidup seseorang karena bersifat permanen. Sebagai informasi, stroke yang menyasar pembuluh darah besar di otak tak lazim menyerang orang di bawah usia 50 tahun. Rata-rata, penyakit ini diidap pasien berumur 74 tahun. Stroke rentan serang pasien Covid-19 di bawah 50 tahun Berdasarkan studi yang diterbitkan di New England Journal of Medicine (29/4/2020), ahli dari RS Mount Sinai di AS melaporan kondisi lima pasien Covid-19 yang mengalami stroke pembuluh darah besar. Menurut laporan, pasien Covid-19 tersebut stroke lebih dari dua minggu. Semua pasien berusia di bawah 50 tahun. Yakni 33 tahun, 37 tahun, 39 tahun, 44 tahun, dan 49 tahun. Dari lima pasien itu, satu pasien meninggal dunia, satu pasien masih dirawat di RS, satu pasien sembuh dan menjalani rawat jalan di rumah, dan dua pasien masih menjalani rehabilitasi medis. Hal yang perlu diketahui, kelima pasien Covid-19 tersebut hanya memiliki gejala ringan infeksi virus corona atau masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Riset yang dijalankan ahli bedah saraf Dr. Thomas Oxley tersebut menggarisbawahi, dampak virus corona yang cenderung menyasar pembuluh darah besar. "Virus corona tanpaknya cenderung menyumbat pembuluh darah (arteri) besar, sehingga menyebabkan stroke berat," jelas Oxley, seperti dilansir Washington Post.Menurut Oxley, stroke berat pada pasien infeksi corona kemungkinan dipicu peradangan pada dinding pembuluh darah. Kondisi tersebut menyebabkan terbentuknya gumpalan darah biang stroke. Oxley menjabarkan, gejala pasien Covid-19 berusia 33 tahun yang ia tangani sebelumnya dalam kondisi sehat. Wanita tersebut cuma mengeluh batuk dan sakit kepala selama satu minggu. Selang 28 jam, pasien tersebut mulai merasakan omongannya tidak jelas, mati rasa, dan sisi kiri tubuhnya melemah serta lunglai. Pengalaman sejenis dialami pasien berusia 44 tahun. Dia sekilas tidak menunjukkan gejala khas Covid-19 seperti demam tinggi, sesak napas, dan batuk kering. Dia juga tidak sedang minum obat serta tidak memiliki riwayat penyakit kronis.  Pasien tersebut bahkan merasa baik-baik saja karena hanya tinggal di rumah selama pandemi virus corona. Tak lama berselang, tiba-tiba dia merasa kesulitan bicara dan menggerakkan sisi kanan tubuhnya. Dari hasil pemindaian otak, terdapat penyumbatan darah di sisi kiri kepalanya. Sumber : Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bagaimana Infeksi Virus Corona Bisa Picu Stroke pada Kalangan Muda?"
Apa itu minyak zaitun?Minyak zaitun adalah asam lemak yang berasal dari buah Olea europaea (tanaman zaitun), yang merupakan tanaman tradisional di daerah mediteranian. Minyak zaitun dihasilkan dari buah zaitun yang dipress. Minyak zaitun banyak dipergunakan dalam kosmetik, obat-obatan, bahan masakan dan sabut. Walaupun berasal dari mediteranian, minyak zaitun saat ini sudah cukup mendunia. Yunani memiliki konsumsi minyak zaitun paling tinggi di dunia. Menurut the North American Olive Oil Association, rata-rata orang Yunani mengkonsumsi 24 liter minyak zaitu pertahunnya. Sedangkan orang Spanyol dan Italia rata-rata mengkonsumsi 13-15 liter minyak zaitun pertahunnya. Apa saja manfaat minyak zaitun untuk kesehatan tubuh?Selama lebih dari 50 tahun telah banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui apa saja manfaat minyak zaitun untuk kesehatan. Berikut adalah beberapa contoh dari manfaat minyak zaitun untuk tubuh:Sistem jantung dan pembuluh darah Minyak zaitun merupakan sumber utama dari diet lemak saat melakukan diet mediteranian. Diet mediteranian telah banyak dihubungkan dengan penurunan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah di seluruh dunia. Suatu penelitian yang dipublikasikan di Pharmacological Research mengatakan mereka yang mengkonsumsi minyak zaitun secara teratur setiap harinya akan menurunkan kemungkinan terkena penyakit jantung dan pembuluh darah termasuk darah tinggi, stroke dan hiperlipidemia. Selain itu dengan mengkonsumsi minyak zaitun secara teratur akan mencegah terjadinya inflamasi, disfungsi dari dinding pembuluh darah, trombosis dan metabolisme karbohidrat. Memasak dengan menggunakan minyak zaitun tidak akan meningkatkan resiko penyakit jantungMereka yang secara teratur mengkonsumsi makanan yang dimasak dengan cara digoreng menggunakan minyak zaitun tidak akan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung atau kematian dini. Hal ini diungkapkan dalam penelitian yang diterbitkan oleh BMJ (British Medical Journal). Pada penelitian ini para peneliti menfokuskan penelitian kepada metode memasak dan pola diet yang dijalani seseorang. Tidak ada seorangpun partisipan yang memiliki penyakit jantung saat penelitian ini dimulai. Para peneliti menyimpulkan di negara-negara mediteranian dimana minyak zaitun dan minyak bunga matahari merupakan lemak utama yang digunakan untuk menggoreng dan sebagian besar makanan baik yang berasal dari luar rumah maupun yang dimasak dirumah ternyata diteliti tidak ada hubungannya antara makanan yang digoreng dengan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah atau kematian. Minyak zaitun membantu mencegah terjadinya strokeSebuah jurnal yang diterbitkan di journal Neurology mengungkapkan jika minyak zaitun dapat mencegah terjadinya stroke pada orang yang lebih tua. Para peneliti mengatakan bahwa orang tua yang menggunakan minyak zaitun untuk memasak dan dressing salad memiliki resiko terkena stroke lebih rendah 41% dibandingkan mereka yang tidak pernah mengkonsumsinya. Minyak zaitun menurunkan resiko depresiOrang yang banyak mengkonsumsi lemak trans dan makanan produksi mahal seperti pastries ternyata memiliki resiko lebih tinggi terkena depresi dibandingkan mereka yang menjalani deit lemak tak jenuh tunggal dan ganda. Minyak zaitun menurunkan resiko terjadinya kanker payudaraTim peneliti di Universitat Autonoma de Barcelona di Spanyol menemukan kunci mekanisme minyak zaitun dapat melindungi tubuh dari serangan kanker payudara dibandingkan minyak sayur biasa.Para peneliti menemukan jika minyak zaitu dapat mencegah kerusakan DNA yang disebabkan oleh serangan sel kanker dan mencegah kematian sel karena tumor. Penelitijuga menemukan bahwa minyak jagung yang kaya akan asam lemak tidak jenih ganda dapat meningkatkan agresifitas dari pertumbuhan tumor, sedangkan minyak zaitun mempunyai efek sebaliknya.Minyak zaitun mampu meningkatkan kadar kolesterol baik Penelitian yang dilakukan di Jepang menunjukkan kadar LDL (kolesterol jahat) menurun pada 28 pasien yang diberikan suplemen minyak zaitun sekali sehari selama enam minggu.Sumber: medicalnewstoday
Salah satu vitamin penting yang baik dikonsumsi oleh tubuh yaitu adalah vitamin E. Vitamin E merupakan vitamin penting yang dibutuhkan oleh organ tubuh. Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan. Hal ini berarti membantu untuk memperlambat proses yang merusak sel. Namun ternyata konsumsi vitamin E terlalu berlebihan juga dapat menimbulkan beberapa  risiko efek samping. Kebanyakan orang tidak mengalami efek samping saat mengambil dosis harian yang direkomendasikan, yaitu 15 mg. Vitamin E ternyata tidak aman jika diminum dalam dosis tinggi. Apabila Anda memiliki kondisi seperti penyakit jantung atau kencing manis, jangan konsumsi vitamin E dengan dosis 400 IU / hari atau lebih. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dosis tinggi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kematian dan mungkin menyebabkan efek samping yang serius lainnya. Semakin tinggi dosis, semakin besar risiko efek samping yang serius.   Konsumsi vitamin E dosis tinggi juga dapat menyebabkan mual, diare, kram perut, kelelahan, kelemahan, sakit kepala, penglihatan kabur, ruam, memar dan pendarahan. Ada beberapa kekhawatiran bahwa vitamin E dapat meningkatkan kemungkinan mengalami stroke serius yang disebut stroke hemoragik, terjadinya perdarahan otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi vitamin E dalam dosis 300-800 IU setiap hari dapat meningkatkan kemungkinan stroke sebesar 22%. Namun, sebaliknya, vitamin E dapat menurunkan kesempatan seseorang mengalami stroke yang lebih ringan disebut stroke iskemik. Baca juga: 8 Cara Menurunkan Resiko Stroke   Sumber: nih
Untuk dapat mencegah terjadinya serangan stroke berulang, Anda perlu mengendalikan berbagai faktor resiko stroke dan mengobati berbagai jenis gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan terjadinya stroke Beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke adalah: Menderita fibrilasi atrium Merokok Menderita tekanan darah tinggi Memiliki kadar kolesterol yang tinggi Menderita diabetes Memiliki berat badan berlebih Tidak atau jarang berolahraga Mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah berlebihan Selain menghindari beberapa faktor resiko di atas, untuk mencegah terjadinya serangan stroke berikutnya, Anda juga perlu mengatasi berbagai gangguan kesehatan lain yang Anda miliki seperti: Kendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol Anda dengan berobat secara teratur Kendalikan kadar gula darah Anda Konsumsilah obat pengencer darah bila dianjurkan oleh dokter Konsumsilah obat sesuai dengan ketentuan dokter Mengubah gaya hidup Anda menjadi gaya hidup yang lebih sehat juga penting untuk mencegah terjadinya serangan stroke ulangan. Beberapa perubahan gaya hidup yang perlu Anda lakukan adalah: Jangan merokok atau menjadi perokok pasif dengan berada di sekitar perokok Batasi konsumsi minuman beralkohol yaitu tidak lebih dari 2 gelas bagi pria dan 1 gelas bagi wanita Jaga berat badan tetap ideal untuk menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes Berolahraga secara teratur terutama yang menyebabkan peningkatan denyut jantung, setidaknya 30 menit di hampir setiap hari Konsumsi makanan sehat dan seimbang, seperti buah, sayuran, makanan tinggi serat, rendah garam, rendah lemak jenuh, rendah lemak trans, dan rendah kolesterol. Konsumsilah ikan setidaknya 2 kali seminggu, terutama ikan yang mengandung asam lemak omega 3 seperti salmon, mackerel, dan sarden. Sumber: webmd
Stroke sampai saat ini memang masih merupakan penyakit yang menakutkan dan mengancam setiap orang. Data dari WHO 2011 menunjukkan bahwa di dunia, stroke merupakan penyebab kematian kedua (6.15 juta kematian per tahun / 10.8%) setelah penyakit jantung (7.25 juta kematian per tahun / 12.8 %). Bahkan stroke merupakan salah satu penyebab kecacatan utama pada tubuh manusia. Belakangan ini sering terjadi stroke menyerang mereka yang berusia relatif muda. Hal itu terlihat dari data yang berhasil dihimpun pada tahun 2004 oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang menyebutkan bahwa penderita stroke yang masih relatif muda dan produktif di negeri kita mencapai 18.5 %. Stroke terjadi karena adanya penyumbatan atau perdarahan di pembuluh darah otak. Stroke akibat adanya penyumbatan biasanya melanda mereka yang mengidap kencing manis, penyakit jantung, kolesterol tinggi, stress, dan sebagainya. Sedangkan stroke akibat perdarahan menyerang mereka yang mengidap hipertensi, tumor otak, aneurisma, penyakit darah ( leukemia, anemia), kelainan bentuk pembuluh darah otak, dan sebagainya Untuk mencegah kemungkinan terserang stroke,bagi yang sehat sedini mungkin sebaiknya menjalankan pola hidup sehat, mengkonsumsi makanan yang rendah kolesterol, tidur cukup, tidak stress, juga berolahraga teratur. Olah raga dan pola hidup sehat dapat memperbaiki penyakit-penyakit yang dapat mencetuskan stroke. Namun, yang lebih penting lagi adalah secara rutin melakukan skrining pemeriksaan darah di laboratorium. Skrining ini perlu dilakukan karena bila terjadi kelainan seperti meningkatnya kolestrol atau kadar gula dalam tubuh, dan sebagainya, dapat segera diketahui sehingga kita dapat melakukan antisipasi sesuai petunjuk dokter agar terhindar dari penyakit yang dapat memicu terjadinya stroke. Sedangkan bagi mereka yang telah mengidap penyakit seperti tersebut di atas, apalagi disertai dengan keluhan kesemutan, pingsan sejenak (blackout), lumpuh (baik yang kemudian pulih maupun menetap), pusing (vertigo) muntah, kejang, menurunnya tingkat kesadaran, dan gejala saraf lain yang tidak biasa, dalam pemeriksaannya perlu dilakukan deteksi menggunakan peralatan radiologi seperti MRI, MRA, CT Scan, CT Angiografi dan sebagainya, sehingga bila diketahui ada kelainan pada pembuluh darah otak (misalnya kelainan pembuluh darah bawaan lahir: AVM, aneurisma, dan sebagainya) dapat segera ditangani sesuai diagnosanya. Yang pasti sebagian besar stroke dapat dihindarkan dengan cara mendeteksi faktor pencetusnya , yang kemudian dilanjutkan dengan penanganan yang baik dan benar. Apabila stroke sudah terjadi, deteksi stroke tetap diperlukan dan penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat setelah diagnosanya diperoleh. Hal ini sangat penting untuk memperkecil risiko kematian dan mengurangi risiko kecacatan yang mungkin timbul. Akhir-akhir ini di rumah sakit-rumah sakit besar sering dianjurkan untuk pemeriksaan skrining (general check up) stroke bagi segala usia. Hal ini sangat baik untuk pemeriksaan kelainan di luar tengkorak. Apabila menjumpai gejala saraf yang lain daripada keadaan biasa sebaiknya segera dikonsulkan ke dokter ahlinya untuk mencari penyebabnya.
Stroke merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh kematian jaringan otak yang dapat diakibatkan oleh peyumbatan pembuluh darah otak atau perdarahan yang menyebabkan penekanan jaringan otak. Baik penyumbatan maupun perdarahan ini dapat menyebabkan kematian jaringan otak dalam waktu singkat. Kematian jaringan otak ini disebabkan oleh otak tidak mendapat suplai darah yang cukup.   Tanda Awal Stroke Kekurangan suplai darah ini dapat menyebabkan beberapa tanda awal stroke. Tanda awal ini berupa: Mati rasa atau kelemahan pada wajah, tangan, atau kaki dan biasanya pada satu sisi tubuh Kesulitan mengerti bahasa atau pembicaraan orang lain Kesulitan berbicara Gangguan penglihatan, dapat pada satu atau kedua mata Kesulitan berjalan Gangguan koordinasi Gangguan keseimbangan Pusing Nyeri kepala hebat tanpa penyebab yang jelas   Klasifikasi Stroke Gejala stroke dapat bervariasi tergantung pada jenis stroke yang terjadi, bagian otak mana yang mengalami kerusakan, dan seberapa parah penyakit. Stroke Iskemik Stroke iskemik terjadi bila terdapat penyumbatan pada pembuluh darah yang mensuplai otak. Penyumbatan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti adanya penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah (aterosklerosis) dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah. Kadangkala, bekuan darah terbentuk akibat gangguan irama jantung (atrial fibrilasi). Bekuan darah ini kemudian terbawa aliran darah dan kemudian tersangkut di pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak. Stroke Hemoragik Stroke hemoragik dapat terjadi karena pecahnya atau robeknya dinding pembuluh darah otak yang lemah, yang menyebabkan terkumpulnya darah di sekitar jaringan otak. Selain itu, perdarahan ini juga dapat disebabkan oleh hal lain, seperti pecahnya aneurisma otak. Serangan Iskemik Sesaat Serangan iskemik sesaaat adalah serangan stroke ringan yang disebabkan oleh penyumbatan sementara pada pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak. Walaupun serangan iskemik sesaat tidak menyebabkan kerusakan otak permanen, namun penyakit ini dapat menyebabkan tanda awal stroke yang dapat berlangsung selama beberapa menit atau jam. Anggaplah serangan iskemik sesaat ini sebagai tanda peringatan sebelum serangan stroke yang sebenarnya.   Kapan Hubungi Dokter Anda sebaiknya segera pergi ke dokter atau rumah sakit bila anda mengalami beberapa gejala di atas untuk mendapatkan pertolongan segera. Berapa lama gejala telah berlangsung dapat menjadi penentu tindakan pengobatan yang dapat dilakukan selanjutnya. Selain itu, perlu diingat bahwa serangan stroke adalah suatu kegawatdaruratan medis. Jangan pernah membiarkan gejala terus berlangsung tanpa melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya. Akan lebih baik bila anda memeriksakan diri secepatnya daripada tidak memeriksakan diri dan menyesal di kemudian hari.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: Womenshealth