Your browser does not support JavaScript!
 15 Jan 2020    11:00 WIB
Jenis Olahraga Pelepas Stress
Bergerak dan mengeluarkan banyak keringat merupakan cara yang baik untuk melepaskan stress yang sudah menggunung. Walaupun Anda menganggap Anda bukan seorang yang menyukai olahraga, Anda dapat melakukan beberapa olahraga yang cocok untuk Anda dan memasukkannya ke dalam aktifitas Anda sehari-hari. Beranikan diri Anda untuk mencoba dan lihat pengaruh baik yang dihasilkan terhadap hidup Anda, terutama saat Anda berusaha untuk mengatasi stress. Kickboxing Bergerak melawan stress tampaknya merupakan gambaran sempurna dari kickboxing. Apakah Anda mengalami dorongan untuk memukul atau menendang sesuatu saat Anda mengalami stress? Kenapa tidak menyalurkannya dalam olahraga? Dalam kickboxing Anda bisa menendang karung tinju sepuasnya. Setelah puas menendang sesuatu, tentu Anda akan merasa lebih fit dan siap menghadapi apapun. Berlari Anda tidak perlu melakukannya terlalu banyak, cukup lakukan sesuai keinginan Anda dan Andalah yang mengaturnya. Anda juga dapat melakukannya kapan saja Anda suka dan selama yang Anda mau. Saat Anda berlari Anda dapat mereview kembali pemikiran-pemikiran Anda. Anda bisa berlari sambil memainkan musik kesukaan Anda, menyesuaikan tempo musik dengan tempo berlari Anda dan bersenang-senanglah. Yoga Yoga merupakan jenis olahraga yang sempurna untuk meregangkan otot-otot Anda. Selain itu yoga membantu Anda untuk lebih tenang dan membersihkan pikiran-pikiran negatif. Yoga dapat Anda lakukan sendiri dan saat Anda ingin melakukannya, putarlah musik meditasi yang menenangkan. Atau Anda dapat melakukannya bersama-sama dalam kelas yoga. Bermain air Saat Anda sampai di pinggir kolam, Anda pasti sudah merasa lebih baik. Sekali lagi, olahraga ini tidak memerlukan performa yang hebat, Anda hanya harus melompat ke kolam dan berenanglah dengan gaya yang paling Anda sukai. Mungkin Anda sedang tidak ingin melakukan olahraga apapun, Anda bisa berendam saja tanpa berenang. Dengan begitu otot-otot Anda akan lebih tenang dan rileks. Menari Anda tidak bisa menari? Anda bisa bergaya sesuka Anda, mungkin hanya berputar-putar secara liar tanpa memperdulikan kemana kaki Anda bergerak. Hal ini akan membuat Anda lepas dan bebas. Stress pun akan pergi dan yang tersisa hanya kesenangan dan kebahagian. Selain itu Anda bisa menghilangkan beberapa kalori dari Tubuh Anda. Ingin mengusir stress? Segera pergi ke klub dansa dengan teman Anda dan lakukanlah pesta dansa disana. Badminton Dalam badminton Anda diminta untuk mengayunkan tangan Anda, dan ini merupakan cara mengusir kemarahan dan kekhawatiran. Energi yang terkumpul akan segera dibuang dalam waktu beberapa menit. Undang teman Anda untuk melakukan olahraga ini bersama-sama.   Sumber: healthmeup    
 10 Dec 2019    11:00 WIB
Stress Inkontinensia dan Olahraga
Stress inkontinensia merupakan suatu keadaan di mana air kemih keluar saat aktivitas fisik atau adanya peningkatan tekanan pada daerah perut yang menyebabkan peningkatan tekanan pada kandung kemih, seperti saat batuk, bersin, tertawa, olahraga, dan saat berhubungan seksual. Stress inkontinensia dapat sangat mengganggu aktivitas anda sehari-hari dan bahkan membuat anda merasa malu dan stress. Sebagian besar orang mengira bahwa stress inkontinensia lebih sering terjadi pada wanita paruh baya atau lanjut usia, akan tetapi, berdasarkan seorang ahli ginekologi di Amerika, stress inkontinensia justru lebih sering terjadi pada wanita muda saat berhubungan seksual. Stress inkontinensia dapat terjadi saat berhubungan seksual maupun saat berolahraga. Terjadinya stress inkontinensia saat berhubungan seksual tentu dapat membuat anda merasa malu dan enggan berhubungan seksual. Bila hal ini terus berlangsung maka tidak mungkin stress inkontinensia juga dapat mengganggu hubungan anda dan pasangan anda. Selain itu, penderita stress inkontinensia juga dapat mengalami keluarnya air kemih saat berolahraga, di mana keluarnya air kemih ini tidak disadari oleh penderita dan membuatnya sangat malu. Stress inkontinensia merupakan penyebab tersering inkontinensia urin pada wanita muda dan penyebab kedua tersering terjadinya inkontinensia urin pada wanita lanjut usia.   Penyebab Stress inkontinensia terjadi akibat kelemahan otot-otot dasar panggul. Semakin lemah otot-otot ini maka semakin besar kemungkinan anda untuk mengalami gejala stress inkontinensia yang berupa pengeluaran air kemih saat aktivitas fisik, seperti saat berolahraga, berhubungan seksual, bersin, tertawa, batuk, atau melompat tanpa adanya kontraksi kandung kemih. Kelemahan otot dasar panggul ini dapat diakibatkan oleh peregangan otot yang berlebihan yang mengakibatkan kerusakan otot tersebut. Hal ini dapat terjadi akibat kehamilan dan persalinan yang cukup sering. Selain itu, kelemahan otot dasar panggul juga biasa terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Walaupun demikian, terjadinya stress inkontinensia bukanlah suatu bagian dari proses penuaan. Berat badan berlebih atau obesitas juga dapat menyebabkan kelemahan otot-otot dasar panggul dan menyebabkan terjadinya stress inkontinensia. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami pengeluaran air kemih tanpa disadari atau bila gejala memburuk (menjadi semakin sering atau mengganggu aktivitas harian anda).   Pengobatan Tujuan pengobatan stress inkontinensia adalah untuk menguatkan kembali otot-otot dasar panggul yang telah melemah. Senam Kegel merupakan salah satu cara untuk membantu menguatkan kembali otot panggul anda. Cara melakukan senam Kegel adalah dengan membuat otot-otot dasar panggul anda berkontraksi, seperti saat anda sedang berusaha untuk menghentikan aliran air kemih anda. Pertahankah kontraksi otot ini selama 10 detik dilanjutkan dengan merelaksasikannya selama 10 detik. Ulangi gerakan ini sebanyak 30-40 kali setiap harinya untuk membantu menguatkan kembali otot-otot dasar panggul anda.   Sumber: webmd
 21 Oct 2019    08:00 WIB
Tips Mengurangi Stress dan Tidur Lebih Nyenyak
Stress merupakan suatu reaksi terhadap berbagai hal. Stress dapat mendorong anda untuk bekerja lebih baik, tetapi stress berlebihan dapat membuat anda menjadi tegang, lelah, emosi, dan bahkan dapat menyebabkan gangguan tidur. Tanda-tanda Stress Beberapa gejala bahwa anda stress adalah: Depresi Gangguan tidur Tegang Cemas Berbagai kesalahan dalam bekerja Gangguan konsentrasi Apatis Jika anda mengalami stress dan tidak menangani hal ini dengan baik, maka dapat terjadi gangguan pada kesehatan anda. Di bawah ini terdapat beberapa tips untuk mengurangi stress sehingga anda dapat tidur lebih nyenyak. Cari Penyebabnya Langkah awal untuk menangani stress adalah dengan mengetahui penyebabnya. Apakah karena keadaan fisik anda, pekerjaan anda, atau hubungan anda. Setelah anda mengetahui apa penyebab stress anda, maka anda dapat mencari beberapa jalan keluar yang dapat dilakukan. Keluarga, Teman, dan Pasangan Orang terdekat adalah salah satu penghilang stress terbaik, terutama bila stress yang anda alami disebabkan oleh pekerjaan atau teman sekerja anda. Menceritakan permasalahan anda dapat membuat anda merasa lebih baik. Ubah Cara Anda Berpikir Seringkali, anda atau orang terdekat mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap diri anda. Hal ini menyebabkan kegagalan dapat membuat anda merasa stress. Karena itu, ubahlah cara anda berpikir dalam beberapa hal menjadi lebih positif, sehingga anda tidak cepat merasa stress terhadap semua kegagalan dan kesulitan yang anda alami. Olahraga Berolahraga dan melemaskan otot-otot yang terasa kaku dan nyeri akibat stress juga dapat mengurangi rasa stress anda. Akan tetapi, bila anda berusia di atas 50 tahun atau memiliki suatu penyakit kronik tertentu, sebaiknya konsultasi dengan dokter anda terlebih dahulu mengenai olahraga apa yang sebaiknya anda lakukan. Tidur Cukup Tidur yang nyenyak dan cukup dapat membuat anda merasa lebih segar di pagi hari dan mengurangi rasa lelah dan stress anda. Bila anda kurang tidur, anda akan menjadi lebih murdah marah dan cepat lelah, yang membuat anda dapat merasa semakin tertekan. Orang dewasa biasanya membutuhkan sekitar 7-8 jam waktu tidur setiap harinya. Jika anda mempunyai gangguan tidur atau seringkali sulit tidur, konsultasikan dengan dokter anda tentang obat-obatan yang dapat anda gunakan, kapan digunakan, dan untuk berapa lama. Pembagian Tugas Bekerja terlalu keras dan terlalu banyak dapat membuat anda merasa stress. Oleh karena itu, lakukanlah pembagian tugas dengan teman sekerja atau bawahan anda, sehingga beban kerja anda berkurang dan anda mempunyai waktu yang lebih banyak untuk memanjakan diri anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang    
 08 Oct 2019    18:00 WIB
Luka Pada Usus Besar dan Hubungannya Dengan Stress
Timbulnya luka pada usus besar atau dalam istilah kedokteran disebut dengan kolitis ulserativa dapat dimulai sejak masa remaja. Kolitis ulserativa merupakan salah satu penyakit peradangan saluran cerna yang menyebabkan terjadinya peradangan dalam waktu lama, yang biasanya hanya mengenai dinding dalam usus besar dan rektum (bagian usus yang menghubungkan usus besar dengan anus).PenyebabWalaupun penyebabnya tidak diketahui, beberapa ahli menduga bahwa keadaan ini disebabkan oleh proses autoimun. Proses autoimun merupakan suatu keadaan di mana sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu sensitif dan menyerang organ dan jaringan tubuh yang sehat sehingga menimbulkan suatu penyakit. Faktor ResikoBeberapa hal lainnya yang juga mungkin berperan dalam terjadinya kolitis ulserativa adalah:•  Faktor genetika•  Faktor lingkungan•  Kebiasaan merokok•  Stress psikologisStress dan Kolitis UlserativaSaat seseorang merasa tertekan atau stress, maka tubuh akan mempersiapkan diri untuk melakukan tindakan "lari" atau "lawan" dengan menghasilkan berbagai hormon, seperti adrenalin dan sitokin. Adrenalin dan sitokin akan menstimulasi sistem kekebalan tubuh dan memicu terjadinya peradangan (inflamasi). Pada penderita kolitis ulserativa yang sedang mengalami masa remisi (masa bebas gejala), maka keadaan ini akan memicu terjadinya kekambuhan. Banyak hal yang dapat menimbulkan stress, mulai dari kehilangan pekerjaan, perceraian, hingga menderita kolitis ulserativa. Penderita kolitis ulserativa seringkali merasa stress bila harus berpergian ke suatu tempat karena takut mengalami kekambuhan gejala.Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rasa stress dapat meningkatkan resiko terjadinya kekambuhan kolitis ulserativa pada orang yang memang telah mengalami kolitis ulserativa, tetapi rasa stress ini tidak dapat menyebabkan terjadinya kolitis ulserativa. Selain stress, terdapat beberapa hal lainnya yang juga dapat memicu terjadinya kekambuhan gejala kolitis ulserativa, yaitu:•  Penggunaan antibiotika, pil KB, dan obat golongan NSAID (aspirin, ibuprofen, dan naproksen)•  Beberapa jenis makananGejalaGejala kolitis ulserativa yang dapat ditemukan adalah:•  Nyeri atau kram perut•  Demam ringan•  Keluar darah dari anus•  Diare•  Merasa sangat lelah•  Kehilangan nafsu makan•  Penurunan berat badan•  Anemia•  Nyeri sendi yang disertai dengan pembengkakan sendi dan kulit tampak kemerahan•  Gangguan hatiPengobatanPengobatan untuk mengatasi kolitis ulserativa ringan hingga sedang biasanya dimulai dengan pemberian obat-obatan untuk meredakan peradangan (inflamasi) dan mencegah kekambuhan. Jika penderita mengalami stress dan menimbulkan kekambuhan, maka penderita mungkin harus mengkonsumsi obat-obatan yang lebih kuat untuk membantu mengatasi gejala dan mengurangi rasa cemas. Untuk mengurangi rasa stress, terdapat beberapa terapi yang dapat membantu, mulai dari terapi konseling (terapi kognitif) yang bertujuan untuk mengubah perasaan seseorang dengan cara mengubah cara berpikirya, hingga olahraga (yoga atau meditasi).Sumber: webmd
 06 Oct 2019    16:00 WIB
Atasi Stress Dengan 6 Tips Berikut
1.      Hirup Napas Dalam-dalam Menghirup napas dalam-dalam dapat membantu anda menurunkan kadar hormon stress, menurunkan denyut jantung, dan menurunkan tekanan darah anda. Beberapa langkah yang dapat anda lakukan adalah: Duduk dengan satu tangan diletakkan pada perut dan tangan lainnya pada dada Tariklah napas dengan perlahan dan dalam melalui hidung anda sampai paru-paru anda terasa penuh Tahanlah napas anda selama beberapa detik Hembuskan napas secara perlahan melalui mulut anda Ulangi hal ini beberapa kali   2.      Meditasi Meditasi dapat membantu tubuh dan pikiran terasa lebih santai dan tenang. Duduklah dengan tenang dan nyaman setiap harinya, kemudian mulai fokuskanlah pikiran anda pada napas anda, sebuah benda atau bahkan sebuah kata. Bila sebuah pikiran atau hal lainnya mengganggu konsentrasi anda, segera singkirkan hal tersebut dan kembali fokus pada napas anda.   3.      Olahraga Berolahraga selama 20 menit setiap harinya dapat membantu menenangkan pikiran anda dan menurunkan hormon stress di dalam tubuh anda. Anda dapat melakukan berbagai jenis olahraga seperti berjalan, bersepeda, dan berenang. Selain itu, berolahraga juga dapat meningkatkan kadar endorfin, suatu bahan kimia di dalam otak yang dapat memperbaiki mood anda. Bahkan berolahraga ringan dapat membuat anda merasa lebih santai.   4.      Diet Sehat Berbagai jenis makanan kaya vitamin C seperi jeruk dan jeruk bali dapat menurunkan kadar hormon stress di dalam tubuh anda. Makanan yang mengandung omega 3 seperti salmon dan kacang-kacangan dapat membuat anda merasa lebih santai dan tenang. Selain itu, diet sehat dan seimbang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh anda dan dengan demikian membuat anda dapat menangani stress dengan lebih baik. Perbanyaklah mengkonsumsi sayur dan buah-buahan. Dark coklat juga dapat menurunkan kadar hormon stress.   5.      Berpikir Positif Berpikir negatif dan terus mengkritik diri anda dapat membuat anda merasa semakin stress. Berpikir positif tentang diri anda dapat membuat anda merasa lebih tenang.   6.      Tidur yang Cukup Tidur yang cukup di malam hari dapat membantu anda melawan stress di esok hari. Tidurlah selama minimal 7 jam setiap harinya. Jika anda mengalami kesulitan tidur, di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu anda, yaitu: Tidur dan bangunlah pada waktu yang sama setiap harinya, bahkan juga pada waktu libur Hindari mengkonsumi kafein setelah pukul 15.00 dan jangan mengkonsumsi alkohol berdekatan dengan waktu tidur Jika anda ingin tidur siang, lakukanlah jauh sebelum waktu tidur anda di malam hari Berolahraga secara teratur   Sumber: webmd  
 27 Jul 2019    11:00 WIB
Sakit di Ulu Hati? Ternyata Stress Bisa Jadi Penyebabnya
Mual dan nyeri ulu hati dapat disebabkan oleh berbagai hal. Infeksi oleh bakteri dan virus merupakan penyebab utama terjadinya mual dan muntah. Selain faktor fisik, faktor psikologis pun memegangn peranan. Cemas, stress, dan bahkan senang juga dapat menyebabkan timbulnya nyeri ulu hati. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan timbulnya keluhan nyeri ulu hati adalah: Kecemasan sosial seperti pada saat anda pertama kali masuk kerja atau sekolah Rasa cemas saat anda harus menjadi pembicara di suatu acara atau rapat kantor Rasa stress atau takut yang dapat disebabkan oleh masalah keuangan, masalah di kantor, masalah dengan pasangan Merasa terlalu gembira pun dapat menyebabkan gangguan pada perut anda, seperti saat anda hendak menikah, lulus kuliah, atau bahkan berlibur   Emosi dan Efeknya Pada Tubuh Anda Emosi apapun yang anda rasakan, baik senang, sedih, marah, stress, bahagia, atau takut dapat membuat tubuh berespon secara berbeda-beda dan dapat terjadi secara tiba-tiba serta dalam waktu singkat. Contohnya di saat anda marah maka anda akan merasa berdebar-debar, peningkatan tekanan darah, dan pengeluaran adrenalin, demikian juga dengan sistem pencernaan anda. Seorang ahli mengatakan bahwa emosi berlebihan dapat menyebabkan tubuh anda bekerja secara berlebihan dan dengan demikian menyebabkan terjadinya gangguan sistem pencernaan, seperti nyeri ulu hati, mual, muntah, dan diare.   Apa yang Dapat Saya Lakukan ? Segera periksakan diri anda ke dokter bila anda atau anak anda sering mengalami gangguan pencernaan seperti nyeri ulu hati atau mual untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi virus atau bakteri, refluks asam lambung, intoleransi laktosa, dan sembelit yang biasanya menyebabkan timbulnya nyeri ulu hati dan muntah pada anak-anak. Pada anak-anak yang lebih besar, nyeri ulu hati atau muntah juga dapat disebabkan oleh adanya rasa cemas atau stress seperti pada orang dewasa. Untuk itu, anda perlu memperhatikan kapan nyeri ulu hati timbul. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengatasi timbulnya nyeri ulu hati akibat stress atau cemas, yaitu: Tarik napas dalam-dalam Olahraga ringan seperti berjalan atau merenggangkan tubuh dapat membantu mengurangi stress pada tubuh anda dan mengurangi rasa senang yang berlebihan Meditasi juga dapat membantu anda merasa lebih tenang dan relaks Beristirahat sejenak dari pekerjaan atau kesibukan anda dapat membantu mengatasi rasa stress. Lakukanlah berbagai hal yang anda sukai seperti menonton televisi, membaca, atau bermain Menyemangati diri anda dengan berpikir positif dapat mengurangi rasa cemas Hubungi keluarga atau teman atau pasangan anda untuk mendapatkan dukungan Tidur siang dan waktu tidur yang cukup di malam hari juga dapat membuat tubuh anda terasa lebih relaks dan mengurangi stress Bila gejala memburuk, maka anda atau anak anda mungkin memerlukan pertolongan medis. Pertolongan medis ini dapat berupa pemberian cairan yang cukup, obat-obatan, atau perubahan gaya hidup. Penuhi Kebutuhan Cairan Anda Bila stress atau cemas membuat anda atau anak anda mual dan muntah, maka pemberian cairan merupakan suatu hal yang sangat penting. Tunggulah sekitar 30-60 menit setelah muntah sebelum mencoba memakan atau meminum apapun. Jangan paksakan diri anda atau anak anda untuk meminum banyak cairan sekaligus. Hal ini justru akan menimbulkan rasa mual dan akhirnya muntah. Minumlah air sedikit-sedikit tetapi sering, satu sendok makan setiap kalinya. Hindari mengkonsumsi makanan padat hingga 6 jam setelah muntah. Makanan dan Minuman Untuk Mengurangi Mual Banyak orang mengatakan bahwa teh atau jahe dapat mengatasi rasa tidak nyaman pada perut anda serta mengurangi rasa mual. Ketahuilah makanan atau minuman apa yang dapat meredakan rasa mual atau nyeri ulu hati pada anda dan anak anda. Obat-obatan Tanyakan pada dokter anda mengenai obat-obatan apa yang dapat anda gunakan untuk mengatasi mual dan nyeri ulu hati. Hindari Mencium Bau-bauan Berbagai bau-bauan kuat seperti bau masakan, asap rokok, dan parfum dapat membuat anda merasa lebih mual atau bahkan muntah. Menghindari bau-bauan ini dapat membantu mencegah muntah di saat anda mual. Perubahan Gaya Hidup Sembelit atau konstipasi dapat merupakan salah satu gejala stress baik pada anak maupun dewasa. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya tingkatkan konsumsi serat anda. Diare pun dapat merupakan gejala stress baik pada anak maupun dewasa. Pemberian probiotik dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada perut anda.   Sumber: webmd
 24 Feb 2019    16:00 WIB
Apa Beda Stress dan Depresi?
Tahukah anda apa perbedaan antara stress dan depresi? Sebagian besar orang mungkin menganggap bahwa keduanya merupakan hal yang sama. Akan tetapi, terdapat suatu perbedaan besar antara stress dan depresi.Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya stress dan depresi. Baik stress maupun depresi dapat mempengaruhi kesehatan anda, baik fisik, emosional, maupun jiwa anda. Apa Itu Stress?Stress merupakan suatu respon terhadap berbagai kejadian atau hal yang membuat anda menyebabkan perubahan atau mengancam kehidupan anda. Stress terjadi akibat pikiran anda dan apa yang anda rasakan mengenai suatu hal. Stress biasanya dicirikan dengan adanya suatu rasa kewalahan. Hal ini dapat diakibatkan oleh telah terlewatinya batas ketahanan anda atau akibat tertekan dalam waktu yang terlalu lama. Kadangkala, rasa stress dapat membantu anda menyelesaikan berbagai pekerjaan atau hal yang harus anda lakukan, akan tetapi terlalu banyak rasa stress yang anda rasakan juga dapat membuat anda merasa tertekan dan kelelahan.Apa Itu Depresi?Depresi merupakan suatu gangguan mood. Diagnosa depresi seringkali ditegakkan saat anda mengalami suatu perasaan sedih dan putus asa pada sebagian besar waktu yang seringkali juga diikuti dengan hilangnya minat untuk melakukan sesuatu hal yang biasanya anda sukai. Anda juga mungkin mengalami gangguan tidur, perubahan nafsu makan, merasa bersalah, tidak ada motivasi hidup, dan menarik diri dari lingkungan. Depresi yang terjadi dapat bervariasi, dari ringan hingga berat (psikosis). Depresi juga dapat terjadi dalam jangka waktu pendek (sebentar) atau dalam waktu lama (gangguan jiwa jangka panjang).Depresi merupakan gangguan yang lebih berat dan berlangsung lebih lama daripada stress, dan memerlukan penanganan yang berbeda.Beda Depresi dan StressBaik depresi maupun depresi memiliki gejala yang hampir mirip. Akan tetapi, gejala depresi biasanya jauh lebih berat dan berlangsung selama setidaknya 2 minggu. Depresi juga menyebabkan perubahan besar pada mood, seperti merasa sangat sedih dan putus asa. Anda juga dapat merasa lelah dan tidak dapat melakukan pekerjaan apapun. Gejala StressBeberapa gejala stress yang dapat ditemukan adalah:•  Sulit tidur•  Merasa kewalahan•  Gangguan daya ingat•  Kesulitan berkonsentrasi•  Perubahan kebiasaan makan•  Merasa gugup atau cemas•  Merasa marah, mudah tersinggung, atau mudah merasa frustasi•  Merasa sangat lelah akibat belajar atau tugas sekolah•  Merasa anda tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan di dalam kehidupan anda•  Kesulitan mengikuti pelajaran di dalam kelas atau menjalani kehidupan anda sehari-hari Gejala DepresiBeberapa gejala depresi yang dapat ditemukan adalah:•  Menarik diri dari pergaulan atau lingkungan•  Merasa sedih dan putus asa•  Merasa tidak bertenaga, kurang semangat dan kekurangan motivasi•  Kesulitan membuat keputusan•  Merasa gelisah, mudah marah, dan mudah tersinggung•  Makan lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya•  Tidur lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya•  Kesulitan berkonsentrasi•  Gangguan daya ingat•  Merasa bersalah atau merasa diri sangat buruk•  Dipenuhi oleh amarah•  Merasa bahwa anda tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan atau masalah di dalam kehidupan anda•  Kesulitan mengikuti pelajaran di dalam kelas atau menjalani kehidupan anda sehari-hari•  Adanya pikiran  untuk bunuh diri Baca juga: Hobi Tepat Atasi Stress Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: mentalhealthamerica, kayefrank
 12 Dec 2018    18:00 WIB
Terlalu Stress Untuk Berhubungan Seksual?
Bagaimana cara Anda menghadapi stress? Banyak orang beralih ke makanan, minum atau olahraga untuk melepaskan stress. Ternyata seks juga dapat menjadi salah satu cara melepaskan stress. Tetapi terkadang stress yang Anda rasakan justru mengekang keinginan berhubungan seksual. Antara pekerjaan, keluarga dan kebutuhan hidup lainnya, seks sering kali menjadi nomor terakhir dalam daftar prioritas seseorang. Bahkan pada pasangan dapat mengalami stress karena kelelahan dan semakin lama semakin tidak memperhatikan kehidupan seksual mereka. Stress memang mempengaruhi pria dan wanita dengan cara yang berbeda. Para antropologis percaya jika para wanita cenderung untuk pergi dengan teman-temannya saat menghadapi stress. Dahulu kala saat para pria pergi untuk berburu, para wanita akan tetap di rumah bersama anak-anak dan bila ada bahaya muncul, misalnya serangan binatang buas, para wanita tidak akan ikut bertarung tetapi berkumpul bersama kelompok wanita di kaumnya. Apakah hubungannya dengan masa kini? Saat menghadapi stress, para pria cenderung lari dari situasi yang menyebabkan stress, mungkin pergi bersembunyi ke dalam kamar, bermain game atau olahraga. Kebanyakan pria melepaskan stress dengan melakukan aktifitas fisik, misalnya dengan aktifitas seksual.Sementara wanita lebih tertarik untuk meringkuk di sofa, ingin bertambah dekat dengan keluarga. Mereka mungkin akan bersama teman-temannya untuk membicarakan masalah mereka. Apapun pilihan para wanita, seks sering menjadi pilihan terakhir mereka dalam menghadapi stress. Terlebih saat mereka merasa pada titik terendah dalam kehidupannya. Tentu saja penjabaran diatas tidak sepenuhnya benar. Contohnya, jika pria cenderung melepaskan stress dengan melakukan hubungan seksual, ada beberapa tipe stress yang membuat mereka tidak bernafsu untuk berhubungan seksual. Sebagai contoh, saat pria sedang khawatir mengenai pekerjaan atau keuangan, mereka menjadi tidak berminat terhadap seks. Banyak pria mendefinisikan maskulinitas sebagai kemampuan untuk menjaga keluarganya. Sesaat mereka berpikir mereka tidak mempu memenuhi tanggung jawabnya akan sangat mempengaruhi kemampuannya di tempat tidur. Berikut adalah beberapa hal yang harus diingat saat berhadapan dengan stress dan seks:•  Jangan menunggu sampai hari berakhir untuk berhubungan seksual, cobalah waktu-waktu lain untuk menikmati seks. Daripada menunggu sampai jam 11 malam, saat Anda sudah merasa lelah dan ingin segera tidur, cobalah seks di pagi hari sebelum Anda pergi bekerja.•  Jangan paksakan seks jika memang Anda tidak berminat. Tetapi bukan berarti Anda menghabiskan waktu dengan melewati sepanjang hari dengan berciuman dan lain sebagainya. Walaupun hal tersebut tidak selalu berakhir dengan seks, tetapi hubungan yang Anda buat haruslah karena ikatan yang kuat dan siap melakukan seks saat waktunya tepat.•  Perhatikan kesehatan Anda. sangat mudah untuk Anda berpaling ke alkohol atau makanan sebagai pelampiasan stress Anda. tetapi dengan melakukan hal tersebut malah akan memperburuk kemampuan seksual Anda. Daripada merusak tubuh dengan alkohol, alihkanlah stress Anda dengan sesuatu yang menyehatkan, misalnya dengan olahraga dengan benar, makan makanan sehat. seks juga dapat menjadi bagian penting untuk kesehatan Anda. Seks tidak hanya dapat membakar kalori, tetapi juga dapat menurunkan tingkat stress Anda.Sumber: foxnews
 28 Nov 2018    08:00 WIB
Wow Stress Bisa Bikin Otak Menyusut
Stres dapat menjadi bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan kita sehari-hari, tetapi ketika kita merasa stres dan tetap tertekan, itu bukan sesuatu yang nyaman. Ketika kita mengalami stress, mungkin di pekerjaan kita, dalam kehidupan rumah tangga atau di kehidupan keluarga, dsb. Sadarkah terkadang kita jadi lebih sulit dalam berpikir dan mengambil keputusan, sulit untuk mengingat sesuatu dan berkonsentrasi bahkan untuk hal sederhana sekalipun. Pada saat itu, mungkin rasanya seperti alam semesta berkonspirasi melawan kita. Tetapi ada alasan ilmiah, yaitu apa yang akan terjadi jika kita sering stres: Stres memiliki kemampuan untuk secara fisik mengecilkan otak Anda. Ketika kita merasa stres, tubuh kita melepaskan kortisol, alias hormon stres. Dalam stress yang ringan, ini bukan hal yang buruk. Kortisol memiliki kekuatan untuk menurunkan tekanan darah Anda, mengelola gula darah Anda, dan mengurangi peradangan di dalam tubuh. Para peneliti di University of California di Berkeley, menemukan bahwa ketika tikus laboratorium terkena peristiwa stres singkat, sel-sel induk di otak mereka benar-benar mekar menjadi sel-sel saraf baru. Hasilnya, kinerja mental tikus meningkat. Tetapi stres kronis - yaitu, tingkat stres yang berulang-ulang dan berkepanjangan, berbeda hasilnya dengan stress ringan. Dalam jangka waktu yang lama, peningkatan kadar kortisol dapat mendorong kita menjadi penderita obesitas, penyakit jantung, depresi, tekanan darah tinggi, dan perilaku gaya hidup yang tidak sehat. "Tingkat kortisol yang tinggi disekresikan karena kerusakan stres dan mengurangi volume otak," kata Dr Janette Nesheiwat, dokter keluarga dan pengobatan darurat di New York City. "Kita bisa membuktikan dan melihat hal ini pada scan otak." Dua area yang terkena adalah hippocampus (yaitu, bagian dari otak besar yang terletak di lobus temporal. Manusia memiliki dua hippocampus, yakni pada sisi kiri dan kanan. Hipokampus merupakan bagian dari sistem limbik dan berperan pada kegiatan mengingat (memori) dan navigasi ruangan). yang memainkan peran sentral dalam pembelajaran dan ingatan, dan korteks prefrontal, yang mengatur pikiran, emosi, dan tindakan dengan "berbicara" ke daerah otak lainnya. Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan online di jurnal Neurology, peneliti memeriksa kadar kortisol dalam darah 2.231 orang setengah baya yang sehat. Mereka juga menilai ingatan dan kemampuan berpikir mereka dan mengambil gambar otak mereka. Ditemukan pada tiap orang, terutama wanita, memiliki kadar kortisol yang tinggi dalam darah mereka, dinyatakan dalam tes memori dan kognitif nya lebih payah. Seiring waktu, mereka juga tampak kehilangan volume otak. "Volume otak dan kinerja memori yang sedikit lebih rendah dari ukuran yang terlihat dalam penelitian ini dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih tinggi 10 hingga 20 tahun kemudian," kata Dr. Sudha Seshadri, salah satu penulis dan direktur studi dari Glenn Biggs Institute for Alzheimer. dan Neurodegenerative Diseases di UT Health San Antonio. Dr. Monica Starkman, seorang psikiater fakultas di Universitas Michigan Medical School, mengamati fenomena "penyusutan" serupa pada pasien dengan penyakit Cushing aktif,  Ini adalah kondisi langka di mana terlalu banyak kortisol diproduksi di dalam tubuh. (Cushing adalah penyakit yang timbul ketika kelenjar adrenal pada tubuh terlalu banyak memproduksi hormon kortisol, yang dikenal sebagai simtoma hiperkortisolisme). "Ketika kami menggunakan [sebuah] MRI untuk memeriksa otak mereka, kami menemukan bahwa memang, hippocampus berkurang ukurannya dibandingkan dengan norma-norma untuk subyek manusia," kata Starkman. Namun sebelum kita menekankan tentang otak kita yang menyusut, perlu diingat bahwa tidak jelas apakah perubahan ini permanen atau tidak. Ketika pasien Starkman diteliti satu tahun setelah perawatan mereka untuk penyakit Cushing (yang biasanya terdiri atas operasi pituitari), kadar kortisol mereka turun dan volume hippocampus meningkat. "Skor mereka dalam belajar meningkat juga," kata Starkman. Bagaimana menghadapi rasa stres kita: Hindari hal-hal yang membuat kita mudah stress, sifat lekas marah atau mudah sedih cenderung memicu stres, tetapi itu tidak selalu begitu jelas. "Tanda-tanda kognitif stres dapat mencakup kehilangan memori, kesulitan berpikir, konsentrasi, dan sulit dalam mengambil keputusan," kata Nesheiwat. Stres dapat bermanifestasi sebagai gejala fisik juga. Misalnya, Anda mungkin mengalami kelelahan, penurunan berat badan, sakit kepala, masalah pencernaan, nyeri tubuh, dan nyeri sendi. Ini adalah tips-tips yang dapat membantu kita melawan stress: 1. Lakukan gerakan. Seperti berjalan cepat 10 menit dapat membantu kita merasa lebih siap untuk menghadapi semua yang ada di depan. "Latihan mensekresi endorfin, hormon yang meningkatkan pikiran, konsentrasi, dan suasana hati kita," kata Nesheiwat. Beberapa orang menemukan bahwa latihan rutin mengurangi kecemasan mereka sama seperti obat-obatan. Bahkan lebih baik: Ada bukti bahwa latihan aerobik teratur dapat membantu mempertahankan ukuran dan fungsi otak saat kita bertambah tua. 2. Jangan meremehkan kekuatan tidur. "Tubuh kita menyembuhkan dan beregenerasi ketika kita beristirahat," kata Nesheiwat. Ditambah lagi, jika kita tidak cukup menutup mata, tubuh kita sebenarnya akan meningkatkan output hormon stresnya. Bidik tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam. 3. Makan dengan baik. "Apa yang kita makan merupakan bahan bakar atau tenaga untuk tubuh," kata Nesheiwat. Pilihlah biji-bijian utuh, buah-buahan, dan sayuran, yang mengandung karbohidrat kompleks yang meningkatkan produksi serotonin, neurotransmitter yang membantu meratakan suasana hati kita. Jangan lupa untuk mendapatkan cukup vitamin C. dan segelas jus jeruk murni karena vitamin C dapat menurunkan kortisol. 4. Jagalah kesehatan tubuh. Stres kadang-kadang disebabkan bukan apa yang terjadi di sekitar kita, tetapi tekanan internal, seperti depresi atau diabetes. "Dapatkan evaluasi medis menyeluruh," kata Dr. Santosh Kesari, seorang ahli saraf, ketua dan profesor dari departemen neurosciences translasi dan neuroterapeutik di John Wayne Cancer Institute di Providence Saint John's Health Center di Santa Monica , California. 5. Jangkau teman-teman. Ketika kita bersosialisasi dan merasa didukung, tubuh kita menghasilkan lebih banyak oksitosin. Hormon "merasa baik" ini mengurangi kecemasan dan membangkitkan rasa tenang, juga memiliki kekuatan untuk mengurangi tingkat kortisol yang mengganggu itu. 6. Berikan otak kita istirahat. Latihan penuh perhatian seperti yoga, relaksasi, dan meditasi tidak akan secara ajaib membuat stres kita menghilang, tetapi dapat membantu kita menghadapinya dengan lebih baik.   Sumber : www.healthline.com