Your browser does not support JavaScript!
 24 May 2020    11:00 WIB
Obesitas dan Hubungannya Dengan Prestasi Sekolah Anak Anda
Seiring dengan kemajuan teknologi dan berbagai kemudahan yang dihasilkannya membuat manusia lebih jarang bergerak yang mengakibatkan peningkatan obesitas, baik pada orang dewasa maupun pada anak-anak. Sebuah penelitian di Amerika dan Inggris menemukan bahwa ternyata obesitas tidak hanya mempengaruhi kesehatan anak anda tetapi juga prestasinya di sekolah. Keadaan ini terutama tampak pada remaja perempuan. Hubungan antara obesitas dan prestasi sekolah anak tidak begitu jelas terlihat pada remaja laki-laki. Sebuah penelitian yang dilakukan pada hampir 6.000 pelajar di Inggris membandingkan antara indeks massa tubuh pada para pelajar ini dari saat mereka berusia 11-16 tahun dengan prestasi mereka di sekolah selama waktu tersebut. Sekitar 71% pelajar ini memiliki berat badan normal dan sekitar 15% pelajar mengalami obesitas pada awal penelitian dilakukan. Para peneliti kemudian memberikan ujian akademis berupa ujian bahasa inggris, matematika, dan ilmu pengetahuan alam sebanyak 3 kali, yaitu saat mereka berusia 11, 13, dan 16 tahun. Setelah menyingkirkan berbagai faktor resiko lain seperti status sosial ekonomi, IQ, dan siklus menstruasi, para peneliti menemukan bahwa remaja perempuan yang mengalami obesitas saat berusia 11 tahun memperoleh nilai yang lebih buruk saat berusia 11, 13, dan 16 tahun dibandingkan dengan remaja yang tidak mengalami obesitas. Para peneliti menemukan bahwa mengalami obesitas saat berusia 11 tahun dapat menurunkan kemampuan anak dari C menjadi D saat berusia 16 tahun. Alasan mengapa obesitas dapat mempengaruhi prestasi sekolah anak anda, terutama pada remaja perempuan belum dapat dipastikan. Akan tetapi, sebuah penelitian menduga bahwa obesitas dapat mempengaruhi kesehatan mental para remaja ini. Terutama karena remaja perempuan lebih terpengaruh oleh berat badannya daripada remaja laki-laki. Obesitas dapat menyebabkan anak menjadi tidak percaya diri, tidak menyukai penampilannya, dan bahkan merasa depresi yang membuatnya sering bolos sekolah yang pada akhirnya membuat prestasi belajarnya di sekolah pun menjadi lebih buruk. Obesitas dan prestasi sekolah anak anda juga mungkin memiliki hubungan timbal balik. Prestasi belajar yang buruk juga memiliki peranan dalam terjadinya obesitas, misalnya saat anak anda mendapat nilai ujian yang jelek, maka ia mungkin makan lebih banyak untuk membuatnya merasa lebih baik. Gangguan tidur yang terjadi pada remaja yang mengalami obesitas juga dapat mempengaruhi prestasi anak di sekolah dan juga mempengaruhi fungsi otaknya. Waktu tidur yang kurang dapat membuatnya merasa mengantuk di kelas dan sulit berkonsentrasi. Hal terbaik untuk mencegah gangguan prestasi di sekolah ini adalah dengan mengatasi berbagai penyebab obesitas.Sumber: npr
 23 Feb 2020    11:00 WIB
Berbagai Bahaya Obesitas Bagi Kesehatan Anda!
Kegemukan atau obesitas bukanlah fenomena yang baru lagi. Obesitas sendiri sebenarnya adalah suatu kondisi di mana lemak di dalam tubuh tertimbun pada jaringan di bawah kulit (subkutan) dan di sekitar organ tubuh, yang kemudian akan meluas ke dalam jaringan organ tersebut.   Baca Juga: Apakah Obesitas Berkaitan Dengan Genetik?   Obesitas sendiri sebenarnya dapat diakibatkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Hal ini sangatlah berbahaya karena akan berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Berat badan berlebih akan memicu terjadinya berbagai jenis penyakit kronis seperti diabetes atau penyakit jantung, serta berbagai bahaya lainnya seperti yang akan dibahas di bawah ini.   Gangguan Pernapasan Penderita obesitas cenderung mengalami kesulitan bernapas dan napasnya pun biasanya sangat pendek. Hal ini dikarenakan adanya tumpukan lemak pada daerah dada dan leher yang membuat penderita kesulitan ketika akan menarik dan menghembuskan napas.   Nyeri Sendi Lutut Berat tubuh yang berlebih juga dapat menimbulkan rasa nyeri pada persendian dan otot-otot kaki. Untuk kondisi tertentu, nyeri yang tak kunjung sembuh ini dapat menyebabkan perubahan bentuk postur tubuh. Hal ini dikarenakan kelebihan berat badan akan memberikan tekanan (beban) tambahan bagi lutut dan pergelangan kaki penderita.   Gangguan Pada Kulit Obesitas juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan kulit karena perubahan pada kadar hormon di dalam tubuh. Selain itu, timbunan lemak yang berlebih juga akan membuat kulit menjadi lebih lebar sehingga akan tercipta garis-garis halus (selulit). Bahkan lipatan lemak ini dapat menjadi tempat jamur dan bakteri untuk tumbuh dengan subur dan memicu terjadinya infeksi.   Depresi Bahaya obesitas lainnya bagi kesehatan adalah timbulnya rasa stress, bahkan depresi karena rasa malu dan rasa rendah diri yang seringkali mereka rasakan.   Varises Varises adalah suatu keadaan di mana pembuluh darah (vena) melebar karena melemahnya dinding pembuluh darah. Varises ditandai dengan munculnya garis-garis berwarna ungu atau biru. Varises sebenarnya juga dapat diturunkan secara genetik, namun lebih sering terjadi karena obesitas.   Sumber: dechare
 12 Feb 2020    11:00 WIB
Apa Itu Obesitas Sekunder?
Pada sebagian besar kasus, obesitas sebenarnya terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat dan kurang aktif, yang membuat seseorang memiliki berat badan berlebihan atau indeks massa tubuh lebih dari 25. Indeks massa tubuh sendiri dihitung dengan cara membagi berat badan (dalam kg) dengan tinggi badan kuadrat (dalam meter). Obesitas sekunder adalah suatu keadaan di mana gangguan medis tertentu yang Anda derita menyebabkan Anda mengalami peningkatan berat badan. Beberapa gangguan medis yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas sekunder adalah: Gangguan endokrin seperti sindrom cushing, hipotiroidisme, diabetes tipe 2, pseudohipoparatiroidisme, sindrom polikistik ovarium Gangguan genetika seperti sindrom Prader-Willi, sindrom Bardet-Biedel, sindrom Cohen Gangguan sistem saraf pusat seperti tumor hipotalamus, trauma atau peradangan pada bagian hipotalamus Penyebab lainnya seperti obat anti psikotik, obat anti depresan, gangguan makan, bulimia nervosa   Baca juga: Berbagai Bahaya Obesitas Bagi Kesehatan Anda!   Bagaimana cara mengatasi obesitas sekunder? Pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi obesitas sekunder tergantung pada penyebabnya. Bila disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu, maka menghentikan konsumsi obat biasanya dapat membantu. Akan tetapi, tidak dianjurkan untuk menghentikan konsumsi obat tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan Anda. Bila disebabkan oleh gangguan lain seperti gangguan endokrin dan gangguan sistem saraf pusat, maka pengobatan terhadap penyebabnya biasanya dapat membantu menurunkan berat badan. Dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memulai suatu diet atau regimen olahraga tertentu.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: hopkinsmedicine, utmb
 11 Jan 2020    11:00 WIB
10 Tanda Anda Mungkin Telah Mengalami Obesitas
• Lutut Terasa Nyeri Jika Anda mengalami nyeri lutut dan memiliki berat badan berlebih yang sangat sulit diturunkan, maka Anda mungkin mengalami obesitas.    Nyeri Pinggang Selain obesitas, memang masih banyak penyebab lain dari nyeri pinggang. Akan tetapi, bila Anda tidak mengalami beberapa hal di bawah ini maka Anda mungkin mengalami obesitas. Beberapa hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri pinggang adalah: Baru saja terjatuh Pernah mengalami suatu kecelakaan di masa lalu Sering mengangkat barang berat Bekerja terlalu keras   Depresi Orang yang mengalami obesitas sering mengalami depresi. Hal ini juga berlaku pada orang yang mengira bahwa mereka mengalami obesitas. Anda mungkin merasa malu untuk pergi ke luar, takut bertemu dengan orang baru, dan takut akan penilaian orang lain. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya depresi. Berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk membantu mengatasi gejala depresi yang mungkin telah Anda alami.   Sulit Berjalan Apakah Anda mengalami kesulitan saat berjalan, terutama bila Anda harus berjalan cukup jauh? Apakah Anda merasa kehabisan napas? Bagi seorang penderita obesitas, berjalan kaki dapat menjadi suatu hal yang sulit dilakukan. Hal ini karena kaki Anda akan mulai terasa nyeri dank ram.   Sulit Melakukan Aktivitas Sehari-hari Apakah Anda mulai sulit melakukan aktivitas sehari-hari? Atau mudah merasa lelah saat harus berdiri dan memasak di dapur? Jika Anda merasa kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari yang biasanya dapat dengan mudah Anda lakukan, maka Anda mungkin harus mulai menurunkan berat badan Anda.   Rasa Seperti Terbakar di Dada Banyak penderita obesitas mengalami gejala tidak enak ini hampir di setiap harinya. Jika Anda sering mengalami gejala ini, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter Anda.   Bercak Kemerahan Pada Daerah Lipatan Tubuh Apakah Anda menemukan adanya bercak kemerahan pada daerah lipatan tubuh Anda. Hal ini dikarenakan panas yang terkumpul pada daerah lipatan tubuh akan menyebabkan kulit menjadi kemerahan. Bercak ini dapat terasa nyeri saat disentuh. Anda dapat mengurangi nyeri dan mencegah terjadinya luka dengan mengoleskan bedak bayi pada daerah lipatan tubuh Anda.   Sesak Napas Apakah Anda sering mengalami sesak napas walaupun tidak berolahraga berat? Sesak napas merupakan salah satu tanda obesitas. Sesak napas saat berjalan dengan jarak dekat juga merupakan salah satu tanda obesitas.   Mendengkur Memiliki kebiasaan mendengkur bukan berarti Anda pasti mengalami obesitas. Akan tetapi, seorang penderita obesitas cenderung lebih sering memiliki kebiasaan ini.    Gangguan Tidur Apnea Seseorang yang menderita obesitas beresiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan tidur apnea. Gangguan tidur apnea merupakan suatu keadaan di mana seseorang mengalami henti napas selama beberapa waktu saat tidur. Berkonsultasilah segera dengan dokter Anda bila Anda mengalami gangguan ini.       Sumber: fitene
 08 Aug 2019    16:00 WIB
Komplikasi Kehamilan Yang Mungkin Terjadi Pada Wanita Obesitas
Jika Anda sudah mengalami obesitas sebelum hamil atau mengalami peningkatan berat badan terlalu banyak saat hamil, maka Anda memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai komplikasi kehamilan. Berbagai komplikasi kehamilan yang dapat terjadi adalah seperti di bawah ini.   Diabetes Gestasional Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang hanya terjadi saat seorang wanita hamil. Jika Anda memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesita sebelum hamil, maka resiko terjadinya diabetes gestasional akan meningkat drastis.   Preeklampsia Preeklampsia merupakan gangguan medis berat yang dapat menyebabkan komplikasi berat dan bahkan dapat berakibat fatal bagi ibu dan bayinya. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya preeklampsia pada wanita hamil.   Trombosis Wanita yang mengalami obesitas juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami trombosis, yaitu suatu keadaan di mana terbentuk bekuan-bekuan darah di dalam pembuluh darah. Jika Anda merokok, maka resiko Anda akan semakin tinggi.   Gangguan Tidur Apnea Gangguan tidur apnea dapat menyebabkan gangguan kesehatan berat pada wanita hamil. Gangguan tidur ini juga dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan tidur apnea pada wanita hamil.   Mundurnya Waktu Persalinan Memiliki berat badan berlebih dapat menyebabkan waktu kelahiran bayi Anda mundur, yang dapat membahayakan kesehatan bayi Anda.   Baca juga: Menderita Diabetes Saat Hamil? Atasi Dengan Ini….   Kesulitan Persalinan Memiliki berat badan berlebih akan membuat persalinan normal menjadi lebih sulit atau bahkan tidak dapat dilakukan. Hal ini tentu saja akan meningkatkan kemungkinan Anda melahirkan melalui operasi Caesar.   Keguguran Saat Anda mengalami obesitas, maka resiko terjadinya keguguran pada awal kehamilan dan kematian bayi di dalam kandungan akan meningkat.   Bayi Besar Wanita yang mengalami obesitas memiliki resiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi yang berukuran lebih besar daripada biasanya (makrosomia).   Gangguan Kronis Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita obesitas memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan kronik seperti gangguan jantung dan diabetes pada saat ia dewasa nanti.   Kelainan Bawaan Wanita yang mengalami obesitas juga memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan kelainan bawaan seperti kelainan saraf tulang belakang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 07 Jan 2019    18:00 WIB
Mengontrol Kebiasaan Makan Pada Anak-Anak Obesitas
Obesitas pada anak-anak bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hal ini banyak terjadi pada anak-anak yang sangat menyukai makanan junk food. Mulailah mengenalkan pada anak-anak mengenai kebiasaan makan yang sehat dari rumah, karena obesitas pada anak-anak biasanya berhubungan dengan kebiasaan makan yang tidak sehat. Hal ini mencakup makanan yang salah dan makan pada waktu yang salah. Dengan mengontrol kebiasaan makan pada anak-anak akan memberikan perubahan yang besar terhadap keseluruhan kesehatan anak-anak. Jika Anda mencari ide bagaimana mengontrol kebiasaan makan pada anak-anak yang mengalami obesitas, berikut adalah beberapa tips efektif yang bisa Anda lakukan. Lebih banyak sayuran Masukkan lebih banyak sayuran pada menu makanan anak Anda dan biasakan mereka untuk memakan sayuran setiap harinya. Ingatlah untuk mengolah sayuran tersebut menjadi makanan yang menarik dan enak. Siapkan sayuran sebisa mungkin untuk membuat anak Anda mau memakannya. Pilihlah makanan yang mengandung kalori rendah Periksalah kadar kalori yang terkandung pada makanan anak Anda. Pilihlah daging tanpa lemak, daging unggas, ikan dan kacang-kacangan sebagai sumber protein. Jenis makanan tersebut akan mencukupi kebutuhan energi dari anak Anda tanpa meningkatkan berat badan anak. Minum banyak air putih Buatlah anak Anda mau meminum banyak air putih untuk mencukupi kebutuhan cairan pada tubuhnya. Ini adalah salah satu metode yang penting untuk mengontrol kebiasaan makan pada anak-anak obesitas.  Hindari junk food Salah satu hal penting yang harus orang tua lakukan adalah tidak memberikan junk food kepada anak. Junk food adalah penyebab utama yang bisa menimbulkan kegemukan. Zat tambahan dan pemberi rasa yang terkandung di junk food menjadikan junk food makanan yang tidak sehat sama sekali. Batasi gula Sangat direkomendasikan untuk membatasi asupan gula pada anak Anda. Peningkatan konsumsi gula dapat meningkatkan resiko obesitas pada anak Anda. Tidak boleh menonton televisi sambil makan Ini adalah kebiasaan yang semakin berkembang di anak-anak usia dini. Makan sambil menonton televisi juga merupakan salah satu alasan mengapa anak-anak mengalami obesitas pada usia dini. Dorong anak untuk melakukan permainan yang melibatkan kekuatan fisik daripada hanya menonton televisi. Dukungan emosional Jika Anda gagal memberikan dukungan emosional pada anak Anda saat mencoba metode mengontrol makan, maka Anda tidak akan pernah sukses melakukannya. Dukungan Anda akan membuat si anak percaya diri untuk maju dan bahkan mengambil inisiatif untuk menurunkan berat badan. Jauhi minuman soda Ketertarikan terhadap minuman bersoda dan berkarbonasi seperti candu untuk anak-anak generasi sekarang. Padahal minuman ini juga sangat berperan meningkatkan berat badan. Sebaiknya Anda mulai mengganti minuman soda dengan jus yang lebih menyehatkan.   Sumber: boldsky
 18 Feb 2018    16:00 WIB
Apa Yang Harus Anda Lakukan Bila Anak Anda Obesitas?
Obesitas atau kelebihan berat badan dapat menyebabkan berbagai efek negatif untuk kesehatan. Terlalu sering konsumsi junk food, terlalu sering main game atau komputer dan jarang beraktivitas akan menyebabkan terjadinya obesitas pada anak. Obesitas pada anak akan berpotensi menjadi beberapa penyakit seperti penyakit kencing manis, penyakit jantung dan obesitas sampai dewasa.   Apa yang harus kita lakukan apabila memiliki anak yang mengalami obesitas: Kurangi untuk mengkonsumsi makanan junk food Makanan junk food adalah salah penyebab utama terjadinya obesitas. Kurangi konsumsi junk food, minuman bersoda, minuman kemasan, makanan ringan, mie instan. Apabila mau makan junk food ajarkan mereka hanya boleh dimakan seminggu sekali. Kurangi makanan berminyak Hal ini mungkin akan memerlukan waktu yang lama dan butuh kesabaran. Mengenalkan makanan sehat kepada mereka Sebaiknya Anda sekarang lebih sering membuat makanan yang dimasak sendiri dan disajikan secara menarik agar mereka lebih menyukai untuk makan makanan tersebut. Mengenalkan pola makanan yang bervariasi Pada awalnya Anda boleh memberikan makanan kombinasi seperti sayuran yang dicampur dengan daging. Karena memulai pola makanan yang hanya berisi sayuran akan sangat membosankan bagi mereka. Ajarkan pentingnya melakukan pola hidup sehat Ajarkan keuntungan mengkonsumsi makanan sehat dan berolahraga sehingga membuat mereka sadar bahwa semua yang dilakukan adalah demi kebaikan mereka. Cara yang satu ini memang tidak mudah namun bisa diajarkan secara perlahan. Makan-makanan sehat sepenuhnya Setelah mereka terbiasa dengan mengkonsumsi makan-makanan sehat yang mungkin dicampur dengan daging. Sekarang ubah secara penuh pola makanan yang sehat. Minum air putih Ajarkan anak untuk banyak minum air putih, untuk membuatnya kenyang lebih lama Berikan sarapan yang sehat Ajarkan anak untuk konsumsi sarapan sehat seperti oatmeal dengan susu tanpa lemak, buah-buahan dengan susu tanpa lemak. Kurangi main game atau komputer dirumah Selain itu jangan dibiasakan untuk anak saat bermain game sambil mencemil makanan ringan Kenalkan dengan olahraga Untuk olahraga pertama Anda dapat mengikutkan anak Anda dengan kegiatan ekstrakurikuler seperti klub tari, berenang. Agar anak Anda dapat berolahraga sambil bersenang-senang dengan kawan-kawannya. Ajak anak Anda untuk jalan cepat disekitar rumah waktu disore hari. Selain itu Anda juga bisa bersepeda bersama keluarga pada hari libur. Untuk olahraga yang baik minimal dilakukan 30 menit 3 kali dalam seminggu,sebaiknya Anda ajarkan secara perlahan. Jangan sampai menimbulkan kebosanan. Mengajak mereka menemui dokter Dokter akan memberikan saran bagaimana perawatan yang tepat untuk mereka. Cek gula darah Anda dan anak-anak Anda. Apabila kelahiran bayi diatas 4 kg, kemungkinan bisa terkena penyakit kencing manis. Sebaiknya Anda periksa gula darah puasa dan 2 jam setelah makan, sebelumnya Anda puasa selama 10-12 jam. Untuk anak Anda apabila belum mampu puasa sarankan untuk periksa gula darah sewaktu terlebih dahulu.   Mengatasi obesitas pada anak membutuhkan usaha yang dilakukan secara konsisten dan butuh kesabaran.
 26 Jul 2016    18:00 WIB
Mengatasi Obesitas Pada Anak-Anak
Obesitas pada perut atau lemak yang mengelilingi perut saat ini menjadi masalah yang terus berkembang diantara anak-anak. Di era makanan cepat saji seperti saat ini, konsumsi makanan tinggi kalori banyak terjadi dan aktivitas fisiki juga terus berkurang. Sebagai hasilnya angka obesitas pada anak-anak semakin tinggi dan mengakibatkan munculnya resiko penyakit lain seperti penyakit jantung, diabetes, sindrom tidur apnue, peningkatan kolesterol dan lain sebagainya. Untuk menghindari hal tersebut maka sangat penting untuk mendorong anak Anda melakukan pola hidup sehat agar dapat mengatasi obesitas. Diet yang baik tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa yang peduli kesehatan saja. Anak-anak juga dapat memperoleh keuntungan dari pola makan sehat. masukkan berbagai macam sayuran, buah-buahan, dan protein untuk menyeimbangkan makanan anak Anda. Jangan lupa untuk mengatur makan siang dan cemilan yang dikonsumsi anak Anda. Pastikan Anda tidak hanya memberikan makanan yang anak Anda sukai tapi kenalkan dengan berbagai makanan sehat lainnya. kontrol porsi makan juga cara lain untuk mencegah anak makan berlebihan. Anda tentu tidak ingin anak Anda melakukan jenis olahraga yang berat hanya untuk membakar lemak. Cukup dengan melakukan permainan di luar rumah dapat membantu anak Anda cukup aktivitas. Batasi aktivitas nonton televisi dan bermain komputer dan dorong mereka untuk lebih banyak melakukan aktivitas luar. Banyaknya aktivitas fisik akan membantu anak terhindar dari obesitas. Anak-anak diatas enam tahun sudah bisa dikenalkan pada jenis olahraga yang membangun kekuatan tubuh seperti push-up dan pull-up. Awasi anak Anda saat melakukan aktivitas ini. Siapkan jadwal rutin untuk anak melakukan olahraga secara rutin dan juga siapkan makanan yang kaya nutrisi untuk mencukupkan kebutuhan gizi anak Anda. dengan cara-cara diatas diharapkan anak Anda tidak mengalami obesitas.Sumber: healthmeup