Your browser does not support JavaScript!
 08 May 2020    08:00 WIB
5 Jenis Makanan yang Dapat Meningkatkan Asam Lambung
Penyakit maag yang bisa membuat perut kita terasa sakit, kembung dan mual disebabkan oleh naiknya produksi asam lambung di sistem pencernaan kita. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan asam lambung meningkat jumlahnya. Salah satu faktor penyebab yang paling besar adalah makanan yang kita konsumsi. Metabolisme setiap orang memang berbeda, oleh karena itu penyebab naiknya asam lambung pada tiap orang juga akan berbeda, sehingga ada beberapa makanan yang memang harus Anda awasi karena dapat meningkatkan asam lambung dan ada yang aman. Agar asam lambung kita berada pada jumlah aman, sebaiknya kurangi mengkonsumsi jenis makanan berikut ini. 1.  KafeinSecangkir kopi atau teh untuk memulai pagi Anda akan sangat ideal bukan? Tetapi saat Anda meminum beberapa cangkir kopi atau teh setiap hari akan beresiko meningkatkan asam lambung Anda, jadi berhati-hatilah. 2.  Terlalu banyak sodaMinuman bersoda tak baik untuk lambung ketika terjadi kenaikan asam lambung. Gelembung sodanya yang berisi karbon bisa memberikan tekanan pada lambung dan membuat asam semakin naik. 3.  Makanan pedas dan berminyakSelain menyebabkan mulas dan tak baik untuk lambung, makanan pedas dan berminyak juga bisa menyebabkan asam lambung semakin meningkat. Makan makanan pedas dan berminyak ketika asam lambung naik bisa menambah rasa terbakar pada bagian perut, dada, dan tenggorokan. 4.  Alkohol Apakah Anda sering merasa sensasi terbakar di perut setelah selesai minum bir, anggur atau minuman alkohol lainnya? penelitian mengatakan bahwa beberapa orang cenderung mengalami peningkatan asam hidroklorida setelah minum alkohol. Asam hidroklorida inilah yang akan membuat perut Anda terasa terbakar. Jadi ada baiknya Anda melewati minum anggur saat makan malam jika memang Anda memiliki kecenderungan ini. 5.  Makanan yang menggunakan tomatTomat adalah salah satu makanan sehat, namun sayangnya tomat juga mengandung kadar asam yang tinggi dan bisa memperburuk rasa sakit ketika asam lambung meningkat. Lebih baik jangan dekati makanan yang mengandung tomat, seperti spageti atau saus tomat.Sumber: magforwomen
 10 Jan 2020    13:00 WIB
Menderita Penyakit Tukak Lambung Atau Maag ?
Hai guys! Kembali lagi dengan pembahasan seru tentang penyakit tukak lambung. Tukak lambung merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh banyak orang. Gejala sakitnya memang mirip dengan gejala sakit maag. Namun kita juga harus tahu bahwa kedua hal ini sangat berbeda. Jadi teman-teman sebaiknya kita bahas bersama, agar ketika kita mengalami sakit tukak lambung, kita tidak salah diagnosa dan salah pengobatan yah! Sakit maag atau gastritis umumnya menimbulkan rasa yang tidak nyaman hingga nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian atas, mual, muntah, nyari ulu hati, lambung terasa penuh, kembung, sering bersendawa, cepat kenyang, perut keroncongan dan sering buang angin. Sedangkan penyakit Tukak lambung atau ulu hati disebut epigatrium (epigastric region) yaitu terletak pada perut atas bagian tengah, kurang lebih seperti segitiga dengan tulang rusuk sebagai atap segitiganya. Dan Penyakit tukak lambung adalah suatu kondisi di mana ada luka atau borok yang menyakitkan di lapisan perut atau bagian pertama dari usus kecil (duodenum). Biasanya, lapisan lendir yang tebal melindungi lapisan lambung dari efek cairan pencernaannya. Tetapi banyak hal dapat mengurangi lapisan pelindung ini, dan memungkinkan terjadinya borok. Penyebab paling umum dari tukak lambung adalah infeksi dengan bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) dan penggunaan jangka panjang dari aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) (Advil, Aleve, lain-lain). Memiliki riwayat keluarga bisul, merokok, memiliki penyakit lain, seperti penyakit hati, ginjal, atau paru-paru, sering minum alkohol. Stres dan makanan pedas tidak menyebabkan tukak lambung. Namun, mereka dapat memperburuk gejala kita. Ada dua jenis tukak lambung, yaitu: Ulkus esofagus dan duodenum. Ulkus kerongkongan terbentuk di dalam kerongkongan, dan ulkus duodenum terjadi di bagian paling atas dari usus kecil, yang dikenal sebagai duodenum. Ulkus memiliki karakteristik yang sama tetapi diidentifikasi oleh lokasinya di dalam tubuh. Rasa sakit yang tumpul atau terbakar di perut kita adalah gejala paling umum dari tukak lambung. Kita mungkin merasakan sakit di mana saja antara pusar dan tulang dada. Dan rasa sakit paling sering: Terjadi ketika perut kita kosong — seperti di antara waktu makan atau di malam hari. Berhenti sebentar jika kita makan atau jika kita mengambil antasida. Berlangsung selama beberapa menit hingga berjam-jam. Datang dan pergi selama beberapa hari, minggu, atau bulan. Gejala yang kurang umum mungkin termasuk: kembung, bersendawa, perut kita sakit, nafsu makan yang buruk, muntah, penurunan berat badan. Perlu menjadi poin penting bahwa tanpa pengobatan, dengan banyak menunda, tukak lambung kita bisa bertambah buruk. Karena itu perlu cepat ditangani. Kalau tidak akan menyebabkan komplikasi yang serius seperti: Pendarahan di dalam. Pendarahan dapat terjadi sebagai kehilangan darah yang lambat yang mengarah pada anemia atau kehilangan darah yang parah yang mungkin memerlukan rawat inap atau transfusi darah. Kehilangan darah yang parah dapat menyebabkan muntah hitam atau berdarah atau tinja berdarah hitam. Infeksi. Ulkus peptikum dapat memakan lubang melalui (melubangi) dinding perut kita atau usus kecil, menempatkan kita pada risiko infeksi serius rongga perut kita (peritonitis). Sembelit. Ulkus peptikum dapat menghalangi jalannya makanan melalui saluran pencernaan, menyebabkan kita mudah kenyang, muntah dan menurunkan berat badan melalui pembengkakan akibat peradangan atau jaringan parut. Untuk mendiagnosa hal ini, kita perlu berkonsultasi ke dokter, mengikuti gejala sakit maag dengan mengajukan pertanyaan tentang bagaimana rasa sakit, di mana dan kapan itu terjadi, seberapa sering dan berapa lama. Proses ini membantu mempersempit apakah gejala yang disebabkan karena maag atau tukak lambung. Kita kemungkinan juga akan dimintai tes feses atau tes napas untuk mengetahui apakah tukak lambung berasal dari bakteri H. pylori atau bukan. Jika ada gejala yang lebih serius seperti pendarahan, dokter mungkin memerlukan tes lebih lanjut, yang mungkin termasuk: Endoskopi: Kamera dimasukkan pada ujung tabung yang panjang, tipis, dan lentur untuk melihat lapisan usus. Biopsi juga dapat dilakukan. Barium enema: Ini adalah cairan kental yang memungkinkan sinar-X diambil dari usus. Berikut adalah berbagai macam langkah perawatan yang bisa kita ambil untuk penyakit tukak lambung, yaitu: Ada beberapa cara di mana borok dapat diobati, termasuk membuat perubahan gaya hidup seseorang, minum obat, dan / atau menjalani operasi. Jangan merokok, dan hindari alkohol. Obat-obatan. Inhibitor pompa proton (PPI): Inhibitor pompa proton mengurangi asam dan memungkinkan bisul sembuh. PPI termasuk Prilosec®, Prevacid®, Aciphex®, Protonix®, dan Nexium®. Antibiotik: Antibiotik digunakan untuk mengobati H. pylori. Ada beberapa kombinasi antibiotik yang diminum selama dua minggu, bersama dengan PPI. Beberapa dokter juga merekomendasikan penggunaan Pepto-Bismol®. Endoskopi. Beberapa borok pendarahan dapat diobati melalui endoskop. Dan operasi mungkin diperlukan jika borok telah membuat lubang di dinding lambung atau jika ada perdarahan serius. Demikian artikel hari ini tentang penyakit tukak lambung, jika ada mengalami gejala di atas jangan menduga-duga yah!, biar pasti segera berkonsultasi ke dokter segera, salam sehat!   Sumber : my.clevelandclinic.org, www.mayoclinic.org, medlineplus.gov, www.niddk.nih.gov, emedicine.medscape.com, www.medicalnewstoday.com, www.medicinenet.com  
 15 Nov 2019    08:00 WIB
Kanker Lambung (Gejala, Penyebab, Pengobatan)
Sekitar 95% kanker lambung adalah adenokarsinoma. Adenokarsinoma lambung berasal dari sel-sel glandular pada permukaan lambung. Kanker lambung lainnya adalah leiomiosarkoma (kanker otot polos) dan limfoma. Penyebab dari kanker lambung Kanker lambung seringkali terjadi pada permukaan lambung yang meradang. Infeksi Helicobacter pylori, kuman yang memegang peranan penting dalam ulkus duodenalis merupakan penyebab kanker lambung kebanyakan. Orang-orang dengan mutasi genetik juga berisiko untuk terjadinya kanker lambung. Gejala dari kanker lambung Pada stadium awal, kanker lambung memiliki gejala yang tidak jelas dan seringkali tidak dihiraukan. Gejala awal yang muncul dapat mirip dengan ulkus peptikum, dimana terdapat rasa nyeri dan panas pada perut. Untuk itu, gejala ulkus peptikum yang tidak membaik dengan terapi dapat mengindikasikan adanya kanker lambung. Penderita mungkin merasa penuh pada perut setelah makan sedikit makanan (rasa cepat kenyang). Berat badan dapat turun atau terjadi kelemahan akibat adanya kesulitan makan atau ketidakmampuan dalam menyerap berbagai vitamin dan mineral. Dapat terjadi anemia, yang ditandai dengan adanya rasa lelah, lemah, dan seperti melayang, akibat adanya perdarahan perlahan yang tidak menimbulkan gejala, atau akibat gangguan penyerapan vitamin B12 (vitamin yang diperlukan untuk membentuk sel darah merah) atau gangguan penyerapan zat besi (mineral yang diperlukan untuk membentuk sel darah merah) akibat kurangnya asam lambung. Pada kasus yang jarang, penderita dapat mengalami muntah darah (hematemesis) atau mengeluarkan tinja yang berwarna hitam (melena). Ketika adenokarsinoma telah sampai pada stadium lanjut, dapat dirasakan adanya massa pada perut. Pada stadium awal, adenokarsinoma yang kecil bisa menyebar (metastasis) ke tempat yang jauh. Penyebaran tumor bisa menyebabkan pembesaran hati, warna kuning pada kulit dan bagian putih mata (jaundice), pengumpulan cairan dan pembesaran rongga perut (asites) dan serta pembesaran kelenjar getah bening. Penyebaran kanker juga bisa menyebabkan tulang menjadi lemah, sehingga mudah terjadi patah tulang. Pengobatan untuk kanker lambung Adanya polip lambung jinak dapat diangkat dengan menggunakan endoskopi.Adenokarsinoma cenderung untuk cepat menyebar ke bagian lain tubuh. Jika kanker masih terbatas pada lambung, maka biasanya dilakukan pembedahan untuk mencoba mengobatinya. Pembedahan untuk mengangkat tumor secara keseluruhan sebelum menyebar merupakan harapan satu-satunya dalam penyembuhan. Sebagian besar atau seluruh lambung dan kelenjar getah bening di dekatnya diangkat. Jika kanker telah menyebar ke luar dari lambung, tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala dan memperpanjang harapan hidup. Pembedahan tidak dapat mengatasinya, tetapi terkadang masih dilakukan untuk mengurangi gejala yang ada. Misalnya, jika jalannya makanan terganggu akibat adanya sumbatan pada ujung lambung, maka dilakukan operasi bypass untuk membuat jalan baru yang menghubungkan lambung dengan usus halus, sehingga makanan dapat lewat. Sumber: pilihdokter.com
 13 Jun 2019    08:00 WIB
Sering Menderita Gangguan Lambung? Waspada Dispepsia
Apa itu dispepsia?Dispepsia adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada, yang sering dirasakan sebagai adanya gas, perasaan penuh atau rasa sakit atau rasa terbakar di perut. Apa penyebab dispepsia?Penyebab Dispepsia adalah :1.  Menelan udara (aerofagi) 2.  Regurgitasi (alir balik, refluks) asam dari lambung 3.  Iritasi lambung (gastritis) 4.  Ulkus gastrikum atau ulkus duodenalis5.  Kanker lambung 6.  Peradangan kandung empedu (kolesistitis) 7.  Intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna susu dan produknya) 8.  Kelainan gerakan usus 9.  Kecemasan atau depresi   Apa saja gejala dari dispepsia?Nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut atas atau dada mungkin disertai dengan sendawa dan suara usus yang keras (borborigmi). Pada beberapa penderita, makan dapat memperburuk nyeri; pada penderita yang lain, makan bisa mengurangi nyerinya. Gejala lain meliputi nafsu makan yang menurun, mual, sembelit, diare dan flatulensi (perut kembung). Apa pengobatan untuk dispepsia?Bila tidak ditemukan penyebabnya,dokter akan mengobati gejala-gejalanya. Antasid seperti Magnesium hidroksi , Sucralfate,  yang berfungsi untuk menetralkan asam lambung, atau penghambat H2 seperti Cimetidine , Famotidine , Nizatidine , dan Omeprazole , Lansoprazole , Rabeprazole , Esomeprazole , Pantoprazole. Untuk gejala mual dapat diberikan anti muntah seperti domperidone dan metoclopramide. Bila orang tersebut terinifeksi Helicobacter pylori di lapisan lambungnya, maka biasanya diberikan bismuth subsalisilate dan antibiotik seperti Clarithromycin , Amoxicillin , Tetracycline , Metronidazole Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai dispepsia? Silahkan baca di siniSumber: cek gejala penyakit
 05 Mar 2017    08:00 WIB
Hubungan Asupan Makanan dengan Penyakit Lambung
Berita terbaru dari para peneliti lambung kali ini adalah penelitian tentang hubungan asupan makanan yang mengandung gliserin, karbohidrat dan serat serta hubungannya dengan maag naiknya asam lambung, penyakit bernama Barrett’s esophagus (kondisi dimana tenggorokan berisiko terkena penyakit kanker), serta tumor tenggorokan. Makanan yang diteliti adalah makanan dengan jumlah dan tingkat gliserin, total karbohidrat, gula, tepung jagung, dan serat dengan penyakit-penyakit tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yang biasa digunakan di dunia kedokteran Irlandia, informasi asupan makanan dikoleksi dari pasien dengan tumor kerongkongan, penyakit Barrett’s esophagus, maag karena naiknya asam lambung ke kerongkongan, dan kontrol populasi. Objective To examine the association between dietary glycemic index (GI), glycemic load (GL), total carbohydrate, sugars, starch, and fiber intakes and the risk of reflux esophagitis, Barrett’s esophagus, and esophageal adenocarcinoma. Analisis kemunduran logistik berkali-kali, antara makanan yang diasup dan risiko terserang penyakit tersebut dan dengan variabel yang terus menerus, sementara menyesuaikan potensi yang merusak. Hasil dari penelitian tersebut adalah sakit maag karena naiknya asam lambung ke kerongkongan dengan positif dihubungkan dengan asupan makanan mengandung tepung jagung. Risiko terkena penyakit Barrett’s esophagus berkurang pada penderita yang memakan makanan dengan asupan serat tinggi, jika dibandingkan dengan orang yang memakan makanan asupan serat rendah. Asupan serat juga dihubungkan dengan berkurangnya risiko terkena tumor kerongkongan, begitu juga dengan asupan makan mengandung karbohidrat. Akan tetapi risiko terkena tumor meningkat ketika asupan makanan dideteksi mengandung 10 unit asupan mengandung gliserin. Kesimpulannya adalah asupan mengandung serat berbanding terbalik risiko Barrett’s esophagus dan tumor tenggorokan. Risiko tumor tenggorokan secara terbalik dihubungkan dengan konsumsi karbohidrat tetapi secara positif diasosiasikan dengan asupan makanan mengandung gliserin tinggi.