Your browser does not support JavaScript!
Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita di seluruh dunia. Kanker ini terjadi pada leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang berhubungan dengan vagina. Hampir semua kasus kanker serviks terjadi akibat infeksi HPV (human papillomavirus). Semua wanita pada usia berapa pun memiliki resiko untuk menderita kanker serviks bila mereka telah aktif secara seksual. Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko seorang wanita untuk menderita kanker serviks adalah berhubungan seks tanpa pengaman (seks bebas), memiliki banyak pasangan seksual, memiliki berat badan berlebih, menggunakan pil KB, faktor genetika, merokok, memiliki daya tahan tubuh yang rendah, sering hamil, dan kehamilan pertama terjadi saat berusia muda. Salah satu hal paling menakutkan dari kanker ini adalah penderita tidak akan mengalami gejala apapun pada stadium awal. Gejala biasanya mulai muncul saat sel kanker telah menyebar ke kandung kemih, hati, usus, atau paru-paru. Karena keberhasilan pengobatan kanker serviks akan lebih tinggi bila sel kanker ditemukan pada stadium dini, maka segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini.   Perdarahan Abnormal dari Dalam Vagina Sebagian besar wanita yang didiagnosa menderita kanker serviks mengalami perdarahan tidak teratur dari vagina. Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi dapat merupakan indikator kanker serviks. Selain karena kanker serviks, perdarahan abnormal dari vagina juga dapat terjadi akibat gangguan keseimbangan kadar hormonal, menderita penyakit radang panggul, atau infeksi pada organ reproduksi. Saat sel kanker menyebar ke jaringan di sekitarnya, maka sel kanker akan membentuk sebuah pembuluh darah baru yang abnormal dan mudah pecah, yang akan menyebabkan terjadinya perdarahan. Perdarahan ini dapat terjadi di antara siklus menstruasi, setelah berhubungan intim, setelah menopause, atau bahkan setelah pemeriksaan panggul. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami perdarahan di antara masa menstruasi atau setelah berhubungan intim.   Keluarnya Cairan Abnormal dari Vagina (Keputihan) Keluarnya cairan jernih tak berbau dalam jumlah sedikit dari vagina merupakan hal yang normal. Akan tetapi, bila cairan yang keluar dari dalam vagina bertambah banyak dan berbau tidak sedap, hal ini dapat merupaakn gejala dari infeksi atau kanker rahim atau kanker serviks. Kanker serviks biasanya akan menyebabkan keputihan yang banyak, cair, berwarna pucat atau cokelat atau bercampur dengan darah. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami hal ini.   Nyeri Saat Berhubungan Intim Nyeri saat berhubungan intim merupakan gejala penting lainnya dari kanker serviks. Gejala ini menunjukkan bahwa kanker serviks telah memasuki stadium lanjut, di mana sel kanker telah menyebar ke berbagai jaringan dan organ reproduksi. Selain nyeri, Anda juga akan mengalami gejala lain seperti keluarnya cairan kental berbau tidak sedap dari vagina. Gangguan lain yang dapat menyebabkan gejala yang sama adalah infeksi atau menderita penyakit menular seksual. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila mengalami hal ini.   Nyeri Pinggul Nyeri pinggul merupakan keluhan yang sering dialami oleh wanita. Kram dan nyeri perut merupakan hal yang sering dialami saat seorang wanita menstruasi dan biasanya bukanlah gejala kanker atau gangguan berat lainnya. Akan tetapi, bila rasa nyeri ini berlangsung lama dan lebih sering terjadi, maka rasa nyeri pinggul yang Anda rasakan dapat merupakan gejala dari kanker serviks. Pada penderita kanker serviks, rasa nyeri ini biasanya terjadi pada waktu yang tidak biasa dan dapat terjadi secara mendadak. Selain itu, nyeri ini biasanya tidak akan timbul kecuali bila kanker telah memasuki stadium lanjut. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami gejala ini.   Baca juga: Penyebab, Resiko, dan Pengobatan Kanker Serviks   Merasa Tidak Nyaman Saat Buang Air Kecil Kanker serviks juga dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman saat buang air kecil. Gejala ini merupakan salah satu gejala khas dari kanker serviks. Rasa tidak nyaman saat buang air kecil dapat berupa rasa seperti terbakar atau tersengat atau kencang saat buang air kecil. Gejala ini biasanya terjadi saat sel kanker telah menyebar ke jaringan sekitarnya, yang membutuhkan pengobatan segera untuk mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut. Selain kanker serviks, rasa tidak nyaman saat buang air kecil juga dapat disebabkan oleh beberapa gangguan lain seperti infeksi saluran kemih, gangguan kandung kemih, infeksi jamur, atau penyakit menular seksual. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk memastikan apa penyebab rasa tidak nyaman saat Anda buang air kecl.   Menstruasi Menjadi Semakin Lama dan Volumenya Semakin Banyak Menstruasi yang menjadi semakin lama dan semakin banyak merupakan salah satu gejala kanker serviks yang sering ditemukan. Hal ini disebabkan oleh iritasi serviks akibat penyebaran sel kanker. Darah menstruasi dianggap banyak bila Anda harus mengganti pembalut atau tampon lebih dari 1 kali setiap 2 jam. Selain kanker, volume darah menstruasi yang banyak juga dapat disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormonal, mioma uteri, polip, penyakit radang panggul, endometriosis, gangguan tiroid, gangguan hati, gangguan ginjal, atau karena obat-obatan tertentu. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami perubahan pola menstruasi.   Ketidakmampuan Mengendalikan Keinginan Untuk Buang Air Kecil Menjadi lebih sering buang air kecil merupakan hal yang sering ditemukan pada wanita hamil dan pada mereka yang banyak minum. Akan tetapi, jika Anda mengalami hal ini tanpa penyebab yang jelas, Anda mungkin harus segera memeriksakan diri ke seorang dokter. Ketidakmampuan mengendalikan keinginan untuk buang air kecil biasanya merupakan pertanda bahwa sel kanker telah menyebar jauh hingga ke kandung kemih atau bagian saluran kemih lainnya. Penderita kanker serviks biasanya mengalami kesulitan mengendalikan keinginannya untuk buang air kecil dan ditemukan adanya darah di dalam air kemihnya. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila mengalami gejala ini.   Penurunan Berat Badan Tanpa Penyebab yang Jelas Seperti halnya pada kanker jenis lain, penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas dapat merupakan gejala dari kanker serviks. Hal ini dikarenakan saat seseorang menderita kanker, maka sistem kekebalan tubuh harus bekerja ekstra kersa untuk melawan sel kanker. Untuk itu, tubuh akan memproduksi suatu protein kecil bernama sitokin, yang akan membakar lemak lebih banyak daripada biasanya, yang akan membuat penderita mengalami penurunan berat badan walaupun tidak mengubah pola makannya. Jika Anda tiba-tiba mengalami penurunan berat badan dan juga mengalami beberapa gejala lain di atas, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter karena dapat merupakan gejala dari kanker serviks.   Selalu Merasa Lelah Sibuk bekerja tentu saja dapat membuat siapa saja merasa lelah, tetapi rasa lelah ini biasanya akan menghilang setelah Anda beristirahat. Akan tetapi, jika Anda tetap merasa lelah dan tidak bertenaga di sebagian besar waktu, walaupun telah cukup beristirahat, maka hal ini dapat merupakan gejala dari suatu penyakit. Saat menderita kanker, sel darah merah sehat akan digantikan oleh sel darah putih untuk melawan kanker. Hal ini akan menyebabkan terjadinya anemia, yang akan membuat penderita merasa sangat lelah, lemas, dan tidak nafsu makan. Selain itu, juga akan terjadi penurunan suplai oksigen di dalam tubuh. Ditemukannya gejala anemia pada seorang penderita kanker merupakan tanda bahaya yang menunjukkan bahwa kanker berkembang pesat, yang membutuhkan pengobatan segera.   Kaki Terasa Nyeri Para wanita yang didiagnosa menderita kanker serviks seringkali mengalami pembengkakan dan nyeri pada kakinya. Saat sel kanker telah menyebar, maka ia akan menghambat aliran darah, yang akan menyebabkan pembengakakan pada kaki. Pembengkakan pada kaki seringkali membuat penderita merasa nyeri di daerah kaki hingga sulit melakukan aktivitasnya sehari-hari. Bila rasa nyeri pada kaki memang disebabkan oleh kanker serviks, maka rasa nyeri akan bersifat konstan dan semakin meningkat seiring dengan berlalunya waktu. Kadangkala, penderita juga dapat mengalami nyeri pinggang. Menderita nyeri pada daerah kaki bukan berarti merupakan tanda bahwa Anda pasti menderita kanker. Akan tetapi, bila Anda mengalami nyeri di daerah kaki yang disertai dengan beberapa gejala lain yang disebutkan di atas, dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri Anda ke seorang dokter.   Untuk mencegah dan mendeteksi adanya kanker serviks sedini mungkin, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan seperti: Wanita yang berusia antara 20-30 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan (pap smear) setiap 3 tahun sekali, sedangkan wanita yang berusia antara 30-65 tahun harus melakukan pemeriksaan kesehatan setiap 3-5 tahun sekali Menerima vaksin HPV sebelum berusia 20 tahun Berhenti merokok dan jangan menjadi perokok pasif Hindari berbagai perilaku yang dapat meningkatkan resiko tertular berbagai jenis penyakit menular seksual   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
Pelajari bagaimana cara mencegah terkena kanker serviks termasuk memperhatikan pola diet Anda. Makan banyak variasi sayur dan buah akan membantu Anda untuk melindungi Anda dari kemungkinan terkena kanker serviks. Mengapa? Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi oleh Human Papilloma Virus (HPV) Para ahli percaya bahwa pola makanan yang tinggi antioksidan seperti karotenoid, flavonoid dan asam folat yang ada dalam buah dan sayur membantu tubuh melawan infeksi HPV dan mencegah infeksi HPV yang merubah sel dalam leher rahim berubah menjadi lesi kanker. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal Cancer Research mengatakan bahwa wanita yang diperiksa melalui tes darah memiliki kadar mineral yang ada dalam sayur dan buah, risiko mengalami infeksi HPV lebih rendah yang berarti risiko mengalami kanker juga lebih rendah. Lawan kanker serviks dengan diet Anda Ada banyak penelitian yang mengatakan manfaat diet untuk kanker. Terutama pola diet banyak makan sayur dan buah-buahan, kacang-kacangan, gandum utuh adalah yang terbaik menurut seorang pembicara dari American Dietetic Association spokeswoman. Berikut pola makanan yang disarankan seperti: Sarapan: jus jeruk, yogurt Makan siang: roti isi sayur dengan paprka merah, wortel dan jamur Makan malam: salad buah yang berisi anggur, bayam, kacang hitam, ayam dan irisan tomat Flavonoid untuk menurunkan risiko kanker serviks Kandungan flavonoid dalam sayur dan buah dapat membantu melawan kanker. Berikut adalah makanan yang kaya akan flavonoid: Apel Asparagus Kacang hitam Brokoli Kubis Cranberi Bawang Selada Kacang serendeng Kacang kedelai Bayam    Asam folat menurunkan risiko kanker serviks Kandungan asam folat yang tinggi akan membantu menurunkan risiko kanker serviks. Berikut makanan yang banyak mengandung asam folat: Alpukat Buncis Sereal Lentil Jus jeruk stroberi Karotenoid menurunkan risiko kanker serviks Karotenoid juga membantu menurunkan risiko kanker serviks. Berikut makanan yang mengandung karotenoid: Wortel Labu Ubi jalar Selain memperhatikan makanan yang Anda makan, namun ada beberapa hal penting lain untuk membantu Anda menurunkan risiko kanker serviks yaitu: Melakukan pap smear yang rutin minimal 6 bulan sekali Melakukan vaksinasi HPV Tidak merokok Berhubungan intim hanya dengan pasangan yang sah (berganti pasangan meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Baca juga: Cegah Kanker Serviks Dengan Melakukan Lima Hal Ini! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: everydayhealth
Pada kanker payudara dan kanker kulit, Anda mungkin telah mengetahui beberapa cara untuk mencegah atau mengetahui gejala kanker sedini mungkin. Akan tetapi, bagaimana dengan kanker serviks atau kanker leher rahim? Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang cukup sulit dideteksi karena gejala biasanya baru timbul saat penyakit telah memasuki stadium lanjut. Saat ini, kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita, di mana ada sekitar 13.000 kasus baru setiap tahunnya. Sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV (human papilloma virus), yang biasanya ditularkan melalui hubungan seks dan dapat ditemukan pada sebagian besar wanita yang telah aktif secara seksual. Beberapa gejala kanker serviks yang dapat ditemukan adalah: Keluarnya cairan abnormal dari dalam vagina Keluarnya darah dari dalam vagina Spotting setelah berhubungan seks atau berolahraga Menstruasi berlangsung lebih lama daripada biasanya Volume darah yang keluar saat menstruasi lebih banyak daripada biasanya Walaupun sulit didiagnosa pada stadium dini, kanker serviks sebenarnya merupakan salah satu jenis kanker yang dapat dicegah. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat Anda gunakan untuk mencegah terjadinya kanker serviks.   1.      Lakukan Pemeriksaan Secara Rutin   Salah satu hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan untuk mendeteksi adanya kanker serviks adalah dengan melakukan pemeriksaan pap smear secara teratur. Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear saat seorang wanita telah berusia 21 tahun. Wanita yang berusia antara 21-29 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear setiap 3 tahun sekali. Sementara itu, wanita yang berusia 30-65 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear setiap 5 tahun sekali.     Baca juga: Kloset Umum Bisa Sebabkan Kanker Serviks, Mitos atau Fakta?   2.      Jangan Lupa Untuk Menerima Vaksin Cara lainnya untuk mencegah terjadinya kanker serviks adalah dengan menerima vaksin HPV. Para ahli menganjurkan agar wanita yang telah berusia 13-26 tahun untuk menerima vaksin HPV. Akan tetapi, perlu diingat bahwa vaksin ini tidak dapat mengatasi infeksi HPV yang telah terjadi.   3.      Lakukan Hubungan Seks yang Aman Cara lainnya untuk mencegah terinfeksi oleh HPV adalah dengan berhati-hati saat berhubungan seksual. Seorang wanita akan memiliki resiko kanker serviks yang lebih tinggi bila ia telah aktif berhubungan seksual sejak usia dini dan bila ia memiliki banyak pasangan seksual. Selain itu, terinfeksi oleh berbagai jenis penyakit menular seksual lainnya seperti klamidia atau gonorea juga dapat meningkatkan resiko terinfeksi oleh HPV. Jadi, hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penularan HPV adalah dengan menggunakan kondom saat berhubungan seks.   4.      Berhenti Merokok Berhenti merokok juga dapat membantu menurunkan resiko kanker serviks Anda. Menurut American Cancer Society (ACS), wanita yang merokok memiliki resiko kanker serviks 2 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Selain itu, merokok juga dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh Anda, yang akan membuat tubuh Anda semakin sulit melawan infeksi HPV.   5.      Ketahui Riwayat Kesehatan Keluarga Anda Hal lainnya yang dapat meningkatkan resiko kanker serviks Anda adalah bila Anda memiliki anggota keluarga dekat yang juga menderita kanker serviks. Bila ibu atau saudara perempuan Anda menderita kanker serviks, maka resiko Anda pun akan meningkat hingga 2-3 kali lipat. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur sehingga diagnosa pun dapat ditegakkan sejak dini dan pengobatan pun dapat dilakukan secepatnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
Beberapa kalangan beranggapan kanker serviks bisa ditularkan melalui Human Papilloma Virus yang menempel di kloset. Kekhawatiran ini sebenarnya tidak beralasan kuat. Hal ini dikarenakan virus atau bakteri penyakit seksual menular tidak bisa hidup lama di luar tubuh apalagi di tempat yang dingin seperti toilet. Permukaan keras toilet juga menyebabkan virus dan bakteri tersebut tidak bisa hidup lama. Selain itu, bakteri dan virus penyakit seksual tersebut tidak ada di dalam urin sehingga mustahil urin bisa menyalurkan virus penyakit tersebut. Penularan penyakit seksual menular melalui penggunaan dudukan toilet sangat kecil dan hampir tidak ada. Penularan virus human papilloma (HPV) yang menyebabkan kanker serviks dari kloset umum mungkin saja terjadi jika yang duduk sebelumnya punya kutil kelamin sehingga ada kecil kemungkinan untuk menularkan. Tapi virus tersebut bisa mati dengan cairan pembersih antibakterial. HPV tidak bisa menyebabkan kanker serviks jika tidak ada kontak langsung. HPV ditularkan oleh pasangan kepada seorang perempuan. Pria dengan HPV bisa saja tetap sehat, namun istrinya yang merasakan penyakit akibat infeksi virus tersebut. Sebab HVP penyebab kanker serviks ini menyukai mukosa pada vagina yang luas. Sementara penis bukan mukosa, melainkan kulit. Lalu, bagaimana kita mengantisipasi penularan kanker yang membunuh satu perempuan setiap jam ini? Memang, gejala kanker serviks sering tidak terdeteksi karena pada stadium awal muncul tanpa gejala spesifik. Karena itu, kanker serviks disebut juga sebagai The Silent Killer. Kanker serviks atau leher rahim ini terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Kanker serviks bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh. Jika kekebalan tubuh berkurang, infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengonsumsi vitamin C, vitamin E, dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV. Cara paling mudah untuk mengetahuinya seseorang terkena kanker serviks atau tidak, yaitu dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim atau pap smear. Pap smear metode tes yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisis di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks. Jika terinfeksi HPV, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat mengendalikan infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery (membuang jaringan abnormal dengan pembekuan). Jika kanker serviks sudah sampai ke stadium lanjut, akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang parah mungkin juga dilakukan histerektomi, yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh. Namun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka, terapkanlah pola hidup sehat dan bersih, tidak bergonta-ganti pasangan, melakukan pap smear secara rutin, pemberian vaksin HPV, dan menjaga kebersihan vagina
Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya dan hampir setiap jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat kanker serviks. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia. Tingginya angka kematian yang disebabkan oleh kanker serviks terjadi karena kurangnya kesadaran yang  pada para wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Pada tahap awal, kanker leher rahim tidak menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali. Pada tahap awal ini, pemeriksaan pada daerah serviks menjadi sangat penting untuk mendeteksi adanya perubahan yang terjadi pada daerah serviks. Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim. Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik. Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat. Gejala dan keluhan akan muncul ketika kanker serviks telah berada pada stadium yang lebih lanjut. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai tersebut antara lain: Keputihan kronik yang berbau dan bercampur darah. Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi. Periode menstruasi yang terjadi lebih berat dan lebih lama daripada biasanya. Perdarahan yang terjadi setelah masa menopause. Perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual. Perdarahan yang terjadi setelah pemeriksaan panggul atau pembersihan vagina (douching). Nyeri di daerah panggul. Nyeri saat melakukan hubungan seksual. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Dalam menghadapi kanker serviks, hal yang terbaik adalah jangan menunggu hingga gejala-gejala di atas muncul. Lakukan pemeriksaan pada daerah serviks secara rutin jika Anda sudah aktif secara seksual. Hal ini dapat mencegah kematian karena kanker serviks.  
Seperti yang Kita ketahui ada semboyan yang mengatakan "Mencegah lebih baik dari pada mengobati". Hal ini juga berlaku untuk mencegah terjadinya risiko kanker. Penyakit Kanker yang sering dialami wanita adalah kanker payudara dan kanker serviks (kanker leher rahim). Namun dewasa ini masih banyak wanita yang enggan memeriksakan diri ke dokter kandungan, kendati sudah memiliki berbagai keluhan. Padahal, bila seorang wanita yang benar mengalami kanker serviks dan hal ini dibiarkan tanpa pengobatan maka akan menjadi semakin ganas. Di Indonesia, setiap harinya 40-45 perempuan terdiagnosis kanker serviks dan 20-25 diantaranya meninggal karenanya. Dampak yang dapat ditimbulkan kanker serviks pada perempuan sangat banyak, dikarenakan kasus kanker serviks terbanyak muncul pada saat perempuan berada dalam usia produktif yaitu antara 30-50 thn. Dampak ini diantaranya gangguan kualitas hidup psikis, fisik dan kesehatan seksual, Dampak sosial dan ekonomi (finansial), Pengaruh pada perawatan, pendidikan anak dan suasana kehidupan keluarga. Dalam 99% kasus, kanker serviks terjadi sebagai akibat dari riwayat infeksi dengan jenis risiko tinggi HPV. Seringkali, infeksi HPV tidak menimbulkan gejala. Sehingga sulit untuk dibedakan penderita yang terinfeksi dan keadaan normal. Biasanya baru bergejala saat kanker serviks sudah memasuki stadium akhir.  Apakah seseorang yang sudah terkena infeksi HPV perlu diberikan vaksin HPV? Sebaiknya vaksin ini diberikan sebelum seseorang mengalami kanker serviks, namun berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa vaksin HPV aman bagi wanita yang sudah terkena infeksi HPV. Tetapi wanita-wanita ini tidak akan mendapat manfaat yang penuh dari vaksin ini. Vaksin ini tidak dapat mengobati infeksinya, tetapi dapat melindungi wanita terhadap 4 jenis virus yang belum tentu diderita semuanya secara sekaligus. Jadi, jika sebelumnya seorang wanita belum terkena infeksi oleh sebagian jenis virus yang ada dalam vaksin, maka dia akan diproteksi terhadap sebagian jenis virus yang belum pernah dideritanya. Sebelum kanker serviks mengegrogoti kesehatan Anda, lakukan pencegaham sedini mungkin seperti berhubungan intim yang sehat, tidak berganti-ganti pasangan dan menjaga pola hidup sehat dan melakukan vaksinasi untuk pencegahan kanker serviks.  Baca juga: Waspada gejala-gejala kanker serviks  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang  Sumber: anakui
Semua wanita berisiko terkena kanker serviks. Namun, dengan tes skrining rutin dan tindak lanjut, kanker serviks adalah kanker yang dialami oleh wanita paling mudah untuk dicegah. Penyakit ini lebih mudah untuk disembuhkan bila terdeteksi dan diobati dini. Kanker serviks dimulai dengan kehadiran HPV (human papillomavirus), yang merupakan infeksi menular seksual yang paling umum. Hampir semua orang memiliki risiko terkena HPV setidaknya sekali dalam hidup mereka. Namun, infeksi ini juga yang paling sering tidak menunjukkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadarinya. HPV, dari waktu ke waktu, dapat menyebabkan peluang sel-sel prakanker di sekitar leher rahim. Hal ini pada akhirnya menimbulkan risiko berkembang menjadi kanker serviks. Dengan adanya skrining secara teratur maka Anda dapat menangkap sel yang mencurigakan sejak awal dan merupakan cara paling efektif untuk mencegah kanker serviks. Pap smear Dewasa ini pemeriksaan untuk mendeteksi kanker serviks makin canggih, namun pemeriksaan yang sekarang masih menjadi andalah yaitu pap smear. Sebuah tes pap smear dianjurkan dilakukan setelah 3 tahun berhubungan intim secara aktif. Atau dimulai pada usia 21 (mana yang lebih dulu) Seorang wanita harus melakukan Pap smear sampai usia 65, atau sampai dokter Anda mengatakan sebaliknya. Pap smear dilakukan dengan dokter memasukkan spekulum (alat yang terbuat dari plasti atau logam) ke dalam vagina Anda sehingga dapat melihat leher rahim. Dokter kemudian akan mengambil sampel sel dari leher rahim untuk diperiksa di bawah mikroskop. Pada awalnya Anda akan melakukan pap smear setahun sekali. Apabila Anda memiliki hasil yang jelas dan tidak mencurigakan, maka dokter mungkin menyarankan Anda datang kembali setiap 2 sampai 3 tahun untuk tes pap smear selanjutnya. Apabila Anda kondisi yang terdeteksi maka dokter akan menghubungi Anda kembali untuk tindak lanjut. Hasil biasanya dilaporkan kembali dalam beberapa minggu. Persiapan sebelum melakukan pap smear: Dalam waktu 2 hari kedepan, penting untuk menghindari hal-hal berikut.: Berhubungan intim Douching vagina Menggunakan tampon Menggunakan busa atau jeli KB Memasukkan setiap krim atau obat ke dalam vagina Anda Pastikan bahwa saat Anda menjadwalkan tes pap smear Anda tidak sedang menstruasi. Apabila Anda tetap memeriksakan diri meski sedang menstruasi maka hal ini akan mengaburkan hasil. Menindaklanjuti hasil pap smear Apabila tes Pap smear Anda mengungkapkan sel-sel yang mencurigakan atau lesi yang mengkhawatirkan, dokter akan menyarankan Anda pada tindakan untuk menindaklanjuti keadaan ini. Seperti tes pap smear yang kedua, untuk memantau perkembangan atau perubahan pada sel-sel di leher rahim. Atau, mungkin melibatkan prosedur yang disebut kolposkopi yaitu dimana dokter menggunakan alat mikroskop bernama kolposkop untuk melihat keseluruhan leher rahim dengan perbesaran yang cukup tinggi dan lebih mendetail untuk mendeteksi masalah pra-kanker atau kanker. Dokter Anda akan mengoleskan asam asetat (zat yang sama dengan cuka) untuk setiap daerah yang akan diperiksa. Hal ini membantu dokter untuk melihat mana daerah memiliki sel-sel yang mencurigakan. Apabila ada daerah yang dicurigai maka dokter akan mengambil sel daerah tersebut untuk dibiopsi. Apabila dideteksi sejak dini, maka lesi yang mencurigakan ini dapat diatasi tanpa pengobatan jangka panjang. Namun, bila merupakan kanker invasif, maka Anda akan disarankan untuk konsultasi ke dokter spesialis bedah onkologi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, seperti operasi, radiasi, dan kemoterapi. Deteksi sejak dini akan membantu untuk mencegah Anda mengalami kanker serviks. Apabila hasil yang didapat adalah negatif. Sebaiknya Anda tetap melakukan pemeriksaan rutin minimal 6 bulan. Baca juga: Pengobatan Kanker Serviks Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: wikihow
Kasus kanker serviks atau kanker leher rahim di Indonesia cukup tinggi. Berdasarkan data dari Globocan 2008, ditemukan 20 kasus kematian per hari akibat kanker serviks. Kasus kanker serviks semakin lama semakin tinggi karena kurangnya kesadaran untuk melakukan tes skrining. Padahal apabila para wanita mau melakukan tes skrining dari awal maka risiko kanker serviks akan menurun. Berikut adalah hal yang harus Anda perhatikan mengenai kanker serviks: 1.      Mengurangi Faktor risiko kanker serviks Dengan memahami apa yang membuat peluang seorang wanita untuk mengalami kanker serviks meningkat, maka akan membuat wanita tersebut sadar dan dapat menghindari faktor risiko: Terkena HIV / AIDS (penyakit yang menekan sistem kekebalan tubuh) Menggunakan kontrasepsi jangka panjang (lebih dari 5 tahun)   2.      Menyadari gejala kanker serviks Meski seseorang sudah mengalami cikal bakal kanker serviks, belum tentu menunjukkan gejala yang jelas. Nanti bila kanker serviks tahap lanjut baru akan menunjukkan beberapa gejala, seperti: Perdarahan abnormal atau cairan berlebihan dari vagina Anda Perdarahan yang disertai atau tanpa nyeri yang abnormal saat berhubungan seksual Apabila Anda mengalami gejala diatas sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan.   3.      Lakukan vaksinasi Ada dua vaksin HPV yang tersedia di pasaran, Anda dapat memilih mana vaksinasi yang terbaik untuk Anda. Vaksinasi ini sebenarnya disarankan untuk anak perempuan sekitar usia 12. Vaksin ini mencegah strain HPV yang paling mungkin menyebabkan kanker serviks dan kutil kelamin. Meskipun vaksin ini tidak 100% efektif, namun sangat mengurangi risiko seseorang tertular strain HPV yang merupakan prekursor untuk kanker serviks. Perlu Anda ketahui bahwa vaksinasi tidak berarti Anda tidak memerlukan tes pap smear. Apabila Anda berusia 12 tahun atau lebih dan belum melakukan hubungan seksual secara aktif maka akan segera dilakukan vaksinasi. Namun bila Anda sudah menikah dan belum dilakukan vaksinasi sebaiknya Anda melakukan tes pap smear terlebih dahulu. Semakin cepat Anda dapat mendapatkan vaksinasi maka akan mendapatkan efek pencegahan yang lebih baik karena sangat ideal untuk menerima vaksin sebelum melakukan hubungan seks. Hal ini karena HPV merupakan infeksi menular seksual yang tidak dapat "disembuhkan", hanya dapat dicegah. 4.      Berhenti merokok Merokok telah dikaitkan dengan risiko tinggi kanker serviks dan kanker lainnya. Memang sulit menghentikan kebiasaan merokok, namun bila untuk kesehatan Anda mengapa tidak. Anda bisa meminta bantuan dengan dokter untuk memberikan strategi dan dukungan untuk berhenti merokok. 5.      Hubungan seks yang aman Karena kanker serviks terkait dengan HPV, infeksi menular seksual, hubungan seks aman dan menggunakan kondom saat berhubungan seks dapat menurunkan risiko. Selain itu semakin banyak berhubungan intim dengan seseorang, akan semakin meningkatkan risiko mengalami kanker serviks. Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kanker terbanyak yang dialami wanita, cegah dari sekarang sebelum Anda terkena! Baca juga: Vaksin HPV Mampu Cegah Kanker Serviks Makin Parah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: wikihow
Apa Itu Kanker Serviks? Kanker serviks terjadi apabila sel-sel abnormal berkembang dan menyebar di dalam leher rahim (serviks), bagian bawah rahim. Terjadinya kanker serviks seringkali dipicu oleh adanya infeksi oleh suatu virus tertentu, yaitu Human Papilloma Virus (HPV). Bila ditemukan pada stadium dini, maka kanker serviks memiliki tingkat kesembuhan yang cukup tinggi.   Penyebab Penyebab utama terjadinya kanker serviks adalah adanya infeksi (90%). Infeksi HPV pada kemaluan biasanya akan menyembuh dengan sendirinya. Bila infeksi ini menjadi kronik, maka dapat terjadi perubahan pada sel-sel serviks. Perubahan ini dapat menyebabkan terjadinya kanker. Infeksi HPV biasanya tidak menimbulkan gejala apapun dan dapat sembuh dengan sendirinya. Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan timbulnya kutil pada kemaluan, akan tetapi jenis ini tidak berhubungan dengan kejadian kanker serviks. Kutil kemaluan tidak akan berubah menjadi kanker, bahkan bila keadaan ini tidak diobati. Jenis HPV yang berbahaya (dapat menyebabkan kanker) dapat tinggal di dalam tubuh anda selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala apapun. Infeksi HPV sangat sering terjadi, sehingga sebagian besar orang yang pernah berhubungan seksual pasti pernah mengalami infeksi HPV. Karena infeksi HPV tidak menimbulkan gejala apapun, anda dapat tetap membawa virus ini bahkan sampai bertahun-tahun setelah anda berhubungan seksual. Jika anda terinfeksi oleh HPV yang berpotensi menyebabkan kanker, maka dapat terjadi pertumbuhan sel-sel abnormal pada serviks anda. Sel pra kanker ini tidak berarti bahwa anda telah menderita kanker saat itu, akan tetapi seiring dengan berlalunya waktu, maka sel-sel abnormal ini akan berubah menjadi sel kanker. Sel-sel kanker ini cenderung untuk menyebar ke dalam serviks dan berbagai organ serta jaringan di sekitarnya. Penggunaan kondom dapat menurunkan resiko infeksi HPV, akan tetapi kondom tidak dapat melindungi anda sepenuhnya dari infeksi virus ini. Selain kanker serviks, infeksi HPV juga telah dihubungkan dengan kejadian kanker vulva, kanker vagina, kanker penis, kanker anus, dan kanker mulut baik pada pria maupun wanita.   Faktor Resiko Lainnya Wanita Hispanik dan Afrika-Amerika memiliki resiko terkena kanker serviks yang lebih tinggi daripada wanita kulit putih. Kejadian kanker serviks juga lebih tinggi pada wanita yang terinfeksi HPV bila disertai dengan: Memiliki kebiasaan merokok Memiliki banyak anak Menggunakan pil KB dalam waktu lama Menderita HIV atau sistem kekebalan tubuhnya lemah   Gejala Pada stadium awal kanker serviks, yaitu saat sel-sel mulai berkembang secara abnormal, biasanya jarang ditemukan adanya gejala apapun. Gejala baru tampak saat kanker telah berkembang. Berbagai gejala kanker serviks yang dapat ditemukan adalah: Keluarnya darah dari vagina di luar masa menstruasi Keluarnya bercak dari yang berbeda dengan biasanya Perdarahan setelah menopause Perdarahan atau nyeri saat berhubungan seksual   Deteksi Dini Kanker Serviks Pemeriksaan Pap Smear Pemeriksaan pap smear merupakan salah satu cara deteksi dini kanker serviks yang terbaik. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan adanya sel-sel abnormal sebelum sel tersebut berubah menjadi sel kanker. Pada usia 21 tahun, wanita sebaiknya mulai melalukan pemeriksaan pap smear setiap 3 tahun sekali. Wanita yang berusia 30-65 tahun yang telah rutin melakukan pemeriksaan pap smear sebelumnya dapat memundurkan waktu pemeriksaan pap smear dan HPV menjadi 5 tahun sekali. Wanita yang beresiko tinggi perlu melakukan pemeriksaan pap smear lebih sering daripada wanita lainnya (1 tahun sekali). Jika hasil pemeriksaan pap smear menunjukkan abnormalitas kecil maka anda mungkin harus melakukan pemeriksaan pap smear ulangan. Pemeriksaan DNA HPV Pada kasus tertentu, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan DNA HPV selain pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi adanya HPV yang berpotensi menyebabkan terjadinya kanker. Pemeriksaan ini biasanya dianjurkan pada wanita yang berusia lebih dari 30 tahun atau pada wanita usia berapapun dengan hasil pemeriksaan pap smear yang abnormal.   Diagnosa Diagnosa pasti kanker serviks dapat ditegakkan melalui pemeriksaan biopsi, di mana dokter akan mengambil sedikit jaringan serviks untuk melakukan pemeriksaan di bawah mikroskop.   Pembagian Stadium Kanker Serviks Disebut kanker serviks stadium 0, bila sel kanker hanya ditemukan pada permukaan serviks. Disebut stadium I, bila sel kanker telah menyebar ke seluruh serviks, tetapi belum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Disebut stadium II, bila sel kanker telah menyebar ke bagian atas vagina. Disebut stadium III, bila sel kanker telah menyebar ke bagian bawah vagian dan mungkin telah menghambat aliran air kemih. Disebut stadium IV, bila sel kanker telah menyebar ke kandung kemih atau rektum atau bila sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya dan membentuk kanker lainnya.   Pilihan Pengobatan Kanker Serviks Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan masih dapat dilakukan bila kanker baru mencapai stadium II. Tindakan pembedahan biasanya dilakukan untuk mengangkat seluruh jaringan yang mengandung sel kanker di dalamnya. Tindakan pembedahan yang dilakukan berupa pengangkatan seluruh rahim dan serviks serta seluruh jaringan di sekitarnya (histerektomi). Dokter mungkin juga mengangkat saluran telur, indung telur, dan kelenjar limfe di sekitar tumor. Radiasi Radiasi eksternal menggunakan sinar X energy tinggi untuk membunuh sel kanker di area target. Terapi ini dapat membantu menghancurkan seluruh sel kanker yang tersisa setelah tindakan pembedahan. Radiasi internal menggunakan suatu zat radioaktif yang disuntikkan langsung ke dalam tumor. Penderita kanker serviks seringkali diobati dengan menggunakan kombinasi radiasi dan kemoterapi. Efek samping radiasi yang dapat terjadi adalah hitung jenis sel darah rendah, merasa lelah, gangguan pencernaan, mual, muntah, dan tinja lembek. Kemoterapi Kemoterapi merupakan suatu pengobatan dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh kanker di bagian tubuh manapun. Bila sel kanker telah menyebar ke berbagai organ tubuh yang jauh, maka kemoterapi merupakan pilihan pengobatan utama. Efek samping yang dapat timbul tergantung pada jenis dan dosis obat yang digunakan. Efek samping yang dapat terjadi adalah merasa lelah, mudah memar, rambut rontok, mual, muntah, dan hilangnya nafsu makan. Terapi Lainnya Pengobatan kanker dapat membuat anda merasa lelah dan kehilangan nafsu makan, akan tetapi menjaga berat badan dengan memenuhi kebutuhan nutrisi anda juga penting bagi penyembuhan anda. Selain itu, tetap aktif dan berolahraga ringan juga dapat meningkatkan stamina dan tenaga anda serta dapat mengurani rasa mual dan stress yang anda alami. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai jenis olahraga apa yang boleh anda lakukan dan berapa lama.   Kanker Serviks dan Fertilitas Pengobatan kanker serviks seringkali berupa pengangkatan rahim dan indung telur dan dengan demikian memudarkan kemungkinan anda untuk hamil. Akan tetapi, bila kanker ditemukan pada stadium dini, anda masih mungkin hamil bahkan setelah tindakan pembedahan dilakukan. Suatu tindakan pembedahan yang disebut dengan trakelektomi dapat mengangkat serviks dan bagian vagina dengan tetap meninggalkan sebagian besar rahim.   Ketahanan Hidup Penderita Angka ketahanan hidup penderita kanker serviks sangat tergantung pada seberapa dini kanker ditemukan.   Vaksin HPV dan Kegunaannya Sekarang ini telah tersedia vaksin yang berguna untuk melindungi anda dari 2 jenis HPV yang berpotensi menyebabkan terjadinya kanker. Setiap vaksin memerlukan pemberian sebanyak 3 kali dalam waktu 6 bulan. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi kronik HPV yang berpotensi menyebabkan terjadinya kanker serviks. Vaksin ini digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi HPV dan bukan untuk mengobati infeksi HPV. Vaksin ini paling efektif diberikan sebelum seseorang aktif berhubungan seksual. CDC menganjurkan agar vaksin HPV diberikan pada anak perempuan yang berumur 11 atau 12 tahun. Tetapi juga dapat diberikan pada usia 13-26 tahun. Baca juga: Say No to Cancer! Sumber: webmd
CDC (Centers for Disease Control and Prevention) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit baru-baru ini memberitahukan bahwa rendahnya tingkat vaksinasi terhadap human papillomavirus (Vaksin HPV) untuk remaja. Badan pemantauan kesehatan mencatat bahwa remaja yang mendapatkan vaksin kanker HPV lebih rendah dibanding pemberian vaksin lainnya.  Berdasarkan data yang didapat lebih dari 91 persen anak perempuan berusia 13 tahun yang seharusnya divaksinasi namun ternyata yang mendapatkan vaksinasi hanya sekitar 57,3 persen. Rendahnya vaksinasi HPV menurut CDC adalah sebuah keprihatinan.  CQ healthbeat melaporkan mengatakan awal tahun ini, salah satu negara yaitu negara Amerika akan mulai konsentrasi untuk meningkatkan perhatian masyarakat pentingnya untuk melakukan vaksinasi HPV. Namun yang menjadi kendala ada beberapa negara dimana sebelum anak remaja melakukan vaksinasi HPV memerlukan ijin dari orang tua terlebih dahulu.  Vaksin HPV merupakan vaksin yang memberi kekebalan tubuh terhadap virus human papilloma virus yang menjadi penyebab dari sebagian besar kanker serviks (kanker leher rahim). Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian terbesar pada wanita.  Sumber: rollcall