Your browser does not support JavaScript!
Tahukah Anda bahwa kanker payudara ternyata tidak hanya mengenai mereka yang telah berusia lebih dari 40 tahun? Sekitar 30% penderita kanker payudara di Indonesia berusia kurang dari 40 tahun. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bila Anda rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (sadari) walaupun Anda masih muda. Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada wanita yang masih muda adalah: Pernah menderita kanker payudara atau memiliki tumor jinak pada payudara Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara, terutama pada ibu, saudara perempuan,  atau anak perempuan Pernah melakukan radioterapi di daerah dada sebelum berusia 40 tahun Mengalami mutasi genetik, terutama gen BRCA1 dan BRCA2 Menstruasi pertama kali terjadi sebelum berusia 12 tahun Berapa usia Anda saat pertama kali memiliki anak Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan Mengkonsumsi terlalu banyak daging merah Mengalami obesitas Ras tertentu Beberapa penelitian juga menemukan bahwa penggunaan pil KB dalam 10 tahun terakhir juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Selain itu, melakukan terapi sulih hormon dengan hormon estrogen dan progestin juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara walaupun sedikit. Bila Anda menemukan adanya suatu benjolan atau sesuatu hal yang tidak normal yang tidak biasanya ada pada payudara Anda, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter Anda. Dengan demikian, dokter dapat melakukan pemeriksaan secara dini sehingga diagnosa pun dapat ditegakkan lebih cepat dan Anda pun dapat segera memperoleh pengobatan yang sesuai bila ditemukan kelainan pada payudara Anda. Walaupun demikian, menegakkan diagnosa kanker payudara pada seorang wanita yang masih berusia kurang dari 40 tahun memang lebih sulit, karena umumnya jaringan payudara mereka masih lebih kencang daripada wanita yang berusia lebih tua. Hal ini membuat seorang wanita muda seringkali terlambat menyadari adanya sebuah benjolan pada payudaranya hingga kanker telah memasuki stadium lanjut. Selain itu, kanker payudara yang terjadi pada wanita yang masih muda biasanya juga lebih agresif dan lebih jarang memberikan respon positif terhadap pengobatan. Semakin muda usia seorang wanita saat ia didiagnosa menderita kanker payudara menunjukkan bahwa kanker payudaranya mungkin terjadi akibat adanya mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2. Tahukah Anda mengapa kasus kanker payudara banyak ditemukan pada wanita berusia muda sekarang ini? Hal ini sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, di mana banyak wanita muda yang memiliki tingkat stress yang tinggi dan juga merokok seperti halnya pria. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya kanker payudara pada usia muda adalah dengan menjaga pola hidup yang sehat seperti berhenti merokok dan perbanyak konsumsi buah dan sayuran Anda. Dengan melakukan pola hidup sehat ini, resiko terjadinya kanker payudara Anda dapat menurun hingga 25% lho! Selain itu, dianjurkan agar seorang wanita yang telah memasuki usia 20 tahun untuk melakukan pemeriksaan payudaranya setidaknya setiap 3 tahun sekali. Bagi wanita yang telah memasuki usia 40 tahun, dianjurkan agar melakukan pemeriksaan mamografi setidaknya 1 tahun sekali. Bagi wanita yang telah berusia 50-74 tahun dianjurkan agar melakukan pemeriksaan mamografi setiap 2 tahun sekali dan tidak perlu melakukan pemeriksaan mamografi lagi bila telah memasuki usia lebih dari 74 tahun. Pengobatan kanker payudara pada wanita muda biasanya tergantung pada apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya atau belum dan pada keadaan kesehatan penderita secara keseluruhan. Pilihan pengobatan kanker payudara yang telah tersedia saat ini adalah: Tindakan pembedahan, seperti lumpektomi (hanya mengangkat tumor dan sejumlah jaringan di sekitarnya) atau mastektomi (mengangkat seluruh jaringan payudara) Radiasi. Terapi ini biasanya dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa dan mencegah kekambuhan Kemoterapi. Terapi ini biasanya juga dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa dan mencegah kekambuhan Terapi sulih hormon. Terapi ini biasanya juga dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa dan mencegah kekambuhan Satu hal yang perlu diingat adalah terapi kanker payudara akan mempengaruhi gairah seksual, kesuburan, dan kehamilan Anda. Jadi, bila Anda ingin memiliki anak nantinya, pastikan Anda memberitahu dokter Anda sebelum Anda memulai terapi apapun. Sumber: webmd
Sebuah penelitian di Saudi Arabia menemukan bahwa jahe mungkin dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi pengobatan kanker payudara. Walaupun sekarang ini telah tersedia terapi khusus untuk mengatasi kanker payudara (walaupun belum dapat menyembuhkannya) dan berbagai teknik pemeriksaan untuk mendeteksi secara dini adanya kanker payudara pada seorang wanita, kanker payudara tetap merupakan suatu gangguan kesehatan yang sulit ditangani dan seringkali menyebabkan kematian pada penderitanya. Pada umumnya, pengobatan kanker payudara biasanya berupa terapi hormonal dengan tamoxifen atau modulator reseptor estrogen selektif lainnya. Akan tetapi, hampir semua penderita kanker payudara yang telah menyebar dan sekitar 40% penderita kanker payudara yang telah menerima tamoxifen mengalami kekambuhan dan berakhir dengan kematian. Selain itu, penggunaan modulator reseptor estrogen selektif pun seringkali terbatas karena berbagai efek samping yang mungkin terjadi dan tidak dapat mengatasi kanker payudara yang bukan disebabkan oleh gangguan pada reseptor estrogen selektif ini. Lebih lanjut lagi, walaupun sel-sel kanker payudara mungkin berespon terhadap pemberian kemoterapi pada awal terapi, akan tetapi sel-sel kanker payudara ini pada akhirnya dapat tetap bertahan dan menjadi kebal (resisten) terhadap kemoterapi. Oleh karena itu, para ahli sekarang ini sedang mencari alternatif lainnya yang dapat membantu membunuh sel kanker payudara secara permanen dan tidak mengganggu sel-sel tubuh yang sehat. Para ahli kemudian mulai menunjukkan ketertarikan pada ekstrak jahe mentah. Hal ini dikarenakan jahe telah terbukti memiliki suatu efek anti kanker yang cukup kuat, walaupun bagaimana jahe dapat membunuh sel kanker payudara masih tidak diketahui. Berdasarkan berbagai data penelitian lainnya dan fakta bahwa pada beberapa kasus, ekstrak tanaman herbal telah terbukti lebih mampu melawan sel kanker dibandingkan dengan obat-obatan, maka penelitian ini pun dilakukan untuk meneliti lebih lanjut mengenai efek ekstrak jahe mentah ini terhadap pertumbuhan sel-sel kanker payudara. Para ahli kemudian menemukan bahwa jahe ternyata memiliki beberapa efek menakjubkan seperti: • Menginduksi terjadinya proses apoptosis (suatu program bunuh diri pada sel) • Meningkatkan produksi Bax (suatu gen yang berperan dalam proses apoptosis) • Menurunkan kadar protein Bcl 2 (suatu protein yang berhubungan dengan kanker) • Menurunkan kadar protein yang berperanan dalam proses daur ulang sel kanker • Meningkatkan kadar inhibitor CDK dan p21 yang merupakan suatu anti kanker Penelitian di atas bukanlah penelitian pertama yang meneliti mengenai efek jahe terhadap sel kanker. Pada kenyataannya, suatu komponen di dalam jahe yaitu gingerol telah terbukti dapat memperlambat atau mencegah penyebaran sel-sel kanker ke organ tubuh lainnya (anti metastatik). Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa efek anti kanker di dalam jahe ternyata tidak hanya berperan pada kanker payudara, tetapi juga pada beberapa jenis kanker lainnya seperti: • Kanker usus besar dan rektum • Kanker hati • Kanker paru • Kanker kulit (melanoma) • Kanker pankreas • Kanker prostat • Kanker kulit lainnya Baca juga: Jenis Kanker yang Mudah Menyerang Wanita Sumber: themindunleashed
Kentang dan Wortel Journal of the National Cancer Institute menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya dengan karotenoid/pigmen alami berisiko lebih kecil terkena kanker payudara sebab karotenoid mengandung zat yang membantu mengatur pertumbuhan sel, antobodi, dan regenerasi sel. Konsumsi kentang, wortel, dan sayuran hijau tua. Salmon Ikan yang kaya dengan "lemak baik" seperti Omega-3 bisa mengurangi risiko kanker payudara. Sejumlah ikan yang kaya Omega-3 adalah sarden, tuna, ikan asin, dan makarel. Teh Teh terutama teh hijau kaya akan polifenol, antioksidan dengan banyak manfaat, termasuk anti-kanker payudara. Wanita yang meminum sedikitnya segelas teh hijau sehari punya lebih sedikit kandungan estrogen dari yang lain. Baca juga: Daging Merah Bisa Tingkatkan Resiko Kanker Payudara
Wanita yang banyak makan daging merah ternyata dapat meningkatkan resiko kanker payudara sampai mendekati 25%. Pernyataan ini berdasarkan penelitian selama 20 tahun dan menyertakan 89.000 wanita. Tetapi di pihak lain, dengan menggantikan konsumsi daging merah dengan kombinasi ikan, legumes, kacang dan daging unggas ternyata mampu menurunkan resiko kanker payudara sebanyak 14%. "Dengan membatasi asupan daging proses dan daging merah, dan menggantinya dengan kombinasi daging unggas, ikan, legumes dan kacang sebagai sumber protein pengganti daging merah ternyata membawa keuntungan yang berhubungan dengan kanker payudara", kata Maryam Farvid, peneliti dari Harvard School of Public Health's Department of Nutrition. Dibandingkan wanita yang memakan satu porsi daging merah dalam satu minggu, wanita yang memakan 1,5 porsi daging merah setiap harinya ternyata mempunyai resiko 22% lebih tinggi terkena kanker payudara. Dan setiap tambahan porsi daging merah tampaknya akan meningkatkan resiko kanker payudara sampai 13%. Para peneliti juga mengatakan dengan mengganti daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara. Dengan mengganti satu porsi daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara sampai 17% dan bahkan sampai 24% pada wanita usia menopause. Mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan bentuk protein lain yang lebih sehat ternyata memberikan efek signifikan untuk kesehatan secara keseluruhan. Manfaat lain yang bisa diperoleh misalnya menurunkan resiko terjadinya penyakit kronis lain seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes dan berbagai jenis kanker lainnya. Diduga daging merah dapat meningkatkan resiko kanker payudara dan berbagai penyakit lainnya karena pada proses produksinya memerlukan temperatur sangat tinggi untuk memasaknya. Kemungkinan lain adalah hormon yang digunakan untuk pertumbuhan dari sapi pedaging tersebut. Tambahan bahan kimia yang dimasukkan kedalam daging merah seperti nitrat dan nitrit diduga juga berhubungan dengan peningkatan resiko kanker payudara. Sumber: webmd
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi dan paling sering menyebabkan kematian di antara semua kanker lainnya. Kanker payudara merupakan suatu penyakit kompleks yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor genetika, gaya hidup, dan pola makan seseorang.Kanker payudara dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat dan mengkonsumsi diet sehat dan seimbang, seperti: •  Membatasi konsumsi minuman beralkohol•  Berhenti merokok•  Menjaga berat badan sehat•  Menyusui•  Hindari paparan terhadap radiasi dan polusi lingkungan lainnya•  Batasi waktu terapi hormonal•  Berolahraga secara teratur atau tetap aktif•  Melakukan pemeriksaan kesehatan secara teraturTerdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu melawan sel kanker dan mencegah terjadinya kanker payudara seperti yang akan dibahas di bawah ini.1.  BrokoliBrokoli mengandung zat anti kanker, indol 3-karbinol. Zat ini dapat mengubah jenis estrogen yang menyebabkan kanker menjadi jenis estrogen yang justru melindungi tubuh dari kanker dan membantu mengurangi resiko terjadinya beberapa kanker, termasuk kanker payudara, kanker kandung kemih, kanker kelenjar getah bening, kanker prostat, dan kanker paru. Konsumsilah 5 porsi brokoli setiap harinya untuk mencegah terjadinya kanker payudara. Brokoli yang telah dimasak memiliki lebih banyak manfaat bagi kesehatan anda daripada brokoli mentah. Untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara, konsumsilah brokoli bersama dengan kol atau kembang kol.2.  SalmonSalmon mengandung asam lemak omega 3 yang dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anda. Selain itu, salmon juga mengandung protein, vitamin B12 dan vitamin D yang dibutuhkan tubuh untuk mengatur pertumbuhan sel tubuh dan mencegah kanker.Konsumsilah 3 porsi salmon setiap minggunya. Selain salmon, berbagai jenis ikan lain yang juga dapat mencegah terjadinya kanker payudara adalah ikan mackerel, ikan sarden, ikan trout, ikan sea bass, dan ikan tuna.3.  KunyitKunyit mengandung curcumin yang dapat mencegah terjadinya berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker saluran pencernaan, kanker paru, dan kanker kulit. Berdasarkan berbagai penelitian, kunyit diduga dapat membantu penyebaran sel kanker payudara ke dalam paru-paru bila diberikan bersamaan dengan obat kemoterapi. Kunyit mengandung beberapa agen anti kanker dan dapat memperbaiki DNA yang rusak akibat radiasi. 4.  BlueberiBlueberi mengandung berbagai vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara. Berbagai zat fitokimia di dalam blueberi dapat mencegah pertumbuhan dan penyebaran berbagai jenis kanker payudara. Asam ellagic di dalam blueberi juga dapat menghancurkan berbagai zat penyebab kanker dan memperlambat pertumbuhan tumor. Berbagai jenis buah beri lainnya yang juga dapat mencegah terjadinya kanker payudara adalah strawberi, raspberi, blackberi, dan cranberi. Untuk memperoleh manfaat maksimal, konsumsilah blueberi segar.5.  TomatLikopene di dalam tomat merupakan antioksidan kuat yang dapat mencegah perkembangan kanker payudara dengan cara menghentikan pertumbuhan sel kanker. Selain itu, likopene juga dapat menghentikan pertumbuhan tumor dengan cara mengganggu pertumbuhan sel yang abnormal.Selain kanker payudara, likopene juga dapat membantu mencegah terjadinya kanker paru dan kanker endometrium (rahim). Untuk memperoleh manfaat maksimal dari tomat anda sebaiknya mengkonsumsi setengah gelas jus tomat segar setiap harinya.6.  Bawang PutihBerbagai penelitian menunjukkan bahwa bawang putih juga dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara. Sulfur di dalam bawang putih dapat mempercepat proses perbaikan DNA dan membunuh sel-sel kanker yang menyebabkan terjadinya kanker payudara, kanker mulut, kanker lambung, dan kanker usus besar. Untuk memperoleh manfaat maksimal dari bawang putih, maka kupas kulitnya dan cincanglah kemudian diamkan selama sekitar 15 menit sebelum mulai memasaknya.7.  Buah DelimaBerdasarkan penelitian, buah delima diduga juga dapat membunuh sel-sel kanker payudara tanpa mempengaruhi sel-sel sehat lainnya. Polifenol di dalamnya juga dapat membantu mencegah terbentuknya sel-sel kanker payudara baru. Anda dapat mengkonsumsinya dalam bentuk buah segar atau jus buah.8.  BayamLutein pada bayam memiliki peranan penting dalam mencegah terjadinya kanker payudara, kanker mulut, kanker esofagus (tenggorokan), dan kanker lambung. Zeaxanthin dan karotenoid di dalamnya juga dapat membuang berbagai radikal bebas dari dalam tubuh anda sebelum mereka merusak sel-sel sehat di dalam tubuh anda. Dianjurkan agar wanita mengkonsumsi bayam setidaknya 2 kali seminggu untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara. 9.  Kacang WalnutKacang walnut mengandung berbagai nutrisi dan asam lemak omega 3, yang dapat membantu tubuh melawan berbagai inflamasi (radang) sehingga dapat memperlambat pertumbuhan kanker payudara. Berdasarkan penelitian, kacang walnut juga dapat melindungi tubuh anda dari berbagai paparan lingkungan yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker. Konsumsilah 200 gram kacang walnut setiap harinya untuk memperlambat perkembangan dan pertumbuhan kanker payudara. Baca juga: Mencegah Kanker MulutSumber: top10homeremedies
Penyakit kanker payudara pada pria merupakan kasus yang jarang hanya sekitar 1 %. Namun tetap saja kejadian kanker payudara harus diwaspadai, karena untuk yang mengalami kanker payudara mempunyai stadium dan keparahan yang hampir sama dengan kanker payudara yang sama terjadi pada wanita. Sebagian besar kanker payudara pada pria terdeteksi pada usia 60-70 tahun.Terjadinya kanker payudara pada pria dan wanita hampir sama belum diketahui secara pasti. Namun keduanya dipengaruhi lingkungan dan genetik (diwariskan)Berikut adalah beberapa faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya kanker payudara:Terpapar RadiasiPaparan radiasi juga dikaitkan terjadinya kanker payudara pada pria. Seorang pria yang pernah menjalani terapi radiasi untuk mengobati kanker di daerah dada sebelumnya mempunyai risiko untuk terkena kanker payudara nantinyaHiperestrogen (peningkatan kadar estrogen dalam tubuh)Pada pria sebenarnya tidak memiliki kadar estrogen setinggi wanita. Namun pada beberapa kasus terjadi peningkatan estrogen, sehingga terjadi pembesaran payudara. Sebagian besar kanker payudara pada pria karena reseptor estrogen yang positif (yang berarti mereka memiliki reseptor pada permukaan sel yang dapat menerima dan mengangkat estrogen ke dalam sel). Kemudian beberapa kasus yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar estrogen dalam tubuh pada pria seperti sindrom klinefelter dan sirosis hati. Kegemukan dan beberapa macam obat seperti obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, obat-obatan untuk mengurangi asam lambung, valium, finasteride, obat-obatan untuk mengobati kanker prostat, dan lain-lain. Periksa efek samping dari obat-obatan yang Anda gunakan. Sindrom KlinefelterMerupakan kondisi genetik atau diturunkan yang mempengaruhi satu dari 1000 laki-laki. Seorang pria normal memiliki dua kromosom seks (X dan Y). Dia mewarisi kromosom X perempuan dari ibunya dan laki-laki kromosom Y dari ayahnya. Pria dengan sindrom Klinefelter ini telah mewarisi kromosom X perempuan ekstra, sehingga kromosom seks XXY bukan XY laki-laki normal. Pasien Klinefelter menghasilkan tingkat estrogen yang tinggi. Akan terjadi pembesaran payudara, rambut wajah dan tubuh yang sedikit, testis mengecil, dan ketidakmampuan untuk memproduksi sperma. Beberapa penelitian telah menunjukkan terjadi peningkatan risiko kanker payudara pada pria dengan kondisi ini. Risiko terjadinya kanker payudara meningkat tajam, hingga 50 kali lipat dari laki-laki normal.Sirosis Hati (terjadinya jaringan parut pada hati)Pada seseorang yang memiliki sirosis hati terjadi gangguan pada proses pengangkutan dan pengiriman hormon estrogen dalam aliran darah.  Sehingga pria yang mengalami sirosis hati memiliki kadar estrogen yang tinggi.Riwayat KeluargaPenelitian epidemiologi telah menunjukkan bahwa pria yang memiliki beberapa saudara perempuan dengan kanker payudara juga memiliki risiko terkena kanker payudara. Secara khusus, pria yang mewarisi mutasi gen BRCA-2 memiliki peningkatan risiko untuk terkena kanker payudara. BRCA-2 yang biasanya berfungsi dalam menekan pertumbuhan sel. Terjadinya mutasi pada gen ini akan meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
Pada kanker payudara stadium III, sel kanker masih belum menyebar jauh dan masih berada di sekitar jaringan payudara dan kelenjar getah bening terdekat. Pada stadium III, sel kanker biasanya telah mengenai banyak kelenjar getah bening atau ukuran tumor sudah sangat besar hingga mencapai dinding dada atau mengenai kulit payudara. Walaupun telah memasuki tahap lanjut, angka ketahanan hidup selama 5 tahun mendatang masih berkisar antara 41-67%. Pada tahap ini, dokter mungkin akan melakukan kombinasi beberapa jenis terapi untuk memperoleh hasil terbaik.   1.      Kemoterapi Kemoterapi merupakan terapi yang umum dilakukan untuk mengobati kanker payudara stadium III. Pengobatan ini dapat membantu membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa setelah tindakan pembedahan. Akan tetapi, kemoterapi kadangkala dilakukan sebelum tindakan pembedahan dilakukan untuk mengecilkan ukuran tumor sehingga lebih mudah diangkat saat tindakan pembedahan. Setelah tindakan pembedahan dilakukan, kemoterapi tetap perlu dilakukan. Jika tindakan pembedahan tidak dapat dilakukan, maka kemoterapi mungkin merupakan terapi utama untuk mengatasi kanker.   2.      Tindakan Pembedahan Jika masih memungkinkan, dokter mungkin akan melakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat sel kanker. Ada 2 tindakan pembedahan yang dapat dilakukan yaitu lumpektomi dan mastektomi. Lumpektomi merupakan suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat tumor dan jaringan di sekitarnya. Mastektomi merupakan suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat seluruh jaringan payudara. Dokter biasanya juga akan mengangkat kelenjar getah bening di sekitar payudara.   3.      Terapi Radiasi Terapi radiasi biasanya direkomendasikan untuk wanita yang menderita kanker payudara stadium III yang telah melakukan tindakan pembedahan. Terapi radiasi bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tertinggal setelah tindakan pembedahan dilakukan.   4.      Terapi Hormon Terapi hormon biasanya dapat membantu penderita yang memiliki kanker yang berespon positif terhadap hormon. Terapi ini dapat membantu mencegah sel kanker mendapatkan hormon yang dibutuhkannya untuk bertumbuh. Terapi hormon dapat menjadi terapi utama bila tindakan pembedahan tidak memungkinkan. Jika penderita belum memasuki masa menopause, maka dokter mungkin akan menganjurkan untuk mengangkat indung telur sehingga produksi hormon juga akan berhenti.   5.      Terapi Biologikal Pada beberapa orang wanita penderita kanker payudara, kelebihan suatu jenis protein, HER2 dapat membuat sel kanker menyebar dengan lebih cepat. Herceptin merupakan sejenis obat baru yang telah disetujui oleh BPOM Amerika untuk mengobati kanker payudara metastatik dan positif HER2. Obat ini dapat menghentikan protein yang membuat sel kanker bertumbuh dan membuat kemoterapi menjadi lebih efektif. Terapi ini paling sering digunakan sebagai terapi kombinasi bersamaan dengan kemoterapi.   Sumber: webmd
Banyak orang seringkali merasa bingung untuk membedakan berbagai gangguan pada payudara, terutama para pria.    Ginekomastia Ginekomastia merupakan suatu keadaan di mana terjadi pertumbuhan jaringan payudara yang tidak berbahaya pada seorang pria. Hal ini umum terjadi pada seorang pria di masa pubertas dan pada bayi baru lahir (pada kedua jenis kelamin).  Ginekomastia biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari pada bayi baru lahir dan dalam waktu 2 tahun pada sebagian besar pria dewasa.  Penyebab Penyebab ginekomastia lainnya adalah sindrom Klinefelter, yaitu suatu kelainan genetika yang menyebabkan pertumbuhan payudara; gangguan karakteristik seksual; dan gangguan metabolik seperti kekurangan hormon pituitari, gagal hati atau sirosis hati, dan hipertiroidisme. Pada dasarnya, sindrom Klinefelter terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara hormon testosteron dan estrogen di dalam tubuh.  Sekitar 25% kasus ginekomastia terjadi akibat penggunaan obat-obatan seperti spironolakton, nifedipin, verapamil, omeprazole, finasteride, dutasteride, dan risperidon. Gejala Beberapa gejala ginekomastia adalah pembengkakan payudara baik hanya pada satu sisi maupun keduanya, yang kadang disertai dengan payudara terasa keras. Ginekomastia biasanya tidak disertai dengan nyeri payudara maupun keluarnya cairan abnormal dari payudara kecuali bila disebabkan oleh penyakit berat lainnya.   Kanker Payudara Kanker payudara merupakan suatu penyakit berat yang terjadi akibat perubahan jaringan payudara menjadi suatu keganasan, yang dapat terjadi pada pria maupun wanita. Kanker payudara dapat terjadi pada seorang pria walaupun amat sangat jarang. Kasus kanker payudara banyak ditemukan pada orang yang memiliki anggota keluarga lain yang juga menderita kanker payudara dan resiko ini lebih tinggi pada orang yang merupakan anggota keluarga dekat penderita tersebut. Kanker payudara 100 kali lebih sering terjadi pada wanita daripada para pria. Beberapa faktor resiko terjadinya kanker payudara adalah berjenis kelamin wanita, hanya memiliki sedikit anak, tidak atau hanya sedikit menyusui, menderita obesitas, memiliki kebiasaan merokok, sering mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, dan sering mengkonsumsi diet tinggi lemak. Terdapat beberapa gejala kanker payudara yang berbeda-beda. Beberapa gejala tersebut adalah nyeri payudara baik pada satu atau kedua sisi, keluarnya cairan selain ASI dari payudara, retraksi puting susu (puting susu tertarik ke dalam), kulit payudara atau puting susu mengerut, adanya benjolan pada jaringan payudara, atau adanya perubahan pada warna kulit payudara atau puting susu.    Sumber: differencebetween
Menurunkan berat badan merupakan satu-satunya cara yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan resiko terjadinya kanker payudara. Memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara antara 30-60%, terutama bila Anda memiliki lemak perut yang cukup banyak. Lemak perut dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara hingga 43%. Mengapa peningkatan berat badan berhubungan dengan terjadinya kanker payudara? Hal ini dikarenakan sel-sel lemak juga menghasilkan estrogen. Jadi semakin banyak sel lemak di dalam tubh Anda, maka semakin banyak pula kadar estrogen di dalam tubuh Anda. Semakin banyak estrogen di dalam darah tentunya dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Selain itu, memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas juga menciptakan suatu lingkungan yang memudahkan perkembangan sel-sel kanker. Banyaknya kandungan insulin, glukosa (gula), dan proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh dapat mempercepat pertumbuhan sel-sel kanker. Jadi berapa berat badan sehat itu? Saat ini salah satu cara ukur terbaik adalah dengan mengukur indeks massa tubuh. Jika Anda memiliki berat badan berlebih, maka jangan ragu untuk segera mulai berolahraga dan mengkonsumsi diet sehat.    Sumber: womenshealthmag
Penyakit kanker payudara tidak hanya dialami oleh wanita namun juga oleh pria. Berikut adalah fakta mengenai kanker payudara yang terjadi pada pria: Kasus yang jarang Kanker payudara pada pria merupakan kasus yang jarang hanya terjadi sekitar 1 % dari seluruh jumlah kasus kanker payudara Gejala awal dari kanker payudara Timbulnya benjolan, meski tidak menimbulkan rasa sakit. Ada baiknya setiap timbul benjolan sebaiknya langsung diperiksa Keluar cairan dari payudara. Hal ini merupakan salah satu hal yang perlu diwaspadai Risiko kanker payudara Risiko kanker payudara pada pria meningkat seiring dengan peningkatan hormon estrogen, paparan radiasi dan riwayat keluarga yang memiliki kanker payudara. Tipe kanker payudara tersering Karsinoma duktus infiltratif merupakan tipe kanker payudara yang umum terjadi pada pria Stadium kanker payudara Stadium kanker payudara pada pria sama dengan stadium kanker payudara pada wanita. Pengobatan yang dilakukan Pembedahan merupakan penanganan awal paling umum yang dilakukan untuk kanker payudara pada pria. Meski kemoterapi, terapi radiasi dan terapi hormonal juga dapat diberikan. Prognosis/ kemungkinan untuk sembuh Kemungkinan kanker payudara pada pria untuk sembuh sama dengan kanker payudara pada wanita, yang sebagian besar dipengaruhi oleh stadium tumor.    Sumber: medicinenet