Your browser does not support JavaScript!
Penurunan fungsi mental merupakan salah satu komplikasi HIV yang sering terjadi. Demensia (gangguan daya ingat) akibat AIDS biasanya timbul saat jumlah CD4 (salah satu jenis sel darah putih) kurang dari 200 sel/µL. PenyebabDemensia akibat AIDS (ADC) ini terjadi akibat infeksi HIV itu sendiri dan bukan disebabkan oleh infeksi oportunistik lainnya yang biasa terjadi pada penderita AIDS. Para ahli masih tidak mengetahui bagaimana virus ini merusak sel-sel otak. HIV diduga dapat mempengaruhi fungsi otak melalui beberapa mekanisme. Protein virus mungkin dapat merusak sel-sel saraf secara langsung atau dengan cara menginfeksi sel-sel penyebab inflamasi (radang) di dalam otak dan medulla spinalis. Kemudian virus ini mungkin memicu sel-sel penyebab inflamasi ini untuk merusak dan melumpuhkan sel-sel saraf. HIV tampaknya menyebabkan peradangan menyeluruh di dalam tubuh, yang menyebabkan terjadinya berbagai penyakit kronik, gangguan daya ingat, mempercepat proses penuaan, penyakit jantung, dan berbagai penyakit lainnya.GejalaADC biasanya mempengaruhi perilaku, daya ingat, kemampuan berpikir, dan gerakan. Pada awalnya, berbagai gejala demensia ini biasanya tidak jelas dan mungkin tidak disadari oleh penderita, yang kemudian akan memburuk secara perlahan-lahan. Setiap penderita dapat memiliki gejala yang berbeda-beda.Berbagai gejala yang dapat ditemukan pada demensia tahap awal adalah:•    Penurunan produktivitas dalam bekerja•    Sulit konsentrasi•    Kesulitan untuk mempelajari suatu hal baru•    Perubahan perilaku•    Penurunan gairah seksual•    Mudah lupa•    Merasa bingung•    Kesulitan menemukan kata-kata yang tepat•    Tampak acuh tak acuh•    Tidak lagi melakukan kegiatan yang disenanginya atau menarik diri dari berbagai kegiatan sosial•    Depresi Berbagai gejala ringan di atas akan memburuk secara perlahan dan menyebabkan terjadinya beberapa hal di bawah ini, yaitu:•    Gangguan tidur•    Psikosis yaitu suatu gangguan mental dan perilaku berat, yang tampak sebagai agitasi berat, hilangnya kontak dengan realitas, ketidakmampuan memberikan respon yang sesuai dengan lingkungan, halusinasi, delusi•    Mania yang tampak seperti seseorang yang tidak pernah merasa lelah, hiperaktif, berbicara dengan sangat cepat, dan penurunan kemampuan menilai sesuatu•    Kejang Diagnosa demensia ditegakkan bila berbagai gejala di atas cukup berat sehingga mengganggu aktivitas anda sehari-hari. Dengan ditemukannya highly active antiretroviral therapy (HAART), jumlah penderita AIDS yang mengalami demensia pun telah menurun hingga menjadi kurang dari 20%. HAART tidak hanya dapat mencegah atau menghambat terjadinya demensia ini, tetapi juga dapat memperbaiki fungsi mental pada orang yang telah menderita demensia akibat AIDS ini. Tanpa HAART, berbagai gejala di atas akan terus memburuk secara perlahan dan menyebabkan penderita tidak dapat berinteraksi dengan orang lain dan tidak dapat menyadari lingkungan di sekitarnya.Sumber: webmd
Sebagian besar orang yang terinfeksi HIV tidak memerlukan diet khusus. Akan tetapi, bila anda merasa tidak enak badan atau memiliki gejala seperti mual, diare, atau penurunan berat badan maka anda mungkin memerlukan perubahan pola makan, baik apa yang anda makan dan bagaimana anda makan. Penurunan berat badan yang terlalu banyak dapat menjadi masalah yang sangat serius, karena tanpa nutrisi yang cukup, keadaan kesehatan anda dapat semakin memburuk. Tanpa diet yang sehat, tubuh anda akan semakin sulit melawan berbagai infeksi dan sembuh dari berbagai penyakit.   Mengapa Berat Badan Terus Menurun? Penurunan berat badan akibat HIV lebih sering terjadi pada orang yang tidak melakukan pengobatan atau memiliki penyakit berat atau mengalami infeksi atau memiliki kadar virus yang tinggi di dalam darah. Bila anda terinfeksi oleh HIV, terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan penurunan berat badan, yaitu: Terinfeksi oleh virus HIV Obat anti HIV dapat menurunkan nafsu makan anda, membuat makanan terasa tidak enak, atau membuat tubuh lebih sulit menyerap berbagai nutrisi dari makanan Adanya luka pada mulut (sariawan) dan rasa mual membuat nafsu makan berkurang Adanya diare dan berbagai gangguan pencernaan lainnya dapat membuat tubuh lebih sulit menyerap nutrisi dari makanan Merasa sangat lelah dapat mengganggu aktivitas anda dan kegiatan memasak anda Anda membutuhkan lebih banyak kalori bila penyakit telah mencapai tahap lanjut atau kadar virus di dalam darah tinggi atau adanya infeksi lainnya   Tips Mengatasi Penurunan Berat Badan Mengkonsumsi Lebih Banyak Kalori Jika dokter anda mengatakan bahwa anda tidak mendapat cukup banyak kalori, maka tingkatkan jumlah kalori dalam makanan anda. Seorang ahli gizi atau dokter spesialis gizi dapat membantu anda. Makan Porsi Kecil Bila makan dalam porsi besar membuat anda merasa mual, maka makanlah lebih sering dengan porsi kecil atau seringlah mengemil. Makanan Ringan dan Lembut Jika anda mengalami diare atau mual, makanlah sesuatu yang lebih ringan seperti sup. Hindari makanan asam atau pedas serta buah-buahan asam. Hindari juga makanan berlemak, alkohol, dan kafein. Jika anda mengalami infeksi gusi atau gigi, makan dapat terasa nyeri. Makanlah makanan yang lunak dan lembut untuk memudahkan anda. Obat-obatan Selain perubahan jenis dan pola makan, pemberian obat-obatan atau terapi hormon juga dapat membantu anda mengembalikan nafsu makan anda dan mengurangi rasa mual. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai pilihan pengobatan yang anda miliki. Serat Jika anda mengalami diare, menambahkan serat dan minum lebih banyak air dapat membantu anda. Olahraga Melakukan sebuah olahraga ringan juga dapat meningkatkan nafsu makan anda. Olahraga angkat beban dapat membantu membentuk otot-otot tubuh anda sehingga anda tetap kuat. Minta Bantuan Bila anda merasa sangat lelah hingga tidak dapat memasak atau menyiapkan makanan sendiri, mintalah bantuan pada keluarga atau teman anda untuk berbelanja dan memasak untuk anda. Mintalah mereka untuk membuat makanan yang mudah dipanaskan.