Your browser does not support JavaScript!
Geranium adalah salah satu jenis bunga yang berbentuk kecil dan biasanya tumbuh bergerombol. Bunga ini memiliki warna ungu, biru, pink, atau putih. Selama ini bunga geranium diketahui sebagai tanaman yang bisa mencegah gigitan nyamuk. Namun baru-baru ini peneliti menemukan bahwa ekstrak bunga geranium dipercayai bisa menyembuhkan AIDS. Peneliti dari Jerman mengungkap bahwa ekstrak tanaman geranium bisa mencegah virus HIV mengenai sel manusia. Virus HIV terbagi menjadi dua jenis, yaitu HIV-1 dan HIV-2. Kedua virus tersebut bertanggung jawab menyebabkan penyakit AIDS pada manusia. Peneliti mengungkap bahwa ekstrak bunga geranium berpotensi untuk menjadi obat baru untuk mencegah virus HIV-1. Penelitian yang dilakukan di German research Centre for Environmental Health, Munich juga menemukan bahwa ekstrak geranium bisa mencegah virus untuk melakukan replikasi jenis baru dari HIV-1 dan melindungi sel kekebalan tubuh serta sel darah dari infeksi virus HIV tersebut. Para peneliti tersebut juga menemukan jika bunga Geranium mampu melindungi sel darah dan system imunitas tubuh dari infeksi virus, dengan kata lain, Geranium mampu mencegah penyebaran HIV. Peneliti telah melakukan beberapa percobaan klinis untuk mengetahui apakah efek bunga geranium aman untuk dikonsumsi manusia. Di jerman, peneliti juga telah melegalkan penggunaan ekstrak ini sebagai obat herbal untuk mencegah HIV. Ekstrak geranium cukup menjanjikan untuk digunakan sebagai obat melawan HIV-1. Selain itu, geranium juga bisa didapatkan dan disimpan dengan mudah.   Baca juga: Berbagai Gejala Infeksi HIV Berdasarkan Stadiumnya   Ekstrak dari bunga Geranium ini memiliki cara kerja yang berbeda dari semua obat-obat anti HIV-1 yang telah digunakan dalam uji klinis. Hal ini menjadikan bunga Geranium sangat penting digunakan dalam pengobatan anti HIV sebagai supplemen. Selain itu penggunaan ektrak geranium dalam pengobatan anti HIV sangat menjanjikan karena hanya membutuhkan sumber daya sedikit, mudah dikembangkan dan tidak membutuhkan proses pendinginan. Berdasarkan data WHO, lebih dari 35 juta orang di dunia terkena virus HIV, kebanyakan adalah HIV-1. JIka tak segera dirawat HIV bisa menyebabkan penyakit AIDS yang sangat membahayakan dan bisa menghilangkan nyawa. Penemuan ini bisa menjadi salah satu sinar terang untuk pengembangan obat HIV/AIDS di masa depan.   Sumber : dailymail
Pada orang yang telah diketahui mengalami infeksi HIV, adanya gangguan kognitif, perubahan perilaku, atau berbagai gangguan motorik menandakan bahwa orang tersebut mengalami demensia akibat AIDS (ADC). Akan tetapi, terdapat berbagai gangguan lain yang juga dapat menyebabkan gangguan fungsi kognitif tersebut seperti gangguan metabolik, infeksi, penyakit otak degeneratif, stroke, tumor, dan sebagainya. Untuk menyingkirkan berbagai kemungkinan penyebab lain di atas, dokter anda mungkin harus melakukan berbagai pemeriksaan untuk menentukan penyebab berbagai gejala yang anda alami. Pemeriksaan Radiologi CT Scan dan MRICT scan dan MRI dapat mendeteksi adanya perubahan di dalam otak yang mendukung diagnosa ADC. Perubahan otak pada penderita ADC akan terus memburuk seiring dengan berlalunya waktu, oleh karena itu pemeriksaan ini harus dilakukan berulang kali secara teratur. Pemeriksaan ini juga dapat membantu menyingkirkan berbagai penyebab lainnya seperti infeksi, stroke, dan tumor otak.CT scan atau MRI kepala dapat menunjukkan adanya atrofi (pengecilan) otak dan berbagai perubahan lainnya pada berbagai bagian otak yang memang terjadi pada penderita ADC. PET Scan dan SPECT ScanKedua pemeriksaan ini dapat menunjukkan adanya ketidaknormalan pada metabolisme otak yang dapat ditemukan pada penderita ADC ataupun gangguan lainnya.Pemeriksaan LaboratoriumTidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat digunakan untuk memastikan diagnosa ADC. Pemeriksaan laboratorium hanya dapat digunakan untuk menyingkirkan berbagai kemungkinan penyebab lainnya yang dapat menyebabkan gejala yang sama. Pemeriksaan Elektroensefalografi (EEG)Pemeriksaan EEG digunakan untuk mengukur aktivitas listrik di dalam otak. Pada penderita ADC stadium lanjut, akan tampak penurunan aktivitas listrik di dalam otak (lebih lambat daripada normal). EEG juga dapat digunakan untuk melihat apakah seseorang sedang mengalami serangan kejang.Pemeriksaan NeuropsikologisPemeriksaan neuropsikologis merupakan pemeriksaan yang dapat digunakan memeriksa kemampuan kognitif, dengan hasil yang paling akurat.Pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran yang paling tepat tentang gangguan yang terjadi sehingga dapat membantu dokter dalam menentukan pengobatan terbaik untuk mengatasi gangguan yang anda alami. Pada pemeriksaan ini, anda akan diminta untuk menjawab berbagai pertanyaan dan melakukan berbagai hal untuk melihat beberapa hal di bawah ini, yaitu:•    Bagaimana mood anda•    Tingkat kecemasan anda•    Apakah anda pernah mengalami delusi atau halusinasi•    Bagaimana kemampuan kognitif anda. Yang termasuk dalam kemampuan kognitif adalah daya ingat, konsentrasi, orientasi waktu dan tempat (mengetahui siang dan malam serta di mana anda berada), kemampuan berbahasa, dan kemampuan untuk menyelesaikan suatu tugas serta mengikuti suatu perintah atau instruksi tertentu•    Memeriksa kemampuan menganalisis, berpikir abstrak, dan menyelesaikan masalahSumber: webmd
Tahukah anda apa itu saus soy? Bila anda merupakan seorang penggemar sushi, maka anda pasti pernah melihat dan bahkan mengkonsumsinya. Saus soy merupakan saus yang seringkali digunakan saat anda memakan sushi. Baru-baru ini, para ahli telah menemukan bahwa sebuah molekul penguat rasa di dalam saus soy yang mungkin dapat digunakan sebagai pengobatan infeksi HIV. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati bagaimana sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap berbagai bahan kimia di dalam makanan. Para peneliti kemudian menemukan bahwa sebuah molekul, yaitu EFdA mungkin dapat digunakan untuk mengobati infeksi HIV. EFdA dapat digunakan untuk mengobati infeksi HIV, karena molekul ini memiliki cara kerja yang mirip dengan semua obat HIV lainnya, yaitu membantu mencegah replikasi HIV. Hal ini merupakan suatu penemuan baru yang menggembirakan karena banyak penderita HIV yang telah mengalami resistensi terhadap obat-obatan HIV yang banyak digunakan sehingga diperlukan penggantian obat. Akan tetapi, para peneliti menemukan bahwa EFdA ini lebih jarang menyebabkan resistensi, karena lebih cepat teraktivasi dan proses metabolismenya di dalam hati dan ginjal juga tidak secepat obat HIV lainnya.Para peneliti juga menemukan bahwa molekul ini (EFdA) dapat bekerja lebih baik hingga 10 kali lipat bagi infeksi HIV yang belum mengalami resistensi terhadap obat HIV (tenofovir) dan 70 kali lipat pada  infeksi HIV yang telah mengalami resistensi terhadap tenofovir.Sumber: foxnews
Bila anda terinfeksi oleh HIV, melakukan pengobatan, dan tidak mengalami komplikasi apapun; maka diet anda adalah sama dengan diet orang pada umumnya. Walaupun tidak ada menu atau diet khusus bagi penderita HIV, diet sehat dan seimbang tetaplah penting. Diet sehat dapat membuat anda merasa lebih sehat, menghindari terjadinya berbagai komplikasi, dan menjaga kesehatan anda secara keseluruhan.   Tips Diet Sehat 9 ketentuan umum dalam diet sehat adalah: Konsumsilah banyak buah dan sayuran (5-6 porsi sehari) Pilihlah gandum karena memiliki lebih banyak nutrisi dan serat Pilihlah daging bebas lemak, seperti ikan dan ayam serta konsumsilah kacang-kacangan, polong-polongan, dan produk susu rendah lemak Konsumsilah lemak tidak jenuh dalam jumlah sedang, seperto pada minyak olive dan kacang-kacangan Batasi konsumsi gula, makanan manis, dan lemak jenuh Hindari lemak trans Jangan berdiet secara berlebihan karena membuang terlalu banyak kalori dapat berbahaya bagi kesehatan anda. Selain itu, mengkonsumsi berbagai vitamin dan suplemen dalam dosis tinggi juga dapat berbahaya. Berkonsultasilah dengan dokter anda terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi vitamin atau suplemen apapun Jangan hanya mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh anda karena dapat membahayakan kesehatan anda. Makanlah juga untuk kesehatan anda secara keseluruhan. Penderita HIV memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung, kanker, osteoporosis, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Diet sehat dan seimbang dapat membantu mencegah timbulnya berbagai gangguan di atas Hubungi dokter anda bila anda mengalami gangguan makan seperti hilangnya nafsu makan, mual, atau penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Penuhilah setengah piring anda dengan sayur dan buah-buahan, dan setengahnya lagi dengan gandum dan protein. Penurunan berat badan yang tidak diinginkan merupakan hal yang sering terjadi pada penderita HIV. Hal ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Untuk mencegahnya, konsumsilah makanan tinggi kalori dan protein. Penurunan berat badan akibat HIV ini sering terjadi, terutama pada penderita HIV berat atau yang tidak diobati. Akan tetapi, berat badan berlebih pun memiliki resiko pula. Penderita HIV dengan berat badan berlebih memiliki resiko mengalami penyakit jantung dan diabetes yang lebih tinggi. Oleh karena itu, diet sehat dan menjaga berat badan anda merupakan langkah pengobatan yang penting bagi penderita HIV.   Sumber: webmd
Tentunya sebagian besar orang di dunia pernah mendengar tentang HIV, akan tetapi bagaimana dengan lupus? Mengapa kedua penyakit ini berhubungan? Hal ini dikarenakan saat Anda menderita lupus, maka hasil pemeriksaan laboratorium terhadap HIV juga seringkali terganggu. Baik lupus maupun HIV merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.  Di bawah ini terdapat beberapa perbedaan antara lupus dan HIV yang dapat membantu Anda membedakan keduanya.   Lupus Lupus merupakan suatu penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh tidak dapat membedakan antara sel tubuh yang sehat dan antigen. Saat seseorang terkena lupus, maka jaringan sehat seringkali ikut terpengaruh. Jaringan sehat yang sering terkena adalah kulit, sendi, suhu tubuh, darah, paru-paru, dan bahkan ginjal. Hal ini menyebabkan Anda mengalami pembengkakan dan radang. Karena lupus merupakan penyakit autoimun, maka sistem kekebalan tubuh Anda pun tidak dapat mendeteksi antigen sehingga dapat menginfeksi berbagai bagian tubuh. Terdapat berbagai jenis lupus, akan tetapi yang paling sering adalah lupus eritematosus sistemik. Jenis lupus lainnya adalah diskoid, terinduksi oleh obat, dan neonatus. Wanita lebih sering terkena lupus dibandingkan dengan pria.  Para ahli masih belum mengetahui apa penyebab pasti dari lupus, akan tetapi mereka menduga bahwa terjadinya lupus berhubungan dengan adanya stimulasi genetik dan lingkungan. Karena wanita lebih sering terkena lupus daripada pria, maka para ahli menduga bahwa hormon estrogen juga memiliki peranan dalam terjadinya lupus.  Beberapa hal yang dapat memicu terjadinya lupus adalah kebiasaan merokok, radiasi sinar UV, stress yang sangat berat, obat-obatan tertentu, infeksi, dan berbagai jenis zat kimia.  Beberapa gejala lupus yang dapat ditemukan adalah serositis (radang pada lapisan serosa), ulkus atau luka terbuka pada lapisan mukosa, radang sendi, fotosensitivitas, anemia, kejang, adanya bercak kemerahan pada pipi, bercak kemerahan bersisik pada kulit. Sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan lupus.   HIV HIV merupakan human immunodeficiency virus, yang merupakan virus penyebab terjadinya AIDS. HIV bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu jenis virus. AIDS lah yang merupakan suatu penyakit.  Seseorang yang terinfeksi HIV memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, yang membuatnya lebih mudah terkena berbagai infeksi dan penyakit. Bila hal ini terus berlangsung maka dapat terjadi AIDS.  Penurunan sistem kekebalan tubuh, baik pada penderita lupus maupun HIV menyebabkan penderita seringkali menderita berbagai penyakit lain. Baik HIV maupun AIDS dapat ditularkan melalui darah dan kontak seksual. Beberapa tAnda awal infeksi HIV adalah demam, menggigil, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri tenggorokan, berkeringat di malam hari, pembesaran kelenjar getah bening, adanya bercak kemerahan pada kulit, badan terasa lemah, dan penurunan berat badan.  Karena gejala infeksi HIV dan lupus agak mirip, maka banyak orang sulit membedakan keduanya. Salah satu pembeda antara lupus dan HIV adalah adanya bercak kemerahan yang berbentuk seperti kupu-kupu pada pipi. Bercak ini hanya ditemukan pada penderita lupus.  Seperti halnya lupus, sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan infeksi HIV maupun AIDS.   Sumber: differencebetween
Sebagian besar anak yang terinfeksi oleh HIV biasanya meninggal akibat menderita berbagai penyakit lainnya karena penurunan daya tahan tubuh akibat HIV. Kematian ini sendiri sebenarnya dapat dicegah melalui diagnosis dini dan pengobatan tepat serta pemberian imunisasi rutin serta mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang sehingga gizi pun tercukupi.   Gambaran klinis infeksi HIV pada anak sangat bervariasi. Beberapa orang anak dengan HIV positif mulai menunjukkan gejala pada tahun pertama kehidupannya, sementara beberapa orang anak lainnya mungkin tidak menunjukkan gejala apapun hingga beberapa tahun kemudian.   Baca juga: Berbagai Gejala Infeksi HIV Berdasarkan Stadiumnya   Seorang anak diduga telah terinfeksi oleh HIV bila menunjukkan beberapa gejala berikut, yaitu: Mengalami pembesaran kelenjar getah bening pada beberapa bagian tubuh (2 atau lebih kelenjar getah bening mengalami pembesaran) Demam terus-menerus dan atau berulang. Demam biasanya lebih dari 38°C dan berlangsung selama 7 hari atau terus berulang atau hilang timbul dalam waktu 7 hari Sering mengalami infeksi atau mengalami infeksi berat berulang, yaitu 3 kali atau lebih dalam waktu 1 tahun terakhir. Beberapa infeksi yang sering terjadi adalah radang paru-paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), sepsis, radang kulit (selulitis) Terbentuknya suatu lapisan putih pada langit-langit mulut, gusi, dan pipi bagian dalam (thrush) walaupun bayi atau anak tidak sedang menerima pengobatan antibiotik atau gangguan tetap tidak membaik setelah diobati selama 1 bulan atau kembali kambuh atau gangguan meluas ke hampir seluruh bagian lidah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: ciriaids
Pengobatan anti retrovirus telah menciptakan harapan baru untuk banyak penderita HIV. Walaupun demikian, obat anti retrovirus ini tidak dapat memberikan kesembuhan dan memiliki banyak efek samping. Karena dua alasan di atas, banyak penderita HIV yang telah beralih untuk mencoba berbagai pengobatan alternatif yang ada. Ada pula penderita HIV yang menggunakan baik pengobatan modern kedokteran maupun pengobatan alternatif. Tujuan dari pengobatan alternatif ini adalah: Meningkatan daya tahan tubuh anda Mengurangi gejala dan efek samping obat Meningkatkan kualitas kehidupan anda   Apa Itu Pengobatan Alternatif? Pengobatan alternatif merupakan pengobatan yang melibatkan berbagai aspek, mulai dari mental, fisik, emosional, hingga spiritual. Terdapat beberapa jenis pilihan pengobatan alternatif, yaitu: Pengobatan homeopatik yang melibatkan terapi individual. Pengobatan ini berupa penggunaan berbagai vitamin, mineral, dan tumbuhan herbal lainnya. Prinsip dasar terapi ini adalah bahwa ketiga hal di atas dapat menyembuhkan penyakit, bila diberikan dalam dosis kecil Pengobatan naturopatik yang menggunakan kekuatan penyembuhan alami yang memang terdapat di dalam tubuh, untuk membantu menyembuhkan dan menjaga kesehatan anda Ayurveda merupakan jenis pengobatan alternatif di India, yang menekankan kombinasi antara tubuh, pikiran, dan jiwa untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit Terapi Fisik Terapi fisik berfokus pada tubuh dan keinginan seseorang untuk sembuh dan lebih sehat. Yang termasuk terapi fisik ini adalah: Yoga merupakan olahraga kuno untuk melatih sistem pernapasan dan peregangan otot-otot, serta meditasi Terapi pijat menggunakan sentuhan dan pijatan pada tubuh untuk mengurangi nyeri dan memperlancar aliran darah Akupuntur merupakan suatu terapi alternatif dengan menggunakan jarum kecil yang ditusukkan pada area tubuh tertentu berdasarkan manfaat yang ingin dicapai. Akupuntur dapat digunakan untuk meningkatkan stamina, mengurangi rasa lelah, mengurangi nyeri, dan bahkan mengurangi kecanduan Chiropractic merupakan suatu terapi dengan cara memanipulasi bagian tubuh tertentu, terutama tulang belakang Terapi Pikiran dan Tubuh Terapi kombinasi pikiran dan tubuh ini menggunakan pikiran dan jiwa anda untuk mengurangi rasa nyeri, stress, dan berbagai efek samping lainnya. Terapi pikiran dan tubuh tersebut dapat berupa: Meditasi dapat membantu anda untuk tenang dan lebih fokus pada tubuh dan pikiran anda. Pada terapi ini anda biasanya diminta untuk menarik napas dalam-dalam dan mengosongkan pikiran anda Terapi visualisasi yaitu suatu terapi yang menggunakan imajinasi anda untuk membantu anda merasa aman dan santai Terapi humor dan inspirasional Terapi Biologis Terapi biologis menggunakan berbagai zat alami untuk membuat tubuh lebih sehat. Yang termasuk terapi biologis adalah: Terapi herbal yang menggunakan berbagai jenis tanaman yang memiliki fungsi yang hampir mirip dengan obat-obatan modern Penggunaan suplemen yang diminum melalui mulut. Suplemen ini dapat berupa vitamin, mineral, tanaman herbal, asam amino, atau enzim. Suplemen ini dapat digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh anda Terapi Energi Terapi energi menggunakan suatu bidang energi untuk memperbaiki kesehatan anda. Terapi energi dapat berupa: Terapi biofield yang memberikan suatu tekanan pada tubuh atau memanipulasi tubuh. Penggunanya percaya bahwa ada suatu kumpulan energi di sekitar dan di dalam tubuh manusia. Pada terapi ini, penggunanya akan meletakkan tangan pada di dalam atau melalui bidang energi ini untuk meningkatkan aliran energi dan kesehatan anda Terapi bioelektromagnetik menggunakan magnet atau aliran listrik untuk menyeimbangkan energi anda   Tips Memilih Pengobatan Alternatif Karena efek pengobatan alternatif yang belum pasti dan tidak adanya pengaturan pasti oleh pemerintah mengenai berbagai pengobatan alternatif, maka berhati-hatilah sebelum melakukan terapi alternatif apapun. Beberapa hal yang sebaiknya anda lakukan sebelum memulai terapi alternatif apapun adalah: Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai pengobatan alternatif apa yang ingin anda coba Pertimbangkan harga dan tercakup tidaknya berbagai pengobatan alternatif ini di dalam asuransi anda Cari tahulah terlebih dahulu mengenai manfaat terapi alternatif sebelum mencobanya Ingatlah bahwa zat alami pun tidak menjamin tidak adanya efek samping atau interaksi obat, misalnya bawang putih dan St. John’s wort dapat berinteraksi dengan obat antiretrovirus Bacalah apa komposisi dan bagaimana cara pemakaian sebelum menggunakan suplemen apapun Berhati-hatilah terhadap terapi alternatif yang menyatakan bahwa mereka dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Carilah penelitian yang mendukung pernyataan tersebut. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: webmd
Tujuan utama pengobatan HIV adalah untuk melawan HIV di dalam tubuh. Tujuan lainnya adalah melawan HIV tanpa menimbulkan efek samping berat. Bila anda mengalami berbagai efek samping pengobatan HIV, maka berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai kemungkinan perubahan dosis atau penggantian obat untuk mengurangi efek samping ini.   Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai Pengobatan HIV? Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai seluruh riwayat kesehatan anda sebelum anda memulai rangkaian pengobatan anda. Pastikan anda memberitahu dokter anda semua suplemen atau obat-obatan yang anda konsumsi, baik obat yang diberikan oleh dokter, obat yang anda beli secara bebas di apotek, berbagai suplemen yang anda konsumsi, dan pengobatan alternatif yang anda lakukan. Tanyakanlah pada dokter anda mengenai efek samping apa yang mungkin anda alami saat melakukan pengobatan HIV. Selain itu, tanyakan juga apakah ada faktor lainnya yang juga dapat menyebabkan timbulnya efek samping atau gejala lain di luar obat-obatan HIV, seperti HIV itu sendiri, gangguan kesehatan lain yang anda miliki, infeksi, stress, makanan tertentu, penuaan, dan obat-obatan lainnya.   Efek Samping "Singkat" Pengobatan HIV Pengobatan HIV dapat menimbulkan beberapa efek samping selama beberapa waktu saat pengendalian virus dimulai di dalam tubuh anda. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah: Merasa sangat lelah Anemia yang juga dapat membuat anda merasa lelah Diare Mual Muntah Pusing atau nyeri kepala Insomnia Nyeri Gangguan neurologis Bercak kemerahan pada kulit atau gangguan kulit lainnya Reaksi pada tempat suntikan Mulut kering Penurunan berat badan Mimpi buruk Berbagai efek samping ini biasanya akan menghilang atau membaik dalam waktu beberapa minggu. Segera hubungi dokter anda bila efek samping yang anda alami tidak juga berkurang atau bertambah berat atau tidak biasanya. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya penyebab lain, seperti infeksi. Selain itu, berhenti merokok dan memperhatikan makanan anda juga dapat membantu mengurangi efek samping di atas. Jangan mengubah dosis atau mengganti obat anda tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda, karena hal ini dapat meningkatkan resiko resistensi obat.   Cara Mengatasi Efek Samping "Singkat" Efek samping yang terjadi dapat berbeda pada setiap orang, beberapa hanya mengalami efek samping ringan, sementara yang lainnya mengalami efek samping berat yang membuat mereka tidak dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari. Rasa Lelah Bila anda merasa sangat lelah; cobalah untuk tidur siang, mengurangi waktu dan jadwal kerja anda, konsumsilah makanan sehat dan seimbang, serta berolahragalah secara teratur. Mual dan Muntah Hindarilah berbagai jenis makanan yang dapat memicu terjadinya mual dan muntah. Makanlah biskuit atau wafer di pagi hari. Makan dalam porsi kecil dan lebih sering dapat membantu mengurangi rasa mual. Selain itu, hindarilah mengkonsumsi makanan panas. Minumlah air putih setidaknya 6-8 gelas setiap harinya dan jangan mengkonsumsi antasida (obat maag). Diare Pastikan agar anda tetap mengkonsumsi buah-buahan dan cairan dengan cukup. Tanyakan pada dokter anda mengenai obat anti diare yang dapat anda konsumsi saat diare. Nyeri Kepala Nyeri kepala dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat anti nyeri, beristirahat, minum air putih, dan menghindari suara bising serta cahaya terang. Insomnia Batasilah konsumsi kafein, jangan makan dalam jumlah banyak dekat dengan waktu tidur, dan kurangi waktu tidur siang anda. Tidurlah dan bangunlah pada waktu yang sama setiap harinya bahkan pada akhir minggu. Anda dapat merasa lebih rileks dengan mandi air hangat, minum susu hangat, mendengarkan musik, atau pijat. Gangguan Kulit Bila anda mengalami gangguan kulit, hindarilah berendam atau mandi terlalu lama di dalam air panas serta jangan menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung alkohol atau zat kimia berat lainnya. Gunakanlah pelembab dan tabir surya serta jelly petroleum pada kulit yang kering dan gatal. Reaksi Pada Tempat Suntikan Beritahukan pada dokter anda bila anda mengalami reaksi tertentu pada bekas tempat suntikan di kulit anda. Gantilah tempat penyuntikan obat, oleskan obat pada tempat suntikan sebelum penyuntikan, dan kompreslah tempat penyuntikan dengan kompres dingin setelah obat disuntikkan. Nyeri dan Gangguan Neurologis Gunakanlah sepatu yang longgar, rendam kaki anda di air dingin dan pijatlah kaki anda. Bila masih terasa nyeri anda dapat menggunakan obat anti nyeri. Mulut Kering Bila mulut anda terasa kering, anda dapat menghisap permen tanpa gula atau mengunyah permen karet tanpa gula. Minumlah banyak air putih dan hindarilah makanan manis atau lengket atau kafein. Penurunan Berat Badan Berkonsultasilah dengan dokter atau ahli gizi anda mengenai diet dan pola makan anda. Ingatlah juga bahwa semua gejala di atas juga dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan lain yang tidak berhubungan dengan pengobatan HIV. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala berat atau berlangsung lama atau disertai dengan gejala lain seperti nyeri perut, demam, kekakuan pada leher, atau kesulitan bernapas.   Efek Samping "Lama" Pengobatan HIV Beberapa efek samping dapat berlangsung lama atau menyebabkan gangguan berat. Efek samping yang dapat berlangsung dalam waktu lama dapat berupa redistribusi lemak, peningkatan kadar kolesterol atau trigliserida, peningkatan kadar gula darah, penurunan kepadatan tulang, dan pembentukan produk sisa. Redistribusi Lemak Redistribusi lemak atau lipodistrofi dapat terjadi akibat perubahan produksi, penggunaan, dan penyimpanan lemak pada tubuh. Lemak di bagian wajah dan kaki anda mungkin berkurang, akan tetapi terjadi peningkatan penimbunan lemak pada perut dan bagian belakang leher anda. Mengganti obat mungkin dapat mencegah efek samping ini semakin memburuk. Berkonsultasilah dengan dokter anda sebelum mengganti obat apapun. Peningkatan Kadar Kolesterol atau Trigliserida Peningkatan kadar kolesterol atau trigliserida di dalam darah dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Diet dan perubahan gaya hidup lainnya merupakan langkah awal pengobatan. Dokter dapat menyarankan penggunaan obat golongan statin dan fibrat untuk mengatasi efek samping ini. Peningkatan Kadar Gula Darah Berolahraga teratur, pengendalian berat badan, dan perubahan gaya hidup lainnya dapat membantu mengatasi efek samping ini. Dokter anda juga dapat merekomendasikan berbagai obat-obatan untuk mengendalikan kadar gula darah anda. Penurunan Kepadatan Tulang Penurunan kepadatan tulang dapat meningkatkan resiko terjadinya patah tulang, terutama saat anda menua. Cobalah olahraga angkat beban atau berjalan untuk menguatkan tulang anda. Dokter anda dapat memberikan suplemen kalsium dan vitamin D atau obat-obatan untuk mengatasi atau mencegah terjadinya osteoporosis. Pembentukan Produk Sisa Pembentukan produk sisa metabolisme sel seperti asam laktat dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan mulai dari nyeri otot hingga gagal hati. Bila anda mengalami efek samping ini, maka anda mungkin harus mengganti obat anda. Berkonsultasilah dengan dokter anda sebelum mengganti obat anda. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: webmd
Dalam rangka untuk memperlambat penyebaran HIV, orang-orang tertentu yang tidak memiliki virus tetapi beresiko untuk terkena HIV harus meminum obat untuk mencegah jangan sampai terinfeksi. Hal ini merupakan rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dan, baru-baru ini, oleh WHO. Pengobatan pencegahan ini dikenal dengan PrPP, untuk profilaksis pra pajanan.  Eric McCulley membuat keputusan untuk memulai PrPP. Pria ini berusia 40 tahun, seorang gay dan pemeriksaan HIV-negatif. Di luar sebuah kedai kopi, ia mengambil plastik yang berisi pil biru. "Ukuran pil ini cukup besar, beberapa orang mungkin menyebutnya pil kuda." Kata eric Pil ini disebut Truvada, kombinasi dua obat yang dipakai untuk mengobati HIV. Meskipun status pemeriksaan HIV negatif, McCulley memulai minum pil setiap hari selama beberapa bulan terakhir. Dokter sangat menganjurkan cara yang satu ini Selama satu dekade, Truvada digunakan sebagai pengobatan untuk orang yang sudah HIV-positif. Dalam beberapa tahun terakhir, juga telah terbukti mampu mencegah terjadinya infeksi baru, dan pejabat New York mengakui pil ini sebagai cara untuk mencegah penyebaran AIDS.  Namun beberapa pengguna PrPP khawatir bahwa tidak semua orang di komunitas medis bisa mendapatkan Truvada dengan cepat. Meski Truvada telah berada di toko obat, namun memerlukan resep cara penggunaan obat untuk mendapatkan obat tersebut. Namun ada asumsi sementara apabila seseorang mengkonsumsi Truvada ada anggapan dapat melakukan hubungan seks dengan siapapun . Dr Melanie Thompson mengatakan pernah mendengar hal seperti itu sebelumnya. Dia adalah peneliti utama di Research Consortium AIDS dari Atlanta, dan telah lama bekerja dalam penelitian HIV. Dia mengalami keengganan untuk meresepkan PrPP karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai hal tersebut  "Ini merupakan hal yang menarik bagi saya," katanya, "karena para dokter yang mengatakan, 'Saya tidak ingin meresepkan PrPP untuk seseorang yang mungkin berisiko untuk HIV karena mereka mungkin tidak akan menggunakan kondom" Menurut Thompson hal ini seperti ada seorang dokter yang menolak untuk meresepkan statin (obat penuruan kolestrol) untuk pasien yang mengalami kelebihan berat badan.  Penyedia layanan kesehatan harus meningkatkan perhatian mereka dan melakukan hal yang tepat Namun Thompson dan para petugas CDC berharap pedoman pengobatan baru akan membantu mengatasi hambatan. Sumber: npr
ADC merupakan salah satu komplikasi HIV/AIDS yang cukup sulit baik bagi anda maupun bagi anggota keluarga serta pasangan anda. Gangguan ini dapat mempengaruhi banyak aspek dalam hidup anda, termasuk hubungan anda dengan anggota keluarga yang lain, pekerjaan anda, keadaan keuangan anda, kehidupan sosial anda, dan kesehatan fisik serta jiwa anda yang dapat membuat anda merasa depresi, frustasi, dan marah. Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan gangguan daya ingat atau demensia akibat AIDS (ADC) seperti halnya tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan AIDS. Akan tetapi, pada beberapa penderita, dengan pengobatan yang tepat, ADC dapat dikendalikan.Perawatan Rumah Bagi Penderita ADC Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah perburukan gejala adalah:•    Tetaplah aktif, baik fisik, mental, maupun sosial walaupun anda telah menderita ADC. Berolahraga (berjalan) secara teratur setiap harinya dapat membantu memaksimalkan fungsi tubuh dan mental anda serta menjaga berat badan anda•    Lakukanlah banyak aktivitas mental semampu anda. Membuat pikiran terus bekerja dapat membantu mencegah memburuknya gangguan kognitif yang anda alami. Bermain, menyusun puzzle, membaca buku, membuat berbagai kerajinan tangan, dan berbagai hobi lainnya dapat membantu membuat pikiran anda terus aktif•    Jangan menarik diri dari pergaulan dan keluarga anda. Hal ini dapat membuat pikiran anda tetap aktif dan menjaga keseimbangan emosi anda•    Konsumsilah diet sehat dan seimbang yang terdiri dari banyak buah dan sayuran untuk membantu menjaga berat badan dan mencegah terjadinya malnutrisi serta konstipasi (sembelit)•    Berhentilah merokokObat-obatanHighly active antiretroviral therapy (HAART) merupakan obat yang cukup efektif untuk mengendalikan infeksi HIV dan juga dapat melindungi banyak orang dengan HIV positif dari ADC. Pada sebagian besar kasus, HAART dapat mengurangi sebagian atau seluruh gejala ADC.Walaupun telah menggunakan HAART, beberapa penderita ADC tetap mengalami perburukan gejala. Ada pula penderita ADC yang tidak dapat menggunakan HAART dan menyebabkan keadaan penderita lebih buruk lagi.Pada banyak penderita ADC lainnya, demensia akan memburuk dalam waktu beberapa bulan yang membuat penderita tidak lagi dapat mengurus dirinya sendiri, tidak dapat turun dari tempat tidur, tidak dapat berkomunikasi, dan membutuhkan bantuan orang lain untuk merawat dirinya.Tidak ada obat tertentu yang dapat mengobati penurunan kognitif pada penderita AIDS. Dokter biasanya hanya akan memberikan obat simptomatik untuk mengatasi gejala yang ada. Beberapa obat simptomatik yang sering digunakan adalah:•    Obat anti depresan yang digunakan untuk mengatasi gejala depresi•    Obat anti psikotik yang digunakan untuk mengatasi agitasi (rasa gelisah) berat, perilaku agresif, halusinasi, atau delusi Bila anda menderita ADC, maka anda harus melakukan pemeriksaan rutin sehingga dokter anda dapat mengetahui perkembangan penyakit anda dan apakah diperlukan penyesuaian dosis obat serta mengetahui apakah dosis obat yang anda gunakan telah sesuai.PencegahanHighly active antiretroviral therapy (HAART) dapat menghambat atau mencegah perkembangan ADC pada beberapa penderita HIV, terutama bila obat ini diberikan pada masa awal penyakit. Akan tetapi, tidak ada langkah pencegahan yang secara pasti dapat mencegah terjadinya ADC.Sumber: webmd