Your browser does not support JavaScript!
 08 Jan 2020    08:00 WIB
Komplikasi Diabetes: Pengobatan Nyeri Saraf Diabetikum
Nyeri saraf yang disebabkan oleh diabetes atau yang juga dikenal dengan nama neuropati perifer diabetikum dapat bersifat berat, konstan, dan sulit diobati. Gejala awalnya dapat berupa rasa kesemutan, yang kemudian akan diikuti oleh mati rasa dan nyeri. Untuk mengatasinya, di bawah ini ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan.   Kendalikan Kadar Gula Darah Anda Hal penting pertama yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi semua komplikasi diabetes adalah dengan mengendalikan kadar gula darah Anda. Pastikan kadar gula darah Anda selalu dalam batas normal atau mendekati normal dengan mengkonsumsi obat anti diabetes. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai jenis dan dosis obat yang diperlukan.   Konsumsi Obat Anti Nyeri Untuk mengatasi nyeri, Anda dapat mengkonsumsi obat anti nyeri. Jenis obat anti nyeri yang digunakan biasanya tergantung pada tingkat keparahan nyeri. Bila rasa nyeri tidak terlalu berat, Anda biasanya dapat mengkonsumsi: Obat golongan NSAID seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen Asetaminofen Capsaicin yang biasa ditemukan dalam bentuk koyo Lidokain krim atau gel. Lidokain merupakan obat bius yang dapat membuat area yang terasa nyeri menjadi mati rasa   Baca juga: 5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Diabetes   Bila rasa nyeri cukup berat atau Anda tidak tahan dengan efek samping obat anti nyeri di atas, maka dokter dapat memberikan obat lainnya untuk mengatasi nyeri, seperti: Obat antidepresan Obat anti kejang Obat golongan opioid Akan tetapi, ketiga jenis obat di atas memerlukan resep dokter.   Pengobatan Lainnya Selain berbagai obat di atas, ada beberapa pengobatan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri, seperti: Tindakan pembedahan untuk menghancurkan saraf atau mengeluarkan saraf yang terjepit Memasang implan yang bertujuan untuk mengurangi nyeri Stimulasi listrik pada saraf   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 03 Jan 2020    18:00 WIB
Atasi Diabetes Dengan Mengurangi Konsumsi Nasi Putih
Nasi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan, dari kehidupan masyarakat kita, namun jika kamu memiliki aktivitas fisik yang sedikit, kurangilah konsumsi nasi, terutama nasi putih. Karena Nasi merupakan sumber karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga akan diolah menjadi glukosa, namun jika tidak glukosa tersebut akan disimpan di dalam tubuh. Akibatnya, kadar gula darah meningkat, dan hal ini tidak baik bagi kesehatan, terutama bagi penderita kencing manis. Konsumsi nasi yang baik adalah satu porsi sehari, dan disubstitusi dengan makanan lainnya yang tinggi protein dan serat, agar pencernaan dan tubuh tetap sehat. Lalu apa manfaat mengurangi konsumsi nasi tersebut? Kadar gula darah normal. Konsumsi nasi yang seimbang, membuat kadar gula darah tetap seimbang.   Sembelit. Rendahnya serat dalam nasi, bisa menyebabkan sembelit, dan juga gerakan usus yang tidak baik.Kencing manis Ini adalah penyakit yang berhubungan dengan peningkatan kadar gula dalam darah, nasi menyediakan gula dalam jumlah cukup banyak.   Diet. Jika kamu sedang melakukan program diet, lebih baik hindari makanan yang satu ini. Karena nasi akan membuat berat badanmu naik.   Nutrisi. Nutrisi dalam nasi sangat rendah, sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, bisa menyebabkan malnutrisi bagi tubuh.   Alergi. Tidak sedikit orang yang alergi terhadap nasi putih. Dan sebagai gantinya, konsumsilah nasi merah.   Rasa lapar. Nasi tidak menyebabkan perut kenyang dalam porsi yang sedikit, sehingga banyak yang mengonsumsi nasi dalam jumlah banyak. Dan itu tidak baik untuk kesehatan.   Lalu apa alternatif pengganti nasi? Ya, di Indonesia banyak sumber karbohidrat yang lebih baik seperti nasi merah, kentang, jagung, dan umbi-umbian. Tidak ada salahnya, kita mulai mengganti nasi putih dengan panganan lainnya untuk menjadikan tubuh lebih sehat J Baca juga: Karbohidrat Sehat Untuk Turunkan Berat Badan Sumber: Cara Sehat
 17 Dec 2019    08:00 WIB
Pengobatan Diabetes Tipe 1
Diagnosa diabetes, baik tipe 1 maupun 2 dapat ditentukan melalui pemeriksaan kadar gula darah. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah yang abnormal (tinggi) baik kadar gula darah puasa maupun sewaktu dan mengalami berbagai gejala diabetes, maka diagnosa diabetes pun mulai dipertimbangkan. Pemeriksaan darah lainnya untuk membantu menentukan diagnosa diabetes adalah pemeriksaan kadar HbA1C, yang merupakan suatu nilai rata-rata kadar gula darah anda selama 2-3 bulan terakhir.InsulinSetiap penderita diabetes tipe 1 harus menerima suntikan insulin untuk membantu tubuh memproses gula di dalam darah. Sebagian besar penderita diabetes tipe 1 memakai pompa insulin yang harus disuntikkan beberapa kali sehari. Dokter anda dapat membantu menentukan berapa banyak insulin yang harus disuntikkan setiap kalinya berdasarkan pada hasil pemeriksaan kadar gula darah. Tujuan pengobatan ini adalah untuk menjaga kadar gula darah tetap dalam rentang normal sesering mungkin Tanda-tanda Adanya Reaksi InsulinWalaupun insulin dapat sangat membantu penderita diabetes, akan tetapi penggunaannya pun membutuhkan perhatian ekstra. Jika seseorang menyuntikkan terlalu banyak insulin, maka kadar gula darah dapat sangat rendah yang dapat membahayakan jiwa orang tersebut. Keadaan ini disebut dengan reaksi insulin (rendahnya kadar gula darah akibat penggunaan insulin yang berlebihan). Gejala reaksi insulin ini bervariasi, mulai dari ringan, sedang, dan berat; tergantung pada seberapa rendah  kadar gula darah anda dan berapa lama kadar gula darah yang rendah ini telah berlangsung.Beberapa gejala rendahnya kadar gula darah yang dapat ditemukan adalah:•  Merasa sangat lelah•  Terlalu sering menguap•  Penurunan kesadaran ringan (merasa bingung sedang berada di mana)•  Penurunan koordinasi•  Berkeringat•  Kedutan otot•  Kulit pucatBerbagai gejala di atas dapat bertambah berat dan menyebabkan terjadinya kejang, penurunan kesadaran, dan bahkan kematian. Cara Mengatasi Reaksi InsulinUntuk mengatasi reaksi insulin, penderita diabetes, terutama diabetes tipe 1 disarankan untuk selalu membawa sekitar 15 gram karbohidrat kerja cepat. Karbohidrat kerja cepat adalah makanan atau minuman yang mengandung gula yang dapat diserap oleh tubuh dengan cepat, seperti jus buah, minuman bersoda non diet, permen, kismis (2 sendok teh), satu gelas susu, atau 3 tablet glukosa. Berbagai jenis karbohidrat di atas mungkin dapat mengatasi reaksi insulin ringan hingga sedang. Untuk mengatasi reaksi insulin berat diperlukan pemberian suntikan glukagon pada kulit sebagai pertolongan pertama dan harus segera mencari pertolongan medis.Transplantasi Sel Islet PankreasTransplantasi sel islet pankreas diindikasikan pada beberapa penderita diabetes yang tidak membaik dengan pemberian insulin atau memiliki suatu reaksi alergi terhadap insulin yang disuntikkan. Akan tetapi, transplantasi sel islet pankreas ini masih dalam tahap percobaan. Tindakan ini meliputi transplantasi sel penghasil insulin yang sehat dari donor ke dalam pankreas penderita diabetes tipe 1. Walaupun memiliki manfaat yang baik, tindakan ini juga memiliki efek samping berupa efek samping berat berbagai jenis obat yang digunakan untuk mencegah terjadinya penolakan terhadap sel-sel donor. Selain itu, sel-sel penghasil insulin yang ditransplantasikan ini mungkin hanya dapat berfungsi selama beberapa tahun.Apakah Pengobatan Anda Berhasil?Untuk menentukan keberhasilan pengobatan diabetes anda, maka dapat dilakukan pemeriksaan kadar HbA1C, yang dapat melihat apakah kadar gula darah anda cukup terkendali selama sekitar 2-3 bulan terakhir. Jika kadar HbA1C tinggi, maka hal ini berarti bahwa kadar gula darah anda belum terkendali dengan baik, sehingga diperlukan penyesuaian dosis insulin, perubahan pola makan, dan atau aktivitas fisik untuk menurunkan kadar gula darah anda.Sumber: medicinenet
 12 Dec 2019    11:00 WIB
Prediabetes Dapat Tingkatkan Resiko Terjadinya Kanker, Benarkah?
Tahukah Anda bahwa ternyata menderita prediabetes berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker? Sebuah meta-analisis dari 16 penelitian menunjukkan bahwa prediabetes dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker hingga 15%. Prediabetes merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah Anda berada di antara kadar gula darah normal dan kadar gula darah seorang penderita diabetes. Pada penelitian ini, para peneliti memfokuskan penelitiannya pada dua jenis prediabetes, yaitu gangguan kadar gula darah puasa dan gangguan toleransi glukosa. Keduanya merupakan suatu keadaan di mana seseorang memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal tetapi tidak cukup tinggi untuk disebut sebagai diabetes. Berbagai penelitian sebelumnya telah menemukan adanya hubungan antara prediabetes dengan kanker, akan tetapi tidak berhasil menyimpulkan sesuatu. Oleh karena itu, para peneliti pun kembali menganalisis hasil dari sekitar 16 buah penelitian mengenai hubungan antara prediabetes dengan kanker. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 890.000 orang yang berasal dari Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika. Hal ini membuat para peneliti dapat mengendalikan berbagai faktor resiko lainnya seperti usia, indeks massa tubuh, ras, dan berbagai faktor lainnya untuk mengetahui secara pasti apa hubungan antara prediabetes dan kanker. Para peneliti kemudian menemukan bahwa prediabetes ternyata dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai jenis kanker hingga sekitar 15%.  Para peneliti juga menemukan bahwa prediabetes dapat secara signifikan meningkatkan resiko terjadinya beberapa jenis kanker seperti kanker lambung, kanker usus besar (kolorektal), kanker hati, kanker pankreas, kanker payudara, dan kanker rahim. Selain itu, walaupun tidak cukup signifikan, prediabetes juga dapat meningkatkan resiko terjadinya beberapa jenis kanker lainnya seperti kanker paru, kanker prostat, kanker ovarium (indung telur), kanker ginjal, dan kanker kandung kemih. Baik gangguan kadar gula darah puasa maupun gangguan toleransi glukosa dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai jenis kanker di atas. Mengapa hal ini dapat terjadi? Para peneliti menduga hal ini mungkin disebabkan oleh keadaan hiperglikemia kronik (tingginya kadar gula darah dalam jangka waktu lama) dan berbagai gangguan lain yang berhubungan dengannya merupakan suatu faktor karsinogenik (dapat memicu terjadinya kanker). Teori lainnya adalah berhubungan dengan tingginya kadar insulin di dalam darah. Resistensi insulin pada seorang penderita prediabetes membuat tubuh harus melepaskan lebih banyak insulin untuk menurunkan kadar gula darah. Tingginya kadar insulin ini dapat menyebabkan sel-sel kanker menjadi bertumbuh dan bertambah banyak. Teori ketiga adalah berhubungan dengan faktor genetika. Para ahli menduga bahwa telah terjadi suatu mutasi genetik yang membuat beberapa orang tertentu menjadi lebih rentan terhadap kanker dan prediabetes. Peningkatan kasus diabetes dan prediabetes di masa sekarang ini memang cukup mengkhawatirkan, akan tetapi perubahan gaya hidup dan diet sehat serta seimbang dapat mencegah terjadinya prediabetes dan diabetes.       Sumber: womenshealthmag
 18 Nov 2019    18:00 WIB
Apakah Labu Bermanfaat Bagi Penderita Diabetes?
Diabetes merupakan penyakit yang sangat kompleks, dan diabetes sering disebut sebagai pembunuh diam-diam. Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, banyak masalah kesehatan yang akan terjadi. Oleh karena itu jenis makanan yang dikonsumsi oleh penderita diabetes sangatlah penting. Makanan yang malalui proses haruslah dihindari sebisa mungkin. Perbanyak konsumsi makanan alami. Jenis makanan seperti brokoli, salmon, sarden adalah beberapa jenis makanan yang harus dimasukkan pada menu diet penderita diabetes. Jadi apakah labu baik untuk penderita diabetes? Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh penderita diabetes. Kabar baiknya adalah labu yang merupakan keluarga cucurbitaceae adalah salah satu jenis makanan yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Makanan lain yang termasuk dalam keluarga cucurbitaceae adalah mentimun dan melon. Ada banyak sekali cara pengolahan labu, bisa dengan steam, panggang, rebus dan bakar. Labu juga sangat disukai dalam bentuk mashed. Selain itu labu juga bisa disajikan dalam bentuk sup, pie dan puree. Labu kaya akan vitamin A dan C, potasium, asam folat dan protein. Selain itu labu juga kaya akan zat besi dan lemak tidak jenuh. Berikut adalah manfaat labu untuk penderita diabetes. Kaya akan vitamin C Vitamin C sangat dibutuhkan untuk mengontrol diabetes melitus, dengan cara menstimulasi keluarnya insulin pada pasien diabetes. Vitamin C merupakan sumber yang baik untuk menstimulasi pengeluaran insulin tubuh dan ketika dikonsumsi secara oral akan sangat membantu mengontrol diabetes.  Zat besi dan lemak tidak jenuh Biji labu sangat kaya akan zat besi dan lemak tidak jenuh yang sangat baik untuk jantung. Inilah alasan mengapa labu sangat baik untuk diabetes. Anda bisa mengkonsumsi biji labu sebagai taburan salad atau sebagai kudapan yang renyah.  Antioksidan Ketika produksi insulin menurun didalam tubuh, hal ini juga bisa mempengaruhi kadar karbohidrat, lemak, protein dan metabolisme. Banyak studi yang membuktikan jika stress oksidatif dapat menyebabkan gangguan metabolik. Karena labu mengandung antioksidan yang tinggi maka labu sangat baik untuk melawan stress oksidatif yang dapat menimbulkan masalah pada penderita diabetes. Asam folat Disfungsi endotelial tang sering terjadi pada penderita diabetes akan menurunkan kadar nitrit oksida didalam tubuh. Asam folat dapat membalikkan proses ini dan memungkinkan asam nitrit didalam endotelial berfungsi dengan baik.   Sumber: boldsky
 14 Nov 2019    16:00 WIB
Menderita Diabetes Tipe 1, Bolehkah Mengkonsumsi Kopi?
Pada sebuah penelitian yang sangat kecil, para peneliti mengamati para atlit dewasa yang menderita diabetes tipe 1. Pada penelitian yang dilakukan di tahun 2010 ini, para peneliti mengamati 5 orang atlit dewasa yang menderita diabetes tipe 1, yang rata-rata berusia 38 tahun, yang membutuhkan beberapa kali suntikan insulin setiap harinya. Pada penelitian ini, para peserta penelitian diminta untuk menyuntikkan insulin bersamaan dengan waktu makan. Dua jam setelah makan, para atlit ini diminta untuk mengkonsumsi 5 mg/kgBB kafein atau plasebo yang terdapat di dalam sebuah minuman. Para peserta penelitian kemudian diminta untuk beristirahat selama 30 menit. Setelah itu, peserta penelitian diminta untuk berolahraga selama 40 menit. Percobaan ini dilakukan 2 kali sehingga para peneliti memiliki semua data dari peserta penelitian, baik saat mereka mengkonsumsi kafein atau plasebo untuk mengetahui apakah para peserta penelitian membutuhkan tambahan suplemen glukosa saat berolahraga. Para peneliti kemudian menemukan bahwa saat para peserta penelitian mengkonsumsi kafein, mereka tidak membutuhkan tambahan suplemen glukosa. Sedangkan saat para peserta penelitian mengkonsumsi plasebo, kadar gula darah mereka menjadi sangat rendah saat berolahraga dan membuat mereka membutuhkan tambahan suplemen glukosa. Karena pada penelitian ini jumlah peserta penelitian sangat sedikit dan jumlah kafein yang digunakan cukup tinggi, maka para peneliti mengatakan bahwa masih dibutuhkan lebih lanjut dengan jumlah peserta penelitian yang lebih banyak dan jumlah kafein yang lebih sedikit. Berdasarkan hasil penelitian ini, para peneliti mengatakan bahwa saat seorang penderita diabetes tipe 1 berolahraga di luar rencan dan tidak dapat mengurangi dosis insulin yang digunakan, maka kafein dapat membantu mengurangi kebutuhan kalori sehingga dapat mencegah terjadinya hipoglikemia.     Sumber: diabetescare
 23 Sep 2019    16:00 WIB
Menderita Diabetes? Temukan Pengganti Gula yang Sehat
Bila anda ingin mengurangi konsumsi gula harian anda, tetapi tetap ingin makan makanan manis, maka di bawah ini terdapat beberapa pilihan alternative pengganti gula. Beberapa jenis pengganti gula diekstraksi secara langsung dari tumbuhan atau dibentuk secara kimiawi. Beberapa jenis pengganti gula ini memiliki beberapa dampak positif bagi kesehatan, sementara yang lainnya juga dapat memiliki dampak negatif bagi kesehatan anda. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi berbagai pengganti gula di bawah ini.SteviaStevia merupakan pemanis alami sehat yang 200-300 kali lebih manis daripada gula pasir. Stevia berasal dari semak-semak yang tumbuh alami di Paraguay dan Brazil, dan tidak mengandung kalori. Sebuah penelitian pada tahun 2002 menemukan bahwa stevia mungkin memiliki efek anti kanker. Stevia mengandung steviosida yang dapat menghambat pembentukan tumor kulit pada hewan percobaan. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efeknya pada manusia.SukralosaSukralosa merupakan pengganti gula yang dibuat dari sukrosa, yang diperoleh dengan cara mengubah molekul gula menjadi bentuk yang lebih mudah dicerna. Sukralosa sekitar 600 kali lebih manis daripada gula pasir dan telah terbukti aman dikonsumsi. Pada sebuah penelitian di tahun 2003 menemukan bahwa sukralosa dosis tinggi dapat ditoleransi dengan baik  dan tidak menimbulkan efek samping apapun pada kadar gula darah penderita diabetes tipe 2. Pada penelitian ini, peserta penelitian mengkonsumsi 3 kali lebih banyak daripada dosis maksimum yang direkomendasikan setiap harinya selama 3 bulan.XylitolXylitol merupakan gula alkohol yang telah terbukti aman dikonsumsi. Xylitol dapat membantu melindungi gigi dari kerusakan dengan cara menghambat pembentukan asam oleh bakteri dan mencegah pembentukan plak pada gigi. Xylitol banyak ditemukan pada permen karet bebas gula, permen hisap bebas gula, dan permen mint bebas gula. Xylitol diperoleh dari bonggol jagung dan dapat ditemukan secara alami pada berbagai jenis tumbuhan. Xylitol memiliki efek laksatif (memperlancar buang air besar) bila dikonsumsi dengan dosis lebih dari 50 mg setiap harinya. Akan tetapi, bila anda telah menggunakannya dalam waktu lama, maka sistem pencernaan anda telah dapat mentoleransi xylitol dengan baik sehingga efek samping yang anda alami pun semakin berkurang.Sirup Beras CoklatSirup beras coklat terbuat dari beras coklat yang dimasak dengan jelai (barley). Sirup ini juga mengandung berbagai nutrisi beras coklat seperti protein, serat, magnesium, mangan, dan seng. Setengah gelas sirup ini mengandung 110 kalori. Protein dan serat di dalamnya membuatnya lebih lambat diserap sehingga membuatnya memiliki kadar indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan gula pasir biasa. Sirup beras coklat ini tidak semanis gula pasir (hanya setengah dari gula) dan dapat digunakan sebagai pengganti gula pasir bila anda ingin mengurangi rasa manis dalam masakan anda.Sumber: healthyeating.sfgate
 27 Aug 2019    18:00 WIB
Gangguan Gigi Pada Penderita Diabetes
Penderita diabetes lebih rentan terhadap infeksi berbagai kuman yang hidup di dalam mulut. Akibatnya, penderita diabetes lebih mudah mengalami gangguan gigi, infeksi gusi (gingivitis), dan gangguan tulang serta jaringan yang menyangga gigi (gangguan periodontal). Diabetes juga menyebabkan penurunan aliran darah ke gusi, yang membuatnya menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Selain itu, kadar gula darah yang tinggi juga dapat menyebabkan mulut menjadi kering (xerostomia) dan membuat gangguan gusi yang ada semakin memburuk. Penurunan jumlah air liur dapat menyebabkan peningkatan jumlah bakteri penyebab gigi berlubang dan pembentukan plak pada gigi.Gejala Jika anda menderita diabetes, beberapa gejala gangguan gigi yang dapat ditemukan adalah peradarahan, luka pada gusi, sering mengalami infeksi gusi, dan bau mulut.PencegahanUntuk mencegah berbagai gangguan gigi dan gusi pada penderita diabetes, menjaga kebersihan mulut anda merupakan salah satu cara pencegahan terbaik. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah berbagai gangguan gigi tersebut adalah:•    Periksakan gigi anda ke dokter gigi secara teratur•    Tanyakan pada dokter gigi mengenai bagaimana cara merawat gigi dan gusi anda, terutama bila anda menderita diabetes•    Sikatlah gigi anda setidaknya 2 kali sehari•    Lakukanlah dental floss setidaknya 2 kali sehari•    Berhenti merokok•    Jaga kadar gula darah anda tetap dalam batas normal Jika anda mengalami gangguan gusi yang sangat berat, maka tindakan pembedahan mungkin dapat menyelamatkan gigi anda. Akan tetapi, bila tindakan pembedahan tidak dapat dilakukan, maka gigi anda mungkin harus dicabut untuk mencegah infeksi menyebar dan menghancurkan tulang di sekitar gigi anda tersebut.Sumber: webmd
 13 Aug 2019    16:00 WIB
Cara Mencegah Nyeri Kepala Diabetes
Fluktuasi kadar gula darah yang tiba-tiba dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala pada penderita diabetes. Jadi satu-satunya cara mengontrol hal tersebut supaya tidak terjadi adalah dengan menjaga kadar gula darah tidak naik terlalu tajam atau turun secara tiba-tiba. Nyeri kepala karena kadar gula darah yang rendah sering dihubungkan dengan pembuluh darah di otak. Otak membutuhkan suplay gukosa yang siap pakai supaya bisa berfungsi dengan baik. Jika suplay yang ada tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, maka akan menimbulkan nyeri kepala. Saat kadar gula darah turun, hormon stress juga dilepaskan dan dapat menyebabkan penyempitan dari pembuluh darah sehingga menyebabkan munculnya nyeri kepala. Beberapa orang dengan diabetes sering mengalami nyeri kepala karena kadar gul darah yang rendah dan kemudian diikuti dengan kadar gula darah yang tinggi. Hal ini terjadi karena pelepasan hormon yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah sebagai alat pengaturnya. Kadar gula darah yang tinggi juga dapat menyebabkan nyeri kepala juga. Jika kadar gula darah terlalu tinggi untuk waktu yang lama, tubuh akan mengeluarkan urin dalam jumlah lebih banyak dari normal, sehingga dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi sendiri dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit didalam cairan tubuh dan juga nyeri kepala. Cara untuk mencegah munculnya nyeri kepala diabetes: Cegah terjadinya peningkatan atau penurunan kadar gula darah yang tiba-tiba Minum air putih yang cukup Hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein karena dapat menyebabkan nyeri kepala Hindari stress Olahraga yang teratur   Sumber: healthmeup
 08 Aug 2019    08:00 WIB
Apa Hubungan Antara Hipoglikemia dan Diabetes ?
Hipoglikemia adalah rendahnya kadar gula di dalam darah. Hal ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes. Beberapa hal yang dapat menyebabkan hipoglikemia pada penderita diabetes adalah obat anti diabetes dan pola makan penderita. Gejala Hipoglikemia Hipoglikemia dapat menimbulkan berbagai masalah yang serius, terutama pada otak. Gejala hipoglikemia biasanya mulai timbul bila kadar gula darah di bawah 70 mg/dL. Setiap penderita diabetes memiliki gejala hipoglikemia yang berbeda-beda. Gejala awal hipoglikemia yang sering ditemukan adalah: Bingung Pusing Gemetar Rasa lapar Nyeri kepala Mudah tersinggung Denyut jantung meningkat Rasa berdebar-debar Kulit pucat Berkeringat dingin Badan terasa lemah Cemas Bila hipoglikemia ini tidak segera ditangani, maka gejala akan memburuk dan menyebabkan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Penurunan kesadaran sampai pingsan dan koma Nyeri kepala bertambah hebat Mudah marah Gangguan konsentrasi Gangguan koordinasi Mati rasa di daerah mulut dan lidah Mimpi buruk   Obat Anti Diabetes dan Hipoglikemia Beberapa jenis obat oral diabetes dapat menyebabkan kadar gula darah rendah. Obat-obat tersebut adalah obat golongan sulfonil urea dan meglitinides. Obat golongan alfa glukosidase inhibitor, biguanid, dan tiazolidindion biasanya tidak menyebabkan hipoglikemia, akan tetapi bila digunakan bersama dengan obat anti diabetes lainnya maka dapat menyebabkan hipoglikemia. Obat diabetes lainnya yang dapat menyebabkan kadar gula darah rendah adalah glimepiride, nateglinide, prandin, dan sitagliptin. Selain obat diabetes, terdapat beberapa obat lain yang juga dapat menyebabkan kadar gula darah rendah bila digunakan bersamaan dengan obat anti diabetes adalah alkohol, aspirin, warfarin, allopurinol, dan probenesid. Perhatikan dosis insulin yang anda gunakan, karena penggunaan insulin dengan dosis yang berlebihan atau tidak sesuai dengan jumlah karbohidrat yang anda makan, dapat membuat anda mengalami hipoglikemia.   Diet dan Hipoglikemia Hipoglikemia dapat terjadi pada seorang penderita diabetes yang mengkonsumsi banyak karbohidrat sederhana. Hal ini disebut dengan hipoglikemia reaktif. Selain itu, hipoglikemia juga dapat terjadi apabila penderita diabetes: Lupa makan setelah minum obat anti diabetes Makan hanya sedikit Terlambat makan Tidak mau makan saat sakit Minum alkohol dan kemudian tidak makan Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan konsumsi makanan dan obat anti diabetes pada penderita diabetes. Olahraga yang terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia.