Your browser does not support JavaScript!
 30 Jun 2020    11:00 WIB
Sering Buang Air Kecil? Hati-Hati Diabetes Insipidus
Apa diabetes insipidus itu?Diabetes Insipidus adalah suatu keadaan dimana terjadi kekurangan hormon antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar air kemih (poliuri). Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormon antidiuretik (vasopresin), yaitu hormon yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak. Hormon ini dibuat di hipotalamus, kemudian disimpan dan dilepaskan ke dalam aliran darah oleh hipofisa posterior. Diabetes insipidus juga bisa terjadi jika kadar hormon antidiuretik normal tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon ini (keadaan ini disebut diabetes insipidus nefrogenik). Apa penyebab dari diabetes insipidus?Diabetes insipidus dapat disebabkan oleh beberapa hal:•  Hipotalamus mengalami kelainan fungsi dan menghasilkan terlalu sedikit hormon antidiuretik •  Kelenjar hipofisa gagal melepaskan hormon antidiuretik ke dalam aliran darah •  Kerusakan hipotalamus atau kelenjar hipofisa akibat pembedahan •  Cedera otak (terutama patah tulang di dasar tengkorak) •  Tumor •  Sarkoidosis atau tuberkulosis •  Aneurisma atau penyumbatan arteri yang menuju ke otak •  Beberapa bentuk ensefalitis atau meningitis•  Histiositosis X (penyakit Hand-Schuller-Christian) Apa saja gejala dari diabetes insipidus?Diabetes insipidus dapat timbul secara perlahan maupun secara tiba-tiba pada segala usia. Seringkali satu-satunya gejala adalah rasa haus dan pengeluaran air kemih yang berlebihan. Sebagai kompensasi hilangnya cairan melalui air kemih, penderita bisa minum sejumlah besar cairan. Jika kompensasi ini tidak terpenuhi, maka dengan segera akan terjadi dehidrasi yang menyebabkan penurunan tekanan darah dan syok. Penderita akan terus berkemih dalam jumlah yang sangat banyak, terutama di malam hari. Apakah pengobatan untuk diabetes insipidus?Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya.Vasopresin atau desmopresin asetat (modifikasi dari hormon antidiuretik) bisa diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal. Namun penggunaan obat ini harus hati-hati dan mengikuti petunjuk dokter, karena jika terlalu banyak mengkonsumsi obat ini bisa menyebabkan penimbunan cairan, pembengkakan dan gangguan lainnya. Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri. Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik, seperti Chlorpropamide, Carbamazepine, Klofibrat dan berbagai diuretik (Tiazid). Tetapi obat-obat ini tidak dapat meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat. Sumber: heltwell
 19 Jun 2020    16:00 WIB
Terapi dan Pencegahan Hipoglikemia Pada Diabetes
Hipoglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula di dalam rendah. Hipoglikemia biasanya baru menunjukkan gejala bila kadar gula di bawah 70 mg/dL. Hipoglikemia dapat disebabkan oleh berbagai hal, terutama oleh obat anti diabetes dan pola makan penderita diabetes. Untuk menentukan diagnosa diabetes dan hipoglikemia, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dan bila memungkinkan kadar gula darah puasa. Selain itu, periksalah juga kadar gula darah anda secara teratur bila anda menderita diabetes dan mengalami gejala mirip hipoglikemia. Hindari mengkonsumsi karbohidarat sederhana, terutama bila kadar gula darah anda sering turun setiap kali anda mengkonsumi makanan kaya karbohidrat sederahan. Cobalah untuk makan lebih sering dengan porsi kecil. Hal ini dapat membantu menjaga kadar gula darah anda tetap stabil sepanjang hari. Bila anda sering mengalami serangan hipoglikemia di pagi hari saat bangun tidur, makanlah cemilan sebelum anda tidur. Selain itu, konsultasikan kembali mengenai dosis obat anti diabetes atau insulin yang anda gunakan dengan dokter anda bila anda terus mengalami serangan hipoglikemia.   Apa yang Dapat Saya Lakukan Saat Mengalami Serangan Hipoglikemia ? Beberapa hal yang dapat anda lakukan saat mengalami serangan hipoglikemia adalah: Memakan permen Minum minuman manis atau jus buah atau susu Memakan satu sendok makan madu (letakkan di bawah lidah anda agar lebih cepat terserap) Memakan satu sendok makan gula Periksalah kembali kadar gula darah anda 15 menit setelah mengkonsumsi makanan atau minuman manis. Bila gejala tidak membaik dan kadar gula darah anda masih di bawah 70 mg/dL, konsumsilah kembali makanan atau minuman manis tersebut sampai kadar gula darah anda normal kembali. Catatlah kapan dan aktivitas apa yang anda lakukan yang kemudian membuat anda mengalami serangan hipoglikemia. Hal ini dapat membantu dokter dalam menentukan dosis obat anti diabetes anda. Segera hubungi dokter anda bila gejala tidak membaik atau bila serangan hipoglikemia terus berulang dalam 1 minggu. Bila anda mengalami gejala hipoglikemia saat sedang menyetir, segera hentikan kendaraan anda dan konsumsilah makanan yang mengandung gula atau manis. Tunggulah selama 15 menit dan ulangi lagi bila gejala tidak membaik. Sebelum kembali menyetir, makanlah makanan yang mengandung protein dan karbohidrat seperti biskuit kacang atau keju. Selalu siapkan permen, biskuit, atau sumber gula dan protein lainnya di dalam mobil anda.   Pencegahan Hipoglikemia Pada Penderita Diabetes Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hipoglikemia pada penderita diabetes adalah: Makan secara teratur pada waktu yang telah ditentukan Makan minimal 3 kali sehari dengan cemilan di antara waktu makan Buatlah jadwal makan di mana rentang waktu di antara waktu makan tidak lebih dari 4 atau 5 jam Berolahragalah selama 30 menit sampai 1 jam setelah makan Periksalah dosis obat yang akan anda konsumsi Selalu sediakan permen atau biskuit atau sumber karbohidrat lainnya Periksalah kadar gula darah anda secara teratur   Jika anda sering mengalami gejala hipoglikemia atau mengalaminya beberapa kali dalam 1 minggu dengan aktivitas biasa, segera hubungi dokter anda .  
 12 Jun 2020    16:00 WIB
Tips Mencegah Terjadinya Berbagai Komplikasi Diabetes
1.  Batasi Konsumsi KarbohidratMenderita diabetes bukan berarti anda tidak boleh mengkonsumsi karbohidrat sama sekali. Pilihlah karbohidrat yang lambat dicerna oleh tubuh sehingga membuat tenaga anda lebih stabil. Pilihlah gandum, kacang-kacangan, sayuran, dan buah segar. Seorang dokter spesialis gizi atau seorang ahli gizi dapat membantu mengatur menu makanan anda.2.  Turunkan Berat Badan, Bila PerluJika anda memiliki berat badan berlebih, maka menurunkan beberapa kg dari berat badan anda dapat meningkatkan kerja insulin. Selain itu, menurunkan berat badan juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah, memperbaiki tekanan darah, dan menurunkan kadar kolesterol di dalam darah anda. Kurangilah konsumsi lemak dalam menu makanan anda dengan menghindari makanan yang digoreng atau keripik kentang.3.  Cukup TidurTidur terlalu lama atau kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan anda dan membuat anda sangat ingin mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan meningkatkan resiko terjadinya komplikasi diabetes seperti penyakit jantung. Oleh karena itu, tidurlah 7-8 jam setiap malamnya.4.  BerolahragalahLakukanlah olahraga atau kegiatan yang anda sukai. Berjalan kaki, berdansa, bersepeda, atau berjalan bolak balik saat sedang menelepon dapat menjadi pilihan olahraga anda. Berolahraga dapat membantu menurunkan resiko penyakit jantung, menurunkan kadar kolesterol, menurunkan tekanan darah, dan menjaga berat badan anda. Selain itu, olahraga juga dapat membantu mengatasi stress dan mungkin juga dapat membantu menurunkan dosis obat anti diabetes.5.  Periksa Kadar Gula Darah Setiap HariPeriksalah kadar gula darah anda setiap hari untuk mencegah terjadinya komplikasi diabetes seperti kerusakan saraf. Selain itu, memeriksa kadar gula darah secara teratur juga dapat membantu anda memahami bagaimana makanan dan aktivitas sehari-hari mempengaruhi kadar gula darah anda serta apakah pengobatan anda berhasil. Dokter anda dapat membantu menentukan target kadar gula darah anda. Semakin dekat kadar gula darah anda dengan kadar gula darah target, maka anda akan merasa semakin sehat.6.  Atasi StressStress dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Atasilah berbagai stress, baik stress fisik maupun mental. Yoga dan meditasi dapat membantu mengurangi rasa stress anda.7.  Kurangi Konsumsi GaramKurangi konsumsi garam dalam makanan anda untuk membantu menurunkan tekanan darah dan melindungi ginjal anda. Sebisa mungkin hindarilah berbagai makanan siap saji atau makanan olahan dan pilihlah berbagai makanan segar. Orang dewasa yang berusia 51 tahun atau lebih, penderita tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit ginjal kronik harus mengurangi konsumsi natriumnya menjadi hanya 1.500 mg (kurang dari setengah sendok teh) setiap harinya.8.  Periksa Berbagai Resiko Penyakit JantungPenyakit jantung merupakan salah satu komplikasi diabetes yang cukup berat dan cukup sering terjadi. Oleh karena itu, periksalah kadar HbA1C sebanyak 2-3 kali setahun untuk mengetahui apakah kadar gula darah anda telah cukup terkendali. Selain itu, periksa juga tekanan darah (targetnya adalah kurang dari 130/80 mmgHg) dan kadar kolesterol (targetnya adalah kadar LDL kurang dari 100 mg/dL, kadar HDL lebih dari 40 mg/dL, dan kadar trigliserida kurang dari 150 mg/dL) anda.9.  Rawat Luka AndaPenderita diabetes memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap infeksi dan memiliki waktu penyembuhan yang lebih lama daripada orang sehat. Oleh karena itu, rawatlah setiap luka pada tubuh anda, termasuk luka lecet sekecil apapun. Bersihkanlah luka anda dengan baik dan oleskan salep antibiotika serta tutup dengan kasa steril. Segera hubungi dokter anda bila luka anda tidak kunjung membaik beberapa hari kemudian. Periksa kaki anda setiap hari dan gunakan pelembab untuk mencegah kulit kaki menjadi kering dan pecah-pecah.10.  Berhenti MerokokPenderita diabetes yang merokok memiliki resiko 2 kali lebih tinggi untuk mengalami kematian dini daripada penderita diabetes yang tidak merokok. Berhenti merokok dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan paru-paru anda, menurunkan tekanan darah, menurunkan resiko terjadinya stroke, serangan jantung, kerusakan saraf, dan penyakit ginjal.11.  Batasi Porsi MakanTidak ada diet khusus untuk penderita diabetes, akan tetapi konsumsilah berbagai makanan sehat seperti berbagai jenis buah beri, ubi, ikan dengan asam lemak omega 3, dan sayuran hijau. Hindari konsumsi lemak jenuh dan lemak trans.12.  Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara TeraturPeriksakan kesehatan anda pada dokter anda setidaknya 2-4 kali setiap tahunnya. Bila anda menggunakan insulin atau perlu menyesuaikan dosis obat atau kadar gula darah anda, maka anda dapat menemui dokter anda lebih sering. Selain itu, lakukan pemeriksaan kesehatan dan mata secara teratur. Lakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut anda setidaknya 2 kali setahun.Sumber: medicinenet
 23 Apr 2020    13:00 WIB
Efek Samping Suntik Insulin Bagi Penderita Diabetes
Saat ini penyakit diabetes masih sangat sulit disembuhkan. Penyakit diabetes melibatkan peningkatan kadar gula darah dan penurunan produksi dari insulin. Banyak pasien diabetes baik diabetes tipe 1 maupun 2 melakukan suntikan insulin untuk mengontrol kadar gula darah didalam tubuh tetap stabil. Pasien diabetes memerlukan suntikan insulin karena produksi insulin yang terus menerus menurun. Oleh karena itu pasien diabetes memerlukan suntikan insulin untuk menstabilkan kadar gula darah dan tetap sehat. Tetapi terkadang suntikan insulin bisa juga memberikan efek, walaupun jarang terjadi. Berikut adalah beberapa efek dari pasien diabetes. Efek samping suntikan insulin: Penurunan kadar gula darah. Saat Anda mulai menyuntik insulin, maka kadar gula darah Anda akan langsung turun. Penurunan kadar gula darah dapat menimbulkan gejala berkeringat, mual atau nafas yang cepat. Jika kadar gula darah menurun dengan drastis maka bisa menyebabkan pasien pingsan Iritasi kulit atau inflamasi yang disebabkan oleh jarum suntik. Pada pasien yang harus meyuntikkan insulin sebagai pengobatan rutin maka tindakan ini bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit. Ketika kadar gula darah menurun, maka metabolisme juga ikut menurun. Hal ini juga bisa menyebabkan perubahan metabolik pada otak yang bisa menimbulkan gejala kejang. Kondisi ini memang jarang terjadi tetapi memerlukan penanganan dokter segera. Pusing yang disebabkan oleh penurunan kadar gula darah. Otak akan bekerja lebih lambat dan hal ini bisa menimbulkan racun ke tubuh Anda. Hipoglikemia (penurunan kadar gula darah) merupakan efek samping utama saat melakukan suntikan insulin. Terlalu banyak kadar insulin di dalam tubuh juga bisa menyebabkan penurunan tekanan darah. Hal ini bisa menyebabkan kepala pusing, rasa melayang, kelemahan dan denyut jantung meningkat. Pada kasus yang ekstrim, suntikan insulin justru bisa menyebabkan hiperglikemia (peningkatan kadar gula darah). Kondisi tersebut bisa menimbulkan gejala rasa haus berlebihan, sering berkemih dan lemas Untuk beberapa pasien diabetes, suntikan insulin bisa menyebabkan alergi pada kulit dan menimbulkan gejala pembengkakan dan rasa gatal. Efek samping yang sangat jarang terjadi dari penyuntikan insulin adalah muntah, kemerahan di kulit pada daerah sekitar tempat penyuntikan, denyut jantung yang tidak stabil, penurunan konsentrasi. Kontrollah kadar gula darah Anda sealami mungkin dengan membatasi konsumsi makanan yang manis. Pemanis buatan sendiri sebenarnya bisa menimbulkan bahaya. Pastikan Anda menyuntikkan insulin 30 menit sebelum Anda makan. Anda bisa menyuntikkan insulin pada lengan, paha atau perut. Konsultasikan dengan dokter Anda bagaimana cara penyuntikan insulin dengan baik dan benar, juga bagaimana penanganan jika timbul efek samping dari pemberian insulin.  Baca juga: Tips Berolahraga Untuk Membantu Mengatasi Nyeri Saraf Akibat Diabetes Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 16 Apr 2020    08:00 WIB
Nutrisi Buah Ara Baik Untuk Diabetes
Kandungan Nutrisi di Dalam Buah AraSetiap 100 gram buah ara mengandung 250 kalori. Buah ara terutama mengandung karbohidrat, kalsium, dan serat. Selain itu, buah ara juga mengandung vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin K, zat besi, magnesium, kalium, fosfor, dan berbagai antioksidan.1.  Mencegah KankerBuah ara mengandung banyak antioksidan, yaitu katekin, rutin, dan asam klorogenik yang dapat menghambat metabolisme sel-sel karsinogenik. Antioksidan ini juga melindungi sel-sel tubuh yang sehat dari efek berbahaya radikal bebas. Banyaknya serat yang terdapat di dalam buah ara telah terbukti dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara dan kanker usus besar secara signifikan.2.  Menutrisi KulitBuah ara mengandung banyak vitamin C dan vitamin B yang dapat membantu menutrisi dan meremajakan kulit. Buah ara juga mengandung antioksidan yang dapat melindungi kulit dari oksidasi radikal bebas. Kandungan zat antiinflamasi (anti radang) di dalam buah ara dapat mengurangi pembentukan jerawat dan bisul. Asam lemak omega 3 yang terdapat di dalamnya juga dapat digunakan sebagai pelembaba kulit.3.  Menurunkan Kadar KolesterolMengkonsumsi buah ara dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung koroner. Buah ara juga mengandung banyak pektin (serat larut air) yang dapat membantu menyerap dan mengeluarkan kolesterol dari dalam tubuh tanpa mempengaruhi tubuh anda. Mengkonsumsi daun buah ara juga dapat membantu menurunkan kadar trigliserida.4.  Baik Bagi Penderita DiabetesDaun buah ara ternyata bermanfaat bagi penderita diabetes dengan cara menurunkan kebutuhan insulin yang diperlukan untuk menstabilkan kadar gula darah. Selain itu, kalium di dalam daun buah ara juga dapat membantu mengendalikan kada gula darah dan membantu mencegah terjadinya peningkatan kadar gula darah.5.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari buah ara bagi kesehatan anda adalah:•  Membantu mencegah terjadinya degenerasi makula akibat penuaan (karotenoid)•  Menurunkan resiko terjadinya peningkatan tekanan darah dan membantu memperbaiki mood (kalium)•  Teh daun buah ara baik dikonsumsi oleh penderita bronkitis dan asma untuk membantu meredakan gejala serta membantu mengatasi nyeri tenggorokan•  Membantu perkembangan dan menguatkan tulang (kalsium)•  Membantu memperbaiki tulang yang rusak atau retak (fosfor)•  Membantu proses pencernaan dan mencegah sembelit (serat)Sumber: foodtofitness
 23 Feb 2020    18:10 WIB
Apa Hubungan Antara Diabetes dan Gangguan Jantung?
Gangguan jantung merupakan keadaan yang sering ditemukan pada para penderita diabetes.  Menurut the National Heart Association, pada tahun 2012 sekitar 65% penderita diabetes akan meninggal karena menderita berbagai jenis gangguan jantung atau stroke. Hal ini dikarenakan resiko terjadinya gangguan jantung dan stroke memang meningkat hingga 2 kali lipat pada penderita diabetes. Selain diabetes, sebenarnya masih ada banyak gangguan kesehatan lainnya yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung seperti tekanan darah tinggi, merokok, memiliki kadar kolesterol yang tinggi, dan memiliki anggota keluarga yang menderita gangguan jantung. Oleh karena itu, para ahli jantung menganjurkan agar semua penderita diabetes mengatasi berbagai faktor resiko gangguan jantung lainnya seperti halnya seseorang yang sudah pernah mengalami serangan jantung.   Apa yang Menyebabkan Terjadinya Gangguan Jantung Pada Penderita Diabetes? Penyebab tersering dari timbulnya gangguan jantung pada seorang penderita diabetes adalah pengerasan arteri koroner (aterosklerosis), yang disebabkan oleh penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah yang berfungsi untuk mensuplai oksigen dan nutrisi ke dalam jantung. Penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah ini biasanya telah dimulai sebelum terjadinya peningkatan kadar gula darah pada seorang penderita diabetes tipe 2. Artinya berbagai faktor resiko gangguan jantung sebenarnya telah ada sebelum diabetes terjadi. Saat lemak yang menumpuk di dalam dinding pembuluh darah ini robek atau hancur, maka hal ini akan memicu terbentuknya bekuan darah, yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah. Keadaan ini dapat memicu terjadinya serangan jantung. Kurangnya pasokan oksigen dan nutrisi ke dalam otak dapat memicu terjadinya stroke, sedangkan kekurangan suplai oksigen dan nutrisi ke daerah kaki dan tangan dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan pembuluh darah tepi. Selain memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan jantung, seorang penderita diabetes juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami gagal jantung, suatu kondisi medis berat di mana jantung tidak dapat memompa darah dengan baik. Keadaan ini dapat menyebabkan cairan menumpuk di dalam paru-paru dan membuat penderitanya kesulitan bernapas atau membuat cairan tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh sehingga menyebabkan terjadinya pembengkakan di beberapa bagian tubuh, terutama kaki.   Baca juga: Apa Saja Gejala Diabetes Pada Anak?   Apa Saja Gejala dari Serangan Jantung? Beberapa gejala serangan jantung yang dapat ditemukan adalah: Sesak napas Merasa akan pingsan Pusing Keringat berlebih atau berkeringat tanpa alasan yang jelas Nyeri pada bahu, rahang, dan lengan kiri Nyeri dada atau dada terasa seperti tertekan, terutama saat beraktivitas Mual Perlu diingat bahwa tidak semua orang yang mengalami serangan jantung pasti mengalami nyeri dada atau berbagai gejala klasik lain dari serangan jantung, terutama pada wanita. Segera cari bantuan medis bila Anda mengalami berbagai gejala di atas. Gangguan pembuluh darah tepi biasanya akan menimbulkan beberapa gejala di bawah ini seperti: Kram pada kaki saat berjalan atau kram pada pinggul atau bokong Kaki dingin Denyut nadi pada kaki teraba lemah atau tidak teraba Hilangnya lapisan lemak di bawah kulit pada kaki bagian bawah Hilangnya rambut pada kaki bagian bawah   Bagaimana Gangguan Jantung Pada Penderita Diabetes Diobati? Ada beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan pada penderita diabetes yang juga mengalami serangan jantung, tergantung pada keparahan gangguan jantung yang diderita. Beberapa pilihan pengobatan tersebut adalah: Terapi aspirin untuk menurunkan resiko terbentuknya bekuan darah yang dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung dan stroke Diet Berolahraga teratur untuk menurunkan berat badan, memperbaiki kadar gula darah, menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, dan menurunkan lemak perut. Obat-obatan Tindakan pembedahan   Bagaimana Mengobati Gangguan Pembuluh Darah Tepi? Beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan pembuluh darah tepi adalah: Berjalan kaki selama 45 menit setiap harinya, kemudian jangan lupa untuk beristirahat Gunakan alas kaki khusus Pastikan kadar HbA1C kurang dari 7% Turunkan tekanan darah hingga kurang dari 130/80 Turunkan kadar kolesterol hingga kurang dari 100 Terapi aspirin Obat-obatan Berhenti merokok Tindakan pembedahan (pada beberapa kasus) Terapi aspirin dosis rendah dianjurkan bagi pria dan wanita yang menderita diabetes tipe 2, berusia lebih dari 40 tahun, dan memiliki resiko gangguan jantung serta gangguan pembuluh darah tepi yang tinggi. Berkonsultasilah dengan dokter Anda terlebih dahulu untuk mencari tahu apakah terapi aspirin merupakan pilihan terapi yang paling baik bagi Anda. Jika Anda menderita gangguan kesehatan tertentu, terapi aspirin mungkin tidak dianjurkan.   Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Gangguan Jantung Pada Penderita Diabetes? Cara pencegahan terjadinya gangguan jantung pada penderita diabetes yang paling baik adalah: Pastikan kadar gula darah Anda sedekat mungkin dengan batas normal Kendalikan tekanan darah Anda, konsumsi obat bila perlu. Target tekanan darah bagi penderita diabetes adalah kurang dari 130/80 Pastikan kadar kolesterol Anda masih dalam batas normal, konsumsi obat bila perlu Turunkan berat badan bila Anda mengalami obesitas Berolahraga secara teratur Perbanyak konsumsi berbagai jenis makanan yang sehat bagi jantung seperti pada diet Mediteranian atau diet DASH Berhenti merokok   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 08 Jan 2020    08:00 WIB
Komplikasi Diabetes: Pengobatan Nyeri Saraf Diabetikum
Nyeri saraf yang disebabkan oleh diabetes atau yang juga dikenal dengan nama neuropati perifer diabetikum dapat bersifat berat, konstan, dan sulit diobati. Gejala awalnya dapat berupa rasa kesemutan, yang kemudian akan diikuti oleh mati rasa dan nyeri. Untuk mengatasinya, di bawah ini ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan.   Kendalikan Kadar Gula Darah Anda Hal penting pertama yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi semua komplikasi diabetes adalah dengan mengendalikan kadar gula darah Anda. Pastikan kadar gula darah Anda selalu dalam batas normal atau mendekati normal dengan mengkonsumsi obat anti diabetes. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai jenis dan dosis obat yang diperlukan.   Konsumsi Obat Anti Nyeri Untuk mengatasi nyeri, Anda dapat mengkonsumsi obat anti nyeri. Jenis obat anti nyeri yang digunakan biasanya tergantung pada tingkat keparahan nyeri. Bila rasa nyeri tidak terlalu berat, Anda biasanya dapat mengkonsumsi: Obat golongan NSAID seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen Asetaminofen Capsaicin yang biasa ditemukan dalam bentuk koyo Lidokain krim atau gel. Lidokain merupakan obat bius yang dapat membuat area yang terasa nyeri menjadi mati rasa   Baca juga: 5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Diabetes   Bila rasa nyeri cukup berat atau Anda tidak tahan dengan efek samping obat anti nyeri di atas, maka dokter dapat memberikan obat lainnya untuk mengatasi nyeri, seperti: Obat antidepresan Obat anti kejang Obat golongan opioid Akan tetapi, ketiga jenis obat di atas memerlukan resep dokter.   Pengobatan Lainnya Selain berbagai obat di atas, ada beberapa pengobatan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri, seperti: Tindakan pembedahan untuk menghancurkan saraf atau mengeluarkan saraf yang terjepit Memasang implan yang bertujuan untuk mengurangi nyeri Stimulasi listrik pada saraf   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 03 Jan 2020    18:00 WIB
Atasi Diabetes Dengan Mengurangi Konsumsi Nasi Putih
Nasi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan, dari kehidupan masyarakat kita, namun jika kamu memiliki aktivitas fisik yang sedikit, kurangilah konsumsi nasi, terutama nasi putih. Karena Nasi merupakan sumber karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga akan diolah menjadi glukosa, namun jika tidak glukosa tersebut akan disimpan di dalam tubuh. Akibatnya, kadar gula darah meningkat, dan hal ini tidak baik bagi kesehatan, terutama bagi penderita kencing manis. Konsumsi nasi yang baik adalah satu porsi sehari, dan disubstitusi dengan makanan lainnya yang tinggi protein dan serat, agar pencernaan dan tubuh tetap sehat. Lalu apa manfaat mengurangi konsumsi nasi tersebut? Kadar gula darah normal. Konsumsi nasi yang seimbang, membuat kadar gula darah tetap seimbang.   Sembelit. Rendahnya serat dalam nasi, bisa menyebabkan sembelit, dan juga gerakan usus yang tidak baik.Kencing manis Ini adalah penyakit yang berhubungan dengan peningkatan kadar gula dalam darah, nasi menyediakan gula dalam jumlah cukup banyak.   Diet. Jika kamu sedang melakukan program diet, lebih baik hindari makanan yang satu ini. Karena nasi akan membuat berat badanmu naik.   Nutrisi. Nutrisi dalam nasi sangat rendah, sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, bisa menyebabkan malnutrisi bagi tubuh.   Alergi. Tidak sedikit orang yang alergi terhadap nasi putih. Dan sebagai gantinya, konsumsilah nasi merah.   Rasa lapar. Nasi tidak menyebabkan perut kenyang dalam porsi yang sedikit, sehingga banyak yang mengonsumsi nasi dalam jumlah banyak. Dan itu tidak baik untuk kesehatan.   Lalu apa alternatif pengganti nasi? Ya, di Indonesia banyak sumber karbohidrat yang lebih baik seperti nasi merah, kentang, jagung, dan umbi-umbian. Tidak ada salahnya, kita mulai mengganti nasi putih dengan panganan lainnya untuk menjadikan tubuh lebih sehat J Baca juga: Karbohidrat Sehat Untuk Turunkan Berat Badan Sumber: Cara Sehat