Your browser does not support JavaScript!
 08 Jun 2016    12:00 WIB
Para Ibu Hamil Jangan Depresi, Karena Anak Yang Anda Kandung Akan...
Sebuah studi baru mengklaim bahwa orang tua yang mengalami depresi akan mempengaruhi prestasi akademik anak-anak. Terutama bila orang tua tersebut mengalami depresi, saat anak-anak berusia 1-4 tahun maka risiko tersebut akan menjadi lebih tinggi. Penelitian lebih lanjut mengatakan bahwa orang tua yang mengalami depresi orang tua dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Setelah mempelajari perilaku hampir 10 anak, para peneliti memahami bahwa depresi orangtua dapat mempengaruhi studi anak. Ketika peneliti membandingkan kemampuan akademik anak-anak yang ibunya mengalamii depresi dengan yang anak-anak lain yang ibunya tidak mengalami depresi ternyata anak-anak yang memiliki orang tua yang depresi memiliki kemampuan akademik yang menurun sekitar 4-5% dari rata-rata. Yang menjadi permasalahan adalah faktor apapun yang menganggu kemampuan akademik saat anak-anak akan mempengaruhi kemampuan akademiknya dalam jangka panjang sehingga saat anak tumbuh dewasa, dia akan terus mengalami penurunan kemampuan akademik yang membuatnya sulit melewati rintangan hidupnya. Penelitian ini juga mengatakan bahwa bila yang mengalami depresi adalah ayah dan ibu maka akan berefek pada anak laki-lakinya. Depresi adalah keadaan dimana seseorang merasa bersedih tanpa alasan dan malas untuk melakukan apapun. Orang yang mengalami depresi biasanya akan kehilangan rasa bahagia dan rasa antusias terhadap sesuatu hal. Saat seorang ibu mengalami kondisi ini maka dia kemungkinan akan merasa kesulitan untuk memiliki ikatan dengan anaknya, selalu merasa sedih dan merasa sangat ketakutan akan kehilangan cinta anaknya. Penelitian mengatakan bahwa beberapa ibu yang menderita depresi mungkin akan berusaha menolak untuk mengakui kondisinya dan menolak penanganan medis karena dianggap sebagai orang yang sakit. Namun berdasarkan apa yang ditemukan oleh peneliti maka seorang ibu yang mengalami depresi maka harus dapat penanganan secepatnya. Karena depresi yang dialami oleh orang tua terutama ibu akan sangat berpengaruh pada masa depan anak. Untuk Anda atau yang memiliki pasangan menunjukkan tanda-tanda depresi sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan penanganan yang terbaik. Baca juga: 17 Hal Tak Terduga yang Dapat Memicu Terjadinya Depresi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: lovepanky
 10 Mar 2016    15:00 WIB
17 Hal Tak Terduga yang Dapat Memicu Terjadinya Depresi
Saat Anda mencapai usia paruh baya, maka ulang tahun mungkin bukanlah suatu hal yang Anda harapkan. Para ahli bahkan menemukan banyak orang berusia paruh baya mengalami depresi, terutama saat seseorang telah berusia sekitar 44 tahun. Apa penyebabnya? Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab depresi pada orang paruh baya. Untuk menghindari hal ini, para ahli menganjurkan agar orang yang memasuki masa paruh baya menerima kelemahan dan penurunan kekuatannya serta melepaskan berbagai mimpi dan impian yang tidak realistis.  Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang tampaknya tidak berbahaya, tetapi ternyata dapat memicu terjadinya depresi pada orang berusia paruh baya.   Kelelahan Sangat mudah bagi seseorang yang telah memasuki usia paruh baya untuk merasa lelah atau kewalahan dengan semua tuntutan pekerjaan, pernikahan, anak-anak, dan pertengkaran dengan orang tua. Hal ini dapat membuat Anda merasa sedih, tidak berharga, dan bersalah, terutama para wanita, yang seringkali memiliki beban yang berat dan akhirnya mengalami depresi. Apa yang harus dilakukan? Perhatikan dan rawat diri Anda sendiri. Pastikan Anda memperoleh istirahat yang cukup dan berolahraga secara teratur. Perhatikan apa yang Anda makan dan konsumsilah makanan sehat. Berpergian bersama teman-teman dan mencari bantuan bila perlu dapat membantu mengatasi rasa sedih dan kesepian yang mungkin Anda rasakan.   Kekurangan Vitamin B12 Merasa sedih, tidak bertenaga, dan sering lupa? Anda mungkin mengalami kekurangan vitamin B12. Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka resiko terjadinya kekurangan vitamin B12 pun akan semakin meningkat, terutama jika tubuh Anda tidak dapat menyerap cukup vitamin B12 dari makanan yang Anda konsumsi atau Anda tidak lagi mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung banyak vitamin B12. Apa yang harus dilakukan? Bagi Anda yang berusia di bawah 50 tahun, jangan lupa untuk mengkonsumsi daging sapi, daging ayam, ikan, keju, dan telur. Bagi Anda yang telah berusia lebih dari 50 tahun, berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai suplemen apa yang dapat Anda konsumsi. Segera hubungi dokter Anda, bila Anda terus merasa lelah atau lesu.   Gairah Seksual Menurun Rendahnya kadar hormon seks, testosteron, dapat membuat para pria mengalami penurunan gairah seksual dan merasa depresi. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang pria, maka tubuh pun secara alami akan memproduksi semakin sedikit testosterone. Pada beberapa kasus, keadaan ini dapat memicu terjadinya depresi dan disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi akan membuat seorang pria sulit mencapai atau mempertahankan ereksi dan berkurangnya gairah seksual. Apa yang harus dilakukan? Cobalah berbagai hal berbeda dan baru untuk mengembalikan romantisme di dalam hubungan Anda dengan pasangan. Lakukan konseling seks atau carilah bantuan medis bila Anda mengalami disfungsi ereksi.   Gangguan Kelenjar Tiroid Kelenjar tiroid yang kurang atau terlalu aktif dapat memicu terjadinya depresi. Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, depresi dapat merupakan satu-satunya gejala dari adanya gangguan pada kelenjar tiroid Anda, di mana gejalanya pun tidak tampak dengan jelas. Jika Anda memiliki kelenjar tiroid yang hiperaktif, maka depresi dapat terjadi bersamaan dengan beberapa gejala lain seperti rasa berdebar-debar, gemetar, atau merasa lelah. Kelenjar tiroid yang kurang aktif dapat membuat Anda merasa lelah atau sembelit, yang seringkali membuat gangguan ini salah didiagnosa sebagai gangguan saluran pencernaan atau sistem saraf. Apa yang harus dilakukan? Segera hubungi dokter Anda, apalagi bila ada anggota keluarga Anda yang juga menderita gangguan kelenjar tiroid.   Nyeri Menderita penyakit kronik dan nyeri kronik dapat membuat seseorang mengalami depresi. Para peneliti telah menemukan bahwa orang yang menderita nyeri kronik, misalnya akibat artritis reumatoid atau radang sendi (osteoartritis) memiliki resiko yang lebih tinggi (3 kali lipat) untuk menderita depresi dan gangguan cemas. Depresi juga akan membuat rasa nyeri yang dirasakan semakin memburuk. Apa yang harus dilakukan? Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berolahraga dan mengkonsumsi obat-obatan dapat membantu. Sementara itu, penelitian lainnya menemukan bahwa mendengarkan musik klasik selama 1 jam setiap harinya dapat membantu mengatasi nyeri sendi dan depresi. Cari bantuan medis bila gejala depresi atau nyeri yang Anda rasakan tidak juga membaik.   Menopause Menopause dan perimenopause dapat memicu terjadinya hot flushes, perubahan mood, dan berbagai hal lainnya yang dapat membuat seorang wanita merasa depresi. Jadi, bila Anda telah memiliki riwayat depresi atau sindrom premenstrual atau sulit tidur, atau mood Anda selalu berubah-ubah, atau merasa depresi; maka semuanya mungkin dapat semakin memburuk saat Anda memasuki masa menopause dan perimenopause. Apa yang harus dilakukan? Melakukan berbagai teknik untuk menenangkan diri seperti latihan pernapasan, meditasi, atau yoga dapat membantu mengatasi depresi ringan. Selain itu, Anda juga dapat melakukan hobi Anda atau berolahraga atau bersosialisasi dengan teman-teman Anda bila hal tersebut membuat Anda merasa bahagia. Carilah bantuan medis jika gejala yang Anda alami semakin memburuk atau bila Anda telah mengalami gejala depresi dalam waktu yang cukup lama karena keduanya membutuhkan pengobatan.   Ditinggalkan Oleh Anak Anak-anak Anda sekarang sudah dewasa dan jarang berada di rumah atau bahkan tidak lagi berada di rumah. Anda tentunya merasa bahagia untuk mereka, akan tetapi Anda mungkin akan merasa kosong atau kesepian karena ditinggalkan. Apalagi, bila hal ini terjadi bersamaan dengan masa pensiun atau menopause, yang akan membuat semua hal tersebut terasa semakin sulit. Apa yang harus dilakukan? Fokuslah pada berbagai hal positif dan cobalah untuk melakukan suatu hal baru. Nikmatilah waktu bersama dengan pasangan Anda dan jalin kembali hubungan dengan anggota keluarga Anda yang lain. Ambil kesempatan ini untuk melakukan sebuah hobi baru yang sebelumnya tidak dapat Anda lakukan. Memang Anda membutuhkan waktu untuk beradaptasi, akan tetapi Anda tidak juga merasa lebih baik setelah beberapa bulan, berkonsultasilah dengan dokter Anda.   Menderita Diabetes Tipe 2 Depresi dapat merupakan suatu komplikasi serius dari berbagai penyakit kronik lain seperti diabetes. Beberapa gejala depresi seperti  terus merasa sedih dapat membuat Anda tidak lagi merawat diri Anda dengan baik. Hal ini akan membuat Anda enggan memeriksa kadar gula darah Anda secara teratur, yang tentu saja akan membuat kadar gula darah Anda tidak terkontrol. Apa yang harus dilakukan? Jika Anda merasa depresi lebih dari 2 minggu, segera hubungi dokter Anda. Dokter akan memberikan terapi yang dapat membantu mengatasi gejala depresi sekaligus diabetes. Ingatlah bahwa depresi dapat mengancam jiwa Anda jika tidak diobati.   Terlalu Banyak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Alkohol merupakan hal yang paling sering menyebabkan terjadinya depresi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa 1 di antara 4 orang lanjut usia yang mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan mengalami depresi. Beberapa orang mulai mengkonsumsi lebih banyak minuman beralkohol seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka karena terjadinya berbagai kejadian tidak menyenangkan seperti pensiun atau kematian pasangan. Apa yang harus dilakukan? Mengkonsumsi obat-obatan anti depresi dan melakukan konseling dapat membantu menemukan penyebab depresi dan mengatasinya.   Gangguan Tidur Kurang tidur dan depresi biasanya saling berhubungan. Berbagai gangguan tidur seperti insomnia lebih sering terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang dan seringkali berhubungan dengan perubahan mood dan terjadinya depresi. Sulit tidur juga dapat merupakan gejala dari depresi. Jadi, bila Anda sulit tidur tetapi tidak sedang mengalami depresi, maka resiko Anda untuk mengalami depresi nantinya akan bertambah besar. Beberapa gangguan tidur lainnya yang juga berhubungan dengan terjadinya depresi adalah gangguan tidur apnea dan restless leg syndrome. Apa yang harus dilakukan? Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai bagaimana cara yang baik untuk mengatasi gangguan tidur Anda dan pengobatan apa yang dapat dilakukan. Cobalah untuk memiliki pola tidur yang sehat dan teratur, serta hindarilah konsumsi minuman beralkohol, nikotin (rokok), dan kafein karena ketiganya dapat mengganggu tidur Anda.   Pensiun Harus memasuki masa pensiun lebih cepat dari yang Anda rencanakan ternyata juga dapat memicu terjadinya depresi. Ditambah lagi bila Anda juga memiliki gangguan kesehatan yang menjadi penyebab pensiun dini tersebut. Ketidakstabilan keuangan atau buruknya jaringan sosial dapat membuat Anda merasa lebih sedih lagi. Apa yang harus dilakukan? Tetap aktif merupakan kuncinya. Pensiunan yang tetap sibuk cenderung akan merasa lebih bahagia. Ambillah kesempatan ini untuk mulai berolahraga dan mempelajar suatu hal baru.   Gangguan Jantung Serangan jantung, atau baru saja dioperasi, atau baru saja didiagnosa menderita suatu gangguan jantung seringkali membuat penderita merasa depresi. Akan tetapi, pada beberapa orang rasa depresi ini berlangsung terus-menerus, yang akhirnya akan menjadi depresi kronik, yang juga dapat memicu terjadinya berbagai gangguan jantung lainnya. Apa yang harus dilakukan? Depresi ringan biasanya dapat diatasi dengan mengkonsumsi diet sehat, istirahat yang cukup, dan banyak berolahraga. Jika rasa depresi yang Anda alami tidak juga membaik atau menghilang, segera beritahu dokter Anda.   Obat-obatan Obat golongan beta blocker (penghambat beta) sering digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, seringkali yang bertujuan untuk menurunkan aktivitas jantung. Walaupun demikian, beberapa penelitian menemukan bahwa obat ini justru berhubungan dengan terjadinya depresi. Menurut sebuah penelitian, propranolol dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi hingga 2 kali lipat pada para penggunanya. Apa yang harus dilakukan? Segera beritahu dokter Anda bila Anda menduga bahwa obat-obatan yang Anda konsumsi menyebabkan Anda mengalami depresi. Dengan demikian, dokter Anda dapat mengganti obat Anda.   Merasa Kesepian Merasa kesepian selalu merupakan resep yang baik untuk mengalami depresi. Memiliki banyak teman baik dan dekat dengan keluarga biasanya dapat mencegah terjadinya depresi dan mengatasi berbagai gejala depresi. Menurut sebuah penelitian, orang lanjut usia yang tetap memiliki hubungan baik dengan teman-temannya memiliki resiko yang lebih kecil terhadap depresi. Apa yang harus dilakukan? Jalinlah hubungan yang baik dengan teman dan anggota keluarga Anda. Gunakan kemajuan teknologi untuk tetap berkomunikasi dengan teman dan keluarga Anda.   Gangguan Kesehatan Menderita suatu penyakit serius atau kronik seperti stroke atau penyakit Parkinson  dapat memicu terjadinya depresi, apalagi bila area otak yang terkena saat stroke adalah bagian otak yang berfungsi untuk mengatur mood Anda. Apa yang harus dilakukan? Tetaplah bersikap positif tetapi juga realistis. Cobalah untuk beradaptasi dengan kekurangan fisik Anda dan jangan biarkan keterbatasan fisik yang Anda alami membuat Anda berhenti melakukan berbagai hal yang Anda sukai. Segera cari bantuan medis bila Anda merasakan berbagai gejala depresi.   Gangguan Daya Ingat (Pikun) Tidak ingat mengapa Anda pergi ke dalam kamar? Pada sebagian besar kasus, hal ini mungkin hanya merupakan gejala dari penuaan, akan tetapi pada beberapa kasus, gangguan daya ingat ini dapat merupakan gejala dari depresi atau bahkan pikun (demensia). Selain itu, depresi juga lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia yang mengalami pikun, terutama pada para penderita penyakit Alzheimer. Apa yang harus dilakukan? Segera cari bantuan medis bila Anda khawatir terhadap berbagai gejala yang Anda alami.   Baca juga: 7 Cara Membantu Seorang Penderita Depresi   Sedih Kehilangan seseorang yang Anda cintai tentu akan membuat Anda berduka dan sedih. Akan tetapi, hal ini akan menjadi suatu masalah bila rasa sedih tersebut berubah menjadi depresi. Bingung, gangguan daya ingat, dan menarik diri dari pergaulan sosial merupakan berbagai gejala depresi pada orang lanjut usia. Karena depresi dan rasa sedih dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung yang pada akhirnya dapat berujung pada kematian, maka pengobatan sangat diperlukan. Apa yang harus dilakukan? Biarkan diri Anda berduka selama beberapa waktu. Beritahu apa yang Anda rasakan pada teman dan keluarga Anda. Segera cari bantuan medis bila gejala depresi mulai Anda rasakan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 05 Mar 2016    12:00 WIB
Kalahkan Depresi dengan Makanan
Anda sedang merasa depresi, sedih, menderita? Jika ya, maka salah satu jalan keluarnya adalah makanan. Orang lain mungkin akan menyarankan Anda untuk pergi bersosialisasi, clubbing, mabuk, tetapi hal tersebut tidak akan memberikan Anda kebahagiaan. Kebahagiaan tidak hanya berasal dari uang, tetapi bisa datang dari makanan. Bukan hanya makanan yang mewah, bisa saja berasal dari makanan yang sederhana. Berikut adalah makanan-makanan yang dapat mengusir depresi Anda. KelapaIndonesia dikelilingi oleh pohon kelapa, sehingga kelapa banyak sekali ditemukan dalam makanan dan minuman khas Indonesia. Tetapi tahukah Anda bahwa kelapa dapat memperbaiki mood Anda? Santan kelapa mengandung lemak yang dapat membantu perbaikan jaringan tubuh dan meningkatkan fungsi tubuh. Tetapi jika Anda memakannya terlalu banyak Anda akan menyebabkan peningkatan berat badan terutama jika tidak diimbangi oleh olahraga yang cukup. BayamBayam merupakan sayuran hijau yang kaya akan manfaat, salah satunya dapat meningkatkan mood Anda menjadi lebih baik. Selain mengandung zat besi, bayam juga mengandung asam folat yang akan meningkatkan sel darah merah dan melindungi tubuh dari penyakit. TelurTelur sering digunakan dalam membuat kue, dan sering dipakai para olahragawan untuk membangun otot. Telur kaya akan protein, vitamin B, zinc dan omega 3. Telur baik dimakan sebagai sarapan sebagai sumber energi Anda memulai aktivitas. Telur juga menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama sehingga mencegah keinginan untuk terus makan. Gandum utuhGandum utuh merupakan karbohidrat baik yang dapat melawan depresi dan kesedihan. Inilah alasan mengapa Anda tidak boleh takut karbohidrat, karena karbohidrat dapat menjadi sumber kebahagian. Karbohidrat dapat mengobati konstipasi dan berperan sebagai sumber energi. Gandum utuh juga mengandung selenium yang dapat melawan radikal bebas dan meningkatkan imunitas. MaduMadu adalah bahan pengganti gula yang organik. Kandungan dalam madu, yaitu kaempferol dan quercetin akan meningkatkan daya tahan tubuh dan memberikan nutrisi ke otak. Jika Anda mencelupkan strawberi ke dalam madu dapat berfungsi sebagai aphrodisiak yang dapat meningkatkan mood untuk bercinta. KejuKeju jika dikonsumsi dalam jumlah banyak hanya akan membuat gemuk dan juga sulit dicerna. Tetapi siapa yang bisa menolak godaan makanan lezat mengandung keju yang sangat nikmat ini. Saat Anda memakan makanan yang mengandung keju, cobalah berbagi dengan orang lain, karena memakan keju dengan dosis yang tepat dapat meningkatkan mood Anda menjadi lebih baik. Keju juga mengandung zink yang akan memperbaiki tekstur kulit dan rambut Anda menjadi lebih mulus dan indah. Dark coklatDark coklat dapat berfungsi untuk penurunan berat badan dan bersifat aphrodisiak yang dapat meningkatkan mood untuk bercinta. Dark coklat mengandung antioksidan yang akan memperbaiki aliran darah dan mencegah penuaan dini. Coklat juga mengandung  serotonin, dopamine, dan phenylethylamine yang merupakan neurotransmitter dalam melawan depresi. KerangKerang menagndung zinc, iodine dan selenium yang mendukung kerja dari kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid dapat menstimulasi rasa bahagia dan juga bertanggung jawab dalam pengaturan berat badan.Sumber: healthmeup
 29 Jan 2016    15:00 WIB
Sedang Depresi Tetapi Ingin Menjaga Jalinan Asmara Anda? Lakukan Hal Ini…q
Saat Anda merasa depresi, maka menjaga sebuah jalinan asmara dapat menjadi suatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan saat Anda sedang merasa terpuruk, maka mendukung pasangan Anda dan sebaliknya dapat menjadi suatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Akan tetapi, bukan berarti Anda boleh mengisolasi diri Anda dari dunia luar dan terus mengasihani diri Anda sendiri. Biarkanlah orang-orang yang mencintai Anda membantu Anda melalui masa-masa sulit tersebut. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu Anda menjaga jalinan asmara Anda dengan si dia di saat Anda sedang mengalami depresi.   Temukan Seseorang yang Dapat Diandalkan Saat ini Anda memang sedang melalui masa buruk dalam kehidupan Anda, tetapi Anda bukanlah satu-satunya orang yang pernah mengalami hal tersebut. Carilah orang yang pernah merasakan hal yang sama dengan Anda dulunya. Orang tersebut dapat membantu Anda mengatasi masalah Anda dengan lebih cepat karena mereka mengerti dan tahu apa yang Anda rasakan dan apa yang ingin Anda dengar untuk mengatasi depresi yang sedang Anda alami. Temukanlah seseorang yang dapat Anda percayai dan Anda pun tidak akan merasa kesepian lain. Akan tetapi, bukan berarti karena pasangan Anda tidak dapat membantu, maka Anda boleh memutuskan hubungan dengannya lho…   Pikirkan Perasaan Pasangan Anda Juga Depresi dapat membuat Anda merasa bahwa diri Anda tidak penting dan bahkan membuat rasa percaya diri Anda hancur. Anda mungkin merasa bahwa Anda tidak peduli lagi mengenai apa yang akan terjadi pada diri Anda nantinya. Akan tetapi, cobalah memikirkan bagaimana perasaan pasangan Anda. Jika si dia yang sedang mengalami apa yang Anda alami, tentu saja Anda tidak akan merasa bahagia bukan? Anda pasti sangat ingin membantunya dan merasa khawatir padanya. Oleh karena itu, jangan remehkan perasaan orang-orang di sekitar Anda yang mencintai Anda. Hal ini dikarenakan si dia juga ikut menderita saat Anda merasa sedih dan depresi. Jika Anda benar-benar mencintainya, jangan menyia-nyiakan perhatiannya dan berusahalah sebaik mungkin untuk mengatasi masalah Anda.   Jangan Mengisolasi Diri Salah satu cara untuk menyelematkan hubungan asmara Anda dengan pasangan saat Anda merasa depresi adalah tetap berada di dekatnya. Walaupun Anda tidak dapat melakukannya seperti dulu, akan tetapi hal ini menunjukkan bahwa Anda tetap mengingatnya dan sangat membutuhkannya dalam kehidupan Anda.   Cobalah Suatu Hal Baru Depresi merupakan suatu gangguan kejiwaan yang terjadi karena seseorang mengalami suatu hal yang sangat tidak menyenangkan dalam kehidupannya. Untuk membantu mengurangi rasa tidak menyenangkan yang sedang Anda alami, cobalah untuk melakukan suatu hal baru bersama pasangan Anda. Berpergian ke sebuah tempat belanja baru atau melakukan sebuah hobi baru atau melakukan sesuatu yang selalu ingin Anda coba dapat membantu.   Baca juga: 5 Kebiasaan Penyebab Terjadinya Depresi   Pikirkan Masa Depan Saat seseorang mengalami depresi, mereka biasanya lebih sering berpikir mengenai berbagai kesalahan yang pernah dilakukannya, sedang dilakukannya, dan betapa buruk dirinya sekarang ini. Akan tetapi, akan lebih baik bila Anda sedikit memikirkan mengenai masa depan Anda. Jangan terus berkubang di dalam masa lalu Anda. Karena Anda tidak akan terus mengalami depresi, pikirkanlah apa yang ingin Anda lakukan dalam waktu dekat ini.   Jangan Berpikir Terlalu Idealis Jika Anda merupakan seorang perfeksionis, maka Anda mungkin akan merasa malu dengan apa yang sedang Anda rasakan. Anda mungkin akan berpikir bahwa akan lebih baik bila pasangan Anda tidak mengetahui apa yang Anda rasakan. Akan tetapi, yang lebih baik bagi Anda adalah jangan berpikir terlalu idealis. Tidak ada seseorang yang sempurna, jadi jangan pernah mencoba untuk selalu tampak sempurna. Semua orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit di dalam kehidupannya dan tidak mungkin terus merasa bahagia sepanjang waktu. Jangan sembunyikan perasaan Anda dari pasangan Anda dan jangan pernah berpikir bahwa masalah Anda adalah akhir dari segalanya. Anda pasti akan segera membaik.   Buatlah Suatu Jurnal Dengan menuliskan semua yang Anda rasakan dan alami, Anda akan mampu mengenali apa saja kesalahan dan mengapa Anda mengalami apa yang Anda alami sekarang ini. Hal ini dikarenakan depresi akan membuat Anda sulit berpikir jernih. Jadi, menuliskan apa yang Anda rasakan dan alami setiap harinya tentunya dapat sangat membantu. Catatan ini akan memberikan Anda gambaran yang lebih jelas mengenai apa yang harus Anda lakukan untuk sembuh lebih cepat. Anda bahkan tidak perlu menulis panjang lebar mengenai apa yang terjadi hari ini, beberapa kalimat saja sudah cukup untuk membuat Anda merasa lebih baik.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womanitely
 01 Aug 2015    19:00 WIB
Berbagai Penyebab Terjadinya Depresi Pada Anak Remaja
Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya depresi pada remaja karena masa remaja merupakan masa yang penuh dengan pergolakan dan sulit. Banyak remaja tidak tahu apa yang dapat mereka lakukan untuk membuat perasaan mereka lebih baik. Depresi merupakan suatu keadaan yang dapat diobati, oleh karena itu sangat penting agar para orang tua memperhatikan perubahan perilaku dan emosional pada anak-anaknya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya depresi pada para remaja.    •    Masalah Dalam PendidikanStress akibat masalah pendidikan merupakan salah satu penyebab tersering dari terjadinya depresi pada remaja. Hal ini diakibatkan semakin mahalnya biaya pendidikan sehingga mereka harus belajar dengan baik agar dapat memperoleh nilai yang tinggi dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah. Berbagai tekanan dalam pendidikan seorang anak dapat membuatnya merasa depresi.    •    Masalah Dalam PercintaanMasalah lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya depresi pada remaja adalah masalah dalam kehidupan percintaannya, yang dapat memberikan pengaruh besar pada keadaan emosional dan kehidupannya. Ajaklah anak Anda untuk berbicara dan cari tahulah apa yang membuatnya terganggu.    •    Perceraian Orang TuaPerceraian atau perpisahan orang tua dapat sangat mempengaruhi keadaan mental dan emosional seorang anak remaja. Perpisahan atau perceraian ini dapat membuat mereka merasa sangat sedih dan bahkan menimbulkan trauma. Bantulah anak Anda dalam menghadapi perpisahan ini dan bila perlu lakukan konseling bersama dengan anak Anda.    •    Kurangnya Perhatian Orang TuaBahkan jika anak Anda telah tumbuh dewasa, hal ini bukan berarti mereka tidak lagi membutuhkan perhatian atau dukungan atau bimbingan Anda. Kurangnya perhatian orang tua, baik secara fisik maupun emosional dapat membuat seorang anak remaja Anda merasa depresi. Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda selalu ada bagi anak Anda dan tunjukkan bahwa Anda akan tetap mencintainya apapun yang terjadi. Dukunglah mereka dan bantulah mereka dalam menghadapi berbagai kesulitan di dalam kehidupannya.    •    Kurang Percaya DiriRendahnya rasa percaya diri dapat menyebabkan terjadinya depresi, pada usia berapa pun, apalagi pada masa remaja. Masa remaja bukanlah masa yang mudah bagi seorang remaja. Terdapat begitu banyak rintangan yang harus dihadapi setiap harinya dan selalu ada hal baru yang harus dipelajari setiap harinya. Hadapilah berbagai kesulitan dengan perilaku yang sehat sehingga tidak mempengaruhi kebahagiaannya di masa depan.     •    Adanya Anggota Keluarga Lain yang Juga Menderita Depresi (Keturunan)Beberapa orang memang lebih rentan terhadap depresi karena adanya pengaruh faktor genetika. Jadi bila ada anggota keluarga Anda lainnya yang menderita depresi, maka anak Anda pun mungkin mengalami hal tersebut. Akan tetapi, hal ini bukan berarti anak Anda pasti mengalami depresi suatu saat dalam kehidupannya. Sekarang ini, terdapat berbagai hal yang telah dapat membantu anak Anda melawan berbagai gejala depresi dan membuat anak Anda dapat hidup lebih bahagia.    •    Lingkungan dan PergaulanKebutuhan untuk diterima oleh teman-teman seumurannya merupakan suatu hal yang sangat penting bagi sebagian besar remaja saat ini. Kadangkala, banyak anak remaja yang tidak ingin mengkonsumsi minuman beralkohol maupun obat-obatan terlarang terpaksa harus mengkonsumsinya juga karena tidak ingin dianggap kampungan oleh teman-teman seumurannya tersebut. Oleh karena itu, pastikan anak Anda memperoleh edukasi yang baik dan benar seputar alkohol, obat-obatan terlarang, dan seks. Sumber: allwomenstalkTags: remaja, depresi
 19 Jun 2015    16:00 WIB
Tanda-Tanda Pengidap Depresi
Di jaman yang semakin moderrn yang selalu menuntut kesempurnaan, tuntutan pekerjaan yang berlebihan, biaya kebutuhan yang semakin meningkat, persaingan pekerjaan yang begitu ketat bisa membuat seseorang merasa stress dan tertekan. Rasa ini bila dibiarkan dapat membuat seseorang mengalami yang namanya depresi. Depresi adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih. Depresi dapat menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-hari. Namun seringkali orang tidak menyadari tanda-tanda seseorang mengalami depresi seperti apa. Menurut institut The National Institute of Mental Health (NIMH)) depresi memiliki tanda umum atau gejala sebagai berikut : -          Rasa Sedih, cemas atau hampa yang terus menerus. -          Rasa Putus asa dan selalu pesimis. -          Rasa tidak berharga, rasa bersalah dan rasa tidak berdaya. -          Kehilangan minat atau kesenangan atau hobi atau aktvitas yang sebelumnya di sukai. -          Energi lemah, kelelahan, menjadi lamban. -          Sulit berkonsentrasi, mengingat dan memutuskan. -          Sulit makan atau rakus makan (menjadi kurus atau kegemukan). -          Tidak tenang dan gampang tersinggung. -          Sering sakit kepala atau masalah pencernaan seperti sulit buang air besar dan lain-lain. -          Berpikir ingin mati atau bunuh diri. Baca juga: Bagaimana Depresi Berhubungan Dengan Bunuh Diri? Sumber: Intisari Online
 04 Mar 2015    10:00 WIB
Depresi Merupakan Pertanda Awal Penyakit Alzheimer, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa gangguan depresi, gangguan tidur, dan perubahan perilaku dapat muncul terlebih dahulu sebelum terjadinya gangguan daya ingat pada orang yang mengalami penyakit Alzheimer. Akan tetapi, bukan berarti bila Anda mengalami gangguan cemas, depresi, atau merasa sangat lelah maka Anda pasti sedang mengalami gejala awal dari penyakit Alzheimer karena pada sebagian besar kasus, berbagai gangguan tersebut tidak berhubungan dengan penyakit Alzheimer. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 2.400 orang paruh baya selama sekitar 7 tahun. Para peneliti menemukan bahwa orang yang menderita demensia (pikun) memiliki resiko yang lebih tinggi untuk juga menderita gangguan depresi dibandingkan dengan orang yang tidak menderita demensia. Pada penelitian ini, para peneliti bertujuan untuk menemukan seperti apa keadaan orang-orang yang menderita penyakit Alzheimer, bahkan sebelum didiagnosa menderita penyakit tersebut. Selain itu, berbagai perubahan perilaku dan mood, seperti perilaku acuh tak acuh, selalu merasa cemas atau khawatir, perubahan nafsu makan, dan menjadi lebih mudah marah juga terjadi lebih cepat pada para peserta yang menderita demensia. Penyakit Alzheimer merupakan suatu penyakit progresif dan fatal yang tidak hanya mempengaruhi daya ingat penderitanya tetapi juga menyebabkan berbagai perubahan pada kepribadian penderita dan kemampuan penderita untuk menganalisis dan menilai sesuatu hal. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa data dari para peserta penelitian yang berusia 50 tahun atau lebih yang tidak memiliki gangguan daya ingat atau gangguan dalam proses berpikir pada awal penelitian dimulai. Setelah diamati selama 7 tahun, sekitar setengah dari para peserta penelitian masih tetap memiliki fungsi kognitif yang normal, sementara setengah lainnya mulai mengalami gangguan daya ingat atau gangguan berpikir yang menunjukkan telah terjadinya demensia. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa sekitar 30% dari para peserta yang mengalami demensia juga mengalami gangguan depresi dalam waktu 4 tahun setelah penelitian dimulai. Hingga akhir penelitian, para peneliti masih tidak dapat memastikan mengenai apakah gangguan depresi atau gangguan mood dan perilaku lainnya terjadi akibat adanya perubahan yang sama di dalam otak seperti yang terjadi pada penderita penyakit Alzheimer atau disebabkan oleh suatu respon psikologis untuk menghadapi berbagai kesulitan yang sedang terjadi. Walaupun penelitian ini berhasil menemukan adanya suatu hubungan antara perubahan perilaku dengan peningkatan resiko terjadinya penyakit Alzheimer, akan tetapi penelitian ini tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya. Satu hal yang perlu diketahui mengenai penyakit Alzheimer adalah bahwa penyakit ini bukan hanya menyebabkan terjadinya gangguan pada proses berpikir dan daya ingat, tetapi merupakan suatu penyakit pada otak yang menyebabkan hilangnya sel-sel otak seiring dengan berlalunya waktu dan dapat menimbulkan berbagai gejala yang berbeda, termasuk gangguan depresi, gangguan cemas, atau gangguan tidur.   Sumber: newsmaxhealth
 31 Dec 2014    11:00 WIB
Depresi Membuat Performa Anda di Kamar Tidur Menurun, Mengapa Demikian?
Tahukah Anda bahwa gangguan depresi telah mengenai sekitar 350 juta orang di dunia? Gangguan ini ternyata tidak hanya mempengaruhi kehidupan dan aktivitas Anda sehari-hari, akan tetapi juga mempengaruhi performa seorang pria di kamar tidur. Sangat disayangkan memang akan tetapi sebagian besar gangguan depresi dan penurunan gairah seksual terjadi pada pria. Bagi pria, menghindari hubungan seks dapat membuat mereka merasa tidak jantan atau membuat mereka cemas mengenai apa yang akan dipikirkan oleh pasangannya. Sebenarnya, seringkali para wanita tidak mengerti bahwa semua pria tidak selalu ingin berhubungan seks, bahkan walaupun mereka tidak menderita gangguan depresi. Seperti halnya wanita, pria pun kadang enggan untuk berhubungan seksual walaupun tidak menderita gangguan mood apapun. Sebenarnya terdapat beberapa alasan yang menyebabkan mengapa seorang pria mengalami penurunan gairah seksual. Hal pertama adalah masalah emosional. Jika seorang pria merasa ditolak dan tidak berharga, maka ia pun tidak akan merasa dirinya menarik (dalam hal hubungan seks). Ia pun mungkin akan menghindari berbagai kontak fisik, termasuk berciuman atau berdekatan dengan pasangannya. Hal kedua adalah akibat gangguan kesehatan fisik. Saat seorang pria mengalami gangguan depresi, maka ia pun cenderung mengalami peningkatan berat badan dan jarang berolahraga atau bahkan lebih sering mengkonsumsi minuman beralkohol, yang juga dapat mempengaruhi fungsi seksual seorang pria dan tentu saja kemampuannya di tempat tidur. Hal ketiga yang juga dapat mempengaruhi gairah seksual seorang pria adalah penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk obat anti depresi yang seringkali menyebabkan penurunan gairah seksual sebagai efek sampingnya. Banyak orang yang mengkonsumsi obat anti depresan melaporkan bahwa mereka mengalami penurunan gairah seksual atau penurunan respon terhadap stimulasi seksual.     Sumber: foxnews
 05 Dec 2014    13:00 WIB
Kapan Seorang Pria Juga Mengalami Depresi Paska Melahirkan?
Sebuah penelitian di tahun 2010 menemukan bahwa tidak hanya wanita yang dapat mengalami depresi paska melahirkan, tetapi pria pun juga dapat mengalaminya. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa 1 di antara 10 orang pria juga mengalami depresi paska melahirkan tidak lama sebelum atau setelah bayinya lahir. Persentase ini hanya sedikit lebih rendah dibandingkan pada wanita. Penelitian ini juga menemukan bahwa pria muda memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami depresi pada tahun pertamanya menjadi seorang ayah. Walaupun telah terdapat beberapa bukti bahwa pria juga mengalami depresi paska melahirkan, akan tetapi para ahli hanya memiliki sedikit informasi mengenai hal ini karena gejala depresi paska melahirkan pada pria ini baru diketahui pada beberapa tahun belakangan. Para peneliti masih tidak mengetahui apakah benar terdapat hubungan antara kelahiran seorang anak dengan terjadinya depresi pada sang ayah. Akan tetapi, kurangnya waktu tidur, perubahan dinamikan keluarga, dan tanggung jawab yang lebih besar memang dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi paska melahirkan pada seorang pria. Di bawah ini terdapat beberapa gejala depresi paska melahirkan pada seorang pria yang patut diwaspadai untuk menjaga kesehatan sang ayah dan bayinya (seseorang yang mengalami depresi tidak terlalu memperhatikan keselamatan bayinya), yaitu: Kurang tidur dan nafsu makan berkurang Merasa tidak terlalu bertenaga Tidak lagi terlalu menikmati berbagai kegiatan sehari-hari yang biasanya Anda sukai Perubahan mood Untuk mencegah terjadinya depresi paska melahirkan, mengatur jadwal tidur misalnya dengan tidur siang atau tidur bergantian dengan pasangan Anda dapat membantu. Selain itu, membicarakan apa yang Anda rasakan dan harapkan dengan pasangan Anda juga dapat membantu.     Sumber: webmd